Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Semakin meningkatnya perkembangan hidup manusia maka jaman pun ikut


berkembang dengan pesat. Karena perkembangan manusia sangat maju maka bidang
teknologi pun ikut mengalami perkembangan yang maju pula.
Jika diperhatikan, kebutuhan manusia tidak lepas dari unsur logam. Karena hampir
semua alat yang digunakan terbuat unsur logam. Sehingga logam mempunyai peranan
aktif dalam kehidupan manusia dan menunjang teknologi jaman sekarang. Oleh karena
itu timbul usaha-usaha dari manusia untuk dapat memperbaiki sifat-sifat logam tersebut.
Salah satunya adalah dengan merubah bentuknya.
Para produsen mobil dan pemasok kemudian menggunakan hampir setiap
proses yang dijelaskan dalam makalah ini dan walaupun ada pula beberapa yang tidak
dijelaskan, sering kali karena mereka merahasiakannya, tentunya karena alasan bisnis.
Pada dasarnya, manufaktur adalah aktivitas nilai tambah, di mana konversi bahan
menjadi produk menambah nilai dengan materi aslinya

1.2 TUJUAN PENULISAN

1. Mempelajari konsep dasar proses manufaktur


2. Memahami peranan proses manufaktur dalam dunia permesinan
3. Menarik minat pembaca untuk lebih mengenal proses manufaktur

1.3 METODE PENULISAN


Dalam menulis makalah ini, saya memperoleh kajian materi dari sumber, yaitu
studi literatur dari buku buku yang terkait dengan topik dan berbagai artikel dari
internet.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 KONSEP DASAR


Proses Manufaktur adalah suatu cara atau proses yang di terapkan untuk
merubah bentuk suatu benda. Manufaktur sangat erat terkait dengan rekayasa atau
teknik. Tujuan proses manufaktur adalah untuk menghasilkan komponen-komponen
yang menggunakan material tertentu dengan mempertimbangkan bentuk, ukuran dan
strukturnya. Proses ini sangat berhubungan erat dengan dunia permesinan. Dimana
bidang permesinan memegang peranan penting dalam kemajuan teknologi di dunia.
Menurit sisi ekonomi pengertian proses manufaktur adalah aktivitas nilai
tambah, di mana konversi bahan menjadi produk menambah nilai dengan materi
aslinya. Perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur bertujuan untuk menghasilkan
nilai tambah dan mereka melakukannya dengan cara yang paling efisien.
Dimulai dengan desain produk, bahan, tenaga kerja, dan peralatan yang
interaktif faktor dalam manufaktur yang harus dikombinasikan dengan benar
(terintegrasi) untuk mencapai biaya rendah, kualitas unggul, dan tepat waktu
pengiriman.
Produksi juga merupakan suatu proses untuk mengubah bahn mentah menjadi
bahan setengah jadi sehingga meningkatkan nilai guna dari Bhan tersebut.

2.2 PROSES MACHINING

Proses pemesinan adalah suatu proses produksi dengan menggunakn mesin


perkakas, dimana memanfaatkan gerak relatif antara pahat dengan benda kerja sehingga
menghasilkan material sisa berupa geram. Proses pemesinan juga didefinisikan sebagai
suatu proses pemotongan benda kerja yang menyebabkan sebagian dari material benda
kerja terbuang dalam bentuk geram sehingga terjadi deformasi plastis yang
menghasilkan produk yang sesuai dengan spesifikasi geometris yang di inginkan.
Contoh produk yang dapat di buat dengan proses pemesinan adalah poro, leveling
block, dan lain-lain.

Proses permesinan ini berdasarkan bentuk alat potong dapat di bagi menjadi 2
tipe, yaitu :

1. Bermata potong tunggal (single point cutting tools)


2. Bermata potong jamak (multiple points cuttings tools)

Secara umum, gerakan pahat pada proses permesinan terdapat 2 tipe yaitu :
gerak makan (feeding movement) dan gerak potong (cutting movements). Sehingga
berdasarkan proses gerak potong dan gerak makannya, proses permesinan dapat di bagi
menjadi beberapa tipe, antara lain :

1. Proses Bubut (Turning)


2. Proses Sekrap (Planning, Shaping)
3. Proses Freis (Milling)
4. Proses Gurdi (Drilling)
5. Proses Bor (Boring)
6. Proses Kikir (Filling)
7. Proses Gergaji atau parut (Sawing, Broaching)
8. Abrasive Machining Process

Proses permesinan akan terus berkembang sejalan dengan perkembangan


teknologi di bidang manufaktur karena benda benda (produk) yang dihasilkan juga
beragam.

2.2.1 Mesin bubut

Mesin Bubut adalah suatu mesin perkakas yang digunakan untuk memotong
benda yang diputar. Bubut sendiri merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang
sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada
pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja.

Proses bubut merupakan proses pengerjaan material dimana benda kerja dan alat
pahat bergerak mendatar (searah meja/bed mesin),melintang atau membentuk sudut
secara perlahan dan teratur baik secara otomatis atau pun manual. Pada proses
pembubutan berlangsung, benda kerja berputar dan pahat disentuhkan pada benda kerja
sehingga terjadi penyayatan. Penyayatan dapat dilakukan kearah kiri atau
kanan,sehingga menghasilkan benda kerja yang berbentuk silinder. Jika penyayatan
dilakukan melintang maka akan menghasilkan bentuk alur, pemotongan atau
permukaan yang disebut facing (membubut muka).

Selain dapat dilakukan kearah samping dan kearah melintang, penyayatan dapat
juga diarahkan miring dengan cara memutarkan eretan atas sehingga menghasilkan
benda kerja yang berbentuk konis/tirus. Penyayatan yang beralur dengan kecepatan dan
putaran tertentu dapat menghasilkan alur yang teratur seperti membubut ulir.
Penyayatan dapat dilakukan dari luar maupun dari dalam. Penyayatan yang dilakukan
dari luar disebut membubut luar(outside turning), sedangkan penyayatan yang dilakukan
dibagian dalam atau pada lubang disebut membubut dalam(inside turning). Bubut dalam
berupa rongga, ulir dalam, lubang tembus, atau lubang tidak tembus.
Gambar 1 mesin bubut

2.2.1.1 Prinsip Kerja dan Gerakan Utama Mesin Bubut

Poros spindel akan memutar benda kerja melalui piringan pembawa sehingga
memutar roda gigi pada poros spindel. Melalui roda gigi penghubung, putaran akan
disampaikan ke roda gigi poros ulir. Oleh klem berulir, putaran poros ulir tersebut
diubah menjadi gerak translasi pada eretan yang membawa pahat. Akibatnya pada benda
kerja akan terjadi sayatan yang berbentuk ulir.
Sedangkan gerakan-gerakan utama pada mesin bubut yaitu:
a. Gerakan berputar, yaitu bentuk gerakan rotasi dari benda kerja yang
digerakanpada pahat dan dinamakan gerak potong.
b. Gerakan memanjang, yaitu bentuk gerakan apabila arah pemotonganna sejajar
denga n sumbu kerja. Gerakan ini disebut juga dengan gerakan pemakanan.
c. Gerakan melintang, yaitu bentuk gerakan apabila arah pemotongan tegak lurus
terhadap sumbu kerja. Gerakan ini disebut dengan gerakan melintang atau
pemotongan permukaan.

Gambar 2 Gerakan Mesin Bubut

Bagian-bagian Mesin Bubut


1. Bed mesin
Bed mesin / alas mesin: mempunyai bentuk profil memanjang yang berfungsi
untuk mendapatkan kedudukan eretan kepala lepas dan bril atau penyangga. Bed mesin
harus dilumasi supaya eretan dapat digeserkan kekiri dan kekanan dengan lancar dan
terhindar dari korosi. Alur yag mempunayi profil digunakan sebagai jalan dari eretan
dan kepala lepas.

Gambar 3 alas mesin bubut (bed mesin )

2. Kepala Tetap
Kepala tetap: mempunyai sumbu utama dengan gerak utama berputar. Sumbu
utama merupakan poros transmisi dengan pully bertingkat atau roda gigi bertingkat,
sehingga pada kepala tetap mesin bubut terdapat lemari roda gigi dengan handle-handle
pengatur putaran sumbu utamanya.

Gambar 2.3 Kepala Tetap


3. Eretan
Eretan: bagian mesin yang digunakan untuk penyetelan, pemindahan posisi pahat
kearah memanjang, yang dapat dilakukan dengan gerakan kekiri atau kekanan secara
manual maupun otomatis. Eretan ditempatkan diatas bed mesin yang dapat di gerakkan
manual mau pun otomatis.
a. Eretan memanjang biasanya digunakan untuk menggerakkan atau menyetel
posisi pahat kearah sumbu memanjang pada saat mesin sedang berjalan maupun
saat mesin dalam keadaan mati.
b. Eretan melintang ditempatkan memanjang dan gunanya untuk mengatur posisi
pahat kearah melintang. Pahat bubut dapat diatur mendekati atau menjauhi
operator. Jika roda pemutar diputar kekiri maka gerakan atau posisi pahat akan
mendekati operator dan jika diputar kekanan maka akan menjauhi operator.
c. Eretan atas: antara eretan melintang dan eretan atas dipasang support yang
dilengkapi dengan skala derajat.

4. Kepala lepas mesin bubut


Kepala lepas adalah bagian mesin bubut yang berfungsi untuk mendapatkan
senter kepala lepas, bor, senter bor, tap atau reamer. Untuk membubut benda kerja yang
panjang, biasanya benda kerja ini dipasang diantara dua senter kepala lepas dan kepala
tetap. Kepala lepas juga berfungsi agar benda kerja tetap berputar pada sumbunya.

Gambar 4 kepala lepas


5. Penyangga

Penyangga digunakan pada saat membubut batang ulir yang panjang,dapat juga
berfungsi sebagai penahan gaya sentrifugal akibat putaran tinggi.

a. penyangga tetap: Penyangga ini dikunci pada bed mesin agar benda kerja
dapat berputar tetap pada sumbunya.

Gambar 5 penyangga tetap

b. Penyangga jalan: dipasang pada eretan yang dikunci dengan baut.


Fungsinya untuk menahan atau menyangga benda kerja dari lengkungan
akibat gaya tekan dari pahat saat pemotongan atau penyayatan berlangsung.
Gambar 6 penyangga jalan
6. Batang transportur dan batang pengantar

Batang transportur dan batang pengantar berfungsi untuk menggerakkan


eretan secara otomatis kekiri atau kekanan saat operasi pembubutan
berlangsung.batang transportur tidak berulir tetapi mempunyai alur pasak yang
berfungsi untuk memutarkan roda gigi yang berada pada eretan sehingga dapat
bergerak kekiri atau kekanan dengan teratur. Putaran pada poros transportur ini
dapat diatur sesuai dengan posisi putaran pada lemari roda gigi yang tersedia
sehingga kecepatan sayatnya dapat diatur.

7. Penjepit pahat
Penjepit pahat yaitu rumah pahat yang dipasang diatas eretan. Penjepit
pahat berfungsi sebagai penjepit pahat bubut agar posisi mata pahat benda tetap
kuat sejajar dengan sumbu benda kerja.
Penjepit pahat ada yang mempunyai tempat pahat lebih dari satu sehingga
untuk pembubutan tertentu dapat dipasang beberapa macam pahat sekaligus pada
penjepit pahat dan digunakan sesuai dengan urutan operasi pembubutannya.

Gambar 7 penjepit pahat

2.2.2 Mesin Freis /Milling


Mesin milling adalah mesin yang paling mampu melakukan banyak tugas bila
dibandingkan dengan mesin perkakas yang lain. Hal ini disebabkan karena selain
mampu memesin permukaan datar maupun berlekuk dengan penyelesaian dan ketelitian
istimewa, juga berguna untuk menghaluskan atau meratakan benda kerja sesuai dengan
dimensi yang dikehendaki.

Mesin milling dapat menghasilkan permukaan bidang rata yang cukup halus,
tetapi proses ini membutuhkan pelumas berupa oli yang berguna untuk pendingin mata
milling agar tidak cepat aus.

Proses milling adalah proses yang menghasilkan chips (beram). Milling


menghasilkan permukaan yang datar atau berbentuk profil pada ukuran yang ditentukan
dan kehalusan atau kualitas permukaan yang ditentukan.

Proses kerja pada pengerjaan dengan mesin milling dimulai dengan mencekam
benda kerja , kemudian dilanjutkan dengan pemotongan dengan alat potong yang
disebut cutter, dan akhirnya benda kerja akan berubah ukuran maupun bentuknya.

A. Struktur Mesin Frais

Ada mesin dimana benda kerjanya tidak bergerak namun perkakasnya bergerak
seperti mesin ketam, kempa gurdi (drill press), mesin frais (frais machine) dan gerinda.
Pada mesin pemotong frais, perkakas yang berputar digunakan hanya pada perkakas
pengebor. Mesin frais banyak digunakan untuk memotong lubang lingkaran, membuat
jalur pasak, membuat celah, menggergaji, memfrais slab dan permukaan, memotong
roda gigi dan untuk membentuk benda yang bentuknya tidak umum. Tenaga untuk
pemotongan berasal dari energi listrik yang diubah menjadi gerak utama oleh sebuah
motor listrik, selanjutnya gerakan utama tersebut akan diteruskan melalui suatu
transmisi untuk menghasilkan gerakan putar pada spindel mesin frais.Spindle mesin
frais adalah bagian dari sistem utama mesin frais yang bertugas untuk memegang dan
memutar cutter hingga menghasilkan putaran atau gerakan pemotongan. Gerakan
pemotongan pada cutter jika dikenakan pada benda kerja yang telah dicekam maka akan
terjadi gesekan/tabrakan sehingga akan menghasilkan pemotongan pada bagian benda
kerja. Hal ini dapat terjadi karena material penyusun cutter mempunyai kekerasan diatas
kekerasan benda kerja

B. Prinsip kerja mesin milling

Tenaga untuk pemotongan berasal dari energi listrik yang diubah menjadi gerak
utama oleh sebuah motor listrik, selanjutnya gerakan utama tersebut akan diteruskan
melalui suatu transmisi untuk menghasilkan gerakan putar pada spindel mesin milling.

Spindel mesin milling adalah bagian dari sistem utama mesin milling yang
bertugas untuk memegang dan memutar cutter hingga menghasilkan putaran atau
gerakan pemotongan.
Gerakan pemotongan pada cutter jika dikenakan pada benda kerja yang telah
dicekam maka akan terjadi gesekan/tabrakan sehingga akan menghasilkan pemotongan
pada bagian benda kerja, hal ini dapat terjadi karena material penyusun cutter
mempunyai kekerasan diatas kekerasan benda kerja.

C. Bagian- bagian Mesin frais

Bagianbagian mesin frais dapat dilihat pada gambar di bawah ini yaitu:

Gambar 8 bagian-bagian Mesin Frais

1. Spindle utama
Merupakan bagian yang terpenting dari mesin milling. Tempat. Untuk
mencekam alat potong.
2. Meja / table
Merupakan bagian mesin milling, tempat untuk clamping device ataubnbenda
kerja.
3. Motor drive
Merupakan bagian mesin yang berfungsi menggerakkan bagian bagian mesin
yang lain seperti spindle utama, meja ( feeding ) dan pendingin (cooling ).
4. Tranmisi
Merupakan bagian mesin yang menghubungkan motor penggerak dengan yang
digerakkan.
5. Knee
Merupakan bagian mesin untuk menopang / menahan meja mesin. Pada bagian
ini terdapat transmisi gerakan pemakanan ( feeding ).
6. Column / tiang
Merupakan badan dari mesin. Tempat menempelnya bagian bagian mesin yang
lain.
7. Base / dasar
Merupakan bagian bawah dari mesin milling. Bagian yang menopang badan /
tiang. Tempat cairan pendingin.
8. Control
Merupakan pengatur dari bagian bagian mesin yang bergerak.

D. Jenis-jenis mesin milling

Penggolongan mesin milling menurut jenisnya penamaannya disesuaikan


dengan posisi spindel utamanya dan fungsi pembuatan produknya, ada beberapa jenis
mesin milling dalam dunia manufacturing antara lain:

B.1 berdasarkan posisi spindle utama

1. Mesin Frais Horizontal

Gambar 9 Mesin Frais Horizontal

Mesin milling jenis ini mempunyai pemasangan spindel dengan arah horizontal
dan digunakan untuk melakukan pemotongan benda kerja dengan arah mendatar.

2. Mesin frais vertikal


Gambar 10 Mesin Frais Vertikal
Kebalikan dengan mesin milling horizontal, pada mesin milling ini pemasangan
spindel-nya pada kepala mesin adalah vertikal, pada mesin milling jenis ini ada
beberapa macam menurut tipe kepalanya, ada tipe kepala tetap, tipe kepala yang dapat
dimiringkan dan type kepala bergerak. Kombinasi dari dua type kepala ini dapat
digunakan untuk membuat variasi pengerjaan pengefraisan dengan sudut tertentu.

3. Mesin Frais Universal

Gambar 11 Mesin Frais Universal

Mesin milling ini mempunyai fungsi bermacam-macam sesuai dengan prinsipnya,


seperti :
a. Frais muka
b. Frais spiral
c. Frais datar
d. Pemotongan roda gigi
e. Pengeboran
f. Reaming
g. Boring
h. Pembuatan celah

B.2 Berdasarkan fungsi penggunaan


1. Planno milling
2. Surface Milling
3. Tread Milling
4. Gear Milling
5. Copy Milling
6. Mesin milling hobbing
7. Mesin milling gravier
8. Mesing milling CNC

E. Gerakan dalam Mesin Milling


Pekerjaan dengan mesin milling harus selalu mempunyai 3 gerakan kerja.
1. Gerakan Pemotongan
Sisi potong cutter yang dibuat berbentuk bulat dan berputar dengan pusat sumbu
utama.
2. Gerakan Pemakanan
Benda kerja digerakkan sepanjang ukuran yang akan dipotong dan digerakkan
mendatar searah gerakan yang dipunyai oleh alas.
3. Gerakan Penyetelan
Gerakan untuk mengatur posisi pemakanan, kedalaman pemakanan, dan
pengembalian, untuk memungkinkan benda kerja masuk ke dalam sisi potong
cutter, gerakan ini dapat juga disebut gerakan pengikatan

F. Pengerjaan dalam Mesin Milling


1. Pengefraisan Sisi, adalah pengefraisan dimana pisau sejajar dengan
permukaan benda kerja.
2. Pegefraisan Muka, adalah pengefraisan dimana sumbu pisau tegak lurus
dengan permukaan benda kerja.

G. Macam macam pisau frais


Ada bermacam-macam pisau pada mesin frais. Berikut ini jenis pisau frais
adalah:
1. Pisau silindris, pisau ini digunakan untuk menghasilkan permukaan horizontal
dan dapat mengerjakan permukaan yang lebar dan pekerjaan berat.
2. Pisau muka dan sisi, pisau ini memiliki gigi potong di kedua sisinya. Digunakan
untuk menghasilkan celah dan ketika digunakan dalam pemasangan untuk
menghasilkan permukaan rata, kotak, hexagonal, dll. Untuk ukuran yang besar,
gigi dibuat terpisah dan dimasukkan ke dalam badan pisau. Keuntungan ini
memungkinkan cutter dapat dicabut dan dipasang jika mengalami kerusakan.
3. Slotting cutter, Pisau ini hanya memilki gigi di bagian kelilingnya dan pisau ini
digunakanuntuk pemotongan celah dan alur pasak
4. Metal slitting saw, pisau ini memiliki gigi hanya di bagian keliling saja atau
memiliki gigi keduanya di bagian keliling dan sisi sisinya. Digunakan untuk
memotong kedalaman celah dan untuk memotong panjang dari material. Ketipisan
dari pisau bermacam -macam dari 1 mm 5 mm dan ketipisan pada bagian tengah
lebih tipis dari bagian tepinya. Hal ini untuk mencegah pisau dari terjepit dicelah.
5. Frais ujung, Frais ujung berukuran dari berdiameter 4 mm sampai diameter 40
mm.
6. Shell end mill, Kelopak frais ujung dibuat untuk disesuaikan dibor pendek yang
dipasang di poros. Kelopak frais ujung lebih murah untuk diganti daripada frais
ujung padat/solid.
7. Frais muka, Pisau ini dibuat untuk mengerjakan pemotongan berat dan juga
digunakan untuk menghasilkan permukaan yang datar. Ini lebih akurat daripada
cylindrical slab mill/frais slab silindris. Frais muka memiliki gigi di ujung muka
dan kelilingnya. Panjang dari gigi di kelilingnya selalu kurang dari separuh
diameter dari pisaunya.
8. Tee-slot cutter Pisau ini digunakan untuk frais celah awal. Suatu celah atau alur
harus dibuat pada benda kerja sebelum pisau ini digunakan.

Pisau frais
Beberapa bentuk pisau frais sesuai dengan penggunaanya, antara lain:(a) Pisau
mantel, (b) Pisau sudut tunggal dan sudut ganda, (c) Pisau roda gigi, (d) Pisau alur, (e)
Pisau sisi muka, (f) Pisau gergaji, (g) Pisau alur T, (h) Pisau jari

Gambar 12 Pahat mesin frais

3. Mesin sekrap
Gambar 13 mesin sekrap

Mesin sekrap (Shaping Machine) adalah mesin perkakas yang mempunyai gerak
utama bolak-balik horizontal dan berfungsi untuk merubah bentuk dan ukuran benda
kerja sesuai dengan yang dikehendaki, (Amstead, 1955). Pahat bekerja pada saat
gerakan maju, dengan gerakan ini dihasilkan pekerjaan, seperti :

a. Meratakan bidang : baik bidang datar, bidang tegak maupun bidang miring.
b. Membuat alur : alur pasak, alur V, alur ekor burung, dsb.
c. Membuat bidang bersudut atau bertingkat.
d. Membentuk : yaitu mengerjakan bidang-bidang yang tidak beraturan

A. Prinsip kerja mesin sekrap

Prinsip pengerjaan pada mesin sekrap adalah benda yang disayat atau dipotong
berada pada keadaan diam, sementara pahat bergerak lurus bolak-balik melakukan
penyayatan (gerak translasi).Dalam proses pengetaman ada beberapa jenis gerakan yang
perlu diperhatikan dalam mesin sekrap yaitu :

1. Gerakan utama
Gerakan ini merupakan gerakan yang ditunjukkan oleh pahat.Pada saat pahat bergerak
maju terjadi langkah kerja dimana pahat akan menyayat permukaan benda kerja
sementara saat pahat bergerak mundur terjadi langkah bukan kerja karena pahat tidak
menyayat benda kerja.
2. Gerakan feeding (langkah pemakanan)
Gerakan ini menghasilkan chip atau ketebalan tatal yang terpotong.
3. Dalamnya penyayatan
Pada pengaturan dalamnya pemotongan ini akan menghasilkan kedalaman pemotongan
yang diinginkan yang juga terkait dengan perencanaan waktu pemesinan.
Pada mesin sekrap ada beberapa jenis penyayatan yang bisa dilakukan antara lain
penyayatan permukaan (facing), alur(slotting), dan tangga (steps).

Gambar 14 gerakan mesin sekrap

Macam-macam Mesin Sekrap

Berikut ini macam-macam dari mesin sekrap.

a.Menurut cara kerjanya :

1). Mesin sekrap biasa, dimana pahat sekrap bergerak mundur maju menyayat benda
kerja yang terpasang pada meja mesin.

2).Planer, dimana pahat (diam) menyayat benda kerja yang dipasang pada meja mesin
dan bergerak bolak-balik.

3).Sloting, dimana gerakan pahat adalah vertical (naik-turun), digunakan untuk


membuat alur pasak pada roda gigi dan pully.

b.Menurut tenaga penggeraknya :

1).Mesin sekrap engkol : gerak berputar diubah menjadi gerak bolak-balik dengan
engkol.

2).Mesin sekrap hidrolik : gerak bolak-balik lengan berasal dari tenaga hidrolik.

B. Komponen Mesin Sekrap


Gambar 15 komponen mesin sekrap

Komponen komponen mesin sekrap:


Badan Mesin
Merupakan keseluruhan mesin tempat mekanik penggerak dan tuas pengatur.
Meja Mesin
Merupakan tempat kedudukan atau penjepit benda kerja.Pada meja mesin dilengkapi
dengan eretan lintang dan eretan tegak.Gerakan pada eretan lintang bisa diatur bergerak
secara otomatis.
Lengan
Berfungsi untuk menggerakkan pahat maju mundur.Pada bagian depan lengan membawa
Tool slide sebagai tempat toolpost yang memegang pahat.Tool slide dapat diatur miring
untuk proses penyekrapan miring.
Eretan Pahat
Bagian ini berfungsi untuk mengatur ketebalan pemakanan pahat.Dengan memutar roda
pemutar maka pahat akan naik atau turun.
Pengatur Kecepatan
Berfungsi untuk mengatur atau memilih jumlah langkah lengan mesin per menit.Untuk
pemakanan tipis kecepatan bisa tinggi.
Tuas panjang langkah
Berfungsi untuk mengatur panjang pendek langkah pahat atau lengam sesuai panjang
benda kerja.Pengaturan dilakukan dengan memutar tap ke kanan atau kiri.
Tuas posisi pahat
Bagian ini ada di lengan mesin dan berfungsi untuk mengatur kedudukan pahat terhadap
benda kerja.
Tuas pengatur gerakan otomatis meja melintang
Untuk mengatur gerakan sekrap secara otomatis.Namun diperlukan pengaturan-
pengaturan panjang engkol yang mengubah gerak putar mesin pada roda gigi menjadi
gerak lurus meja.Dengan demikian meja melakukan gerak ingsutan (feeding).

c. Macam Mesin Sekrap

1. Mesin Sekrap Horizontal


Pada mesin ini pahat melakukan gerak bolak-balik, maju mundur sementara
benda kerja melakukan gerak ingsutan.Umumnya digunakan untuk benda kerja pendek
dan tidak terlalu berat.
Gambar 16 mesin sekrap horizontal

2. Mesin Sekrap vertikal


Pada mesin sekrap jenis ini digunakan untuk melakukan gerakan pemotongan
dalam, menyerut dan bersudut serta untuk pengerjaan permukaanyang sukar
dijangkau.Pada mesin ini pahat bergerak naik turun sementara benda kerja bergeser
secara melintang dan memanjang.Pada mesin sekrap ini dilengkapi dengan meja putar
sehingga mesin bisa dilakukan pengerjaan pembagian bidang yang sama besar.

Gmabar 17 mesin sekrap vertikal

3. Mesin sekrap eretan


Mesin ini digunakan untuk pengerjaan benda kerja dengan ukuran panjang dan
besar (berat).Benda kerja dipasang pada eretan yang melakukan gerakan bolak-balik
sedangkan pahat membuat gerakan ingsutan.Lebar benda ditantukan oleh jarak antar
tiang-tiang mesin.
Gambar 18 mesin sekrap eretan
d. Jenis Pahat
Mesin sekrap mempunyai beberapa bentuk pahat. Berikut bentuk- bentuk
pahat pada mesin sekrap:
1. Pahat bengkok kiri
2. Pahat bengkok kanan
3. Pahat ujung bulat
4. Pahat lurus kiri
5. Pahat lurus kanan
6. Pahat ujung segi empat
7. Pahat lurus
8. Pahat leher angsa
e. Sudut-sudut pahat
Selain itu mesin sekrap juga mempunyai sudut-sudut pahat terdapat enam jenis
pahat yang dapat digunakan yaitu:
1. Sudut potong (cutting angel)
2. Sudut bibir potong (lip angel)
3. Sudut bebas ujung atau muka (end relif)
4. Sudut tatal belakang (back rack angel)
5. Sudut sisi sayat (side rack angel)
6. Sudut sisi bebas (side clearance)
f. Pekerjaan mesin sekrap
Pekerjaan yang bisa dilakukan dengan mesin sekrap antara lain sebagai berikut:
1. Meratakan bidang baik bidang datar, bidang tegak maupun bidang
miring
2. Membuat alur : alur pasak, alur V, alur ekor burung
3. Membuat bidang bersudut atau bertingkat
4. Membentuk, yaitu mengerjakan bidang-bidang yang tidak
beraturan.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 KESIMPULAN
Mesin frais adalah salah satu mesin konvensional yang mampu mengerjakan
suatu benda kerja dalam permukaan sisi datar, tegak, miring, bahkan alur roda gigi.
Mesin perkakas ini mengerjakan atau menyelesaikan suatu benda kerja dengan
menggunakan pahat milling (cutter) pemasukan media dikembangkan, computer
processing power dan kapasitas memori terus meningkat, dan mesin-mesin NC dan
CNC berangsur-angsur cara kerja dari mesin frais adalah Benda kerja dijepit di suatu
ragum mesin atau peralatan khusus atau dijepit di meeja mesin frais. Pemotongan
dikerjakan oleh pemakanan benda kerja di bawah suatu pahat yang berputar.Tenaga
untuk pemotongan berasal dari energy listrik yang diubah menjadi gerak utama oleh
sebuah motor listrik, selanjutnya gerakan utama tersebut akan diteruskan melalui suatu
transmisi untuk menghasilkan gerakan putar pada spindel mesin milling.

3.2 SARAN
Sebaiknya sebelum membuat makalah ini akan lebih baik melakukan praktikum
terlebih dahulu,supaya kami lebih mengerti fungsi dan cara kerja alat ini secara nyata.
Dengan adanya pembuatan makalah tentang mesin frais ini pengetahuan yang didapat
hanya sebatas materi saja, akan tetapi secara prakteknya kami belum terlalu mengerti
karena belum pernah menggunakan mesin frais ini

Daftar pustaka

https://www.slideshare.net/randysuwandy/makalah-proses-permesinan-dasar
https://id.scribd.com/doc/233421455/Makalah-Proses-Produksi-Mesin-Milling
http://chandra-xiitpm2-pemesinan.blogspot.co.id/2012/03/makalah-proses-
pemesinan.html
http://suargi.blogspot.co.id/2011/11/mesin-milling.html
http://muhamadtedy.blogspot.co.id/2016/01/makalah-mesin-bubut.html
http://stt-plnjakarta.blogspot.co.id/2013/12/contoh-makalah-mesin-bubut.html
http://suargi.blogspot.co.id/2011/11/mesin-milling.html
http://epinmuhardan.blogspot.co.id/2012/11/makalah-mesin-frais.html
http://ikaapriliaayu.blogspot.co.id/2014/05/mesin-sekrap.html
http://arifrahman30.blogspot.co.id/2012/11/makalah-mesin-skrap.html
http://aritugasmesin.blogspot.co.id/2014/10/makalah-mesin-skrap.html
http://libratama.com/pengertian-cara-kerja-mesin-sekrap/