Anda di halaman 1dari 4

BESARAN VEKTOR

A. Mengenal Vektor
1. Notasi Vektor
Notasi atau simbol vektor dapat ditulis dengan dua cara:
a. Menuliskan tanda vektor atau anak panah di atas nama vektor. (jika ditulis
tangan)

Contoh: a dan AB
b. Menuliskan nama vektor dengan huruf yang ditebalkan (jika diketik)
Contoh: a dan AB

a A B
Catatan: Jika dituliskan dengan dua huruf, makahuruf depan menyatakan pangkal
dan huruf belakang menyatakan ujung.

2. Besar Vektor

3. Penguraian Vektor
Sebuah vektor dapat dinyatakan sebagai penjumlahan dari vektor-vektor yang lain.
Vektor-vektor yang saling tegak lurus yang merupakan proyeksi vektor tersebut terhadap
sumbu X dan Y disebut komponen vektor.
a. Komponen vektor F pada sumbu X adalah FX yang dirumuskan
F
cos = X maka F X =F cos
F
b. Komponen vektor F pada sumbu Y adalah FY yang dirumuskan
F
sin = Y maka F Y =F sin
F
Contoh soal:

B. PENJUMLAHAN VEKTOR
Untuk meresultankan vektor ada berbagai metode diantaranya:
1. Penjumlahan Vektor secara Geometris
Penjumlahan vektor secara geometris dapat dilakukan dengan dua macam metode,
yaitu:
a. Metode poligon, adalah cara meresultankan vektor dengan cara menggambar.
Salah satu vektor sebagai acuan dan vektor lain disambungkan dengan pangkal
tempat pada ujung vektor sebelumnya. Resultan vektor dapat dibentuk dengan
membentuk anak panah dari pangkal awal hingga unjung akhir

Gambar 1.1(b)

b. Metode jajaran genjang, adalah metode penjumlahan vektor dengan


menggambarkan garis-garis sejajar vektornya melalui ujung vektor yang lain
sehingga terbentuk jajaran genjang

Gambar 1.1(b)
2. Penjumlahan Vektor secara Analitis
Metode Analitis adalah cara meresultan vektor yang dapat mengunakan dalil
pythagoras.
F R|=|
2 2
| F 1| +|
F 2|

3. Penjumlahan Vektor Berdasarkan Komponen Vektor Satuan


Vektor dapat dijumlahkan atau dikurangkan hanya dengan mengetahui komponen-

a , b c
komponen vektor satuannya. Berikut ini contoh vektor , dan dengan

komponen-komponennya.
a =a x i^ +a y ^j+a z k^
b=b x i^ +b y ^j+b z k^

^ y ^j+c z k^
c =c x i+c