Anda di halaman 1dari 7

PEMBUATAN TEMPE

LAPORAN PRAKTIKUM

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah


Mikrobiologi
yang dibina oleh Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si, M.Si

Oleh :

Kelompok 1
Offering H 2014

Isfatun Chasanah 140342603465


Maulidan Asryofil Anam 140342604964
Putri Kartika Mukti 140342601574
Robiatul Hadawiyah 140342604500

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
April 2016
A. JUDUL/TOPIK
Pembuatan Tempe

B. TUJUAN
Praktikum pembuatan tempe bertujuan untuk :
1. Memperoleh keterampilan membuat tempe
2. Mempengaruhi pengaruh aerasi dalam pembuatan tempe

C. WAKTU DAN TEMPAT


Praktikum pembuatan tempe dilakukan pada hari Kamis, 31 Maret 2016 pukul 07.00-
09.30 di ruang 309 Laboratorium Mikrobiologi gedung O5 jurusan Biologi FMIPA UM.

D. DASAR TEORI

E. ALAT DAN BAHAN


Alat:
1. Sendok 9. Mortar dan Pistil
2. Pelubang Kertas 10. Sendok
3. Timbangan
4. Jarum Kasur 11. Penggaris
5. Rak Besi 12. Termometer
6. Nampan
7. Kertas Karton 13. Baskom
8. Hair Dryer 14. Panci
15. Kompor
Bahan:
1. Kedelai 500 gram
2. Ragi Tempe (Usar yang ditumbuk
menjadi serbuk)
3. Kantong Plastik
4. Isolasi

F. CARA KERJA

Kedelai dicuci sampai bersih, kemudian direbus kurang lebih selama 1 jam

Kulit kedelai dikupas dan dibersihkan dari kepingan kedelai


Biji Kedelai direndam selama semalam, lalu direbus kembali sampai lunak

Biji kedelai ditiriskan dan ditunggu sampai biji kedelai tidak lagi basah lalu diukur
suhu awal biji kedelai tersebut dengan menggunakan termometer dan catat pada
tabel pengamatan

Disiapkan nampan yang telah dilapisi kertas karton, kemudian biji kedelai yang
masih agak basah dapat ditebarkan diatasnya, kemudian nyalakan hairdryer dan
ditunggu sampai kering

Siapkan 5 buah kantong plastik, beri Kode A- E. Kantong Plastik A diberi lubang
dengan jarak 1 cm, plastik B diberi lubang dengan jarak 3 cm, Platik C diberi
lubang dengan jarak 5 cm, Plastik D diberi lubang dengan jarak 2 cm dan plastik E
diberi lubang dengan jarak 4 cm

Ragi tempe yaitu usar ditumbuk dengan menggunakan mortar dan pistil sampai
menjadi serbuk yang halus, kemudian dicampurkan pada kedelai yang sudah kering
tadi hingga benar-benar tercampur secara merata

Ragi tempe yaitu usar ditumbuk dengan menggunakan mortar dan pistil sampai
menjadi serbuk yang halus, kemudian dicampurkan pada kedelai yang sudah kering
tadi menggunakan sendok hingga benar-benar tercampur secara merata

Kedelai yang telah diberi ragi tempe, dibagi menjadi 5 bagian dan dimasukkan ke
dalam kantong plastik yang sebelumnya telah disediakan . Masing-masing kantong
plastik berisi 100 gram kedelai.

Kantong plastik yang telah berisi biji kedelai dilipat sehingga biji kedelai menjadi
rapat satu sama lain, lalu dipasang isolasi pada lipatan tepi kantong plastik.
Kemudian diletakkan ke lima pak kedelai itu diatas rak besi.
Diamati setelah 26-30 jam tempe yang telah dibuat. Periksa suhu akhir tempe
dengan menancapkan termometer pada tempe, diperiksa pula berat akhir tempe
menggunakan timbangan. Lalu dicatat pada tabel pengamatan.

Diperiksa dan dibandingkan warna, tekstur, aroma da rasa tempe. Rasa tempe dapat
dibandingkan setelah digoreng. Lalu dicatat pada tabel pengamatan.

G. DATA PENGAMATAN

Tabel Hasil Pemeriksaan Warna, Tekstur, Aroma dan Rasa Tempe


Kode Tempe Warna Tekstur Aroma Rasa
A +++ +++ ++++
B ++++ +++ ++++
C ++++ +++ ++++
D ++++ ++++ ++++
E ++++ +++ ++++

Keterangan :
A = Jarak antar lubang kantong plastik 1 cm
B = Jarak antar lubang kantong plastik 3 cm
C = Jarak antar lubang kantong plastik 5 cm
D = Jarak antar lubang kantong plastik 2 cm
E = Jarak antar lubang kantong plastik 4 cm
Skor Warna Tempe Skor Tekstur Tempe
++++ = Putih cerah ++++ = Sangat padat
+++ = Putih kekuningan +++ = Padat
++ = Putih kecoklatan ++ = Cukup padat
+ = Putih kehitaman + = Lunak
Skor Aroma Tempe
++++ = Aroma sangat enak dan menimbulkan selera makan
+++ = Aroma enak, tetapi masih ada aroma kedelai
++ = Tidak beraroma
+ = Aroma tidak enak dan busuk
Skor Rasa tempe
++++ = Rasa sangat enak, gurih dan menimbulkan selera makan
+++ = Rasa enak, gurih, tetapi masih terasa kedelainya (langu)
++ = Rasa hambar
+ = Rasa tidak enak

Tabel Hasil Pengukuran Berat dan Suhu Tempe


Kode Tempe Suhu Awal (oC) Suhu Akhir (oC) Berat Awal (g) Berat Akhir (g)
A 25 36 100 103,3
B 25 31 100 107,5
C 25 31 100 117,5
D 25 32 100 107,7
E 25 31 100 106

H. ANALISIS DATA

I. PEMBAHASAN

I. KESIMPULAN
1. Daya antimikroba pada antiseptik berupa shampo yang diberikan pada masing masing
bakteri Staphyllococcus aureus dan Escherichia coli menyebabkan terhambatnya
pertumbuhan dari bakteri tersebut. Bahan shampo yang berfungsi sebagai antimikroba
adalah Methylisothiazolinone.
2. Pada Staphyllococcus aureus antiseptik yang bekerja paling baik adalah shampo dove
dengan diameter zona hambat sebesar 2,5 cm. Pada Escherichia coli antiseptik yang
bekerja paling baik adalah shampo clear dengan diameter zona hambat sebesar 3,3
cm.
3. Perbedaan zona hambat pada masing-masing bakteri dipengaruhi oleh adanya
senyawa metabolit yang dihasilkan oleh bakteri tersebut.
DAFTAR RUJUKAN

Campbell, N. A., J. B, Reece dan L.A, Mitchell. Biologi. Edisi kelima, JilidI. Terjemahan dari
Biology, Oleh Rahayu Lestari, dkk. Jakarta: Erlangga

Cappuccino, J. G. & Natalie. S. 1983. Microbiology A Laboratory Manual. Addison-Wesley


Publishing Company, New York.

Dharmawan I.W.E., K. Retno dan S.P. Made. 2009. Isolasi Streptomyces Spp. Pada Kawasan
Hutan Provinsi Bali Serta Uji Daya Hambatnya Terhadap Lima Strain Diarrheagenic
Escherichia Coli. Jurnal Biologi XIII (1) : 1 6

Dwijoseputro. 2005. Dasar-dasar Mikrobiologi. Jakarta : Djambatan.

Gobel, Risco, B., dkk. 2008. Mikrobiologi Umum Dalam Praktek, Universitas Hasanuddin,
Makassar.

Irianto, K. 2006. Mikrobiologi: Menguak Dunia Mikroorganisme Jilid 2. Bandung : CV. Yrama
Widya.

Jawetz, E. Joseph M., and Edward A. 2005. Mikrobiologi Kedokteran. Penerbit EGC: Jakarta.

Larson, Elaine L.1995. APIC Guideline for hand washing and hand antiseptic in health care
settings. APIC Guideline Committee, Infect Control and Epidemiology. 24: 253-257.

Lutfi Ahmad. 2004. Kimia Lingkungan. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional

Mardatillah, S. 2012. Fungsi dari Beberapa Bahan Shampoo. (Online)


(www.scribd,com/ fungsi-dari-beberapa-bahan-shampoo.html)
diakses 29 Maret 2016).
Radji, M., Suryadi, H., dan Ariyanti, D. 2007. Uji Efektivitas Antimikroba Beberapa Merek
Dagang Pembersih Tangan Antiseptik. Majalah Ilmu Kefarmasian. 1 (4): 1-6.

Lampiran

Zona hambat yang terbentuk pada


medium yang ditumbuhi bakteri
Staphyllococcus aureus

Zona hambat yang terbentuk


pada medium yang ditumbuhi
bakteri E.coli