Anda di halaman 1dari 2

Differential Thermal Analysis (DTA) adalah suatu teknik analisis termal

dimana perubahan material diukur sebagai fungsi temperatur. DTA digunakan


untuk mempelajari sifat thermal dan perubahan fasa akibat perubahan entalpi
dari suatu material.
Prinsip kerja DTA yaitu apabila temperatur sampel dan zat pembanding
dipanaskan pada temperatur konstan makan zat pembanding akan mengalami
kenaikan temperatur sesuai dengan kenaikan temperatur yanh mengenainya,
sementara itu pada sampel akan terjadi kenaikan atau penurunan temperatur pada
batas tertentu sesuai dengan peristiwa yang terjadi pada sampel. Jika perubahan
pada sampel telah sempurna maka temperatur sampel akan konstan kembali
seiring dengan zat pembandingnya.
Ketika peristiwa yang terjadi adalah eksotermal, maka panas akan
dilepaskan oleh sampel sehingga dalam sampel akan terjadi kenaikan temperatur
yang ditandai dengan suatu puncak maksimum pada kurva DTA. Sedang apabila
perubahan yang terjadi pada sampel adalah proses endotermal maka akan terjadi
penyerapan panas oleh sampel yang ditandai dengan penurunan temperatur dari
sampel sehingga kurva DTA yang diperoleh adalah sebagai puncak minimum.
( Currell, 1997:117 )

TGA (Thermogravimetric Analysis)

Analisa Thermogravimetric (TGA) adalah suatu teknik analitik untuk


menentukan stabilitas termal suatu material dan fraksi
komponen volatile dengan menghitung perubahan berat yang dihubungkan
dengan perubahan temperatur. Seperti analisis ketepatan yang tinggi pada
tiga pengukuran: berat, temperatur, dan perubahan temperatur. Suatu kurva
hilangnya berat dapat digunakan untuk mengetahui titik hilangnya berat.
Prinsip penggunaan TGA ialah mengukur kecepatan rata-rata perubahan
massa suatu bahan/cuplikan sebagai fungsi dari suhu atau waktu pada
atmosfir yang terkontrol. Pengukuran digunakan khususnya untuk
menentukan komposisi dari suatu bahan atau cuplikan dan untuk
memperkirakan stabilitas termal pada suhu diatas 1000oC. Metode ini
dapat mengkarakterisasi suatu bahan atau cuplikan yang dilihat dari
kehilangan massa atau terjadinya dekomposisi, oksidasi atau dehidrasi.
Mekanisme perubahan massa pada TGA ialah bahan akan mengalami
kehilangan maupun kanaikan massa. Proses kehilangan massa terjadi karena
adanya proses dekomposi yaitu pemutusan ikatan kimia, evaporasi yaitu
kehilangan atsiri pada peningkatan suhu, reduksi yaitu interaksi bahan
dengan pereduksi, dan desorpsi. Sedangkan kenaikan massa disebabkan
oleh proses oksidasi yaitu interaksi bahan dengan suasana pengoksidasi,dan
absorpsi.
( Mufthi, 2009 )

DSC adalah suatu teknik analisa termal yang mengukur energi yang diserap
atau diemisikan oleh sampel sebagai fungsi waktu atau suhu. Ketika transisi
termal terjadi pada sampel, DSC memberikan pengukuran kalorimetri dari
energi transisi dari temperatur tertentu.

DIL adalah alat untuk mengukur koefisien perubahan ukuran dari suatu
material karena panas.

Isoterm adalah perubahan keadaan gas pada suhu yang tetap.


Proses isotermal merupakan proses termodinamika yang prosesnya berjalan
dan suhu gasnya tetap. Persamaan umum gasnya adalah P.V= n.R.T. Karena
suhunya konstan, maka usaha yang dilakukan gas adalah: W= P.dV =
n.R.T.dV/V.

Gelasi adalah proses menjadi padat dengan pendinginan; pendinginan dan


pemadatan

Probe adalah kabel penghubung yang ujungnya diberi penjepit, dengan


penghantar kerkualitas, dapat meredam sinyal-sinyal gangguan, seperti sinyal
radio atau noise yang kuat. Osiloskop anda mungkin dilengkapi
dengan probe pasif sebagai standar pelengkap

Annealing yaitu suatu proses perlakuan panas yang dilakukan pada logam
atau paduan dalam pembuatan produk. Prinsip annealing ialah memanaskan
baja sampai suhu tertentu, kemudian menahannya selama waktu tertentu
kemudian didinginkan dengan lambat.

Onset adalah penampilan pertama dari tanda-tanda atau gejala suatu


penyakit