Anda di halaman 1dari 85

BAN-PT

AKREDITASI PROGRAM STUDI SARJANA

LAPORAN EVALUASI DIRI


PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI YOGYAKARTA

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL


BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI
2017

0
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum w.w

Pertama-tama puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan hidayahNya, sehingga borang akreditasi program studi
ini dapat diselesaikan. Standar akreditasi program studi merupakan tolok ukur
yang harus dipenuhi oleh program studi di perguruan tinggi dan merupakan
komitmen dalam peningkatan kualitas dan kapasitas penyelenggaraan.

Borang akreditasi Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Industri,


Institut Teknologi Yogyakarta disusun berdasarkan naskah akademik (buku I)
Akreditasi Program Studi Sarjana Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi
tahun 2008. Borang ini berisi proses penyelenggaraan program studi selama tahun
akademik 2013/2014 sampai dengan 2015/2016 yang terdiri atas 7 (tujuh) standar
yaitu: 1. Visi, misi, tujuan dan sasaran, serta strategi pencapaian,2. Tata pamong,
kepemimpinan, sistem pengelolaan dan penjaminan mutu, 3.Mahasiswa dan
lulusan, 4. Sumber daya manusia, 5. Kurikulum, pembelajaran, dan suasana
akademik, 6. Pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi, dan 7.
Penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama.

Akhirnya penyusun mengucapkan terima kasih kepada Rektor Institut


Teknologi Yogyakarta, Dekan Fakultas Teknik Industri dan civitas akademika
Program Studi Teknik Industri serta pihak-pihak lain yang telah membantu
penyusunan evaluasi diri ini.

Wassalamualaikum w.w

Yogyakarta, 16 Maret 2017

Ketua Program Studi


Teknik Industri

________________________________

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 1


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................1
DAFTAR ISI...........................................................................................................2
DAFTAR TABEL...................................................................................................3
RANGKUMAN EKSEKUTIF..............................................................................4

I. DESKRIPSI SWOT SETIAP KOMPONEN.................................................17


KOMPONEN A: VISI, MISI TUJUAN DAN SASARAN............................17
KOMPONEN B: TATA PAMONG, KEPEMIMPINAN, SISTEM
PENGELOLAAN DAN PENJAMINAN MUTU............24
KOMPONEN C: MAHASISWA DAN LULUSAN.......................................33
KOMPONEN D: SUMBER DAYA MANUSIA.............................................40
KOMPONEN E: KURIKULUM, PEMBELAJARAN DAN SUASANA
AKADEMIK.......................................................................45
KOMPONEN F: PEMBIAYAAN, SARANA DAN PRASARANA SERTA
SISTEM INFORMASI.......................................................59
KOMPONEN G: PENELITIAN, PELAYANAN/PENGABDIAN KEPADA
MASYARAKAT DAN KERJASAMA.............................63
II. ANALISIS SWOT ANTAR KOMPONEN...................................................71
1. Analisis Antar Komponen............................................................................71
2. Strategi dan Pengembangan........................................................................82
REFERENSI.........................................................................................................85
DAFTAR PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN..................................85

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 2


DAFTAR TABEL

Tabel 1. Sasaran dan Strategi Pencapaian ... 6


Tabel 2. Sasaran 2 dan Strategi Pencapaian 7
Tabel 3. Sasaran 3 dan Strategi Pencapaian 8
Tabel 4. Sasaran 4 dan Strategi Pencapaian 9
Tabel 5. Sasaran 5 dan Strategi Pencapaian 10
Tabel 6. Sasaran 6 dan Strategi Pencapaian 11
Tabel 7. Kerjasama dan Kemitraan Luar Negeri ... 14
Tabel 8. Susunan Tim Evaluasi Diri ............. 15
Tabel 9. Strategi Dan Kebijakan .................. 19
Tabel 10. Daftar Mata Kuliah Pilihan .......... 47
Tabel 11. Sistem Penilaian Prestasi Mahasiswa .. 52

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 3


RANGKUMAN EKSEKUTIF
Program Studi Teknik Industri merupakan lembaga yang baru saja lahir
setelah adanya perubahan status Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan (STTL)
menjadi Institut Teknologi Yogyakarta (ITY). Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan
(STTL) didirikan pada tanggal 05 Juni 1983 dengan mengelola 2 program studi
yaitu Program Studi S1 Teknik Lingkungan dan Program Studi S2 (Magister)
Ilmu Lingkungan. Dalam perkembangannya, STTL pada tahun 2014 berubah
menjadi Institut Teknologi Yogyakarta (ITY) dengan mengembangkan 3 fakultas
dan 4 program studi baru yang salah satunya adalah Program Studi Teknik
Industri. Program Studi Teknik Industri Institut Teknologi Yogyakarta (ITY)
berdiri pada tahun 2014 dengan ijin Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Nomor
605/E/O/2014 tanggal 17 Oktober 2014. Penyelenggaraan Program Studi Teknik
Industri dimulai pada 17 oktober 2014 dengan Nomor SK 605/E/O/2014, dengan
peringkat (nilai) Akreditasi terakhir adalah C. Operasional Program Studi Teknik
Industri dilaksanakan di alamat Winong, Tinalan, Kotagede Provinsi
D.I.Yogyakarta.

Program Studi Teknik Industri memiliki Visi Menjadi program studi yang
unggul di bidang rekayasa, pengembangan dan penerapan industri berbasis green
technology di tingkat nasional pada tahun 2030. Untuk mencapai visi tersebut,
disusunlah misi sebagai berikut:

1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi di bidang perekayasaan, manajemen


industri dan industri kreatif berbasis Green Technology.
2. Mengadakan kegiatan penelitian secara intens untuk mengembangkan kreasi
yang inovatif di bidang Green Industry.
3. Mengaplikasikan teknologi dan manajemen Green Industry untuk mengatasi
permasalahan Industri Nasional.
4. Menjalin jaringan kerjasama dan kemitraan bidang Industri dalam rangka
menjadi Program Studi yang terpercaya.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 4


Tujuan Program Studi Teknik Industri adalah:
Berdasarkan Visi dan Misi ITY, maka tujuan Program Studi Teknik Industri
ITY dibagi kedalam 3 bagian dan dijabarkan sebagai berikut:
I. Bidang Pendidikan dan Pengajaran:
1. Menghasilkan lulusan sarjana Teknik Industri yang unggul dan memiliki
kompetensi di bidang Green Technology serta mampu bersaing dengan
lulusan yang memiliki kompetensi sejenis.
2. Memiliki dosen berkualifikasi S2 dengan perbandingan rasio antara dosen
dengan mahasiswa yang ideal 1:20.
3. Memiliki infrastruktur pendukung berupa laboratorium, perpustakaan dan
sarana pembelajaran lainnya yang memadai dari segi kuantitas maupun
kualitas.
4. Memiliki laboran dan staff administrasi dalam jumlah yang memadai dan
memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidangnya.
5. Memiliki sistem tata laksana organisasi yang efektif, efisien dan
professional yang didukung oleh sistem informasi yang handal.
6. Memiliki iklim akademik yang kondusif sehingga mampu mendukung
proses akademik yang berkualitas.
7. Memperoleh akreditasi B untuk BAN PT dan terakreditasi dengan predikat
baik di salah satu lembaga akreditasi internasional.
8. Menjadikan Teknik Industri ITY sebagai prodi favorit bagi calon
mahasiswa.
II. Bidang Penelitian:
Menghasilkan penelitian bidang Teknik Industri berbasis Green
Technology yang memiliki nilai strategis dan berkontribusi besar bagi
masyarakat dan negara.
III. Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat:
Melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk
penerapan dan penyebarluasan Green Industry.

Sasaran dan Strategi Pencapaiannya:


Sasaran yang diharapkan akan dicapai pada tahun oleh Fakultas Teknik
Industri ITY pada tahun 2014-2018 adalah:

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 5


Sasaran 1 :
Terwujudnya sarjana yang berkualitas, memiliki kemampuan mencari solusi dan
mengelola Green Industry dan Industri Kreatif.
Strategi untuk mencapai sasaran bagian pertama melalui :
1) Peninjauan kurikulum, menyesuaikan dengan kebutuhan lapangan dan dunia
kerja sebagai masukan.
2) Menyelenggarakan pembelajaran berdasar kurikulum yang disusun sesuai
permintaan pasar.
3) Membekali mahasiswa dengan muatan-muatan di luar kurikulum agar
mahasiswa lebih praktis dalam mengaplikasikan pengetahuanya di lapangan
sebelum kelulusanya.
4) Menggalang kerjasama dengan Pemerintah maupun Pihak Swasta dalam
rangka mendukung perkuliahan.
Tabel 1. Sasaran dan Strategi Pencapaian
Indikator Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018
Kurikulum Meninjau Melaksanakan Melaksanakan Melaksanakan
Pendidikan Kurikulum dan evaluasi dan evaluasi dan evaluasi
Tinggi (KPT) serta revisi serta revisi
berbasis sesuai dengan sesuai dengan
Kerangka kemajuan kemajuan
Kualifikasi IPTEK IPTEK
Nasional
Indonesia
(KKNI)
Pembelajaran Melaksanakan Melaksanakan Melaksanakan Melaksanakan
dengan pedoman SCL pembelajaran pembelajaran pembelajaran
metode SCL dan SCL dan SCL dan
Student evaluasi evaluasi evaluasi
Centre
Learning
(SCL)
Pembekalan Memberikan Memberikan Memberikan Memberikan
hardskill dan tambahan tambahan tambahan tambahan
soft skill kemampuan kemampuan kemampuan kemampuan
hardsklill dan hardsklill dan hardsklill dan hardsklill dan
soft skill softskill soft skill soft skill
Menggalang Ada 3 Ada 15 Ada 20 Ada 25
kerjasama kerjasama kerjasama kerjasama kerjasama
dengan dengan dalam dengan dalam dengan dalam dengan dalam
Pemerintah negeri dan 4 negeri dan 4 negeri dan 6 negeri dan 6
maupun Pihak Kerjasama Kerjasama Kerjasama Kerjasama
Swasta luar negeri luar negeri luar negeri luar negeri

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 6


Sasaran 2:
Terwujudnya lulusan/sarjana yang dibutuhkan, terpercaya di dunia kerja baik di
Pemerintah maupun Swasta.
Strategi untuk mencapai sasaran bagian kedua melalui :
1) Memberi pelatihan, melibatkan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan
pengabdian oleh dosen.
2) Mendorong, memfasilitasi mahasiswa untuk ikut serta dalam kegiatan
kompetisi-kompitisi kemahasiswaan.
Tabel 2. Sasaran 2 dan Strategi Pencapaian
Indikator Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018
Melaksanakan pelatihan 1 kali pelatihan 2 kali pelatihan 4 kali pelatihan 4 kali pelatihan
dan melakukan Penelitian dan 5 penelitian dan 8 penelitian dan 10 dan 10
bersama dosen dengan bersama dosen bersama dosen penelitian penelitian
mahasiswa dengan dengan bersama dosen bersama dosen
mahasiswa mahasiswa dengan dengan
setiap tahun setiap tahun mahasiswa mahasiswa
setiap tahun setiap tahun
Melaksanakan penerapan 2 kali pelatihan 2 kali pelatihan 4 kali pelatihan 4 kali pelatihan
dan melakukan dan penerapan dan penerapan dan penerapan dan penerapan
pengabdian bersama Industri tepat Industri tepat Industri tepat Industri tepat
dosen dengan mahasiswa guna dan 6 kali guna dan 12 kali guna dan 12 kali guna dan 12 kali
pengabdian pengabdian pengabdian pengabdian
bersama dosen bersama dosen bersama dosen bersama dosen
dengan dengan dengan dengan
mahasiswa mahasiswa mahasiswa mahasiswa
Setiap tahun Setiap tahun Setiap tahun Setiap tahun
Memfasilitasi kompetisi Menyelenggarak Menyelenggara- Menyelenggara- Menyelenggarak
penelitian dan pengabdian an pelatihan dan kan pelatihan kan pelatihan an pelatihan dan
mahasiswa pendampingan dan dan pendampingan
penulisan pendampingan pendampingan penulisan
proposal PKM penulisan penulisan proposal PKM
dengan target 5 proposal PKM proposal PKM dengan target 15
Proposal PKM dengan target 10 dengan target 10 Proposal PKM
terkirim setiap Proposal PKM Proposal PKM terkirim setiap
tahun terkirim setiap terkirim setiap tahun
tahun tahun

Sasaran 3:

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 7


Meningkatnya kualitas dan kuantitas penelitian dibidang perekayasaan
manajemen Industri dan Industri Kreatif.
Strategi untuk mencapai sasaran bagian ketiga melalui :
1) Mendorong keikutsertaan dosen dalam kegiatan penelitian.
2) Mendorong agar penelitian oleh mahasiswa dikembangkan lebih mendalam.
3) Mencari peluang-peluang yang banyak beragam dengan memanfaatkan
potensi Industri Dan Industri Kreatif.
Tabel 3. Sasaran 3 dan Strategi Pencapaian

Indikator Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018


Menyelenggarakan 2 kali 2 kali 2 kali 2 kali
pelatihan dan pendampingan pendampingan pendampingan pendampingan
pendampingan dan terkirimnya dan terkirimnya dan terkirimnya dan terkirimnya
penulisan proposal 5 proposal 10 proposal 10 proposal 15 proposal
penelitian dosen penelitian setiap penelitian setiap penelitian setiap penelitian setiap
tahun tahun tahun tahun
Melakukan 2 kali 2 kali 2 kali 2 kali
pendampingan dalam pendampingan pendampingan pendampingan pendampingan
membangun Industri dan terciptanya dan terciptanya dan terciptanya dan terciptanya
perekayasaan 1 alat/model/ 5 alat/model/ 5 alat/model/ 4 alat/model/
manajemen prototype dan prototype dan prototype dan prototype dan
lingkungan, serta paten paten setiap paten setiap paten setiap paten setiap
tahun tahun tahun tahun
Pemanfaatan obyek- ada 5 kegiatan ada 5 kegiatan ada 5 kegiatan ada 5 kegiatan
obyek di sekitar eksplorasi eksplorasi eksplorasi eksplorasi
lingkungan obyek obyek obyek obyek
lingkungan lingkungan lingkungan lingkungan
setiap tahun setiap tahun setiap tahun setiap tahun

Sasaran 4 :
Meningkatnya kuantitas dan kualitas publikasi penelitian pada tingkat nasional.
Strategi untuk mencapai sasaran bagian ke empat melalui :
1) Meningkatkan keaktifan dosen dalam melakukan publikasi baik melalui
seminar atau jurnal.
2) Menyelenggarakan workshop hasil penelitian dosen.
3) Melakukan penelitian berkolaborasi dengan mitra.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 8


4) Meningkatkan keaktifan dosen dalam menulis jurnal atau publikasi lain.
Tabel 4. Sasaran 4 dan Strategi Pencapaian
Indikator Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018
Penuliasan Jurnal 5 Artikel 10 Artikel 10 Artikel 10 Artikel
terpublikasi terpublikasi terpublikasi terpublikasi
setiap tahun setiap tahun setiap tahun setiap tahun
dalam jurnal dalam jurnal dalam jurnal dalam jurnal
terakreditasi terakreditasi terakreditasi terakreditasi
tingkat nasional tingkat nasional tingkat nasional tingkat nasional
dan 1 Artikel di dan 2 Artikel di dan 2 Artikel di
jurnal jurnal jurnal
Internasional Internasional Internasional
Seminar 3 Dosen 6 Dosen 6 Dosen 6 Dosen
mengikuti mengikuti mengikuti mengikuti
seminar sebagai seminar sebagai seminar sebagai seminar sebagai
pembicara / pembicara / pembicara / pembicara /
peserta setiap peserta setiap peserta setiap peserta setiap
tahun tahun tahun tahun
Workshop hasil 2 kali setahun 2 kali setahun 2 kali setahun 2 kali setahun
penelitian dosen

Penelitian kolaborasi 3 Proposal 6 Proposal 6 Proposal 6 Proposal


penelitian penelitian penelitian penelitian
kerjasama kerjasama kerjasama kerjasama
dengan instasi dengan instasi dengan instasi dengan instasi
dan swasta dan swasta dan swasta dan swasta
dalam negeri dalam negeri dalam negeri dalam negeri
dan 1 Proposal dan 2 Proposal dan 2 Proposal
dengan luar dengan luar dengan luar
negeri negeri negeri

Sasaran 5:
Terwujudnya infrastruktur, baik instrument, program, sarana prasarana pelayanan
maupun sumber daya manusia.
Strategi untuk mencapai sasaran bagian kelima melalui :
1) Meningkatkan atau menambah instumen laboratorium untuk pelayanan
praktikum dan analisis.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 9


2) Menambah laboran dan assisten, baik tenaga tetap maupun merekrut
mahasiswa yang kualified.
3) Menambah pustaka, baik koleksi buku fisik maupun elektronik, jurnal,
majalah dan sebagainya.
4) Memiliki prasarana internet dengan bandwidth yang memadai, mampu
mendukung kebutuhan mahasiswa dan manajemen baik internal dan
eksternal.
Tabel 5. Sasaran 5 dan Strategi Pencapaian
Indikator Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018
Peningkatan Instrumen Penambahan Penambahan Penambahan Penambahan
laboratorium Instrumen Instrumen Instrumen Instrumen
laboratorium laboratorium laboratorium laboratorium
hingga 70% hingga 80% hingga 90% hingga 100%
Penambahan laboran Pengiriman Pengiriman Pengiriman Pengiriman
dan asisten pelatihan pelatihan pelatihan pelatihan
laboran laboran laboran laboran
tersertifikasi tersertifikasi tersertifikasi tersertifikasi
50% 70% 100% 100%
Buku pustaka jurnal, Pembelian buku Pembelian buku Pembelian buku Pembelian buku
majalah sebanyak 100 sebanyak 100 sebanyak 100 sebanyak 100
eksemplar, 1 eksemplar, 1 eksemplar, 1 eksemplar, 1
jurnal jurnal jurnal jurnal
terakreditasi terakreditasi terakreditasi terakreditasi
dan referensi dan referensi dan referensi dan referensi
lainnya setiap lainnya setiap lainnya setiap lainnya setiap
tahun tahun tahun tahun
Peningkatan kapasitas Peningkatan Peningkatan Peningkatan Peningkatan
prasarana internet Bandwidth0,75 Bandwidth0,85 Bandwidth0,95 Bandwidth1Mb/
Mb/s per Mb/s per Mb/s per s per mahasiswa
mahasiswa mahasiswa mahasiswa

Sasaran 6:
Terwujudnya kerjasama dan kemitraan baik pemerintah, swasta, maupun dengan
pihak luar negeri.
Strategi untuk mencapai sasaran bagian ke enam melalui:
1) Menjalin kerjasama dengan pemerintah.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 10


2) Menjalin kerjasama dengan pihak asing.
3) Menjalin kerjasama dengan swasta.
Tabel 6. Sasaran 6 dan Strategi Pencapaian
Indikator Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018
Kerjasama dengan Ada 5 Ada 5 Ada 10 Ada 20
Pemerintah kerjasama kerjasama kerjasama kerjasama
dengan dengan dengan dengan
Pemerintah Pemerintah Pemerintah Pemerintah
Dalam Negeri Dalam Negeri Dalam Negeri Dalam Negeri
Kerjasama dengan Terjalin 4 Terjalin 8 Terjalin 12 Terjalin 16
pihak asing kerjasama Luar kerjasama Luar kerjasama Luar kerjasama Luar
Negeri Negeri Negeri Negeri
Kerjasama dengan Terjalin 4 Terjalin 8 Terjalin 12 Terjalin 16
pihak swasta kerjasama Luar kerjasama Luar kerjasama Luar kerjasama Luar
Negeri Negeri Negeri Negeri

Visi, misi dan tujuan program studi Teknik Industri tersebut merujuk pada
visi Fakultas Teknik Industri yaitu Menjadi Fakultas Teknik Industri yang
unggul dalam menguasai perekayasaan dan manajemen lingkungan berbasis
Green Technology dan Visi ITY yaitu terciptanya ITY sebagai lembaga
pendidikan tinggi terdepan dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi
untuk menghasilkan sarjana yang berkemampuan dalam mengembangkan ilmu
pengetahuan yang inovatif dan teknologi kreatif terutama di bidang Rekayasa Eko
Teknologi, memiliki karakter yang bermoral dan berdedikasi untuk menciptakan
kesejahteraan bangsa Indonesia dan umat manusia
Dalam kurun waktu tahun terakhir jumlah mahasiswa baru dan mahasiswa
aktif mengalami peningkatan. Sebagian besar mahasiswa berasal dari Jawa,
Sumatra, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua dan Negara Tetangga
Timor Leste. Melihat keadaan tersebut, dapat dikatakan bahwa Program Studi
Teknik Industri cukup mendapat perhatian masyarakat dari seluruh Indonesia dan
negara tetangga.
Untuk pelaksanaan proses belajar mengajar bagi masing-masing dosen
telah ditetapkan jumlah beban kinerja dosen yaitu 12 SKS sampai 16 SKS per
semester sesuai dengan LBKD. Program Studi Teknik Industri telah
mengembangkan model pembelajaran Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 11


secara penuh. Upaya mengontrol dan mengevaluasi kinerja dan karier telah
dilakukan beberapa cara terutama melalui laporan beban kinerja dosen per
semester (BKD). Lembaga kemahasiswaan yang ada juga diberikan ruang cukup
guna menyampaikan aspirasinya guna perbaikan kualitas pembelajaran dan
pelayanan di tingkat fakultas dan institut.
Tenaga kependidikan dilibatkan dalam penetapan pekerjaan yang harus
ditangani dan pemecahan masalah yang dihadapi dalam tugas khususnya untuk
pelayanan kepada mahasiswa. Dosen telah dilibatkan dalam membuat keputusan
tentang mata kuliah yang harus diajarkan. Kontrol terhadap penyelenggaraan
kebijakan pimpinan program studi dilakukan melalui rapat program studi, rapat
pleno dan kemudian dilakukan kontrol oleh Bagian Penjaminan Mutu (BPM).
Pengendalian dan pengawasan mutu terus ditingkatkan dengan
mensosialisasikan peraturan dan pedoman kerja serta melaksanakan tugas, hak,
kewajiban, penghargaan dan hukuman secara konsisten dan adil. Selain itu
Program Studi Teknik pertambangan menjalin kerjasama dengan instansi
pemerintah maupun swasta baik di dalam maupun di luar negeri.
Setiap dosen Program Studi Teknik Industri ITY dipacu untuk terus
meningkatkan pendidikan dan mengikuti pelatihan yang relevan dengan bidang
yang akan dikembangkan dalam proses belajar mengajar. Peningkatan pendidikan
diarahkan untuk S3. Seluruh dosen memiliki latar belakang pendidikan di bidang
industri dengan bidang keahlian yang sesuai minat dan kepakarannya.
Setiap dosen cukup produktif melakukan kegiatan penelitian
(4/dosen/tahun) dan pengabdian (4/dosen/tahun) dengan perolehan dana selama
tahun 2014-2016 sebesar 52 juta rupiah (penelitian) dan 27 juta rupiah
(pengabdian) dari PT sendiri, DP2M, pemerintah daerah dan luar negeri.
Dalam melaksanakan proses belajar mengajar Program Studi Teknik
Industri menggunakan ruang kelas yang cukup memadai untuk pengembangan
proses belajar mengajar yang dapat menampung lebih atau sama dengan 40
mahasiswa. Ruangan pendukung akademik yang lain seperti laboratorium telah
dimiliki sebanyak 3 Laboratorium dan laboratorium kerjasama dengan institusi
eksternal.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 12


Selain itu, untuk mendukung kegiatan akademik yang lebih profesional
terdapat fasilitas ruangan yang meliputi:
1. Ruang perpustakaan di tingkat Institut cukup
representatif dengan jumlah buku yang mendukung bagi proses belajar
mengajar.
2. Sarana diskusi/belajar di luar kelas
3. Career Development Center (CDC).
4. Gedung Student Center tingkat Institut
5. Ruang Lembaga Mahasiswa di tingkat fakultas dan
Institut
6. Sarana olah raga dan pengembangan minat bakat
7. Asrama mahasiswa
8. Masjid dan Mushola yang berfungsi untuk sholat
berjamaah dan diskusi keagamaan.

Suasana akademik yang kondusif diciptakan melalui hubungan yang


harmonis antara pimpinan program studi, dosen, tenaga kependidikan dan
mahasiswa. Untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam proses belajar
mengajar maka setiap dosen wajib mengikuti Program Pengembangan
Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti), Pengembangan Model
Pembelajaran Student Centered Learning (SCL).
Tenaga kependidikan dilibatkan dalam penetapan pekerjaan yang harus
ditangani dan pemecahan masalah yang dihadapi dalam tugas khususnya untuk
pelayanan kepada mahasiswa. Dosen telah dilibatkan dalam membuat keputusan
tentang mata kuliah yang harus diajarkan. Kontrol terhadap penyelenggaraan
kebijakan pimpinan program studi dilakukan melalui rapat program studi, rapat
pleno dan kemudian dilakukan kontrol oleh Bagian Penjaminan Mutu (BPM).
Pengendalian dan pengawasan mutu terus ditingkatkan dengan mensosialisasikan
peraturan dan pedoman kerja serta melaksanakan tugas, hak, kewajiban,
penghargaan dan hukuman secara konsisten dan adil.
Mahasiswa dipacu untuk mengembangkan wawasan, keahlian dan
kompetensi, yang dilakukan secara terstruktur pada proses pembelajaran dan

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 13


kegiatan ekstrakurikuler melalui kegiatan kemahasiswaan. Dalam pembelajaran,
kegiatan pengembangan tersebut dilakukan melalui penyelesaian tugas besar
dengan tema dari masing-masing mata kuliah yang dilaksanakan pada industri-
industri yang ada di Yogyakarta. Sedangakn pada kegiatan ekstrakurikuler,
dilakukan melalui pelatihan kepemimpinan, penelitian dan pengabdian pada
masyarakat.
Mahasiswa telah diberikan ruang cukup untuk menyampaikan aspirasinya
berkenaan dengan pengembangan fasilitas dan pelayanan program studi melalui
sarasehan setiap awal dan akhir semester dan proses belajar mengajar dalam
bentuk pengisian kusioner tentang kinerja akademik dosen di kelas di setiap akhir
semester. Lembaga kemahasiswaan yang ada juga diberikan ruang cukup guna
menyampaikan aspirasinya guna perbaikan kualitas pembelajaran dan pelayanan
di tingkat fakultas dan institut.
Program Studi Teknik Industri menjalin kerjasama dengan instansi
pemerintah, swasta dan stakeholder lain baik di dalam maupun di luar negeri.
Kerjasama dan kemitraan penelitian sudah dilakukan dengan lembaga dalam
negeri dan luar negeri. Upaya mencapai sasaran jangka panjang Program Studi
Teknik Industri melalui internasionalisasi program studi telah dirintis sejak tahun
2014 sampai sekarang melalui kerjasama dengan institusi di luar negeri yaitu:
Tabel 7. Kerjasama dan Kemitraan Luar Negeri
No. Nama Instansi Jenis Kegiatan
(1) (2) (3)
Pendidikan, Penelitian dan
Pengabdian Kepada Masyarakat,
Universitas Oriental De Timor
1 sharing program, sharing recources,
Larosae (UNITAL)
pertukaran mahasiswa dan double
degree

Aplikasi bidang Energi,


Universitas Oriental De Timor
2 Pertambangan, Industri dan
Larosae (UNITAL)
Kelautan serta pengembangan ilmu

Pengembangan Sumber Daya Energi


TRIPARTIT (ITY, UNITALdan
3 dan maritime berbasis Inovasi
WINTERMAR)
Teknologi

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 14


4 Goducate Limited Pendidikan

Regional Centre of Expertise on


5 Education for Sustinable Penelitian dan Pengabdian
Development (RCEs on ESD)

Nanyang Technological University,


6 Penelitian dan Pengabdian
Singapore

TIM PENYUSUN EVALUASI DIRI DAN DESKRIPSI TUGASNYA

Susunan Tim Evaluasi Diri


Tabel 8. Susunan Tim Evaluasi Diri

No. Nama Tugas


1. Ir. Mrs. Darmanijati., M. T. Mengarahkan penyusunan laporan
(Dekan Fakultas Teknik
Memberi masukan tentang
Industri)
permasalahan dan perkembangan
fakultas
2. Amallia Puspitasari, S. Koordinator pengisian borang
P.,M.Sc (Dosen Program akreditasi dan evaluasi diri.
Studi Teknik Industri)
Koordinator pengisian borang
akreditasi dan evaluasi diri standar 5
dan 7
3. Desi Erlita, S. T., M.Sc Mengkoordinir operasionalisasi
(Dosen Program Studi
penyusunan laporan
Teknik Industri)
Koordinator pengisian borang
akreditasi dan evaluasi diri standar 3
dan 4.
4. Toni Isbandi, S. T., M. T. Mengevaluasi keselarasan isi laporan
(Dosen Program Studi
evaluasi diri terhadap data yang
Teknik Industri)
tersedia.

Tim sistematika dan substansi

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 15


No. Nama Tugas
Koordinator pengisian borang
akreditasi dan evaluasi diri standar 1,
2, dan 6.

Tim Evaluasi Diri memanfaatkan pakar sejawat sebagai penasehat atau


pengkaji untuk melakukan penilaian. Adapun pakar sejawat tersebut adalah :
Suranto, dosen UMY

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 16


I. DESKRIPSI SWOT SETIAP KOMPONEN

Program Studi Teknik Industri Institut Teknologi Yogyakarta (ITY) berdiri


pada tahun 2014 dengan ijin Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Nomor
605/E/O/2014 tanggal 17 Oktober 2014. Penyelenggaraan Program Studi Teknik
Industri dimulai pada 17 oktober 2014 dengan Nomor SK 605/E/O/2014, dengan
peringkat (nilai) Akreditasi terakhir adalah C. Operasional Program Studi Teknik
Industri dilaksanakan di alamat Winong, Tinalan, Kotagede Provinsi
D.I.Yogyakarta.

KOMPONEN A: VISI, MISI TUJUAN DAN SASARAN


Komponen ini terdiri dari penyusunan beberapa bagian yakni visi, misi,
tujuan dan sasaran. Evaluasi yang dilaksanakan dalam komponen ini meliputi
evaluasi terhadap dan eksternal dari bagian yang telah disusun. Kondisi internal
terbagi menjadi kekuatan dan kelemahan dari visi, misi, tujuan dan sasaran prodi
yang telah dirumuskan, sedangkan kondisi eksternal terbagi menjadi peluang dan
tantangan dari luar terhadap visi, misi, tujuan dan sasaran prodi yang telah
dirumuskan. Penilaian SWOT digunakan untuk memahami kondisi internal dan
eksternal), sehingga dapat diperoleh posisi suatu prodi dan isu strategis tentang
bidang keilmuan Teknik Industri.
Penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran program studi dilakukan melalui
mekanisme sebagai berikut:
Tim penyusun melaksanakan rapat terkait dengan penyandingan visi, misi,
tujuan dan sasaran Institut Teknologi Yogyakarta dan Fakultas Teknik Industri
pada tanggal 21 Oktober 2014 dalam rangka mencari substansi dalam perumusan
visi, misi, tujuan dan sasaran Program Studi Teknik Industri.
Tim penyusun merumuskan draft visi, misi, tujuan dan sasaran Program
Studi Teknik Industri.
Masukan terhadap rumusan visi dan misi juga diperoleh dari narasumber.
Rapat bersama narasumber dengan menghadirkan narasumber dari BKSTI,
Program Studi Teknik Industri STTA, dosen serta pengguna untuk memperoleh

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 17


masukan terkait dengan draft visi, misi, tujuan dan sasaran Program Studi Teknik
Industri.
Masukan dari beberapa sumber tersebut kemudian dikumpulkan dan
dikompilasi yang selanjutnya dianalisis oleh Tim Penyusunan Renstra Prodi guna
diperoleh rumusan gambaran umum prodi visi, misi, tujuan dan sasaran serta
penjabarannya.
Rumusan visi, misi, tujuan dan sasaran Prodi dibahas dalam rapat
koordinasi tim penyusun Renstra bersama pimpinan Prodi dan selanjutnya
ditetapkan melalui rapat Program Studi untuk menjadi rumusan visi, misi dan
tujuan Prodi yang dituangkan dalam Surat Keputusan Nomor: 1.092/ITY-
STTL/Rek/X!/2014 tertanggal 1 November 2014, tentang Rencana Strategis Prodi
Teknik Industri Tahun 2014-2019.
Berdasarkan pada mekanisme tersebut maka visi Program Studi Teknik
Industri ITY, menjadi program studi yang unggul di bidang rekayasa,
pengembangan dan penerapan industri berbasis green technology di tingkat
nasional pada tahun 2030. Visi tersebut selaras dengan visi ITY yaitu Terciptanya
ITY sebagai lembaga pendidikan tinggi terdepan dalam penyelenggaraan Tri
Dharma Perguruan Tinggi untuk menghasilkan sarjana yang berkemampuan
dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang inovatif dan teknologi kreatif
terutama di bidang Rekayasa Eko Teknologi, memiliki karakter yang bermoral
dan berdedikasi untuk menciptakan kesejahteraan bangsa Indonesia dan umat
manusia. Keselarasan tersebut nampak dari keunggulan yang diharapkan dalam
pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam rangka mewujudkan visi, Program Studi Teknik Industri
merumuskan misi, sebagai berikut:
1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi di bidang
perekayasaan, manajemen industri dan industri kreatif berbasis Green
Technology.
2. Mengadakan kegiatan penelitian secara intens untuk
mengembangkan kreasi yang inovatif di bidang Green Industry.
3. Mengaplikasikan teknologi dan manajemen Green
Industry untuk mengatasi permasalahan Industri Nasional.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 18


4. Menjalin jaringan kerjasama dan kemitraan bidang
Industri dalam rangka menjadi Program Studi yang terpercaya.

Misi Program Studi Teknik Industri selaras dengan misi Institut berupa
menjalankan Tri dharma Perguruan Tinggi dengan berlandaskan pada
keimanan dan kesemestaan.
Misi tersebut selaras dengan misi Institut:
1. Menilai, melestarikan dan mewariskan ilmu pengetahuan inovatif dan
teknologi kreatif di bidang Eko Teknologi, melalui proses pembelajaran,
penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.
2. Menjadi pemimpin di dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian
kepada masyarakat, pengembangan ilmu pengetahuan inovatif dan
teknologi kreatif di bidang Eko Teknologi.
3. Menyumbangkan pemikiran untuk mengatasi persoalan-persoalan yang
dihadapi bangsa Indonesia dan dunia pada umumnya di bidang ilmu
pengetahuan inovatif dan teknologi kreatif berdasar Eko Teknologi dalam
bidang pengelolaan sumber daya alam dan industri.
4. Menjamin bahwa lulusan ITY menjadi manusia yang berkarakter,
bermoral, berdedikasi bagi Pembangunan Nasional.

Sedangkan mekanisme strategi dan kebijakan disajikan pada Tabel berikut.


Tabel 9. Strategi Dan Kebijakan
Periode
No Sasaran Strategi Arah Kebijakan
Pencapaian
Tujuan 1 : Mendidik mahasiswa menjadi sarjana yang kompeten di
bidang perekayasaan Industri serta mampu bersaing di dunia kerja
1 Terwujudnya Peninjauan kurikulum Peninjauan Kurikulum Periode 1
mahasiswa secara berkala
yang
Mahasiswa berpartisipasi Berperan aktif dalam Periode 1
kompeten
dalam kegiatan yang lomba-lomba inovasi
dibidang
berhubungan dengan teknologi Industri
perekayasaan
teknologi Industri
Industri
Menyelenggarakan Penyelenggaraan Periode 2
diskusi untuk dosen dan kegiatan diskusi setiap
mahasiswa 3 bulan antara dosen
dan mahasiswa

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 19


Menyelenggarakan Penyelenggaraan Periode 1, 2
seminar/workshop seminar/workshop dan 3
pengembangan ilmu pengembangan ilmu
Teknik Industri Teknik Industri
Mengadakan kuliah Penyelenggaraan Periode 2
umum dengan kuliah umum dan 3
mengundang akademisi
dan praktisi
Tujuan 2 : Menghasilkan lulusan yang unggul dan mampu menghadapi
tantangan dan memanfaatkan teknologi dalam bidang teknologi Industri
1 Terwujudnya Memberikan muatan- Pembekalan hardskill Periode 3
lulusan yang muatan di luar kurikulum dan softskill
unggul, kepada mahasiswa agar
berkualitas, mahasiswa lebih praktis
berdaya saing dalam mengaplikasikan
tinggi dan pengetahuanya di
memiliki lapangan sebelum
kemampuan kelulusanya.
dalam Mengadakan penelitian Mengasah Periode 2, 3
teknologi mahasiswa kemampuan
Industri mahasiswa dalam
penelitian
Mengundang praktisi Mata kuliah yang diisi Periode 3
untuk memberikan kuliah oleh praktisi
di kelas
Tujuan 3 : Memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi melalui perencanaan, pengelolaan dan
pengendalian pemanfaatan potensi local
1 Meningkatny Mendorong keikutsertaan Pelaksanaan kegiatan Periode 1, 2,
a kualitas dan dosen dalam kegiatan penelitian dosen 3
kuantitas penelitian secara rutin
penelitian di Melibatkan mahasiswa Pelaksanaan kegiatan Periode 2, 3
bidang teknik dalam penelitian penelitian dosen yang
Industri melibatkan mahasiswa
Mengadakan workshop Worksop penulisan Periode 2, 3
penulisan artikel ilmiah artikel ilmiah yang
dihadiri oleh dosen
dan mahasiswa
Tujuan 3 : Memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi melalui perencanaan, pengelolaan dan
pengendalian pemanfaatan potensi local
2 Terwujudnya Menambah instumen Penambahan Periode 1,2
infrastruktur, laboratorium untuk instrumen dan 3
baik pelayanan praktikum dan laboratorium untuk
instrument, analisis. pelayanan praktikum
program, dan analisis

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 20


sarana Memiliki dan menambah Membuka kesempatan Periode 2
prasarana asisten praktikum yang bagi mahasiswa untuk dan 3
pelayanan memiliki kompetensi menjadi asisten
maupun praktikum
sumber daya Menambah pustaka, baik Pembelian pustaka Periode 2
manusia. koleksi buku fisik baik softfile maupun dan 3
maupun elektronik, hardfile
jurnal, majalah dan
sebagainya.
Tujuan 3 : Memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi melalui perencanaan, pengelolaan dan
pengendalian pemanfaatan potensi local
3 Meningkatny Meningkatkan keaktifan Kewajiban dosen Periode 1, 2
a kuantitas dosen dalam melakukan untuk melakukan dan 3
dan kualitas publikasi baik melalui publikasi penelitian
publikasi seminar/jurnal baik seminar/jurnal
penelitian Penyusunan bahan ajar Pembuatan bahan ajar Periode 2
pada tingkat dan 3
nasional dan Menyelenggarakan Deseminasi hasil Periode 2
internasional deseminasi hasil penelitian dosen dan 3
penelitian dosen Teknik dengan mengundang
Industri mahasiswa aktif
Melakukan penelitian Mengadakan Periode 2
berkolaborasi dengan kerjasama dalam dan 3
mitra penelitian dengan
mitra
Meningkatkan keaktifan Keaktifan dosen Periode 1, 2
dosen dalam melakukan dalam Publikasi dan 3
publikasi internasional internasional
Tujuan 4 : Mewujudkan pemberdayaan masyarakat untuk menggalang,
memotivasi dan memajukan masyarakat
1 Terwujudnya Melakukan program Pelaksanaan Periode 1,2
kegiatan- pengabdian masyarakat pengabdian kepada dan 3
kegiatan yang terkait dengan kondisi masyarakat
memberikan social, ekonomi dan
kontribusi lingkungan masyarakat
bagi potensi lokal
kesejahteraan Menciptakan kegiatan Pengabdian Periode 2
masyarakat peningkatan kapasitas masyarakat yang dan 3
bahari masyarakat potensi lokal mengarah kepada
peningkatan kapasitas
masyarakat potensi
local
Tujuan 4 : Mewujudkan pemberdayaan masyarakat untuk menggalang,
memotivasi dan memajukan masyarakat

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 21


2 Terbangunnya Menjalin kerjasama Membangun Periode 2
komunikasi dengan LSM, Swasta dan kerjasama dengan dan 3
dengan mitra pemerintah untuk mitra dalam
dalam program pemberdayaan pemberdayaan
pemberdayaa masyarakat potensi lokal masyarakat potensi
n masyarakat local
potensi lokal Melibatkan mahasiswa Mahasiswa terlibat Periode 2
dalam program dalam pemberdayaan dan 3
pemberdayaan masyarakat potensi
masyarakat potensi lokal local
Menjalin kerjasama Adanya MoU dengan Periode 2
dengan wilayah yang wilayah binaan dan 3
dibina
Tujuan 5 : Memperluas jaringan kerjasama dan kemitraan untuk
pengembangan lembaga
1 Terwujudnya Menjalin kerjasama Membangun Periode 2
kerjasama dengan kerjasama dengan dan 3
kelembagaan pemerintah/Swasta/LSM/ berbagai pihak
dalam bidang Perguruan
teknik tinggi/Lembaga lainnya
Industri Melaksanakan penelitian Melakukan penelitian Periode 2
dalam bidang teknik dengan mitra dan 3
Industri dengan
pemerintah/LSM/Lemba
ga lainnya
Membangun kerjasama Membangun Periode 3
dengan sekolah kerjasama dengan
menengah sekolah menengah
Tujuan 5 : Memperluas jaringan kerjasama dan kemitraan untuk
pengembangan lembaga
2 Bergabungny Menjadi anggota Bergabung dalam Periode 1, 2
a lembaga organisasi pada bidang organisasi pada dan 3
dalam keilmuan bidang keilmuan
organisasi Mengikuti kegiatan yang Mengikuti kegiatan Periode 2
profesi terkait diselenggarakan oleh yang diselenggarakan dan 3
dengan organisasi bidang oleh organisasi bidang
bidang Industri Industri
Industri

Namun untuk mencapai visi, misi dan tujuan di atas, Program Studi Teknik
Industri memiliki masalah dan tantangan tersendiri yang secara dinamis selalu
mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Secara sederhana masalah dan
tantangan tersebut dipetakan dalam matrik SWOT (strengths, weaknesses,
oppotunities and threats)---kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 22


DESKRIPSI SWOT
Kekuatan (S) Kelemahan (W)
1. Uraian visi, misi, tujuan dan 1. Pemahaman sivitas akademika
sasaran Program Studi Teknik terhadap visi, misi, tujuan, dan
Industri ITY disusun dengan sangat sasaran Program Studi Teknik
jelas, sangat realistik, saling terkait, Industri ITY belum merata.
konsisten, dan relevan dengan 2. Latar belakang sivitas akademika
kebutuhan dunia kerja saat ini dan yang berbeda-beda memerlukan
masa depan. upaya untuk memahamkan dan
2. Visi, misi, tujuan dan sasaran menyelaraskan visi, misi, tujuan
program studi konsisten dengan dan sasaran program studi dengan
visi, misi, tujuan dan sasaran baik.
Fakultas dan Institut.
Peluang (O) Ancaman (T)
1. Kebutuhan dunia kerja yang cukup 1. Pengaruh lingkungan yang tidak
tinggi di bidang keahlian sesuai dengan visi, misi, tujuan
ekoteknologi relevan dengan visi, dan sasaran program studi, dapat
misi, tujuan, dan sasaran Program mereduksi dan melemahkan
Studi Teknik Industri ITY. pemahaman dan keyakinan
2. Dukungan pemerintah sangat besar terhadap visi, misi, tujuan, dan
untuk pengembangan perguruan sasaran program studi.
tinggi berkualitas.

Sumber informasi:
1. Statuta ITY
2. SK Dekan tentang, visi, misi dan tujuan Program Studi Teknik Industri ITY
3. SK Rektor tentang, visi, misi dan tujuan Program Studi Teknik Industri ITY

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 23


KOMPONEN B: TATA PAMONG, KEPEMIMPINAN, SISTEM
PENGELOLAAN DAN PENJAMINAN MUTU

1. Personil beserta fungsi dan tugas pokoknya


Untuk menjamin terwujudnya visi, terlaksanakannya misi, tercapainya tujuan,
pengelolaan Program Studi Teknik Industri ITY dilakukan secara kredibel,
transparan, akuntabel, bertanggung jawab, dan adil. Program Studi Teknik
Industri ITY dipimpin oleh Ketua Program Studi yang dibantu oleh Dosen dan
Laboran. Ketua Program Studi dipilih yang kredibel sesuai dengan kualifikasi
yang telah ditentukan (Tugas pokok dan fungsi serta Analisis jabatan) dalam
rapat khusus yang dilaksanakan untuk pemilihan pengurus program studi.
Kredibilitas calon pengurus Program Studi ditunjukkan dengan spesifikasi
akademik, kompetensi kepemimpinan, manajerial dan teknis.
Dalam pengambilan keputusan di Program Studi Teknik Industri ITY,
menggunakan prinsip kolegial, egaliter dan transparan, artinya keputusan
diambil dengan suasana kebersamaan, keterbukaan dan demokratis. Setiap
kebijakan dan prosedur akademik diupayakan transparan, diatur secara tertulis
dan disosialisasikan kepada konstituen (mahasiswa, dosen dan karyawan).
Program Studi Teknik Industri ITY secara rutin melakukan pelaporan yang
bersifat akademik dan administratif sebagai bentuk pertanggungjawaban
kepada publik. Implementasi kebijakan dan prosedur dievaluasi dalam rapat
antara pihak eksekutif dan program studi dan ditindaklanjuti dalam bentuk
perbaikan implementasi dan sosialisasi atau dilakukan perbaikan kebijakan
atau prosedur. Dalam menjalankan fungsi manajemen dan menyelesaikan
berbagai permasalahan yang terjadi, Program Studi Teknik Industri ITY
menggunakan prinsip berkeadilan.

2. Sistem kepemimpinan, dan pengalihan (deputizing) serta


akuntabilitas pelaksanaan tugas
Budaya kerja di Program Studi Teknik Industri ITY didasarkan pada
profesionalitas yang dalam pelaksanaan tugas dilakukan secara profesional
sesuai tugas, pokok dan fungsi masing-masing tanpa mengabaikan sifat
kekeluargaan. Kepemimpinan Program Studi menjabarkan visi, misi dan

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 24


tujuan ke dalam operasional Program Studi. Ketua Program Studi bersama
Dosen dan Laboran menyusun program dan kegiatan bidang akademik di
tingkat program studi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian
masyarakat, menyusun rencana alokasi anggaran setiap kegiatan, serta
menyusun rencana kegiatan kerjasama dengan external stakeholder. Dalam
hal pengembangan practical skills terutama laboratory skills, Ketua Program
Studi berkoordinasi dengan Dosen dan Koordinator Laboratorium. Untuk
menjalankan fungsi kepemimpinan operasional, Program Studi memiliki
jenjang tingkat pengambilan keputusan melalui rapat-rapat terbatas antara
pihak eksekutif dan Prodi. Melalui rapat-rapat tersebut dibahas dan ditetapkan
berbagai kebijakan Program Studi, serta dibahas pula hasil monitoring dan
evaluasi terhadap kegiatan dan pelaksanaan kebijakan Program Studi
sebelumnya.
Dalam menjalankan fungsi kepemimpinan organisasional, Ketua Program
Studi bersama seluruh dosen menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran
(RKA) tahunan. RKA akan dievaluasi oleh Tim dari keuangan Institut, dan
setelah ada penyesuaian selanjutnya ditetapkan oleh pihak yayasan dan senat
ITY. Dalam pelaksanaan kegiatan, Program Studi bekerja sama dengan
pimpinan, unit dan lembaga lain di tingkat Institut, antara lain Direktorat
Akademik, Bidang Administrasi dan Keuangan, Direktorat Kemahasiswaan,
Alumni, Kerjasama dan Litbang, Bagian Akademik, Bagian Administrasi
Akademik, Bagian Administrasi Umum, dan Bagian Penjaminan Mutu.
Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui rapat
program studi serta laporan kegiatan dan anggaran secara tertulis setiap
tahunnya.
Kepercayaan masyarakat terhadap Program Studi Teknik Industri ITY
tercermin dari kepercayaan masyarakat melalui permintaan sebagai
narasumber, tenaga ahli, fasilitator maupun pembimbingan ilmiah
(kepemimpinan publik). Kepemimpinan publik Program Studi juga
ditunjukkan dari aktivitas dosen Program Studi Teknik Industri ITY
menempati posisi strategis di tingkat Institut, serta menjadi pengurus di
asosiasi profesi.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 25


3. Partisipasi sivitas akademik dalam pengembangan kebijakan, serta
pengelolaan dan koordinasi pelaksanaan program
Proses pengambilan keputusan di Program Studi Teknik Industri ITY
dilakukan dengan suasana kebersamaan, demokratis, keterbukaan dan
bertanggung jawab. Sarana pengambilan keputusan dilakukan dalam rapat-
rapat yang sesuai dengan tingkatan kebutuhan. Menjelang akhir tahun
akademik, Program Studi melakukan Rapat untuk mengevaluasi kinerja
akademik sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan dan
anggaran yang sudah ditetapkan pada tahun sebelumnya. Hasil evaluasi
digunakan sebagai bahan masukan dalam Laporan Pertanggungjawaban
Tahunan yang dilaksanakan oleh Institut. Hasil evaluasi yang telah ditetapkan
untuk Program Studi Teknik Industri ITY digunakan sebagai dasar menyusun
draft RKA untuk kegiatan tahun sebelumnya.
Rencana kegiatan Program Studi dilaksanakan oleh Dekan sekaligus pengurus
Program Studi yang dibantu dan didelegasikan kepada Dosen dan
Koordinator Laboratorium, Pengelola Jurnal, Himpunan Mahasiswa Teknik
Industri ITY dan tim ad hoc yang dibentuk sesuai kebutuhan. Untuk menjamin
keberhasilan pelaksanaan kegiatan, dilakukan monitoring dan evaluasi secara
berkala setiap bulan dalam Rapat Pleno Program Studi. Dalam rapat tersebut
dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan yang sudah dilakukan dan
pembahasan terhadap kegiatan yang akan dilaksanakan.
Semua pengelolaan kegiatan Program Studi diarahkan pada pengendalian
internal dan eksternal. Pengendalian internal diukur dengan standar program,
kegiatan, anggaran dan indikator capaian kinerja yang dibuat oleh institusi.
Pengendalian eksternal diukur dengan standar yang dibuat oleh lembaga
terkait seperti PDDIKTI dan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi
(BAN-PT).

4. Perencanaan program jangka panjang (Renstra) dan monitoring


pelaksanaannya sesuai dengan visi, misi, sasaran dan tujuan program

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 26


Rencana program dan kegiatan Program Studi disusun mengacu kepada visi
dan misi, rencana jangka panjang, rencana strategis (Renstra), Arah Kebijakan
Umum dan tema raker tahunan Institut. Program Studi menterjemahkan
Renstra Institut ke dalam Renstra Program Studi sesuai dengan arah kebijakan
dan kemampuan Program Studi. Agar rencana strategis jangka panjang
Program Studi dapat tercapai dengan baik, disusun rencana operasional
tahunan yang dituangkan dalam rencana kegiatan dan anggaran. Keberhasilan
pelaksanaan kegiatan Program Studi diukur dengan indikator kinerja dengan
melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala di setiap bulan dalam rapat
pleno Program Studi/fakultas. Di tingkat Institut, monitoring dan evaluasi
kegiatan program studi dilaksanakan oleh Bagian Penjaminan Mutu (BPM),
berdasarkan butir-butir mutu Institut misalnya dalam bentuk audit mutu
akademik internal. Secara eksternal evaluasi kegiatan mengacu pada standard
BAN-PT dan PDDIKTI.

5. Efisiensi dan efektivitas kepemimpinan


Agar kepemimpinan berjalan efektif dan efisien, dilakukan pendelegasian
wewenang kepada penanggungjawab sub unit di bawah Program Studi seperti
Dosen, Koordinator Laboratorium, Pengelola Jurnal, Himpunan Mahasiswa
Jurusan Teknik Industri ITY dan tim ad hoc yang dibentuk sesuai kebutuhan
untuk melaksanakan tugas dan dalam jangka waktu tertentu.

6. Evaluasi program dan pelacakan lulusan


Evaluasi kegiatan Program Studi dilakukan secara terencana dan terprogram,
oleh institusi, dosen, mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan. Evaluasi oleh
institusi dilakukan berdasarkan pada laporan kegiatan yang telah dilaksanakan.
Evaluasi oleh dosen dilakukan dalam rapat pleno Program Studi setiap bulan,
rapat evaluasi kegiatan setiap akhir semester, rapat evaluasi akhir tahun, dan
diskusi khusus. Evaluasi oleh mahasiswa dilakukan melalui penilaian kinerja
akademik pengajar di setiap akhir semester, umpan balik dalam forum
penjaringan aspirasi mahasiswa (sarasehan) dan diskusi dosen pembimbing
akademik (DPA). Masukan dan saran juga diperoleh dari pengguna lulusan

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 27


melalui penyebaran kuisioner pada saat mahasiswa melakukan magang, dan
kegiatan akademik yang menghadirkan praktisi atau pengguna. Masukan dan
saran dari alumni diperoleh melalui kegiatan temu alumni, kunjungan alumni,
facebook alumni dan tracer study untuk alumni.
Kegiatan pelacakan lulusan dilakukan oleh Program Studi dengan pengiriman
surat via pos, penelusuran data alumni melalui telepon, facebook, pertemuan
alumni dan kunjungan alumni.

7. Perencanaan dan pengembangan program, dengan memanfaatkan


hasil evaluasi internal dan eksternal
Perencanaan dan pengembangan program dilakukan dalam bentuk
peningkatan kualitas sumberdaya manusia, calon mahasiswa, proses akademik
internal, sarana dan prasarana, kerjasama dan kemitraan.
Kegiatan perencanaan dan pengembangan menggunakan dasar evaluasi diri
dan sistem penjaminan mutu internal dan eksternal. Sistem penjaminan
mutu internal dilakukan oleh Bagian Penjaminan Mutu (BPM) Institut
sedangkan sistem penjaminan mutu eksternal dilakukan oleh BAN-PT dan
Kopertis melalui PDDIKTI.

8. Dampak hasil evaluasi program terhadap pengalaman dan mutu


pembelajaran mahasiswa.
Hasil monitoring dan evaluasi terhadap mutu pembelajaran mahasiswa yang
diperoleh dari mahasiswa, dosen, alumni, dan pengguna, menjadi
pertimbangan bagi Program Studi untuk memperbaiki kurikulum, proses
pembelajaran, sarana dan prasarana serta peningkatan atmosfer akademik.
Dampak dari evaluasi tersebut adalah terjadinya peningkatan kompetensi
soft skills mahasiswa melalui Kurikulum Berbasis Kompetensi bermuatan Soft
Skills (KBK-SS), peningkatan kemampuan Bahasa Inggris dengan minimal
nilai TOEFL 450, pengkayaan materi dan implementasi dengan metode
pembelajaran Student Centered Learning (SCL).

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 28


9. Pengelolaan mutu secara internal pada tingkat program studi (misalnya
kajian kurikulum, monitoring dan mekanisme balikan bagi mahasiswa,
dosen dan penguji eksternal)
Pengelolaan mutu akademik di tingkat program studi dilakukan oleh
Program Studi bekerja sama dengan Badan Penjaminan Mutu (BPM) Institut.
Kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan secara terencana dan terprogram.
Pengelolaan mutu akademik dilakukan melalui kegiatan kajian kurikulum,
implementasi kurikulum, kegiatan pembelajaran, monitoring dan evaluasi
kegiatan akademik. Kajian terhadap kurikulum dilakukan dalam diskusi
rumpun mata kuliah dan workshop kurikulum baik oleh tim evaluasi
kurikulum program studi maupun pakar akademik. Monitoring terhadap
implementasi kurikulum dan kegiatan pembelajaran dilakukan melalui
kegiatan rapat program studi serta penilaian kegiatan pembelajaran oleh
mahasiswa melalui kuisioner kinerja dosen. Monitoring juga dilakukan secara
integral oleh Bagian Penjaminan Mutu.
Selain pengelolaan mutu yang bersifat internal, secara eksternal pengelolaan
mutu juga diarahkan dengan standar Evaluasi Program Studi Berbasis
PDDIKTI dan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

10. Hubungan dengan penjaminan mutu pada tingkat lembaga


Pelaksanaan penjaminan mutu di tingkat Institut dikelola oleh Bagian
Penjaminan Mutu (BPM), yang bertugas menyusun standar mutu akademik,
memonitoring dan mengevaluasi pelaksanaan standar mutu akademik di
tingkat fakultas/program studi. Materi standar penjaminan mutu yang
digunakan oleh internal dirancang sesuai dengan standar mutu eksternal yang
digunakan oleh PDDIKTI dan BAN-PT.

11. Dampak proses penjaminan mutu terhadap pengalaman dan mutu hasil
belajar mahasiswa
Dampak proses penjaminan mutu berupa kejelasan arah dan sasaran
aktivitas akademik serta jelasnya standar mutu capaian akademik yang harus

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 29


dicapai, jelasnya indikator kinerja akademik program studi dan dosen, serta
jelasnya kompetensi yang harus dimiliki oleh para lulusan. Outcome yang
dihasilkan berupa peningkatan penguasaan kompetensi oleh lulusan.

12. Metodologi baku mutu (benchmarking)


Dalam upaya penjaminan mutu akademik, dilakukan benchmarking mutu
akademik secara internal dan eksternal. Penjaminan mutu internal mengacu
pada standar mutu yang disusun oleh Institut melalui Bagian Penjaminan
Mutu (BPM) yang mencakup 4 instrumen penjaminan mutu yaitu
Kebijakan Akademik, SOP Akademik, Standar Mutu Akademik dan Umpan
balik.

13. Pengembangan dan penilaian pranata kelembagaan


Sistem pengelolaan Program Studi Teknik Industri ITY mengacu pada sistem
pengelolalaan institusi (ITY). Pranata kelembagaan meliputi:
a. Rencana Strategi, mencakup Rencana Induk Pengembangan (RIP), Statuta,
Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Program kerja.
b. Tata Aturan, mencakup SK Yayasan Lingkungan Hidup (YLH), SK
Rektor, dan SK Dekan yang mengatur kebijakan akademik, kepegawaian,
kemahasiswaan, administratif dan keuangan, sarana prasarana dan sistem
informasi dan lain sebagainya.
c. Struktur Organisasi mencakup: Yayasan Lingkungan Hidup (YLH),
Rektorat bersama Senat Institut, Dekanat beserta Senat Fakultas/Program
Studi.
d. Sistem Penjaminan Mutu, terdiri dari penjaminan mutu internal (BPM)
serta penjaminan mutu eksternal (PDDIKTI dan BAN-PT)
e. Buku panduan akademik dan buku panduan penulisan tugas akhir.

14. Evaluasi internal yang berkelanjutan


Untuk menjamin peningkatan kualitas keluaran (outcome) yang dihasilkan
secara berkelanjutan, Program Studi Teknik Industri ITY melakukan upaya
penjaminan mutu terhadap kegiatan masukan, proses dan output. Pengelolaan

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 30


penjaminan mutu di tingkat Institut dilaksanakan oleh BPM. Setiap tahun
BPM melakukan audit internal di bidang akademik kepada program studi.
Secara berkala dilakukan evaluasi antara program studi dan BPM dalam
pelaksanaan penjaminan mutu akademik. Setiap tahun BPM melakukan
kegiatan Audit Mutu Akademik Internal yang mencakup 4 instrumen
penjaminan mutu. Hasil audit internal BPM menjadi masukan bagi institusi
dan program studi untuk perbaikan kebijakan dan pelaksanaan kegiatan
akademik ke depan.
Untuk menjamin proses perbaikan kualitas akademik yang
berkelanjutan, setiap awal dan akhir semester program studi
menyelenggarakan diskusi kompetensi/ rumpun yang dipimpin oleh
koordinator atau ketua rumpun. Diskusi tersebut membahas penyusunan
silabus, RPS (Rencana Pembelajaran Bermuatan Softskill) yang memuat
perencanaan dan sistem evaluasi pembelajaran, evaluasi kurikulum serta
perbaikan kegiatan pembelajaran.

15. Pemanfaatan hasil evaluasi internal dan eksternal/akreditasi dalam


perbaikan dan pengembangan program.
Hasil evaluasi internal dan eksternal menjadi dasar dalam perbaikan dan
pengembangan Program Studi. Hasil evaluasi dari BPM, Kopertis dan BAN-
PT digunakan untuk pengembangan kurikulum, metode pembelajaran dan
pengelolaan organisasi. Perbaikan dan pengembangan yang dilakukan dari
hasil evaluasi berupa pengayaan dan modifikasi kurikulum, penyesuaian
metode pembelajaran, dan penajaman kompetensi lulusan serta peningkatan
pengelolaan sumberdaya dan sarana prasarana.

16. Kerjasama dan kemitraan instansi terkait dalam pengendalian mutu


Untuk meningkatkan kualitas pengelolaan organisasi dilakukan kerjasama
yang relevan di lingkungan perguruan tinggi dan industri. Kerjasama
dengan perguruan tinggi dilakukan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 31


akademik. Kerjasama dengan perguruan tinggi dilakukan berupa pembentukan
dan aktivitas dalam Badan Koordinasi Teknik Industri Indonesia (BKSTI) dan
kunjungan antar perguruan tinggi. Kerjasama dengan industri dilakukan untuk
meningkatkan kesesuaian proses dengan outcome yang diharapkan, dalam
bentuk pelatihan, pemagangan dan penyaluran lulusan serta kegiatan lainnya
yang relevan bak di dalam maupun luar negeri. Kerjasama juga dilakukan
dengan alumni untuk peningkatan kualitas kurikulum, dan metode
pembelajaran, serta penyaluran lulusan ke dunia kerja

DESKRIPSI SWOT:
Kekuatan Kelemahan
1. Struktur organisasi yang jelas, lengkap 1. Pemahaman terhadap sistem
dan mengakomodasi perkembangan penjaminan mutu secara umum
program studi. belum merata.
2. Deskripsi tugas, dan fungsi organisasi 2. Masih kurangnya sumberdaya
yang jelas, lengkap, sesuai dan relevan yang ahli di bidang
dapat mempermudah pelaksanaan penjaminan mutu.
kegiatan Program Studi Teknik Industri
ITY secara efektif dan efisien.
3. Benchmarking sistem penjaminan mutu
internal yang sesuai dengan sistem
penjaminan mutu eksternal PDDIKTI
dan BAN-PT.
4. Sistem penjaminan mutu yang
terstruktur dan terencana dengan baik
memudahkan untuk melakukan
evaluasi, perbaikan dan tindak lanjut
kegiatan Program Studi ke depan
5. Kerjasama dan kemitraan dengan
Instansi/Perindustrian, pengguna dan
alumni mendukung peningkatan
kualitas pembelajaran.
Peluang Ancaman

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 32


1. Lingkungan industri, perguruan tinggi 1. Berbagai aktivitas di luar
dan pengguna sangat terbuka untuk perguruan tinggi yang banyak
bekerja sama dalam peningkatan melibatkan para akademisi
kegiatan pembelajaran dan penyaluran dapat mempengaruhi
lulusan implementasi sistem
2. Tuntutan standar kualitas kebutuhan penjaminan mutu di perguruan
lulusan di dunia kerja yang semakin tinggi.
tinggi, mendorong program studi untuk
melakukan penjaminan mutu akademik
yang baik.
3. Perubahan yang cepat di lingkungan
industri dan regulasi pemerintah
membutuhkan respon yang cepat dan
tepat dari perguruan tinggi.

Sumber Informasi
- STATUTA ITY
- Dokumen Anggaran ITY
- Dokumen Mutu internal ITY

KOMPONEN C: MAHASISWA DAN LULUSAN

1. Sistem rekrutmen dan seleksi calon mahsiswa


Sistem rekruitmen dan seleksi penerimaan calon mahasiswa baru dilakukan
melalui dua kegiatan yaitu promosi program studi dan perekrutan calon
mahasiswa baru. Untuk memperoleh calon mahasiswa yang berkualitas
dilakukan aktivitas sebagai berikut:

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 33


a. Pembentukan tim promosi Program Studi Teknik Industri ITY yang
menginduk pada aktivitas promosi pada Bagian Penerimaan Mahasiswa
Baru (BPMB) ITY.
b. Melakukan promosi untuk pengenalan dan pembangunan citra positif
Teknik Industri ITY pada khususnya dan ITY pada umumnya
c. Melakukan perekrutan melalui kegiatan tes seleksi penerimaan calon
mahasiswa baru dengan beberapa cara yaitu: jalur tes tertulis/Paper Based
test (PBT), Computer Based Test (CBT), Penerimaan Siswa Berprestasi
(PSB), dan Penerimaan Berdasarkan Nilai UAN.
d. Menetapkan kriteria calon mahasiswa berupa standar kelulusan mencakup
kemampuan potensi akademik

2. Profil mahasiswa, akademik, sosio-ekonomi, pribadi (termasuk


kemandirian dan kreativitas)
Jumlah mahasiswa baru dan mahasiswa aktif 3 tahun terakhir mengalami
peningkatan. Sebagian besar mahasiswa berasal dari Jawa, Sumatra dan Nusa
Tenggara Timur. Secara lebih terperinci, data profil mahasiswa Program Studi
Teknik Industri ITY dikelompokkan sebagai berikut:
a. Jenis kelamin: Pria dan Wanita.
b. Distribusi daerah asal: terdiri atas mayoritas Jawa, dan Luar Jawa
(Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Indonesia bagian Timur)
c. Distribusi daerah asal di Jawa dikelompokkan lagi menjadi D.I.
Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan
Banten.
d. Profesi orang tua terdiri atas: PNS, Swasta, dan Wirausaha.
e. Latar belakang minat di SLTA: SMA IPA, SMA IPS, SMK, SMEA, dan
MA.
f. Memiliki latar belakang keahlian, minat atau prestasi yang dimiliki.
Data-data profil tersebut digunakan dalam mempertimbangan strategi promosi
dan pengelolaan mahasiswa oleh Program Studi Teknik Industri ITY.

3. Keterlibatan mahasiswa dalam berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa


(UKM) yang relevan

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 34


Untuk meningkatkan kemampuan minat, bakat, kepemimpinan, dan softskill
mahasiswa dibentuk kelembagaan mahasiswa seperti, Senat Mahasiswa
(Sema) di tingkat fakultas, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di tingkat
Institut antara lain bidang kerohanian (Keluarga Mahasiswa Islam,
Persekutuan Mahasiswa Kristiani), bidang keilmuan (Kelompok Studi
Lingkungan 'Kalpataru (KSL), bidang kesenian (Paduan Suara, Band, dll),
olahraga (basket, bulutangkis, sepak bola, dll), dan bidang khusus (KOPMA
dan Mahasiswa Pencinta Alam /Mapala).
Secara terencana dan terprogram Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik
Industri ITY memiliki beberapa kegiatan dan anggaran yang terintegrasi
dengan kegiatan dan anggaran program studi seperti diskusi akademik
bulanan, komunitas akademik mahasiswa bidang lingkungan (green
community), bridging, pengembangan diri dan pelatihan-pelatihan.
Keterlibatan mahasiswa dalam Tridharma cukup tinggi melalui kegiatan
pengabdian dan penelitian kemitraan dosenmahasiswa, serta pelatihan
pelatihan. Mahasiswa juga meningkatkan pengembangan diri melalui
organisasi tingkat program studi, fakultas dan Institut serta organisasi tingkat
nasional.
Dengan bimbingan dosen yang ditunjuk oleh Program Studi, mahasiswa
dilibatkan berbagai lomba yang relevan dengan bidang lingkungan seperti
Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) bidang penelitian, kewirausahaan dan
pengabdian pada masyarakat, serta lomba karya ilmiah, lomba pemikiran kritis
mahasiswa, serta presentasi di forum-forum ilmiah.

4. Kegiatan ekstra-kurikuler
Untuk memacu kemampuan minat, bakat, dan kepemimpinan serta
kemampuan softskill mahasiswa, program studi Teknik Industri ITY
memfasilitasi mahasiswa untuk aktif dalam organisasi ekstra-kurikuler di
kampus dalam bentuk:
a. Kegiatan Mahasiswa Prodi Teknik Industri ITY
b. Kegiatan Senat Mahasiswa
c. UKM bidang kesenian (Paduan Suara, Band dll)),

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 35


d. UKM olahraga (Wall Climbing, Futsal, basket, bulutangkis, dll),
e. UKM bidang khusus (KOPMA dan Mahasiswa Pencinta Alam /Mapala).
Setiap lembaga kemahasiswaan telah disediakan anggaran, ruangan dan
fasilitas yang cukup memadai. Setiap mahasiswa dibebaskan untuk memilih
aktivitas di UKM sesuai minat dan bakat masing-masing.

5. Keberlanjutan penerimaan mahasiswa (minat calon mahasiswa dan


kebutuhan akan lulusan Program Studi)
Untuk mempertahankan dan meningkatkan minat masyarakat agar tertarik
kepada Program Studi Teknik Industri ITY dilakukan kegiatan sebagai
berikut:
a. Memberikan pelayanan yang terbaik dalam rangka promosi internal,
selaras dengan upaya menghasilkan lulusan berkualitas sesuai kebutuhan
dunia kerja.
b. Membangun image positif terhadap Program Studi melalui kegiatan
promosi
c. Melakukan perekrutan melalui seleksi penerimaan calon mahasiswa baru
yang berkualitas.
d. Mempertahankan dan meningkatkan tingkat loyalitas mahasiswa baru
melalui kegiatan bridging dan pengembangan diri.
e. Berusaha menyalurkan lulusan ke dunia kerja melalui penyampaian
informasi, pemagangan dan kerjasama dengan perusahaan/industri
lingkungan.

6. Pelayanan untuk mahasiswa


a. Bantuan tutorial yang bersifat akademik
Untuk membantu kesuksesan mahasiswa dalam mengikuti pendidikan dan
pengajaran yang berkualitas dan tepat waktu, Program Studi memberikan
pendampingan akademik oleh Dosen Pembimbing Akademik (DPA) yang
dilakukan secara terjadwal dan insidental dengan rata-rata pertemuan 3
kali dalam satu semester. Pendampingan akademik mencakup konsultasi
alur registrasi, konsultasi mata kuliah, kurikulum, magang profesi, KKN

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 36


dan skripsi. Fasilitas konsultasi akademik juga disediakan melalui forum
e-learning. Selain itu permasalahan akademik yang dihadapi oleh
mahasiswa dapat disampaikan melalui forum sarasehan mahasiswa, dosen,
dan karyawan non edukatif di tingkat Fakultas dan Program Studi.
b. Informasi dan bimbingan karir
Untuk penyaluran lulusan ke dunia kerja, Program Studi melakukan
kerjasama strategis dengan beberapa pengguna/calon pengguna dalam
bentuk kegiatan magang, kuliah dosen tamu, dan kuliah pakar/praktisi.
Beberapa kegiatan pemagangan secara terencana diarahkan untuk
rekrutmen tenaga kerja di tempat magang. Sebelum lulusan menjalani
wisuda, calon lulusan mendapat pendampingan dan pembekalan untuk
memasuki dunia kerja. Informasi lowongan kerja diperoleh mahasiswa
dari Program Studi serta Fakultas, forum e-learning, internet serta
informasi dari alumni yang sudah bekerja.
c. Konseling pribadi dan sosial
Kegiatan konseling masalah sosial, ekonomi dan pribadi mahasiswa
dilakukan oleh DPA, apabila permasalahan yang dihadapi tidak dapat
diselesaikan oleh DPA maka mahasiswa disarankan untuk konsultasi
dengan psikolog di CDC.

7. Kompetensi dan etika lulusan yang diharapkan


Sesuai visi, misi, tujuan dan sasaran program studi, Program Studi Teknik
Industri ITY bertujuan untuk menghasilkan tenaga Teknik Industri
profesional yang menguasai kompetensi utama (ekoteknologi), kompetensi
pendukung (kesemestaan, bioteknologi, pengelolaan kawasan, industri), dan
kompetensi lainnya (penguasaan bahasa asing, penguasaan teknologi
informasi dan komunikasi). Di samping itu untuk menunjang kemajuan karir,
lulusan harus memiliki softskill yang baik. Untuk menanamkan nilai nilai
etika bagi mahasiswa, program studi Teknik Industri ITY melaksanakan
kegiatan pendalaman nilai-nilai kerohanian dalam kehidupan sehari-hari
secara terprogram dalam kegiatan kemahasiswaan.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 37


8. Hasil pembelajaran
a. Kompetensi yang dicapai dibandingkan dengan yang diharapkan.
Program Studi Teknik Industri belum memiliki lulusan. Kedepan
diharapkan lulusan memiliki pencapaian masa studi dibawah lima tahun.
Kesesuaian kompetensi yang dicapai dengan tuntutan dan kebutuhan
kemanfaatan lulusan.
b. Kesesuaian kompetensi yang dicapai dengan tuntutan dan kebutuhan
kemanfaatan lulusan.
Program Studi Teknik Industri belum memiliki lulusan. Kedepan
diharapkan lulusan Prodi Teknik Industri memiliki kemampuan sesuai
dengan kompetensi lulusan yang diahrapkan. Untuk mengetahui
kesesuaian tersebut kedepan perlu dilakukan tracer study terhadap lulusan.
Tracer Study Program Studi digunakan kembali untuk mengukur
kesesuaian kompetensi yang dicapai dengan tuntutan dan kebutuhan
pemanfaat lulusan. Selain itu juga untuk dapat mengevaluasi dan
memberikan masukan atau kritik terhadap pengembangan program studi.
c. Data kemajuan, keberhasilan dan kurun waktu penyelesaian studi
mahasiswa (termasuk IPK dan yudisium lulusan)
Program Studi Teknik Industri belum memiliki lulusan.
d. Kepuasan lulusan
Program Studi Teknik Industri belum memiliki lulusan.

9. Kepuasan pemanfaat lulusan dan keberlanjutan penyerapan lulusan


Direncanakan untuk memonitor tingkat kepuasan pengguna lulusan, Program
Studi melakukan kerjasama, kunjungan dan tracer study kepada para
pengguna lulusan.

10. Produk program studi berupa model-model, karya inovatif, hak paten,
hasil pengembangan prosedur kerja, produk fisik sebagai hasil
penelitian.
Selain menyelenggarakan kegiatan akademik program studi Teknik Industri
ITY juga menerbitkan leaflet-leaflet pelatihan (Amdal, IPAL, AutoCad,

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 38


SIG), pengetahuan dan ketrampilan praktis teknologi tepat guna yang
dikelola oleh program studi.
Selanjutnya dilakukan analisis SWOT terhadap mahasiswa dan lulusan sebagai
berikut.
DESKRIPSI SWOT:

Kekuatan Kelemahan
1. Pengelolaan pelayanan mahasiswa 1. Kualitas raw input mahasiswa yang
yang baik dan rancangan masih rendah
kompetensi yang sesuai dengan 2. Tingkat partisipasi mahasiswa
kebutuhan dunia kerja dalam setiap kegiatan akademik
2. Kemampuan softskill mahasiswa maupun non akademik belum
dan lulusan tinggi merata
3. Mekanisme pengelolaan
mahasiswa baru (bridging dan
pengembangan diri) dapat
mempertahankan tingkat loyalitas
mahasiswa baru
Peluang Ancaman
1. Jumlah kebutuhan dunia kerja dari 1. Persaingan promosi dan rekrutmen
sektor swasta (perusahaan/industri) antar perguruan tinggi negeri
di bidang Teknik Industri sangat maupun swasta semakin ketat
banyak 2. Kemampuan ekonomi orang tua
2. Perkembangan bidang lingkungan mahasiswa bervariasi, sebagian
dan rekrutmen pegawai secara rutin dari mereka mengalami kesulitan
dari pemerintah (PNS) menambah ekonomi sehingga kurang
peluang kerja bagi lulusan konsentrasi dalam studi, bahkan
ada yang terpaksa harus berhenti
3. Pada kabupaten pemekaran,
sementara (cuti) dan berhenti
lulusan Teknik Industri masih
kuliah
sangat dibutuhkan

Sumber Informasi:
1. Statuta ITY
2. Renstra Program Studi Teknik Industri ITY
3. Buku Pedoman rekrutmen dan seleksi calon mahasiswa

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 39


KOMPONEN D: SUMBER DAYA MANUSIA

1. Sistem rekrutmen dan seleksi dosen dan tenaga kependidikan


Sistem rekrutmen dan seleksi dosen tetap dan tenaga kependidikan mengacu
buku peraturan kepegawaian. Untuk menjamin mutu penyelenggaraan
program akademik, sistem rekrutmen dan seleksi dilaksanakan secara
sistematis, terpusat dan menjadi tanggung jawab Institut, melalui Biro
Sumberdaya Manusia yang berkoordinasi dengan unit kerja, dalam hal ini
Program Studi Teknik Industri ITY .
Rekrutmen dosen dilakukan dengan mengajukan permintaan ke Institut sesuai
dengan kompetensi dosen yang dibutuhkan pada Program Studi Teknik
Industri ITY. Program studi berperan dalam hal menentukan jumlah dan
kualifikasi dosen yang dibutuhkan, selanjutnya proses publikasi, rekrutmen
dan pra jabatan ditangani oleh Kepegawaian ITY. Adapun jenis rekrutmen
adalah: Rekrutmen reguler, Rekrutmen DPK pindahan, Rekrutmen DPK baru
dari luar, Rekrutmen Doktor.
Seleksi dosen dan tenaga kependidikan dilakukan sesuai kebutuhan
masing-masing Program Studi, sesuai dengan SK yang telah ditetapkan
oleh pengurus Yayasan Lingkungan Hidup dan rektorat tentang Penetapan
Panitia Penerimaan Calon Pegawai/Dosen Institut Teknologi Yogyakarta.
Selain itu Program studi juga terlibat dalam proses seleksi untuk
menentukan kualifikasi dosen yang diterima. Ada dua tahapan yang
dilakukan, yaitu tahap seleksi dan tahap orientasi. Pada tahap seleksi
terdiri dari seleksi administrasi, tes tertulis, psikotest, tes TOEFL dan
microteaching, wawancara. magang dosen senior, prajabatan.

2. Pengelolaan dosen dan tenaga kependidikan


Pengelolaan dosen yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi
kegiatan Tridharma dilakukan oleh program studi bekerjasama dengan
Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat. Kinerja dosen selama
satu tahun ajaran terkait Tridharma dievaluasi dan dilaporkan oleh Program
Studi dalam bentuk laporan BKD dan LKD. Evaluasi terhadap kepangkatan

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 40


akademik dilakukan oleh program studi yang selanjutnya diajukan kepada
Senat Institut untuk disahkan, sedangkan proses Sertifikasi Dosen dilakukan
oleh Panitia Sertifikasi Dosen (PSD) yang terdiri dari Bagian Akademik,
Kepegawaian dan Bagian Penjaminan Mutu (BPM).
Pengelolaan dan pembinaan dosen yang terkait dengan pembelajaran,
pengembangan karir serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan
Tridharma dilakukan oleh program studi bekerjasama dengan LP2M dan
BPM secara periodik, terencana dan terkontrol dalam bentuk AKAD (Angka
Kinerja Akademik Dosen ).
Program Studi Teknik Industri ITY mempunyai 6 dosen tetap. Pengelolaan
dan pembinaan dosen yang terkait dengan pembelajaran, pengembangan karir
serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Tridharma dilakukan oleh
program studi bekerjasama dengan LP2M dan BPM secara periodik,
terencana dan terkontrol dalam bentuk AKAD (Angka Kinerja Akademik
Dosen ).
Pengelolaan tenaga kependidikan dilakukan oleh Fakultas dan
berkoordinasi dengan program studi. Penempatan tenaga kependidikan
disesuaikan dengan keahlian yang dimiliki. Proses monitoring dan evaluasi
serta rekam jejak kinerja tenaga kependidikan (tenaga administrasi, teknisi
dan laboran) dilakukan oleh program studi berkoordinasi dengan fakultas
yang dilakukan secara berkala, sesuai Peraturan Kepegawaian ITY dan
Penilaian Kinerja Pegawai ITY .

3. Profil dosen dan tenaga kependidikan: mutu, kualifikasi, pengalaman,


ketersediaan (kecukupan, kesesuaian, dan rasio dosen-mahasiswa)
Dosen tetap pada prodi Teknik Industri yang sesuai dengan bidang
keahliannya 100% berpendidikan S2. Namun dosen-dosen tersebut belum
memiliki jabatan akademik (dalam proses pengajuan).
Beban kerja dosen setara dengan 12 sks yang terdiri dari kegiatan pengajaran
(8 sks), penelitian (0,67 sks), pengabdian kepada masyarakat (0,58 sks).
Jumlah tenaga kependidikan yang terlibat dalam kegiatan akademik di
Program Studi Teknik Industri berjumlah 10 orang yang terdiri dari

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 41


pustakawan, laboran, administrasi dan lainnya. Jumlah tenaga kependidikan
tersebut akan ditambah seiring dengan pengembangan prodi.

4. Karya akademik dosen (hasil penelitian, karya lainnya)


Sebagai upaya memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Dosen Program Studi
Teknik Industri selain melakukan kegiatan pengajaran, juga melakukan
penelitian dan pengabdian masyarakat. Penelitian yang dilakukan oleh Dosen
Program Studi Teknik Industri terdiri dari berbagai minat penelitian di bidang
Teknik Industri. Untuk mewujudkan kualitas penelitian yang baik maka dosen
akan terus meningkatkan kualitasnya dalam bidang penelitian. Hasil penelitian
dosen Prodi Teknik Industri dipublikasikan dalam seminar baik nasional
maupun internasional, penyusunan buku, serta jurnal.
Laporan terkait kegiatan dosen berupa penelitian dan pengabdian masyarakat
serta karya lainnya terekam dalam Laporan Kinerja Dosen (LKD) yang dibuat
diakhir semester.

5. Peraturan kerja dan kode etik


Peraturan kerja bagi dosen dan tenaga kependidikan di ITY, dituangkan dalam
Peraturan Kepegawaian Institut. Kebijakan kepegawaian mencakup: a)
Rekrutmen dan Seleksi Pegawai baru, b) Pembinaan, Pengembangan, dan
Karir pegawai, c) Kode etik dosen dan tenaga kependidikan, telah disusun dan
ditetapkan melalui SK Rektor.

6. Pengembangan staf
Kegiatan pengembangan dosen dilakukan sesuai dengan bidang program
studi dan minat dosen, dalam bentuk studi lanjut S3, pelatihan, seminar,
workshop yang sesuai dengan minat kompetensinya. Pengembangan
kompetensi dan karir dosen dilakukan melalui kegiatan:
a. Peningkatan karir dan kualitas pendidikan, diberikan kesempatan untuk
memperoleh profesi dosen dan studi lanjut ke jenjang S3 dengan

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 42


pembiayaan dari ITY, BUDI DN maupun dari beasiswa luar negeri, dan
sumber lainnya.
b. Peningkatan kualitas pembelajaran : Diberikan pelatihan metode
pembelajaran berbasis KBK dan dengan pendekatan softskill oleh para
pakar pendidikan dari dalam negeri (DIKTI) dan luar negri.
c. Peningkatan kompetensi melalui Tenaga ahli/pakar sebagai pembicara
dalam kuliah tamu, workshop, stadium general, pelatihan, dosen tamu di
bidang Teknik Industri sesuai minat rumpun masing-masing dosen.
Upaya yang telah dilakukan Program Studi Teknik Industri bekerjasama
dengan Bagian Kepegawaian dalam meningkatkan kualifikasi dan
kompetensi tenaga kependidikan, dilakukan dalam bentuk pelatihan,
workshop, kursus yang dilaksanakan secara internal maupun dari luar institusi
seperti: Mengikuti Workshop Akreditasi Perpustakaan; Mengikuti Pelatihan
Penyusunan Laporan Pangkalan Data Perguruan Tinggi; Pelatihan Akreditasi
Perguruan Tinggi; Pelatihan Laporan PDDikti; Pelatihan Pajak Badan On
Line; Pelatihan Perpajakan; Pelatihan Perpustakaan PTS.
Pengembangan karir, insentif dan bonus tenaga kependidikan, dikoordinir oleh
Bidang Kepegawaian. Jenjang karir tenaga kependidikan dilakukan dalam
jenjang jabatan struktural.

7. Keberlanjutan pengadaan dan pemanfaatannya


Pengadaan staf akademik disesuaikan dengan kebutuhan program studi baik
untuk memenuhi kebutuhan kepakaran tertentu maupun memenuhi rasio ideal
pelayanan dosen dengan mahasiswa. Untuk menjaga keberlanjutan pelayanan
akademik, maka dosen yang telah selesai menempuh studi lanjut diwajibkan
mengabdi selama 2N+1 tahun dari masa studinya. Pengembangan diri juga
dilakukan melalui pengiriman utusan baik dosen maupun tenaga kependidikan
ke forum diskusi, seminar, workshop maupun pelatihan.

DESKRIPSI SWOT:
Kekuatan Kelemahan
1. Dosen dan tenaga kependidikan 1. Kurangnya dosen yang berpangkat
berusia produktif Guru Besar dan Lektor Kepala

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 43


2. 100% dosen berpendidikan S2 2. Kurangnya publikasi di jurnal
dan/atau S3 internasional
3. Bidang keahlian dosen sesuai 3. Masih banyak tenaga kependidikan
dengan kebutuhan program studi yang belum tersertifikasi sesuai
4. beberapa dosen sudah tersertifikasi kompetens
sebagai tenaga pendidik
Peluang Ancaman
4. Semakin banyaknya seminar 1. Semakin ketatnya peraturan
internasional yang memberikan pemerintah tentang peningkatan
kesempatan kepada dosen sebagai karier akademik dosen
pembicara 2. Semakin tingginya tuntutan
5. Semakin banyaknya tawaran stakeholder terhadap hasil
beasiswa untuk S-2 dan S-3 baik penelitian dosen yang berkontribusi
dalam maupun luar negeri menyelesaikan permasalahan
6. Semakin banyaknya tawaran bangsa.
pendanaan penelitian baik dari
dalam maupun luar negeri
7. Semakin terbukanya kerjasama
antar institusi baik dalam maupun
luar negeri

Sumber Informasi:
Statuta ITY, Renstra, laporan tahunan, buku pedoman rekrutmen dan seleksi calon
dosen dan tenaga kependidikan, Forlap Kemenristek Dikti, program
pengembangan staf, laporan tahunan pimpinan perguruan tinggi/program studi,
peraturan perundang-undangan terkait, Profil Prodi Teknik Industri ITY

KOMPONEN E: KURIKULUM, PEMBELAJARAN DAN SUASANA


AKADEMIK

1. Kesesuaian dengan visi, misi, tujuan, dan sasaran


Kurikulum yang disusun selalu disesuaikan dengan perkembangan ilmu
pengetahuan di bidang Teknik Industri dan kebutuhan dunia kerja.
Penyusunan kurikulum yang dilakukan didasarkan pada visi, misi, sasaran
dan tujuan program studi. Kurikulum yang dihasilkan didesain untuk dapat
menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi keilmuan dan teknologi
lingkungan yang kompetitif di pasar kerja dalam mewujudkan lingkungan

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 44


yang berkelanjutan berdasar pada kearifan lokal. Visi program studi tercermin
dari penawaran matakuliah dalam 8 semester, peningkatan kemampuan
dengan pembekalan pelatihan Intalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), Auto Cad dan Sistem Informasi
Geografis (SIG) sebelum kelulusan.

2. Relevansi dengan tuntutan dan kebutuhan stakeholders


Kurikulum secara rutin dievaluasi dan ditinjau kembali setiap 4 sampai 5
tahun. Proses evaluasi dan peninjauan kurikulum yang dilakukan
mengacu pada tuntutan dan kebutuhan stakeholder. Kurikulum yang
dihasilkan didesain untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi
keilmuan dan teknologi lingkungan yang kompetitif di pasar kerja serta nilai-
nilai etika keteknikan dalam mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan
berdasar pada kearifan lokal diwujudkan dalam kompetensi utama,
pendukung dan lainnya yang tersusun dalam struktur kurikulum yang harus
dilalui mahasiswa setiap semesternya, dengan muatan kesemestaan yang
terintegrasi dalam matakuliah.
Kemampuan bahasa asing dan penguasaan teknologi informasi sangat
dibutuhkan untuk perkembangan karir. Penguasaan kedua bidang tersebut
menjadi kompetensi lain yang harus dikuasai mahasiswa.

3. Struktur dan isi kurikulum (keluasan, kedalaman, koherensi, penataan/


organisasi).
Struktur kurikulum Program Studi Teknik Industri mengacu kepada Peraturan
Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Kurikulum Perguruan Tinggi
berbasis KKNI. Yang sebelumnya menggunakan ketentuan SK Mendiknas
045/2002 (ps. 3 ayat 2e). Dokumen Kurikulum ditetapkan berdasarkan SK
Rektor No ; 1.369/ITY-STTLRek/IV/15 tentang Struktur kurikulum Program
Studi Teknik Industri terdiri dari 135 SKS wajib dan 9 SKS pilihan. Jumlah
mata kuliah dari kurikulum inti yang merupakan kompetensi utama sebanyak
80 SKS (56%), sedangkan matakuliah dari kurikulum institusional yang
merupakan kompetensi pendukung sebanyak 40 SKS (28%) dan kompetensi

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 45


lainnya sebanyak 24 SKS (17%). Kompetensi utama berisikan matakuliah inti
ciri khas program studi untuk mampu menghasilkan lulusan yang menguasai
teknologi lingkungan. Kompetensi pendukung dan lainnya berisikan
matakuliah yang dibutuhkan untuk mendukung dan memperkuat penguasaan
teknologi lingkungan dalam pengembangan karir. Penyusunan kurikulum
berdasarkan tiga kompetensi tersebut di bawah ini:

Kompetensi Utama lulusan meliputi:

1. Kemampuan mengidentifikasi, memformulasi dan menyelesaikan


permasalahan bidang Teknik Industri.
2. Kemampuan merancang suatu sistem mengantisipasi permasalahan dalam
bidang Teknik Industri.
3. Kemampuan mengembangkan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya
alam.
4. Kemampuan menerapkan ilmu dan teknologi dalam kegiatan produktif dan
dalam pelayanan masyarakat.
5. Memiliki kesadaran pentingnya belajar seumur hidup.
6. Memiliki tanggungjawab profesi di bidang Teknik Industri.
7. Tanggap terhadap permasalahan dan perkembangan terbaru di bidang
Teknik Industri.

Kompetensi Pendukung lulusan meliputi:

1. Kemampuan meminimalisasi pencemar udara, air dan tanah dengan


mengembangkan teknologi bersih.
2. Kemampuan mengembangkan teknologi konservasi dalam rangka
mengendalikan degradasi sumber daya alam.
3. Kemampuan mengembangkan teknologi kesehatan yang dapat mencegah
dan menanggulangi dampak perubahan lingkungan.

Kompetensi lain dari lulusan meliputi:

Memiliki kemampuan manajerial, perekayasaan Teknik Industri serta


kemandirian dalam kegiatan technopreneurship.

Catatan: Pengertian tentang kompetensi utama, pendukung, dan lainnya dapat


dilihat pada Kepmendiknas No. 045/2002.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 46


4. Derajat integrasi materi pembelajaran (intra dan antar disiplin ilmu)
Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi lingkungan berlandaskan green
technology merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan Program
Studi Teknik Industri . Oleh karena itu, kurikulum yang disusun terbagi dalam
kompetensi utama, pendukung dan lainnya saling terkait untuk memperkuat
kemampuan lulusan. Adanya hidden curriculum yang berupa peningkatan
softskills mahasiswa yang terintegrasi dalam proses perkuliahan memberikan
kompetensi khusus yang harus dimiliki mahasiswa.

5. Mata kuliah pilihan yang merujuk pada harapan/kebutuhan mahasiswa


secara individual/kelompok mahasiswa tertentu.
Matakuliah pilihan disediakan sebagai alternatif penguatan ilmu bagi
mahasiswa sesuai minat. Mahasiswa dapat memilih setidaknya 3 matakuliah
(9 SKS) dari 6 mata kuliah pilihan yang ditawarkan (18 SKS):
Tabel 10. Daftar Mata Kuliah Pilihan
Kode Bobot Bobot Unit/ Jur/ Fak
Semester Nama MK (Pilihan)
MK sks Tugas* Pengelola

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

7 I.P.7.01 KEPEMIMPINAN 3 Teknik Industri

PENGUKURAN 3 Teknik Industri


7
I.P.7.02 KINERJA

TEKNOLOGI 3 Teknik Industri


7 PANGAN DAN GIZI
I.P.7.03 INDUSTRI

CLEAN 3 Teknik Industri


7
I.P.7.04 PRODUCTION

SYSTEM 3 Teknik Industri


7
I.P.7.05 DYNAMICS

MANAJEMEN 3 Teknik Industri


7 RANTAI PASOK
I.P.7.06 (SCM)

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 47


6. Peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri: melanjutkan studi,
mengembangkan pribadi, memperoleh pengetahuan dan pemahaman
materi khusus sesuai dengan bidang studinya, mengembangkan
keterampilan yang dapat dialihkan (transferable skills), terorientasikan
ke arah karir, dan pemerolehan pekerjaan.
Pengembangan diri mahasiswa agar nantinya mampu berkembang dan
beradaptasi di dunia kerja dilakukan dengan penerapan hidden curriculum
berupa penguatan softskills mahasiswa yang terintegrasi dalam setiap
matakuliah. Struktur kurikulum memuat berbagai kompetensi yang disusun
berdasar kebutuhan dunia kerja. Penentuan kompetensi dalam struktur
kurikulum didasarkan pada profil lulusan yang ditetapkan oleh Program Studi
Teknik Industri sesuai kesepakatan dalam Forum Komunikasi Perguruan
Tinggi Teknik Industri. Selain itu, penguatan practical skills juga diterapkan
untuk mencapai kompetensi yang diinginkan melalui muatan praktikum yang
terkandung dalam matakuliah. Penguasaan teknologi informasi dan
kemampuan bahasa asing merupakan kompetensi yang menjadi tuntutan
pasar kerja dan dunia pendidikan, sehingga penguatan terhadap materi
tersebut menjadi penting dan dalam kurikulum yang diberikan.

7. Misi pembelajaran
a. Pengembangan/pelatihan kompetensi yang diharapkan
Untuk mendukung tercapainya kompetensi yang diharapkan, Program
Studi Teknik Industri ITY menyediakan berbagai pelatihan dan
pemagangan baik berbasis kurikulum maupun non kurikulum.
Pelatihan terhadap penguatan kompetensi dilakukan dalam bentuk
praktikum yang terintegrasi dalam sebagian besar matakuliah yang
ditawarkan. Pemagangan juga dilakukan dan bersifat wajib bagi
mahasiswa supaya mahasiswa dapat mengenal dunia kerja sesuai dengan
kompetensi dan minat masing-masing mahasiswa.
b. Efisiensi internal dan eksternal

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 48


Kegiatan akademik kurikuler dikelola oleh program studi dan dibantu oleh
Koordinator laboratorium untuk pelaksanaan perkuliahan berbasis
laboratorium. Kegiatan akademik non kurikuler dikelola oleh Himpunan
Mahasiswa Teknik Industri dan komunitas akademik yang berada di bawah
struktur Himpunan Mahasiswa.

8. Mengajar:
a. Kesesuaian strategi dan metode dengan tujuan
Pelaksanaan perkuliahan mengacu pada Rancangan Pembelajaran
Bermuatan Softskilss (RPS) yang disusun dalam setiap semester.
Perkuliahan dilakukan berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi
(KBK) dengan menyeimbangkan aspek hardskills, practical skills dan
softskills. Perkuliahan didesain agar peran dominan dosen semakin
berkurang dan peran mahasiswa di kelas semakin besar sebagai
implementasi perkuliahan dengan sistem SCL (Student Centered
Learning). Melalui pendekatan SCL diharapkan mahasiswa dapat saling
berinteraksi secara intensif dan berpikir kritis dan kreatif.
b. Kesesuaian materi pembelajaran dengan tujuan mata kuliah
Pada awal perkuliahan, dosen menyampaikan kontrak kuliah yang
berisikan aturan perkuliahan dan rencana perkuliahan dalam bentuk
Rancangan Pembelajaran Bermuatan Softskills kepada mahasiswa,
meliputi: tujuan pembelajaran, kompetensi yang ingin diraih, materi
kuliah, metode perkuliahan, metode penilaian dan referensi yang
digunakan.
Materi kuliah harus sesuai dengan Rencana Pembelajaran yang
disampaikan. RPS disusun oleh kelompok dosen pengampu matakuliah di
bawah tanggungjawab kelompok dosen rumpun kompetensi. Kesesuaian
materi yang disampaikan dimonitor melalui berita acara perkuliahan,
meliputi: presensi kehadiran dosen, materi yang diberikan dan
kehadiran mahasiswan, serta melalui kuesioner evaluasi pelaksanaan
perkuliahan dari mahasiswa.
c. Efisiensi dan produktivitas

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 49


RPS membantu mengkomunikasikan rencana perkuliahan yang disusun
dosen kepada mahasiswa. Supaya perkuliahan berjalan efisien dan efektif,
selain melalui tatap muka juga digunakan teknologi informasi berbasis
WEB untuk menyampaikan materi perkuliahan, penugasan, diskusi dan
penilaian melalui fasilitas e-learning yang dapat diakses pada alamat www.
ity.ac.id. Fasilitas lain yang digunakan adalah komputer, LCD projector,
jaringan internet dan laboratorium yang mendukung proses pembelajaran.
d. Struktur dan rentang kegiatan mengajar
Secara keseluruhan kurikulum di Program Studi Teknik Industri meliputi
135 SKS wajib dan 9 SKS pilihan, dengan beban yang harus ditempuh
sebesar 144 SKS. Setiap matakuliah mempunyai bobot 1 sampai 4 SKS
termasuk praktikum. Setiap 1 SKS matakuliah terdiri dari 50 menit
perkuliahan, 50 menit penugasan terstruktur dan 50 menit penugasan
mandiri, sedangkan 1 SKS praktikum terdiri dari 120 menit praktek.
e. Penggunaan teknologi informasi
Perkuliahan menggunakan sarana komputer, LCD projector dan
jaringan internet. Dosen dan mahasiswa dapat berinteraksi melalui
fasilitas e-learning (www.ity.ac.id) dalam mengakses materi, penugasan,
pengumpulan tugas dan penilaian. Untuk menunjang suasana akademik
program studi bekerjasama dengan pihak fakultas dan Institut
menyediakan fasilitas Wifi dan self access dengan menggunakan komputer
dan jaringan internet secara gratis untuk memfasilitasi penyelesaian tugas.

9. Belajar:
a. Keterlibatan mahasiswa
Keterlibatan mahasiswa dalam perkuliahan sangat penting untuk mencapai
kompetensi yang diinginkan, baik hardskills, practical skills maupun
softskills. Sistem perkuliahan menggunakan pendekatan SCL memberikan
peran mahasiswa menjadi lebih dominan. Keterlibatan mahasiswa dalam
proses pembelajaran dilakukan dalam proses perkuliahan dan penugasan.
Keterlibatan dalam proses perkuliahan ditunjukkan dengan proses tanya-
jawab yang disediakan dosen bagi mahasiswa, sedangkan dalam

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 50


penugasan, kemampuan softskills mahasiswa yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan tugas.

b. Peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan:


1) Pengetahuan dan pemahaman materi khusus sesuai bidangnya,
Peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuan dan
pemahaman materi khusus sesuai bidangnya dilakukan melalui
kurikulum yang disediakan oleh Program Studi Teknik Industri yang
memberikan porsi bagi mahasiswa untuk memilih matakuliah lain
sebanyak 9 SKS dari 18 SKS matakuliah pilihan yang menjadi
minatnya. Selain itu, kesempatan magang kerja bagi mahasiswa sangat
mendukung pengembangan pengetahuan dan pemahaman materi,
karena dalam pemilihan lokasi magang kerja, mahasiswa dibebaskan
memilih lokasi sesuai dengan minat mahasiswa.
2) Keterampilan umum dan yang dapat dialihkan (transferable),
Pengembangan ketrampilan umum yang transferable dilakukan dengan
pemberian kesempatan pelatihan praktis (teknologi tepat guna) bagi
semua mahasiswa di bawah koordinator Laboratorium dan dijadikan
syarat kelulusan. Selain itu, kesempatan juga diberikan kepada
mahasiswa untuk terlibat dalam penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat yang dilakukan oleh dosen. Kesempatan keikutsertaan
mahasiswa dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang
diselenggarakan oleh DP2M DIKTI juga memberikan ketrampilan yang
transferable yang dapat diakses mahasiswa di bawah bimbingan dosen
pembimbing PKM.
3) Pemahaman dan pemanfaatan kemampuannya sendiri,
Peluang untuk mengembangkan pemahaman dan pemanfaatan
kemapuan diri antara lain dilakukan dengan implementasi KBK,
pemberian kesempatan bagi mahasiswa untuk menjadi co-asisten dalam
praktikum, pelatihan Training of Trainer (ToT) untuk teknologi tepat
guna dan keikutsertaan dalam PKM. Mahasiswa peserta ToT nantinya

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 51


akan menjadi perpanjangan tangan bagi dosen untuk melatih adik kelas
ataupun membantu dalam pelatihan atas permintaan dari luar institusi.
Selain itu, penerapan KBK memberikan kesempatan bagi mahasiswa
untuk dapat menunjukkan potensi diri melalui penugasan-penugasan
yang dilakukan untuk mencapai kompetensi baik hardskills maupun
softskills.
4) Kemampuan belajar mandiri,
Peluang pengembangan belajar mandiri dilakukan antara lain melalui
implementasi KBK yang mengharuskan mahasiswa untuk mampu
melakukan penggalian pengembangan materi yang diberikan oleh dosen
dalam proses perkuliahan melalui penugasan yang diberikan serta
adanya kuliah umum dan/atau kuliah pakar.

5) Nilai, motivasi dan sikap


Peluang pengembangan nilai, motivasi dan sikap dilakukan melalui
implementasi KBK, kesempatan keterlibatan dalam pelatihan dan
pengabdian kepada masyarakat, kesempatan untuk dapat aktif dalam
lembaga mahasiswa dan penyelenggaraan kuliah umum, kuliah pakar
dan diskusi alumni guna memberikan kesadaran akan potensi diri,
kesungguhan, kerja keras dan motivasi untuk meraih kesuksesan.

10. Penilaian kemajuan dan keberhasilan belajar:


a. Peraturan mengenai penilaian kemajuan dan penyelesaian studi
mahasiswa
Penilaian kemajuan belajar mahasiswa dilakukan dengan mengacu pada
sistem penilaian kemajuan prestasi mahasiswa yang ditetapkan oleh
program studi. Penilaian disampaikan dalam RPBS untuk pencapaikan
kompetensi yang sudah ditetapkan. Sistem penilaian mahasiswa
menggunakan skala interval sebagai berikut:
Tabel 11. Sistem Penilaian Prestasi Mahasiswa
BOBOT
NILAI KETERANGAN PREDIKAT
NILAI
A 4 Lulus Sangat Baik
B 3 Lulus Baik
C 2 Lulus Cukup
D 1 Lulus Kurang

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 52


E 0 Gagal Buruk

b. Strategi dan metode penilaian kemajuan dan keberhasilan mahasiswa


Strategi dan metode penilaian kemajuan dan keberhasilan mahasiswa
dilakukan dengan cara penilaian terhadap kemampuan mencapai
kompetensi yang diharapkan. Strategi penilaian dilakukan dengan cara
setiap matakuliah memberikan penilaian terhadap sub kompetensi dari
matakuliah tersebut, nilai akhir dari satu matakuliah didasarkan dari
beberapa penilaian yang dilakukan selama proses pembelajaran.
Sedangkan metode pembelajaran yang diterapkan melalui berbagai
metode, sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai, antara lain melalui
small group discussion, cooperatif learning, penelusuran pustaka,
problem based learning, kuis, ujian tertulis dan penilaian practical skills di
laboratorium. Dalam penilaian ini juga dilakukan penilaian terhadap
softskills mahasiswa, seperti kemampuan bekerjasama dalam kelompok,
menghargai pendapat orang lain, memotivasi dan kemampuan belajar
sepanjang hayat. Masing-masing penilaian terhadap sub kompetensi
dalam satu matakuliah mempunyai bobot yang berbeda sesuai dengan
beban yang harus dilakukan oleh mahasiswa.
Dengan penilaian yang komprehensif terhadap berbagai aspek, diharapkan
mahasiswa akan mempunyai kompetensi yang utuh.
c. Penentuan yudisium (pernyataan kualitatif dari hasil belajar seorang
mahasiswa pada akhir jenjang pendidikan).
Mahasiswa dinyatakan telah selesai menempuh studi pada Program Studi
Teknik Industri dan berhak mengikuti yudisium kelulusan apabila telah
memenuhi semua persyaratan sebagai berikut:
1) Telah menempuh matakuliah dalam kurikulum minimal 144 SKS
2) Tidak ada nilai E
3) Nilai minimal C untuk mata kuliah dalam kelompok:
a) Mata kuliah Pengembangan Kepribadian
b) Mata kuliah Metodologi Penelitian
c) Mata kuliah Praktikum
d) KKN dan Skripsi
4) Nilai D maksimal 20 % ( 28 SKS)

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 53


5) Telah lulus ujian skripsi dan pendadaran
6) Mempunyai IP kumulatif minimal 2,00
d. Penelaahan mengenai kepuasan mahasiswa
Secara keseluruhan, sejauh ini mahasiswa merasa puas dengan prestasi
akademik yang telah diraihnya. Dalam kegiatan pembimbingan akademik,
bahkan secara terbuka mahasiswa bercerita kesulitan ataupun masalah
yang dijumpai selama kegiatan perkuliahan berlangsung. Termasuk di
dalamnya adalah, komponen-komponen penilaian nilai akhir mahasiswa.

11. Sarana yang tersedia untuk memelihara interaksi dosenmahasiswa,


baik di dalam maupun di luar kampus, dan untuk menciptakan iklim
yang mendorong perkembangan dan kegiatan akademik/profesional.
Untuk memelihara dan meningkatkan interaksi dosen mahasiswa, baik di
dalam maupun di luar kampus, Program Studi Teknik Industri
menyelenggarakan kegiatan kurikuler dan non kurikuler yang melibatkan
dosen-mahasiswa. Kegiatan tersebut antara lain berupa penelitian bersama
antara dosen-mahasiswa dalam bentuk penelitian kemitraan maupun
penelitian, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan sarasehan yang
melibatkan seluruh sivitas akademika Teknik Industri. Sarasehan
dilaksanakan 4 kali dalam setahun dengan berbagai pola sarasehan yang
dilakukan. Program studi juga mendorong dan memfasilitasi keterlibatan
dosen daan mahasiswa dalam forum ilmiah, seperti diskusi, workshop dan
seminar yang diselenggarakan baik dalam PT sendiri maupun PT lain, baik
sebagai pembicara maupun peserta. Penyelenggaraan kunjungan lapangan
dan kunjungan ke perusahaan merupakan agenda rutin yang selalu dilakukan
dalam berbagai matakuliah yang selalu melibatkan dosen sebagai
pembimbing. Secara rutin setiap bulan, fakultas dan program studi bergantian
melaksanakan seminar. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan atmosfer
akademik di kalangan dosen-mahasiswa. Program studi juga melakukan
pendampingan kepada mahasiswa untuk memperoleh hibah Program
Kreativitas Mahasiswa (PKM) di bawah bimbingan seorang dosen.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 54


12. Mutu dan kuantitas interaksi kegiatan akademik dosen, mahasiswa dan
civitas academica lainnya
Kegiatan akademik dosen dan mahasiswa tumbuh dengan baik, yang
ditunjukkan dengan terlaksananya penelitian yang dilakukan oleh dosen dan
melibatkan mahasiswa dalam setiap tahunnya. Interaksi akademik juga
dilaksanakan dalam seminar bulanan yang diselenggarakan secara bergantian
oleh fakultas dan program studi yang selalu melibatkan mahasiswa.

13. Rancangan menyeluruh untuk mengembangkan suasana akademik yang


kondusif untuk pembelajaran, penelitian, dan pelayanan/ pengabdian
kepada masyarakat
Secara keseluruhan, penciptaan suasana akademik dirancang sebagai berikut:
a. Penerapan kurikulum berbasis kompetensi
b. Diskusi/seminar akademik rutin setiap semester
c. Penelitian bersama dosen-mahasiswa dengan pendanaan baik dari LP2M,
pemerintah daerah, Institut maupun funding dari luar negeri.
d. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan teknologi
praktis bagi masyarakat
e. Sarasehan civitas academica
f. Publikasi karya ilmiah mahasiswa (skripsi)
g. Pemanfaatan e-learning (http://ity.ac.id) dalam menunjang kegiatan
pembelajaran.

14. Keikutsertaan civitas academica dalam kegiatan akademik (seminar,


simposium, diskusi, eksibisi) di kampus
Partisipasi dosen dan mahasiswa dalam forum akademik di kampus
difasilitasi dalam kegiatan seminar akademik bulanan yang diselenggarakan
baik di tingkat fakultas maupun program studi dan diskusi ilmiah yang
diselenggarakan oleh lembaga mahasiswa. Selain itu kegiatan seminar
nasional maupun internasional yang dilakukan oleh program studi, fakultas
maupun Institut juga mengakomodir keikutsertaan civitas academica dalam
kegiatan akademik baik sebagai pembicara maupun sebagai peserta.

15. Pengembangan kepribadian ilmiah

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 55


Pengembangan kepribadian ilmiah dosen-mahasiswa dilakukan dengan
kegiatan pelatihan metodologi penelitian serta strategi untuk
mendapatkan dana hibah penelitian yang dilakukan baik oleh program
studi maupun tingkat Institut. Dari pihak Institut, sosialisasi dan review
proposal untuk perolehan dana hibah penelitian oleh dosen dilakukan oleh
LP2M. Sedangkan bagi mahasiswa, kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa
(PKM) menjadi fasilitas pengembangan kepribadian ilmiah disamping juga
keikutsertaannya dalam kegiatan penelitian dosen. Hasil dari kegiatan
penelitian dan PKM tersebut dipublikasikan serta didesiminasikan dalam
berbagai forum ilmiah.

16. Hasil pembelajaran:


Hingga laporan evaluasi diri ini disusun, Program Studi Teknik Industri masih
berjalan enam semester (tiga tahun) sehingga hasil pembelajaran yang dilihat
dari produk lulusan program studi belum dapat disampaikan karena belum
adanya lulusan.

17. Pemanfaat lulusan dan keberlanjutan penyerapan lulusan.


Pemanfaatan lulusan dan keberlanjutan penyerapan lulusan dilakukan dengan
cara kerjasama dengan berbagai perusahaan untuk kegiatan magang
mahasiswa. Beberapa perusahaan tempat magang mahasiswa meminta
mahasiswa yang telah magang di perusahaan tersebut untuk mendaftar setelah
selesai studi. Selain itu, pemberian pengetahuan tentang teknologi praktis
memberikan ide bagi sebagian mahasiswa untuk berwirausaha di bidang
Teknik Industri.

18. Produk program studi berupa model-model, karya inovatif, hak paten,
hasil pengembangan prosedur kerja, produk fisik sebagai hasil
penelitian.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 56


Produk akademik yang dihasilkan oleh program studi antara lain buku ajar
dan hasil penelitian yang dapat dikembangkan. Selain itu dihasilkan pula
modul-modul praktikum yang dikelola oleh Kepala Laboratorium Teknik
Industri.

DESKRIPSI SWOT
Kekuatan Peluang
1. Kurikulum Berbasis Kompetensi 1. Peluang kerja di bidang
(KBK) sesuai dengan visi, misi, lingkungan yang berkesesuaian
tujuan dan sasaran program studi dengan rumusan kompetensi
yang telah diterapkan sejak tahun lulusan
2. Peluang kerjasama dengan
2009
2. Kompetensi lulusan relevan berbagai perusahaan cukup
dengan kebutuhan stakeholders banyak
3. KBK dilengkapi dengan keahlian
bidang lain yang dibutuhkan
dalam berkarir di dunia kerja
4. Sarana teknologi informasi dalam
perkuliahan sangat memadai untuk
mendukung efisiensi dan
efektivitas perkuliahan
5. Kerjasama dengan perusahaan
berjalan dengan baik
Kelemahan Ancaman
1. Perumusan instrumen evaluasi 1. Lingkungan dan tuntutan dunia
dan audit mutu pelaksanaan kerja terus berubah
2. Persaingan dunia kerja
KBK yang belum selesai
konsekuensi pemberlakuan AEC
2015
Sumber Informasi
1. Statuta ITY
2. Kepmendiknas No. 045/U/2002, tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi
3. SK Rektor tentang Kurikulum Berbasis Kompetensi Program Studi Teknik
Industri

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 57


KOMPONEN F: PEMBIAYAAN, SARANA DAN PRASARANA SERTA
SISTEM INFORMASI

1. Sistem alokasi dana


Sumber dana Program Studi Teknik Industri berasal dari mahasiswa dalam
bentuk SPP dan subsidi dari yayasan yang terdiri dari subsidi pengembangan
pendidikan dan subsidi akselerasi program studi. Selain itu, prodi juga
mendapatkan dana hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dari
LP2M ITY, Dikti, pemerintah daerah maupun dari pihak lain baik dalam
maupun luar negeri.

2. Pengelolaan dan akuntabilitas penggunaan dana


Setiap akhir tahun ajaran, Program Studi Teknik Industri menyusun
program kerja, anggaran dan skedul kegiatan. Besaran anggaran
ditetapkan dalam bentuk plafon anggaran yang besarnya dihitung berdasarkan
rumus tertentu dan berdasarkan proporsi jumlah mahasiswa yang aktif.
Anggaran disepakati antara ketua program studi, rektor dan pimpinan yayasan
(YLH: Yayasan Lingkungan Hidup). Dana dikelola oleh Program studi,
kepala laboratorium dengan administrasi pelaporan terpusat pada
dekan/program studi. Secara rutin tahunan, mengajukan anggaran kegiatan
berdasarkan program, anggaran dan skedul yang telah disepakati. Selanjutnya
dalam waktu akhir anggaran wajib membuat laporan
pertanggungjawaban kegiatan harus diajukan ke Institut.

3. Keberlanjutan pengadaan dan pemanfaatannya


Untuk menjaga keberlanjutan pengadaan barang berupa pemeliharaan dan
penggunaannya, program studi selalu merencanakan program kerja dan
anggaran untuk aktivitas pengadaan dan pemeliharaan barang. Pengadaan
barang dilakukan oleh Tim Pengadaan Barang di tingkat Institut yang tugas
utamanya adalah melakukan pengadaan barang sesuai prosedur yang berlaku.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 58


Sedangkan pemeliharaan alat dilakukan oleh program studi/fakultas dan
supporting unit terkait.

4. Pengelolaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan sarana dan prasarana.


Pengelolaan, pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana
sebagian dikelola oleh fakultas/Program Studi, berkoordinasi dengan
Pengelola Aset di tingkat Institut. Sarana dan Prasarana yang digunakan
bersama oleh semua program studi pengelolaan dan pemeliharaanya
ditanggung bersama. Sarana dan prasarana program studi dikelola langsung
oleh program studi/fakultas, serta sebagian didelegasikan kepada koordinator
laboratorium untuk sarana dan prasarana laboratorium.

5. Fasilitas komputer dan pendukung pembelajaran dan penelitian


Untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, di setiap ruang kuliah tersedia
fasilitas multimedia yang terhubung dengan jaringan internet serta fasilitas
wifi. Ruang kelas teknologi informasi memiliki fasilitas multimedia dan
jaringan komputer dengan perbandingan 1 mahasiswa satu komputer yang
terhubung dengan jaringan internet dengan bandwith yang sangat memadai.
Untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan penelitian, disediakan fasilitas
perpustakaan elektronik dengan berlangganan ebsco dan proquest. Fasilitas
bagi dosen dalam ruang dosen disediakan fasilitas internet melalui jaringan
kabel dan wifi, setiap ruang dosen difasilitasi minimal 1 komputer dalam
bentuk PC maupun inventaris laptop dan printer.

6. Kesesuaian dan kecukupan sarana dan prasarana


Secara umum sarana dan prasarana di Program studi Teknik Industri telah
sesuai dan memadai dalam mendukung kegiatan akademik. Luas ruangan
untuk mahasiswa dan dosen mencukupi. Total luas untuk mahasiswa 214
m2, sedangkan luas ruang dosen adalah 40 m2 untuk setiap dosen.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 59


7. Keberlanjutan pengadaan, pemeliharaan dan pemanfaatannya
Pengelolaan pengadaan dan pemeliharaan software, hardware dan jaringan
Program Studi Teknik Industri ditangani oleh Bagian Akademik ITY.
Anggaran pengadaan dan pemeliharaan sarana pembelajaran, menggunakan
dana dari anggaran Institut, dan sumber lain baik hibah dalam dan luar negeri.

8. Rancangan pengembangan sistem informasi


Infra struktur jaringan internet ITY menggunakan backbone fiber optic
yang terhubung ke jaringan Metro Akses Yogya Network Telkom. Fiber optic
tersebut menghubungkan data centre ITY ke gedung-gedung utama. Jaringan
di dalam gedung utama menggunakan kabel. Di setiap gedung menggunakan
cable RD-45 dan Wi-fi, kemudian di dalam data centre disediakan berbagai
server untuk melayani komputer-komputer yang ada di setiap unit kerja baik
intranet maupun internet (WAN).
Untuk mendukung layanan terhadap seluruh stakeholder, telah dibangun
berbagai macam aplikasi sistem manajemen. Program-program tersebut
adalah: Sistem informasi akademik, Sistem informasi Penmaru, Bank Online,
Sistem Informasi Keuangan, Sistem Informasi Kepegawaian, Sistem
Informasi Perpustakaan. Sedangkan untuk pelaporannya dapat diakses oleh
pimpinan dengan menggunakan sistem informasi eksekutif.

9. Kecukupan dan kesesuaian sumber daya, sarana dan prasarana


pendukung untuk pemberdayaan sistem informasi
Pengelolaan sistem informasi di Institut Teknologi Yogyakarta dikelola oleh
Bagian Akademik (unit sistem informasi) dan 10 orang staf yang memiliki
keahlian sesuai bidangnya masing-masing yang dikelompokkan kedalam
bidang hardware, software, jaringan dan pengembangan sistem aplikasi.
Jumlah sarana dan prasarana yang mencakup komputer server, client dan
jaringan serta fasilitas wireless antar gedung dan fiber optik sangat memadai
dan sesuai dengan kebutuhan.

10. Efisiensi dan efektivitas pemanfaatan sistem informasi

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 60


Sistem informasi (intranet dan internet) dapat dimanfaatkan oleh segenap
civitas akademika ITY . Data dalam sistem informasi dapat digunakan
pimpinan untuk pengambilan kebijakan. Sistem infomasi yang dirancang di
Institut Teknologi Yogyakarta Yogyakarta mencakup sistem informasi
akademik, anggaran berbasis kinerja, keuangan, sumberdaya manusia, alumni
dan inventarisasi asset. Sistem informasi akademik mencakup sistem
pembayaran, sistem key in, e-learning untuk perkuliahan, dan
kemahasiswaan, dan hasil kegiatan belajar mengajar, serta data base alumni.
Sistem aplikasi tersebut terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara
optimal dengan dukungan Institut.

11. Keberadaan dan pemanfaatan on-campus connectivity devices (intranet)


Pengelolaan jaringan intranet (LAN) mencakup semua ruangan di lingkungan
Program Studi Teknik Industri. Fasilitas tersebut cukup memadai untuk
menunjang kegiatan akademik maupun non akademik. Di setiap ruangan
Program Studi Teknik Industri tersedia jaringan kabel dan wifi. Semua
ruangan kuliah dan komputer dalam ruang dosen, dan kelas teknologi
informasi terhubung dengan jaringan internet.

12. Keberadaan dan pemanfaatan global connectivity devices (internet)


Pengelolaan jaringan internet (WAN) menggunakan provider TELKOM
dengan kapasitas 12 MB. Jumlah tersebut cukup memadai untuk menunjang
kegiatan akademik maupun non akademik Program Studi Teknik Industri,
meskipun dimasa yang akan datang tetap harus ditingkatkan lagi. Disetiap
ruangan Progarm Studi Teknik Industri tersedia jaringan kabel dan wifi.
Semua ruangan kuliah dan komputer dalam ruang laboratorium Teknik
Industri, kelas teknologi informasi terhubung dengan jaringan internet.

DESKRIPSI SWOT
Kekuatan Kelemahan
1. Dukungan institusi terhadap 1. Kapasitas dan kecepatan akses
penerapan sistem informasi, baik internet semakin kurang

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 61


dalam sistem pembelajaran dan mencukupi lagi, karena frekuensi
manajemen di program studi. penggunaan semakin meningkat.
2. Masih terbatasnya SDM yang
2. Jumlah sarana dan prasarana
memiliki perawatan sarana
mencukupi dan sesuai dengan
pembelajaran di tingkat fakultas
kebutuhan.
dan program studi
1. Perolehan dana hibah mendorong
peningkatan kualitas dan
kuantitas penyediaan sistem
informasi, KBK, dan sarana
Laboratorium serta peningkatan
kualitas akademik.
Peluang Ancaman
1. Teknologi informasi telah 1. Biaya pengadaan sarana
meningkatkan akses stakeholder penunjang teknologi informasi
terhadap program studi. (komputer dan server) relatif
2. Banyaknya penawaran hibah mahal.
yang dapat diakses baik dari 2. Biaya pemeliharaan sarana
dalam maupun luar negeri. penunjang teknologi informasi
(komputer dan server) relatif
mahal

Sumber Informasi
1. Dokumen Sistem Anggaran ITY .
2. Dokumen pengembangan Sistem Informasi ITY

KOMPONEN G: PENELITIAN, PELAYANAN/PENGABDIAN KEPADA


MASYARAKAT DAN KERJASAMA

1. Mutu, produktivitas, relevansi sasaran, dan efisiensi


pemanfaatan dana penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada
masyarakat
Kegiatan penelitian dan pengabdian bagi dosen diarahkan sesuai minat dan
kompetensi dosen. Topik penelitian didesain agar hasil topik penelitian dapat

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 62


membangun suatu bentuk hasil penelitian yang berkesinambungan. Penelitian
yang dilakukan oleh mahasiswa dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan
kegiatan tugas akhir (skripsi) atau untuk penelitian kemitraan dosen dan
mahasiswa. Dilakukan pula kegiatan penelitian bersama antara dosen dan
mahasiswa sebagai tindak lanjut dari topik skripsi yang akan di sajikan dalam
forumforum ilmiah.
Kegiatan penelitian dosen dan mahasiswa didanai oleh Program studi, Institut
melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada masyarakat (LP2M), dan
dana penelitian dari Simlitabmasristek Dikti, maupun dari Institusi lain.
Kegiatan penelitian juga ditopang dengan kegiatan desiminasi yang dilakukan
melalui jurnal maupun media yang lain. Mutu penelitian dan pengabdian
kepada masyarakat ditunjukkan dengan diperolehnya dana hibah dari dalam
maupun luar negeri. Setiap dosen cukup produktif melakukan kegiatan
penelitian dan pengabdian dengan perolehan dana selama tahun 2015/2016
sebesar 52 juta rupiah (penelitian) dan 27 juta rupiah (pengabdian). Penelitian
dan pengabdian yang telah dilakukan sesuai dengan Rencana Induk
Pengembangan (RIP) dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Efisiensi
pemanfaatan dana penelitian dapat dilakukan dengan memanfaatkan hasil-
hasil penelitian sebagai bahan ajar dan artikel untuk dimuat dalam Jurnal,
serta menghasilkan produk yang berpotensi HAKI. Kegiatan pengabdian pada
masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen antara lain Pengelolaan sampah
rumah tangga, pengolahan kelapa, Pengolahan Limbah Industri Kecil menjadi
Pakan Ternak dan pendampingan terhadap kegiatan masyarakat.

2. Agenda, keberlanjutan, diseminasi hasil penelitian dan


pelayanan/ pengabdian kepada masyarakat
Penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen mengikuti
agenda penawaran hibah dari PT sendiri, Litabmas Dikti, pemerintah daerah
maupun institusi luar negeri untuk menjaga keberlanjutan penelitian dan
pengabdian yang dilakukan. Hasil karya ilmiah dosen didiseminasikan
dalam berbagai forum seperti seminar akademik, kuliah pakar, kuliah

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 63


praktisi, seminar nasional maupun international. Kegiatan penelitian juga
ditopang dengan kegiatan diseminasi melalui Jurnal dan prosiding baik
nasional dan internasional.

3. Kegiatan penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada


masyarakat bersama dosen dan mahasiswa
Kegiatan penelitian dosen dan mahasiswa dilaksanakan dari pengembangan
karya ilmiah mahasiswa untuk dipublikasikan atau di desiminasikan dalam
forum ilmiah. Kegiatan penelitian dosen dan mahasiswa juga dilakukan
untuk penelitian kemitraan dosen dan mahasiswa serta program PKM
untuk penelitian yang didanai oleh Litabmas Dikti.
Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen dan
mahasiswa, merupakan tindak lanjut kewajiban dosen untuk menguasai
keahlian praktik sesuai minatnya. Pendampingan yang dilakukan oleh dosen
dimasyarakat, dalam implementasinya dilapangan dibantu oleh para
mahasiswa. Selain itu melalui kegiatan mahasiswa didorong untuk
memperoleh dana hibah PKM di bidang pengabdian pada masyarakat
dengan bimbingan dosen. Pendanaan kegiatan penelitian dan pengabdian
pada masyarakat disediakan oleh program studi, LP2M dan Litabmas
Kemenristek Dikti.

4. Banyak dan mutu kegiatan penelitian dan


pelayanan/pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh
mahasiswa
Sasaran kegiatan penelitian oleh mahasiswa adalah, minimal 1 penelitian oleh
setiap mahasiswa. Hasil penelitian mahasiswa yang memiliki kualitas
sangat baik akan dibimbing lebih lanjut agar dapat dipublikasikan atau
didesiminasikan dalam forum ilmiah. Hal tersebut dilakukan untuk
memberikan motivasi kepada mahasiswa dan untuk meningkatkan kualitas
hasil penelitian mahasiswa.
Sasaran kegiatan pengabdian pada masyarakat oleh mahasiswa adalah 1
kegiatan pengabdian pada masyarakat oleh setiap mahasiswa melalui kegiatan

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 64


pemagangan ataupun praktek lapangan yang dibimbing oleh dosen
pembimbing.

5. Hubungan antara pengajaran, penelitian dan


pelayanan/pengabdian kepada masyarakat
Hasil penelitian dosen dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran sehingga
dapat menginspirasi mahasiswa dalam menentukan topik skripsi. Sebaliknya
hasil diskusi selama pembelajaran dapat memunculkan ide-ide topik
penelitian yang bisa ditindaklanjuti dalam bentuk penelitian dosen, skripsi
mahasiswa atau penelitian payung dosen-mahasiswa. Hasil-hasil penelitian
dapat dimanfaatkan untuk pengabdian kepada masyarakat.

6. Banyak dan Kualitas Kegiatan penelitian dan publikasi dosen


Secara terencana, program studi mendorong kegiatan penelitian dan publikasi
karya ilmiah dalam bentuk pelatihan perolehan dana hibah penelitian,
pengiriman utusan dalam forum-forum ilmiah, penerbitan jurnal ilmiah,
kerjasama penyelenggaraan forum ilmiah
Kegiatan penelitian yang dilakukan oleh dosen prodi Teknik Industri
sebanyak 2 penelitian/dosen/tahun dengan total dana yang diperoleh 52 juta
rupiah baik dari dalam negeri seperti PT sendiri, Litabmas, pemerintah daerah
dan luar negeri.
Dosen Program studi Teknik Industri aktif mempublikasikan karya ilmiahnya
ditunjukkan dengan rata-rata publikasi per dosen per tahun 2. Karya ilmiah
dosen prodi Teknik Industri dipublikasikan dalam forum seminar lokal,
nasional, internasional maupun jurnal nasional dan internasional.
7. Hubungan kerjasama dan kemitraan penelitian dengan
lembaga dalam dan luar negeri
Kerjasama dan kemitraan penelitian sudah dilakukan dengan lembaga dalam
negeri (Kab. Pegunungan Bintang Papua; Kab. Timor Tengah Selatan; Pusat
Kajian Energi dan Teknologi; Kab. Alor NTT; CV. Cihanjuang Inti Teknik;
PT. Medco Downstream Indonesia; Pemerintah Desa Margoagung; Pemda
Gunung Kidul; Kementrian Negara Lingkungan Hidup-PPLH Eco Region;

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 65


Dinas Kehutanan dan Perkebunan Propinsi DIY; Universitas Gadjah Mada;
PT.Bumi Reakto Energitika; Pemerintah Kab.Gorontalo Utara; Pemerintah
Kab.Seram Barat, Prop.Maluku; Pemerintah Kab.Landak Prop.Kal Bar.;
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta; PT.Semesta Eltrindo Pura Surabaya;
Asosiasi Hutan Tanaman Rakyat Mandiri Indonesia; Pemerintah Kabupaten
Bantul; Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta;
Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul; Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
Istimewa Yogyakarta; PT.ANTAM (Perserp) Tbk; Balai Pengelolaan Daerah
Aliran Sungai D.I. Yogyakarta; Regional Centre of Expertise on Education
for Sustinable Development (RCEs on ESD) dan luar negeri (Timor Leste,
Nanyang Technological University, Singapore; Regional Centre of Expertise
on Education for Sustinable Development (RCEs on ESD); Goducate
Limited) berupa penelitian dan pengabdian.

8. Kualitas dan kurun waktu penyelesaian skripsi (termasuk


proses penulisan skripsi dan pembimbingannya)
Tema skripsi yang ditulis mahasiswa sesuai dengan pengambilan konsentrasi
yang dipilih. Mahasiswa mengajukan tema skripsi kepada prodi, dan prodi
mengalokasikan pembimbingnya sesuai kompetensi dosen terhadap tema
yang diajukan.
Penulisan skripsi mengacu pada buku panduan penulisan skripsi/tugas akhir,
sedangkan topik yang dipilih merupakan pengembangan dari penelitian
sebelumnya dan harus memenuhi metodologi karya ilmiah serta etika karya
ilmiah. Disamping itu didalam mata kuliah metodologi penelitian diberikan
tugas untuk menysusun proposal. Penjaminan terhadap kualitas
pembimbingan dilakukan melalui Kartu Bimbingan Skripsi dan Seminar
Proposal.
Dalam penyelesaian tugas akhir, mahasiswa dibimbing oleh dosen secara
terjadwal. Setiap dosen diwajibkan menyediakan waktu 2 kali seminggu
untuk melakukan pembimbingan tugas akhir (skripsi). Waktu yang disediakan
untuk menyelesaikan skripsi dalam struktur kurikulum adalah 1 semester.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 66


9. Publikasi hasil penelitian, karya inovatif, dan rangkuman
skripsi
Hasil penelitian dosen dipublikasikan dalam jurnal ilmiah nasional maupun
internasional atau didesiminasikan pada forum-forum ilmiah seperti Seminar
nasional dan internasional.
Beberapa dosen berhasil membuat produk inovatif berupa modul perkuliahan,
modul praktikum, dan bahan-bahan peraga penunjang perkuliahan.
Rangkuman karya ilmiah dosen secara periodik disusun oleh lembaga
penelitian LP2M.
Karya ilmiah mahasiswa (skripsi) didokumentasikan diperpustakaan oleh
program Studi, ditempatkan di ruang referensi sebagai bahan bacaan
mahasiswa. Karya ilmiah mahasiswa juga ada yang dipublikasikan dalam
jurnal nasional. Selain itu rangkuman skripsi dimasukkan ke dalam software
data base skripsi dan diupload di website perpustakaan.

10. Kerjasama dengan instansi yang relevan


Program studi/Fakultas dan Institut melakukan kerjasama dengan lembaga-
lembaga yang relevan untuk perbaikan kurikulum, pemagangan, penyaluran
lulusan, kegiatan penelitian, pengabdian, pelatihan dan penunjang akademik.

11. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama


Monitoring kerjasama dilakukan oleh program studi/Fakultas dan Bagian
Kerjasama di tingkat Institut. Fokus monitoring diarahkan pada relevansi,
serta optimalisasi kerjasama yang telah dijalin. Pemagangan dievaluasi setiap
dua tahun berdasarkan relevansi stakeholder terhadap mahasiswa magang dan
laporan magang. Penyaluran lulusan pada institusi yang telah menjalin
kerjasama dimonitoring dan evaluasi melalui tracer study. Evaluasi
kurikulum yang dilakukan setiap 4 tahun sekali melibatkan institusi yang
menjalin kerjasama atau sebagai pengguna lulusan untuk memberikan
masukan. Secara keseluruhan, kerjasama yang telah dijalin memiliki relevansi
yang tinggi bagi program studi dan peningkatan kompetensi mahasiswa serta
penyaluran lulusan.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 67


12. Hasil kerjasama yang saling menguntungkan
Keuntungan yang diperoleh bagi program studi dari kerjasama dengan
perusahaan yang relevan adalah:
a. Mahasiswa memperoleh tempat dan fasilitas untuk beradaptasi di dunia
kerja
b. Beberapa mahasiswa berhasil direkrut oleh institusi yang bekerjasama
c. Kuliah umum dari praktisi tempat bekerjasama
d. Diseminasi kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat bagi
mahasiswa dan dosen
e. Masukan kurikulum dari pengguna serta studi banding kurikulum dan
metode pembelajaran antar perguruan tinggi

13. Kepuasan fihak-fihak yang bekerjasama


Beberapa pengguna menunjukkan kesan kepuasan terhadap lulusan program
studi Teknik Industri ITY, hal tersebut terlihat ada perekrutan berkelanjutan
ketika pengguna membutuhkan lulusan Teknik Industri. Meskipun demikian
tetap ada masukan dari pengguna untuk perbaikan kualitas lulusan terutama
dalam penguasaan teknologi informasi dan Bahasa Inggris.

DESKRIPSI SWOT:
Kekuatan Kelemahan
1. Adanya motivasi tinggi dari 1. Aktivitas kegiatan penelitian dan
dosen untuk melakukan pengabdian pada masyarakat
penelitian dan pengabdian ilmiah dosen belum merata
kepada masyarakat (sumberdaya 2. Respon mahasiswa untuk terlibat
yang berkualitas). dalam kegiatan penelitian dan
2. Tersedianya jurnal fakultas dan publikasi karya ilmiah belum
program studi merata
3. Jaringan kerjasama dengan 3. Publikasi dan kerjasama
berbagai institusi baik dalam internasional masih sedikit
maupun luar negeri
Peluang Ancaman

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 68


1. Tawaran dana hibah penelitian 1. Semakin banyaknya kompetitor
dan pengabdian pada masyarakat yang mengakses sumber dana
dari Litabmas besar yang sama
2. Semakin banyaknya kompetitor
2. Tawaran diseminasi dan
dalam menjalin kerjasama
publikasi karya ilmiah dalam
dengan institusi dalam dan luar
forum dan jurnal ilmiah terbuka
negeri
luas.
3. Tawaran kerjasama dari dalam dan
luar negeri cukup banyak

Sumber Informasi:
1. Renstra ITY .
2. Laporan kegiatan Penelitian Dosen
3. Laporan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat Dosen
4. Dokumen Kerjasama ITY .
5. Dokumen Kerjasama Program Studi Teknik Industri ITY

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 69


II. ANALISIS SWOT ANTAR KOMPONEN

1. Analisis Antar Komponen


A. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran

KEKUATAN (STRENGHT) KELEMAHAN (WEAKNESS)


1. Uraian visi, misi, tujuan dan sasaran 1. Pemahaman sivitas akademika terhadap
Faktor Internal Program Studi Teknik Industri ITY visi, misi, tujuan, dan sasaran Program
disusun dengan jelas, realistik, saling Studi Teknik Industri ITY belum merata.
terkait, konsisten, dan relevan dengan 2. Latar belakang sivitas akademika yang
kebutuhan dunia kerja saat ini dan masa berbeda-beda memerlukan upaya untuk
depan. memahamkan dan menyelaraskan visi,
Faktor Eksternal 2. Visi, misi, tujuan dan sasaran program misi, tujuan dan sasaran program studi
studi konsisten dengan visi, misi, dengan baik.
tujuan dan sasaran Fakultas dan Institut
.
PELUANG (OPPORTUNITY) STRATEGI S-O STRATEGI W-O
1. Kebutuhan dunia kerja yang cukup tinggi Memanfaatkan kejelasan visi, misi, tujuan Memanfaatkan berbagai peluang dari
di bidang keahlian teknologi budidaya dan sasaran program studi untuk pemerintah, industri dan mitra bestari untuk
lingkungan yang relevan dengan visi, perencanaan dan pengelolaan program peningkatan kualitas pengeloaan Program
misi, tujuan, dan sasaran Program Studi studi Studi
Teknik Industri.
2. Dukungan pemerintah sangat besar untuk
pengembangan perguruan tinggi
lingkungan berkualitas guna menjawab
permasalahan pangan dan energi.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 70


ANCAMAN (THREATS) STRATEGI S-T STRATEGI W-T
0. Pengaruh lingkungan yang tidak sesuai Melaksanakan sosialiasi visi, misi, tujuan Melakukan berbagai kegiatan positif untuk
dengan visi, misi, tujuan dan sasaran dan sasaran program studi secara mengurangi pengaruh negatif yang
program studi, dapat mereduksi dan terencana, terprogram dan terus menerus mengurangi komitmen dan loyalitas sivitas
melemahkan pemahaman dan keyakinan dengan berbagai cara dan kesempatan akademika
terhadap visi, misi, tujuan, dan sasaran untuk meningkatkan komitmen dan kinerja
program studi. lembaga

B. Tatapamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan dan Penjaminan Mutu

KEKUATAN (STRENGHT) KELEMAHAN (WEAKNESS)


1. Struktur organisasi yang jelas, 1. Pemahaman terhadap sistem penjaminan
Faktor Internal lengkap dan mengakomodasi mutu secara umum belum merata.
perkembangan program studi. 2. Sistem Penjaminan Mutu masih dalam
1. Deskripsi tugas, dan fungsi organisasi proses untuk kemapanan struktur dan
yang jelas, lengkap, sesuai dan kelengkapan dokumen standar mutu.
relevan dapat mempermudah 3. Masih kurangnya SDM yang pakar siklus
pelaksanaan kegiatan Program Studi penjaminan mutu proses belajar
Faktor Eksternal Teknik Industri secara efektif dan mengajar.
efisien.
2. Benchmarking sistem penjaminan
mutu internal yang sesuai dengan
sistem penjaminan mutu eksternal
PDDIKTI dan BAN-PT.
3. Sistem penjaminan mutu yang
terstruktur dan terencana dengan baik

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 71


memudahkan untuk melakukan
evaluasi, perbaikan dan tindak lanjut
kegiatan Program Studi ke depan
4. Kerjasama dan kemitraan dengan
Instansi/Perkebunan/Perindustrian,
Industri, pengguna dan alumni
mendukung peningkatan kualitas
pembelajaran
PELUANG (OPPORTUNITY STRATEGI S-O STRATEGI W-O
1. Pengembangan program kerja-sama 1. Peningkatan kualitas SDM dan instrumen
1. Lingkungan industri, perguruan tinggi dan dengan instansi dan industri. penjaminan mutu akademik dan
pengguna sangat terbuka untuk bekerjasama 2. Evaluasi dan perbaikan Kurikulum kerjasama dengan institusi/industri.
dalam peningkatan KBM dan penyaluran Berbasis Kompetensi (KBK) dengan
lulusan melibatkan instansi pengguna lulusan

ANCAMAN (THREATS) STRATEGI S-T STRATEGI W-T


1. Tuntutan standar kualitas kebutuhan lulusan 1. Pengembangan dan perbaikan 1. Penerapan reward and punishment
di dunia kerja yang semakin tinggi. program magang dan kuliah lapangan pelaksanaan tri dharma dosen dan
2. Perubahan yang cepat di lingkungan industri di instansi/industri. keterlibatannya dalam siklus penjaminan
dan regulasi pemerintah. 2. Peningkatan pola tanggungjawab mutu akademik dan kerjasama.
3. Berbagai aktivitas di luar perguruan tinggi pelaksanaan tri dharma dan kontrol
yang banyak melibatkan para akademisi pelaksanaan kewajiban beban kerja
dapat mempengaruhi implementasi sistem dosen (BKD).
penjaminan mutu di perguruan tinggi.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 72


C. Matrik SWOT Mahasiswa dan Lulusan

KEKUATAN (STRENGTH) KELEMAHAN (WEAKNESS)


1. Image Institut Muham-madiyah 1. Image bidang lingkungan kurang
Faktor Internal Yogyakarta sebagai perguruan tinggi menjanjikan sehingga, sedikit angkatan
besar yang mempermudah proses muda (siswa SMA) tertarik bekerja di
pembangunan image positif di tengah sektor lingkungan
masyarakat 2. Tingkat partisipasi mahasiswa dalam
2. Mekanisme pengelolaan maha-siswa setiap kegiatan akademik maupun non
baru (bridging dan pengembangan diri) akademik belum merata
dapat mem-pertahankan tingkat
loyalitas mahasiswa baru
3. Pengelolaan pelayanan maha-siswa
yang baik dan rancangan kompetensi
lulusan yang sesuai dengan kebutuhan
Faktor Eksternal dunia kerja
4. Kerjasaama dengan perusahann
/industri lingkungan berkaitan dengan
kegiatan akademik dan penyaluran
lulusan
PELUANG (OPPORTUNITY) STRATEGI S-O STRATEGI W-O
1. Jumlah kebutuhan dunia kerja dari sektor 1. Peningkatan kualitas pembelajaran guna 1. Peningkatan promosi bidang lingkungan
swasta (perusahaan/ industri) di bidang menjaga kepercayaan mahasiswa dan dengan melibatkan perusahaan / industri
lingkungan sangat banyak stakeholder lain. lingkungan.
2. Perkembangan sektor lingkungan dan 2. Peningkatan sarana dan prasarana 2. Pengembangan program kegiatan luar
rekrutmen pegawai secara rutin dari pembelajaran kelas baik yang bersifat akademik (kuliah
pemerintah (PNS) menambah peluang lapangan) di beberapa

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 73


kerja bagi lulusan perusahaan/industri lingkungan dan
kegiatan non akademik (AMT dan
outbond/fieldtrip).
ANCAMAN (THREATS) STRATEGI S-T STRATEGI W-T
1. Persaingan promosi dan rekrutmen antar 1. Peningkatan kualitas dan variasi strategi Peningkatan program-program promosi
perguruan tinggi negeri maupun swasta promosi bagi siswa SMU se derajad. dalam bentuk lomba dan seminar / workshop
semakin ketat 2. Pengembangan kemitaraan dengan / pelatihan guna meningkatkan keikut-
2. Kemampuan ekonomi orang tua perusahaan atau instansi lain guna sertaan siswa SMU se derajad dalam event-
mahasiswa bervariasi, sebagian memanfaatkan program CSR bagi event yang diselenggarakan Program Studi
mengalami kesulitan ekonomi sehingga penyediaan beasiswa prestasi. Teknik Industri ITY
kurang konsentrasi dalam studi, bahkan Inisiasi program kuliah-magang di
ada yang terpaksa harus cuti dan beberapa perusahaan/industri mitra ITY .
berhenti kuliah

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 74


D. Matrik SWOT Sumberdaya Manusia

KEKUATAN (STRENGHT) KELEMAHAN (WEAKNESS)


1. Dosen dan tenaga kependidikan 1. Jumlah Doktor yang masih relatif sedikit
Faktor Internal berusia produktif (1 orang)
2. 100% dosen berpendidikan S2 2. Belum ada dosen yang berpangkat Guru
dan/atau S3 Besar
3. Bidang keahlian dosen sesuai 3. Kurangnya publikasi di jurnal
dengan kebutuhan program studi internasional
Faktor Eksternal 4. 68,75% dosen sudah tersertifikasi 4. Masih banyak tenaga kependidikan yang
sebagai tenaga pendidik belum tersertifikasi sesuai kompetensi
PELUANG (OPPORTUNITY) STRATEGI S-O STRATEGI W-O
1. Semakin banyaknya seminar internasional yang 1. Pelatihan bagi dosen dalam 1. Pengiriman studi lanjut S3
memberikan kesempatan kepada dosen sebagai perolehan hibah kompetisi untuk 2. Melaksanakan pelatihan publikasi
pembicara peningkatan sumberdaya manusia. Internasional dan penerbitan jurnal
2. Semakin banyaknya tawaran beasiswa untuk S-2 2. Melakukan pelatihan dan penajaman Pelatihan dan pemagangan bagi tenaga
dan S-3 baik dalam maupun luar negeri kompetensi dosen dalam hal teori kependidikan sesuai dengan keahlian dan
3. Semakin banyaknya tawaran pendanaan maupun praktik sesuai perkembangan teknologi informasi
penelitian baik dari dalam maupun luar negeri perkembangan terbaru
4. Semakin terbukanya kerjasama antar institusi
baik dalam maupun luar negeri
ANCAMAN (THREATS) STRATEGI S-T STRATEGI W-T
1. Semakin ketatnya peraturan pemerintah tentang 1. Dilakukan upaya pelatihan untuk 1. Memperhatikan peningkatan
peningkatan karier akademik dosen perolehan dana hibah penelitian, kesejahteraan disamping penegakan
2. Semakin tingginya tuntutan stakeholder terhadap buku ajar dan pengabdian pada aturan disiplin bagi dosen dan tenaga
hasil penelitian dosen yang berkontribusi masyarakat dari Litabmas penunjang
menyelesaikan permasalahan bangsa. 2. Mengoptimalkan semua sumber
daya manusia sebagai aset institusi

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 75


E. Matrik SWOT Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik

KEKUATAN (STRENGTH) KELEMAHAN (WEAKNESS)


1. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 1. Perumusan instrumen evaluasi dan audit
Faktor Internal sesuai dengan visi, misi, tujuan dan sasaran mutu pelaksanaan KBK yang belum
program studi yang telah diterapkan sejak selesai
tahun 2009
2. Kompetensi lulusan relevan dengan
kebutuhan stakeholders
3. KBK dilengkapi dengan keahlian bidang lain
yang dibutuhkan dalam berkarir di dunia
kerja
2. Sarana teknologi informasi dalam
perkuliahan sangat memadai untuk
Faktor Eksternal mendukung efisiensi dan efektivitas
perkuliahan
3. Kerjasama dengan perusahaan berjalan
dengan baik
PELUANG (OPPORTUNITY) STRATEGI S-O STRATEGI W-O
1. Peluang kerja di bidang lingkungan 1. Peningkatan kompetensi lulusan Penyempurnaan instrumen evaluasi dan
yang berkesesuaian dengan rumusan 2. Pengembangan kerjasama dalam proses audit mutu pelaksanaan KBK dengan
kompetensi lulusan pembelajaran melibatkan pengguna lulusan
2. Peluang kerjasama dengan berbagai
perusahaan / industri lingkungan
masih cukup banyak
ANCAMAN (THREAT) STRATEGI S-T STRATEGI W-T
1. Lingkungan dan tuntutan dunia kerja 1. Pelaksanaan evaluasi dan penyempurnaan Pelaksanaan inisiasi instrumen evaluasi
terus berubah kompetensi lulusan sesuai dengan perubahan dan audit mutu internasional (minimal
2. Persaingan dunia kerja akibat yang terjadi di dunia kerja dalam lingkup ASEAN)

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 76


pemberlakuan AEC 2015 2. Peningkatan kemampuan hardskills,
softskills dan komunikasi dalam Bahasa
Inggris

F. Matrik SWOT Pembiayaan, Sarana dan Prasarana

KEKUATAN (STRENGTH) KELEMAHAN (WEAKNESS)


1. Dukungan institusi terhadap penerapan 1. Rasio komputer dengan jumlah
Faktor Internal sistem informasi, baik dalam sistem mahasiswa belum memadai
pembelajaran dan manajemen di 2. Kapasitas dan kecepatan akses internet
program studi. semakin kurang mencukupi lagi, karena
2. Jumlah sarana dan prasarana frekuensi penggunaan semakin
mencukupi dan sesuai dengan meningkat.
kebutuhan. 3. Masih terbatasnya SDM yang memiliki
3. Perolehan dana hibah mendorong perawatan sarana pembelajaran di tingkat
Faktor Eksternal peningkatan kualitas dan kuantitas fakultas dan program studi.
penyediaan sistem informasi, KBK,
dan sarana Laboratorium serta
peningkatan kualitas akademik.
PELUANG (OPPORTUNITY) STRATEGI S-O STRATEGI W-O
1. Teknologi informasi telah meningkatkan 1. Membangun budaya teknologi sebagai 1. Upaya perolehan dana hibah sesuai
akses stakeholder terhadap program studi. aktivitas keseharian sivitas akademika kebutuhan
2. Banyaknya penawaran hibah yang dapat 2. Pemanfaatan teknologi informasi
diakses baik dari dalam maupun luar untuk mendukung kegiatan akademik
negeri. maupun non akademik

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 77


3. Peningkatan perolehan dana hibah
untuk pengembangan fasilitas
akademik dan non akademik

ANCAMAN (THREATS) STRATEGI S-T STRATEGI W-T


1. Biaya pengadaan dan pemeliharaan sarana 1. Mengoptimalkan penggunaan sarana 1. Pelatihan SDM agar tidak tertinggal
penunjang teknologi informasi (komputer dan prasarana secara efisien kemajuan teknologi informasi dan dapat
dan server) relatif mahal. 2. Menjaga kesinambungan dan menjaga keamanan data dari kerusakan
keberlanjutan pengadaan, dan serangan hacker
pengelolaan dan pemeliharaan sarana 2. Meng-upgrade sarana dan prasarana
prasarana sesuai perkembangan dan kebutuhan

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 78


G. Matrik SWOT Penelitian, Pelayanan/Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama
KEKUATAN (STRENGTH) KELEMAHAN (WEAKNESS)
1. Memiliki lembaga penelitian yang sudah 1. Aktivitas kegiatan penelitian dan
berpengalaman dan relasi yang baik dengan pengabdian pada masyarakat ilmiah
pengelola hibah DP2M dosen belum merata
Faktor Internal 2. Fasilitas laboratorium dan SDM yang dimiliki 2. Respon mahasiswa untuk terlibat dalam
Program studi Teknik Industri ITY, sangat kegiatan penelitian dan publikasi karya
memadai menjadi daya tarik untuk tawaran ilmiah belum merata
kerjasama dengan dunia kerja 3. Publikasi dan kerjasama internasional
3. Sumberdaya dosen yang fokus untuk expert masih sedikit
pada keahlian yang diminati memudahkan
dalam pengembangan kegiatan penelitian dan
pengabdian pada masyarakat
Faktor Eksternal Sumberdaya dosen yang mahir dalam teori
dan praktik memudahkan dosen dan
pendampingan pada mahasiswa dalam
kegiatan pengabdian pada masyarakat
PELUANG (OPPORTUNITY) STRATEGI S-O STRATEGI W-O
1. Peluang perolehan dana hibah 1. Pemanfaatan jaringan Program Studi Teknik Peningkatan sosialisasi, workshop dan
penelitian & pengabdian pada Industri Perguruan tinggi Muhammadiyah pelatihan pembuatan proposal penelitian dan
masyarakat dari DP2M sangat dalam kegiatan diseminasi dan Publikasi kegiatan pengabdian pada masyarakat bagi
besar karya ilmiah dosen dan mahasiswa untuk memperoleh
2. Aktivitas diseminasi & publikasi 2. Peningkatan kerjasama dengan calon hibah dari Litabmas dan pihak lain
karya ilmiah dalam forum dan pengguna untuk kegiatan magang,
jurnal ilmiah terbuka luas pengabdian pada masyarakat dan penyaluran
3. Peluang kerjasama dengan program lulusan
Studi Teknik Industri Perguruan
Tinggi Muhammadiyah se-
Indonesia untuk kegiatan

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 79


disemisasi dan publikasi karya
ilmiah dosen dan mahasiswa
4. Jumlah perusahaan yang menerima
bekerjasama untuk kegiatan
magang dan pengabdian pada
masyarakat jumlahnya

ANCAMAN (THREAT) STRATEGI S-T STRATEGI W-T


Penawaran aktifitas lain dari luar ITY Pen-sinergi-an aktifitas dosen diluar PT sehingga Peningkatan keterlibatan dosen dan
yang menarik bagi dosen, mengurangi menjadi bagian aktifitas akademik dosen dan mahasiswa dalam pelaksanaan Tri Dharma
waktu dosen untuk kegiatan penelitian mahasiswa baik di dalam maupun di luar kampus
dan pengabdian pada masyarakat disertai dengan penegakan peratuan
kepegawaian

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 80


2. Strategi dan Pengembangan
A. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran
1) Memanfaatkan kejelasan visi, misi, tujuan dan sasaran program studi
untuk perencanaan dan pengelolaan program studi
2) Melaksanakan sosialiasi visi, misi, tujuan dan sasaran program studi secara
terencana, terprogram dan terus menerus dengan berbagai cara dan
kesempatan untuk meningkatkan komitmen dan kinerja lembaga
3) Memanfaatkan berbagai peluang dari pemerintah, industri dan mitra
bestari untuk peningkatan kualitas pengeloaan Program Studi
4) Melakukan berbagai kegiatan positif untuk mengurangi pengaruh negatif
yang mengurangi komitmen dan loyalitas sivitas akademika
B. Tatapamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan dan Penjaminan Mutu
1) Pengembangan program kerja-sama dengan instansi dan industrI
2) Evaluasi dan perbaikan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dengan
melibatkan instansi pengguna lulusan
3) Pengembangan dan perbaikan program magang dan kuliah lapangan di
instansi/industri
4) Peningkatan pola tanggungjawab pelaksanaan tri dharma dan kontrol
pelaksanaan kewajiban beban kerja dosen (BKD)
5) Peningkatan kualitas SDM dan instrumen penjaminan mutu akademik dan
kerjasama dengan institusi/industri
6) Penerapan reward and punishment pelaksanaan tri dharma dosen dan
keterlibatannya dalam siklus penjaminan mutu akademik dan kerjasama
C. Mahasiswa dan Lulusan
1) Peningkatan kualitas pembelajaran guna menjaga kepercayaan mahasiswa
dan stakeholder lain
2) Peningkatan sarana dan prasarana pembelajaran
3) Peningkatan kualitas dan variasi strategi promosi bagi siswa SMU se
derajad
4) Pengembangan kemitaraan dengan perusahaan atau instansi lain guna
memanfaatkan program CSR bagi penyediaan beasiswa prestasi
5) Inisiasi program kuliah-magang di beberapa perusahaan/industri mitra ITY

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 81


6) Peningkatan promosi bidang lingkungan dengan melibatkan perusahaan /
industri
7) Pengembangan program kegiatan luar kelas baik yang bersifat akademik
(kuliah lapangan) di beberapa perusahaan/industri lingkungan dan kegiatan
non akademik (AMT dan outbond/fieldtrip)
8) Peningkatan program-program pro-mosi dalam bentuk lomba dan
seminar/workshop/pelatihan guna meningkatkan keikut-sertaan siswa
SMU se derajad dalam event-event yang diselenggarakan Fak. Teknik
Industri ITY
D. Sumberdaya Manusia
1) Pelatihan bagi dosen dalam perolehan hibah kompetisi untuk peningkatan
sumberdaya manusia
2) Melakukan pelatihan dan penajaman kompetensi dosen dalam hal teori
maupun praktik sesuai perkembangan terbaru
3) Dilakukan upaya pelatihan untuk perolehan dana hibah penelitian, buku
ajar dan pengabdian pada masyarakat dari Litabmas
4) Mengoptimalkan semua sumber daya manusia sebagai aset institusi
5) Pengiriman studi lanjut S3
6) Melaksanakan pelatihan publikasi Internasional dan penerbitan jurnal
7) Pelatihan dan pemagangan bagi tenaga kependidikan sesuai dengan
keahlian dan perkembangan teknologi informasi
8) Memperhatikan peningkatan kesejahteraan disamping penegakan aturan
disiplin bagi dosen dan tenaga penunjang
E. Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik
1) Peningkatan kompetensi lulusan
2) Pengembangan kerjasama dalam proses pembelajaran
3) Pelaksanaan evaluasi dan penyempurnaan kompetensi lulusan sesuai
dengan perubahan yang terjadi di dunia kerja
4) Peningkatan kemampuan hardskills, softskills dan komunikasi dalam
Bahasa Inggris
5) Penyempurnaan instrumen evaluasi dan audit mutu pelaksanaan KBK
dengan melibatkan pengguna lulusan

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 82


6) Pelaksanaan inisiasi instrumen evaluasi dan audit mutu internasional
(minimal dalam lingkup ASEAN)
F. Pembiayaan, Sarana dan Prasarana
1) Membangun budaya teknologi sebagai aktivitas keseharian sivitas
akademika
2) Pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung kegiatan akademik
maupun non akademik
3) Peningkatan perolehan dana hibah untuk pengembangan fasilitas akademik
dan non akademik
4) Mengoptimalkan penggunaan sarana dan prasarana secara efisien
5) Menjaga kesinambungan dan keberlanjutan pengadaan, pengelolaan dan
pemeliharaan sarana prasarana
6) Upaya perolehan dana hibah sesuai kebutuhan
7) Pelatihan SDM agar tidak tertinggal kemajuan teknologi informasi dan
dapat menjaga keamanan data dari kerusakan dan serangan hacker
8) Meng-upgrade sarana dan prasarana sesuai perkembangan dan kebutuhan
G. Penelitian, Pelayanan/Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama
1) Pemanfaatan jaringan Program Studi Teknik Industri Perguruan tinggi ITY
dalam kegiatan diseminasi dan Publikasi karya ilmiah
2) Peningkatan kerjasama dengan calon pengguna untuk kegiatan magang,
pengabdian pada masyarakat dan penyaluran lulusan
3) Pen-sinergi-an aktivitas dosen diluar PT sehingga menjadi bagian aktivitas
akademik dosen dan mahasiswa
4) Peningkatan sosialisasi, workshop dan pelatihan pembuatan proposal
penelitian dan kegiatan pengabdian pada masyarakat bagi dosen dan
mahasiswa untuk memperoleh hibah dari Litabmas dan pihak lain
5) Peningkatan keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam pelaksanaan Tri
Dharma baik di dalam maupun di luar kampus disertai dengan penegakan
peratuan kepegawaian

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 83


REFERENSI
BAN-PT. 2011, Pedoman Evaluasi-diri Program Studi. Jakarta: BAN-PT.

Tadjudin, M.K. 2002. Asesmen Institusi untuk Penentuan Kelayakan Perolehan


Status Lembaga yang Mengakreditasi Diri bagi Perguruan Tinggi: Dari
Akreditasi Program Studi ke Audit Lembaga Perguruan Tinggi. Jakarta:
BAN-PT.

BAN-PT. 2000. Guidelines for External Accreditation of Higher Education.


Jakarta: BAN-PT.

BAN-PT. 2000. Guidelines for Internal Quality Assessment of Higher Education.


Jakarta: BAN-PT.

Statuta ITY

Renstra ITY

Dokumen Sistem Tata Kelola ITY

DAFTAR PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN


R.I., Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional.

R.I., Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional


Pendidikan.

R.I., Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2005 tentang Badan Akreditasi


Nasional.

R.I., Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 sebagaimana telah diubah


dengan PP Nomor 66 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Perguruan
Tinggi.

Laporan Evaluasi Diri Program Studi Teknik Industri ITY Halaman 84