Anda di halaman 1dari 14

Apikasi Senyawa Anorganik Hidroksi Apatit

MAKALAH

Oleh:
LUSI PUSPITASARI (BP: 1620412012)
SUCI AULIA RAHMI ELSYA (BP: 1620412011)

Jurusan Kimia
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Andalas
Padang
2016
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Nanomaterials hidroksiapatit sebagai kelas penting dari nanomaterials,
telah banyak diaplikasikan di bidang biomedis, karena memiliki biokompatibilitas
dan potensi biodegradasi yang baik (Heng et all, 2016). Hidroksiapatit adalah
komponen mineral utama dari tulang manusia yaitu kalsium ortofosfat yang
memiliki gugus hidroksil dalam strukturnya. Sifat kimia dari hidroksiapatit sangat
menguntungkan (K, Senthilarasam dan P, Sakthivel, 2015).
Sifat kimia dari hidroksiapatit selain biokompatibilitas dan potensi
biodegradasi yang baik, juga osteokonduktif, tidak beracun, bioaktif serta
memiliki kemampuan untuk membentuk ikatan kimia dengan jaringan hidup
(Andrei Tiberiu et all, 2016). Sifatnya ini menjadikan hidroksiapatit dapat
digunakan dalam berbagai bidang (K, Senthilarasam dan P, Sakthivel, 2015).
Aplikasi hidroksiapatit dalam bidang biomedis sudah dilaporkan oleh
Pangon et all (2016) bahwa bionanokomposit hydroxyapatite-hybridized
chitosan/chitin whisker dapat diaplikasikan dalam rekayasa jaringan tulang. Zhong
et all (2016) juga melaporkan komposit CaCO3/hidroksiapatit berpotensi sebagai
biomaterial dalam rekayasa jaringan tulang. Senthilarasam dan Sakthivel (2015)
melaporkan biopolimer nano hidroksiapatit dengan pektin diaplikasikan dalam
bidang biomaterial. Ghosh et all (2016) melaporkan komposit hidroksiapatit/
lantanum fosfat untuk aplikasi dalam biomedis. Tiberiu (2016) melaporkan
material komposit berbahan dasar asam polimetaklirat dan hidroksiapatit untuk
aplikasi kedokteran gigi.
Selain dalam bidang biomedis hidroksiapatit juga dapat diaplikasikan
dalam degradasi fotokatalitik dari zat warna metil oren di bawah iradiasi UV ( Liu
et all, 2016 ). Heng et all (2016) melaporkan luminescen hydroxyapatite nanorods
dapat diaplikasikan dalam sistem penghantaran obat.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam makalah ini akan dibahas
mengenai aplikasi hidroksi apatit dalam berbagai bidang.
1.2. Rumusan Masalah
1. Apa saja aplikasi dari hidroksiapatit dalam berbagai bidang ?
2. Bagaimana metode sintesis hidroksiapatit dalam berbagai bidang aplikasi
tersebut ?
3. Bagaimana karakterisasi hidroksiapatit berbagai bidang aplikasi tersebut ?

1.3. Tujuan
1. Mengetahui aplikasi dari hidroksiapatit dalam berbagai bidang.
2. Mengetahui metode sintesis hidroksiapatit dalam berbagai bidang aplikasi.
3. Mengetahui karakterisasi hidroksiapatit dalam berbagai bidang aplikasi.

1.4. Manfaat
Manfaat penulisan makalah ini adalah untuk memberikan informasi kepada
pembaca mengenai aplikasi, metode sintesis, dan karakterisasi hidroksiapatit
dalam berbagai bidang.
BAB II

TUNJAUAN PUSTAKA

2.1. Hidroksiapatit
Hidroksiapatit merupakan komponen mineral utama dari jaringan tulang,
berupa senyawa polar non-toksik sehingga tidak berbahaya bagi kehidupan
organisme. HA adalah bentuk kristal kalsium fosfat dengan simetri kristal
berbentuk monoklin atau heksagonal. Rumus stoikiometri HA adalah
Ca5(PO4)3(OH). Komposisi kimia HA dapat bervariasi secara luas oleh substitusi
parsial oleh ion lain dari kalsium, fosfat, atau hidroksil pada posisinya di kisi
kristal (Petrov, 2016). Hidroksiapatit telah secara luas dipelajari dalam bidang
aplikasi medis seperti digunakan untuk mencangkok tulang, memperbaiki,
mengisi atau penggantian tulang serta dalam pemulihan jaringan gigi.
Hidroksiapatit digunakan di dalam dunia medis karena memiliki sifat yang dapat
beradaptasi dengan baik pada jaringan keras dalam tulang, dapat membangun
kembali jaringan tulang yang sudah rusak dan juga di dalam jaringan lunak
meskipun memiliki laju degradasi yang rendah, sifat osteokonduktifitas yang
tinggi, bersifat tidak beracun, noninflamasi dan imunogenik (Andrei Tiberiu et
all, 2016).

2.1.1. Sifat sifat Hidroksiapatit

2.1.1.1.Struktur Kristal
Struktur kristal senyawa hidroksiapatit dapat dibedakan menjadi dua jenis
yaitu monoklin dan heksagonal. Umumnya kristal hidroksiapatit yang dibuat
dengan cara sintesis memiliki struktur kristal heksagonal. Struktur kristal ini
tersusun atas gugus PO4 tetrahedral yang diikat oleh ion ion Ca. Ion ion Ca
berada pada dua posisi berbeda yakni posisi kolom sejajar (Ca1) dan posisi
segitiga sama sisi (Ca2) yang berada pada pusat sumbu putar. Susunan OH
membentuk kolom dan berada pada sumbu putar, juga membentuk susunan
demikian dengan OH yang terdekat. Struktur kristal heksagonal hidroksiapatit
ditunjukkan pada gambar :

Gambar. Struktur Kristal Heksagonal Hidroksiapatit


Struktur kristal monoklin hidroksiapatit akan terbentuk apabila dalam
keadaan stoikiometrik. Struktur kristal monoklin merupakan struktur yang
paling teratur dan stabil secara termodinamika walaupun jika ditempatkan dalam
suhu ruangan. Struktur kristal monoklin hidroksiapatit ditunjukkan pada
gambar :

Gambar. Struktur Kristal Monoklin Hidroksiapatit

Struktur kristal monoklin hidroksiapatit terbentuk disebabkan karena


susunan OH- membentuk urutan OH-OH-OH-OH- yang menyebabkan
parameter kisi b menjadi 2 kali a. Namun struktur heksagonal juga dapat
terbentuk pada kondisi stoikiometrik apabila susunan OH- tidak teratur.
2.1.1.2. Sifat Fisika

Sifat fisika hidroksiapatit yang melalui proses dekomposisi termal


memiliki kristalinitas yang baik, sedangkan hidroksiapatit melalui proses alkalin
hidrotermal dan proses air subkritis menghasilkan hidroksiapatit berbentuk nano
partikel. Adanya perbedaan sifat fisika dari hidroksiapatit disebabkan karena
adanya perbedaan variasi struktural, yaitu pengaruh porositas mikro yang tersisa,
ukuran butir serta adanya pengotor. Selain itu, sifat fisika dari beberapa
hidroksiapatit dipengaruhi oleh proses pembuatan dan distribusi kekuatannya.

2.1.1.3 Sifat Kimia

Senyawa hidroksiapatit memiliki sifat kimia biokompatibel, bioaktif,


osteokonduktif yang tinggi dan atau osteoinduktif yang tidak beracun, tidak
menyebabkan peradangan, sehingga banyak digunakan di dunia medis.
Biokompatibel adalah sifat dimana material tidak menyebabkan reaksi
penolakan dari sistem kekebalan tubuh. Bioaktif adalah sifat material akan
sedikit larut tetapi membantu pembentukan lapisan permukaan apatit biologis
sebelum langsung berantarmuka dengan jaringan pada skala atomik yang
mengakibatkan ikatan kimia langsung ke tulang. Bioresorabel adalah sifat
material akan larut sepanjang waktu tanpa memperhatikan mekanisme yang
menyebabkan perpindahan material dan mengijinkan jaringan yang baru
tumbuh pada sembarang permukaan tidak beraturan namun tidak harus
berantarmuka langsung dengan permukaan material.
Hidroksiapatit larut di dalam larutan asam sementara tidak larut di dalam
larutan basa dan sedikit larut didalam air destilasi. Sifat kelarutan tersebut
berhubungan dengan sifat biokompatibel hidroksiapatit dengan jaringan dan
reaksi reaksi kimia dengan senyawa lainnya. Akan tetapi laju kelarutan juga
dipengaruhi oleh perbedaan bentuk, porositas, ukuran kristal, kristalinitas, dan
ukuran kristalit.
2.2. Aplikasi Hidroksiapatit dalam Berbagai Bidang
2.2.1. Sintesis dan karakterisasi nano hidroksiapatit dalam bidang biomedis
2.2.1.1. Sintesis dan karakterisasi nano hidroksiapatit dengan pektin citrus
(biopolimer) untuk aplikasi biomedis.
Hidroksiapatit adalah komponen mineral utama dari tulang manusia.
Pektin adalah polisakarida anionik biokompatibel yang merupakan 30% dari sel
tumbuhan. Hampir seluruhnya terdiri dari tiga domain polysaccharidic:
homonogalacturonan (HGA), rhamnogalacturonan-I (RG-I), dan
rhamnogalacturonan-I (RG-II). HGA adalah komponen utama polisakarida pectic
dan mengandung ikatan -(1 4)-D asam galacturonic (1,4--D-Gal A) yang
sebagian metil diesterifikasi dan kadang-kadang sebagian acetyl diesterifikasi.
Pektin kaya akan gugus karboksil dan hidroksil yang dapat mempromosikan
pengikatan Ca+ dari larutan ke ion karboksilat .Pektin merupakan senyawa yang
menarik dalam bidang farmasi, misanyal sebagai pembawa berbagai obat untuk
aplikasi pelepasan terkontrol. Pektin baru-baru ini dimanfaatkan untuk berbagai
aplikasi biomedis, termasuk pengiriman gen, penyembuhan luka dan rekayasa
jaringan dan juga digunakan sebagai emulsi stabilizer.
A. Metode
Metode kimia basah untuk sinntesis nano hidroksiapatit dari pektin citrus (K,
Senthilarasam dan P, Sakthivel, 2015).
B. Karakterisasi
1. Studi difraksi X-Ray dari sampel bubuk dilakukan untuk identifikasi fase
menggunakan X-ray difraktometer Rigaku dengan monokromatik radiasi Cu-
K ( = 1.5405).
2. FTIR untuk mengidentifikasi kelompok fungsional. Spektra direkam pada
Perkin Elmer Spectrometer, dengan range 400 cm-1- 4000cm-1.
3. TEM untuk morfologi serbuk . Percobaan dilakukan pada mikroskop
elektron Tecnai T20 dengan tegangan percepatan 200kV
4. TG-DTA untuk stabilitas termal. TG-DTA dari nanoHAp / PC powder
dilakukan from30 C 800 C di atmosfer udara menggunakan Perkin Elmer
analyzer pada tingkat pemanasan 25C/menit.
2.2.1.2.Sintesis Hijau Facile dari Doped Perak Fluor-Hidroksiapatit
Nanokomposit/-Cyclodextrin di Media Cair Ionik Ganda Akting
Mengandung Fluor untuk Aplikasi Pengganti Tulang
Jaringan keras dari tubuh manusia terdiri dari fase organik dan anorganik
seperti biopolimer dan kalsium fosfat terutama nano-hidroksiapatit (69%), bisa
jadi alam atau sintetik telah diberikan biokompatibilitas yang sangat baik dengan
tulang, gigi, kulit dan otot. Komposit polimer biokompatibilitas dari hidroksiapatit
dan siklodekstrin (CD) yang bermanfaat bagi masyarakat manusia dalam bidang
klinis. Gugus hidroksil dari HAp mungkin sebagian digantikan oleh F-ion untuk
menghasilkan fluor-hidroksiapatit (FHAp), telah stabilitas termal yang lebih tinggi
dan kelarutan asam dari HAp. Oleh karena itu, FHAp dapat disusun dikendalikan
perilaku struktural mirip dengan apatit biologis. Aktivitas antibakteri nano-Ag
telah dikenal untuk waktu yang lama dan layar yang berbagai aplikasi biomedis,
seperti berpakaian luka, kateter, pelapis implan dan semen tulang (S.
Jegathesswaran et all, 2016).
A. Metode
Sintesis perak didoping fluor- hidroksiapatit / -siklodekstrin komposit dengan
bantuan [BMIM] BF4) cairan ionik berbasis fluor
B. Karakterisasi
1. Sifat kristal dari sampel dianalisis dengan X difraksi (XRD; JEOL BEI 8030)
scan pada 40 kV dan 30 mA dengan radiasi Cu-K (1.54) dalam interval 10
2 90 pada 2 / menit
2. Modifikasi kelompok fungsional diselidiki oleh Fourier transform infrared (FT-
IR) analisis (Perkin Elmer, USA).
3. Perubahan morfologi dan komposisi kimia dari disintesis FHAp / -CD / Ag
dari LR dan HR bantuan IL diselidiki oleh mikroskop lapangan emisi elektron
scanning (FE-SEM; SU-70, Hitachi) dengan spektroskopi dispersi energi (EDS).
4. Morfologi halus dari nanokomposit diselidiki oleh resolusi tinggi mikroskop
elektron transmisi (HR-TEM, Jem 2011, JEOL polisi.) Dengan 4k CCD kamera
4k (Ultra Pindai 400SP gatan polisi.
5. Kekuatan mikroskop atom (AFM; Nanoscope IV multimode instrumen digital,
Mikro pertandingan.
6. Perilaku termal nanocomposites dievaluasi oleh analyzer termogravimetri (TA,
USA) dalam suasana nitrogen pada laju pemanasan 10 C / menit.
2.2.1.3. Sifat Mekanik dan Perilaku Korosi Metalurgi Serbuk Komposit Besi-
Hidroksiapatit untuk Aplikasi Implan Biodegradable
Pentingnya dan kegunaan mengembangkan paduan biodegradable logam
dari besi (Fe) dan magnesium (Mg) untuk perbaikan jaringan keras dan
rekonstruksi tulang dalam ortopedi telah disorot secara luas di masyarakat
biomaterial selama masa sepuluh tahun terakhir. HA juga telah ditambahkan ke Fe
dan Mg logam untuk meningkatkan bioaktivitas matriks ini untuk aplikasi implan
biodegradable. Studi ini menunjukkan bagaimana ukuran partikel relatif antara Fe
dan HA menentukan sifat mekanik dan korosi komposit fe- HA, sehingga
membantu dalam meningkatkan desain implan resorbable masa depan (Mahdi
Dehestani et all, 2016).
A. Metode
Fe-HA komposit yang dibuat melalui metode metalurgi serbuk .
B. Karakterisasi
1. Sebuah lapangan emisi scanning electron microscope (FE-SEM, Philips XL 40)
dilengkapi dengan spektrometer energi dispersif X-ray (EDS, EDAX, USA)
digunakan untuk menyelidiki morfologi dari partikel-partikel bubuk, komposisi
unsur dari sampel, dan SEM spesimen tarik retak.
2. X-ray difraksi (XRD, Bruker D8) menggunakan CuK (40 kV, 40 mA)
dilakukan untuk 2 sudut antara 20 - 60 dengan kecepatan scan 1/menit untuk
tahap identifikasi.
2.2.1.4.Sintesis dan Karakterisasi Baru Komposite Bahan Berdasarkan
Poly (metakrilat ACID) dan Hidroksiapatit dengan Aplikasi
Kedokteran Gigi
Asam polymethacrilic merupakan nanocomposites yang memiliki sifat
termal, mekanik, elektrokimia dan sifat optik yang baik dibandingkan dengan
komposit konvensional. Sintesis performa tinggi komposit gigi yang terbuat dari
matriks organik dan pengisi anorganik telah menarik minat, baik untuk penelitian
maupun untuk tujuan aplikatif. Ini dapat dijelaskan dengan menggabungkan sifat
menguntungkan dari nanopartikel anorganik dengan polimer organik. Komposit
resin memiliki aplikasi yang luas dalam bidang kedokteran gigi (Andrei Tiberiu et
all, 2016).
A. Metode
Dalam penelitian ini, HA material komposit asam polymethacrylic disiapkan
melalui in situ presipitasi / metode polimerisasi radikal.
B. Karakterisasi
1. Pengukuran spektroskopi IR dilakukan dengan menggunakan spektrometer FT-
IR Shimadzu 8400. Spektrum direkam pada berbagai bilangan gelombang dari
400-4000 cm-1 dengan resolusi 2 cm-1.
2. Analisis difraksi sinar-X dilakukan menggunakan Shimadzu XRD 6000
difraktometer pada suhu kamar. Itu digunakan radiasi Cu K dari tabung X-ray
Cu.
3. Gambar SEM diambil dengan HITACHI S2600N dengan probe EDAX
4. Analisis termal diferensial (DTA) ditambah dengan analisis termogravimetri
(TGA) dilakukan di atmosfer udara dengan Shimadzu peralatan DTG-TA-50H
2.2.2. Aplikasi hidroksi apatit dalam degradasi fotokatalitik dari zat warna
metil oren di bawah iradiasi UV
Teknologi degradasi fotokatalitik digunakan dalam pengolahan air limbah.
Fotokatalis memiliki sifat fotokatalitik sangat baik dalam degradasi metil oranye
(Wei et all, 2016). Dibandingkan dengan fotokatalis metal-oxide, sifat
fotokatalitik HAP (Hidroksi apatit) adalah sedikit lebih buruk, tapi lebih
ekonomis, terbarukan dan ramah lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa HAP
memiliki kemampuan fotokatalitik tidak baik, HAP yang memiliki kinerja
fotokatalis baik perlu dikembangkan (Wei et all, 2016).
A. Metode
HAP (Hidroksi apatit) nano-bola disintesis dengan metode kimia basah, yang
merupakan proses solusi yang relatif sederhana menggunakan asam fosfat
[H3PO4], kalsium nitrat [Ca (NO3)2] dan amonia [NH4OH] sebagai bahan baku.
B. Karakterisasi
1. Morfologi HAP nano-bola diperiksa oleh lapangan emisi scanning electron
microscopy (FESEM).
2. Kemurnian fase serta struktur kristal HAP nano-bola dianalisis oleh difraksi
sinar-X (XRD, Cu K, 1,54178 ).
DAFTAR PUSTAKA
Andrei Tiberiu, Cucuruz Ecaterina , Andronescu Anton , Ficai Andreia Ilie, Florin
Iordache, Synthesis and Characterization of New Composite Materials
Based on Poly (Methacrylic Acid) and Hydroxyapatite with Application in
Dentistry. 2016
Cai B, Zou Q, Zuo Y, Li L, Yang B, Li Y: Fabrication and cell viability of
injectable n-HA/ chitosan composite microspheres for bone tissue
engineering. Journal of RSC Advances 2016, 6: 85735-85744
Chaudhuri B, Mondal B, Ray S. K, Sarkar S. C: A novel biocompatible conducting
polyvinyl alcohol (PVA)-polyvinylpyrrolidone (PVP)-hydroxyapatite (HAP)
composite scaffolds for probable biological application. Journal of Colloids
and Surfaces B: Biointerfaces 2016, 143: 71-80
Croce M, Conti S, Maake C, Patzke G: Synthesis and screening of N-acyl thiolated
chitosans for antibacterial applications. Journal of Carbohydrate Polymers
2016, 151: 1184-1192
Heng C, Zheng X, Liu M, Xu D, Huang H, Deng F, Hui J, Zhang X, Wei Y:
Fabrication of luminescent hydroxyapatite nanorods through surface-
initiated RAFT polymerization: characterization, biological imaging and
drug delivery applications. Journal of Applied Surface Science 2016, 386:
269-275
Javier Izquierdo, Georgiana Bolat, Nicanor Cimpoesu, Lucia Carmen, Trinca
Daniel ,Mareci Ricardo, Manuel Souto, Electrochemical Characterization
of Pulsed Layer Deposited Hydroxyapatite-Zirconia Layers on Ti-21Nb-
15Ta-6Zr Alloy for Biomedical Application. 2016
K. Senthilarasan and P. Sakthivel, Synthesis and Characterization Of Nano
Hydroxyapatite with Pectin Citrus (Bio-Polymer) for Biomedical
Aplication.2015.
Li C, Liu H, Luo B, Wen W, He L, Liu M, Zhou C: Nanocomposites of poly(l-
lactide) and surface-modified chitin whiskers with improved mechanical
properties and cytocompatibility. Journal of European Polymer 2016, 81:
266-283

Mahdi Dehestani, Erik Adolfsson, Lia A. Stanciu, Mechanical Properties


and Corrosion Behavior of Powder Metallurgy Iron-
Hydroxyapatite Composites for Biodegradable Implant
Applications. 2016

Pangon A,Saesoo S, Saengkrit N, Ruktanonchai U, Intasanta V: Hydroxyapatite-


hybridized chitosan/chitin whisker bionanocomposite fibers for bone tissue
engineering applications. Journal of Carbohydrate Polymers 2016, 144: 419-
427

Petrov I, Kalinkevich O, Pogorielov M, Kalinkevich A, Stanislavov A, Sklyar A,


Danilchenko S, Yovcheva T: Dielectric and electric properties of new
chitosan-hydroxyapatite materials for biomedical application: Dielectric
spectroscopy and corona treatment. Journal of Carbohydrate Polymers 2016,
151: 770-778

S. Jegatheeswaran S. Selvam V. SriRamkumar M. Sundrarajan, Facile Green


Synthesis of Silver Doped Fluor-Hydroxyapatite/ -Cyclodextrin
Nanocomposite in the Dual Acting Fluorine-Containing Ionic Liquid
Medium for Bone Substitute Applications. 2016

Wada S, Kitamura N, Nonoyama T, Kiyama R, Kurokawa T, Gong J, Yasuda K.


Journal of Acta Biomaterialia 2016

Wei Liu, Gongming Qian , Bo Zhang, Lulu Liu, Heng Liu, Facile
Synthesis of Spherical Nano Hydroxyapatite and its
Application in Photocatalytic Degradation of Methyl Orange
Dye Under UV Irradiation. 2016.

Yahui M, Bai T, Wang F. The physical and chemical properties of the


polyvinylalcohol/polyvinylpyrrolidone/hydroxyapatite composite hydrogel.
Journal of Materials Science and Engineering C 2016, 59: 948-957

Zhong Q, Li W, Su X, Li G, Zhou Y, Kundu S C, Yao J, Cai Y: Degradation


pattern of porous CaCO3 and hydroxyapatite microspheres in vitro and in
vivo for potential application in bone tissue engineering. Journal of Colloids
and Surfaces B: Biointerfaces 2016, 143: 56-63