Anda di halaman 1dari 23

1

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Pemilihan Umum Kepada Daerah (Pemilu Kada) yang secara
serentak akan dilaksanakan pada Bulan Desember 2015 adalah
merupakan hajat besar bangsa Indonesia untuk mewujudkan
kedaulatan rakyat dalam penyelenggaraan Pemerintahan
Negara berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945. Berkaitan
dengan hal tersebut maka diperlukan kesiapan seluruh
komponen bangsa tidak terkecuali Polri sebagai pengemban
tugas Harkamtibmas, yang menuntut terwujudnya pesta
demokrasi yang aman, tertib dan lancar di seluruh wilayah
Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Salah satu faktor pendukung sukses tidaknya


penyelenggaraan Pemilukada serentak 2015, tidak terlepas dari
kesiapan Polri dalam mewujudkan situasi keamanan,
keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas(kamseltibcar
lantas) yang mendukung kegiatan-kegiatan pada
penyelenggaraan Pemilukada tersebut mulai dari tahap
kampanye, penghitungan suara sampai dengan tahap
pelantikan calon terpilih nantinya. Oleh karena itu, pastisipasi
masyarakat sebagai pengguna jalan sangat diharapkan dalam
mewujudkan kamseltibcar lantas yang kondusif.

Peran-serta masyarakat dalam mendukung


KamseltibcarLantas adalah dengan menaati dan mematuhi
segala bentuk peraturan mengenai lalu lintas di jalan raya.
Dikarenakan permasalahan lalu lintas sebagian besar
disebabkan oleh masyarakat sebagai pengguna jalan, seperti
pelanggaran lalu lintas yang berujung pada kecelakaan lalu
lintas serta kesemrawutan dan kemacetan lalu lintas sering
terjadi akibat dari rendahnya kesadaran masyarakat mematuhi
aturan lalu lintas. Dengan demikian, sangat mutlak diperlukan
adanya kesadaran hukum masyarakat dalam berlalu lintas
2
untuk mewujudkan Kamseltibcar Lantas yang merupakan salah
satu faktor utama dalam mendukung suksesnya Pemilukada
serentak 2015 mendatang.

Untuk itu, perlu dilakukan upaya preemtif berupa pembinaan


dan penyuluhan kepada masyarakat tentang tertib berlalu lintas
dengan harapan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat
untuk peduli terhadap masalah kamseltibcar lantas baik bagi
dirinya sendiri maupun orang lain.

Ditlantas Polda Metro Jaya khususnya Subdit Dikyasa dalam


1
hal ini Si Dikmas Lantas telah berupaya secara terus menerus
melakukan kegiatan preemtif di bidang lalu lintas berupa
kegiatan pendidikan tertib berlalu lintas kepada masyarakat
seperti Polisi Sahabat Anak (Polsana), Patroli Keamanan Sekolah
(PKS) Police goes to school atau police goes to campus,
Penyuluhan, dan penerangan lalu lintas baik secara langsung
maupun tidak langsung melalui media cetak dan elektronik
kepada masyarakat terorganisir maupun tidak terorganisir, guna
menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keselamatan
berlalu lintas dalam rangka mewujudkan Kamseltibcar Lantas.
Namun, hal tersebut masih mengalami berbagai kendala dan
hambatan khususnya yang timbul dari permasalahan internal,
yaitu keterbatasan sumber daya manusia Si Dikmas Lantas
Polda Metro Jaya. Keterbatasan tersebut berupa kekurangan
jumlah personel dan kompetensi yang dimiliki Si Dikmas Lantas,
sehingga belum dapat memberikan kontribusi secara maksimal
dalam mewujudkan Kamseltibcar Lantas yang mantap.

Oleh karena itu, dalam penulisan Naskah Karya


Perorangan (NKP) ini penulis tertarik untuk mengangkat judul
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERSONEL SI DIKMAS
LANTAS POLDA METRO JAYA GUNA TERCIPTANYA
MASYARAKAT TERTIB BERLALU LINTAS, SEHINGGA
TERWUJUD KAMSELTIBCAR LANTAS MENJELANG
PEMILUKADA SERENTAK 2015?
3
4
2. Permasalahan dan Persolaan
a. Permasalahan
Adapun permasalahan dalam penulisan NKP ini adalah
sebagai berikut : Bagaimana meningkatkan kemampuan
personel Si Dikmas Lantas Polda Metro Jaya guna
terciptanya masyarakat tertib berlalu lintas, sehingga
terwujud kamseltibcar lantas menjelang pemilu kada
serentak 2015?

b. Pokok Persoalan
Dari pokok permasalahan diatas, maka dirumuskan
beberapa persoalan yang akan dibahas dalam penulisan NKP
ini adalah sebagai berikut :
1) Bagaimana pengetahuan dan keterampilan personel Si
Dikmas Lantas Polda Metro Jaya saat ini ?
2) Bagaimana merubah sikap mental perilakupersonel SiDikmas
Lantas Polda Metro Jaya guna mendukung pelaksanaan
tugas?

3. Ruang Lingkup
Sebagai pembatasan dalam penulisan Naskah Karya
Perorangan(NKP) ini maka penulis membatasi pada upaya
peningkatan kemampuan personel Si Dikmas Lantas Polda Metro
Jaya guna terciptanya masyarakat tertib berlalu lintas, ditinjau dari
aspek pengetahuan dan keterampilan, sikap mental perilaku
personel, kendala-kendala yang dihadapi, serta upaya pemecahaan
masalah sehingga terwujud kamseltibcar lantas menjelang pemilu
kada serentak 2015.
5
BAB II
KONDISI SAAT INI.

4. Pengetahuan dan Keterampilan Personel Si Dikmas Lantas


Polda Metro Jaya Saat Ini
Adapun fakta-fakta yang ada saat ini terhadap Sumber daya
manusiaSi Dikmas Lantas Polda Metro Jaya baik secara kuantitas
dan kualitas dapat digambarkan sebagai berikut :
1) Kuantitas SDM pada Si Dikmas Lantas Polda Metro Jaya belum
memadai.
Tabel -3
Data Kuantitas Personel Si Dikmas Lantas Polda Metro Jaya
Jumlah
No Kesatuan Ket
DSP Riil
1. Pamen 5 1
2. Pama 3 5
3. Bintara 6 15
4. PNS 3 1
Jumlah 16 22 +6
Sumber Data : Lapsat Dit Lantas Polda Metro Jaya Th. 2015

Dari data tersebut diatas terlihat bahwa kuantitas personel


SieDikmas Lantas secara Riil sejumlah 22 personel, sedangkan
menurut Daftar Susunan Personel (DSP) sejumlah 16 personel,
sehingga kelebihan personel sejumlah 6 personel.

2) Kualitas personel Si Dikmas Lantas berdasarkan latar belakang


pendidikan umum, dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel -4
Data Personil Si Dikmas Lantas Polda Metro Jaya
Menurut Pendidikan Umum
No Pangkat SMA S1 Ket
1. Pamen - 1
2. Pama 1 4
3. Bintara 13 2
4. PNS 1 -
Jumlah 15 7 22
Sumber Data : Laporan Tahunan Dit Lantas Polda Metro Jaya Th.
2015

4
6
Dari data tersebut diatas terlihat bahwa dari 22 personel
yang berlatar belakang pendidikan umum S1 sejumlah 7
personel, sedangkan yang 15 orang hanya rata-rata setara
SMU, sehingga personel Dikmas kurang memiliki pengetahuan
dalam pelaksanaan tugas memberikan bimbingan dan
penyuluhan tentang tertib berlalu lintas kepada masyarakat.

3) Kualitas personel Sie Dikmas Lantas berdasarkan latar belakang


pendidikan pengembangan umum, dapat dilihat pada tabel
dibawah ini.
Tabel -5
Data Personel Si Dikmas Lantas Polda Metro Jaya
Menurut Pendidikan Kepolisian
No Pendidikan Jumlah Ket
1. AKPOL 1
2. PPSS 1
3. SIP / Setukpa 1
4. SAG 3
5. Brigadir Polri 15
Jumlah 21
Sumber Data : Laporan Tahunan Dit Lantas Polda Metro Jaya Th.
2015
Dari data tersebut diatas terlihat bawah dari segi
Pendidikan Kepolisian dari jumlah 21 personel antara lain
terdiri dari Akpol sejumlah 1 personel, PPSS sejumlah 1
personel, SIP / Setukpa sejumlah 1 personel, Sag sejumlah 1
personel, sedangkan Brigadir Polri sejumlah 15 orang.

4) Kualitas personel Sie Dikmas Lantas berdasarkan pendidikan


pengembangan spesialis atau kejuruan, dapat dilihat pada tabel
dibawah ini.
Tabel -6
Data Personel Si Dikmas Lantas Polda Metro Jaya
Menurut Pendidikan Pengembangan Spesialis / Kejuruan
No Jenis Jumlah Ket
1. Das Lantas 4
2. Dikmas Lantas 5
Jumlah 9
Sumber Data : Laporan Tahunan Dit Lantas Polda Metro Jaya Th.
2015
7
Adapun dari segi Pendidikan Pengembangan Spesialis dari
jumlah 22 personel, yang mengikuti Dikbangspes maupun
pelatihan-pelatihan berdasarkan jenis Kejuruan Das Lantas
sejumlah 4 personel, kejuruan Dikmas Lantas sejumlah 5 orang,
sehingga personel Sie Dikmas Lantas kurang memiliki
ketrampilan dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan
kepada masyarakat tentang lalu lintas.
Kurangnya pengetahuan dan ketrampilan personel seperti
dalam data diatas maka dapat digambarkan penyebab
kurangnya pengetahuan dan keterampilan personel, antara lain:
a. Kondisi Sumber Daya Manusia (SDM) SiDikmas Lantas Polda
Metro Jaya secara kualitas masih kurang memadai, terlihat
belum semua personel Si Dikmas memiliki pendidikan umum
setara S-1 serta dari pendidikan kepolisian rata rata
personel masih dari brigadir / bintara, sehingga
pengetahuan dan keterampilan personel masih kurang
memadai.
b. Kurangnya dalam mengikut sertakan personel Si Dikmas
Lantas Polda Metro Jaya pada pendidikan pengembangan
spesialis Lantas maupun pelatihan-pelatihan, sehingga
personel kurang memiliki keterampilan dalam memberikan
bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat tentang
tertib berlalu lintas.
c. Tidak adanya penyelenggaraan pelatihan Dikmas Lantas di
Polda Metro Jaya, hal ini karena tidak adanya dukungan
anggaran pelatihan, sehingga berdampak terhadap
kurangnya kemampuan personel Si Dikmas Lantas dalam
pelaksanaan tugas dilapangan.
d. Kurangnya Sosialisasi terhadap personel Si Dikmas Lantas
Polda Metro Jaya tentang peraturan perundang-undangan
maupun peraturan-peraturan Kapolri serta standar
operasional prosedur (SOP) untuk bidang Dikmas Lantas.
e. Kurangnya arahan dari pimpinan kepada personel Si Dikmas
Lantas Polda Metro Jaya, sehingga personel kurang memiliki
pengetahuan dan wawasan dalam pelaksanaan tugas
8
bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat tentang
tertib berlalu lintas.

5. Sikap Mental dan perilaku Personel Si Dikmas Lantas Polda


Metro Jaya Saat Ini
Sejalan dengan pergeseran budaya, dimana tingkat
kepercayaan masyarakat, permasalahan kecil bisa berkembang
menjadi masalah sosial yang pelik apabila tidak segera diatasi.Oleh
karenanya Polda Metro Jaya dituntut harus mampu memberikan
pelayanan prima sehingga masyarakat merasa terbantu dan puas.
Kompleksitas tugas Polri semakin nyata pada sekarang ini karena
tidak lama lagi akan dilaksanakannya Pemilu Kada Serentak,
sehingga tidak menutup kemungkinan potensi kemacetan,
pelanggaran, laka lantas menjelang Pemilu Kada Serentak 2015
semakin meningkat.
Adapun kualitas personel Si Dikmas Lantas berdasarkan
pembinaan mental rohani dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel -7
Data Personel Si Dikmas Lantas Polda Metro Jaya
Berdasarkan Pembinaan Mental Rohani

PELAKSANAA
NO KEGIATAN KET
N
1 Program Pelatihan NAC & 1 kali setahun
Pelatihan ESQ
2 Pengajian Rutin 2 kali sebulan
3 Arahan Kapolda pada Apel 1 kali sebulan
Sumber Data : Biro SDM Polda Metro Jaya Th. 2015

Dari data tersebut diatas terlihat bahwa pelaksanaan


pembinaan mental dan rohani belum dilaksanakan secara
maksimal, terlihat bahwa program pelatihan NAC dan pelatihan
ESQ dilaksanakan hanya 1 kali dalam setahun, kegiatan pengajian
rutin yang dilaksanakan hanya 2 kali dalam sebulan, serta arahan
oleh Kapolda Metro Jaya pada apel dilaksanakan hanya 1 kali dalam
sebulan. Hal ini menunjukkan bahwa masih belum optimalnya
pelaksanaan pembinaan mental dan rohani terhadap personel
khususnya personel Si Dikmas Lantas Polda Metro Jaya.

Adapun sikap perilaku personel Si Dikmas Lantas Polda Metro


Jaya saat ini adalah sebagai berikut :
9
1) Dalam kegiatan Dikmas Lantas, anggota masih cenderung
bersikap kurang simpati sehingga belum dapat meraih hati
masyarakat untuk turutserta dalam kampanye tertib lalu lintas.
2) Kurangnya sikap profesionalisme dalam pelaksanaan tugas,
sehingga kegiatan Dikmas Lantas belum dapat menyentuh
sasaran.
3) Perilaku anggota masih kurang merespon terhadap keluhan-
keluhan masyarakat sehingga kurang memberikan tauladan
kepada masyarakat pengguna jalan.
4) Perilaku anggota masih kurang simpati kepada tokoh-tokoh
masyarakat sehingga dalam kegiatan Dikmas Lantas belum
maksimal memberdayakan tokoh masyarakat sebagai
penggerak warga masyarakat
10
BAB III
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

6. Faktor Internal

a. Kekuatan (Strenght)
1) Adanya pedoman dalam pelaksanaan kegiatan Si Dikmas
Lantas Polda Metro Jaya seperti perundang-undangan,
peraturan-peraturan Kapolri serta perundang-undangan
lainnya.
2) Adanya personel pada Si Dikmas Lantas Polda Metro Jaya
memiliki disiplin dan loyalitas yang tinggi dalam setiap
pelaksanaan tugas guna menciptakan masyarakat yang
tertib berlalu lintas dalam rangka mewujudkan
kamseltibcar lantas yang kondusif di wilayah hukum Polda
Metro Jaya menjelang pemilu kada serentak 2015.
3) Adanya pimpinan dan personel Si Dikmas Lantas Polda
Metro Jaya yang telah memiliki satu pemahaman dan
komitmen untuk bersama-sama mau meningkatkan
kemampuan dan pengetahuan, ketrampilan dalam
pelaksanaan tugas, baik yang bersifat kemampuan
kesatuan, kemampuan fungsi maupun kemampuan
perorangan dibidang lalu lintas baik yang didapatkan dari
dinas maupun melalui pengembangan diri di luar Polri.
4) Adanya motivasi personel Sie Dikmas Lantas Polda Metro
Jaya yang mempunyai dedikasi untuk memberikan
penerangan lalu lintas kepada masyarakat dalam rangka
mewujukan Kamseltibcar Lantas yang kondusif menjelang
pemilu kada serentak 2015.

b. Kelemahan (Weakness)
1) Kualitas personel Sie Dikmas Lantas Polda Metro Jaya baik
dari aspek pengetahuan dan keahlian / kemampuan
personel, untuk melaksanakan kegiatan Dikmas Lantas
kepada masyarakat belum memadai, sehingga tugas
11
Dikmas menjadi tugas yang kurang menarik dibandingkan
tugas Lantas lainnya.
2) Kurangnya pendidikan dan pelatihan-pelatihan personel
Sie Dikmas Lantas Polda Metro Jaya, khususnya mengikuti
pendidikan dan latihan tentang Dikmas Lantas, sehingga
berimplikasi terhadap kurangnya kemampuan personel
dalam pelaksanaan tugas dilapangan.
9
3) Kurangnya latihan fungsi tehnis untuk meningkatkan
kemampuan personel Sie Dikmas Lantas, sehingga belum
dapat memberikan kontribusi yang optimal terhadap
pelaksanaan tugas bimbingan dan penyuluhan kepada
masyarakat tentang tertib berlalu lintas.
4) Kurangnya koordinasi dengan instansi terkait
(pemerintah dan swasta), sehingga pelaksanaan Dikmas
Lantas belum dapat dilaksanakan secara maksimal.

7. Faktor Eksternal
a. Peluang (Oportunity)
1) Adanya dukungan dari instansi terkait baik pemerintah
maupun swasta serta potensi masyarakat terhadap
kegiatan Dikmas Lantas, hal ini dapat dilihat melalui
informasi tentang permasalahan lalu lintas yang terjadi di
lingkungan masyarakat kepada Si Dikmas Lantas harapan-
harapan mengendara kendaraan bermotor yang sopan,
aman, tertib dan patuh sesuai dengan undang-undang
No.22 Tahun 2009.
2) Adanya dukungan partisipasi dari masyarakat terhadap
tugas personel Si Dikmas Lantas Polda Metro Jaya yang
cukup baik dengan adanya kritik dan saran, baik melalui
media eletronik dan media cetak (media surat
kabar/koran).
3) Adanya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang
mendukung masyarakat untuk tertib berlalu lintas,
12
melalui siaran dan masukan-masukan atau kritik
membangun.
4) Adanya forum komunitas tertib lalulintas di Kota Jakarta
(club otomotif, club sepeda, club seniman), Rapi, pencinta
Budaya, yang sopan, aman, tertib lalu lintas, lancar dan
patuh undang-undang.

b. Kendala (Threat)
1) Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap peraturan
lalu lintas, sehingga timbul banyak pelanggaran dan
terjadi kecelakaan lalu lintas serta masih rendahnya
pengetahuan / pemahaman para pengemudi akan
keselamatan dijalan raya dan ketidakpedulian dari para
pengusaha angkutanterhadap peraturan-peraturan lalu
lintas.
2) Kurangnya kesadaran dan kepatuhan masyarakat
terhadap hukum, cenderung melakukan perlawanan
terhadap aturan hukum itu sendiri.
3) Terjadinya kemacetan, pelanggaran dan kecelakaan lalu
lintas yang masih tinggi, dijalan raya di wilayah hukum
Polda Metro Jaya, hal ini disebabkan oleh faktor manusia
yaitu rendahnya disiplin dan pengetahuan lalu lintas
masyarakat yang menjadi suatu budaya tidak tertib
berlalu lintas.
13
BAB IV
KONDISI YANG DIHARAPKAN

8. Pengetahuan dan Keterampilan Personel Si Dikmas Lantas


Polda Metro Jaya Yang Diharapkan
Adapun analisis fakta-fakta terhadap kondisi personel Dikmas
Lantas Polda Metro Jaya berdasarkan aspek kuantitas dan kualitas
personel antara lain :

a. Kuantitas SDM Meningkat


Personel Si Dikmas Lantas Polda Metro Jaya saat ini
sudah sesuai dengan DSP, namun masih saja kekurangan
personil. Hal ini karena jumlah personel dengan luas wilayah
masih belum sebanding. Oleh karena itu diharapkan kuantitas /
jumlah personel Sie Dikmas lantas Polda Metro Jaya yang ada
dilakukan penambahan personel yang sesuai dengan luas
wilayah penugasannya, sehingga dapat memberikan kontribusi
terhadap terwujudnya masyarakat yang tertib berlalu lintas.

b. Kualitas SDM Masih Kurang


Diharapkan pengetahuan dan ketrampilan dapat
meningkat, sehingga dapat memberikan kontribusi yang
maksimal terhadap pelaksanaan pembinaan dan penyuluhan
tertib berlalu lintas kepada masyarakat. Adapun kondisi yang
diharapkan adalah :
1) Seluruh personel dikmas lantas Polda Metro Jaya
diharapkan memiliki pendidikan umum setara S-1,
sehingga pengetahuan dan ketrampilan personel
memadai.
2) Diharapkan personel Si Dikmas Lantas Polda Metro Jaya
diikutsertakan pada pendidikan pengembangan spesialis
Lantas maupun pelatihan-pelatihan bidang dikmas lantas,
sehingga personel memiliki pengetahuan dan
keterampilan dalam memberikan bimbingan dan
14
penyuluhan kepada masyarakat tentang tertib berlalu
lintas
3) Diharapkan adanya dukungan anggaran untuk
melaksanakan pelatihan Dikmas Lantas di Polda Metro
Jaya, sehingga dapat memberikan kontribusi yang
maksimal terhadap kemampuan personel Si Dikmas
Lantas dalam pelaksanaan tugas dilapangan.
4) Adanya sosialisasi terhadap personel Si Dikmas Lantas
Polda Metro Jaya tentang peraturan perundang-undangan
12
maupun peraturan-peraturan Kapolri serta standar
operasional prosedur (SOP) untuk bidang Dikmas Lantas
sehingga personel memiliki pengetahuan atau wawasan
yang luas dalam pelaksanaan tugas.
5) Adanya arahan secara rutin dari pimpinan kepada
personel Si Dikmas Lantas Polda Metro Jaya, sehingga
personel memiliki pengetahuan dan wawasan dalam
pelaksanaan tugas bimbingan dan penyuluhan kepada
masyarakat tentang tertib berlalu lintas.

9. Sikap Mental Perilaku Personel Si Dikmas Lantas Polda


Metro Jaya Yang Diharapkan
Kondisi yang diharapkan dari sikap perilaku personel Si
Dikmas Lantas Polda Metro Jaya adalah sebagai berikut :
a. Dalam kegiatan Dikmas Lantas, anggota mampu bersikap
simpati sehingga dapat meraih hati masyarakat untuk
turutserta dalam kampanye tertib lalu lintas.
b. Bersikap profesional dalam melaksanakan tugas, sehingga
kegiatan Dikmas Lantas dapat menyentuh sasaran.
c. Perilaku anggota mampu merespon terhadap keluhan-keluhan
masyarakat sehingga dapat memberikan tauladan kepada
masyarakat pengguna jalan.
d. Perilaku anggota yang simpati kepada tokoh-tokoh masyarakat
sehingga kegiatan Dikmas Lantas akan maksimal dalam
memberdayakan tokoh masyarakat sebagai penggerak warga
masyarakat
15
16
BAB V
UPAYA PEMECAHAN MASALAH

10. Umum
Kondisi wilayah hukum Polda Metro Jaya saat ini terlihat bahwa
pertambahan jumlah penduduk yang sangat besar juga berdampak
pada jumlah kendaraan terutama sepeda motor, dikarenakan
kemudahan-kemudahan yang ditawarkan para pelaku bisnis
otomotif, dan sangat tidak seimbang dengan pertambahan jaringan
jalan. Kesemuanya itu merupakan potensi pemicu terjadinya
kemacetan, pelanggaran, dan Laka Lantas. Metode dan tata cara
penanganan masalah lalu lintas yang dilakukan Ditlantas Polda
Metro Jaya tidak bisa lagi diterapkan hanya dengan mengandalkan
pola-pola lama yang cenderung defensif dengan berlindung dibalik
keterbatasan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) baik dari aspek
pengetahuan, keterampilan maupun sikap mental perilaku personel
Sie Dikmas lantas. Harus dapat dicari terobosan dan solusi untuk
menjawab tantangan kedepan, harus mampu menangani berbagai
masalah lalu lintas khusus pelanggaran yang mengakibatkan
kecelakaan lalu lintas.
Dalam mengatasi segala macam masalah yang ditimbulkan
oleh masyarakat pengguna jalan, Sie Dikmas lantas telah
melaksanakan berbagai kegiatan macam tindakan baik yang
bersifat preventif maupun represif. Dalam meningkatkan serta
melaksanakan dan menanamkan disiplin terhadap pengguna jalan
maka perlu adanya suatu tindakan atau upaya untuk meningkatkan
kesadaran hukum dalam diri manusia merupakan suatu proses
merubah sikap mental dan perilaku masyarakat dalam berlalu
lintas dari sikap mental yang menguntungkan menjadi sikap mental
yang kondusif bagi upaya mewujudkan Kamseltibcar Lantas
menjelang pemilu kada serentak tahun 2015.
Dari hasil analisa tersebut maka diambil suatu upaya-upaya
yang akan dilakukan untuk mencapai kondisi ideal. Dengan
tercapainya kondisi ideal tersebut, maka Sie Dikmas Lantas Polda
Metro Jaya mampu berperan secara optimal guna menciptakan
masyarakat tertib lalu lintas dalam rangka mewujudkan
kamseltibcar lantas menjelang pemilu kada serentak 2015.
17

11. Upaya
14
a. Upaya Yang Dilakukan Untuk Meningkatkan
Pengetahuan dan Ketrampilan Personel Si Dikmas
Lantas Polda Metro Jaya

1) Peningkatan Kualitas melalui pendidikan umum


maupun pengembangan umum
Dalam rangka meningkatkan kemampuan SiDikmas
Lantas Polda Metro Jaya guna menciptakan masyarakat
tertib lalu lintas dalam rangka mewujudkan kamseltibcar
lantas, menjelang pemilu kada serentak tahun 2014,
maka upaya yang dilakukan untuk meningkatkan
pengetahuan (science) melalui pendidikan umum dan
pendidikan pengembangan umum.
Adapun upaya-upaya yang dilakukan, untuk
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan personel Si
Dikmas Lantas Polda Metro Jaya, adalah sebagai berikut :
a) Dirlantas sebagai pejabat tertinggi di Polda Metro
Jaya menetapkan kebijakan bahwa untuk mendukung
peningkatan kemampuan personel SiDikmas Lantas
dipandang perlu program peningkatan kemampuan
personel Dikmas Lantas guna pengembangan
kemampuan personel Dikmas Lantas, melalui
pendidikan umum dan pendidikan pengembangan
umum.
b) Kasubbit Dikyasa sebagai pimpinan pada Satuan Lalu
Lintas melakukan inventarisasi terhadap personel
Dikmas Lantas guna peningkatan kemampuan dalam
pelaksanaan tugas guna menciptakan masyarakat
tertib lalu lintas, sehingga terwujud kamseltibcar
lantas di wilayah hukum Polda Metro Jaya menjelang
pemilu kada serentak 2015.
18
c) Kasi Dikmas mendata personel Dikmas Lantas yang
secara keilmuan berlatar belakang pendidikan
Sekolah Menengah Umum (SMU) untuk diikutkan
dalam program peningkatan kemampuan melalui
jenjang pendidikan S-1, sehingga personel Dikmas
Lantas memiliki pengetahuan dalam pelaksanaan
tugas.
d) Dirlantas memerintahkan kepada Kasubdit Dikyasa
untuk membuat rencana usulan para personel
SiDikmas Lantas terpilih yang diarahkan untuk
mengikuti pendidikan pengembangan spesialis /
kejuruan dan penataran dibidang lalu lintas.
e) Kasubdit Dikyasa mengusulkan secara periodik
pelaksaanaan pendidikan pengembangan spesialis /
kejuruan dan pelatihan bidang lalu lintas terhadap
personel SiDikmas, sehingga personel Dikmas
memiliki keterampilan dalam pelaksanaan tugas.
f) Kasi Dikmas mengikutsertakan personel SiDikmas
Lantas pada program pendidikan dan pelatihan yang
dilaksanakan di halaman Mapolda Metro Jaya dengan
materi berupa teori maupun praktek yang dapat
dijadikan bekal awal dalam melaksanakan tugas di
lapangan.
g) Kasubdit Dikyasa mengadakan pelatihan kepada
personel Dikmas Lantas yang belum pernah
melaksanakan pelatihan-pelatihan, sehingga
memiliki kemampuan dan pengetahuan dalam
memberikan bimbingan, dan penerangan tentang
lalu lintas kepada masyarakat.
h) Dirlantasmemerintahkan kepada Kasubdit Dikyasa
untuk mendata personil dikmas guna diikutsertakan
pada sosialiasi tentang perundang-undangan
maupun peraturan-peraturan Kapolri, guna
peningkatan ketrampilan dalam pelaksanaan tugas.
19
i) Kasubdit Dikyasa sebagai pelaksana membuat jadwal
pelaksanaan sosialisasi yang diselenggarakan di
Mako Polda Metro Jaya.
j) Kasubdit Dikyasa menyelenggarakan sosialisasi
untuk meningkatkan pemahaman personel Dikmas
Lantas sehingga terwujud kamseltibcarlantas di
wilayah hukum Polda Metro Jaya menjelang pemilu
serentak 2014.

b. Upaya Yang Dilakukan Untuk Meningkatkan Sikap


Mental Perilaku Personel Si Dikmas Lantas Polda Metro
Jaya

1) Dirlantas mengadakan program perubahan mindset dan


culture set, dalam upaya membenahi sikap mental dan
perilaku personel Sie Dikmas Lantas Polda Metro Jaya
melalui program ESQ ataupun NAC untuk memahami
bahwa dalam upaya pelaksanaan pelayanan prima
memerlukan positif thinkingdalam menghadapi
masyarakat, menerapkan prinsip senyum sapa salam,
selalu bersemangat dalam menjalankan tugas dan
memahami bahwa memberikan pelayanan merupakan
ibadah. Dengan adanya program tersebut diharapkan
personel dapat memberikan kontribusi yang maksimal
terhadap pelaksanaan tugas dilapangan.
2) Kasubdit Dikyasa mengadakan pembinaan mental
kepribadian melalui kegiatan pembinaan rohani bagi
personel Si Dikmas Lantas Polda Metro Jaya pada setiap
hari Jumat pagi di masjid, berupa siraman rohani, dengan
mengundang ustad.
3) DirLantas memberikan arahan kepada personel, pada
waktu apel dalam rangka memotivasi personel dalam
setiap pelaksanaan tugas.
20
BAB VI
PENUTUP

12. Kesimpulan
a. Pengetahuan dan ketrampilan anggota Si Dikmas Lantas
Polda Metro Jaya masih kurang memadai, maka perlu
ditingkatkan dengan mengembangkan pengetahuan melalui
pendidikan umum maupun pendidikan pengembangan
spesialis / kejuruan dibidang Dikmas Lantas, serta sosialisasi
peraturan perundang-undangan, sehingga personel Si
Dikmas memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang
profesional dalam pelaksanaan tugas.

b. Sikap Mental dan perilaku personel Si Dikmas Lantas masih


kurang baik (kurang simpatik, tidak professional, kurang
humanis), oleh karena itu perlu ditingkatkan dengan
melaksanakan program ESQ (emotional and spiritual
quotient) dan melaksanakan program NAC, serta pembinaan
kepribadian melalui pembinaan rohani, sehingga personel
Sie Dikmas Lantas Polda Metro Jaya memiliki sikap dan
perilaku yang humanis, simpati dan profesional dalam
memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat
guna tertib berlalu lintas dalam rangka mewujudkan
kamseltibcarlantas menjelang pemilu kada serentak 2015 di
wilayah hukum Polda Metro Jaya.

13. Saran

a. Disarankan kepada Dirlantas Polda Metro Jaya agar dalam


menempatkan personel SiDikmas Lantas baik sebagai Kasi
Dikmas maupun anggota melalui seleksi psikologi dan harus
memiliki kompetensi (baik dari segi pengetahuan,
ketrampilan dan sikap perilaku) sebagai Pama dan Bintara
yang telah mengikuti pendidikan pengembangan spesialis /
kejuruan Lantas khususnya Dikmas Lantas, serta latar
belakang lulusan S1 komunikasi, sehingga memiliki
21
kemampuan berkomunikasi yang baik, motivasi, ketulusan
dan keikhlasan dalam pelaksanaan tugas Dikmas Lantas
sekaligus sebagai sosok Polri yang menjadi contoh dan
tauladan kepadamasyarakat.

b. Disarankan kepada Dirlantas Polda Metro Jaya agar dalam


penyelenggaraan kegiatan penerangan tertib berlalu lintas
kepada masyarakat yang dilakukan oleh SiDikmas Lantas
berhasil dengan baik perlu dilakukan pelatihan
pengembangan kepribadian dan ketrampilan berkomunikasi
18
dengan mendatangkan pakar komunikasi atau MC yang
sudah terkenal.
22
DAFTAR PUSTAKA

Undang Undang No. 2 Tahun 2002, tentang Kepolisian Negara Republik


Indonesia, Jakarta, 2002.

Undang Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum


Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah
dan Dewan Rakyat Daerah, Jakarta, 2012

Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 Ttg Lalu Lintas Angkutan Jalan

Juklak Kapolri No. Pol : Juklak / 05 / V / 2003, Tentang Dikmas Lantas

Perkap Nomor 22 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata


Kerja pada Tingkat Polda.

Rangkuti, Freddy, Analisa SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis, 2004.

Laporan Kesatuan, Ditlantas Polda Metro Jaya, Tahun 2014.

Media Internet
23
SEKOLAH STAF DAN PIMPINAN POLRI
SEKOLAH STAF DAN PIMPINAN PERTAMA
POLRI

NASKAH KARYA PERORANGAN ( NKP )

TOPIK :

MANAJEMEN FUNGSI SUMBER DAYA MANUSIA POLRI


DAN TUGAS POKOK DALAM RANGKA PEMILUKADA
SERENTAK 2015

JUDUL :

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERSONEL SI DIKMAS LANTAS


POLDA METRO JAYA
GUNA TERCIPTANYA MASYARAKAT TERTIB BERLALU LINTAS
DALAM RANGKA MEWUJUDKAN KAMSELTIBCAR LANTAS
MENJELANG PEMILU KADA SERENTAK 2015

OLEH :

NAMA : DENI SETIAWAN


NOSIS. : 201503003100
SINDIKAT :E

PESERTA DIDIK SEKOLAH STAF DAN PIMPINAN PERTAMA POLRI


ANGKATAN 53 TA.2015P

Anda mungkin juga menyukai