Anda di halaman 1dari 6

Kumpulan Data Industri Rokok di Indonesia

Mari kita buka tulisan ini dengan mengungkap sebuah fakta menarik: pemimpin pasar industri
rokok ternyata pembayar pajak terbesar di negeri ini. Fantastis bukan. Industri rokok dapat
mengalahkan industri batubara, minyak dan gas (migas), industri perbankan, industri otomotif,
dan sederet industri raksasa lainnya.

Adalah PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), emiten produsen rokok pemegang pangsa pasar
terbesar di Indonesia, menjadi pembayar pajak terbesar di Indonesia pada 2015 dengan total
pembayaran kepada pemerintah sekitar Rp 67 triliun. Dari sini dapat dilihat, betapa besar peran,
kontribusi, serta ukuran pasar industri rokok di Indonesia.

Untuk mengulas industri rokok lebih dalam, mulai dari volume produksi, pangsa pasar merek-
merek (brand) rokok di Indonesia, nilai pasar (market size) industri, konsumsi rokok, jumlah
perokok, segmentasi perokok, pemimpin pasar, para pemain terbesar, pangsa pasar segmen
rokok, dan kinerja produksi serta keuangan para pemain rokok di negeri ini, dan tidak
ketinggalan strategi top 3 market leader di industri rokok, duniaindustri.com menghimpun
sedikitnya tiga data dan riset industri khusus rokok di Indonesia.

Yuk kita simak ulasannya, berikut ini:

1) Riset Persaingan Brand Rokok di Indonesia 2014-2016


2) Data dan Outlook Industri Rokok 2005-2016
3) Data Penjualan dan Pangsa Pasar 4 Perusahaan Rokok Terbesar

Berikut uraian lengkapnya:


1) Riset Persaingan Brand Rokok di Indonesia 2014-2016 ini menampilkan riset independen,
data dan outlook secara komprehensif terkait seluruh informasi mengenai peta persaingan brand
(merek) rokok di Indonesia, mulai dari volume produksi, pangsa pasar merek-merek (brand)
rokok di Indonesia, nilai pasar (market size) industri, konsumsi rokok, jumlah perokok,
segmentasi perokok, pemimpin pasar, para pemain terbesar, pangsa pasar segmen rokok, dan
kinerja produksi serta keuangan para pemain rokok di negeri ini, dan tidak ketinggalan strategi
top 3 market leader di industri rokok.

Volume produksi rokok pada 2015 diperkirakan tumbuh tipis dibanding 2014, dari 314 miliar
batang menjadi 315 miliar batang, dengan nilai pasar industri (market size) diestimasi Rp 222,7
triliun Rp 224,2 triliun pada 2015. Data ini juga menampilkan proyeksi dan outlook 2016.

Selain itu, ditampilkan tren pemimpin pasar industri rokok di Indonesia dari 1979-2015. Sejak
1989-2007, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mendominasi pasar dengan pangsa sekitar 28%-
47%. Namun sejak kuartal I 2007, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dengan dukungan Philip
Morris menggeser Gudang Garam dan merajai industri rokok nasional. Pada 2010, market share
HM Sampoerna sebesar 30,9% dan pada 2015 sekitar 35,2%. Juga ditampilkan pangsa pasar
pemain lainnya.

Ikut ditampilkan tren pertumbuhan pangsa pasar segmen rokok, dengan pertumbuhan tertinggi
dicapai sigaret kretek mesin (SKM) LTN dan SKM FF, sementara sigaret kretek tangan (SKT)
dan sigaret putih mesin (SPM) cenderung menurun.

Secara khusus, riset persaingan brand rokok ini menampilkan top 10 market leader brand
(merek) rokok di Indonesia berdasarkan penjualan, perubahan pangsa pasar 2014 dan 2015, tren
perkembangan pangsa sejak 1979 hingga 2015. Duniaindustri.com juga membuat riset terkait
brand equity market leader brand rokok di Indonesia, dari mulai tren penjualan dikaitkan dengan
biaya iklan dan promosi yang dihabiskan.

HM Sampoerna pemimpin pasar rokok di Indonesia memiliki merek produk yang kuat dan
cenderung mendominasi pasar. HM Sampoerna merajai di segmen SKM 31%, SKT 39%, dan
SPM 81%. Ikut dibedah, pangsa pasar produk HM Sampoerna yakni A Mild, Dji Sam Soe,
Malboro, U mild, dan Sampoerna Kretek.

Selain HM Sampoerna, ikut ditampilkan data-data terkait PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT
Bentoel International investama Tbk (RMBA), dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM). Di
samping pangsa pasar merek produk, juga diulas, fasilitas produksi, jalur pemasaran dan
distribusi, tren penjualan dan pendapatan serta laba (EBITDA), serta kenaikan cukai 2015.

Data sebanyak 28 halaman ini berasal dari BPS, Kementerian Perindustrian, Gabungan Pabrik
Rokok Indonesia (Gappri), sejumlah perusahaan rokok di Indonesia, dan diolah
duniaindustri.com.

Indeks data industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan puluhan
data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah
didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik
checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data
yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

2) Data dan Outlook Industri Rokok 2005-2016 ini menampilkan data dan outlook secara
komprehensif terkait seluruh informasi mengenai industri rokok di Indonesia, mulai dari volume
produksi, nilai pasar industri, jumlah perusahaan, cukai, konsumsi rokok, jumlah perokok,
segmentasi perokok, harga rata-rata rokok di Asia Tenggara, tren pertumbuhan volume,
kebutuhan bahan baku, hingga pemimpin pasar, para pemain terbesar, pangsa pasar merek rokok,
pangsa pasar segmen rokok, dan kinerja produksi serta keuangan para pemain rokok di negeri
ini.

Volume produksi rokok pada 2015 diperkirakan tumbuh tipis dibanding 2014, dari 314 miliar
batang menjadi 315 miliar batang, dengan nilai pasar industri (market size) diestimasi Rp 222,7
triliun Rp 224,2 triliun pada 2015. Data ini juga menampilkan proyeksi dan outlook 2016.

Sementara konsumsi rokok di Indonesia meningkat rata-rata per tahun (CAGR) sebesar 6%
periode 2008-2014. Harga rokok di Indonesia paling rendah di kawasan Asia Tenggara sebesar
US$ 1,4 per pack rokok. Juga dipaparkan tren pertumbuhan volume serta kebutuhan cengkeh
industri rokok nasional.

Saat ini jumlah perokok di Indonesia pada 2015 mencapai 62,7 juta jiwa dengan rasio 63% dari
seluruh pria merupakan perokok, sedangkan 5% wanita merupakan perokok.

Selain itu, ditampilkan tren pemimpin pasar industri rokok di Indonesia dari 1979-2015. Sejak
1989-2007, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mendominasi pasar dengan pangsa sekitar 28%-
47%. Namun sejak kuartal I 2007, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dengan dukungan Philip
Morris menggeser Gudang Garam dan merajai industri rokok nasional. Pada 2010, market share
HM Sampoerna sebesar 30,9% dan pada 2015 sekitar 35,2%. Juga ditampilkan pangsa pasar
pemain lainnya.

Ikut ditampilkan tren pertumbuhan pangsa pasar segmen rokok, dengan pertumbuhan tertinggi
dicapai sigaret kretek mesin (SKM) LTN dan SKM FF, sementara sigaret kretek tangan (SKT)
dan sigaret putih mesin (SPM) cenderung menurun.

Secara khusus data ini menampilkan data dan informasi spesifik terkait 4 pemain besar di
industri rokok di Indonesia, mulai dari sejarah, line up (portofolio) produk, hingga pangsa pasar
produk/merek rokok. HM Sampoerna pemimpin pasar rokok di Indonesia memiliki merek
produk yang kuat dan cenderung mendominasi pasar. HM Sampoerna merajai di segmen SKM
31%, SKT 39%, dan SPM 81%. Ikut dibedah, pangsa pasar produk HM Sampoerna yakni A
Mild, Dji Sam Soe, Malboro, U mild, dan Sampoerna Kretek.

Selain HM Sampoerna, ikut ditampilkan data-data terkait PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT
Bentoel International investama Tbk (RMBA), dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM). Di
samping pangsa pasar merek produk, juga diulas, fasilitas produksi, jalur pemasaran dan
distribusi, tren penjualan dan pendapatan serta laba (EBITDA), serta kenaikan cukai 2015.

Data sebanyak 39 halaman ini berasal dari BPS, Kementerian Perindustrian, Gabungan Pabrik
Rokok Indonesia (Gappri), sejumlah perusahaan rokok di Indonesia, dan diolah
duniaindustri.com.

Download database industri merupakan fitur terbaru di duniaindustri.com yang menampilkan


puluhan data pilihan sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga
mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase),
klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber
data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

3) Data Penjualan dan Pangsa Pasar 4 Perusahaan Rokok Terbesar ini mencakup nilai penjualan,
produksi, dan pangsa pasar 4 perusahaan rokok terbesar di Indonesia (periode tujuh tahun
terakhir). Keempat perusahaan rokok itu adalah PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Gudang
Garam Tbk (GGRM), PT Djarum, dan PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA).(*)