Anda di halaman 1dari 14

ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS

PERIODE INTRANATAL

DATA UMUM

Nama : Ny. TW Nama Suami : Tn D


Umur : 30 Tahun Umur : 32 Tahun
Alamat : Jakarta Pekerjaan : Swasta
Pekerjaan : Swasta Pendidikan Terakhir : S1
Agama : Islam Tanggal Masuk RS : 31 Maret 2008
Suku Bangsa : Betawi NO. RM : 17-91-
37
Status perkawinan : Kawin
Pendidikan terakhir : D3

DATA UMUM KESEHATAN

1. Tinggi/Berat badan : 165 cm/ 60 kg


2. Berat badan sebelum Hamil : -
3. Masalah kesehatan khusus : ( - )
4. Obat-obatan : ( - )
5. Alergi ( Makanan/obat-obatan/bahan tertentu : ( - )
6. Diet Khusus : ( - )
7. Menggunakan alat bantu : gigi tiruan / kaca mata/kontak lensa /alat dengar,lain-lain :
(- )
8. Frekuensi BAB 1 x / hari, Masalah : ( - )
9. Frekuensi BAK > 3x / hari, Masalah : ( - )
10. Kebiasaan waktu tidur : Tidur Malam 7 jam, Tidur siang 2-3 jam, masalah gangguan tidur : ( - )

DATA UMUM MATERNITAS

1. Kehamilan ini direncanakan : Ya

2. Status Obstetricus : G2 P1 A0 , Usia Kehamilan : 38-39 minggu

3. HPHT : 09 Juli 2007, Tafsiran Partrus : 16 April 2008

4. Jumlah anak di rumah :

No Jenis Cara Tempat BB Komplikasi Keadaa Umu


. kelamin Lahir Persalinan lahir Selama n saat r
Dan proses ini
penolong persalinan
1. Laki-laki Spontan Di RS 2700g (-) Sehat 4 thn
r
2. Hamil ini.

5. Mengikuti kelas prenatal : Tidak dikaji

6. Jumlah kunjungan selama kehamilan ini : 7 kali

7. Masalah kehamilan yang lain :

a. Trimester I : mual ( +),muntah ( +), tekanan darah tinggi ( - ), oedema tungkai (-)

b. Trimester II : Mual ( + ) agak berkurang, masalah lain ( -)

c. Trimester III : -

8. Masalah Kehamilan Sekarang ;

Keluhan : merasa mules mulai jam 00.00, disertai flek kontraksi belum teratur, lendir darah
sudah keluar, air ketuban ( -).

9. Kontrasepsi yang pernah dipakai dan masalah yang pernah dialami selama penggunaan
alat kontrasepsi : tak terkaji

10. Makanan bayi sebelumnya ASI/PASI: Anak sebelumnya diberikan ASI sampai usia 2
tahun dan disertai PASI .

11. Pendidikan Kesehatan yang ingin Ibu dapatkan selama perawatan : -


12. Setelah bayi lahir siapa yang diharapkan membantu : Suami dan orang tua serta keluarga lainnya.
13. Masalah persalinan yang lalu : ( - )

RIWAYAT PERSALINAN SEKARANG

1. Mulai persalinan ( kontraksi pervaginam )


Merasa mules-mules mulai jam 00.00 tanggal 31 Maret 2008, kontraksi belum teratur,lendir
darah sudah keluar, air ketuban ( -). Selanjutnya pagi harinya tanggal 31 Maret 2008 dari IGD
masuk di ruang VK jam 06.00 dengan keluhan kenceng-kenceng, lendir darah ( + ) , air ketuban
( - ), lokasi ketidaknyamanan pinggang menjalar ke perut dan terus meningkat, KU baik, TD
112/64 mmHg, N 112 X/mnt, RR 20 X/mnt, S 36,2 C, pasien mengeluh nyeri, merintih dan
nampak kesakitan, tidak ada oedema, dilakukan palpasi : Janin tunggal, letak
memanjang,presentasi kepala, kepala masuk panggul , Tinggi fundus uteri : 3J6px, DJJ ( + ),
letak Pu-Ka.
2. Keadaan kontraksi ( frekuensi dalam 10 menit, lamanya , kekuatan) : His 3 kali dalam 10 menit
lamanya 40 70 mmHg,kontraksi teratur (jam 06.30 Wib).
3. Frekuensi dan kekuatan denyut jantung janin : 140 x/m, kekuatan : cukup kuat.
4. Pemeriksaan fisik:

Tanda vital : TD = 112/64 mmHg, Nadi = 112 x/m, Suhu = 36,2 C , P = 20 x/m

Kepala/ Leher : Oedema (-),conjungtiva anemis (-),sclera (-),penglihatan :dbn,kelenjar


tiroid (-)vena jugularis(-),bekas operasi (-)

Dada ( Jantung ,paru-paru ) : Jantung : Tidak ada bising jantung , S1 dan S2 reguler.

Paru-paru :Simetris ki/ka,wheezing (-),ronchi(-)

Payudara :Lunak,Putting susu teraba kencang,ASI belum keluar.

Abdomen : Terdapat striae gravidarum, Tinggi fundus uteri 3j6px.

Kontraksi : His kuat, teratur, DJJ : ( + )

Ekstremitas : Tanda Homan ( - ), varises (-),oedema (-)

Refleks : + /+.

5. Pemeriksaan Dalam

Jam Dilakukan Oleh Hasil


Pemeriksaa
n
06.30 Bidan R KU : Tenang, Pembukaan 2 3 cm,portio
lunak, selaput ketuban ( + ), presentasi kepala ,
kepala masuk panggul, H1 H2,lendir darah
( + ), Air ketuban ( - )
Kesimpulan : Second gravid, aterm dlm
persalinan kala I fase laten
10.30 Dokter His kuat, DJJ ( + ) , portio tipis , pembukaan
8cm, ketuban ( + ), presentasi kepala, H 2,
lender darah ( + ), air ketuban ( -)
Kesimpulan : Second gravid, hamil aterm,dlm
persalinan kala I fase aktif.

6. Ketuban Utuh, pecah ( - )


7. Laboratorium :

Tanggal dan jenis Hasil pemeriksaan Interpretasi


pemeriksaan normal
(- ) (-)
Tidak dilakukan
pemeriksaan

8. Therapi yang diberikan :

Tanggal Jenis therapi Rute therapi dosis Indikasi therapi


31 Maret 2008 Pospargin IM 1 amp kontraksi His
PP IM 1 juta Ui Mencegah infeksi

DATA PSIKOSOSIAL

1. Penghasilan keluarga tiap bulan : tidak dikaji.

2. Bagaimana perasaan anda terhadap kehamilan sekarang : Ibu mengatakan bahwa


kehamilan ini memang direncanakan, dan merasa bahagia akan kelahiran putra/i ini.

3. Bagaimana perasaan pasangan terhadap kehamilan sekarang : Tidak dikaji

4. Jelaskan respon sibling terhadap kehamilan sekarang : tidak dikaji.

LAPORAN PERSALINAN

1. Kala I :

Tanggal Jam Hasil Observasi


31Maret 2008 Jam.07.30 His ( + ), frekuensinya 3 menit, lamanya 40 detik,
kekuatan sedang, air ketuban ( - ),DJJ 147 X/mnt,
lokasi ketidaknyamanan pinggang menjalar ke perut
dan terus meningkat, pasien mengeluh nyeri ,
merintih dan tampak kesakitan, kepala turun di H1
H2, Vital Sign : TD : 110/80 mmHg, N : 100 x/m, R :
24 x/m, SB : 36,5 C
Jam 09.00 KU : Tenang, His ( + ), 4 menit, lamanya 35 - 40
detik, kekuatan his : semakin Kuat, air ketuban ( - ),
Vital sign : TD : 110/80 mmHg, N : 88 x/m, R :
24x/m, SB : 36,4C, DJJ : ( + ), 148 X/mnt, teratur.
Jam 10.30 His ( +) frekuensi 3- 4 menit, lamanya 30 100
mmHg, kekuatan His : cukup kuat, pembukaan 8 cm,
selaput ketuban ( +), DJJ ( + ), portio tipis ,
pembukaan 8cm, ketuban ( + ), presentasi kepala, H
2, lender darah ( + ), air ketuban ( -)
Jam 11.45 His ( +) frekuensi 3 - 4 menit, lamanya 40 -45
detik,kekuatan His : kuat, ibu tampak ingin
mengejan , pembukaan lengkap, selaput ketuban ( +),
pecah sendiri, DJJ ( + ), pimpin persalinan

Analisa data :
1. DO : pasien tampak meringis dan merintih saat kontraksi.
DS : pasien mengatakan nyeri pada saat kencang-kencang, rasa tak nyaman pada pinggang,
menjalar keperut dan terus meningkat.

DX Keperawatan : Nyeri akut b.d tekanan/regangan pada bagian presentasi

2. DO : pasien dilakukan pemeriksaan dalam (VT) stiap 4 jam.


DS : -

DX Keperawatan : resiko infeksi b.d pemeriksaan vagina berulang.

2. Kala II

Tanggal Jam Hasil Observasi


31Maret 2008 Jam.11.45 Ibu tampak ingin mengejan , anus membuka,
perineum menonjol, His ( + ), frekuensinya 2 3
menit, lamanya 45 -50 detik, kekuatan His ; Kuat, VT
: Pembukaan lengkap, kepala turun di H 3- H4 ,
presentasi kepala, urine ( - ) Ibu dipimpin untuk
mengejan.
Jam 11.50 Lahir bayi laki-laki, spontan, BBL : 2855 gr,PBL : 50
cm, LK/LD : 30/ 30 cm, A/S : 8 9 , Bayi Normal ,
tidak ada cacat bawaan.
Keadaan Umum Bayi baru Lahir :
Berat badan : 2855 gram
Panjang badan : 50 cm
Lingkar kepala : 30 cm
Lingkar dada : 30 cm
Lingkar perut : 28 cm
APGAR SCORE ;
NO. Tgl/Jam Karakteristik yg dinilai 1 menit 5 menit
1. Tgl 31 Maret Denyut jantung 2 2
2008,jam 11.50
Pernafasan 2 2
Refleks 1 1
Tonus otot 2 2
Warna kulit 1 2
Total 1 menit : 8 menit, 5 menit : 9
Kesimpulan : AS Baik.

Analisa Data :
1. DO : Pasien tampak merintih dan menangis saat mengejan.
DS : -

DX Keperawatan : Nyeri b.d. Fisiologis: Proses persalinan

3. Kala III

Tanggal Jam Hasil Observasi

31 Maret Jam.10.30 Kontraksi uterus ( + ), baik, plasenta dilahirkan


2008 secara spontan lengkap, bentuk oval, insersi sentral,
perdarahan 100 cc,selaput ketuban utuh, Vital sign :
TD : 120/80 mmHg,N : 94 x/m.

Analisa Data :
1. DO : Pasien tamapak meringis
DS : Pasien mengatakan nyeri pada bagian pinggang dan perut dan vagina

DX Keperawatan : Nyeri b.d. Fisiologis: Involusi uterus, luka episiotomi.

2. DO : terdapat luka epis


DS : -

DX Keperawatan : Risiko infeksi b.d. Trauma jalan lahir (luka episiotomi).

4. Kala IV :

Tanggal Jam Hasil Observasi

16 mei 2003 Jam 13.35 Kontraksi uterus baik, TFU 2jari bawah pusat,
perdarahan pervaginam 50 CC, luka epis baik. Vital
sign : TD : 120/80 mmHg,N : 84 x/m, R 24 x/m,
SB : 36,4 C.

Analisa Data :
1. DO : Pasien tampak lemes
DS : pasien mengatakan badan terasa lemes

DX Keperawatan : Fatigue b.d. Proses persalinan.


KALA I

Tujuan Intervensi Implementasi Evaluasi


No Jam
Dx. Kep
1 31- Nyeri b.d. Setelah 6 jam tindakan 1. Managemen nyeri 07.30 Jam 11.30
04- Fisiologis: his dan keperawatan ibu mampu Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif yang Mengkaji nyeri klien: PQRST. Subyektif :
2008 penurunan kepala beradaptasi dengan meliputi lokasi, karakteristik, awitan, durasi, Mengatur lingkungan yang nyaman: Menyarankan Ibu mengatakan nyeri semakin hebat dibandingkan beberapa jam sebelumnya.
07.0 ke panggul. nyerinya frekuensi, kualitas, intensitas atau berat dan faktor penunggu satu orang bergantian, membersihkan Ibu mengatakan meskipun nyerinya terasa tapi akan berusaha untuk bertahan.
0 Kriteria: presipitasi tempat tidur ibu, menjaga ibu tetap kering.
Ibu mampu melakukan Ekspresikan penerimaan tentang nyeri 10.00
pursed lip breathing.
Tidak mengejan sebelum
Kurangi rasa takut dengan meluruskan setiap
misinformasi
Mengajarkan ibu untuk melakukan nafas dalam ketika
his timbul.
Obyektif
waktunya. 2. Manajemen lingkungan Menganjurkan ibu untuk merubah posisi tidur miring-
Implementasikan tindakan untuk kenyamanan fisik miring. Ekspresi meringis menahan sakit.
seperti menciptakan suasana yang nyaman, Menganjurkan ibu untuk tidak mengejan sebelum Tampak gelisah.
meminimalkan stimulasi lingkungan dianjurkan. Mampu melakukan nafas dalam ketika timbul his.
Ibu bersalin biasanya merasa panas dan banyak Tidak mengejan sebelum pembukaan lengkap.
keringat atasi dengan cara: gunakan kipas Sering mengubah posisi tidur.
angina/AC, Kipas biasa dan menganjurkan ibu mandi Tanda vital: TD: 110/80 mmHg, N: 98 x/mnt, R: 24 x/mnt, S: 36,2 oC.
sebelumnya
3. Edukasi : prosedur/perawatan Assesment
Demonstrasikan pereda nyeri non invasif/ non Rasa nyeri semakin kuat dan sering, ibu mampu beradaptasi dengan kondisinya.
farmakologis : massage, distraksi/imajinasi,
relaksasi, pengaturan posisi yang nyaman
Jika ibu tsb tampak kesakitan dukungan/asuhan yang
dapat diberikan; lakukan perubahan posisi, sarankan
ia untuk berjalan, dll. Planing
Anjurkan ibu untuk tidak mengejan sebelum
pembukaan lengkap Berikan support ibu untuk tidak mengejan sebelum waktunya.
Anjurkan ke keluarga intuk mendampingi dan Dampingi ibu sampai pembukaan lengkap.
melakukan massage pada punggung atau paha ibu Evaluasi nyeri his.
2 07.3 Resiko infeksi b.d. Setelah tindakan 3 jam ibu1. Kontrol infeksi 07.30
0 pemeriksaan menunjukkan menunjukkan
Terapkan pencegahan universal Mengukur tanda vital.
dalam berulang. kontrol terhadap infeksi.
Kriteria:
Berikan hygiene yang baik.
2. Proteksi infeksi
Mencuci tangan sebelum dan sesudah 11.00
Ibu bebas dari tanda daAn Monitor tanda dan gejala infeksi lokal/sistemik melakukan tindakan
gejala infeksi. Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan Menganjurkan agar orang terdekat saja yang
Ibu mampu menjelaskan tindakan. menunggui
tanda dan gejala infeksi. Gunakan sarung tangan steril dalam tindakan 11.00
pemeriksaan dalam.
Pertahankan kesterilan selama melakukan tindakan
Mengukur tanda vital. Subjektif
3. Monitor tanda vital
Mencuci tangan sebelum dan sesudah
Pantau suhu tubuh dan denyut nadi tiap 8 jam melakukan tindakan. Ibu mengatakan mengerti adanya resiko infeksi karena ketuban sudah pecah.
4. Managemen lingkungan Menggunakan sarung tangan steril saat
Jaga kebersihan tempat tidur, lingkungan melakukan pemeriksaan dalam.
5. Pendidikan kesehatan
Berikan penjelasan tentang mengapa klien
Objektif
menghadapi risiko infeksi, tanda dan gejala infeksi
6. Administrasi medikasi Tanda vital: TD: 110/80 mmHg, N: 98 x/mnt, R: 24 x/mnt, S: 36,4 oC.
Berikan antibiotik sesuai program Tidak terdapat tanda-tanda infeksi.

Assessment
Tidak ada tanda-tanda infeksi

Planning
Pertahankan kesterilan saat melakukan tindakan.
Pantau tanda-tanda infeksi.
Anjurkan ibu dan keluarga untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitarnya.

KALA II

Tujuan Intervensi Implementasi Evaluasi


No Jam
Dx. Kep
1 31- Nyeri b.d. Setelah 15 menit tindakan 1. Managemen nyeri 1145 11.50
03- Fisiologis: Proses keperawatan ibu mampu Membantu ibu mensupport tungkai.
Kurangi rasa takut dengan meluruskan setiap
08 persalinan. beradaptasi dengan misinformasi Membantu memimpin meneran.
Jam
11.45
nyerinya
Kriteria:
Menganjurksn ibu untuk merilekskan otot dasar pelvis
Berikan bantal pada bawah punggung dan Bantu
support kedua tungkai ibu. Memberikan dukungan pada ibu dengan memberikan
Subjektif
Ibu mampu mengatur pola Bantu memimpin pola nafas ibu. semangat.
nafas ketika meneran. Anjurkan ibu utk merilekskan otot dasar pelvis. Melibatkan suami dalam proses kelahiran (menemani Ibu mengatakan sakit ketika meneran.
Ibu mampu meneran 2. Manajemen lingkungan ibu). Menganjurkan ibu mengatur nafasnya: selalu
dengan tepat dan benar. Implementasikan tindakan untuk kenyamanan fisik mengambil nafas dalam untuk mengisi awal dan Objektif
Tidak terjadi ruptur di seperti menciptakan suasana yang nyaman, akhir kontraksi dan keluarkan perlahan-lahan, Ibu tampak meringis menahan sakit.
perineum. meminimalkan stimulasi lingkungan mengejan panjang dan kuat, ketika diminta menahan Pola nafas ibu teratur.
3. Edukasi : prosedur/perawatan tidak mengejan dulu menganjurkan ibu untuk Ibu mampu meneran dengan tepat.
Demonstrasikan pereda nyeri non invasif/ non berusaha rileks kepala bagian belakang bersandar.
farmakologis : massage, distraksi/imajinasi, Assesment
relaksasi, pengaturan posisi yang nyaman. Ibu mampu beradaptasi dengan nyerinya.
Anjurkan ibu mengatur pola nafas :sebelum meneran
tarik dua kali nafas dlm lalu baru meneran, ulangi lagi
sampai berakhirnya kontraksi dan berhenti meneran Planing
Anjurkan pada ibu untuk konsentrasi saat meneran Monitor nyeri ibu.
4. Edukasi : proses penyakit Anjurkan ibu untuk ettap mengatur pola nafas dan minta suami terus memberi
Berikan penjelasan tentang penyebab timbulnya nyeri dukungan.
Berikan informasi mengenai keadaan bayinya.

KALA III

Jam Dx Kep Tujuan Intervensi Implementasi Evaluasi


No

1 11.55 Nyeri b.d. Setelah tindakan 15 menit1. Managemen nyeri 11.55 12.00
Fisiologis: Involusi ibu mampu beradaptasi Monitor pelepasan plasenta. Melakukan monitor pelepasan plasenta. Subjektif
uterus, luka dengan nyerinya. Lakukan pemijatan pada fundus uteri. Memberitahu ibu jenis kelamin dan keadaan bayinya. Ibu mengatakan perutnya terasa melilit dan mules juga terasa nyeri pada jalan lahirny
episiotomi. Kriteria: Lakukan perawatan/memperbaiki perineum. Melakukan masase fundus uteri.
Tampak tenang. Anjurkan ibu untuk menggunakan tehnik nafas dalam Melakukan observasi perineum. Objektif
Menyatakan dapatuntuk mengurangi rasa nyeri Memimpin ibu melakukan nafas dalam. Tanda vital: TD: 120/84 mmHg, N: 94 x/m, R: 24 x/mnt, S: 36,4 oC.
menahan nyeri. Anjurkan suami/keluarga untuk menemani ibu. Menganjurkan keluarga untuk menemani ibu. TFU 2 jari di bawah pusat.
2. Manajemen lingkungan Menganjurkan suami untuk melakukan masase pada Ekspresi menahan nyeri.
Implementasikan tindakan untuk kenyamanan fisik putting ibu. Dilakukan kateterisasi urine keluar
seperti menciptakan suasana yang nyaman, Mengatur suhu ruangan (menghidupkan Kontraksi uterus (+), kuat.
meminimalkan stimulasi lingkungan kipas angin) dan membatasi penunggu ibu. Plasenta lahir spontan lengkap, Perdarahan 50 cc.
3. Edukasi : prosedur/perawatan
Demonstrasikan pereda nyeri non invasif/ non Mengukur tanda-tanda vital. Assesment
farmakologis : massage, distraksi/imajinasi, Nyeri masih aktual.
relaksasi, pengaturan posisi yang nyaman
Anjurkan pada ibu untuk konsentrasi saat meneran
Beri dukungan pada ibu untuk beradaptasi dengan Planning
bayi. Monitor tanda vital.
Lakukan pengkajian nyeri.
Anjurkan penggunaan nafas dalam dan distraksi (diajak bicara).

2 11.55 Risiko infeksi b.d. Kontrol infeksi selama 7. Infection control 11.55
Trauma jalan lahir perawatan 3 hari. Kriteria: Terapkan pencegahan universal. Melakukan toileting luka sebelum menjahit.
(luka episiotomi). Tidak terdapat tanda-tanda
infeksi.


Berikan hygiene yang baik.
Jahit luka dengan teknik aseptic


Melakukan observasi luka episiotomi.
Menjahit luka dengan teknik aseptik.
12.00
Jaga kesterilan alat yang digunakan. Menjaga kesterilan alat.
Gunakan sarungtangan steril dalam melakukan
rindakan.


Memakai sarung tangan streril.
Mengukur tanda vital. Subjektif
8. Infection protection Menjaga kebersihan luka dan tempat tidur ibu.
Monitor tanda dan gejala infeksi lokal/sistemik -
Amati faktor-faktor yang menaikkan
infeksi/memperlambat penyembuhan luka : infeksi
Objektif
luka, nutrisi dan hidrasi tidak adekuat, penurunan
Luka episiotomi sepanjang 3 cm.
suplai darah.
Dilakukan jahitan dengan cat gut dan zide sebanyak 4.
9. Vital sign monitoring
Monitor tanda vital. Tanda vital: TD: 120/84 mmHg, N: 90 x/mnt, R: 22 x/mnt, S: Afebris.
10. Incision site care Tidak terdapat tanda-tanda infeksi.
Rawat luka post episiotomi dengan cara steril. Luka tampak basah.
Pantau kondisi luka, waspadai tanda-tanda infeksi
11. Health Education Assessment
Berikan penjelasan tentang mengapa klien Tidak terjadi infeksi.
menghadapi risiko infeksi, tanda dan gejala infeksi
12. Administrasi medikasi Planning
Berikan antibiotik sesuai program Gunakan teknik aseptic dalam perawatan luka.
Berikan antibiotik sesuai order.
Anjurkan ibu untuk menjaga hygiene.
KALA IV

No Dx Kep Tujuan Intervensi Implementasi Evaluasi


Jam
1 12.3 Fatigue b.d. Ibu mampu melakukan1. Konservasi energi 12.30 13.45
0 Proses konservasi energi stelah Monitor tingkat kelemahan ibu. Mengukur tanda vital. Subjektif
persalinan. tindakan 6 jam. Kriteria: Monitor tanda-tanda vital ibu. Memonitor tingkat kelemahan. Ibu mengatakan masih merasa lungkrah, rasanya ingin tidur.
Ibu menyatakan lelah Berikan periode istirahat yang cukup. Membersihkan ibu dan mengembalikan ke ruang
berkurang. Fasilitasi ibu untuk istirahat. istirahat. Objektif
Ibu mampu mengatur pola Berikan makanan/nutrisi pada ibu. Menganjurkan ibu untuk mencona istirahat. Tampak lemah.
istirahat-aktivitas. Berikan tambahan minuman peroral pada ibu Menganjurkan ibu untuk makan dan minum. Tanda vital: TD: 120/80 mmHg, N: 90 x/mnt, R: 22 x/mnt, S: 36,7 oC.
Berikan suplai oksigen yang cukup bagi ibu. 13.35 Mau makan dan minum.
Ciptakan lingkungan yang tenang. Menjaga ketenangan ruangan. Tampak tenang, tidur bersama bayinya.
Batasi aktivitas ibu. Menganjurkan kepada ibu untuk tidak banyak
Libatkan keluarga untuk memberikan support. bergerak dulu. Asessment
Tujuan belum tercapai.

Planing
Lanjutkan intervensi.
Fasilitasi ibu untuk beristirahat: Jaga ketenangan ruangan, kebiasaan sebelum istirah

Read more: http://perawatmasadepanku.blogspot.com/2012/08/asuhan-keperawatan-persalinan-normal_13.html#ixzz2aRMNDpaI