Anda di halaman 1dari 11

ASUMSI RASIONALITAS DALAM

EKONOMI ISLAM
Apr24

TUGAS KELOMPOK
ASUMSI RASIONALITAS DALAM EKONOMI ISLAM
Disusun oleh :
KELOMPOK : 2
NAMA : SURIYANTI NASUTION ( 20110730041)
ADI SAPUTRA (20110730099)
ANDES BARTA (20110730129)
SITI AMALIA ( )
MATA KULIAH : EKONOMI MIKRO ISLAM
DOSEN PENGAMPU : M. SOBAR, SEi.

Program Studi Ekonomi & Perbankan Islam


Fakultas Agama Islam
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
2012/2013
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb
Puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
segala limpahan rahmat, bimbingan dan petunjuk serta hidayah-Nya, sehingga kami mampu
menyelesaikan penyusunan makalah . Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas
Ekonomi Mikro Islam.
Kami mohon maaf atas kesalahan serta kekhilafan yang kami perbuat baik sengaja
maupun tidak sengaja dan kami mengharapkan kritik dan saran demi menyempurnakan
makalah kami agar lebih baik dan dapat berguna semaksimal mungkin.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa penulisan dan penyusunan makalah ini tidak mungkin
terselesaikan dengan baik tanpa bantuan dan dukungan dari Bapak M. Sobar, SEi. selaku
dosen pembimbing mata kuliah Ekonomi Mikro Islam, serta semua pihak yang membantu.
Akhir kata kami mengucapkan terimakasih dan berharap semoga makalah ini bisa bermanfaat
bagi semua yang membacanya. Semoga Allah SWT memberikan petunjuk serta rahmat-Nya
kepada kita semua.
Wassalamualaikum Wr. Wb
Yogyakarta, 02 Oktober 2012
Hormat kami
Penulis

PENDAHULUAN

1; 1. Latar Belakang
Ilmu ekonomi mikro (micro economic) adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari
perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor
input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan. Ekonomi mikro meneliti bagaimana berbagai
keputusan dan perilaku tersebut mempengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan
jasa, yang akan menentukan harga dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan
penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya. Individu yang melakukan kombinasi
konsumsi atau produksi secara optimal, bersama-sama individu lainnya di pasar, akan
membentuk suatu keseimbangan dalam skala makro dengan asumsi bahwa semua hal lain
tetap sama (ceteris paribus).
Salah satu tujuan ekonomi mikro adalah menganalisa pasar beserta mekanismenya yang
membentuk harga relatif kepada produk dan jasa, dan alokasi dari sumber terbatas diantara
banyak penggunaan alternatif. Ekonomi mikro menganalisa kegagalan pasar, yaitu ketika
pasar gagal dalam memproduksi hasil yang efisien serta menjelaskan berbagai kondisi teoritis
yang dibutuhkan bagi suatu pasar persaingan sempurna.
Dalam berbagai transaksi di kehidupan nyata, beberapa individu (baik pembeli maupun
penjual) memiliki kemampuan untuk mempengaruhi harga. Kegagalan pasar dalam ekonomi
positif (ekonomi mikro) dibatasi dalam implikasi tanpa mencampurkan kepercayaan para
ekonom dan teorinya. Permintaan untuk berbagai komoditas oleh perorangan biasanya
disebut sebagai hasil dari proses maksimalisasi kepuasan. Penafsiran dari hubungan antara
harga dan kuantitas yang diminta dari barang yang diberi, memberi semua barang dan jasa
yang lain, pilihan pengaturan seperti inilah yang akan memberikan kebahagiaan tertinggi bagi
para konsumen.
Dan di dalam memahami ekonomi mikro islam tidak ada membedakan antara ilmu ekonomi
positif dan normatif. Ilmu ekonomi positif membahas apa dan bagaimana masalah-masalah
ekonomi diselesaikan dan ekonomi normatif membahas apa yang sebenarnya masalah
ekonomi tersebut. Muhammad Baqis as-sadr mengatakan bahwa ekonomi islam adalah
sebuah ajaran dan ilmu murni, karena apa yang terkandung ekonomi islam bertujuan
memeberikan sebuah solusi hidup yang lebih baik.
Dalam ekonomi mikro islam ada sub yang membahas asumsi rasionalitas dalam ekonomi
islam. Asumsi rasionalitas adalah anggapan bahwa manusia berprilaku secara rasional atau at
mereka lebih buruk. Seperti firman Allah SWT dalam QS. Al Jatsiyah :5 yang artinya :
Dan (pada) pertukaran malam dan siang silih berganti dan juga pada rezeki yang diturunkan
oleh Allah dari langit, lalu Ia hidupkan dengannya tumbuh-tumbuhan di bumi sesudah
matinya, serta (pada) peredaran angin, (semuanya itu mengandungi) tanda-tanda (yang
membuktikan keesaan Allah,kekuasaanNya,kebijaksanaanNya,serta keluasan rahmatNya)
kaum yang mau menggunakan akal fikiran.
Ada lima kelompok yang menafsikan ekonomi baik itu tingkah laku maupun lainnya yang
tertera dalam kitab suci Al-Quran yaitu aqidah,adil,nubuwwa,khilafah, dan maad.
1; Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh
Dosen Mata Kuliah EKONOMI MIKRO ISLAM
1; Rumusan Masalah
1; Pengertian Asumsi Rasionalitas ?
2; Aksioma-aksioma Pilihan Rasional?
3; Asumsi-Asumsi Lainnya tentang Preferensi?
4; Perluasan konsep Rasionalitas?
5; Perluasan Spektrum Utilitas ?
DAFTAR ISI
I. KATA PENGANTAR
II. PENDAHULUAN
III. DAFTAR ISI
1; PEMBAHASAN
1; Konsep Asumsi Rasionalitas
i. Asumsi Rasionalitas
ii. Aksioma aksioma pilihan Rasional
iii. Asumsi asumsi lainnya tentang preferensi
1; Perspektif islam tentang asumsi rasionalitas
i. Perluasan konsep Rasionalitas
ii. Perluasan spektrum utilitas
V. KESIMPULAN
1; PENUTUP
2; DAFTAR PUSTAKA
PEMBAHASAN

1; A. KONSEP ASUMSI RASIONALITAS


i. Asumsi rasionalitas
Apa yang dimaksud asumsi rasional ? mungkin itu adalah pertanyaan yang muncul ketika
mendengar istilah asumsirasional, dimulai dari kata asumsi dalam KBBI jilid ke 3 yang
dimaksud dengan asumsi adalah dugaan yang diterima sebagai dasar, landasan berpikir
karena dianggap benar sedangkan pengertian dari kata rasional berasal dari kata rasio yaitu
pemikiran menurut akal sehat, akalbudi, nalar, hemat kami dapat diartikan asumsi rasional
dari pengertian diatas yaitu bahwa manusia tidak akan salah dalam menentukan atau memlih
sesuatu dikarenakan dalam memilih sesuatu manusia cenderung menggunakan akal
sehatnya,rasio dan nalarnya, sebagai contoh jika seseorang dihadapkan dengan 2 pilihan
produk, produk A menawarkan harga yang tidak terlalu mahal dengan kualitas barang yang
tinggi sedangkan produk B menawarkan harga yang sangat murah dengan kulaitas barang
yang rendah pula, konsumen yang dihadapkan pada 2 pilihan ini cenderung akan memilih
produk A dengan harga yang relative murah dengan kualitas yang tinggi disbanding produk B
yang kualitasnya produknya rendah walaupun dengan harga murah. Sedangkan pengertian di
dalam buku Ekonomi Mikro Islami yang dimaksud dengan asumsi rasional adalah anggapan
bahwa manusia berperilaku secara rasional (masuk akal), dan tidak akan secara sengaja
membuat keputusan yang akan menjadikan mereka lebih bruk.
Perilaku rasional dapat mempunyai dua makna, yaitu metode dan hasil. Makna metode
perilaku rasional yaitu tindakan yang dipilih bedasarkan pikiran yang beralasan bukan
bedasarkan kebiasaan,prasangka, atau emosi. Sedangkan dalam makna hasil, perilaku
rasional yaitu tindakan yang benar benar dapat menjadi tujuan yang ingin dicapai.
Jenis Rasionalitas
Dua jenis rasionalitas, yaitu :
1; Self interest rationality (Rasionalitas Kepentingan Pribadi)
Prinsip pertam adalam ilmu ekonomi menurut Edgeworth, adalah setiap pihak digerakkan
hanya pada self interest. teoriutilitas modern adalah pembebasan ilmu ekonomi dari prinsip
pertama yang meragukan tersebut. Self interest mencangkup tujuan yang berhubungan
dengan prestise, persahabatan, cinta, kekuasaan, menolong sesama, penciptaan karya seni,
dan sebagainya. Self interest dimana individu-individu mencapai sesuatu dakam menjadikan
mereka lebih baik, pada saat yang sama membuat orang-orang sekeliling menjadi lebih baik
pula.
1; b. Present- aim rationality
Dalam teori ini manusia menyesuaikan preferensinya dengan sejumlah aksioma sacara
kasarnya preferensi preferensi harus konsisten.
1; ii. Aksioma Aksioma Pilihan Rasional

1; a. Kelengkapan (Complenteness)

Apabila satu individu dua situasi , A dan B maka ia dapat selalu menentukan secara pasti
salah satu dari tiga kemungkinan seperti berikut ini :
A lebih disukai daripada B B lebihdisukaidaripada A

A dan B sama samadisukai.


1; b. Transivitas(Transivity)

Jika seseorang

A harus lebih disukai daripada B dan B lebih disuka daripada C


maka
A harus lebih disukai daripada C
Asumsi ini menyatakan bahwa pilihan individu bersifat konsisten secara internal.
1; Kontinuitas (Continuity)
Jika menurut sesorang
A lebih disukai daripada B maka situasi situasi yang secara cocok mendekati A harus juga
lebih disukai daripada B.
1; iii. Asumsi asumsi Lainnya tentang Preferensi

1; Kemonotonan yang kuat (strong Monotonoticity)


Lebih banyak berarti lebih baik.
1; Local nonsatiation
Seseorang dapat selalu berbuat baik, sekecil apapun bahkan bila ia hanya menikmati sedikit
perubahan saja dalam keranjang konsumsinya. Maksud lain dari pengertian local
nonsatiation adalah bahwa seseorang bisa berbagi walaupun penghasilannya hanya sedikit.
1; Konveksitasketat (Strict Convexity)
Seseorang lebih menyukai yang rata rata dari pada ekstrim, tapi selain dari pada makna ini,
asumsi memiliki muatan ekonomis yang kecil.
1; B. PERSPEKTIF ISLAM TENTANG ASUMSI RASIONALITAS
I. Perluasan Konsep Rasionalitas (untuk Transitivitas)
Transitivitas adalah syarat minimal konsistensi, jika konsistensi tidak menysaratkan
transitivitas maka sesungguhnya ia tidak mensyaratkan apa pun. Dua cara
mendistribusikanpendapatan menurut islam yaitu iuran wajib (zakat) dan iuran sukarela
(infaq).
Contoh kasus menurut aksioma transitivitas yang tidak masuk akal/rasional karena tidak
konsisten :
Jika seseorang bekerja dengan gaji Rp. 10 juta lebih disukai daripada pekerjaan dengan gaji
Rp. 5 juta , dan jika pekerjaan dengan pendatan Rp. 5 juta lebih disukai daripada pendapatan
Rp. 3juta , apakah masuk akal pendapatan Rp. 3 juta ataupun lebih bawah dari itu lebih
disukai dari pada pendapatan Rp 10 juta?
1; Persyaratan Transitivitas
Contoh :
Adi memepertimbangkan 3 gadis untuk di jadikan istri. Dan Menurut Adi, akhlak dan
kecantikan merupakan penentu. Adi merumuskan preferensinya dengan :
1; Jika perbedaan akhlak tidak signifikan, yakni <2, maka kecantikan merupakan faktor
yang menentukan.
2; Jika perbedaan akhlak signifikan, yakni > 2, maka akhlak merupakan factor yang
menentukan.

Nama Kecantikan Akhlak

Ani 8 7

Bita 7 8

Cindy 6 9

Adi membuat alternative


Pilihan Antara Perbedaan Faktor penentu Pilihan Adi Preferensi
Akhlak
Ani & Bita 1 Kecantikan Ani Ani daripada Bita
Bita & Cindy 1 Kecantikan Bita Bita daripada cindy
Cindy & Ani 2 Akhlak Cindy Cindy daripada Ani
1; Utilitas dan infak (sedekah)
Utilitas adalah rasa kepuasan yang berasal dari konsumsi: itu adalah ingin berkuasa
memuaskan barang, jasa, dan kegiatan. utilitas yang Anda terima dari mengkonsumsi barang
tertentu tergantung pada selera Anda. Kita membedakan antara utilitas total yang diperoleh
dari mengkonsumsi barang . Barang dan utilitas marjinal yang berasal dari mengkonsumsi
satu unit lebih baik. Hokum dimingshing utilitas marjinal mengatakan bahwa lebih dari
dikonsumsi baik per periode tertentu, hal-hal lain konstan, semakin kecil peningkatan utilitas
total yang diterima dari setiap unit tambahan yang dikonsumsi.Utilitas adalah subyektif.
Setiap konsumen harus membuat penilaian terhadap menginginkan kekuatan memuaskan
konsumsi dengan menerjemahkan ukuran subjektif individu kepuasan dalam unit utilitas, kita
dapat memprediksi jumlah yang diminta pada harga yang diberikan serta efek dari perubahan
harga pada kuantitas yang diminta
Utilitas total adalah kepuasan total konsumen berasal dari konsumsi. Bisa merujuk
kesalahsatu utilitas total mengkonsumsi barang tertentu atau utilitas total mengkonsumsi
barang tertentu atau utilitas total dari konsumsi semua. Analisis utilitas dapat digunakan
untuk membangun kurva permintaan seorang konsumen individu dengan mengubah harga
dan mengamati utilitas memaksimalkan tingkat konsumsi, kita dapat menghasilkan poin di
sepanjang kurva permintaan.
Contoh kasus:
Yanti memiliki 2 pilihan yaitu buku dan pakaian yang harus ia penuhi dengan pemberian
orangtuanya setiap bulan namun yanti mengutamakan membeli buku. Maka Ia harus rela
mengurangi pembelian pakaian.
Pakaian X1

4
3
2
2 3 4 Buku X2
keterangan :
Pada bulan pertama Yanti membeli pakaian 4 dan buku 2
Pada bulan ke dua Yanti membeli pakaian 3 dan buku 3 karena yanti memiliki tugas
dan harus memiliki buku tersebut sehingga mengurangi keinginan untuk membeli
pakaian dan menambah pembelian buku
Pada bulan ke tiga Yanti membeli pakaian 2 dan buku 4 karena pada bulan ketiga
tersebut Yanti ujian akhir semester dan harus memiliki buku lebih banyak dan yanti
mengurangi pembelian pakaian.
Infak (sedekah ) adalah iuran yang sukarela, berapapun yang ia keluarkan untuk orang
lain yang membutuhkan.
UY= U (MY,MI)

Dapat kita beri pemahaman dengan contoh utilitas Yanti merasa lebih baik jika ia
membelanjakan uangnya untuk infak. Kita rumuskan dengan
Keterangan :
Uf : Utilitas Yanti
Mf : Uang yang dimiiki Yanti
Mz : Uang yang dimiliki Ima
Pend. Yanti

MY
A
MI MY+MI
Gambar.1 Hubungan utility &infaq
Menurut Yanti, infak adalah hal yang baik sehingga Yanti bersedia mengeluarkan uangnya
sebagai infak sehingga Ima mendapatkan tambahan pendapatan sebesar yang diberikan oleh
Yanti. Slope kurva utilitas Yanti berarti Yanti mengurangi pendapatannya. Besar
pendapatannya ini ditentukan oleh kemiringan budget line titik A adalah solusi optimal untuk
Yanti.
II. Perluas Spektrum Utilitas (untuk Strong Monotonicity & Local
Nonsatiation)
Lebih banyak tidak selalu baik karena asumsi berbeda. Dalam islam di ajarkan lebih banyak
lebih baik dengan pandangan X halal dan Y halal bukan X halal Y haram ataupun sebaliknya.
Dan mengenai halal dan haram membuat kita harus memperluas spectrum utilitas.
Penambahan utilitas memiliki banyak faktor.
Barang Y

Penambahan utilitas

Barang X

Strong Monotonicity
Spektrum yang diperluas

Tipe X Tipe Y Solusi Optimal

X Halal Y Halal Pada MRS = slope budget line


X Halal Y Haram Solusi sudut pada Y = 0

X Haram Y Halal Solusi sudut pada X = 0

X Haram Y Haram Pada titik origin (0 , 0)

Y Halal Y Haram

X Halal X Haram
Y Halal Y Halal

X Halal X Haram
Tipe fungsi utilitas

KESIMPULAN
kata asumsi dalam KBBI jilid ke 3 yang dimaksud dengan asumsi adalah dugaan yang
diterima sebagai dasar, landasan berpikir karena dianggap benar sedangkan pengertian dari
kata rasional berasal dari kata rasio yaitu pemikiran menurut akal sehat, akalbudi, nalar,
hemat kami dapat diartikan asumsi rasional dari pengertian diatas yaitu bahwa manusia tidak
akan salah dalam menentukan atau memlih sesuatu dikarenakan dalam memilih sesuatu
manusia cenderung menggunakan akal sehatnya,rasio dan nalarnya,
jenis rasionalitas, yaitu :
1; a. Self interest rationality (Rasionalitas Kepentingan Pribadi)
2; b. Present- aim rationality
Aksioma Aksioma Pilihan Rasional
Kelengkapan (Complenteness)
Transivitas(Transivity)
Kontinuitas (Continuity)
Asumsi asumsi Lainnya tentang Preferensi
Kemonotonan yang kuat (strong Monotonoticity)
Local nonsatiation
Konveksitasketat (Strict Convexity)
PERSPEKTIF ISLAM TENTANG ASUMSI RASIONALITAS
Perluasan Konsep Rasionalitas (untuk Transitivitas)
Transitivitas adalah syarat minimal konsistensi, jika konsistensi tidak menysaratkan
transitivitas maka sesungguhnya ia tidak mensyaratkan apa pun. Dua cara
mendistribusikanpendapatan menurut islam yaitu iuran wajib (zakat) dan iuran sukarela
(infaq).
Utilitas dan infak (sedekah)
Utilitas adalah rasa kepuasan yang berasal dari konsumsi: itu adalah ingin berkuasa
memuaskan barang, jasa, dan kegiatan. utilitas yang Anda terima dari mengkonsumsi barang
tertentu tergantung pada selera Anda. Kita membedakan antara utilitas total yang diperoleh
dari mengkonsumsi barang . Barang dan utilitas marjinal yang berasal dari mengkonsumsi
satu unit lebih baik. Hokum dimingshing utilitas marjinal mengatakan bahwa lebih dari
dikonsumsi baik per periode tertentu, hal-hal lain konstan, semakin kecil peningkatan utilitas
total yang diterima dari setiap unit tambahan yang dikonsumsi.Utilitas adalah subyektif.

PENUTUP
Sebagai penutup besara harapan kami bahwa makalah kami yang berjudul Asumsi
Rasionalitas Dalam Ekonomi Islam dapat berguna untuk kita. Jika ada kesalahan dalam
penyusunan baik itu penulisan.judul.isi kami mohon maaf kepada semua pihk.dan kami
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu kami menyelesaikan
makalah ini,
Demikian yang kami ampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih,

Yogyakarta, 02 Oktober 2012


Hormat kami
Penulis
DAFTAR PUSTAKA

I. Karim, Adiwarman Azwar.Ekonomi Mikro Islam. Jakarta : PT


RajaGrafindo Persada .2007
II. Nordbaus, William d. dan paul a. samuelson.mikro ekonomi.edisi 14.
Jakarta:Erlangga.1997
III. Mankiw, N. Gregory. Pengantar ekonomi mikro. Jakarta : salemba
empat.2006