Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN

Tersedianya fasilitas rumah sakit yang aman, memadai, berfungsi, dan suportif bagi
pasien, keluarga, staf, dan pengunjung saat ini sudah bukan menjadi hal yang baru lagi. Hal ini
wajib diupayakan oleh rumah sakit yang melaksanakan tugas pelayanan kesehatan masyarakat.
Fasilitas tersebut meliputi sarana gedung, prasarana, dan peralatan kesehatan yang layak pakai.
Untuk menjaga dan memelihara segala fasilitas yang ada menjadi siap dan layak pakai,
dibutuhkan suatu sistem manajemen yang mengatur tentang penggunaan, pemeliharaan, serta
batasan-batasan lain sehingga dalam penggunaannya tidak menimbulkan suatu bahaya atau
risiko.
BAB II
GAMBARAN UMUM RS AIRLANGGA JOMBANG

Rumah Sakit Airlangga Jombang merupakan rumah sakit swasta yang didirikan sejak
tahun 2010. Rumah Sakit Airlangga berlokasi di Jl. Airlangga No. 50 C Jombang, suatu daerah
pemukiman berpenghasilan menengah ke bawah dan dekat dengan perdagangan dan
perindustrian lama. Walaupun demikian rumah sakit menyediakan berbagai fasilitas untuk
perawatan kesehatan dengan dukungan teknologi kedokteran yang modern serta tim medis yang
profesional dan memiliki keahlian dibidangnya dengan reputasi medis yang tidak perlu
diragukan. Kesemuanya itu ditunjang dengan suasana perawatan profesional yang penuh
sentuhan cinta kasih dan perhatian pribadi sebagaimana tercermin dalam motto Rumah Sakit
Airlangga Jombang Kami Berbuat Allah yang Menyembuhkan.
Pelayanan Rawat Inap di Rumah Sakit Airlangga Jombang siap menerima pasien 24 jam
sehari dengan dukungan dokter serta para medis yang terlatih, dimana pasien akan dilayani
dengan ramah dan penuh perhatian. Kapasitas 55 tempat tidur yang terdiri dari kelas Junior
Sweet, VIP A, VIP B, Utama, Kls I, Kls II, Kls III, merupakan alternatif pilihan sesuai dengan
selera dankemampuan masing-masing. Dokter-dokter spesialis yang ahli di bidangnya dapat
dipilihkan oleh RS untuk pasien, atau keluarga dapat memilih sendiri dokter spesialis untuk
merawatnya, dengan dukungan 84 tenaga baik medis, para medis maupun non medis.
Fasilitas pelayanan rawat jalan meliputi: Medical Check Up, Poli Umum 24 Jam, Poli
Spesialis Anak, Poli Spesialis Kandungan, Poli Gigi, Poliklinik Spesialis Bedah, Poli Spesialis
Syaraf, Poli Spesialis Penyakit Dalam, Poli Spesialis Jantung, Poli Spesialis Mata, Laboratorium,
Pemeriksaan Radiologi (USG, X-foto), Pelayanan Gawat Darurat (IGD) 24 jam dan Pelayanan
Obat.
BAB III
VISI, MISI, MOTTO, FALSAFAH DAN TUJUAN
RUMAH SAKIT WARAS WIRIS BLITAR

A. Visi Rumah Sakit Airlangga Jombang


Visi Rumah Sakit Airlangga Jombang adalah:
Menjadi Rumah Sakit Terkemuka dalam Pelayanan Kesehatan Paripurna yang
Berlandaskan Moral dan Profesionalisme.

B. Misi Rumah Sakit Airlangga Jombang


Misi Rumah Sakit Airlangga Jombang adalah:
Memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh dan berorientasi kepada kebutuhan
pesien secara professional, efektif dan efisien.
Berdasarkan semangat Istiqomah, senantiasa meningkatkan mutu pelayanan melalui
pendidikan/ pelatihan SDM sesuai perkembangan IPTEK

C. Motto Rumah Sakit Airlangga Jombang


Motto Rumah Sakit Airlangga Jombang adalah:
Kami Berbuat Allah yang Menyembuhkan
BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI
RUMAH SAKIT WARAS WIRIS BLITAR
Struktur Organisasi Rumah Sakit Waras wiris
Rumah Sakit Waras wiris dipimpin oleh seorang Direktur dan dibantu oleh Wakil
Direktur yang membawahi 3 (tiga) bidang dan 3 (tiga) bagian, ketiga bidang dan bagian
tersebut adalah Bidang Pelayanan Medis, Bidang Penunjang Medis dan Bidang Keperawatan,
serta Bagian Keuangan, Bagian Administrasi dan Bagian Umum. Dalam menjalankan
tugasnya Direktur dibantu oleh beberapa perangkat antara lain Komite Medis, Staf Medis
Fungsional, Komite Keperawatan, Komite Etik dan Hukum, Satuan Pengawas Intern.
Struktur Organisasi Rumah Sakit Waras wiris digambarkan sebagai berikut:

BAGAN STRUKTUR MINTA MAS MMAD

BAB V
MOTTO, VISI, MISI, FALSAFAH DAN TUJUAN
TIM MANAJEMEN FASILITAS DAN KESELAMATAN

A. Visi Tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK)


Visi Tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan adalah Membudidayakan Sikap Bekerja
yang Selamat dan Sehat di Dalam Lingkungan Rumah Sakit

B. Misi Tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK)


Misi Tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan adalah:
Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan karyawan di bidang K-3.
Melengkapi fasilitas dan peralatan yang memenuhi standar keamanan.
Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.
Menyeimbangkan kapasitas dan beban kerja.

C. Motto Tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK)


Motto Tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan adalah Kami Berbuat Allah yang
Menyembuhkan.

D. Falsafah dan Tujuan Tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK)


Falsafah dan Tujuan Tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan adalah:
1. Memberikan perlindungan terhadap keselamatan karyawan agar dapat bekerja dalam
lingkungan yang sehat dan aman serta tidak membahayakan diri sendiri maupun orang-
orang di sekitarnya.
2. Memberikan kenyamanan dalam lingkungan kerja agar setiap karyawan dapat bekerja
dalam lingkungan kerja yang sehat dan terhindar dari pengaruh kegiatan lingkungan
rumah sakit dalam bentuk kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja.
3. Memberikan jaminan dan menjaga keselamatan pasien, pengunjung dan karyawan
Rumah Sakit Airlangga Jombang yang dibangun dan dilengkapi dengan peralatan yang
dijalankan dan dipelihara sedemikian rupa untuk mencegah kebakaran serta persiapan
menghadapi bencana.
BAB VI
STRUKTUR ORGANISASI
TIM MANAJEMEN FASILITAS DAN KESELAMATAN

Struktur Organisasi Tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan Rumah Sakit Airlangga Jombang
adalah sebagai berikut:

Ketua MFK

Sekretaris

PJ PJ PJ PJ PJ PJ
Keselamat Pengelolaa Kesiaapan Penangana Peralatan Sistem
an n Menghada n Medis Utilitas
& B3 pi Kebakaran
Keamanan
Penanggung Jawab Penanggung Jawab Penanggung Jawab
Sosialisasi Lintas Unit Sosialisasi Lintas Unit Sosialisasi Lintas Unit
Instalasi Gizi Laboratorium NS.1
Instalasi Farmasi Radiologi NS.2
Linen UGD NS.3
Sarpras Cleaning Service RM
Security
FO OB
Admin

BAB VII
URAIAN JABATAN

1. Nama Jabatan : Ketua Manajemen Fasilitas dan Keselamatan


Hasil Kerja : Terselenggaranya visi, misi dan program Manajemen Fasilitas dan
Keselamatan di rumah sakit secara menyeluruh dan terpadu
Uraian Tugas :
1. Memimpin rapat
2. Membuat program Manajemen Fasilitas dan Keselamatan bersama
dengan penanggung jawab masing-masing program
3. Memantau pelaksanaan program Manajemen Fasilitas dan
Keselamatan
4. Membuat Standar Prosedur Operasional (SPO)
5. Memberikan usulan-usulan yang berhubungan dengan Manajemen
Fasilitas dan Keselamatan kepada Direktur
6. Melakukan evaluasi program Manajemen Fasilitas dan Keselamatan
7. Melakukan tugas lain yang diberikan oleh Direktur yang berkaitan
dengan Manajemen Fasilitas dan Keselamatan
Tanggung Jawab :
1. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan visi dan misi Manajemen
Fasilitas dan Keselamatan
2. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program dan evaluasi
3. Bertanggung jawan kepada Direktur
Syarat Jabatan :
1. Dokter
2. Masa kerja mengelola Manajemen Fasilitas dan Keselamatan rumah
sakit minimal 3 tahun
3. Memiliki sertifikat Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K-3)
4. Mampu melaksanakan pertolongan dasar hidup / Basic Life Support

2. Nama Jabatan : Sekretaris Manajemen Fasilitas dan Keselamatan


Hasil Kerja :
1. Terkelola dan terdokumentasinya seluruh data Manajemen Fasilitas
dan Keselamatan
2. Terkoordinasinya seluruh program kegiatan Manajemen Fasilitas dan
Keselamatan
Uraian Tugas :
1. Membuat undangan rapat dan membuat notulen
2. Mengelola administrasi surat-surat Manajemen Fasilitas dan
Keselamatan
3. Mencatat data-data yang berhubungan dengan Manajemen Fasilitas
dan Keselamatan
4. Menyusun Standar Prosedur Operasional
5. Memberikan bantuan-bantuan yang diperlukan oleh penanggung jawab
demi suksesnya program
6. Melakukan tugas-tugas lain dari atasan yang berhubungan dengan
Manajemen Fasilitas dan Keselamatan
Tanggung Jawab :
1. Bertanggung jawab terhadap pengelolaan administrasi Manajemen
Fasilitas dan Keselamatan
2. Bertanggung jawab kepada tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan
Syarat Jabatan :
1. Memiliki ketrampilan dan pengetahuan tentang surat menyurat
2. Karyawan tetap rumah sakit
3. Masa keanggotaan Tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan
minimal 1 tahun
3. Nama Jabatan : Penanggung jawab Keselamatan dan Keamanan
Hasil Kerja : Terselenggaranya semua program Keselamatan dan Keamanan
Uraian Tugas :
1. Membuat rencana program Keselamatan dan Keamanan
2. Memberikan usulan terhadap fasilitas dan peralatan yang berhubungan
dengan Keselamatan dan Keamanan
3. Memberikan usulan revisi terhadap prosedur berdasarkan evaluasi
pelaksanaan
4. Memberikan masukan terhadap permasalahan yang berhubungan
dengan Keselamatan dan Keamanan
5. Melakukan koordinasi terhadap unit-unit kerja melalui penanggung
jawab lintas unit
6. Membuat laporan terhadap pelaksanaan program Keselamatan dan
Keamanan
Tanggung Jawab :
1. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program Keselamatan dan
Keamanan
2. Bertanggung jawab kepada ketua tim Manajemen Fasilitas dan
Keselamatan
Syarat Jabatan :
1. Memiliki ketrampilan dan pengetahuan tentang Keselamatan dan
Keamanan
2. Karyawan tetap rumah sakit
3. Masa keanggotaan tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan minimal
1 tahun

4. Nama Jabatan : Penanggung Jawab Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun


Hasil Kerja : Terselenggaranya semua program Pengelolaan Bahan Berbahaya dan
Beracun
Uraian Tugas :
1. Membuat rencana program Pengelolaan Bahan Berbahaya dan
Beracun
2. Memberikan usulan terhadap fasilitas dan peralatan yang berhubungan
dengan Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun
3. Memberikan usulan revisi terhadap prosedur berdasarkan evaluasi
pelaksanaan
4. Memberikan masukan terhadap permasalahan yang berhubungan
dengan Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun
5. Melakukan koordinasi terhadap unit-unit kerja melalui penanggung
jawab lintas unit
6. Membuat laporan terhadap pelaksanaan program Pengelolaan Bahan
Berbahaya dan Beracun
Tanggung Jawab :
1. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program Pengelolaan Bahan
Berbahaya dan Beracun
2. Bertanggung jawab kepada tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan
Syarat Jabatan :
1. Memiliki ketrampilan dan pengetahuan tentang Pengelolaan Bahan
Berbahaya dan Beracun
2. Karyawan tetap rumah sakit
3. Masa keanggotaan tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan minimal
1 tahun

5. Nama Jabatan : Penanggung jawab Kesiapan Menghadapi Bencana


Hasil Kerja : Terselenggaranya semua program Kesiapan Menghadapi Bencana
Uraian Tugas :
1. Membuat rencana program Kesiapan Menghadapi Bencana
2. Memberikan usulan terhadap fasilitas dan peralatan yang berhubungan
dengan Kesiapan Menghadapi Bencana
3. Memberikan usulan revisi terhadap prosedur berdasarkan evaluasi
pelaksanaan
4. Memberikan masukan terhadap permasalahan yang berhubungan
dengan Kesiapan Menghadapi Bencana
5. Melakukan koordinasi terhadap unit-unit kerja melalui penanggung
jawab lintas unit
6. Membuat laporan terhadap pelaksanaan program Kesiapan
Menghadapi Bencana
Tanggung Jawab :
1. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program Kesiapan
Menghadapi Bencana
2. Bertanggung jawab kepada ketua Tim Manajemen Fasilitas dan
Keselamatan
Syarat Jabatan :
1. Memiliki ketrampilan dan pengetahuan tentang Kesiapan
Menghadapai Bencana
2. Karyawan tetap rumah sakit
3. Masa keanggotaan tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan minimal
1 tahun

6. Nama Jabatan : Penanggung jawan Penanganan Kebakaran


Hasil Kerja : Terselenggaranya semua program Penanganan Kebakaran
Uraian Tugas :
1. Membuat rencana program Penanganan Kebakaran
2. Memberikan usulan terhadap fasilitas dan peralatan yang berhubungan
dengan Penanganan Kebakaran
3. Memberikan usulanrevisi terhadap prosedur berdasarkan evaluasi
pelaksanaan
4. Memberikan masukan terhadap permasalahan yang berhubungan
dengan Penanganan Kebakaran
5. Melakukan koordinasi terhadap unit-unit kerja melalui penanggung
jawab lintas unit
6. Membuat laporan terhadap pelaksanaan program Penanganan
Kebakaran
Tanggung Jawab :
1. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program Penanganan
Kebakaran
2. Bertanggung jawab kepada ketua tim Manajemen Fasilitas dan
Keselamatan
Syarat Jabatan :
1. Memiliki ketrampilan dan pengetahuan tentang Kebakaran dan
penanganannya
2. Karyawan tetap rumah sakit
3. Masa Keanggotaan tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan
minimal 1 tahun

7. Nama Jabatan : Penanggung jawab Utilitas


Hasil Kerja : Terselenggaranya semua program Utilitas
Uraian Tugas :
1. Membuat rencana program utilitas
2. Memberikan usulan terhadap fasilitas dan peralatan yang berhubungan
dengan utilitas
3. Memberikan usulan revisi terhadap prosedur berdasarkan evaluasi
pelaksanaan
4. Memberikan masukan terhadap permasalahan yang berhubungan
dengan Utilitas
5. Melakukan koordinasi terhadap unit-unit kerja melalui penanggung
jawab lintas unit
6. Membuat laporan terhadp pelaksanaan program Utilitas
Tanggung Jawab :
1. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program Utilitas
2. Bertanggung jawab kepada ketua Tim Manajemen Fasilitas dan
Keselamatan
Syarat Jabatan :
1. Memiliki ketrampilan dan pengetahuan tentang teknik dan Utilitas
2. Karyawan tetap rumah sakit
3. Masa keanggotaan tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan minimal
1 tahun

8. Nama Jabatan : Penanggung Jawab Sosialisasi Lintas Unit


Hasil Kerja : Tersosialisasinya semua program Manajemen Fasilitas dan Keselamatan
Uraian Tugas :
1. Melakukan sosialisasi semua program Manajemen Fasilitas dan
Keselamatan
2. Melakukan sosialisasi Standar Prosedur Operasional dan upaya
pelaksanaannya di masing-masing unit kerjanya
3. Memberikan masukan terhadap semua kebutuhan yang berhubungan
dengan Manajemen Fasilitas dan Keselamatan di masing-masing unit
kerjanya
4. Melaporkan setiap kejadian dan permasalahan yang berhubungan
dengan program Manajemen Fasilitas dan Keselamatan di masing-
masing unit kerjanya
5. Berperan aktif dalam pelaksanaan program Manajemen Fasilitas dan
Keselamatan di masing-masing unit kerja
Tanggung Jawab :
1. Bertanggung jawab terhadap kelancaran pelaksanaan program di
masing-masing unit kerja
2. Bertanggung jawab terhadap ketua tim Manajemen Fasilitas dan
Keselamatan
Syarat Jabatan : Karyawan rumah sakit

BAB VIII
TATA LAKSANA
TIM MANAJEMEN FASILITAS DAN KESELAMATAN

Tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) diketuai oleh seorang dokter yang
memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang Keselamatan dan Keselamatan Kerja (K-3)
dibantu staf yang menjalankan fungsi pemeliharaan fasilitas dan manajemen Kesehatan dan
Keselamatan Kerja (K-3). Staf Manajemen Fasilitas dan Keselamatan terdiri dari sekretaris yang
menjalankan koordinasi, pengarsipan dan mengevaluasi program Manajemen Fasilitas dan
Keselamatan, Penanggung jawab Penanggulangan Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana,
Penanggung jawab Keselamatan dan Keamanan, Penanggung jawab Pengelolaan Bahan
Berbahaya dan Beracun, Penanggung jawab Kesiapan Menghadapi Bencana, Penanggung jawab
Pengamanan Kebakaran, Penanggung jawab Peralatan Medik, Penanggung jawab Sistem Utilitas
yang bertugas menjalankan rencana program. Dalam melaksanakan sosialiasi program kerja di
tiap unit pelayanan dibantu oleh masing-masing penanggung jawab sosialisasi lintas unit yang
terdapat di tiap ruangan.
BAB IX
TATA HUBUNGAN KERJA

ADA BAGANNYA

Dalam tata hubungan kerja ini, Manajemen Fasilitas dan Keselamatan dengan unit terkait
adalah melakukan kerjasama dalam hal pelaporan dan keikutsertaan kegiatan Manajemen
Fasilitas dan Keselamatan dalam hal:
1. Tata Laksana Hubungan Kerja dengan Tim Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit
a) Pelaporan dari Tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan tentang:
Penyehatan lingkungan: lingkungan kerja, makanan dan minuman, air, tempat pencucian,
sampah dan limbah, pengendalian serangga dan tikus, sterilisasi.
b) Pembuatan prosedur pengelolaan seperti tersebut di atas.
2. Tata Laksana Hubungan Kerja dengan Bagian Administrasi
Pengurusan perizinan antara lain: Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Undang-undang
Gangguan, Izin Operasional Rumah Sakit, Izin Pemakaian Lift, Listrik, Diesel, Instalasi Penyalur
Petir, Incenerator, dan Penggunaan Radiasi
3. Tata Laksana Hubungan Kerja dengan Subbagian Kepegawaian dan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Penyelenggaraan pelaksanaan pelatihan:
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Penanggulangan Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana
Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B-3)
Evakuasi Pasien
4. Tata Laksana Hubungan Kerja dengan Instalasi Farmasi
a) Pencatatan dan pelaporan kecelakaan akibat kerja
b) Pengadaan manual peralatan
c) Keikutsertaan pelatihan:
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Penanggulangan Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana
Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B-3)
Evakuasi Pasien
d) Pembuatan ketentuan dan prosedur pengelolaan bahan berbahaya dan beracun (B-3) dalam
hal:
Pengadaan bahan Bahan Berbahaya dan Beracun (B-3)
Penyimpanan Bahan Berbahaya dan Beracun (B-3)

Penanggulangan kontaminasi Bahan Berbahaya dan Beracun (B-3)


e) Pengadaan kelengkapan keamanan pasien
f) Berpartisipasi dan mendukung berjalannya ketentuan larangan merokok di
lingkungan rumah sakit
g) Penyelenggaraan kebersihan dalam lingkungan unit kerja

5. Tata Laksana Hubungan Kerja dengan Instalasi Radiologi


a) Pencatatan dan pelaporan penggunaan serta pemeliharaan alat pelindung diri
b) Pencatatan dan pelaporan pencatatan kecelakaan akibat kerja
c) Pengadaan manual peralatan
d) Keikutsertaan pelatihan:
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Penanggulangan Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana
Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B-3)
Evakuasi Pasien
e) Pengadaan kelengkapan keamanan pasien
f) Berpartisipasi dan mendukung berjalannya ketentuan larangan merokok di
lingkungan rumah sakit
g) Penyelenggaraan kebersihan dalam lingkungan unit kerja
6. Tata Laksana Hubungan Kerja dengan Instalasi Laboratorium
a) Pencatatan dan pelaporan kecelakaan akibat kerja
b) Pengadaan manual peralatan
c) Keikutsertaan pelatihan:
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Penanggulangan Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana
Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B-3)
Evakuasi Pasien
d) Pengadaan kelengkapan keamanan pasien
e) Berpartisipasi dan mendukung berjalannya ketentuan larangan merokok di
lingkungan rumah sakit
f) Penyelenggaraan kebersihan dalam lingkungan unit kerja

7. Tata Laksana Hubungan Kerja dengan Instalasi Gawat Darurat / Tim


Penanggulangan Musibah Massal
a) Pencatatan dan pelaporan kecelakaan akibat kerja
b) Pengadaan manual peralatan
c) Keikutsertaan pelatihan:
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Penanggulangan Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana
Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B-3)
Evakuasi Pasien
d) Pengadaan kelengkapan keamanan pasien
e) Berpartisipasi dan mendukung berjalannya ketentuan larangan merokok di
lingkungan rumah sakit
f) Penyelenggaraan kebersihan dalam lingkungan unit kerja
g) Pembuatan program dan petunjuk pelaksanaan Pencegahan dan Penanggulangan
Bencana (Disaster Program)

8. Tata Laksana Hubungan Kerja dengan Urusan Pemeliharaan Sarana dan


Prasarana
a) Pencatatan dan pelaporan kecelakaan akibat kerja
b) Pengadaan manual peralatan
c) Keikutsertaan pelatihan:
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Penanggulangan Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana
Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B-3)
Evakuasi Pasien
d) Pengadaan kelengkapan keamanan pasien
e) Berpartisipasi dan mendukung berjalannya ketentuan larangan merokok di
lingkungan rumah sakit
f) Penyelenggaraan kebersihan dalam lingkungan unit kerja
g) Pemeliharaan sarana komunikasi berupa telepon, pesawat faksimile, pesawat
radio, radiomedik, pesawat CCTV (Closed-Circuit Television), pesawat rig,
pesawat HT dan dalam pembuatan prosedur tertulis tata cara penggunaannya.
h) Pemeliharaan / perbaikan instalasi lift, instalasi listrik, genset (diesel), instalasi
penyalur petir petir, instalasi alarm kebakaran, incenerator, peralatan radiologi,

peralatan laboratorium, pengolah limbah dan dalam pembuatan prosedur


pemeliharaannya.

9. Tata Laksana Hubungan Kerja dengan Instalasi Rehabilitasi Medis


a) Pencatatan dan pelaporan kecelakaan akibat kerja
b) Pengadaan manual peralatan
c) Keikutsertaan pelatihan:
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Penanggulangan Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana
Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B-3)
Evakuasi Pasien
d) Pengadaan kelengkapan keamanan pasien
e) Berpartisipasi dan mendukung berjalannya ketentuan larangan merokok di
lingkungan rumah sakit
f) Penyelenggaraan kebersihan dalam lingkungan unit kerja
10. Tata Laksana Hubungan Kerja dengan Instalasi Gizi
a) Pencatatan dan pelaporan kecelakaan akibat kerja
b) Pengadaan manual peralatan
c) Keikutsertaan pelatihan:
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Penanggulangan Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana
Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B-3)
Evakuasi Pasien
d) Pengadaan kelengkapan keamanan pasien
e) Berpartisipasi dan mendukung berjalannya ketentuan larangan merokok di
lingkungan rumah sakit
f) Penyelenggaraan kebersihan dalam lingkungan unit kerja
11. Tata Laksana Hubungan Kerja dengan Urusan Keamanan
a) Pencatatan dan pelaporan kecelakaan akibat kerja
b) Pengadaan manual peralatan
c) Pembuatan ketentuan dan prosedur tentang proses keamanan dan pengamanan
lingkungan kerja

d) Keikutsertaan pelatihan:
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Penanggulangan Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana
Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B-3)
Evakuasi Pasien
e) Pengadaan kelengkapan keamanan pasien
f) Berpartisipasi dan mendukung berjalannya ketentuan larangan merokok di
lingkungan rumah sakit
g) Penyelenggaraan kebersihan dalam lingkungan unit kerja
12. Tata Laksana Hubungan Kerja dengan Instalasi Rekam Medis / Tempat
Pendaftaran Pasien
a) Pencatatan dan pelaporan kecelakaan akibat kerja
b) Pengadaan manual peralatan
c) Keikutsertaan pelatihan:
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Penanggulangan Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana
Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B-3)
Evakuasi Pasien
d) Pengadaan kelengkapan keamanan pasien
e) Berpartisipasi dan mendukung berjalannya ketentuan larangan merokok di
lingkungan rumah sakit
f) Penyelenggaraan kebersihan dalam lingkungan unit kerja
13. Tata Laksana Hubungan Kerja dengan Instalasi Rawat Inap
a) Pelaporan pencatatan kecelakaan akibat kerja
b) Pengadaan manual peralatan
c) Keikutsertaan pelatihan:
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Penanggulangan Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana
Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B-3)
Evakuasi Pasien
d) Pengadaan kelengkapan keamanan pasien
e) Berpartisipasi dan mendukung berjalannya ketentuan larangan merokok di

lingkungan rumah sakit


f) Penyelenggaraan kebersihan dalam lingkungan unit kerja
14. Tata Laksana Hubungan Kerja dengan Instalasi Pelayanan Intensif
a) Pelaporan pencatatan kecelakaan akibat kerja
b) Pengadaan manual peralatan
c) Keikutsertaan pelatihan:
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Penanggulangan Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana
Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B-3)
Evakuasi Pasien
d) Pengadaan kelengkapan keamanan pasien
e) Berpartisipasi dan mendukung berjalannya ketentuan larangan merokok di
lingkungan rumah sakit
f) Penyelenggaraan kebersihan dalam lingkungan unit kerja
15. Tata Laksana Hubungan Kerja dengan Instalasi Rawat Jalan
a) Pelaporan pencatatan kecelakaan akibat kerja
b) Pengadaan manual peralatan
c) Keikutsertaan pelatihan:
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Penanggulangan Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana
Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B-3)
Evakuasi Pasien
d) Pengadaan kelengkapan keamanan pasien
e) Berpartisipasi dan mendukung berjalannya ketentuan larangan merokok di
lingkungan rumah sakit
f) Penyelenggaraan kebersihan dalam lingkungan unit kerja
16. Tata Laksana Hubungan Kerja dengan Unit Hemodialisa
a) Pencatatan dan pelaporan kecelakaan akibat kerja
b) Pengadaan manual peralatan
c) Keikutsertaan pelatihan:
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Penanggulangan Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana


Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B-3)
Evakuasi Pasien
d) Pengadaan kelengkapan keamanan pasien
e) Berpartisipasi dan mendukung berjalannya ketentuan larangan merokok di
lingkungan rumah sakit
f) Penyelenggaraan kebersihan dalam lingkungan unit kerja
17. Tata Laksana Hubungan Kerja dengan Instalasi Sterilisasi Sentral
a) Pencatatan dan pelaporan kecelakaan akibat kerja
b) Pengadaan manual peralatan
c) Keikutsertaan pelatihan:
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Penanggulangan Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana
Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B-3)
Evakuasi Pasien
d) Pengadaan kelengkapan keamanan pasien
e) Berpartisipasi dan mendukung berjalannya ketentuan larangan merokok di
lingkungan rumah sakit
f) Penyelenggaraan kebersihan dalam lingkungan unit kerja

BAB X
POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONIL
A. Kualifikasi Sumber Daya Manusia
Kualifikasi Tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan adalah sebagai berikut :
1. Ketua Tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan
Dokter rumah sakit
Masa kerja mengelola Manajemen Fasilitas dan Keselamatan rumah sakit
minimal 3 tahun
Memiliki sertifikat Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K-3)
Mampu melaksanakan pertolongan dasar hidup / Basic Life Support
2. Sekretaris
Memiliki ketrampilan dan pengetahuan tentang surat menyurat
Karyawan tetap rumah sakit
Masa keanggotaan tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan minimal 1 tahun
3. Penanggung jawab Keselamatan dan Keamanan
Memiliki keterampilan dan pengetahuan tentang keselamatan dan keamanan
Karyawan tetap rumah sakit
Masa keanggotaan tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan minimal 1 tahun
4. Penanggung jawab Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun
Memiliki keterampilan dan pengetahuan tentang Bahan Berbahaya dan Beracun
(B-3)
Karyawan tetap rumah sakit
Masa keanggotaan tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan minimal 1 tahun
5. Penanggung jawab Kesiapan Menghadapi Bencana
Memiliki keterampilan dan pengetahuan tentang kesiapan menghadapi bencana
Karyawan tetap rumah sakit
Masa keanggotaan tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan minimal 1 tahun
6. Penanggung jawab Pengamanan Kebakaran
Memiliki keterampilan dan pengetahuan di bidang kebakaran dan
penanggulangannya
Karyawan tetap rumah sakit
Masa keanggotaan tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan minimal 1 tahun

7. Penanggung jawab Utilitas


Memiliki keterampilan dan pengetahuan di bidang teknik dan utilitas
Karyawan tetap rumah sakit
Masa keanggotaan tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan minimal 1 tahun
8. Penanggung jawab sosialisasi lintas unit
Karyawan Rumah Sakit Waras wiris
B. Distribusi Ketenagaan
Sumber daya manusia yang ada di Tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan harus
kompeten, handal dan mempunyai kemampuan sesuai dengan kebutuhan pelayanan yang ada,
sehingga dapat memberikan pelayanan yang profesional, optimal, efektif, dan efisien.
Atas dasar tersebut di atas, maka perlu kiranya menyediakan, mempersiapkan dan
mendayagunakan sumber-sumber yang ada. Dalam hal ini yang perlu dilakukan adalah
meningkatkan keterampilan dan kemampuan untuk tenaga yang sudah ada serta melakukan
rekruitmen dan seleksi terhadap tenaga yang dipersiapkan. Keanggotaan Tim Manajemen
Fasilitas dan Keselamatan terwakili dari karyawan di setiap unit kerja.
BAB XI
KEGIATAN ORIENTASI
Kegiatan orientasi Tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan dijabarkan dalam tabel
berikut:
Tabel 11.1 Orientasi Tim Manajemen Fasilitas dan Keamanan

LIHAT MATRIX

BAB XIII
PELAPORAN
Pelaporan Tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan meliputi:
a) Pelaporan dilaksanakan oleh masing-masing anggota Tim Manajemen Fasilitas dan
Keselamatan tentang tugas dan tanggung jawab masing-masing termasuk hal-hal lain
yang berhubungan dengan pemeliharaan fasilitas dan Kesehatan dan Keselamatan
Kerja (K-3) kepada ketua Tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan melalui
sekretaris setiap bulan.
b) Sekretaris Tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan memberikan laporan dari
penanggungjawab masing-masing program kepada ketua Tim Manajemen Fasilitas
dan Keselamatan setiap bulan.
c) Ketua Tim Manajemen Fasilitas dan Keselamatan memberikan laporan
pertanggungjawaban kepada Direktur rumah sakit setiap 1 tahun sekali.

Anda mungkin juga menyukai