Anda di halaman 1dari 4

2 Turbin angin sumbu vertikal Turbin angin sumbu vertikal/tegak (atau TASV) memiliki

poros/sumbu rotor utama yang disusun tegak lurus. Kelebihan utama susunan ini adalah
turbin tidak harus diarahkan ke angin agar menjadi efektif. Kelebihan ini sangat berguna
di tempat-tempat yang arah anginnya sangat bervariasi. VAWT mampu mendayagunakan
angin dari berbagai arah. Dengan sumbu yang vertikal, generator serta gearbox bisa
ditempatkan di dekat tanah, jadi menara tidak perlu menyokongnya dan lebih mudah
diakses untuk keperluan perawatan. Tapi ini menyebabkan sejumlah desain menghasilkan
tenaga putaran yang berdenyut. Drag (gaya yang menahan pergerakan sebuah benda
padat melalui fluida (zat cair atau gas) bisa saja tercipta saat kincir berputar. Karena sulit
dipasang di atas menara, turbin sumbu tegak sering dipasang lebih dekat ke dasar tempat
ia diletakkan, seperti tanah atau puncak

Kekurangan Turbin Angin Sumbu Vertikal a. Kebanyakan TASV memproduksi energi


hanya 50% dari efisiensi TASH karena drag tambahan yang dimilikinya saat kincir
berputar. (TASV): b. TASV tidak mengambil keuntungan dari angin yang melaju lebih
kencang di elevasi yang lebih tinggi. c. Kebanyakan TASV mempunyai torsi awal yang
rendah, dan membutuhkan energi untuk mulai berputar. d. Sebuah TASV yang
menggunakan kabel untuk menyanggahnya memberi tekanan pada bantalan dasar karena
semua berat rotor dibebankan pada bantalan. Kabel yang dikaitkan ke puncak bantalan
meningkatkan daya dorong ke bawah saat angin bertiup.

2.2.5 Sistem Konversi Energi Angin (SKEA) Sistem konversi energi angin merupakan
suatu sistem yang bertujuan untuk mengubah energi potensial angin menjadi energi
mekanik poros oleh rotor untuk kemudian diubah lagi oleh alternator menjadi energi
listrik. Prinsip utamanya adalah mengubah energi listrik yang dimiliki angin menjadi
energi kinetik poros. Besarnya energi yang dapat ditransferkan ke rotor tergantung pada
massa jenis udara, luas area dan kecepatan angin
Aplikasi Roda gigi spur gears.

Jenis-jenis Roda gigi dapat dibedakan pula dari keadaan konstruksi alur bentuk gigi sena
berdasarkan bentuk serta fungsi konstruksinya.

1. Roda Gigi Lurus

Adalah roda gigi dengan bentuk profil gigi beralur lurus cengan kondisi penggunaan untuk
sumbu sejajar. Pada konstmksi berpasangan , penggunaannya terdapat dalara tiga keadaa, yaitu :

a. Roda Gigi lurus eksternal (spur gear)

b. Roda Gigi lurus internal (planetcry gear)

c. Roda Gigi lurus Rack dan pinion.


Penggunaan Roda gigi lurus ini cukup luas terutama spurgear pada konstruksi general mekanik
yang sederhana sampai sedang putaran dan beban relatip sedang. Dan ketiga jenis Roda gigi ini,
rnaka Internal Gear memilikitingkat kesuliian pemasangan yang agak sulit, sehubungan dalam
menentukan ketepatan pemasangan sumbu. Sedangkan untuk jenis Rack dan Pinion Gear,
mempunyai kekhususan dalam penggunaannya, yaitu untuk pengubah gerak putar ke gerak lurus
atau sebaliknya, sedangkan pada Rack gear mempunyai sumbu Pitch yang lurus. Pembebanan
pada gigi-giginya mempunyai distribusi beban yang paling sederhana, yaitu gaya Normal yang
terurai menjadi gaya keliling (gaya targensial) dan gaya Radial.

Banyak sekali aplikasi-aplikasi roda gigi. Akan sering dan banyak ditemui di mesin-mesin.
Terutama di dalam gearbox. Di dalamnya terdapat banyak roda gigi yang saling berkait dan
bekerja sama. Selain di dunia industri, pada mainan anak-anak juga banyak yang memanfaatkan
roda gigi untuk mengerakkan mainan itu.
Contoh lain penerapannya antara lain pada lift. Lift barang maupun lift penumpang, grab winch,
hand winch, kerek dan lain-lain.

BAB III

PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Roda gigi adalah suatu benda berbentuk silindris, di mana di bagian tepinya terdapat profil yang
menyerupai gigi. Ada beberapa macam bentukan profil roda gigi. Di antaranya roda gigi
silindris, roda gigi payung, roda gigi cacing, dan bentukkan khusus lainnya. Setiap macam
bentukan memeiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda beda. Namun pada intinya berfungsi
mentransmisikan gaya. Terdapat fungsi lain roda gigi salah satunya untuk menaikkan atau
menurunkan putaran ( kecepatan ). Salah satu penerapan spur gears adalah sistem transmisi
presneling pada kendaraan beroda empat. Beberapa aplikasi lain yang yakni pada gearbox
sebuah mesin. Di dalamnya terdapat beberapa roda gigi yang bekerja sama untuk menjalankan
sebagaimana fungsinya.