Anda di halaman 1dari 9

MAGIC GRAPHS AND GRACEFUL TREES

MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Teori Graph
yang dibina oleh Bapak Prof. Drs. Purwanto, Ph.D

Oleh
Bella Mastna Sari (150312602023)
Ika Ayu Septiana (150312604987)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN MATEMATIKA
MIE 2017
Bab 6
Melabeli Graph

6.1Graph Magic dan Pohon Graceful

Dalam bab ini, kita mempertimbangkan graph dan kemungkinan untuk


menomeri setiap titik atau setiap sisi atau keduanya, dengans kondisi tertentu. Ini
berbeda dengan mewarnai graph karena kita harus menggunakan beberapa sifat
dan struktur dari bilangan seperti penataan dan penjumlahan yang bukan sifat
dari pewarnaan. Kita memulainya dengan sebuah keingintahuan. Sedlacek
menemukan pelabelan setiap sisi pada kubus dapat diilustrasikan dalam Gambar
6.1.1. Perhatikan bahwa jumlah dari setiap titik dari label yang berhubungan
dengan titik adalah 83. Selain itu, semua label sisi berbeda dan mereka semua
adalah bilangan prima.

Andaikan G adalah graph dengan q sisi. Dapat kita katakan bahwa G adalah
magic jika sisidari G dapat dilabeli dengan bilangan 1,2,3,...,q sehingga jumlah
dari setiap label yang berhubungan dengan suatu titik berjumlah sama. Gambar
6.1.2 menunjukkan dua contoh dari graph magic. Dalam literatur yang kita
punya, kita mendefinisikan magic sebagai super-magic.
Dalam Gambar 6.1.3 kita punya graph K3,3. Sisinya berlabel 1,2,...,9 sedemikian
hingga jumlah setiap titikadalah 15. Pelabelan ini adalah bentuk pembagian dari
well-known magic square dalam Gambar 6.1.4. Sebut baris dalam persegi titik
merah dan kolomnya titik biru. Labeli sisi antara titik merah dan titik biru
dengan label yang umum pada baris dan kolomdari magic square. Diketahui
bahwa untuk setiap n>3 terdapat nxn magic square.Gambar 6.1.5 menunjukkan
sebuah 4x4 magic square. Pelabelan dari K4,4 dalan Gambar 6.1.6 adalah magic.

Teorema 6.1.1. Kn.n adalah magic untuk n 2.


Perhatikan K4,4 dapat didekomposisi dalam 2 siklus Hamilton. Pelabelan sisi dari
salah satu siklus Hamilton dalam Gambar 6.1.6 adalah

15, 1, 13, 3, 11, 5, 9, 7.

Pelabelan sisi dari siklus Hamilton yang lain adalah

2, 16, 4, 14, 6, 12, 8, 10.

Graph dari Gambar 6.1.7 adalah contoh lain dari graph bipartite yang dapat
didekomposisi menjadi dua siklus Hamilton yang juga merupakan magic.
Strategi dalam pelabelannya sama dengan Gambar 6.1.6 dan dalam bukti
teorema berikut.

Teorema 6.1.2. Jika graph bipartite G dapat didekomposisikan menjadi dua


siklus Hamilton, maka G adalah magic.

Bukti. Karena G bipartite, panjang dari siklus Hamilton adalah genap,


katakanlah 2n. Maka banyaknya sisi dari G adalah q=4n. Seperti dua contoh
sebelumnya, kita melabeli satu siklus Hamilton dengan bilangan genap dan yang
lain bilangan ganjil. Kita pilih sebuah titik a dan melabeli sisi dari siklus
Hamilton pertama yang dimulai dari a dengan

4n-1, 1, 4n-3, 3, ..., 2n+1, 2n-1.

Maka kita melabeli siklus Hamilton kedua yang dimulai dari a dengan

2, 4n, 4, 4n-2, ..., 2n, 2n+2.


Karena G bipartite, titik dapat diwarnai dengan merah dan biru dengan dua titik
yang berdekatan tidak berwarna sama. Jika a biru, maka jumlah dari sisi yang
bernomer ganjil pada semua titik biru kecuali a adalah 4n-2. Ini dapat dicek
dengan melihat barisan bilangan ganjil di atas. Jumlah dari sisi yang bernomer
genap pada semua titik biru kecuali a adalah 4n+4. Jumlah semua sisi pada a
adalah 8n+2, dengan inspeksi langsung. Maka jumlah semua sisi pada sebarang
titik biru adalah 8n+2. Jumlah dari sisi yang bernomer ganjil pada titik merah
adalah 4n. Jumlah dari sisi bernomer genap pada setiap titik merah adalah 4n+2.
Maka jumlah setiap sisi pada sebarang titik merah adalah 8n+2 dan G terbukti
adalah magic.

Gambar 6.1.8 menunjukkan graph kubus berdimensi empat. Graph ini dapat
didekomposisikan menjadi dua siklus Hamilton dan juga bipartite, jadi dengan
Teorema 6.1.2 terbukti bahwa graph ini magic.

Gambar 6.1.9 adalah contoh dari graph yang dapat didekomposisikan menjadi
dua siklus Hamilton. Tapi, graph ini tidak bipartite, jadi metode pelabelan dari
Teorema 6.1.2 tidak dapat digunakan. Pelabelan pada Gambar 6.1.9 dapat
menggunakan cara ad hoc.

Dalam Latihan 6.1.6, untuk menunjukkan bahwa jika n adalah kelipatan dari 4,
maka Kn bukan magic adalah mungkin, tapi kita ketahui bahwa untuk setiap
n 6 , K adalah magic. Gambar 6.1.10 menunjukkan bahwa pelabelan dari K
n 7

adalah magic.

Teorema 6.1.3 Jika graph G depat didekomposisikan menjadi dua magic


spanning subgraf G1 dan G2 dimana G2 adalah regular, maka G adalah magic.

Bukti. Misalkan q1 dan q2 menunjukkan sisi dari G1 dan G2. Pertimbangkan


pelabelan magic dari G1 dan pelabelan magic dari G2. Untuk setiap pelabelan
dari G2, kita tambahkan q1. Karena G2 regular, kita tambahkan jumlah yang sama
pada setiap titik. Sekarang kita punya sisi dari G yang berlabel bilangan bulat 1,
2, 3, ..., q1, q1+1, ..., q1+q2, dan jumlah dari label setiap titik adalah sama.
Sehingga G adalah magic.

Gambar 6.1.11 menunjukkan beberapa contoh dari graph yang memiliki sisi
berlabel bilangan bulat 1,2,...,q sehingga jumlah label pada sebarang titik
berbeda dari sebarang titik yang lain, itu karena tidak ada dua titik yang
memiliki jumlah yang sama. Kita sebut graph seperti ini antimagic.

K2
Dugaan. Setiap graph terhubung yang berbeda dari adalah antimagic.

Walaupun jika kita membatasi dengan pohon, kita tidak yakin jika
semuanya itu kecuai K2 adalah antimagic.
Dugaan. Setiap pohon yang berbeda dari K2 adalah antimagic.
Pada latihan ini, pembaca diberi kesempatan untuk membuktikan dugaan
antimagic untuk beberapa jenis graph.

Gambar 6.1.12 adalah gambar yang diberi label pohon. Pohon yang

mempunyai enam titik yang ada


6
2 ()
pasang titik, dan setiap pasang titik

terhubung dengan lintasan khusus. Jika kamu menambahkan bilangan pada setiap

()
6
lintasan-lintasan, setiap bilangan dari 1 ke 2 muncul tepat satu dari jumlah

ini. Berapa nilai dari n sehingga pelabelan dari pohon di n titik mungkin? John
Leech memberi jawaban untuk n 6 termasuk contoh di Gambar 6.1.12 dan
fakta bahwa ini tidak mungkin untuk n=5. Ini tidak diketahui jika ini
memungkinkan untuk n>6.
Jika pohon mempunyai n titik maka pohon memiliki n-1 sisi. Jika mungkin
untuk melabeli setiap titik dengan 1, 2, 3, ..., n dan sisi dengan 1, 2, 3, ..., n-1
sehingga label pada setiap sisi yang sama berbeda antara label pada dua titik
ujung, maka pohon disebut graceful. Gambar 6.1.13 dan 6.1.14 menunjukkan
graceful label dari pohon. Gerhard Ringel mempunyai dugaan bahwa semua
pohon adalah graceful. Dugaan tersebut dibuktikan untuk beberapa jenis pohon,
tetapi itu belum dibuktikan secara umum.
Ada aplikasi matematika yang menggunakan label graceful dan titik balik.
Pohon T dari Gambar 6.1.13 mempunyai 8 sisi. Kita akan mendekomposisi K 17 ke
17 salinan dari T. Kita ikuti cara ini. Pertama, kita menempatkan 17 titik
membentuk lingkaran dan 9 bilangan titik berurutan 1, 2, 3, ..., 9.

Selanjutnya kita jumlahkan sisi antara dua titik bilangan jika titiknya
dilabeli dengan dua bilangan yang sisinya terhubung langsung di T. Karena label
dari T adalah graceful, setiap sisi memiliki label berbeda, dan selanjutnya setiap
sisi mempunyai panjang geometri yang berbeda. Karena itu, uji balik akan
memberikan dekomposisi dari K17 ke 17 salinan dari T.
Bentuk ini mungkin untuk semua pohon graceful dan menuntun kita ke
teorema berikut.
Teorema 6.1.4 Jika pohon T dengan n sisi graceful, maka graph komplit K2n+1
dapat diddekomposisi ke 2n+1 pohon, masing-masing isomorfis ke pohon T.
Kita tidak tahu bahwa setiap pohon adalah graceful. Jika ada pohon
dengan n sisi yang tidak graceful didekomposisi dari K2n+1 ke 2n+1 salinan dari
pohon yang masih ada.
Masalah label berhubungan dengan masalah graceful disarankan oleh
Slater. Mempertimbangkan label dari himpunan titik dan sisi dari pohon dengan n
sisi dengan bilangn bulat berurutan 1, 2, 3, ..., 2n-1. Pelabelan T disebut label
terurut dari T, jika label dari setiap sisi sama dengan selisih dari dua titik pada sisi.
Jika lebel terurut dari T mungkin ditunjukkan pada gambar di bawah, maka pohon
T disebut berurutan.

Catatan jika diberikan label graceful dari pohon T dengan n sisi, kita dapat
mengubah label seperti di bawah ini untuk memperoleh label berurutan.

Jika sebuah titik dilabeli dengan bilangan bulat k, ganti label dengan 2k-1,
jadi semua titik dilabeli dengan bilang ganjil.o sekarang jika kita melabeli setiap
sisi dengan titik ujung, label dari masing-masing sisi akan genap dan akan 2 kali
label asli dari sisi itu. Kita mempunyai label berurutan dari T.

Teorema 6.1.5 Jika sebuah pohon T graceful, maka T berurutan.


Ini memduga bahwa setiap pohon mempunyai label berurutan. Dugaan ini
lebih lemah daripada dugaan bahwa semua pohon adalah graceful. Karena label
berurutan tidak perlu mempunyai label bilangan genap pada sisi. Gagasan dari
label berurutan dapat diaplikasikan untuk graph pada umumnya, tidak hanya
pohon. Tentu saja, kasus ini, himpunan titik dan sisi akan dilabeli 1, 2, 3, ..., ap,
p+1, ..., q+p.