Anda di halaman 1dari 12

Promosi dan Periklanan

Kreativitas Iklan pada produk richeese nabati

Disusun oleh:
KELOMPOK 2
Riri Wahyuni (H24150042)

Galuh Aimi (H24150045)

Citra Onasis Putri Ilyan (H44150052)

Brian Izzatur R (H44150073)

FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2017
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.................................................................................... 1

DAFTAR ISI................................................................................................. 2

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ..................................................................... 3
1.2 Rumusan Masalah........................................................................ 4
1.3 Tujuan ......................................................................................... 4

BAB II LANDASAN TEORI................................................................. 5

BAB III PEMBAHASAN


3.1 Strategi Iklan................................................................................ 8

BAB IV PENUTUP
3.1 Kesimpulan.................................................................................. 11

DAFTAR PUSTAKA................................................................................... 12

2
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Iklan adalah suatu sarana untuk memperkenalkan suatu produk agar dapat
membantu menaikkan penjualan produk dengan maksimal, melalui media yang telah
disediakan. Biasanya advertising agency menggunakan media televisi untuk beriklan.
Mengapa televisi menjadi media yang penting dalam beriklan? Karena televisi mempunyai
penonton yang banyak, selain itu televisi juga lebih efektif untuk melakukan persuasi
dengan penyampaian pesan yang unik dan kreatif.

Proses kreatif dalam iklan mencakup ide dasar, pengembangannya, dan eksekusi
yang dapat mengemukakan strategi pasar dalam bentuk komunikasi yang efektif. Termasuk
di dalamnya pembuatan storyboard dan storyline untuk penyampaian
pesannya.Kemampuan manusia yang cepat dalam menangkap hal-hal yang menarik dalam
waktu sekejap saja itu, sangat luar biasa menantang untuk para pakar-pakar kreatif di
bidang advertising temasuk penulis yang menstimulasi semua ide dan visual dengan kata-
kata. Seorang penulis harus jeli agar dapat menangkap perhatian dan memberikan bahkan
menginspirasi khalayak untuk merubah pikirannya dan menciptakan perubahan pengalaman
yang akan didapatkan khalayak jika membeli atau memakai produk. Salah satu iklan
produk yang menarik untuk dikaji adalah iklan televisi produk Recheese Nabati.

Richeese Nabati merupakan salah satu merek produk makanan yang diproduksi oleh
PT. Kaldu Sari Nabati Indonesia. Iklan televisi Richeese Nabati merupakan sebuah kegiatan
komunikasi penyampaian pesan dan informasi mengenai produk makanan ringan baru

3
berupa wafer krim keju yang diproduksi oleh PT. Kaldu Sari Nabati Indonesia. Iklan ini
berupa pemaparan keunggulan dari produk dengan kandungan gizi yang bermanfaat bagi
tumbuh kembang anak dibandingkan dengan produk lain yang sejenis. Dari tahap
perkenalan produk recheese nabati sampai tahap Maturity tidak lepas dari yang namanya
promosi dan iklan. Pencapaian pangsa pasar yang meluas membuat kami tertarik untuk
mengkaji kreatifitas iklan produk richeese nabati.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana kreatifitas dalam mengiklankan produk recheese nabati yang diukur


daari sudut pandang pengetahuan dan seni?

2. Apa strategi pesan utama dalam iklan yang ingin disampaikan produk recheese
nabati?

3. Bagaimana pemikiran kreatif menjadi ide yang besar dalam mengiklankan produk
recheese nabati?

C. Tujuan

1. Mengetahui kreatifitas iklan produk recheese nabati dari sudut pandang


pengetahuan dan seni

2. Mengidentifikasi strategi pesan yang ingin disampaikan produk recheese dalam


iklan

3. Mengetahui cara pemikiran kreatif menjadi ide yang besar dalam mengiklankan
produk recheese nabati

4
BAB II

LANDASAN TEORI

1. Pengertian Iklan

Iklan adalah segala bentuk pesan promosi benda seperti barang, jasa, tempat usaha, dan
ide yang di sampaikan melalui media dengan biaya sponsor dan ditunjukan kepada
sebagian masyarakat. Manajemen pemasaran melihat iklan sebagai bagian dari strategi
promosi secara keseluruhan. Komponen lainnya dari promosi termasuk publisitas,
hubungan masyarakat, penjualan dan promosi penjualan. Iklan pertama kali diperkenalkan
di nusantara oleh gubernur jendral Hindia Belanda perode 1619-1629 jan pieterszoon coen.

2. Tujuan Iklan

a Memberitahukan kepada khalayak ramai tentang suatu produk.


b Mempengaruhi khalayak ramai tentang suatu produk.
c Menyarankan seseorang untuk membel suatu produk yang diiklankan.
d Memberikan informasi tentang produk.
e Menarik khalayak ramai.

3. Sasaran Iklan

Iklan secara umum ditujukan untuk khalayak ramai dan harus sesuai dengan target
pasar dengan produk yang ditawarkan. Misalkan jika ingin mengiklankan sebuah produk
makanan ringan maka iklan harus mampu melihat celah pelanggan yang membutuhkan
makanan ringan seperti mahasiswa yang akan membuat tugas, sekelompok orang yang
ingin kumpul bersama teman-teman dan bersenda gurau atau dalam keadaan yang lain.
Dalam mentukan sasaran iklan kita harus mengetahui dahulu jenis produk yang akan di
pasarkan.

4. Beberapa cara untuk melakukan promosi adalah:

5
a. Melalui e-mail

b. Melalui sms

c. Melalui pembicaraan

d. Melalui iklan

e. Media sosial

f. dll

Contoh promosi antara lain:

1. Pasang iklan di tv mengenai produk baru perusahaan X

2. Kirim 5 sms, dapat 10 sms gratis ke semua operator

3. Beli kaos kaki seharga Rp. 30.000,00 dapat 2 kaos kaki gratis

4. Diskon 50% bagi produk tertentu di Department Store

5. Beli coklat malam hari dapat segelas teh gratis

Manajemen pemasaran sebagai sebuah seni dan science

Sebagai sebuah seni manajemen pemasaran bersifat unik untuk setiap orgnanisasi,
sebagai sebuah science adalah sebuah prosedure yang sudah baku dan bisa diikuti oleh
setiap organisasi. pemasaran sering dijelaskan sebagai seni menjual produk, karena hal
yang paling penting dalam sebuah pemasaran adalah bukan penjualan. Pemasaran
merupakan gabugan antara seni dan science sehingga proses penyampaian barang atau jasa
dari produsen ke konsumen dapat terjadi sekaligus memuaskan kedua belah pihak dan
menghasilkan keuntungan. Menurut Kotler dan Keller (2012, p.27) mendefinisikan
manajemen pemasaran sebagai sebuah art dan science untuk memilih pasar sasaran serta
mendapatkan, mempertahankan, dan menambah jumlah pelanggan melalui penciptaan,
penyampaian, dan pengkomunikasian nilai pelanggan yang unggul.

Pemasaran sebagai sebuah seni (art)

Pemasaran di akui oleh beberapa orang sebagai sebuah seni atau kita bisa
menyebutnya keindahan inovasi, kreatvitas dan imajinasi. Pemasaran di anggap sebagai

6
sebuah seni karena menciptakan koneksi sadar dan bawah sadar antara konsumen yang
merupakan elemen penting dalam pemasaran. Pemasaran merupakan seni karena
melibatkan cara-cara non-verbal yang menyampaikan pesan halus dan tersembunyi untuk
audiens yang spesifik. Ketika sebuah iklan menyampaikan dengan unsur seni maka akan
cepat teringat oleh pelanggan. Hal ini membangun merek dengan cepat dan menciptakan
citra merek yang kuat. Menghubungkan dengan konsumen pada tingkat emosional jika
pesan yang disampaikan benar. Sebuah merek atau produk di akui dapat menciptakan
sesuatu yang sangat kuat yang menciptakan loyalitas emosional yang tinggi terhadap
produk tersebut.

Pemasaran sebagai suatu seni meliputi:

1 Pemasaran itu mencakup kreativitas, inovasi, dan imajnasi.


2 Pemasaran adalah tentang menghargai nuansa perilaku manusia.
3 Pemasaran adalah tentang menciptakan permintaan suatu produk. Beberapa
permintaan yang segera ada juga yang ada di masa depan. Kita bisa membuat
perkiraan dengan ilmu pengetahuan namun, kita bisa memilih nomor dengan seni.
Selalu ada kegiatan yang bisa dikaitkan dengan seni.
4 Ada masalah branding yang sulit untuk diukur. Untuk menghasilkan laba atas
investasi pemasaran. Kita membutuhkan pendekatan kreatif, itu artinya kita
menggunakan seni dalam pemasaran.

Pemasaran sebagai sebuah ilmu (science)

Pemasaran sebagai sebuah ilmu karena melibatkan komunikasi nilai yang diberikan
kepada kelompok konsumen. Penentuan nilai inilah yang dinamakan proses ilmiah karena
melibatkn kognitif mempelajari calon konsumen dalam berbagai cara untuk menghasilkan
hasil yang menguntungkan bagi pemasar.

Pemasaran sebagai sebuah ilmu meliputi

1 Pemasaran mencakup perencanaan, analisis dan disiplin


2 Pemasaran adalah tentang memahami dan mempengaruhi perilaku. Untuk setiap
tindakan pemasaran ada reaksi. Ilmu pengetahuan adalah dalam mengantisipasi
reaksi terhadap tidakan seseorang.
3 Pemasaran adalah tentang megukur dan menganalisa angka-angka. Matematika dan
akuntasi adalah ilmu yang penting bagi suatu bisnis.
4 Tingkat pengembalian dalam pemasaran juga di ukur hal ini merupakan pernyataan
yang dapat diukur dalam ilmu pengetahuan.

7
Pemasaran yang baik membutuhkan capuran ilmu pengetahuan dan seni. Ilmu harus
menjadi blok bangunan pemasaran apapun, misalnya dengan menggunakan model perilaku
belanja konsumen atau demografis target pelanggan. Data ini akan menjadi bauran
pemasaran. Berdasarkan ilmu seni, suatu produk dapat mengambl alih dalam hal
mengembangkan pesan kepada konsumen yang tepat waktu dengan cara yang paling
berdampak.

BAB III

PEMBAHASAN

A. Strategi Iklan Richeese Nabati

1. Deskripsi Iklan

Iklan televisi makanan ringan Richeese Nabati adalah iklan yang memadukan model
nyata atau hidup dengan animasi adalah iklan. Iklan Richeese Nabati memanfaatkan
penggabungan antara animasi 3D dan model iklan nyata. Dalam iklan ini model nyata
terdapat 3 anak perempuan dan 2 anak laki-laki yang memerankan tokoh utama. Animasi
3D digunakan untuk latar tempat dan seorang koki yang menjadi tokoh utama. Sebuah
tempat seperti taman bermain yang indah berbahan keju. Taman bermain itu tidak lain
adalah Richeese Land. Anak-anak tersebut menuju Richeese Land mengguanakan pesawat
terbang. Setelah sampai di Richeese Land anak-anak bermain roller coaster dan menimati
sekelilingnya berbahan keju. Beberapa saat kemudian terlihat sebuah alat yang
mengeluarkan krim keju yang kental melapisi wafer yang renyah. Sambil bermain anak-
anak menikmati wafer keju dengan riag ceria. Pada akhir iklan tampil keseluruhan produk

8
wafer Richeese Nabati dengan tagline Keju Asli dan sang koki yang memberikan isyarat
bahwa Richeese Nabati merupakan wafer yang lezat.

2. Strategi Pesan

Gambar Keterangan

Menuju Richeese Land dengan pesawat


terbang, dilakukan untuk manarik perhatian
penonton.

Richeese Land wahana bermain berbahan


keju, kreatif unik untuk membuat penonton
tertarik

9
Anak-anak bermain roller coaster, dengan
pemandangan sekeliling berbahan keju

Kebahagiaan anak-anak ketika lelehan keju


membahasi mereka

Sebuah alat sedang melapisi wafer dengan


krim keju dan muncul keterangan gizi yang
terkandung dalam krim tersebut.

Mereka menikmati Richeese Nabati dengan


penuh keceriaan.

Tampilan seorang koki dengan tagline dan


memberikan isyarat bahwa wafer keju
Richeese Nabati ini ahlinya keju

10
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Pada Produk Richeese Nabati melalui iklan yang telah disajikan telah mendapatkan
positioning yang baik yaitu makanan ringan berbahan keju yang ditunjukan untuk konsumn
anak-anak. Pada iklan ditunjukan bahwa produk Richeese Nabati sangat disukia oleh anak-
anak. Hal ini menunjukan bahwa perusahaan telah melakukan strategi iklan yang tepat.

11
DAFTAR PUSTAKA

Youtube. 2008. Iklan richeese nabati-cheese wafer [diunduh pada 23 Maret 2017]

Digital Library. 2006. Elib.unikom.ac.id [diunduh pada 23 Maret 2017]

Wikipedia. 2016. Promosi Pemasaran. https://id.wikipedia.org/wiki/Promosi_


%28pemasaran%29 [diakses pada 20 Maret 2017]

Ratih Hasanah. 2012. Daya Tarik Emosional Iklan. Bogor: Repositoryipb [diakses pada 24
Maret 2017]

12