Anda di halaman 1dari 16

ANALISIS DAN PERENCANAAN FLAT SLAB

BERDASARKAN PERATURAN ACI 318M 2005

TUGAS AKHIR

Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas dan


Memenuhi Syarat Untuk Menempuh Ujian
Sarjana Teknik Sipil

Disusun Oleh :

YUDO BRATA
050404135

BIDANG STUDI STRUKTUR


DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2010

Universitas Sumatera Utara


ANALISIS DAN PERENCANAAN FLAT SLAB

BERDASARKAN PERATURAN ACI 318M 2005

TUGAS AKHIR

Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas dan


Memenuhi Syarat Untuk Menempuh Ujian
Sarjana Teknik Sipil

Disusun Oleh :

YUDO BRATA
050404135

Disahkan Oleh :

Pembimbing Ketua Departemen

Ir. Daniel Rumbi Teruna, MT Prof. Dr. Ing. Johannes Tarigan


NIP. 19590707 198710 1 001 NIP. 19561224 198103 1 002

BIDANG STUDI STRUKTUR


DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2010

Universitas Sumatera Utara


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji dan syukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan

rahmat dan hidayah-Nya hingga selesainya Tugas Akhir ini dengan judul Analisis

dan Perencanaan Flat Slab Berdasarkan Peraturan ACI 318M 2005.

Tugas Akhir ini disusun untuk diajukan sebagai salah satu syarat yang harus

dipenuhi dalam Ujian Sarjana Teknik Sipil Bidang Studi Struktur pada Departemen

Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU).

Penulis menyadari bahwa selesainya tugas akhir ini tidak terlepas dari

bimbingan, dukungan dan bantuan dari semua pihak baik moril maupun materil.

Untuk itu, pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa hormat dan terima

kasih yang setulusnya kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Ing. Johannes Tarigan, selaku Ketua Departemen Teknik Sipil

Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Ir.Teruna Jaya, M.Sc., selaku Sekretaris Departemen Teknik Sipil

Universitas Sumatera Utara.

3. Bapak Ir. Daniel Rumbi Teruna, MT selaku pembimbing yang telah banyak

meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam memberikan bimbingan yang tiada

hentinya kepada penulis dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini.

4. Bapak/Ibu Dosen Staf Pengajar Jurusan Teknik Sipil Universitas Sumatera

Utara. Terima kasih untuk semua ilmu yang sudah diberikan dan semua nilai

yang sudah diberikan, baik nilai yang bagus dan yang tidak bagus. Terima kasih.

5. Ayah dan Ibu tercinta yang telah membesarkan penulis dengan perhatian dan

cinta yang tulus, kakak & abang yang telah banyak membantu dalam hal

finansial, dan kedua adik tercinta.

Universitas Sumatera Utara


6. Kawan- kawan seperjuangan sipil angkatan 2005 : darmadi (jangan main dota aja

yaaa..), kuntara, fandi, mizan sitompul, ibnu, ketua jamil, beni, azima, reza,

rivaldi, tanti kibo, eni, ramza, pesi, ida, ina, nisa, wida, rhini, sahara, ica, vika,

ari, prof. Kurnia, afrijal, habibi, jefri, rio, iqbal aceh, iqbal binje, faiz, bangun,

edo padang, edo harahap, anggota kape jalius dan elsa, swadaya, ridwan, togu,

emon, nandana, mumu, andrisyam, andreas, bdee, ahmad, asrul, doni,takur,

fahmi, kiki dan yang tidak dapat disebutkan satu persatu, terima kasih untuk

semua dukungannya.

7. Abang-abang angkatan 2004(bmabrur, bnailul, bilham, bamek, bfaisal),

angkatan 2003, angkatan 2002, dan adik-adik angkatan 2006, 2007 dan 2008

terima kasih untuk dukungan yang telah diberikan.

8. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu yang telah membantu

penulis baik secara langsung maupun tidak langsung dalam menyelesaikan tugas

akhir ini, semoga Allah SWT membalas semua budi dengan limpahan kebaikan.

Amin.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tugas akhir ini masih jauh dari

sempurna, dikarenakan keterbatasan pengetahuan dan kemampuan dari penulis,

untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar penulis

dapat meningkatkan kemampuan menulis pada masa yang akan datang. Akhir kata,

semoga tugas akhir ini dapat bermanfaat dan memberikan sumbangan pengetahuan

bagi yang membacanya.

Medan, 16 april 2010

YUDO BRATA
050404135

Universitas Sumatera Utara


ABSTRAK

Pelat dua-arah adalah sistem struktur yang efisien, ekonomis, dan luas.

Peraturan ACI menjelaskan dengan detail dua metode untuk merencanakan pelat dua

arah terhadap beban gravitasi. Metode tersebut adalah metode perencanaan langsung

(direct design method / DDM) dan metode portal ekivalen (equivalent frame design

method / EFM). Untuk flate plate dan flate slab, sambungan pelat dan kolom sangat

rentan terhadap kegagalan geser. Selain membahas kedua metode diatas, tugas akhir

ini juga membahas pengaruh gaya geser pada sambungan antara pelat dan kolom.

Pada aplikasi perencanaan dalam tugas akhir ini momen juga dicari dengan

program komputer SAFE, yang mana menggunakan metode elemen hingga (Finite

Elemen Method / FEM). Kemudian momen ini dibandingkan lagi dengan momen

yang didapat dari metode DDM dan EFM. Untuk merencanakan tulangan, digunakan

momen yang didapat dengan metode DDM. Perencanaan pelat juga dibandingkan

apabila pelat memakai balok.

Metode EFM lebih sulit digunakan daripada Metode DDM tetapi metode ini

bisa digunakan untuk berbagai macam bentuk panel. Sedangkan Metode DDM lebih

mudah digunakan tetapi hanya bisa digunakan pada pelat multipanel biasa. Pada

kasus dalam tugas akhir ini, rasio antara DDM dan FEM adalah 0,792 sampai 1,143.

Untuk rasio antara EFM dan FEM adalah 0,743 sampai 1,126. Dan rasio antara

DDM dan EFM adalah 0,902 sampai 1,065. Pemakaian balok dapat mengurangi

volume beton yang dipakai sampai 15,31%. Perencanaan pelat dalam Tugas Akhir

ini aman terhadap geser, baik geser dua-arah, geser satu-arah maupun terhadap

kombinasi geser dan momen.

Universitas Sumatera Utara


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................... i

ABSTRAK .......................................................................... iii

DAFTAR ISI .......................................................................... iv

DAFTAR GAMBAR .......................................................................... ix

DAFTAR TABEL .......................................................................... xii

DAFTAR NOTASI .......................................................................... xiii

BAB I. PENDAHULUAN........................................................................ 1

1.1. Latar Belakang.. .............................................. 1

1.2. Permasalahan .................................................................. 3

1.3. Maksud dan Tujuan......................................................... 4

1.4. Pembatasan Masalah....................................................... 4

1.5. Metodologi Penulisan ..................................................... 5

BAB II. STUDI LITERATUR ................................................................ 6

2.1. Pendahuluan ....................................... 6

2.2. Perilaku Keruntuhan Pelat dalam Lentur........................ 7

2.3. Persamaan Statis Pelat Dua Arah.................................... 10

2.3.1 Analisis Pelat Nichols............................................ 12

2.4. Distribusi Momen dalam Pelat........................................ 15

2.4.1 Analisis Elastis Pelat ............................................. 15

2.4.2 Hubungan Antara Lekukan Pelat dan Momen ...... 17

2.4.3 Momen Pada Pelat yang Ditumpu Kolom............. 20

Universitas Sumatera Utara


2.5. Perilaku Lentur Pelat dan Pelat Dua-Arah...................... 22

2.5.1 Aksi Dua Arah....................................................... 22

2.5.2 Efek Kekakuan Relatif .......................................... 24

BAB III. METODE PERENCANAAN .................................................... 26

3.1. Pengenalan Metode Perencanaan Langsung................... 26

3.1.1 Langkah-Langkah dalam Merencanakan Pelat ..... 26

3.1.2 Batasan Metode Perencanaan Langsung ............... 27

3.1.3 Tebal Minimum Pelat Dua-Arah ........................... 28

3.1.3.1 Pelat Tanpa Balok diantara Kolom

Interior ....................................................... 28

3.1.4 Distribusi Momen di Dalam Panel ........................ 30

3.1.4.1 Momen Statis, M 0 .................................... 30

3.1.4.2 Defenisi Jalur Kolom dan Jalur Tengah .... 31

3.1.4.3 Momen Positif dan Negatif pada Panel ..... 31

3.1.4.4 Distribusi Momen Antara Jalur Tengah

dan Jalur Kolom......34

3.1.5 Momen pada Kolom dan Transfer Momen ke

kolom..................................................................... 37

3.1.5.1 Kolom Eksterior ........................................ 37

3.1.5.2 Kolom Interior ........................................... 37

3.2. Kuat Geser Pelat Dua-Arah ............................................ 38

3.2.1 Perilaku Kegagalan Pelat Pada Geser Dua-Arah... 38

3.2.2 Perencanaan Untuk Geser Dua-Arah..................... 40

3.2.2.1 Lokasi Perimeter Kritis.............................. 40

Universitas Sumatera Utara


3.2.2.2 Persamaan Desain: Geser Dua-Arah

dengan Mengabaikan Transfer Momen ... 41

3.2.3 Geser Satu-Arah pada Pelat................................... 46

3.2.4 Tulangan Geser...................................................... 46

3.3. Kombinasi Transfer Momen Dan Geser Pada Pelat

Dua-Arah......................................................................... 48

3.3.1 Perilaku Sambungan Pelat-Kolom yang

Dibebani Geser dan Momen.................................. 48

3.3.2 Transfer Geser dan Momen pada Sambungan

Pelat-Kolom .......................................................... 53

3.3.2.1 Persentase Transfer Momen

Tak Seimbang oleh Lentur (f).................. 55

3.3.2.2 Persentase Transfer Momen

Tak Seimbang oleh Geser, (v) ................. 56

3.3.3 Sifat-Sifat Perimeter Geser.................................... 56

3.3.3.1 Kolom Interior ........................................... 58

3.3.3.2 KolomTepi................................................. 59

3.3.3.3 Kolom Pojok.............................................. 60

3.3.3.4 Kolom Bulat .............................................. 60

3.3.4 Geser pada Pelat: Perencanaan.............................. 61

3.4. Persyaratan Penulangan dan Perinciannya...................... 62

3.4.1 Drop Panel ............................................................. 62

3.4.2 Kolom Kapital ....................................................... 62

3.4.3 Penulangan ............................................................ 63

Universitas Sumatera Utara


3.4.3.1 Urutan Penempatan ................................... 63

3.4.3.2 Penutup dan Tebal Efektif ......................... 64

3.4.3.3 Persyaratan Spasi, Penulangan Minimum,

dan Ukuran Tulangan Minimum .............. 65

3.4.3.4 Perhitungan Area yang Memerlukan

Tulangan ................................................... 65

3.4.3.5 Pemutusan Tulangan dan Penjangkaran.... 66

3.4.3.6 Perincian Penulangan Pelat pada Kolom

Tepi ........................................................... 67

3.4.3.7 Integritas Penulangan Struktur .................. 67

3.4.3.8 Tulangan Tepi............................................ 68

3.5. Metode Portal Ekivalen................................................... 70

3.5.1 Pendahuluan .......................................................... 70

3.5.2 Analisis Portal Ekivalen Pada Sistem Pelat

Untuk Beban Vertikal............................................ 70

3.5.2.1 Perhitungan Kekakuan, Pemindahan, dan

Momen Ujung-jepit ................................. 70

3.5.2.2 Sifat Pelat-Balok........................................ 71

3.5.2.3 Sifat-Sifat Kolom....................................... 73

3.5.2.4 Anggota Torsi dan Kolom Ekivalen.......... 74

3.5.2.5 Pola Beban Hidup untuk Analisis Struktur 80

3.5.2.6 Momen pada Muka Tumpuan ................... 81

3.5.2.7 Pembagian Momen ke Jalur Kolom,

Jalur Tengah, dan Balok ........................... 82

Universitas Sumatera Utara


BAB IV. APLIKASI PERENCANAAN ................................................... 84

4.1. Perbandingan Perhitungan Momen................................. 84

4.1.1 Metode Perencanaan Langsung (DDM)................ 86

4.1.2 Metode Portal Ekivalen (EFM) ............................. 91

4.1.3 Perhitungan Momen dengan

Program SAFE (FEM)........................................... 99

4.1.4 Perbandingan Momen yang Didapat dengan

DDM, EFM dan FEM ........................................... 103

4.2 Perencanaan Tulangan Pelat........................................... 105

4.2.1 Momen-Momen Pelat............................................ 105

4.2.2 Perencanaan Tulangan........................................... 108

4.3 Pemeriksaan Terhadap Geser ......................................... 117

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ................................................... 130

5.1. Kesimpulan .......................................................................... 130

5.2. Saran .......................................................................... 131

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................132

LAMPIRAN A .......................................................................... 134

LAMPIRAN B .......................................................................... 139

LAMPIRAN C .......................................................................... 143

LAMPIRAN D .......................................................................... 161

Universitas Sumatera Utara


DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1-1 Jenis-Jenis Pelat Dua-Arah.................................................. .....3


Gambar 2-1 Lentur Dua-Arah.................................................................. .....6
Gambar 2-2 Aksi Inelastis Pada Pelat Yang Dijepit Keempat Sisinya.... .....9
Gambar 2-3 Aksi Busur Pada Pelat ......................................................... .....9
Gambar 2-4 Momen Pada Lantai Balok Dan Papan................................ .....11
Gambar 2-5 Momen Pada Pelat Dua-Arah .............................................. .....11
Gambar 2-6 Pertimbangan Pelat Dalam Analisis Nichols....................... .....13
Gambar 2-7 Momen Dan Gaya Pada Pelat.............................................. .....16
Gambar 2-8 Hubungan Antara Lekukan Pelat Dan Momen.................... .....19
Gambar 2-9 Defleksi Strip B Dari Gambar 2-8....................................... .....20
Gambar 2-10 Momen Pada Pelat Yang Ditumpu Kolom .......................... .....21
Gambar 2-11 Defleksi Pada Panel Dan Jalur............................................. .....23
Gambar 3-1 Pembagian Pelat Menjadi Portal Untuk Perencanaan ......... .....31
Gambar 3-2 Defenisi Jalur Kolom dan Jalur Tengah .............................. .....32
Gambar 3-3 Penetapan Mo Menjadi Daerah Momen Positif dan
Negatif.. ....................................................................... .....33
Gambar 3-4 Angota Anggota Torsional ............................................... .....35
Gambar 3-5 Pembagian Anggota Tepi Untuk Menghitung C ................. .....36
Gambar 3-6 Kegagalan Geser dalam Pelat .............................................. .....39
Gambar 3-7 Retak Miring dalam Pelat Setelah Kegagalan Geser........... .....39
Gambar 3-8 Model Truss Untuk Transfer Geser Pada Suatu Kolom
Interior.. .......................................................................... .....39
Gambar 3-9 Lokasi Perimeter Geser Kritis ............................................. .....42
Gambar 3-10 Penampang Kritis Pada Pelat dengan Drop Panel ............... .....42
Gambar 3-11 Efek dari Bukaan dan Tepian Terhadap Perimeter Kritis.... .....43
Gambar 3-12 Penampang Kritis dan Area Tributary Untuk Geser Pada
Flate Plate.. ..................................................................... .....44
Gambar 3-13 Defenisi c Untuk Kolom dengan Bentuk Tidak Biasa ....... .....44

Universitas Sumatera Utara


Gambar 3-14 Distribusi Geser di Sekitar Kolom Pada Kolom Persegi..... .....44
Gambar 3-15 Tulangan Geser dalam Pelat ................................................ .....47
Gambar 3-16 Tekanan Geser Akibat Transfer Momen dan Geser
Pada Kolom Interior ............................................................ .....49
Gambar 3-17 Tekanan Geser Akibat Transfer Momen dan Geser
Pada Kolom Interior ............................................................ .....50
Gambar 3-18 Model Truss Untuk Transfer Geser dan Momen
Pada Kolom Eksterior ......................................................... .....51
Gambar 3-19 Model Truss Untuk Kolom Tepi. ........................................ .....51
Gambar 3-20 Nilai Tegangan dalam Tulangan yang Berbatasan Dengan
Kolom Tepi Saat Runtuh .................................................... .....52
Gambar 3-21 Interaksi Antara Momen dan Geser Pada Kolom Tepi........ .....52
Gambar 3-22 Anggapan Persegi dalam Menghitung Inersia Polar Sisi. ... .....57
Gambar 3-23 Perimeter Geser Kritis ......................................................... .....57
Gambar 3-24 Perimeter Geser Kritis Untuk Transfer Geser dan
Momen Pada Kolom Bulat. ................................................. .....61
Gambar 3-25 Ukuran Minimum Drop Panel ............................................. .....62
Gambar 3-26 Diameter Efektif Capital...................................................... .....63
Gambar 3-27 Batas Pemutusan Minimum Untuk Pelat Tanpa Balok ....... .....66
Gambar 3-28 Lebar Efektif Untuk Transfer Momen Pada Kolom
Eksterior........................................................................... .....67
Gambar 3-28 Momen di Pojok Pelat yang Ditumpu di Atas
Balok............................................................................ .....69
Gambar 3-30 Variasi Kekakuan Sepanjang Bentang ............................... .....72
Gambar 3-31 Nilai EI Untuk Pelat Dengan Drop Panel............................ .....73
Gambar 3-32 Potongan Untuk Perhitungan Kekakuan Kolom, Kc............ .....74
Gambar 3-33 Aksi Portal dan Puntir Pada Anggota Tepi.......................... .....76
Gambar 3-34 Perhitungan Kt...................................................................... .....79
Gambar 3-35 Penampang Kritis Untuk Momen Negatif. .......................... .....81
Gambar 3-36 Momen Positif dan Negatif Pada Balok Pelat. .................... .....82
Gambar 4-1 Rencana Lantai Flate Plate .................................................. .....84
Gambar 4-2 Pembagian Pelat Menjadi Jalur-Jalur Untuk Perencanaan .. .....85

Universitas Sumatera Utara


Gambar 4-3 Perimeter Geser Kritis dan Tributari Untuk Kolom B1
dan B2....... .......................................................................... .....88
Gambar 4-4 Bidang Momen Jalur Kolom Garis 2 Dengan DDM ........... .....91,103
Gambar 4-5 Bagian Torsional yang Bergabung ...................................... .....93
Gambar 4-6 Kekakuan, Faktor Pemindahan dan Faktor Distribusi......... .....98
Gambar 4-7 Diagram Momen Garis 2 dengan EFM ............................... .....98
Gambar 4-8 Bidang Momen Jalur Kolom Garis 2 dengan EFM............. .....99,103
Gambar 4-9 Pemodelan Pelat dalam Program SAFE .............................. .....100
Gambar 4-10 Diagram Momen Pelat Untuk Jalur-Jalur Arah - x.............. .....101
Gambar 4-11 Diagram Momen Pelat Untuk Jalur-Jalur Arah -y............... .....101
Gambar 4-12 Bidang Momen Jalur Kolom Garis 2 dengan FEM............. .....102,103
Gambar 4-13 Susunan Tulangan di dalam Pelat........................................ .....111
Gambar 4-14 Bagan Skematik Tulangan Arah-x ...................................... .....113
Gambar 4-15 Bagan Skematik Tulangan Arah-y ...................................... .....116
Gambar 4-16 Perimeter Geser Kritis Akhir: Kolom B2 dan B1................ .....118
Gambar 4-17 Perimeter Geser Kritis dan Area Tributary: Kolom A1 ...... .....127

Universitas Sumatera Utara


DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 3.1 Tebal Pelat Minimum Tanpa Balok Interior........................ 28


Tabel 3.2 Distribusi Momen Statis Terfaktor Total Mo Pada
Ujung Bentang..................................................................... 33
Tabel 4.1 Perhitungan Momen Untuk Jalur Pelat Garis 2 ................... 90,105
Tabel 4.2 Perhitungan Momen Untuk Jalur Pelat Garis 1 ................... 105
Tabel 4.3 Perhitungan Momen Untuk Jalur Pelat Garis B .................. 106
Tabel 4.4 Perhitungan Momen Untuk Jalur Pelat Garis A .................. 106
Tabel 4.5 Distribusi Momen ................................................................ 97
Tabel 4.6 Momen dari Metode DDM, EFM, dan FEM Serta
Rasio Ketiganya................................................................... 104
Tabel 4.7 Pembagian Momen Ke Jalur Tengah dan Kolom: Arah-x .. 110
Tabel 4.8 Pembagian Momen Ke Jalur Tengah dan Kolom: Arah-y .. 114

Universitas Sumatera Utara


DAFTAR NOTASI

: rasio kekakuan balok terhadap kekakuan pelat


c : rasio sisi panjang dan sisi pendek kolom

t : kekakuan torsional balok

: faktor reduksi
f : persentase transfer momen tak seimbang oleh lentur
v : persentase transfer momen tak seimbang oleh geser
bo : keliling perimeter geser
c1 : panjang kolom
c2 : lebar kolom
C : konstan torsional tepi balok
D : kekakuan pelat
db : diameter besi tulangan

dc : diameter kolom atau kepala kolom

d : adalah tebal efektif rata-rata dari pelat


E : elastisitas pelat
E cb : modulus elastis balok beton

E cs : modulus elastis kolom beton

fc : mutu beton
fy : mutu baja tulangan
G : modulus geser, kekakuan
h : tebal pelat
I : inersia pelat
Ib : momen inersia bruto terhadap sumbu penampang

Is : momen inersia bruto penampang pelat

K : kekakuan lentur
1/K : fleksibilitas

Universitas Sumatera Utara


Kc : kekakuan lentur kolom
Kec : kekakuan kolom ekivalen
Kt : kekakuan torsi
M1 : momen pelat terhadap arah memanjang
M2 : momen pelat terhadap arah melintang
Mo : momen statis
mx , my : momen lentur pada sumbu sejajar tepi
mxy, myx : momen puntir pada sumbu tegak lurus tepi
Jc : inersia momen polar
l1 : panjang pelat
l2 : lebar pelat
ln : bentang bersih
lmin : bentang terpendek
w : beban
wd : beban mati terfaktor

wl : beban hidup terfaktor

wu : beban terfaktor
v : poisson ratio
Vc : tahanan geser pada beton

Vn : tahanan geser nominal

Vs : tahanan geser pada tulangan geser

Vu : gaya geser terfaktor

Universitas Sumatera Utara