Anda di halaman 1dari 45

SERVICE KARBURATOR SUPRA 125 DAN PENGGANTIAN PAD

REM

LAPORAN PRAKERIN

Disusun untuk memenuhi sebagai persyaratan mengikuti Ujian


Sekolah/ Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2013/2014

Oleh

Andhika Nugroho Krisnamukti

7931 (TSM)

PROGRAM STUDI KEAHLIAN TEKNIK OTOMOTIF

SMK MUHAMMADIYAH SUKOHARJO

2014

x
x
SERVICE KARBURATOR SUPRA 125 DAN PENGGANTIAN PAD
REM

LAPORAN PRAKERIN

Oleh

Andhika Nugroho Krisnamukti

7931 (TSM2)

Jabatan Nama Tanda Tangan Tanggal

Pembimbing (Iwan Dwi Utama, S.Pd) .


.

Wali Kelas (Tri Widiastuti S.Pd) . ..... .

Telah dinyatakan memenuhi syarat

Pada tanggal .2014

Kepala Kompetensi Keahlian

Teknik Sepeda Motor

Iwan Dwi Utama, S.Pd

x
SERVICE KARBURATOR SUPRA 125 DAN PENGGANTIAN PAD
REM

LAPORAN PRAKERIN

Oleh

Andhika Nugroho Krisnamukti

7931 (TSM2)

Tim Penguji

Jabatan Nama Tanda Tangan


Tanggal

Penguji (.) . .........

Ketua Prakerin (Sukarno, S.Pd) .


..

Telah dipertahankan di depan penguji

Diyatakan telah memenuhi syarat

Pada tanggal.2014

Kepala sekolah

SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo

x
Drs. H. Tulus Sutoyo, BA, M.Pd

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas


campur tangan-Nya sehingga penyusunan laporan Praktek Kerja
Industri (PRAKERIN) ini dapat terselesaikan dengan baik. Dan
laporan ini sebagai bukti untuk memenuhi bahwa penulis telah
melaksanakan Praktek Kerja industri (PRAKERIN) dengan baik.

Dengan ini penulis bertima kasih kepada kepala instansi


yang selama kurang lebih 2 bulan ini telah memberikan
kesempatan untuk melaksanakan praktek kerja industri
(PRAKERIN). Laporan ini dapat terbuat dan diselesaikan dengan
adanya bantuan dari pihak pembimbing dari pihak sekolah
maupun pihak instansi, oleh karena itu penulis mengucapkan
terima kasih.

Akhir dari kesempatan ini penulis menyampaikan terima


kasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam upaya
penyelesaian laporan ini. Penulis juga mengharapkan saran dan
kritik demi perbaikan dan penyempurnaan laporan ini tersebut.

Sukoharjo, Januari 2014

x
Pokja Prakerin

DAFTAR ISI

COVER DALAM i

DATA SISWA ii

DATA DU/DI iii

PENGESAHAN PEMBIMMBING iv

PENGSAHAN PENGUJI v

KATA PENGANTAR vi

DAFTAR ISI vii

DAFTAR GAMBAR ix

BAB I PENDAHULUAN 1

A. Latar Belakang 1
B. Tujuan 1
C. Waktu dan Tempat 1

BAB II ISI 2

A. JUDUL 1 2
B. Landasan Teori ............................................................................................. 2
C. Alat dan Bahan ............................................................................................. 3
D. Gambar Kerja ............................................................................................... 5
E. Proses Pengerjaan ........................................................................................ 5

x
F. Hasil Pekerjaan ............................................................................................ 16
A. JUDUL II 17
B. Landasan Teori ............................................................................................. 17
C. Alat dan Bahan ............................................................................................. 19
D. Gambar Kerja ............................................................................................... 20
E. Proses Pengerjaan ........................................................................................ 21
F. Hasil Pekerjaan ............................................................................................ 23

BAB III PENUTUP 24

A. Kesimpulan 24
B. Saran 25

Daftar Pustaka 27

Lampiran 28

1. Absensi
2. Kartu Pembimbing
3. Foto Copy Sertifikat
4. Laporan Harian

x
DAFTAR GAMBAR

Gambar 01. Unit Karburator...................................................... 5

Gambar 02. Karburator Top....................................................... 5

Gambar 03. Throttle Valve......................................................... 5

Gambar 04. Unit Throttle Valve................................................. 6

Gambar 05. Throttle Switch wire Connectors............................ 6

Gambar 06. Choke Cable........................................................... 6

Gambar 07. Separare Air Filter.................................................. 6

Gambar 08. Air Cut-Off Valve Cover.......................................... 7

Gambar 09. Air Cut Valve / Diaphragma.................................... 7

Gambar 10. Float Chamber....................................................... 7

Gambar 11. Float Pin dan Float Valve........................................ 7

Gambar 12. Pelepasan Pilot Jet, Main Jet Needle Jet.................. 8

Gambar 13. Air Cut-Off Diaphragma......................................... 8

Gambar 14. Float Pin................................................................. 8

Gambar 15. Penyemprotan Karburator...................................... 9

Gambar 16. Pengukuran Dudukan Pelampung.......................... 9

Gambar 17. Unit Karburator...................................................... 9

Gambar 18. Float Valve dan Float Pin........................................ 10

Gambar 19. Float Chamber dan O-Ring.................................... 10

Gambar 20. Pengencangan Float Chamber............................... 10

Gambar 21. Air Cut Valve / Diaphragma.................................... 10

Gambar 22. Pemasangan Air Cut-Off Valve............................... 11

x
Gambar 23. Pemasangan Karburator........................................ 11

Gambar 24. Pemasangan Karburator........................................ 11

Gambar 25. Pemasangan Choke............................................... 12

Gambar 26. Pemasangan Throttle Switch................................. 12

Gambar 27. Perakitan Throttle Valve......................................... 12

Gambar 28. Pemasangan Pegas Throttle Valve......................... 13

Gambar 29. Perakitan Pegas Throttle Valve.............................. 13

Gambar 30. Pemasangan Throttle Valve................................... 13

Gambar 31. Karburator Top....................................................... 13

Gambar 32. Throttle Switch....................................................... 14

Gambar 33. Throttle Swith Wire Connectors............................. 14

Gambar 34. Penyetelan Air Screw............................................. 15

Gambar 35. Rem Depan............................................................ 20

Gambar 36. Baut Caliper Rem................................................... 21

Gambar 37. Kampas Rem.......................................................... 21

Gambar 38. Pes Kampas Rem................................................... 21

Gambar 39. Shum Kampas Rem................................................ 22

Gambar 40. Bait Bleeding......................................................... 22

x
x
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pelaksanaan prakerin sebagai perwujudan dari


kebijaksanaan LINK And MATCH Yang prosesnya dilaksanakan
di dua tempat yaitu sekolah, dan Dunia Indrustri (DU/DI) upaya
ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan mutu Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) untuk mencapai tujuan relevansi
pendidikan dengan tuntutan industri . Harapan utama dalam
pelaksanaan prakerin di dunia usaha atau dunia industri
(DU/DI) ini di samping keahlian professional siswa meningkat
sesuai dengan kebutuhan (DU/DI),siswa juga akan memiliki
etos kerja yang meliputi, kemampuan bekerja, Motifasi kerja ,
disiplin waktu ,dan kerajinan dalam bekerja.

B. TUJUAN
1. Tujuan kegiatan prakerin adalah:
a) Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian
professional yaitu tenaga kerja yang memiliki
pengetahuan ,keterampilan , dan etos kerja yang sesuai
dengan tuntutan dunia kerja.
b) Memperoleh Link and Match anatara sekolah dan DU/DI
c) Meningkatkan efisiensi pendidikan dan pelatihan kerja
yang berkualitas atau professional
d) Memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap
pengalaman kerja sebagai bagian dari proses
pendidikan.

x
C. WAKTU DAN TEMPAT

Waktu prakerin gelombang pertama di laksanakan pada :

Tanggal : 1 januari s/d 28 februari 2014.

Tempat : PT Ramayana Motor Sukoharjo. Jln Jendral


Sudirman No 133 Jombor Sukoharjo

BAB II

ISI

A. JUDUL I
SERVICE KARBURATOR HONDA SUPRA-X 125

B. LANDASAN TEORI
Tentu kita sudah tidak asing lagi dengan namanya
karburator tapi apakah semua sudah tau? Komponen apa saja
yang ada di dalamnya serta bagaimana perawatan karburator
yang baik .karburator dapat diartikan sebuah jantung bagi
sebuah sepeda motor, karena tanpa piranti penyuplai bahan
bakar ini, mesin motor tak akan berfungsi , untuk itulah perlu
adanya perhatian khusus terhadap karburator.
1. Pengertian karburator
Karburator berfungsi mencampur bahan bakar dengan
udara dalam ukuran yang tepat untuk kemudian di
salurkan ke dalam ruang pembakaran dalam bentuk kabut.
2. Cara Kerja:
a) Putaran Langsam
Putaran langsam adalah putaran engine terendah,
tanpa bahan bakar sesuai dengan spesifikasi pabrik
pada kondisi ini piston valve dalam keadaan tertutup,
saluran utama tidak mengalirkan bahan bakar.
b) Putaran Menengah

x
Putaran menengah adalah engine berputar kira-kira
setengah dari putaran maksimum engine dan posisi
pilot valve (juga posisi gas tangan) berada pada
setengah lintasan maksimumnya, pada posisi ini venturi
yang terbentuk juga kira-kira setengah dari venturi
maksimum
c) Putaran Tinggi
Pada saat engine putaran maksimum, terjadi hal yang
spesifik untuk mengurangi kadar polusi yang ada di
tambahkan Imain air bleed yaitu memperbaiki
komposisi campuran selalu tepat.
3. Bagian-bagian karburator :
a) Choke: untuk memperkaya bahan bakar
b) Mangkok pelampung(float chamber): menampung
sementara bahan bakar dari tangki sebelum di proses
c) Pelampung(floate): mengatur bahan bakar dalam ruang
pelampung kerburator agar permukaannya tetap
sehingga tidak meluap & masuk ke ruang pembakaran
d) Katup pelampung(needle valve/floater valve): menutup
saluran suplai bahan bakar dari tangki apabila bahan
bakar dalam ruang pelampung karburator telah penuh
e) Throttle valve: mengatur jumlah campuran bahan bakar
dengan udara yang akan di alirkan ke dalam silinder
f) Jarum gas(jet needle): mengatur jumlah campuran
bahan bakar dengan udara yang masuk melalui spuyer
ketika motor di gas dengan pembukaan katup sampai
dengan
g) Pegas( throttle valve spiring): mengembalikan posisi
throttle pada posisi terendah saat kabel gas di lepas
(tidak di gas)
h) Pemancar jarum(main nozzle/needle jet): memancarkan
bahan bakar waktu motor di gas besarnya di atur oleh
terangkatnya jarum throttle

x
i) Main jet: memancarkan bahan bakar pada waktu
putaran tinggi
j) Pilot jet: memancarkan bahan bakar ketika motor dalam
keadaan stationer
k) Pilot air screw: mengatur jumlah udara yang bercampur
dengan bahan bakar
l) Throttle screw: mengatur posisi pembukaan katup/
throttle untuk stationer.

C. ALAT DAN BAHAN


1. Alat :
a) Obeng (-) dan (+)
b) Kunci kombinasi 8
c) Kuas
d) Tempat bensin
e) Kompresor
2. Bahan :
a) Satu unit sepeda motor honda Supra-X 125

x
D. GAMBAR KERJA

Gambar 01.unit karburator

E. PROSES PENGERJAAN

PELEPASAN KARBURATOR

1. Longgarkan carburetor top (tutup


atas karburator)

2. Lepaskan carburetor top dan throttle


valve (skep) dari karburator

Gambar 02. Carburator top

3. Lepaskan throttle cable (kabel gas)


dari throttle valve (skep) sementara
menekan throttle valve spiring
(pegas skep)

x
Gambar 03. Throttle valve 4. Lepaskan jet needle retainer
(penahan jarum skep) jet needle
(jarum skep)
5. Periksa throttle valve (skep) dan jet
needle (jarum skep) terhadap
goresan ,keausan, atau kerusakan

Gambar 04. Unit Throttle valve


6. Longgarkan drain screw (sekrup
pembuangan) dan keluarkan bahan
bakar dari float chamber (kamar
pelampung) masuk ke dalam tempat
penampung.
7. Lepaskan throttle switch wire
connectors (konektor).
Gambar 05. Throttle switch wire connectors 8. Lepaskan choke cable (kabel cuk).
9. Lepaskan fuel tube (selang bahan
bakar), drain tube (selang
pembuangan) dan air vent tube
(selang ventilasi udara) dari
carburetor body (badan karburator).

Gambar 06. Choke 10. Lepaskan separate air filter tube


cable
(selang saringan udara tambahan) .
11. Lepaskan baut-baut pemasangan
PAIR (pulse secondary air
injection) control valve.
12. Longgarkan air cleaner connecting
tube band screw (sekrup pita
penjepit saluran saringan udara)
Gambar 07. Separate air filter tube

x
13. Lepaskan baut-baut pemasangan
karburator, karburator dan
insulator dan intake manifold
(saluran masuk ke cylinder head).

14. Lepaskan sekrup-sekrup dan valve


cover (tutup klep).

Gambar 08. Air cut-off valve cover


15. Lepaskan pegas dan air cut-off
valve/diaphragma (membran/klep
penutup udara) . dan O-ring
Periksa berikutnya:
a) diaphragm (membran) terhadap
lubang-lubang kecil, pemburukan
kondisi atau kerusakan.
b) pegas terhadap pemburukan
kondisi.
c) jarum atau diaphragm terhadap
keausan
d) saluran udara terhadap
penyumbatan.
16. Lepaskan sekrup-sekrup dan float
chamber (ruang pelampung )

17. Lepaskan float pin (engsel


pelampung), float (pelampung) dan
float valve (klep pelampung)

x
18. Lepaskan berikutnya:

a) Main jet (sproeier utama)


b) Needle jet holder (pemegang jet
needle)
c) Slow jet (sproeier langsam)
d) Throttle stop screw/spring (sekrup
penahan skep/pegas skep)

PEMERIKSAAN KARBURATOR

1. Periksa :
a) diaphragm (membran) terhadap
lubang-lubang kecil, pemburukan
kondisi atau kerusakan
b) pegas terhadap pemburukan
kondisi
c) jarum atau diaphragm terhadap
keausan
d) saluran udara terhadap
penyumbatan.
e) Periksa pelampung terhadap
perubahan bentuk atau kerusakan
f) Periksa dudukan pelampung
terhadap
gerusan,goresan,penyumbatan dan
kerusakan
g) Periksa ujung float valve (klep
pelampung) dimana ia menyentuh

x
valve seat (dudukan klep) terhadap
keausan bertingkat atau
pengotoran
h) Ganti valve jika ujungnya aus atau
kotor
i) Periksa masing-masing jet
(sproeier) terhadap keausan atau
kerusakan dan ganti bila perlu.
j) Tiuplah masing-masing saluran
udara dan bensin di dalam badan
karburator dengan bertekanan
sampai semua kotoran keluar.

k) Pemeriksaan tinggi pelampung


Dengan float valve (klep
pelampung) menyentuh dudukan
dan lengan pelampung tepat
menyentuh tepat menyentuh
klep,ukur tinggi pelampung
dengan perkakas khusus seperti
diperlihatkan

PERAKITAN KARBURATOR
1. Pasang berikutnya:
a) Throttle stop screw/spiring
(sekrup penahan skep/pegas
b) Slow jet (sproeier langsam
c) Needle jet holder (pemegang jet
needle)
d) Main jet (sproeier utama)
e) Pasang air screw (sekrup udara)
dan kembalikan ke posisinya
semula seperti telah dicatat
sewaktu pelepasan.

x
2. Pasang float (pelampung) dan float
valve (klep pelampung) pada badan
karburator, kemudian pasang float
pin (engsel pelampung) melalui
badan karburator dan pelampung.

Gambar 18. Float valve dan Float pin

3. Pasang sebuah O-ring baru pada


float chamber (ruang pelampung)

4. Pasang float chamber.

Gambar 19. Float chamber dan O-ring

5. Pasang dan kencangkan sekrup-


sekrup float chamber

Gambar 20. Pengencangan float chamber

6. Pasang air cut-off valve/diaphragm


(klep penutup udara/membran) dan
pegas .
7. Pasang O-ring baru

x
Gambar 21. Air cut-off valve/Diaphragm

8. Pasang dan tahan valve cover (tutup


klep), dengan berhati-hati agar tidak
menjepit diaphragm (membran)
9. Pasang dan kencangkan sekrup-
sekrup dengan erat.

Gambar 22. Pemasangan Air cut-off valve

PEMASANGAN KARBURATOR BADAN KARBURATOR

10. Pasang O-ring baru pada alur


insulator dan badan karburator

Gambar 23. Pemasangan karburator

11. Pasang badan karburator pada air


cleaner connecting tube (saluran
penghubung saringan udara)

x
12. Pasang badan karburator/insulator
pada intake manifold (saluran
masuk ke cylinder head) dan
kencangkan baut-baut dengan erat .
Gambar 24. Pemasangan karburator

13. Kencangkan sekrup connecting tube


band (pita penjepit saluran
penghubung)
14. Hubungkan separate air filter tube
(selang saringan udara tambahan)

15. Hubungkan separate air filter tube


(selang saringan udara tambahan)
16. Hubungkan fuel tube (selang
pembuangan) dan air vent tube
(selang ventilasi udara)
Gambar 25. Pemasangan choke 17. Pasang choke cable (kabel cuk) pada
klem

x
18. Hubungkan throttle switch wire
connectors (konektor kabel sekelar
gas tangan)

Gambar 26. Pemasangan throttle switch

19. Pasang jet needle (jarum skep) pada


throttle valve (skep) dan pegang
dengan jet needle retainer (penahan
jet needle)

Gambar 27. Perakitan throttle valve

20. Pasang pegas throttle valve (skep)


pada throttle cable (kabel gas)

Gambar 28. Pemasangan pegas throttle valve

x
21. Hubungkan throttle cable (kabel
gas) pada throttle valve (skep)
sementara menekan pegas throttle
valve

Gambar 29. Perakitan throtle valve

22. Pasang throttle valve pada badan


karburator,dengan menepatkan
potongan padanya dengan throttle
stop screw (sekrup penahan skep)

Gambar 30. Pemasangan throtle valve

23. Kencangkan carburetor top (tutup


atas karburator) dengan erat
24. Setelah memasang karburator,
periksalah berikutnya:
a) Jarak main bebas putaran gas
tangan
b) Putaran stasioner mesin
c) Penyetelan air screw (sekrup
udara)

PEMASANGAN THROTTLE SWITCH

1. Pasang O-ring baru


2. Pasang throttle switch dan tepatkan
tonjolan dari throttle switch dan
lubang dari badan karburator

x
Gambar 32. Throttle switch

3. Pasang dan kencangkan sekrup-


sekrup dengan erat
4. Sambungkan konektor kabel throttle
switch

Gambar 33. Throttle switch wire connectors

x
PENYETELAN AIR SCREW

1. Putar air screw (sekrup udara)


sampai duduk dengan ringan,
kemudian putar kembali sesuai
spesifikasi.
Ini adalah penyetelan awal sebelum
peyetelan akhir air screw
2. Hidupkan mesin dan setel throttle

Gambar 34. Penyetelan air screw stop screw ( sekrup penahan skep )
3. Putar air screw masuk atau keluar
dengan pelan untuk mendapatkan
putaran mesin tertinggi
4. Dengan ringan buka putaran gas
tangan 2 atau 3 kali,kemudian setel
putaran stasioner dengan throttle
stop screw set.
5. Putar air screw keluar
6. Setel kembali putaran stasioner
dengan throttle stop screw (sekrup
penahan skep)

F. HASIL KERJA
Dari servis karburator tersebut saya mengalami sedikit masalah yaitu O-ring yg
terdapat pada mangkok pelampung mengalami kerusakan/pecah,agar tidak

x
terjadi kebocoran bensin pada mangkok pelampung,sehingga saya harus
mengganti O-ring tersebut dengan yang baru.

x
A. JUDUL II

MENGGANTI PAD REM SUPRA 125

B. LANDASAN TEORI

System rem adalah salah satu bagian pada kendaraan baik roda dua
maupun roda empat yang saat ini bnyak digunakan oleh masyarakat, yang
berfungsi untuk mengurangi, memperlambat, mengontrol dan menghentikan
laju kendaraan. System rem merupakan kebutuhan yang penting untuk
menjaga keselamatan pada saat mengemudikan kendaraan. System rem ada
yang menggunakan tromol ada yang menggunakan piringan.

1. prinsip dasar system rem

merubah energy gerak menjadi energy panas. Umumnya rem bekerja


disebabkan oleh adanya sistem gabungan penekanan melawan system
gerak putar. Efek pengereman diperoleh adanya gesekan yang ditimbulkan
antara dua benda.

2. tipe tipe rem

rem yang digunakan pada kendaraan bermotor digolongkan menjadi


beberapa tipe tergantung pada penggunaannya.

a. Pengolongan menurut tempat


1. rem pada roda
2. rem pada propeller shaft
b. pengolongan menurut cara pelayanannya

x
1. rem kaki (foot brake)
2. rem tangan (parking brake)
c. penggolongan menurut mekanisme
1. rem mekanik (mechanical brake)
2. rem hidrolik (hydraulic brake)

3. Rem Cakram

Rem cakram adalah perangkat pengereman yang digunakan pada


kendaraan modern. Rem ini bekerja dengan menjepit cakram yang
biasanya dipasangkan pada roda kendaraan, untuk menjepit cakram
digunakan caliper yang digerakkan oleh piston untuk mendorong sepatu
rem (brake pads) ke cakram. Rem jenis ini juga digunakan pada kereta api,
sepeda motor, sepeda.Pada mobil balap bahan yang digunakan biasanya
dari keramik agar lebih tahan terhadap panas yang ditimbulkan selama
proses pengereman.

4. komponen-komponen rem cakram

a. Handel rem, berfungsi sebagai tuas pendorong piston master silinder.


b. Piston master silinder, berfungsi menekan oli dari reservoir
c. Reservoir, berfungsi untuk tempat penampungan oli rem.
d. Selang, berfungsi sebagai saluran oli rem dari master silinder ke
rumah piston.
e. Piston breake, berfungsi untuk mendorong kampas rem
f. Kampas, media gesek dengan disc pad.
g. Disc pad / piringan cakram, berfungsi sebagai media gesek dengan
kampas.
h. Kaliper tempat piston rem.
i. Seal perapat cairan fluid

5. Cara kerja rem cakram

Bila pedal rem ditekan, silinder utama mengubah tenaga


ini menjadi tekanan hidrolik. Operasi pedal
rem berdasarkan tuas, dan mengubah tenaga pedal yang
kecil menjadi tenaga yang besar yang bekerja pada silinder

x
utama. Berdasarkan hukum Pascal, tenaga hidrolik yang
dihasilkan di silinder utama ditransmisikan melalui
jalur rem ke masingmasing silinder utama. Tenaga itu
bekerja pada brake lining dan bantalan rem cakram
untuk menghasilkan tenaga pengereman.

Menurut hukum Pascal, tekanan yang digunakan secara


eksternal atas cairan terbatas yang dihantarkan secara
seragam ke semua arah. Dengan menggunakan prinsip ini
pada sirkuit hidrolik di sistem rem, tekanan yang dihasilkan
di silinder utama dihantarkan secara sama ke semua
silinder roda. Tenaga pengereman bervariasi, seperti yang
terlihat pada contoh berikut, tergantung pada diameter
dari silinder roda. Bila desain kendaraan memerlukan
tenaga pengereman yang lebih besar pada roda-roda
depan, misalnya, disainernya akan merincikan silinder roda
yang lebih besar untuk bagian depan.

C. ALAT DAN BAHAN

a. Alat

1. Kunci ring 12
2. Obeng (-)
3. Tang

b. Bahan

1. Sepeda Motor Honda Supra 125


2. Pad rem cakram baru

x
D. GAMBAR KERJA

x
Gb. 35 Rem depan

x
E. PROSES PENGERJAAN

a. Melepas Rem Cakram

1. baut caliper
2. caliper rem
(1)

Gb. 36 Baut caliper


rem
b. Lepas:
1. pins (1)
2. pin holding
kampas rem (2)
3. kampas
rem/brake pads(3)
(beserta shim
kampas rem)
Gb. 37 kampas
rem
c. Lepas :
1. per kampas
rem (1)
2. support
kampas rem (2)

Gb. 38 pes kampas


rem

x
d. Mengganti Pad Rem

a. Pasang
1. shum kampas rem(pada
kampas rem)
2. sipport kampas rem
3. per kampas rem
4. kampas rem
a. pasangkan selang plastic (1)
pada bagian Gb. 39 Shum Kampas
Rem
Gb. 39 shum kampas
ujung baut bleeding (2). rem
tempatkan ujung selang
yang lain pada nampan
b. kendorkan bait bleeding dan
tekan dengan jari pisto
caliper yang terdapat pada
caliper rem
c. kencangkan baut bleeding
d. pasang sepatu rem dan per
sepatu rem baru

Gb.
Gb. 40
40 Bait
bait bleeding
Bleedi

e. Memasang Rem Cakram

1. pasangkan selang plastic(1) paca bagian ujung baut bleeding (2). tempatkan
ujung selang yang lain pada nampan
2. kendorkan bait bleeding dan tekan dengan jari pisto caliper yang terdapat
pada caliper rem

x
3. kencangkan baut bleeding
4. pasang sepatu rem dan per sepatu rem baru

F. HASIL PENGERJAAN

Pada bagian kanvas rem harus dilakukan penggantian, karena sudah aus dan
memiliki ketebalan kurang dari 2 mm. Aman

x
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

1. Kesimpulan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

Banyak sekali sistim pada kendaraan yang telah saya praktekan


dibengkel RMS (Ramayana Motor Sukoharjo antara lain adalah service
karburator, penggantian rem tromol penggantian lampu, penggantian ban
dan masih banyak lagi. Penulis mengambil salah satu sistim yang telah di
praktekan yaitu SERVIS KARBURATOR SUPRA 125 DAN

x
PENGGANTIAN PAD REM Kegiatan prakerin sangat membantu
memperdalam pengetahuan siswa mengenai otomotif dan dunia kerja
khususnya. Kegiatan prakerin juga sangat tepat untuk meningkatkan
ketrampilan siswa dan sebagai sarana perbandingan antara praktek
disekolah dengan didunia kerja secara nyata.

2. Kesimpulan tentang bengkel

Letak bengkel PT RAMAYANA MOTOR dengan mudah dapat


dicari karena letak bengkel yang begitu strategis dan dengan didukung :

a. Kesehatan serta keselamatan kerja karyawan sangat di perhatikan dan di


utamakan.
b. Bengkel PT RAMAYANA MOTOR merupakan bengkel yang sudah
lama berdiri dengan 2 montir yang telah berpengalaman .

3. Relevensi pelajaran disekolah dengan dunia kerja

Selama melaksanakan praktek kerja industri (prakerin) dibengkel PT


RAMAYANA MOTOR penulis sedikit mengalami perbedaan pendapat,
teori, dan praktek. Dilihat dari beberapa segi antara lain :

a. Segi bahasa

Dalam pemaikian bahasa disekolah masih asli dari pabriknya atau


bahasa teknik, sedangkan dibengkel memakai bahasa umum yang
sering dipakai pada bengkel-bengkel lainnya agar hubungan antara
bengkel dan karyawan lancar karena penggunaan bahasa yang
digunakan sama.

b. Segi pelayanan

Dalam teori disekolah saat memperbaiki kendaraan harus sesuai dengan


ketentuan dari pabriknya, sedangkan dibengkel belum tentu sesuai

x
dengan ketentuan dari pabriknya dan terkadang mengganti komponen
dari suatu kendaraan bukan komponen aslinya, hal itulah yang patut
menjadi acuan dari para pelajar untuk menyesuaikan diri dengan
keadaan didunia kerja yang sesungguhnya.

4. sikap kerja yang harus dimiliki para mekanik pemula pada saat dibengkel
adalah :

a. Sabar dan teliti


b. Harus bisa menggunakan alat sesuai fungsinya
c. Harus bisa mengerti dan biasa mengerjakan masalah apa yang sedang
dihadapi
d. Harus bisa menjaga keselamatan kerja
e. Efisiensi terhadap waktu

5. Juga harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan dibengkel dan


menjalin kerja sama yang baik dengan montir, terutama montir yang sudah
senior.

B. Saran-saran
1.Saran untuk sekolah :
a. Melengkapi sarana dan prasarana untuk praktek disekolah
b. Menyediakan peralatan praktek yang lebih maju sesuai dengan
perkembangan teknologi
c. Mengutamakna guru-guru pengajar yang lebih handal
d. Pihak sekolah memberikan teori sejelas-jelasnya dalam pelajaran dan
praktek agar siswa dapat menerapkannya didunia kerja dengan mudah
e. Pihak sekolah mengadakan kerjasama dengan pihak bengkel/industri
untuk memepermudah siswanya dalam melaksanakan prakerin
f. Pihak sekolah memberikan penambahan teori mengenai teknologi
terbaru yang selama ini sudah berkembang

2.Saran untuk bengkel :

x
a. Meningkatakn salinan komunikasi antara siswa praktek kerja industri
dan mekanik
b. Kerjasama antara pembimbing dengan siswa praktek kerja industri
senantiasa harus diperhatikan
c. Kelengkapan alat masing-masing mekanik perlu ditambahkan untuk
meningkatkan kemudahan dalam memperabiki kendaraan dan siswa
yang sedang melaksanakan prakerin juga bisa mempelajarinya

DAFTAR PUSTAKA

x
Daryanto.2002. Teknik Reparasi dan Perawatan Sepeda
Motor. Jakarta : PT Bumi Aksara

Drs. Daryanto. 2004.Teknik Sepeda Motor. Bandung .Yrama


Widya.

Jalius Jama. 1982. Motor Bensin. Jakarta : Ghalia Indonesia.

x
LAMPIRAN

x
i

x
v

33

Gambar 03. Throttle valve

Gambar 04. Unit Throttle valve

Gambar 05. Throttle switch wire connectors

Gambar 06. Choke cable

Gambar 07. Separate air filter tube

Gambar 08. Air cut-off valve cover

Gambar 18. Float valve dan Float pin

Gambar 19. Float chamber dan O-ring

Gambar 20. Pengencangan float chamber

Gambar 21. Air cut-off valve/Diaphragm

x
Gambar 22. Pemasangan Air cut-off valve

Gambar 23. Pemasangan karburator

Gambar 24. Pemasangan karburator

Gambar 25. Pemasangan choke

Gambar 26. Pemasangan throttle switch

Gambar 27. Perakitan throttle valve

Gambar 28. Pemasangan pegas throttle valve

Gambar 29. Perakitan throtle valve

Gambar 30. Pemasangan throtle valve

Gambar 32. Throttle switch

Gambar 33. Throttle switch wire connectors

Gambar 34. Penyetelan air screw

Gb. 35 Rem depan

Gb. 36 Baut caliper rem

Gb. 37 kampas rem

Gb. 38 pes kampas rem

Gb. 39 Shum Kampas Rem

Gb. 39 shum kampas rem

x
Gb. 40 Bait Bleeding

Gb. 40 bait bleeding