Anda di halaman 1dari 52

by

Apolorida Situmorang Sp.Onk,Ners


Kanker adalah segolongan penyakit
keganasan yang pada hakekatnya dapat
mengenai semua organ tubuh
Pertumbuhan yang cepat dan tidak terkendali dari
sel-sel jaringan tubuh, yang dapat menyebar ke
organ tubuh lainnya (metastasis)
Beberapa faktor yang berperan:
1. Genetik
2. Hormon
3. Sistem Imunitas
4. Kegemukan
5. Bahan Kimia
6. Diet
7. Radiasi & Sinar UV
8. Virus
9. Rokok
10. Sress
Misalnya dapat menyebar ke :
Paru-paru
Hati
Tulang
Otak
Kanker dapat menyerang
semua orang, semua
golongan umur
Modalitas Terapi Kanker:
Lokal : Bedah
Radioterapi
Sistemik : Kemoterapi
Targeting Therapy
Supportive Therapy
Hormonal Therapy
Metode paling lama
Dapat tunggal atau kombinasi
Peranan bedah onkologi:
Pencegahan kankerex:kolektomi poliposis utk cegah
kanker kolon
Diagnosis kanker
Terapi Kanker
Operasi Paliatif
Metode pengobatan penyakit kanker dengan
menggunakan obat-obatan yang kerjanya menghancurkan
dan menghambat pertumbuhan sel kanker.

Obat besifat Cytotoxic Sel kanker & Sel normal.

Peran perawat dan farmasi sangat penting


Pendidikan khusus Pencampuran
Pemberian kemoterapi
Adalah terapi medis menggunakan obat-obatan
sitostatika untuk membunuh sel kanker
secara sistemik
Cegah sel kanker untuk membelah diri, dan
menyebar
Mempengaruhi pembelahan sel yang
pertumbuhannya cepat
Pemberian yang efektif: efikasi maksimal, efek
samping seminimal mungkin
Kemoterapi primer: terapi kemo saja
Kemoterapi adjuvansetelah
operasi/radiasi utk membunuh sel kanker
yang bersirkulasi (sisa)
Kemoterapi neoadjuvansebelum
operasi/radiasi utk mengecilkan ukuran
tumor
Kemoterapi konkuren/konkomiten,
bersamaan dengan radioterapiTujuan:
kemoterapi penuh+radiasi penuh
KemoradiasiTujuan: menguatkan fungsi
radioterapi (Radiosensitizer)
Jenis/Macam kemoterapi
1 macam kemoterapipaliatif/ keadaan
umum buruk
Beberapa jenis (2-4 macam kemoterapi)
bersamaan coctail
Tergantung pada jenis kanker dan
perkembangannya:
Kuratif kankermenyembuhkan
Kontrol kanker:
Mencegah penyebaran
Memperlambat perkembangan
Membunuh sel kanker yang telah
menyebar
Mengurangi ukuran tumor
Mengurangi gejala kanker/Paliatifnyeri
Sistemik: intravena, oral, sub kutan
Regional: topikal (kulit), intratekal (otak),
intraokular (mata), intraperikardial
(jantung), intrapleural (paru),
intraperitoneum (perut), intravesikal (buli-
buli), intra arterial (TACI)
Biasanya dari pembuluh darah vena perifer
Jika sulit maka akan dipilih pembuluh darah
vena sentral
Bekerja terhadap sel yang berproliferasi
Sel kanker proliferasi tinggi
Sel normal ada
Proliferatif
Rambut, mukosa sal cerna,
sumsum tulang, spermagenesis
Tidak proliferatif
Otot, tulang,saraf, otak, dll
Hipotesa Membunuh Sel Fraksional
Setiap dosis kemoterapi diulang, dalam
proporsi yang sama sel dibunuh
Prinsip 3 LOG Kill, 1 LOG Regrowth
Tumor yg mengandung 1010 sel, 1 siklus
kemoterapi menghasilkan 103 (3 log kill) sel
yang mati & 107 sel yang tersisa.
Pengulangan siklus diperlukan untuk
eradikasi sisa sel & sel yang berkembang lagi
Penanganan obat sitostatika harus dilakukan oleh staf
khusus
* farmasi
* Pelatihan

Prinsip : * Steril tehnik aseptik


* Jaminan kualitas produk
* Laminary Air Flow ( LAF )
Biological Safety Cabinet ( BSC )
Perlengkapan Pelindung
Untuk melindungi petugas dari
keterpaparan :
1 .Baju berlengan panjang
2. Sarung tangan disposible
3. Topi disposible
4. Masker disposible
5. Kaca mata
6. Sepatu bot
1.PF & Labarotarium
2. Menandatangani informed consent:
Manfaat kemoterapi
Efek samping
Biaya
Pemeriksaan fisik
BB
TB
Tanda vital
Pemeriksaan per organmata, mulut (tanda infeksi),
KGB, paru, jantung, abdomen, kulit
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan darah
RBC, WBC, trombositsetiap kemoterapi
Fungsi hati
Fungsi ginjal: ur, cr, CCT
Pemeriksaan CCT setiap kemoterapi
EKG
ECHOsetiap 3 kali kemoterapi
(Spirometridi awal-tengah-akhir kemoterapi)
Vena yang lembut, lurus, bagian distal
Hindari vena pada pergelangan tangan extravasasi
saraf rusak kehilangan fungsi
Diganti 72 jam
Cath vena kecil dan pendek Trauma vena
1. DOBLE CHEK Identitas pasien, nama obat dosis
dan cara pemberian
2. Pakai APD dengan benar
3. Lakukan dengan tehnik aseptik
4. Pergunakan pengalas dalam pemberian obat
5. Cari vena yang paling distal
6. Jangan tangan / lengan sisi yang dioperasi (
payudara ) tangan emas / sirkulasi tidak
lancar , jangan pasang tepat diatas sendi
7. Masukkan cath vena Pastikan infus berjalan
lancar masuk vena
8. Beri premedikasi sesuai protokol
9. Periksa kepatenan vena melakukan
aspirasi ( blood return ) secara teratur
untuk mencegah ekstravasasi pada
pemberian melalui drip
10.Berikan obat secara perlahan, lakukan aspirasi
dan perhatikan reaksi pasien.
11. Pemberian obat sitostatika ( bolus ) harus pelan-
pelan sambil infus dijalankan
( Running Infussion )

12.Bilas dengan Nacl 0,9 % / dex 5% setiap selesai


pemberian obat
13. Masukkan sampah kedalam tempat khusus
14. Lepaskan APD dan cuci tangan
15. Dokumentasi
Ampul yang terbuka
Pengeluaran udara dari spuit
Mengganti botol infus
Makan / merokok pada daerah persiapan
Pengambilan obat kembali melalui jarum ( spuit )
Ampul yang terbuka
Pengeluaran udara dari spuit
Mengganti botol infus
Makan / merokok pada daerah persiapan
Pengambilan obat kembali melalui jarum ( spuit )
Kontaminasi dg kulit :
segera bilas dg air mengalir, cuci dg diterjen
konsul ke dr kulit

Kontaminasi dg mata :
segera bilas dg air mengalir/ irigasi
dg nacl 0,9 %
konsul ke dr mata
Ekstravasasi : Terjadinya infiltrasi obat obat kemoterapi dari
vena kejaringan sekitar yang bersifat vesikan dan iritan.

Vesikan : obat kemoterapi yang mengakibatkan kerusakan


jaringan .

Iritan : obat kemoterapi yang mengakibatkan rasa sakit pad


lokasi penusukan sepanjang vena dengan atau tanpa inflamasi.
EKSTRAVASASI : * Kehilangan fungsi
* Infeksi
Derajat kerusakan : * Jenis obat
* Konsentrasi
* Lama jaringan terkena
* Respon jaringan seseorang
Dampak Pemberian kemoterapi melalui vena verifer
tanpa pemasangan cvc.
Kelemahan vena : mudah pecah, diameter kecil
Klien tua integritas berkurang
Edema pada extremitas
Lokasi penusukan vena serta trauma penusukan kanul.
Penusukan vena terdahulu
Penusukan yang berulang
Konsentrasi obat
Jumlah obat terinfiltrasi
Lama jaringan terkena
Ketidak mampuan berkomunikasi
Segera :
* Mengeluh adanya rasa
terbakar
* Perubahan pada kulit, merah
muda / merah menyala.
Perubahan kulit makin nyata
Terjadi pengerasan diarea tersebut
Rasa sakit dan panas makin meningkat
Timbul luka nekrotik yang
memerlukan pembedahan.
Untuk menghindari ekstravasasi, prosedur yang
harus diperhatikan :
1. Oplos obat dengan pelarut yang sesuai untuk
menghindari konsentrasi yang terlalu tinggi
2. Gunakan vena yang lurus
3. Hindari penusukan yang berulang pada vena
yang sama
4. Gunakan plester yang mudah dilihat ( plester
transparan )
5. Lakukan Blood Return untuk mengecek
kepatenan vena
6. Observasi daerah penusukan
7. Lakukan komunikasi rasa terbakar / panas
8. Lakukan pembilasan dengan cairan fisiologis
setiap kali pemberian obat.
Stop infus, kanul jangan dicabut
Lakukan aspirasi 3 5 ml darah dari kanul
Lakukan aspirasi dari subkutan apabila
memugkinan ( spuit 1 ml )

Beri antidote sesuai obat sitostatika secara IV atau


beri kortikosteroid untuk mengurangi reaksi
inflamasi
Cabut kanul
Beri antidote subkutan menggunakn jarum
1ml sebanyak 0.5 1 ml, tergantung lebarnya
area ekstravasasi searah jarum jam
Hindari melakukan perabaan pada area
ektravasasi
Lakukan pemotretan
Beri kompres dingin / kompres hangat pada
vincristine
Istirahatkan aktivitas dan tinggikan /
diganjal dengan bantal selama 2 x 24 jam,
setelah itu kembali ke aktivitas normal
Observasi tempat penusukan secara teratur
terhadap nyeri, bengkak, kemerahan,
kekerasan, atau nekrotik
Beri terapi anti nyeri
Lakukan dokumentasi meliputi tanggal dan
waktu, jenis vena dan ukuran cath, berapa
kali penusukan vena, obat yang diberikan,
jumlah, keluhan pasien, tindakan yang
dilakukan, keadaan area ekstravasasi.
Efek samping pada kemoterapi terjadi
akibat obat kemoterapi tidak hanya
membunuh sel kanker tapi juga sel normal
yang membelah cepat (seperti sel kanker)
Efek samping bersifat sementara dapat
kembali normal setelah kemoterapi selesai
Alopecia
Mucositis

Pulmonary fibrosis
Nausea/vomitin
Cardiotoxicity
Diarrhea
Local reaction
Cystitis
Renal failure
Sterility
Myelosuppression
Myalgia
Phlebitis
Neuropathy
HRS MENGETAHUI CARA PERSIAPAN
HRS MENGETAHUI CARAPEMBERIAN
HRS MENGETAHUI CARA
PENCEGAHAN RESIKO
HRS MENGIKUTI PERKEMBANGAN
ONKOLOGI
STAF YG TDK DIPERBOLEHKAN UTK
MENANGANI OBAT SITOSTATIKA

Wanita hamil
Wanita / ibu yg sedang menyusui
Staf yg belum terlatih
Staf yg belum dewasa
Pegawai/ staf yg tdk memakai pelindung
Seluruh buangan kemoterapi harus dipisah diberi
label, dan ditangani sebagai bahan berbahaya dan
beracun, tetapi bukan buangan yang menular.
Petugas yang terlibat harus menggunakan baju
pelindung dan chemotherapy gloves.
Semua material yang digunakan, dibuang kedalam
plastik tebal / jerigen untuk bahan-bahan tajam dan
untuk buangan yang lunak, masukkan kedalam
kantong bertutup.
* Kantong-kantong tersebut kemudian
dimasukkan kedalam container buangan sisa.
* Container buangan sisa terbuat dari bahan
antibocor dan tahan terhadap tusukan
benda tajam.
* Buangan ini dimusnahkan diinsenerator
dengan suhu minimal 1000 C.
* Bahan-bahan ini akan hancur dan akan
menghasilkan produk yang bersifat
mutagenik.
Kemoterapi adalah salah satu terapi kanker
untuk menghancurkan sel kanker
Manfaat kemoterapi : menyembuhkan,
mengontrol dan memperbaiki kualitas hidup.
Efek samping akibat kemoterapi hanya
sementara.
Efek samping kemoterapi: mual-muntah,
mielosupresi, kelelahan, rambut rontok,
sariawan, ekstravasasi
Pemberian kemoterapi hrs
tenaga yg terlatih
Hrs menggunakan proteksi
Menggunakan proteksi dlm
menangani ekskresi pasien
sampai 48 jam post kemoterapi
Perawat harus memahami seluruh
aspek kemoterapi
Bekerja sesuai dengan prosedur
Kontak dengan obat sitostatika
bukanlah hal yang menakutkan .
TERIMA KASIH