Anda di halaman 1dari 20

@

C o s

/

s e n d i r i

k a l a n g a n

U n t u k

F I S I K A X Blog : kototsutjahjo.blogspot.com Penyusun : Kotot Sutjahjo SPd
F I S I K A
X
Blog : kototsutjahjo.blogspot.com
Penyusun
:
Kotot Sutjahjo SPd
Pages1
SMK Ibrahimy
KELAS
:
X
SEMESTER
:
1

KompetensiDasar :MengukurbesarandanSatuan TujuanPembelajaran :

1. Siswadapatmenerapkanbesaran – besaran lain sesuaidenganbesaranpokok

2. Siswadapatmenurunkansuatubesaranturunandaribesaranpokok

3. SiswadapatmenerapkansatuandarisuatubesaranmenurutSatuanInternasional

MATERI POKOK

Besaran

didefinisikandengansesuatu yang dapatdiukurdandinyatakandengansatuan

Satuan

didefinisikansebagaipembandingdarisuatubesaran

Mengukur

didefinisikandenganmembandingkanantaraobjekukurdenganalatukurdandinyat

akandengansatuanbesarantersebut

Besarandibagimenjadi 3 kelompok

1. BesaranPokok

: BesaranUtama yang

menjadidasarpembandingdalammenentukanpengelompokanobjekpenghitung an

2. BesaranTambahan : BesaranPokok yang

3. BesaranTurunan

diketahuikemudianberdasarkanperkembanganIlmuPengetahuandanukuransu atu unit objek yang belumtercantumdalamBesaranPokok

: Besaran yang tersusundari 2 ataulebihbesaranpokok, baiksejenismaupun lain jenis

A. BESARAN POKOK

BesaranPokokmerupakanbesarandasar yang dipergunakanuntuklandasanpenghitungandasardalamFisika yang selanjutnyadipergunakansebagaiacuanpenjabarandaribesaranselanjyunya

NO

BesaranPokok

Simbol Bes

Sat MKS

Sat CGS

Simbol Sat

DIMENSI

1

Massa

 

m

Kilo gram

gram

Kg atau gr

M

2

Panjang

 

p , l

, t , h

meter

Centi meter

m atau cm

L

3

Waktu

 

t

Sekonataudetik

s ataudt

T

4

KuatArus

 

I

Ampere

 

A

 

5

Suhu

 

t

Derajatatau (

0 )

(

0 )

6

IntensitasCahaya

 

Ө

Kandela

 

K

7

JumlahZat

 

n

Molar

 

Mol

B.

BESARAN TAMBAHAN

 

BesaranTambahanpadadasarnyamerupakanbesaranPokok yang

munculkemudianseiringdenganperkembanganIlmuPengetahuandanTehnologi BesaranTambahandimunculkanuntukmenampungbesaranpokok yang munculkemudiandimanaawalbesaranPokokmasihdipertahankansebanyak 7 Besaranbasar Yang termasukBesaranPokokadalah :

Radian ( Rad ) : MerupakanBesaranPokokuntukmenghitungsudutBidangdatar

 

Staradian

: MerupakanBesaranPokokuntukmenghitungsudutRuang

: untukmenghitungjarakobjekangkasa di jagad Raya

dst

Bite

:MerupakanBesaranPokokuntukmenghitungKapasitaslayanan data

Pixel TahunCahaya

: BesaranPokokuntukmenghitungjmlbintikpadalayatkameratiap mm 2

 

………….

C. BESARAN TURUNAN

BesaranTurunanmerupakansuatubesaran yang didefinisikandengansejumlahbesaranPokok

BesaranTurunantersusundariduaataulebihbesaranpokokbaiksejenismaupun lain jeniswalaupunkadangkalabesaranTurunanmempunyaiSimbolnamasatuansendiri

SMK Ibrahimy Situbondo / kurikulum 2013

lain jenis walaupunkadangkalabesaranTurunanmempunyaiSimbolnamasatuansendiri SMK Ibrahimy Situbondo / kurikulum 2013

@

C o s

/

s e n d i r i

k a l a n g a n

U n t u k

Blog : kototsutjahjo.blogspot.com

F I S I K A

X

Blog : kototsutjahjo.blogspot.com F I S I K A X
Blog : kototsutjahjo.blogspot.com F I S I K A X
 

Penyusun

:

Kotot Sutjahjo SPd

  Penyusun : Kotot Sutjahjo SPd
  Penyusun : Kotot Sutjahjo SPd
 

Pages2

Perhatikanbesaranberikutini :

NO

Besaran

Simbol

Rumus

BesaranPokok

besp

jenisbe

DIMENSI

 

Turunan

Bes

besaran

yang menyusun

okok

saran

 

1

Luas

L ( A )

L

= p.l

m

x m = m2

2

1 . L

L

L

2

2

Volume

V

V

= p.l.t

m

x m x m = m3

3

 

1 . L . L

L

L

3

3

Kecepatan

V

V

=

km / s atau m/s

2

2 / T

L

LT-

1

 

 

4

Percepatan

a

 

m/s 2

       

a=

     

 

5

Gaya

F

F

= m.a

Newton = kg.m/s 2

       

6

Usaha

W

W

= F.s

Joule = Nm

       

7

Momentum

M

M

= mV

         

8

MassaJenis

ρ

 

         

ρ =

9

Daya

P

 

         

P

=

       

10

Tekanan

P

 

         

P

=

       

TUGASTUGASTUGASTUGAS 1111
TUGASTUGASTUGASTUGAS 1111

TABEL KONVERSI SATUAN : satuan yang digunakanuntukmengkonversisatuan

EXA

E

10

18

PETA

P

10

16

TERA

T

10

12

GIGA

G

10

9

MEGA

M

10

6

KILO

K

10

3

HEKTO

H

10

2

DEKA

da

10

1

Perhatikankonversisatuanberikutini :

1.000.000.000.000

2

GWatt

=

2 x 10 9

= 2.000.000.000Watt

1.000.000.000

12 K Amp

=

12 x 10 3 = 12.000

A

1.000.000

6

Cm

=

6 x 10- 2 =1/600

m

1.000

5,4 H gr

=

5,4 x 10 2 =

540

gr

100

7.200

2500

mm

Kg

= ……………………………

m

10

= ……………………………. gr

m 10 = ……………………………. gr BesaranPokok, Tambahan&Turunan Deci d Centi c

BesaranPokok, Tambahan&Turunan

Deci

d

Centi

c

Mili

m

Micro

μ

Nano

η

Pico

Þ

Femko

f

Akto

a

10-

10-

10-

10-

10 -9

10

10- 16

10 -18

1

2

3

6

-12

1/10

1/100

1/1000

1/1000.000

1/1000.000.000

1/1000.000.000.000

64

η m

=…………………………….

m

75

K Ω

=…………………………….

Ω

275 M joule

= ………………………….

joule

15.000 μm

= ……………………………

m

450 c gr

=…………………………….

gr

6 GBite

= ……………………….…

Bite

85 T Bite

= …………………………

Bite

PENGUKURAN Pengukurandimaknaidengankegiatanmelakukankegiatanmegukurobjekbendadenganalatukur Proses pengukurandilakukandenganjalan :

1. membandingkanantara ……………

2. Alatpembandingharus ……………………………………………………

3. Hasilpengukuranditandaidengan ………………………………………

…… dengan ………………………

DengandemikianPengukurandapatdidefinisikandengan ………………………………………

……………………………………………………………………………………………………

ALAT UKUR PANJANG SecaraNasionalkitamenganutsatuanpengukuranpanjangStandartInternasional ( SI ) seperti :

Satuanbesaranpanjang :

Satuanbesaranmassa :

meter ( m ) dengansegala derivative nyaseperti cm , mm, km dst kilo gram ( kg ) dengansegala derivative nyaseperti gr , mgrdst

Adastandart lain yang jugadipergunakanuntukmengukursatuanbesaranpanjangdanmassasepertiyangdianutolehEropadan Amerikaseperti :

Foot / kaki , mil : untukmenyatakansatuanbesaranpanjang Lebes / Lb, poun : untukmenyatakansatuanbesaranmassa Disampingitumasihbanyaksatuan lain yang dipakaiuntukmenyatakansatuanbesaranseperti: inci ,

dim, once dsb Dalampengukuranbesaranpanjangdipergunakanalatpengukur yang kitakenaldengan :

Meteran : …………………………………… Mistar

: ……………………………………

SMK Ibrahimy Situbondo / kurikulum 2013

Mistar : …………………………………… SMK Ibrahimy Situbondo / kurikulum 2013

Blog : kototsutjahjo.blogspot.com

F I S I K A

X

Blog : kototsutjahjo.blogspot.com F I S I K A X
Blog : kototsutjahjo.blogspot.com F I S I K A X
 

Penyusun

:

Kotot Sutjahjo SPd

  Penyusun : Kotot Sutjahjo SPd
  Penyusun : Kotot Sutjahjo SPd
 

Pages3

JangkaSorong : …………………………… Micro meter :

…………………………………………………. ……………………………

JANGKA SORONG Untukpengukurapanjangdenganketelitianhingga 0,01 cm atau 0,1 mm digunakanJangkaSorong Jangkasorongterdiridari :

Rahangtetap : tidakbergerak ,mempunyaiskala cm & mm , disebutskalautam RahangGeser : bergerak , mempunyaiskalaVernier / Nonius , terdiri 9 cm dibagi 10 skala PerhatikanGambardibawahini PerbandinganPembacaanSkalaukur

objek ( diameter dalam ) rahang tetap mur pengunci skala utama skala nonius kendali geser
objek ( diameter dalam )
rahang tetap
mur pengunci
skala utama
skala nonius
kendali geser
rahang geser
objek ( diameter luar )
nonius kendali geser rahang geser objek ( diameter luar ) objek ( kedalaman lubang ) Gambar

objek ( kedalaman lubang )

Gambar Jangka Sorong

objek
objek

meteran & penggaris berskala cm

hasil pengukuran = 42,5 - 43 cm meteran & penggaris berskala mm objek hasil pengukuran
hasil pengukuran =
42,5 - 43 cm
meteran & penggaris berskala mm
objek
hasil pengukuran =
42,7 - 42,8 cm
jangka sorong ( skala nonius )
panjang objek
skala utama
skala nonius
hasil pengukuran =
2,34 cm

Cara membacapengukuranpadajangkasorong Setelahdilakukanpemindaian / pengukuransepertipadamistarmaupunmeteranpadaobjek / bendaukur, perhatikanskala yang terbentukpadaskalaVernier / Nonius

Hasilpengukuranpadaskalautamamenunjukkanhasil 2,30 cm PadaskalaNonius , dicariskala yang berimpitanpadaskalautama , terbacaangka 4 , halinimenunjukkanbahwaadakelebihanskalasebesar ( 4 x 0,01) cm = 0,04 cm SelanjutnyahasilpengukuranskalautamadijumlahkandenganskalaNoniusmenghasilkanhasilsebesar 2,30 + 0,04 = 2,34 cm

MIKROMETER SEKRUP

Untukpengukuran yang membutuhkanketelitiantinggi, digunakanMikrometerSekrup , dimanaketelitianyasampai 0,01 mm atau 0,001 cm

MikrometerSekrupdipergunakanuntukmengukurbenda- bendapadaotomotifserta diameter kabel yang memerlukanukurandenganakurasi yang tepat.

LatihanSoal :

Hitunglahhasilpengukurandibawahini ::

SU = cm SU = cm SN = cm SN = cm Hasil = cm
SU =
cm
SU =
cm
SN =
cm
SN =
cm
Hasil
=
cm
Hasil
=
cm
SU =
cm
SU =
cm
SN =
cm
SN =
cm
Hasil
=
cm
Hasil
=
cm
SU =
cm
SU =
cm
SN =
cm
SN =
cm
Hasil
=
cm
Hasil
=
cm
SU =
cm
SU =
cm
SN =
cm
SN =
cm
Hasil
=
cm
Hasil
=
cm
SU =
cm
SU =
cm
SN =
cm
SN =
cm
Hasil
=
cm
Hasil
=
cm
TUGASTUGASTUGASTUGAS 2222
SMK Ibrahimy Situbondo / kurikulum 2013
U n t u k
k a l a n g a n
s e n d i r i
/
C o s
@

k a l a n g a n

U n t u k

F I S I K A X Blog : kototsutjahjo.blogspot.com Penyusun : Kotot Sutjahjo SPd
F I S I K A
X
Blog : kototsutjahjo.blogspot.com
Penyusun
:
Kotot Sutjahjo SPd
Pages4
SMK Ibrahimy
KELAS
:
X
SEMESTER
:
1

KompetensiDasar :Menerapkan hukumGerakdan Gaya TujuanPembelajaran :

1. Siswadapatmenghitunggeraklurus

2. Siswadapatmenggunakan hokum Newton

MATERI POKOK

A. KINETIK GERAK LURUS

hokum Newton MATERI POKOK A. KINETIK GERAK LURUS Benda

Benda dikatakanbergerakjikabendatersebutmengalami…………………………… Dari …… ………………………………………………………………………………………………………. Dalam proses tersebutpergerakanbendaselalumembutuhkan ……………………………………

…………………………………… 1. JARAK DAN PERPINDAHANYA Besuki Situbondo 35 km 30 km

1. JARAK DAN PERPINDAHANYA

Besuki Situbondo 35 km 30 km 25 km Bondowoso
Besuki
Situbondo
35 km
30 km
25 km
Bondowoso

Perhatikangambardisampingberikutini

>PerpindahanterjadibilaseseorangmenempuhperjalanandariSitubon dokeBondowosomelaluiBesukisejauh

= …… +……= …….km >JarakdihitungberdasarkangarislurusantaraSitubondoke

Bondowososecaralangsungsejauh. = ………… Dari gejaladiatasdapatdisimpulkanbahwa :

Perpindahandidefinisikandengan :

………………………………………………………………… Jarakdidefinisikandengan : …………………………………………………………………………

km

2. KELAJUAN DAN KECEPATAN

Kelajuandihitugberdasarkanjarak rata-rata Kecepatandihitungberdasarkanperpindahan yang

ditempuhtiapsatu-satuanwaktu

perpindahan yang ditempuhtiapsatu-satuanwaktu yang terjaditiapsatusatuanwaktu Dirumuskan: S S V = t V

yang terjaditiapsatusatuanwaktu

Dirumuskan: S S V = t
Dirumuskan:
S S
V
=
t

V = kelajuan

= m/sDirumuskan :

S

= jarak

=

m

t

= waktu

=

s

dS V = dt
dS
V =
dt

Perhatikangejalasepertigambardisampingberikutini :

JarakdariSitubondokebesuki

= ………… km selama ……

mt

JarakdariBesukikeBondowoso = …………. kmselama ……

mt

Jarak Sit – Bdws lewat besuki = …………km selama ………mt

Bila 1 jam = 60 menit , maka …………

Kelajuan rata-rata dariSitubondokeBondowosolewatbesuki

mt = ……………

jam

kelajuan.,rata

rata

jaraktempuh

=

=

waktutempuh

V = kelajuan = m /s d S = perpindahan = m d t =
V = kelajuan
=
m /s
d
S = perpindahan
= m
d
t = selangwaktu = s
besuki
situbondo
40
mt
35
km
50
mt
30
mt
25
km
30
km
bondowoso
s e n d i r i
/
C o s
@

Kelajuan rata-rata = ------------ = --------------- = km/jam JarakSitubondolangsungkebondowoso = …… km WaktutempuhlangsungdariSitubondokebondowoso = ……. mt = ………… jam

perpindahan

kecepa tan., rata

rata

=

=

---------------

= ------------------- =

km/jam

rata rata = = --------------- = ------------------- = km/jam waktu 3. PERCEPATAN Bilakita mempercepat

waktu

3. PERCEPATAN

Bilakitamempercepatlajukendaraanmakasemakin lama kendaraansemakin …………………… Penambahankecepatan yang terjadidisebutPercepatan

Dirumuskan : V a = t
Dirumuskan :
V
a =
t

V

= kelajuan= m /s

t

= waktu

=

s

SMK Ibrahimy Situbondo / kurikulum 2013

Dirumuskan : V a = t V = kelajuan= m /s t = waktu = s

@

C o s

/

s e n d i r i

k a l a n g a n

U n t u k

Blog : kototsutjahjo.blogspot.com

F I S I K A

X

Blog : kototsutjahjo.blogspot.com F I S I K A X
Blog : kototsutjahjo.blogspot.com F I S I K A X
 

Penyusun

:

Kotot Sutjahjo SPd

  Penyusun : Kotot Sutjahjo SPd
  Penyusun : Kotot Sutjahjo SPd
 

Pages5

a = percepatan = m/s 2

Dengandemikiandapatdisimpulkanbahwa :

Kendaraan yang bergerakakanmenempuh ……………………………… dalamwaktutertentu

Bilakendaraanbergerakberartikendaraantersebutmempunyai …………………….

(

V )

Bilakecepatansemakinbertambahdianggapmempunyai …………………………

(

a

)

4.

Bilakecepatantidakbertambahkendaraantetapmelajutetapi ………………

………………………………………………………………

GERAK LURUS

GERAK LURUS … ( a = 0 ) i. GERAK LURUS BERATURAN ( GLB ) tetap

(

a = 0 )

i. GERAK LURUS BERATURAN ( GLB )

tetap , halinimenandakanbahwa

Bilakitamenjalankan kendaraan dijalan lurus dengan kecepatan tetap tanpa melakukan penambahan kecepatan setiap detiknya, maka lajukendaraantetap konstan, dengan demikian akan diperoleh pemahaman bahwa :

- Kendaraan tersebut melintasi jalan yang lurus

- Kecepatanya tetap ( Vt = Vo ) dimana kecepatan awal = kecepatan selama berjalan

- Percepatan = 0 ( tidak terdapat penambahan kecepatan )

ii. GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN ( GLBB )

Bilakitamenjalankan kendaraan dijalan lurus dengan kecepatan semakin lama semakin cepat dengan penambahan kecepatan yang teratur setiap detiknya, maka lajukendaraansemakin cepat pula, dengan demikian akan diperoleh pemahaman bahwa :

- Kendaraan tersebut melintasi jalan yang lurus

- Kecepatan semakin lama semakin cepat ( Vt > Vo ) kecepatan selama perjalanan lebih besar daripada kecepatan awal

- Percepatan tetap > 0 ( penambahan kecepatan tiap detinya tetap )

V

Vt

0

Grafik GLB t t t
Grafik GLB
t t
t

V

Vt

0

Dari grafik GLB dan GLBB tersebut dapat dibedakan Pada Grafik GLB

Grafik GLBB
Grafik GLBB

t t

t

tentang hal hal berikut Pada Grafik GLBB

- Kecepatan awal ( Vo)

sebesar

Vt

sebesar Vo = 0 ( tdk ada )

- Kecepatan akhir ( Vt )

sebesar

Vt

sebesar Vt > 0

( ada )

- Percepatan ( a )

sebesar

a = 0

( tdk ada )

sebesar a > 0

( ada )

Apabila kendaraan tersebut sudah mempunyai kecepatan awal dan mempunyai percepatanmaka akan

diperoleh gambaran grafik sebagai berikut :

V

Vt

Vo

0

V 1 Vo
V 1
Vo

t t

t

Vt

Diperoleh rumusan sbb V t = V o + V1

V1= a.t

t t Vt Diperoleh rumusan sbb V t = V o + V1 V1= a.t :

:

Vt = V o + a.t

Jarak yang ditempuh sebesar

S = V o .t + ½ a.t 2

Suatu kendaraan yang bergerak kadang mengalami penambahan kecepatan kadang mengalami pengurangan kecepatan maka rumus diatas dapat ditulis :

Vt = V o ± a.t

Vt = V o ± a.t S = V o .t ± ½ a.t 2

S = V o .t ± ½ a.t 2

S = V o .t ± ½ a.t 2

Dimana bila semakin cepat ( a = + ) semakin lambat ( a = - )

Vo

= Kecepatan awal/ mula-mula = m/s

Vt

= Kecepatan setelah bergerak

= m/s

a

= Percepatan

= m/s 2

S

= jarak yang ditempuh

= m

t

= waktu tempuh

= s

SMK Ibrahimy Situbondo / kurikulum 2013

= m/s 2 S = jarak yang ditempuh = m t = waktu tempuh = s

@

C o s

k a l a n g a n

U n t u k

F I S I K A X Blog : kototsutjahj o.blogspot.com Penyusun : Kotot Sutjahjo
F I S I K A
X
Blog : kototsutjahj o.blogspot.com
Penyusun
:
Kotot Sutjahjo SPd
Page s6
LATIH AN SOAL KINETIKA GERAK LURUS
• JARAK & PERPINDAHAN
• KELAJUAN & KECEPATAN
• PERCEPA
TAN
• GERAK LURUS
1. yang ditempuh sebuah sebuah yg berger
Tentukan jarak
2. Sebuah partikel
bergerak selama 10 menit, bila kec. 20 c
3. Pada jarak 5 km
, Hitunglah
a. Jarak tempuh
dari setasiun ,sebuah kereta bergerak de
ak dg kecepatan 4 m/s selama 20 dt
m/dt, hitunglah jarak tempuhnya
ngan kecepatan 72 km/jam selama 30 m
enit
selama 30 menit
4. Sebuah mobil b
km/jam, hitung
a. Kecepatan
ergerak dengan kecepatan 108 km/jam,
lah
b. Posisi kereta pada detik terakhir
mendahului sepeda motor yang kec nya 7
2
Relatif Mobil thd sepeda motor
b. Jarak
5. Dua orang pela
dan Badu 10 m
ri , Amin bergerak lebih dahulu, setelah 8
keduanya 30 mt kemudian
detik Badu menyusul, bila kec. Amin 6
m/s
/s .Hitunglah waktu yang diperlukan Bad
mengejar Amin
em sehingga kec menjadi 20 m/s selama
u
6.
Mobil bergerak
Hitunglah jarak
dengan kecepatan 50 m/s kemudian di r
yang ditempuh selama pengereman
5 dt.
7.
Sepeda Motor b
berhenti. Hitun
ergerak dengan kec 72 km/jam kemudia
n
di rem ,setelah 40 m sepeda motor itu
glah waktu yang diperlukan selama peng
ereman
TUGATUGATUGATUGA SSSS 3333
V
(m/dt)
8.
Sebuah mobil
dari keadaan diam bergerak hin gga
10
mempunyai gra fik V terhadap t seperti gambar. Hitun glah
6
jarak yang dite mpuh selama 12 detik
0

8

12

Hitun glah 6 jarak yang dite mpuh selama 12 detik 0 8 12 GERAK VERTI KAL

GERAK VERTI KAL

- Gerak vertikal pada prinsipnya sama dengan gerak m endatar

- Pada gerak ver tikal terdapat gerak vertikal keatas da n kebawah

- Jarak tempuh y ang dimaksud dlm gerak vertikal ber upa ketinggian ( h )

- Percepatan ben da dipengaruhi oleh percepatan Grafi tasi ( g = 10 m/s 2 ) dimana :

14

t ( dt)

Bila be rgerak keatas g = ( - ) dan bergerak k ebawah g = ( + )

Perbandingan gerak

Vertikal dan Horisontal

ebawah g = ( + ) Perbandingan gerak Vertikal dan Horisontal Horison tal S a HorisontalHorisontalHorisontalHorisontal

Horison tal S

a

HorisontalHorisontalHorisontalHorisontal Kecepatan Vt = Vo ± Jarak S = Vo. t at ± ½ a
HorisontalHorisontalHorisontalHorisontal
Kecepatan
Vt = Vo ±
Jarak
S = Vo. t
at
± ½ a t 2
VertikaVertikaVertikaVertikallll
Vt = Vo ± gt
h = Vo.t ± ½ gt 2

Vt = 0

h max t max Vo a m
h max
t max
Vo
a
m

No

1

Latiha n 1
Latiha
n 1

No

2

Vertikal
Vertikal

h

g

1. Sebuah peluru dite bila gesekan dg ud

mbakkan keatas dengan kec awal Vo = ara diabaikan dan g = 10 m/s 2 ,

80 m/s,

a.

hitunglah tinggi

maksimum (h max ) yg dpt dicapai

b.

waktu (t max ) yg

dipergunakan untuk mencapai tinggi max

2. Sebuah tendangan mencapai tinggi m dan g = 10 m/s 2 ,H

bebas pd permainan sepak bola ,lintas ak 20 m dari atas tanah, bila gesekan di itunglah :

an bola

abaikan

a. waktu (t max ) yg

dipergunakan untuk mencapai tinggi ma

x

b. Waktu yg dip tanah

erlukan untuk bola untuk kembali m

encapai

DINAMIKA GER AK LURUS

untuk bola untuk kembali m encapai DINAMIKA GER AK LURUS ∑ Untuk mempelaj ari Dinamika gerak

Untuk mempelaj ari Dinamika gerak kita harus memaham i terlebih dahulu te ntang Gaya

Gaya didefinisika n sebagai sesuatu yang menghasilkan ge rak suatu benda

Bila benda berger ak selalu mempunyai percepatan

- Gerak dimilik i oleh suatu benda ( m )

- Pergerakan b enda mempunyai percepatan ( a )

Latih an 2
Latih
an 2
Vo=0 t max t max s e n d i r i /
Vo=0
t max t max
s e n d i r i
/

F = m.a

F

=

Gaya

= New ton

M

=

massa

= kg

a =

percepatan

= m/s 2

m a F a m
m a
F
a
m

F

1. Seorang anak m dengan percepat kereta tersebut (

enarik kereta yang massanya 0,4

kg

bergerak

an 0,2 m/s 2 hitunglah Gaya yang dim

iliki oleh

dilakukan anak )

2. Seorang anak m percepatan gerak

endorong meja yang masanya 20 kg ,

hitunglah

meja tersebut bila gaya yang dikeluar

kan anak

tersebut sebesar

60 N

SM

K

dikeluar kan anak tersebut sebesar 60 N SM K TUGASTUGASTUGASTUGAS 4444 Ibrahimy Situbondo / kurikulum 2013
TUGASTUGASTUGASTUGAS 4444
TUGASTUGASTUGASTUGAS 4444

Ibrahimy Situbondo / kurikulum 2013

Blog : kototsutjahjo.blogspot.com

F I S I K A

X

Blog : kototsutjahjo.blogspot.com F I S I K A X
Blog : kototsutjahjo.blogspot.com F I S I K A X
 

Penyusun

:

Kotot Sutjahjo SPd

  Penyusun : Kotot Sutjahjo SPd
  Penyusun : Kotot Sutjahjo SPd

Pages7

SMK Ibrahimy KELAS : X SEMESTER : 1
SMK Ibrahimy
KELAS
:
X
SEMESTER
:
1
SPd Pages 7 SMK Ibrahimy KELAS : X SEMESTER : 1 HUKUM NEWTON TENTANG GERAK i.

HUKUM NEWTON TENTANG GERAK

i. HUKUM NEWTON I ( Hukum Kelembaman )

Jika Resultan dari gaya gaya yang bekerja pd benda yang sama dengan nol, maka benda tsb:

yang bekerja pd benda yang sama dengan nol, maka benda tsb: - Bila diam akan tetap
yang bekerja pd benda yang sama dengan nol, maka benda tsb: - Bila diam akan tetap

- Bila diam akan tetap diam mempertahankan diam

- Bila benda tersebut bergerak akan tetap ingin bergerak

- Bila bergerak beraturan akan mempunyai kecenderungan untuk bergerak terus

Enggan bergerak Enggan berhenti
Enggan bergerak
Enggan berhenti
- -
-
-
untuk bergerak terus Enggan bergerak Enggan berhenti - - - - Beban diatas Kendaraan yg Mula
- -
-
-
bergerak terus Enggan bergerak Enggan berhenti - - - - Beban diatas Kendaraan yg Mula mula

Beban diatas Kendaraan yg Mula mula diam Bila kendaraan digerakkan secara tiba-tiba :

Kendaraan berjalan secara tiba-tiba

Beban akan tertinggal & Jatuh

Beban diatas Kendaraan yg bergerak cepat Bila kendaraan berhenti secara tiba-tiba :

Kendaraan berhenti secara tiba-tiba

Beban akan tetap bergerak kedepan

Beban yg diam akan tetap diam ( enggan bergerak)
Beban yg diam akan tetap diam ( enggan bergerak)
Beban yg bergerak akan tetap bergerak ( enggan berghenti)
Beban yg bergerak akan tetap bergerak ( enggan berghenti)
Keengganan untuk bergerak maupun berhenti dengan mempertahankan keadaan semula disebut Kelembaman / Inersia Latihan 3
Keengganan untuk bergerak maupun berhenti dengan
mempertahankan keadaan semula disebut Kelembaman / Inersia
Latihan 3
keadaan semula disebut Kelembaman / Inersia Latihan 3 2. Perhatikan gambar disamping Hitung : c. Tegangan

2. Perhatikan gambar

disamping Hitung :

c. Tegangan tali P

d. Tegangan tali T

45 0 T P W = 300 N
45 0
T
P
W = 300 N
30 0 60 0 P T W = 300 N
30 0
60 0
P
T
W = 300 N

ii. HUKUM NEWTON II ( Gaya dan Percepatan )

Percepatan benda yang disebabkan Gaya ( F ) besarnya berbanding lurus dengan Gaya itu dan berbanding terbalik dengan massanya

1. Perhatikan gambar disamping Hitung :

a. Tegangan tali P

b. Tegangan tali T

TUGASTUGASTUGASTUGAS 5555
TUGASTUGASTUGASTUGAS 5555
F = m.a
F = m.a

F = Gaya = N

m = massa = kg

a = perc. = m/s 2

N Hal hal yang perlu diperhatikan dlm H Newton II F F 1. Gaya berat
N
Hal hal yang perlu diperhatikan dlm H Newton II
F
F
1. Gaya berat ( W ) mengarah kebawah
f
T
2. Gaya Normal ( N ) tegak lurus bidang kerja
N
3. Gaya Gesek ( f ) berlawanan arah benda
W
W
N
4. Tegangan Tali ( T ) menjauhi titik tinjauan
Latihan 4
W
1. Sebuah benda masanya 80 kg
N
bergerak dengan percepatan 2
m/s 2 , bila g = 10 m/s 2 Hitunglah
N F
W
tarikan
2. Sebuah benda masanya 80 kg
ditarik dengan Gaya 400 N dengan
m = 80 kg
a = 2 m/s 2
m = 80 kg
a. Gaya benda F
30 0
F
sudut 30 0 terhadap bidang datar .
Hitunglah
b. Gaya Normal N
F gerak
a.
Gaya benda F gerak
c. Gaya berat W
b.
W
N = W = m.g
N + F. Sin ά = W
W c.
Gaya Normal
Gara Berat W
N
( g = 10 m/s 2 )
HUKUM NEWTON II ( Hukum Aksi Reaksi )
F
F
F = F 1
1
Jika sebuah Gaya F diberikan pada sebuah benda maka pada
saat yang sama Benda tersebut melakukan Gaya bertahan
sebesar F 1 yang besarnya sama dg F dg arah berlawanan
F = gaya aksi
F
F
F 1 = gaya reaksi
1
F 2
F 2 = gaya reaksi
Keadaan ini berlaku pula bila pada benda diberi gaya luar
sebesar F 2 dg arah berlawanan dg F ( benda tetap diam )
F
= F 1 + F 2
W
Bila tidak ada gaya perlawanan dari luar, tetapi jumlah Benda
lebih dari satu maka besarnya Gaya Reaksi merupakan
F
F
1
F
= F 1 + W
jumlah dedua benda tersebut( benda tetap diam )
SMK Ibrahimy Situbondo /
kurikulum 2013
U n t u k
k a l a n g a n
s e n d i r i
/
C o s
@

@

C o s

/

s e n d i r i

k a l a n g a n

U n t u k

Blog : kototsutjahjo.blogspot.com

F I S I K A

X

Blog : kototsutjahjo.blogspot.com F I S I K A X
Blog : kototsutjahjo.blogspot.com F I S I K A X
 

Penyusun

:

Kotot Sutjahjo SPd

  Penyusun : Kotot Sutjahjo SPd
  Penyusun : Kotot Sutjahjo SPd
 

Pages8

Sebuah lemari beratnya 80 N didorong oleh seorang anak dengan Gaya 60 Newton , Hitunglah :

a. Keadaan Lemari tersebut

b. Agar lemari dpt bergeser berapa gaya tambahan ( F t ) yang harus diberikan untuk membantu anak tersebut

c. Bila Gaya tambahan ( F t ’) diperbesar hingga 50 N hitunglah gaya gerak lemari beserta arahnya

F W
F
W
Latihan 4
Latihan 4
F W F t
F
W
F
t
TUGASTUGASTUGASTUGAS 6666
TUGASTUGASTUGASTUGAS 6666
PosisiPartikel – KecepatanSudut HubunganGerakRotasi&Translasi 1. POSISI PARTIKEL
PosisiPartikel – KecepatanSudut
HubunganGerakRotasi&Translasi
1. POSISI PARTIKEL

P

s

Ɵ

y P r = m Ɵ s = radian O x = m Padasaat partikel
y
P
r
= m
Ɵ s
= radian
O
x
= m
Padasaat partikel / titik P bergerak sepanjang lingkaran dari sumbu x posisi
( Ɵ = 0 ) ketitik P lintasan yg ditempuh adalah Busur sepanjang ( s )atau
posisi sudutnya adalah Ɵ yang memenuhi :
Ɵ
=

) sehinggapersamaan yang dihasilkan :

GerakRotasi didefinisikan denganGerak suatu benda pada porosnya ( lihatgambar )

Dimana : O

= Sumbu / PorosPutar

= Posisititikbendasaatberputar

=Jarakputar yang ditempuhbenda

= SudutPutar( sudut Polar )

= jari-jari( jaraktetaptitik P terhadap O ) dari kondisi diatas diperoleh hubungan :

r

x

= r cos Ɵ

y

= r sin

Ɵ

r 2

= x 2 + y 2

Bila P menempuh 1 ( satu ) putaranpenuhsepanjanglingkarandarisumbu x

Maka (s) yang ditempuh = kelilinglingkaran ( =

2 Ɵ =
2
Ɵ
=

1.

Ɵ = 2
Ɵ
=
2

Dimana :

1 putaran

1 rad = 180/π derajat = 57,3 0

= 360 0

= 2π rad

Latihan 5
Latihan 5

2t 2 Tentukan

W
W

P 1

x

Sebuah roda berputar pada porosnya, posisi katup pompa ( pentil )bergerak melingkar dg

posisisudut berubah menurut persamaan Ɵ t = 2t 2 + 4 t , Tentukan posisisudut pada :

a. 2 detik pertama

b. 6 detik pertama

2. Sebuah baling-baling berputarpadaporosnya,

memenuhi persamaan

posisi Sudut pada :

Ɵ t = 3t +

a. 4 detikpertama

b. 3 detikberikutnya

2. KECEPATAN SUDUT ( W )

KecepatanSudut( kec. Anguler ) : Kecepatanbenda yang berputarpadaPorosnya ArahRotasidilukiskan SEARAH JARUM JAMyang dirumuskandengan

Ɵ W = = ( Ɵ2 − W Ɵ1) ( 2 − 1 )
Ɵ
W =
= ( Ɵ2 −
W
Ɵ1)
( 2 − 1 )

Dimana :

W

= KecepatanSudut

= rad/s

Ɵ = PerpindahanSudut

= rad

= SelangWaktu

= s

y

O

Ɵ
Ɵ

P 2

r 2 Ɵ 1
r
2
Ɵ 1
Latihan 6
Latihan 6

1. Sebuah roda berputar pada porosnya, posisi katup pompa ( pentil ) bergerak melingkar dengan posisi sudut berubah menurut persamaan

Ɵ t = 3t 2 + 4 t + 10

a. Tentukan posisi sudut pada : t = 2 detik

b. Kecepatan sudut rata-rata pada t = 10 detik

,

2. Sebuah baling-baling berputarpadaporosnya, memenuhipersamaanƟ t = 3t + 2t 2

a. Tentukanposisidudutpada t = 4 detik

b. Kecepatan sudut rata2 antara t = 4 sd 15detik

SMK Ibrahimy Situbondo / kurikulum 2013

t = 4 detik b. Kecepatan sudut rata2 antara t = 4 sd 15detik SMK Ibrahimy

@

C o s

k a l a n g a n

U n t u k

Blog : kototsutjahjo.blogspot.com

F I S I K A

X

Blog : kototsutjahjo.blogspot.com F I S I K A X
Blog : kototsutjahjo.blogspot.com F I S I K A X
 

Penyusun

:

Kotot Sutjahjo SPd

  Penyusun : Kotot Sutjahjo SPd
  Penyusun : Kotot Sutjahjo SPd
 

Pages9

3. HUBUNGAN ANTARA GERAK ROTASI & TRANSLASI

BilasebuahbendaberputarsecaraRotasidenganjarakterhadapporos( r )

y Maka : > Benda akanmenempuhsudutputassebesar Ɵ Menempuhlintasansebesar ( s ) s = Ɵ. r
y
Maka :
>
Benda akanmenempuhsudutputassebesar Ɵ
Menempuhlintasansebesar ( s )
s = Ɵ. r
P
Ɵ =
r
SehinggaJarak yang ditempuh P sepanjanglintasan( s ) :
Ɵ s
v = W.W.W.W.r
Jaraktempuh( s ) disebutjugaJarakPerpindahan Linier
SehinggaKecepatan Linier ( v ) dirumuskandengan
O
Dimana :
GerakTranslasi :penggambaranlintasan( s )
dalamlintasanLurus / Linier
W
= KecepatanSudut
= rad/s
Ɵ
= PerpindahanSudut = rad
Perludiingat :
r
=
Jari – jariLintasan
= m
1 rad = 1 putaran
s
= PanjangLintasan / Perpindahan Linier = m
Ø = 2π r
=
Kecepatan Linier
= m/s
Latihan 7
= m Ø = 2π r = Kecepatan Linier = m/s Latihan 7 v 1 2
v 1
v
1
2
2

Kipasangindirangcangungtukberputar 360 rpm

Sebuah CD dg radius 8 cm berotasi 1200 rpm, Hitung

a. Nyatakankecepatansudutdalam ( rad/s )

a. NyatakankecepatansudutCD dalam ( rad/s )

b. Tentukanpanjang baling-baling maksimumygdapatdibuatsehingga linier baling-baling tidakmelebihi 340 m/s

b. Kecepatan Linier sebuahtitikberjarak 3 cm dan 8 cm darisumbu

c. JarakPerpindahan Linier titik 3 cm & 8 cm

TUGASTUGASTUGASTUGAS 7777 Momen Gaya &MomenKopel TitikTangkap Gaya Resultan
TUGASTUGASTUGASTUGAS 7777
Momen Gaya &MomenKopel
TitikTangkap Gaya Resultan

Sebuah Benda akanmengalamiperubahanbentukbiladiberigayadariluar PadabendaPadat, perubahanygterjadisangatkeciltetapimenimbulkanPerubahankeseimbanganStatiknya yang disebutBenda Tegar Benda Tegardidefinisikansebagaisuatubendatidakberubahbentukbiladiberi Gaya Luar

F d O
F
d
O

1. MOMEN GAYA ( TORSI )

BilaSebuah Gaya ( F )bekerjapadabenda yang mempunyaititikPutar ( O )

SedangkanjarakFayadantitikPutarberjarak ( d )

Akan timbulEfekPutar yang disebut MOMEN GAYA( TORSI )

MOMEN GAYAdidefinisikandenganperkalianantara Gaya ( F ) dg Jarakputar

=

Dimana

F . d

:TTTT = Momen Gaya

= Nm

F

= Gaya

=

N

d

= Jari – jari / jaraksumbu

= m

TTTT
TTTT

TTTT ( + ) = searahjarum jam TTTT ( - ) = kebalikanjarum jam

Latihan 8
Latihan 8

PerhatikanGambardisampingLingkaranBesarmerupakanRodadengan

jari-jari 20 cm sertaLingkarankecilmerupakan Gear Rantai dengan jari-jari 4 cm , HitunglahBeban B yang timbulbila:

a. Rodadiberi Gaya F = 800 N ( lihatGbr 1 )

b. Rantaidiberi Gaya F = 800 N ( lihatGbr 1 )

Gambar 1 F B
Gambar 1
F
B

Gambar 2

F B s e n d i r i /
F
B
s e n d i r i
/
2. MOMEN KOPEL F ∑ BilaDuabuah Gaya ( F )bernilai sama bekerjadengan Arah berlawanandisebutKOPEL M
2. MOMEN KOPEL
F
∑ BilaDuabuah Gaya ( F )bernilai sama bekerjadengan Arah
berlawanandisebutKOPEL
M = F.d
d
∑ Kopel yg bekerja pd sebuah bendadisebut MOMEN KOPEL ( M )
∑ MOMEN KOPEL ( M ) : Hasil kali antara Gaya ( F )
denganjarakantarakedua Gaya ( d)
M
= MomenKopel = Nm
F
F
= Gaya Kopel
= N
Latihan 9
D
= Jarakkeduagaya = m
1
Sebuahbatang AB yang panjangnya 4 m ,bekerja 4 buahGaya F 1 =
A
B
F 2 sebesar 10 N dan F 3 = F 4 sebesar 6 N spt gbr disamping, Hitunglah :
a. MomenKopel F 1 dan F 2 dan arahnya
2m
1m
1m
b. MomenKopel F 3 dan F 4 dan arahnya
c. MomenKopelBatang AB dan arahnya
SMK Ibrahimy Situbondo / kurikulum 2013
1m 1m b. MomenKopel F 3 dan F 4 dan arahnya c. MomenKopelBatang AB dan arahnya

@

C o s

/

s e n d i r i

k a l a n g a n

U n t u k

F I S I K A X Blog : kototsutjahjo.blogspot.com Penyusun : Kotot Sutjahjo SPd
F I S I K A
X
Blog : kototsutjahjo.blogspot.com
Penyusun
:
Kotot Sutjahjo SPd
Pages10
F 1 = 8N
F 2 =12N
F 1 = 8N
F 2 =12N
2m
2m
2m
2m
2m
2m
F 3 = 8N
F 4 =12N
F 3 = 8N
F 4 =12N

2. HitungMomenKopelpadaBatangdiatas

3. HitungMomenKopelpadaBatangdiatas

3. KOORDINAT TITIK TANGKAP GAYA RESULTAN

BilaBeberapaGaya ( F ) baikygNilainya Samamaupun Berbedabekerjabersama-sama akan menghasilkan GerakTrasnlasimaupun Rotasi

UntukitudiperlukanDuasyarat agar suatubendaTegarSeimbangYaitu :

esultan Gaya = 0 ResultanMomen = 0 ∑ = 0 ∑ = 0 Latihan10 F
esultan Gaya
= 0
ResultanMomen = 0
∑ = 0
∑ = 0
Latihan10
F 1 = 8N
F 2 =10N
F 1 = 18N
F 2 =10N
B
A
B
4m
1m
2m
5m
4m
6m
F 3 = 6N
F 4 =14N
F 3 = 8N
F 4 =16N

A

1. Sejumlah Gaya

BekerjapadabidangsepertiGambardiatasHitu nglah :

a. Resultan Gaya yang terjadi

b. TitiktangkapResultannya

2. Sejumlah Gaya BekerjapadabidangsepertiGambardiatasH itunglah :

c. Resultan Gaya yang terjadi

d. TitiktangkapResultannya

SoalPengayaan :
SoalPengayaan :
80 N 80 N 6 m ,4 N Letak ? 6 m ,4 N 1,5
80 N
80 N
6 m ,4 N
Letak ?
6 m ,4 N
1,5 m
4 ,5m
60 N
30 N
Letak ?
1. PerhatikanGambardiatasHitunglah :
2. PerhatikanGambardiatasHitunglah :
a. Gaya Resultanya
a. Gaya Resultanya
b. LetakTumpuan agar bebanseimbang
b. LetakBenda Bulat agar bebanseimbang
A
B
C
D
T
0
30
2 m , 20 kg
20 kg
M
60 kg
3. PerhatikanGambardiatas AD = 8m , AB = 1 m ,
BC = 5m , masabatang 80 kg , Hitunglah Massa
Mmaksimum agar bebanseimbang
4. PerhatikanGambar,panjangbatang 2 m danmasanya 20
kg , pada ujungnya dikait tali membentuk sudut 30 0
HitunglahTeganganTali minimum agar tali tidak putus
TUGASTUGASTUGASTUGAS 8888
TUGASTUGASTUGASTUGAS 8888

SMK Ibrahimy Situbondo / kurikulum 2013

0 HitunglahTeganganTali minimum agar tali tidak putus TUGASTUGASTUGASTUGAS 8888 SMK Ibrahimy Situbondo / kurikulum 2013

@

C o s

/

s e n d i r i

k a l a n g a n

U n t u k

F I S I K A X Blog : kototsutjahjo.blogspot.com Penyusun : Kotot Sutjahjo SPd
F I S I K A
X
Blog : kototsutjahjo.blogspot.com
Penyusun
:
Kotot Sutjahjo SPd
Pages11
SMK Ibrahimy
KELAS
:
X
SEMESTER
:
2

Kompetensi Dasar :Konsep Gaya , Usaha, Energi dan Daya dalam bentuk persamaan TujuanPembelajaran :

1. Siswadapat memformulasikan konsep gaya, usaha, energi dan Daya dalam bentuk persamaan

2. Siswa dapat menerapkan konsep Gaya,Usaha, Energi dan Daya ke dalam bidang tehnik

MATERI POKOK

- Ada keterkaitan antara Usaha dan Energi

- Usaha dipandang sebagai banyaknya Energi yang diubah dari bentuk Energi satu ke lainya

- Energi dipandang sebagai kemampuan untuk melakukan Usaha ( Kerja )

1.

2.

3.

4.

USAHA OLEH GAYA TETAP

F S W = F.s
F
S
W = F.s
- Jika suatu Gaya F ( besar dan arahnya tetap ) bekerja pada suatu benda
- Jika suatu Gaya F ( besar dan arahnya tetap ) bekerja pada suatu benda
sehingga benda berpindah sejauh S dengan arah perpindah an sama
dengan arah gaya maka Usaha ( W ) yg terjadi sebesar
- Jika arah perpindahan membentuk sudut ά maka terhadap Gaya F,
maka besarnya komponen F 1 = F. Cos ά dimana W sebesar :
F
ά
W
= Usaha
= Joule
F 1
F
= Gaya
= N
ENERGI POTENSIAL
S
= Perpindahan = m
S
W = F.Cos ά.s

Bila suatu benda diketinggian ( h ) dari tanah , akibat gaya grafitasi bumi maka Benda tersebut akan mempunyai Energi Potensial sebesar

ENERGI KINETIK

Bila benda tersebut jatuh ketanah dengan kecepatan V maka Benda tersebut akan mempunyai Energi Kinetik sebesar

m g
m
g

h

E pot = m.g.h
E pot = m.g.h

E pot = E. Potensial = J

m

h

g

= massa

= ketinggian

= grafitasi

= kg

= m

= 10 m/s 2

E pot = E. Kinetik

m = massa

V = kecepatan

= J

= kg

= m/s

E pot = Energi tempat

E pot = Energi tempat

m
m
V = kecepatan = J = kg = m/s E pot = Energi tempat m V

V

E kin = ½ m.V 2
E kin = ½ m.V 2
E kin = Energi gerak
E kin = Energi gerak

E kin = Energi gerak

E kin = Energi gerak

ENERGI MEKANIK

Bila benda jatuh kebawah akan mencapai ketinggian yang berbeda setiap saat, hal ini dapat dapahami bahwa bila benda menuju kebawah maka :

- jarak benda – tanah makin kecil ( E pot ) mengecil

- kecepatan jatuh menuju ketanah ( E kin ) semakin besar

Hukum Kekekalan Energi

E mek = E pot + E kin
E mek = E pot + E kin
m V g h
m
V
g
h

1. Seorang anak berlari / meluncur dari atas bukit dengan ketinggian 45 m, bila g = 10 m/s 2 , Hitunglah kecepatan anak tersebut setibanya dikaki bukit

A

E

pot = maximum

 

E

kin = nol ( 0 )

 

B

E

pot = ada

 

E

m =E p +E k

E

kin = ada

 

C

E

pot = nol ( 0 )

 

E kin = maximum

Evaluasi 1 Vb B
Evaluasi 1
Vb
B

A

h=45m

2. Sebuah Truk dengan muatanya mempy masa 2 Ton, dlm kedaan bergerak dg kec 72 km/jam, Ketika tepat dititk A direm dengan Gaya 4.10 4 N, truk berhenti dititik B, Hitunglah

a. Energi Kinetik Truk sebelum di rem

b. Jarak AB ( mulai direm hingga berhenti )

F
F
sebelum di rem b. Jarak AB ( mulai direm hingga berhenti ) F V A S

V

di rem b. Jarak AB ( mulai direm hingga berhenti ) F V A S B

A

S

di rem b. Jarak AB ( mulai direm hingga berhenti ) F V A S B

B

A V h B
A
V h
B

3. Seorang anak bermain ayunan , pada posisi dibawah anak tersebut berayun dg kecepatan 4 m/s mendatar , hitunglah tinggi maksimum yang dapat dicapai anak tersebut

TUGASTUGASTUGASTUGAS 9999
TUGASTUGASTUGASTUGAS 9999

SMK Ibrahimy Situbondo / kurikulum 2013

tinggi maksimum yang dapat dicapai anak tersebut TUGASTUGASTUGASTUGAS 9999 SMK Ibrahimy Situbondo / kurikulum 2013

@

C o s

/

s e n d i r i

k a l a n g a n

U n t u k

F I S I K A X Blog : kototsutjahjo.blogspot.com Penyusun : Kotot Sutjahjo SPd
F I S I K A
X
Blog : kototsutjahjo.blogspot.com
Penyusun
:
Kotot Sutjahjo SPd
Pages12
5. DAYA ( POWER )
Daya merupakan besarnya Usaha yang dilakukan gaya tiap satu satuan waktu
Bila suatu gaya mendatar ( F ) melakukan usaha ( W ) ,selama satu satuan waktu ( t ) maka
Usaha yang dilakukan oleh Gaya itu dirumuskan dengan :
P
= Daya
= Watt
=
W
= Usaha
= Joule
F
t
Evaluasi 2
S

1. Sebuah derek dipergunakan untuk mengangkat benda yg masanya 100 kg hingga setingi 10 m dalam waktu 5 dt, jika g = 10 m/s 2 , hitunglah :

a. Gaya yg diperlukan mengankat benda

b. Usaha yg dilakukan Derek

c. Daya angkat derek tersebut

2.

Sebuah benda yang massanya 2 kg mula mula diam, kemudian diberi gaya konstan sebesar 4 N arah mendatar selama 10 dt, jika g = 10 m/s 2 , hitunglah :

a. Usaha yang dilakukan gaya tersebut

b. Daya yang timbul pada benda tersebut

3. Air terjun yg tingginya 100 m, mengalirkan air sebanyak 1.200 m 3 tiap 2 detik untuk memutar turbin, jika g = 10 m/s 2 Hitunglah:

a. Energi/Usaha yg timbul pada air terjun

b. Daya yang diterima turbin

Ingat : =

pada air terjun b. Daya yang diterima turbin Ingat : = m g h t dimana

m

g

h

t

dimana v = vol air

= 40 kg = 10 m/s 2

= 5 m = 4 dt

Hitunglah :

a.

b. W

c.

F

P

SMK Ibrahimy Situbondo / kurikulum 2013

h t dimana v = vol air = 40 kg = 10 m/s 2 = 5

U n t u k

F I S I K A X Blog : kototsutjahjo.blogspot.com Penyusun : Kotot Sutjahjo SPd
F I S I K A
X
Blog : kototsutjahjo.blogspot.com
Penyusun
:
Kotot Sutjahjo SPd
Pages13
SMK Ibrahimy
KELAS
:
X
SEMESTER
:
2

MATERI POKOK 1. IMPULS DAN MOMENTUM

- Impuls ( I )adalah hasil perkalian antara Gaya ( F ) dan perubahan waktu ( )

- Momentum ( M ) adalah hasil kali antara massa ( m ) dan kecepatan ( )

I = F. ∆
I
=
F. ∆
M = m. ∆
M =
m. ∆
F
F

I

m
m

M

t

Benda bergerak dg Gaya pada waktu tertentu

v

Kecepatan gerak benda dipengaruhi masanya

I

= Impuls

= Ns

F

= Gaya

= N

= perubahan waktu

= s

M

= Momentum

= Ns

m

= masa

= kg

= perubahan kecepatan = m/s

I = F

I = m.a

v = a

I = m.v M = m.v

= 2 − 1

Evaluasi 3
Evaluasi 3

1. Bola volly masanya 200 gr dilempar kedinding dg kecepatan 8 m/s, kemudian memantul sehingga kecepatan menjadi 5 m/s . Hitunglah :

a. Momentum awal benda ( sblm kedinding )

b. Momentum akhir ( setelah memantul )

c. Besarnya gaya pantul bila bola menyentuh dinding selama 0,015 dt

2. TUMBUKAN

2. Bola tenis yang masanya 20 gr bergerak dg kecepatan 10 m/s, kemudian dipukul dg arah berlawanan sehingga kecepatan menjadi 35 m/s . Hitunglah :

a. Momentum awal benda ( sblm dipukul )

b. Momentum akhir ( setelah dipukul )

c. Besarnya gaya pukul bila bola menyentuh pemukul selama 0,02 dt

- Benda dikatakan bertumbukan bila dalam pergerakanya mengalami persinggungandengan benda lain sehingga saling memberi gaya

- Dalam tumbukan selalu terjadi pada perlintasan yang sama

- Jenis tumbukan dapat diketahui dari nilai koefisien restitusi ( koefisien elastis )

- Koefisien Elastis dari 2 benda yang bertubrukan semua dengan Perbandingan Negatif ( - ) antara beda kecepatan ( ) sesudah tumbukan dan beda kecepatan ( ) sebelum tumbukan

∆ " = ∆
∆ "
=

= " "

" " = kec benda 1 & 2 setelah tumbukan

" = kec benda 1 & 2 sebelum

Bila dua benda saling bertabrakan kemungkinan yang terjadi : - Mengalami tubrukan dengan lenting sempurna
Bila dua benda saling bertabrakan kemungkinan yang terjadi :
- Mengalami tubrukan dengan lenting sempurna
e
=
1
- Mengalami tubrukan dengan lenting sebagian
e
( 0 < e < 1 )
- Mengalami tubrukan tidak lenting sama sekali
e
antara 0 & 1
=
0
1
2
Sebelum tumbukan
Bila setelah tumbukan mengalami :
v
v1 + v2 = V
e
i
diam
v
v
ii
diam
Setelah tumbukan
v1 + v2 < V
e
= 1 Lenting
sempurna
< 1 Lenting
sebagian
v 1
v 2
iii
v1 + v2 = 0
e
< 1
Lenting
sebagian
diam
diam
Evaluasi 4
k a l a n g a n
s e n d i r i
/
C o s
@

1. Seorangpenembakmenembakkansenapanbermasa 3 kg ketikapelurubermasa 5 gr ditembakkan ,hitunglahkecepatanhentakanbilakec. Peluru 300 m/s

2. Sebuahbommeledakdanterpisahmenjadi 2 dg perbandingan2 : 3 . Bagianbermasakecilterlemparkekiri dg kec 50 m/s .Hitunglahkecepatan bag lainya

TUGASTUGASTUGASTUGAS 10101010
TUGASTUGASTUGASTUGAS 10101010

SMK Ibrahimy Situbondo / kurikulum 2013

dg kec 50 m/s .Hitunglahkecepatan bag lainya TUGASTUGASTUGASTUGAS 10101010 SMK Ibrahimy Situbondo / kurikulum 2013

@

C o s

/

s e n d i r i

k a l a n g a n

U n t u k

F I S I K A X Blog : kototsutjahjo.blogspot.com Penyusun : Kotot Sutjahjo SPd
F I S I K A
X
Blog : kototsutjahjo.blogspot.com
Penyusun
:
Kotot Sutjahjo SPd
Pages14
SMK Ibrahimy
KELAS
:
X
SEMESTER
:
2

MATERI POKOK PEMBELAJARAN

ELASTISITAS : Kemampuan suatu benda untuk kembali pada kebentuk awal, segera setelah Gaya yang diberikan kepada benda tersebut dihilangkan

1. TEGANGAN , REGANGAN dan MODULUS ELASTIS

dihilangkan 1. TEGANGAN , REGANGAN dan MODULUS ELASTIS F Lo Δ L ∑ Bila Sebuah kawat
dihilangkan 1. TEGANGAN , REGANGAN dan MODULUS ELASTIS F Lo Δ L ∑ Bila Sebuah kawat
dihilangkan 1. TEGANGAN , REGANGAN dan MODULUS ELASTIS F Lo Δ L ∑ Bila Sebuah kawat

F

Lo

ΔL

Bila Sebuah kawat dg LUAS PENAMPANG ( A ) ditarik dengan GAYA ( F ) pada kedua ujungnya maka Kawat tersebut akan mengalami TEGANGAN TARIK ( σ )

Bila Panjang kawat awal ( Lo ) ,maka hasil tarikan akan bertambah panjang sebesar ( ΔL ) yang disebut REGANGAN ( e )

Besar kecilnya penambahan Panjang Maksimum yang dapat ditarik tergantung bahan dasar yang disebut MODULUS ELASTISITAS ( Y ) atau Modulus YOUNG

σ σ = e = Y = e = Tegangan Tarik = Regangan = N/m
σ
σ =
e =
Y =
e
= Tegangan Tarik
= Regangan
= N/m 2
=
F
Y
= Elastisitas / Modulus Young
Lo
= Panjang mula – mula
Dimana :
ΔL =
Penambahan Panjang
= N /m 2
= m
= m
L = Lo + ΔL
F = m.g
L
= Panjang setelah Regangan
= m
A
= Luas penampang Kawat
= m 2
k
k
1
2
Evaluasi 5
F
= Gaya Berat
= N
1. Seutas kawat panjangnya 80 cm berpenampang 4 mm 2 ditarik dengan gaya 60 N sehingga panjangnya
menjadi 81,5 cm. Hitunglah :
a. Tegangan
b. Regangan
c. Modulus Elastisitas Young
2. Seutas senar Tali panjangnya 1,5 m & diameternya 0,5 cm ,ketika digunakan untuk menggantung
benda yang masanya 80 kg tali bertambah menjadi 1,6 m ( bila π = 3,15 & g = 10 m/s 2 )
Hitunglah :
a. Luas Penampang Tali & Gaya Berat Beban
b. Tegangan , Regangan & Modulus Elastisitas Young

2. HUKUM HOOKE

F
F

Lo

ΔL

Bila kawat dimaksud berbentuk Spiral dan terbuat dari Logam maka disebut PEGAS

Bila Gaya tarik tidak melampaui Elastisitas Pegas maka pertamaban panjang pegas berbanding lurus dengan Gaya Tariknya

Penambahan panjang Pegas dari bahan yang berbeda mempunyai nilai penambahan panjang berbeda yang disebut KETETAPAN GAYA ( k )

Robert Hooke menyebut Penambahan panjang ( ΔL ) dengan lambang (Δx )

Besarnya Gaya dirumuskan :

Dimana

F

= Gaya

= N

k

= tetapan Pegas

= N/m

Δx = Penambahan Panjang = m

H. Hooke F = k.Δx Latihan 6
H. Hooke
F = k.Δx
Latihan
6
3. Seutas kawat panjangnya 80 cm berpenampang 4 mm 2 ditarik dengan gaya 60 N
3.
Seutas kawat panjangnya 80 cm berpenampang 4 mm 2 ditarik dengan gaya 60 N sehingga panjangnya
menjadi 81,5 cm. Hitunglah ketetapan Pegasnya ( kelanjutan Tugas 14 No 1 )
4.
Seutas senar Tali panjangnya 1,5 m & diameternya 0,5 cm ,ketika digunakan untuk menggantung
benda yang masanya 80 kg tali bertambah menjadi 1,6 m ( bila π = 3,15 & g = 10 m/s 2 )
Hitunglah ketetapan Pegasnya ( kelanjutan Tugas 14 No 2 )
Evaluasi
7
3.
HUKUM HOOKE untuk SUSUNAN PEGAS
k 1 k k 1 2 k 2 F
k
1
k
k
1
2
k
2
F

Serri

Paralel

Soal 1-5 : Bila k 1 = k 2 = k 3 = k 4 = 5.10 3 N/m , x = 2 cm & m = 100 kg , Hitung F masing 2

1 Tetapan Pegas Serri k = k 1 + k 2 k 1 Paralel :
1
Tetapan Pegas
Serri
k = k 1 + k 2
k
1
Paralel
:
=
k
+
2
TUGASTUGASTUGASTUGAS 11111111

2

3

4

5

k k 1 2 k k 1 2 k k 1 2 k k k
k
k
1
2
k
k
1
2
k
k
1
2
k
k
k
1
2
3
k
3
k
k
3
4
SMK Ibrahimy Situbondo / kurikulum 2013
2 3 4 5 k k 1 2 k k 1 2 k k 1 2
F I S I K A X Blog : kototsutjahjo.blogspot.com Penyusun : Kotot Sutjahjo SPd
F I S I K A
X
Blog : kototsutjahjo.blogspot.com
Penyusun
:
Kotot Sutjahjo SPd
Pages15
SMK Ibrahimy
KELAS
:
X
SEMESTER
:
2

Suhu : menyatakan derajad Panas Kalor : menyatakan jumlah Panas

Sifat TERMOMETRIK ZAT adalah perubahan Fisis zat karena dipanaskan ( perubahan vol, panjang, hambatan, tekanan dll )

Termometer : Instrumen yg dipergunakan untuk mengukur suhu suatu benda

Skala Termometer terdiri dari 4 skala yaitu :

1.

2.

Skala Celcius

Skala Reamur

3. Skala Fahrenheit 4. Skala Kelvin

A. SUHU
A. SUHU

Perbandingan Standat Titik Didih dan Titik Beku

Celcius

Reamur

Fahrenheit

Kelvin

Skala

Celcius

100 0

0 0

Skala

Reamur

80 0

0 0

Skala

Fahrenheit

212 0

32 0

Skala

Kelvin

373 0

273 0

100 0

0 0

80 0

212 0

373

0 0

32 0

212

0

0

Titik

Didih

Titik

Beku Perbandingan Skala Suhu Kunci RUMUS :Celcius = 100 0 = 5 C = 5
Beku
Perbandingan Skala Suhu
Kunci
RUMUS
:Celcius
= 100 0
=
5
C
= 5
9
1
.
F
32 =
C
Reamur = 80 0
=
4
R
= 4
Kelvin = Suhu Mutlak
5
Fahr – 32 0
= 180 0
=
9
F-32
= 9
5
2. C
=
( F
32)
5
1
.
C
=
R
9
Hubungan Celcius & Reamur
Hubungan Celcius & Fahr
Hubungan Reamur & Fahr
C : R = 5 : 4
C : ( F - 32 ) = 5 : 9
R : ( F – 32 ) = 4 : 9
4
4
9
2.
R
=
C
1
.
F
32 =
R
5
4
4
2.
R =
(
F
32)
Evaluasi 7
9
. F 32 = R 5 4 4 2. R = ( F 32) Evaluasi 7

Konversikan Skala suhu dibawah ini dalam Skala yang diminta

60 0 C

=

…….

0 R

= ……

0 F

60 0 R =

…….

158 0 F

=

…….

0 R

=

……

0 C

80

0 C =

…….

40 0 R

=

…….

0 C

= ……

0 F

140 0 F =

…….

0 C

0

0

R

C

= ……

= ……

= ……

0 F

0 F

0 R

B. KALOR Kalor merupakan salah satu bentuk Energi Satuan Kalor adalah Kalori ( Kal )
B. KALOR
Kalor merupakan salah satu bentuk Energi
Satuan Kalor adalah Kalori ( Kal )
Satu Kalori
didefinisikan sebagai banyaknya kalor yang diperlukan untuk mema naskan 1 gram air sehingga suhu nya naik 1 0 C
Kalor Jenis suatu benda ( c ) banyaknya kalor yg dilepas/diperlukan ( Q ) untuk menaikkan/menurunkan satu satuan suhu ( ∂ t )
Q
= Kalor
Kal
C
= m c
m
= masa
1 kal = 2,4 J
∆T = Perubahan suhu
kg
0 C
1 J = 0,24 K
c
= kalor jenis
Q
= mc ∆T
∆T = Perubahan suhu
(kal/g 0 C)
0 C
C
= kalor jenis
(kal/ 0 C
Evaluasi 18
1. Segelas fluida masanya 200 g, Hitunglah kalor yang diperlukan untuk memanaskan fluida hingga suhunya naik
sebesar 80 0 C ( c fluida = 0,8 kal/g 0 C )
2. Sebuah benda yang masanya 100 gram dengan suhu 20 0 C dipanaskan . Hitunglah Kalor yang diperlukan hingga
suhunya naik menjadi 80 0 C ( c benda = 0,6 kal/g 0 C )
s e n d i r i
/
C o s
@
3. Suatu benda pada suhu 25 0 C masanya 800 g dipanaskan dan memerlukan Kalor
3. Suatu benda pada suhu 25 0 C masanya 800 g dipanaskan dan memerlukan Kalor sebesar 72.000 Joule . jika kalor jenis
zat 1200 J/kg K hitunglah suhu akhirnya
C. AZAS
BLACK
Jika dua macam zat yang berbeda suhunya (masa bisa sama / berbeda) dicampurkan maka
akan akan terjadi penyesuaian suhu hingga kedua suhu benda tersebut sama dimana :
Q = mc ∆T
Benda yang suhunya tinggi mengalami penurunan suhu akibat Pelepasan Kalor
∆T 1 = t benda
- t akhir
Q
serap = Q lepas
Benda yang suhunya rendah mengalami penambahan suhu akibat Penyerapan Kalor
∆T 2 = t akhir
- t benda
Kalor yang diserap = kalor yang dilepas
SMK Ibrahimy Situbondo / kurikulum 2013
U n t u k
k a l a n g a n

k a l a n g a n

U n t u k

Blog : kototsutjahjo.blogspot.com

F I S I K A

X

Blog : kototsutjahjo.blogspot.com F I S I K A X
Blog : kototsutjahjo.blogspot.com F I S I K A X
 

Penyusun

:

Kotot Sutjahjo SPd

  Penyusun : Kotot Sutjahjo SPd
  Penyusun : Kotot Sutjahjo SPd
Evaluasi 8
Evaluasi 8

Pages16

1. Jika 75 gr air yang suhunya 20 0 C dicampur dg 50 gram air yang suhunya 80 0 C, hitunglah suhu akhir penyampuran air tersebut

2. Sebuah coin perak ( c = 230 J/kg K ) yang memiliki suhu 100 0 C dan masanya 40 gr dimasukkan kedalam 200 gr air yang suhunya 20 0 C bila ( c = 4200 J/kg K ) hitunglah suhu akhir penyampuran kedua zat tersebut

3. 20 gram gula dalam 40 gr cangkir dan suhu keduanya 25 0 C, kedalamnya 150 gr air yang suhunya 100 0 C, bila ( c gula = 0,8 kal/g 0 C, c cangkir = 0,6 kal/g 0 C dan c air = 1 kal/g 0 C ) Hitung suhu akhir setelah mengalami keimbangan campuran

Penambahan / Pengurangan Kalor menimbulkan perubahan Wujud Benda D. PERUBAHAN WUJUD L = Kalor Lebur
Penambahan / Pengurangan Kalor
menimbulkan perubahan Wujud Benda
D. PERUBAHAN WUJUD
L
= Kalor Lebur
KALOR LATEN : Kalor yang diperlukan
U
= Kalor Uap
GAS
oleh 1 kg zat untuk berubah menjadi :
1. dari Padat ke Gas
4. dari Padat ke Cair
1
2
Q
l = m.L
6
5
2. dari Gas ke Cair 5. dari Cair ke Gas
Q
u = m. U
4
6
3. dari Cair ke Padat
6. dari Gas ke Padat
PADAT
CAIR
3
3. dari Cair ke Padat 6. dari Gas ke Padat PADAT CAIR 3 1. Hitunglah Energi/Kalor

1. Hitunglah Energi/Kalor yang diperlukan untuk merubah 4 kg Es suhu 0 0 C menjadi Air seluruhnya dengan suhu 0 0 C ( kalor Lebur Es = 323.000 J/kg )

2. Bila pada soal no 1 air tersebut dipanaskan hingga 40 0 C , Hitunglah Total Kalor yang diperlukan untuk keperluan tersebut

Evaluasi 9
Evaluasi 9
Sebuah benda akan mengalami Pemuaian bila dipanaskan E. PEMUAIAN 1. Muai Panjang Beberapa zat yang
Sebuah benda akan mengalami
Pemuaian bila dipanaskan
E. PEMUAIAN
1.
Muai Panjang
Beberapa zat yang berbeda akan mengalami Pemuaian yang berbeda berdasarkan
Koefisien muai panjang dari zat penyusunya
2. Muai Luas
3.
Muai Volume
Lo = Panjang awal
∆ L = Penambahan Panjang
∆ L = Lo α ∆ T
∆ T = Penambahan Suhu
Lt = Panjang setelah dipanasi
Lt = Lo
+
∆ L
α
= Koefisien Muai Panjang
L o
∆ L
TUGASTUGASTUGASTUGAS 13131313
Lt
1. Pemuaian Panjang
Lt = Lo +
Lo α ∆ T
β = Koef muai luas
γ = Koef muai vol
β = 2 α
γ = 3 α
A
=
p.l
V
= p.l.t
2. Pemuaian Luas
At = Ao + Ao β ∆ T
3. Pemuaian Volume
Vt = Vo + Vo γ ∆ T
Koef zat hanya diketahui Koef muai panjang
Konduksi : Perpindahan Kalor tanpa disertai perpindahan parti kel penyusunya (menjalar ) Konveksi : Perpindahan
Konduksi : Perpindahan Kalor tanpa disertai
perpindahan parti kel penyusunya (menjalar )
Konveksi : Perpindahan Kalor yang disertai
perpindahan partikelnya ( mengalir )
F. PERPINDAHAN KALOR
Konveksi terjadi pada
Gas & Fluida spt :
Konduksi terjadi pada
benda berbentuk padat spt
: metal, kayu, dll
Q
H =
Konduksi
Air, cahaya, panas api
t
k
= koef konduksi termal
kal/m 2 o C
H = h.A. T
L
= panjang kawat
m
Konveksi
T
H
=
k A
.
A
= Luas penampang
m 2
H
= jumlah kalor tiap sat waktu
= kal/s
L
∆ T = selisih suhu
o C
h
=
koef konveksi zat
= kal/ m 2 o C
A
= Luas penampang
=
m 2
Evaluasi 10
∆ T = selisih suhu
=
o C
s e n d i r i
/
C o s
@

1. Kawat tembaga (α = 1,7 x 10 -5 / o C ) pada suhu 30 o C panjangnya 80 cm, Hitunglah panjang kawat setelah dipanaskan sampai mencapai suhu 150 o C .

2. Pada suhu 25 o C Luas plat baja tipis yang α = 1,1 x 10 -5 / o C adalah 4 m 2 , Hitunglah Luas plat tersebut setelah dipanaskan sampai suhunya 180 o C

3. Permukaan dalam suatu dinding rumah dijaga tetap bersuhu 20 o C saat udara luar bersuhu 35 o C Hitunglah banyaknya Kalor yang masuk dalam rumah akibat konveksi alami udara melalui dinding rumah berukuran (3 x 5) m 2 selama 1 menit bila koef rata-rata 4 kal/m 2 o C

4. Sebuah batang tembaga ( k = 375 kal/m 2 o C ) panjangnya 80 cm dan luas penampangnya 4 cm 2 .Ujung yang satu suhunya 10 o C dan yang lainya bersuhu 100 o C . bila perubahan suhunya dianggap merata hitunglah banyaknya kalor yang mengalir selama 30 m

5. Panjang batang rel kereta api masing-masing 10 m dipasang berurutan pada suhu 25 o C . Diharapkan pada suhu 40 o C ,rel tersebut saling bersentuhan . bila α = 12 x 10 -6 / o C Hitunglah jarak minimum antara kedua rel pada saat dipasang

TUGASTUGASTUGASTUGAS 13131313
TUGASTUGASTUGASTUGAS 13131313

SMK Ibrahimy Situbondo / kurikulum 2013

F I S I K A X Blog : kototsutjahjo.blogspot.com Penyusun : Kotot Sutjahjo SPd
F I S I K A
X
Blog : kototsutjahjo.blogspot.com
Penyusun
:
Kotot Sutjahjo SPd
Pages17
SMK Ibrahimy
KELAS
:
X
SEMESTER
:
2

Tekanan : secara umum didefinisikan sebagai besarnya Gaya per satuan luas

F F P = A A
F
F
P =
A
A
1
1
A. TEKANAN 1 N/m 2 = 1 Pa 1 atm = 76 cm Hg =
A. TEKANAN
1 N/m 2
= 1 Pa
1 atm = 76 cm Hg = 1,013 bar
= 1,013 x 10 5 Pa
Evaluasi 11

Sebuah bendungan menampung air dengan ketinggian 5 m jika panjang dinding bendungan 40 m, berapa gaya yang dipergunakan oleh dinding

untuk menahan air bila diketahui tekanan maksimum

yang direncanakan 2 N/m 2

P

= Tekanan

F

= Gaya Tekanan

A = Luas bidang tekan

N/m 2

N

m 2

2222 A C B
2222
A
C
B

Sebuah balok berukuran (3 x 4 x 6 ) m Gaya beratnya 100 kg, Hitunglah Tekanan yang terjadi bila dipasang spt posisi

B. TEKANAN HIDROSTATIS
B. TEKANAN HIDROSTATIS
m F m . g h = dan m = ρV P = = =
m
F
m
.
g
h
=
dan m = ρV
P
=
=
=
Vg
.
F
V
A
V
h
V
P =
A
V
m
h
V
= p.l.t = A.h
dan
A =
sehingga diperoleh :
P h = ρgh
=
h
Pa
F
= m.g
Ph
= Tekanan Hidrostatis
Evaluasi 12
Pt = Pa + Ph
ρ = Masa jenis zat cair
N/m 2
kg/m 3
g
= grafitasi bumi
{10 }
m/ s 2
h
=
kedalaman fluida
m
1. Sebuah kapal selam berada dikedalaman 20 m di
Pa
= Tekanan Udara Luar
10 5 Pa
bawah permukaan air laut jika masa jenis air laut
1,05 . 10 3 kg/ m 3 dan g = 10 m/s 2 Hitunglah
Pt
= tekanan Udara total
a. Tekanan Hidrostatis yg diterima kapal tersebut
b. Bila Pa = 10 5 Pa hitung Tek total yg terjadi
Ptengah
2. Berdaraskan soal Evaluasi 5 No 2 Hitunglah Tekanan Hidrostatis
yang terjadi pada
a.
Pertengahan bendungan
ρ = 1,02 kg/m 3
Pdasar
b.
Dasar bendungan
Pa = 10 5 Pa
Tekanan yang diadakan diluar zat cair dalam ruang tertutup akan diteruskan oleh zat cair itu
Tekanan yang diadakan diluar zat cair dalam ruang
tertutup akan diteruskan oleh zat cair itu kesegala arah
dengan sama rata
C. HUKUM PASCAL
Berdasarkan bunyi H. Pascal maka P 1 ( Tekanan pada Tabung 1 ) sama besarnya
Berdasarkan bunyi H. Pascal maka P 1 ( Tekanan pada Tabung 1 ) sama besarnya
F 1
dengan P 2 ( Tekanan pada Tabung 2 ) dengan demikian berlaku
P 1 = P 2
A 1
A 1
P =
F 2
P 1
P 2
F
A 1
F F
1 Pada alat disamping A1 = 0,05 cm 2 dan A 2 =
2
=
65 cm 2 , bila pada alat tersebut dilakukan kerja
A A
1
2
dengan ketentuan dimaksud hitunglah :
F1 = Gaya Penekan
A1 = Luas Bidang Tekan
N
m 2
a. Beban F 2 yang mampu diangkat bila
diberi gaya tekan F 1 sebesar 60 N
F2 = Gaya
angkat
N
Evaluasi 13
A1 = Luas Bidang Angkat m 2
b. Gaya Tekan minimal F 1 yang diberikan
untuk mengangkat Beban F 2 sebesar
4000 N
TUGASTUGASTUGASTUGAS 14141414
D. HUKUM PASCAL dan TEK. HIDROSTATI pada BEJANA BERHUBUNGAN
Bila 2 zat cair dimasukkan dalam tabung U yang kedua permuka
anya terbuka dimana masa jenis kedua zat cair berbeda maka akan
P
= P 2
1
ρ 1 g h 1 = ρ 2 g h 2
H 1
H 2
terjadi perbedaan permukaan kedua zat cair spt gbr disamping
Dengan dasar H Pascal & Hidrostatis maka
dg
g 1 = g 2
ρ 1
h 1 =
ρ 2 h 2
Bila Pipa U pd gbr diatas diisi minyak pada tabung 2 dan zat lain pd tabung 1 dimana h 1 = 5 cm
dan h 2 = 2 cm, hitunglah masa jenis Zat tersebut bila diketahui masa jenis minyak 0,8 .10 3 kg/m
3 Bila tabung 1 diisi sejenis oli yang masa jenisnya 0,6. 10 3 kg/m 3 , hitunglah tinggi H oli
Evaluasi 14
SMK Ibrahimy Situbondo / kurikulum 2013
U n t u k
k a l a n g a n
s e n d i r i
/
C o s
@

@

C o s

/

s e n d i r i

k a l a n g a n

U n t u k

F I S I K A X Blog : kototsutjahjo.blogspot.com Penyusun : Kotot Sutjahjo SPd
F I S I K A
X
Blog : kototsutjahjo.blogspot.com
Penyusun
:
Kotot Sutjahjo SPd
E. HUKUM ARCHIMIDES
Pages18
Bila sebuah benda dimasukkan
dalam zat cair sebagian atau
seluruhnya, akan mengalami gaya
keatas oleh zat sebesar zat cair
yang dipindahkan
Fa
= W
Terapung
Fa = m.g
Fa = ρ.V.g
Terapung
Tenggelam
Fa > W
Fa > W
Fa < W
Fa
= Gaya keatas oleh zat Cair
=N
Evaluasi 15
W
= berat benda yang dimasukkan
=N
Fa
W
2. Vol balok besi 100 cm 3 dg ρ = 7,9 gr/cm 3 ditimbang
sambil dicelupkan seluruhnya ke dlm Air Raksa (ρ =
13,6 gr/cm 3 ) Hitunglah :
1. Sebuah kubus panjang rusuknya 0,5 m dg
ρ = 2,7
gr/cm 3 dicelupkan seluruhnya ke dlm minyak (ρ =
0,8 gr/cm 3 ) Hitunglah :

a. Berat besi sesungguhnya

b. Berat besi dalam Air Raksa ( g = 10 m/s 2 )

a. Gaya keatas yg dialami kubus itu

b. Berat kubus dalam minyak ( g = 10 m/s 2 )

FLUIDA IDEAL :

Ciri umum Fluida Ideal :

A. FLUIDA IDEAL & KONTINUITAS
A. FLUIDA IDEAL & KONTINUITAS

1. Tidak Terkompresi ( Tak Termampatkan ) : tidak mengalami perubahan Volume bila ditekan / dimampatkan

2. Tidak Kental ( Non Viscos ) : saat mengalir ,fluida tidak mengalami gesekan yg dapat mengakibatkan pengurangan (disipasi ) Energi Kinetik

3. Aliranya Stationer ( Stabil ) : dimana aliran partikel fluida mengikuti garis alir tertentu dan tidak mengalami gejolak aliran ( turbulensi )

4. Aliranya kontinu , tidak tergantung waktu

Pada dasarnya Fluida Ideal Tidak pernah ada
Pada dasarnya Fluida Ideal Tidak pernah ada
PERSAMAAN KONTINUITAS Pada Fluida yg tidak termampatkan ,hasil kali antara laju aliran dan luas penampang
PERSAMAAN KONTINUITAS
Pada Fluida yg tidak termampatkan ,hasil kali
antara laju
aliran dan luas penampang aliran
selalu konstan
v
Q = A.v
A
Q
= debit aliran
m 3 /s
A
= Luas bidang
m 2
v
= kec aliran
m/s
A 1 v 1 = A 2 v 2
A 1 v 1 = A 2 v 2

Bila pipa dengan 2 penampang (A) berbeda maka Debit (Q) aliran yang mengalir melalui kedua pipa tetap sama , maka kecepatan ( v ) aliran akan berbeda

1.

Sebuah pipa berpenampang 6 cm 2 berujung kran yang erpenampang 2 cm 2 ,bila kecepatan aliran pada penampang besar 0,2 m/s , hitunglah :

a. Kecepatan air yang keluar dari kran

b. Volume air yang keluar dari kr