Anda di halaman 1dari 28

PROPOSAL

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM

Penerapan Crusher Sampah Organik Mini sebagai


Bahan Baku Kompos dan Partisipasi Aktif mendukungEco Green
di Desa Keboan Anom Kabupaten Sidoarjo

BIDANG KEGIATAN:
PKM-M PENGABDIAN MASYARAKAT

DIUSULKAN OLEH
Muhammad Ibrahim 14050524032 2014
Hannas Kholbika Fitroh 14050754083 2014
Muhamad Yasid Ashab 14050754074 2014
Fitra Suharianto 15050524091 2015

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA


SURABAYA
2017

i
ii
DAFTAR ISI
Halaman sampul.....................................................................................................i
Halaman pengesah..................................................................................................ii
Daftar isi................................................................................................................iii
Ringkasan..............................................................................................................iv
BAB 1. PENDAHULUAN..................................................................................1
1.1 Latar Belakang.....................................................................................2
1.2 Rumusan Masalah................................................................................2
1.3 Tujuan Program....................................................................................2
1.4 Luaran yang Diharapkan......................................................................2
1.5 Kegunaan Program...............................................................................3
BAB 2. GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN.........................3

BAB 3. METODE PELAKSANAAN................................................................3

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN.................................................5

4.1 Anggaran Biaya...................................................................................5

4.2 Jadwal Kegiatan..................................................................................5

DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................6

LAMPIRAN........................................................................................................7

Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota dan Dosen Pendamping...............7


Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan.............................................11
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas...13
Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Kegiatan..........................................
Lampiran 5. Surat Pernyataan Mitra..........................................................
Lampiran 6. Desain Crusher yang akan disampaikan kepada pihak Mitra.
Lampiran 7. Denah Detail Lokasi Mitra Kerja.........................................

iii
RINGKASAN

Berdasarkan wilayah administrasi Desa Keboan Anom terbagi atas 4 (empat)


dusun yaitu Dusun Keboan Anom I, Keboan Anom II, Joho Kapasan dan Gambir Anom.
Wilayah Desa Keboan Anom mempunyai 8 (delapan) Rukun Warga (RW) dan 31 (tiga
puluh satu) Rukun Tetangga (RT). Penduduk Desa Keboan Anom hingga tahun 2009
tercatat sejumlah 7.658 jiwa dan 1971 KK.Berdasarkan hasil observasi tim kami di lokasi
mitra, diperoleh data dan informasi tentang kondisi sampah rumah tangga yang
menumpuk dan belum tertangani dengan baik. Asumsi setiap KK menghasilkan sampah
rumah tangga 0,25 kg/hari, maka ada potensi 492,75 kg/hari sampah atau mendekati 5
kuintal/hari. Dari jumlah tersebut 80% adalah sampah organik, sehingga dalam 1 minggu
akan ada 2759,4 kg atau sekitar 4,75 ton dalam 1 bulan. Sebagai miniatur pengelolaan
sampah organik rumah tangga ini, akan dilakukan di RT 2/RW 2 dengan kurang lebih 90
KK sehingga asumsi terdapat 22,5 kg sampah/hari yang bisa diolah perhari dan RT 4/RW
1 sekitar 50 KK menghasilkan sekitar 12,5 kg sampah /hari. Konsekuensi dan dampak
yang ditimbulkan jika tidak tertangani dengan baik yaitu pencemaran lingkungan berupa
pemandangan yang tidak indah, polusi udara/bau tidak sedap, polusi tanah dan gangguan
kesehatan di masyarakat. Guna memberi solusi permasalahan tersebut dan sebagai tujuan
kegiatan ini, diperlukan alat yang praktis dan mampu berdaya guna mengatasi
permasalahan sampah rumah tangga dengan mewujudkan mesin pencacah sampah
organik portabel. Setelah dipergunakan dalam uji coba, mesin pencacah sampah organik
portabel dapat dapat mencacah hingga 6 kg/jam sampah organik rumah tangga yang
sudah dikeringkan seperti daun tanaman. Hasil cacah tersebut digunakan sebagai bahan
baku kompos yang berpotensi memiliki nilai ekonomis yang baik untuk dilanjutkan
pengolahannya.

Kata Kunci : Sampah Rumah Tangga, pencacah sampah organik portable

iv
1

BAB 1.
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Setiap hari di setiap rumah tangga tak akan terlepas dari yang namanya sampah.
Sampah adalah bahan sisa dari aktivitas yang dilakukan manusia dan sudah tidak
digunakan lagi dalam bentuk padatan, cair maupun gas. Data kementerian lingkungan
hidup, berat timbunan sampah di Indonesia secara nasional mencapai 200 ribu ton per
hari atau setara dengan 73 juta ton per tahun. Ternyata penyuplai terbesar berasal dari
sampah rumah tangga. "Paling dominan sampah di Indonesia berasal dari sampah rumah
tangga. Jadi, kita-kita ini kontributor sampah itu sendiri," kata Drs. Rasio Ridho Sani,
MCOM, MpM selaku Deputi IV Bidang Pengelolahan Bahan Berbahaya dan Beracun,
Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, dan Sampah dalam acara `Kementerian
Lingkungan Hidup Media Briefing` di Ruang Kalpataru Gedung B KLH, Kebon Nanas,
Jakarta, Rabu (19/2/2014). Di surabaya berdasarkan data dinas Kebersihan yang dikutip
dari Suara Surabaya.net Sampah yang dihasilkan warga Surabaya, rata-rata mencapai 10
ton perhari.Data ini diungkap Chalid Buchari Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan
(DKP) Pemkot Surabaya, waktu memaparkan proses pengelolaan sampah di
SurabayaJumat (7/3/2014). Sedangkan di Kabupaten Sidoarjo sampah mencapai 1 ton per
hari, dan baru 20% yang baru bisa ditangani pemerintah,ini juga produksi terbanyak
berasal dari sampah rumah tangga. Dari sampah tersebut dibedakan menurut sifatnya
menjadi sampah organik yang dapat diurai (degradable), seperti sisa makanan, sayuran,
daun-daun kering, dan sebagainya yang dapat diolah lebih lanjut menjadi pupuk kompos,
organik padat maupun pupuk organik cair.

Dalam menyikapi data dan kondisi fakta yang ada, untuk berperan serta dalam
kepedulian dan penanganan sampah rumah tangga, kami melibatkan mitra yang berasal
dari kelompok masyarakat. Kelompok masyarakat tersebut adalah Rukun Tetangga di
RW 1 dan RW 2 yang beralamat di wilayah Desa Keboan Anom, Kecamatan Gedangan,
Kabupaten Sidoarjo. Observasi yang sudah dilakukan di daerah sekitar mitra, masih
ditemui berbagai sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan, di sepanjang sungai
maupun di pinggir sungai yang sudah tertulis Dilarang Membuang Sampah Disini.
Serta beberapa sampah dari pedagang kaki lima di daerah sekitar yang belum tertangani
dengan optimal, seperti timbunan kulit kelapa yang menggunung, sisa sampah penjual
nasi dan mi goreng yang semuanya termasuk dalam sampah organik dan sebagainya.
Asumsi setiap KK menghasilkan sampah rumah tangga 0,25 kg/hari, maka ada potensi
492,75 kg/hari sampah atau mendekati 5 kuintal/hari. Dari jumlah tersebut 80% adalah
sampah organik, sehingga dalam 1 minggu akan ada 2759,4 kg atau sekitar 4,75 ton
dalam 1 bulan. Sebagai miniatur pengelolaan sampah rumah tangga ini, akan dilakukan di
RT2/RW2 dengan kurang lebih 90 KK sehingga asumsi terdapat 22,5 kg sampah yang
bisa diolah perhari dan RT4/RW1 sekitar 50 KK menghasilkan sekitar 12,5 kg sampah
organik rumah tangga/hari. Jika diolah menjadi kompos harga per kg antara 10001500
rupiah dan untuk pupuk organik cair bisa mencapai 5000/liter. Apabila dilakukan
penanganan dengan matang dan proses produksi bisa dijalankan dengan prosentase fifty
2

fifty untuk kompos dan organik cair, maka akan menghasilkan sekitar 2 juta rupiah untuk
kompos dan 5-7 juta rupiah organik cair tiap bulan.

Dari permasalahan yang ada tersebut, diharapkan bisa mendapatkan jalan keluar awal
yang solutif tentang penanganan sampah rumah tangga. Terdapat beberapa potensi positif
yang akan diperoleh, melalui tiap-tiap Rumah Tangga akan bisa melakukan pengolahan
sampah sendiri khususnya sampah organik kemudian dikumpulkan pada satu titik
pengolahan yang sudah siap diproses menjadi kompos atau pupuk organik cair. Sehingga
yang tadinya sampah adalah PR banyak pihak akan kita ubah menjadi RP dengan
menghasilkan profit yang menguntungkan. Tim peneliti merealisasikannya melalui
program-program yang disusun dalam proposal Program Kreativitas Mahasiswa
Pengabdian Masyarakat (PKM-M) dengan judulPenerapan Crusher Sampah
Organik Mini sebagai Bahan Baku Kompos dan Partisipasi Aktif
mendukung Eco Green di Desa Keboan Anom Kabupaten Sidoarjo
1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah yang dapat difokuskan


adalah bagaimana penerapan mesin pencacah sampah organik mini sebagai
penghasil bahan baku kompos untuk wujud partisipasi aktif dalam eco green di
Desa Keboan Anom Kabupaten Sidoarjo .

1.3 Tujuan Program

Tujuan dari program ini adalah untuk memberdayakan masyarakat guna


mengatasi permasalahan sampah rumah tangga mejadikan sampah tersebut
menjadi bahan baku kompos yang memiliki nilai jual,serta mewujudkan
lingkungan yang bersih dari sampah

1.4 Luaran yang Diharapkan

Target luaran dari program kegiatan ini diantaranya sebagai berikut:


1. Mesin pencacah sampah organik portabel, dengan spesifikasi sebagai berikut
:
a) Bentuk berdiameter 25 x 30 x 47 cm3 dengan model tabung kombinasi
yang kompak
b) Pisau dari pelat disusun berderet tujuh baris dengan bilah
pemotongmenggunakan pisau silet yang dijepit berdiameter 40x25x0,5
mm3 model propeler.
c) Motor penggerak dengan daya listrik 135 watt.
2. Pelatihan manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) dalam perawatan dan
pemeliharaan peralatan dalam operasional agar mendapatkan hasil yang maksimal
ketika produksi
3.mempelajari potensi sampah rumpah tangga untuk dijadikan dan dimanfaatkan
sebagai yang positif sehinnga timbul sikap menjaga dan cinta lingkungan
3

1.5 Kegunaan Program


Program ini nantinya diharapkan dapat memberikan nilai kepedulian
masyarakat dalam menjaga lingkungannya,terutama di daerah sekitar rumah
dengan mengembangkan suatu kompos dari sampah organik sebagai salah satu
pembelajaran bagi masyarakat guna mewujudkannya eco green
1. Akademis
a. Dapat digunakan sebagai sumbangan pemikiran yang dapat dimanfaatkan guna
mencapai keadaan lingkungan yang stabil dengan pendapatan masyarakat
2. Praktis
a. Lingkungan menjadi kembali alami dan bersih
b. Penyelamatan karang, ikan dan mangrove.
c. Masyarakat mampu berperan aktif dalam aktivitas pembutan kompos sebagai
tambahan sumber penghasilan.
d. Masyarakat dapat lebih kreatif dalam memanfaatkan sampah-sampah rumah
tangga yang tidak terpakai untuk di daur ulang.

BAB 2. GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN

Berdasarkan wilayah administrasi Desa Keboan Anom terbagi atas 4 (empat)


dusun yaitu Dusun Keboan Anom I, Keboan Anom II, Joho Kapasan dan Gambir Anom.
Wilayah Desa Keboan Anom mempunyai 8 (delapan) Rukun Warga (RW) dan 31 (tiga
puluh satu) Rukun Tetangga (RT). Penduduk Desa Keboan Anom hingga tahun 2009
tercatat sejumlah 7.658 jiwa dan 1971 KK.Berdasarkan hasil observasi tim kami di lokasi
mitra, diperoleh data dan informasi tentang kondisi sampah rumah tangga yang
menumpuk dan belum tertangani dengan baik. Asumsi setiap KK menghasilkan sampah
rumah tangga 0,25 kg/hari, maka ada potensi 492,75 kg/hari sampah atau mendekati 5
kuintal/hari. Dari jumlah tersebut 80% adalah sampah organik, sehingga dalam 1 minggu
akan ada 2759,4 kg atau sekitar 4,75 ton dalam 1 bulan. Sebagai miniatur pengelolaan
sampah organik rumah tangga ini, akan dilakukan di RT 2/RW 2 dengan kurang lebih 90
KK sehingga asumsi terdapat 22,5 kg sampah/hari yang bisa diolah perhari dan RT 4/RW
1 sekitar 50 KK menghasilkan sekitar 12,5 kg sampah /hari.
4

BAB 3. METODE PELAKSANAAN

3.1 Metode Pendekatan


Mengacu pada permasalahan yang dihadapi oleh mitra maka metode yang ditawarkan
adalah:
a. Merumuskan masalah.
Selama ini belum ada proses pengolahan sampah rumah tangga yang efisien
sehingga perilaku masyarakat juga cenderung mengabaikan dan tidak
memikirkan bahwa ada banyak manfaat dari sampah. Kebiasaan dalam
membuang sampah sembarangan di sepanjang sungai dan bantaran sungai,
harus segera diberikan solusi terbaik, dengan teknologi yang efisien dan
mudah digunakan oleh warga masyarakat sekaligus mendapatkan profit.
b. Menentukan metode kegiatan.
Metode perancangan, manufaktur, pelatihan dan serah terima.
c. Pembuatan desain mesin pencacah sampah organik portabel dan mesin press
sampah botol plastik daur ulang.
d. Tahapan ujicoba alat di lokasi mitra untuk mengetahui peak performance alat.
e. Pelatihan pengoperasian dan perawatan mesin pencacah sampah organik
portabel
f. Serah terima mesin pencacah sampah organik portabel dan mesin press
sampah botol plastik daur ulang kepada mitra.
g. Pemantauan dan pendampingan setelah diberikan sosialisai alat kepada
mitra.
3.2 Rencana Kegiatan
Untuk merancang dan membuat mesin pencacah sampah organik portabel
ini disusun dalam beberapa tahapan sebagai berikut:
a. Tahap persiapan dan perancangan alat, meliputi:
1) Membuat gambar detail alat.
2) Survei kebutuhan di lokasi.
3) Menyiapkan bahan-bahan dan peralatan yang diperlukan dalam proses
fabrikasi.
b. Tahap manufaktur alat, meliputi:
1) Membuat mesin pencacah sampah organik portabel dan mesin press
sampah botol plastik daur ulang yang disesuaikan dengan kebutuhan
mitra.
c. Tahap uji coba peralatan, meliputi:
1) Uji coba alat di lokasi mitra.
2) Penyempurnaan peralatan.
d. Tahap serah terima, meliputi:
1) Serah terima barang.
2) Pelatihan pengoperasian.
3) Pelatihan perawatan peralatan.
4) Pelatihan keselamatan kerja.
5

e. Partisipasi Mitra
Peran pihak Mitra dalam kegiatan ini diantaranya sebagai berikut.
a. Bersama-sama pihak pelaksana menentukan permasalahan prioritas yang
harus segera ditangani.
b. Bersama-sama pihak pelaksana merencanakan kegiatan yang akan
dilakukan.
c. Bersama-sama pihak pelaksana menentukan spesifikasi mesin pencacah
sampah organik portabel
d. Menerapkan dan merawat mesin pencacah sampah organik portabel
untuk menunjang pengolahan sampah rumah tangga.
3.3 Tahap Monitoring dan Evaluasi
Tahap Monitoring ini dilaksanaan setiap penelitian kegiatan.
TahapMonitoring atau pengawasan ini bertujuan untuk mengontrol semua
kegiatan yang dilaksanakan di lokasi sasaranRukun Tetangga di RW 1 dan RW 2,
yaitu tepatnya di Desa Keboan Anom Kabupaten Sidoarjo. Selain itu dilaksanakan
tahap evaluasi setiapakhir kegiatan dengan tujuan untuk meninjau kembali
kekurangankekuranganyang ada dalam penelitian kegiatan sekaligus
permasalahan-permasalahanyang menghambat kegiatan. Hal ini dilakukan agar
padakegiatan berikutnya kegiatan terlaksana lebih baik dari sebelumnya.
6

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN


4.1 Anggaran Biaya

No Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)


1 Peralatan Penunjang(, Dinamo Motor, Flash disk 1.610.000
4Gb dll)
2 Bahan Habis Pakai(Van belt, Plat Besi 5.520.000
Lembaran, Plat Siku besi,dll)
3 Perjalanan(Koordinasi tim pelaksana, 400.000
trasport,survey mitra)
4 Lain-lain(Dokumentasi, Administrasi, 3.440.000
Pembuatan, laporan, Alat tulis kantor, dll)
Jumlah 10.970.000

4.2 Jadwal Kegiatan

No Nama Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4


Kegiatan 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1. Tahap
Persiapan
Diskusi dan
sosialisasi
Peninjauan
Lokasi
Penyediaan
Sarana dan
Prasarana
2. Tahap
Penelitian
Program
Pembuatan
desain mesin
Pembuatan
Komponen
Alat
danAssembly
komponen
Tahapan
ujicoba alat di
lokasi mitra
7

Pelatihan
pengoperasian
dan
perawatan
mesin
3. Tahap
Monitoring
dan Evaluasi
4. Penyusunan
laporan

DAFTAR PUSTAKA

Haryono, dkk. 1999. Buku Panduan Materi KuIiah Kewirausahaan. Unipres


UNESA Surabaya.
Sutiono. 2002. Produktivitas UKM di Jawa Timur. Makalah yang disampaikan
dalam rangka pelatihan produktivitas usaha kecil di Unesa,Tanggal 26
Juni tahun 2002.
Tanaka Nao Dr. 2015. Teknologi Tepat Guna&Dunia Alternatif. PT.Bhuana Ilmu Populer.
Jakarta.
8
9
10
11
12

Lampiran 1.5 Biodata Dusen Pendamping


13
14
15

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan

1) Peralatan penunjang dan Bahan


habis pakai

Biaya
Total Biaya
No. Uraian Jumlah Satuan Satuan
(Rp.)
(Rp.)

1 Bearing 3 unit 60.000 180.000

2 Tool set 1 unit 300.000 300.000

Plat Stainless steel 2


1 1 lembar 750.000 750.000
mm

2 Plat Besi 2 mm 1 lembar 450.000 450.000

3 Plat aluminium 1 mm 1 lembar 650.000 650.000

4 Plat Galvanis 1 lembar 900.000 900.000

5 Isolasi Aluminium Foil 1 roll 300.000 300.000

6 Bantalan dia 30 mm 3 buah 150.000 450.000

7 Besi Siku 4 x 4 1 lonjor 150.000 150.000

8 Motor 3/4 PK 1 unit 1.500.000 1.500.000

Pulley besar diameter


9 1 unit 450.000 450.000
5

Pulley kecil diameter


10 3 unit 250.000 750.000
3

11 Roll penjepit 3 unit 100.000 300.000

Jumlah 7.130.000

2) Perjalanan

Biaya
Total Biaya
No. Uraian Jumlah Satuan Satuan
(Rp.)
(Rp.)
16

1 Survey awal 2 orang 50.000 100.000

2 Koordinasi antar pakar 2 orang 100.000 200.000

3 Biaya transpotasi 2 hari 50.000 100.000

Jumlah 400.000

3) ATK dan Peralatan


penunjang

Biaya
Total Biaya
Satuan
No. Uraian Jumlah Satuan
(Rp.) (Rp.)

1 CD 3 buah 5.000 15.000

2 Kertas HVS A4 2 rim 30.000 60.000

3 Catridge printer 1 buah 250.000 250.000

4 Tinta printer 4 buah 35.000 140.000

7 Flash disk 4Gb 2 buah 55.000 110.000

8 Bollpoint 5 biji 3.000 15.000

10 Peralatan lainnya - - - 100.000

Jumlah 690.000

4) Lain-lain

Biaya
Total Biaya
Satuan
No. Uraian Jumlah Satuan
(Rp.) (Rp.)

1 Dokumentasi 1 paket 250.000 250.000

Transport belanja alat dan


2 1 paket 500.000 500.000
bahan

3 Pemantauan ke Mitra 1 paket 500.000 500.000


17

4 Seminar kegiatan 1 paket 1.000.000 1.000.000

5 Pemeliharaan 1 paket 500.000 500.000

Jumlah 2.750.000

TOTAL ANGGARAN YANG DIPERLUKAN (1+2+3+4) (Rp) 10.970.000


18

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas

No Nama/NIM Program Bidang Alokasi Uraian


Studi Ilmu Waktu Tugas
(jam/minggu)
1 Fitra Pend.Teknik Mesin
Suharianto/15050524091 Mesin
2 Muhammad Pend.Teknik Mesin
Ibrahim/14050524032 Mesin
3 Hannas Kholbika Teknik Mesin
Fitroh/14050754083 Mesin
4 Muhamad Yasid Teknik Mesin
Ashab/14050754074 Mesin
Pembagian wilayah tugas pelaksana peneliti atau susunan organisasi tim
kegiatan lebih pada hal-hal teknis dan selebihnya pelaksana peneliti bekerja
sebagai tim yang tidak terbatas ranah tugasnya. Berikut pembagian tugas tim
pelaksana peneliti:
- Koordinator kelompok dan lapangan,hubungan dengan dosen pembimbing dan
informan adalah Fitra Suharianto
- Manajemen keuangan adalah Muhammad Ibrahim
- Akomodasi dan notulen Hannas Kholbika
- Arsip dan dokumentasi Muhamad Yasid
Peranan dosen pembimbing (Bapak Firman) yaitu melakukan koreksi usulan
PKM, memantau pelaksanaan penelitian, memberi bantuan finansial dan melayani
konsultasi
19

Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Kegiatan


20

Lampiran 5. Surat Pernyataan Mitra


21
22

Lampiran 6. Desain Crusher yang akan disampaikan kepada pihak Mitra


Desain Crusher.
1) Model ke-1 2) Model ke-2
23

Lampiran 7. Denah Detail Lokasi Mitra Kerja

Gambar 3. Lokasi mitra Desa Keboan Anom

Gambar 4. Lokasi mitra Desa Keboan Anom,


Kecamatan Gedangan, Kab. Sidoarjo, Jatim

Gambar 5. Area detail Lokasi mitra di Desa Keboan Anom,


Kecamatan Gedangan, Kab. Sidoarjo, Jatim
24