Anda di halaman 1dari 1

Diagnostik Air Liur Untuk Penyakit Mulut

Umum

Air liur merupakan cairan hipotonik yang berisi 99,5% air dan 0,5% ion dan
molekul organik. Seluruh air liur mudah didapat dengan agen stimulasi (dengan
meneteskan asam sitrat di lidah atau mengunyah parafin) atau tanpa stimulasi.
Air liur yang tidak distimulasi sering digunakan dalam diagnose penyakit mulut.
Sementara, air liur yang terstimulasi mengandung biomarker yang konsentrasinya
sudah diencerkan sehingga sulit intuk dideteksi.

Cairan oral lainnya yang biasanya digunakan untuk diagnosa klinis yaitu
CGF, yang merupakan cairan yang keluar dari celah gingiva yang mengandung:
sel-sel (monosit, limfosit, pathogen yaitu bakteri); elektrolit mirip plasma (kalium
dan kalsium); dan komponen organic mirip plasma (albumin, globulin, laktat, urea,
beberapa enzim).

Banyak molekul yang berasal dari air liur atau CGF yang digunakan
sebagai biomarker untuk penyakit mulut termasuk kanker mulut, dan yang
disebabkan oleh jamur (spesies Candida), virus (HPV , virus epstein - barr [EBV] ,
cytomegalovirus [CMV]) dan bakteri (beberapa spesies yang terlibat dalam
penyakit periodontal dan karies). Dalam banyak kasus , penyakit mulut yang
terinduksi patogen telah dilaporkan sebagai infeksi oportunistik atau sekunder
dan diarahkan untuk manifestasi awal dari Acquired Immunodeficiency Syndrome
( AIDS ) di seseorang yang terinfeksi HIV.