Anda di halaman 1dari 5

1.

Apakah tim management dari perusahaan Asea Brown


Boveri dapat membuat prinsip management dan
struktur organisasi yang cakap secara efektif.
Dapatkah Barnevik menyelesaikan 3 dilemma yang dia
buat untuk organisasi?

Struktur Organisasi ABB


Seperti yang telah diketahui, Perusahaan Asea Brown Boveri
struktur organisasi adalah organisasi matrix, dimana setiap unit
fungsional memiliki tanggung jawab ganda. Barnevik menggunakan
prinsip organisasi desentralisasi dan akuntabilitas sebagai dasar dari
strateginya. Hal itu bertujuan untuk menspesialisasikan komponen
dari produksi, menggerakan skala ekonomis kearah yang lebih
efisien, untuk merotasi managers dan technologist ke seluruh dunia
untuk membagikan keahlian dan menyelesaikan masalah. Matrix itu
merupakan kerangka dimana perusahaan merngorganisasikan
kegiatannya. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk
mengoptimalkan bisnis global perusahaan dan memaksimumkan
performance perusahaan disetiap Negara dimana perusahaan
tersebut beroperasi. ABB diorganisasikan kedalam 1300 operating
companies yang terpisah. Setiap operating companies memiliki
presiden dan management board-nya masing-masing. Selanjutnya
masing-masing manager perusahaan akan berfokus pada usahanya
terhadap operasi bisnis di setiap Negara yang mereka kelola dan
akan bertanggung jawab pada:

1. customer based regional strategies


2. regional result and profitability
3. day-to-day management of individual profit center
4. human resource development within the regional units
5. relationship with local government, communities, labor
unions, and the media.

Perusahaan ABB mengelompokkan unitnya menjadi 2


pengelompokan yaitu dikelompokkan berdasarkan produk dan
dikelompokan berdasarkan geografi.

Pengelompokan unit berdasarkan produk


Perusahaan ABB memiliki dua alasan mengapa perusahaan
mengelompokan unitnya berdasarkan produk, yaitu :

1. spesialisasi produk dapat menciptakan:

a. ekonomis dalam produksi


Dengan berfokus dalam spesialisasi produk, perusahaan
dapat menciptakan suatu perangkat yang dikhususkan
untuk membuat satu kategori produk tersebut. Hal itu
memungkinkan produk yang dihasilkan memiliki kualitas
yang baik dan menjadi lebih efisien.
b. ekonomis dalam R&D
Peneliti dan Insinyur dapat menghabiskan seluruh
waktunya dalam meningkatkan produk yang sudah ada
atau membuat produk baru yang sesuai dengan target
pasar. Sehingga produk yang dihasilkan fitur yang lebih
unggul dibandingkan produk lain.

c. Ekonomis dalam distribusi dan pemasaran


Dengan mengelompokan unit berdasarkan produk,
perusahaan dapat menentukan saluran pemasaran dan
pendistribusian yang berfokus pada pemenuhan
kebutuhan dari setiap segmentasi customer. Hal ini
memudahkan perusahaan karena perusahaan memilih
lokasi yang dekat dengan pasar.

Dengan pemenuhan ekomonomis diatas, maka


perusahaan akan mampu meningkatkan economic of
scale semaksimal mungkin sesuai dengan apa yang
menjadi objective perusahaan.

2. dapat meningkatkan return on management


Dengan perusahaan melakukan pengelompokan unitnya
berdasarkan produk, maka seorang manajer akan mampu
memiliki pengetahuan akan suatu produk secara lebih
mendalam, manajer juga dapat menaruh seluruh
perhatiannya untuk memahami ancaman dan kesempatan
dalam bersaing dengan lebih pasti. Selain itu manajer
dapat menentukan produk apa yang dapat memenuhi
pasar, dan menciptakan value dimata customer yang
dituju. Sehingga manajer akan dapat memaksimalkan
keunggulan produk tersebut serta perusahaan akhirnya
dapat menyalurkan seluruh energy yang dimiliki untuk
memahami konsumen dan pesaingnya dan dapat
menerapkan strateginya dengan lebih efisien dan efektif.
Sehingga perusahaan dapat menerapkan sophisticated
organization structure yang telah dibentuk oleh
perusahaan ABB tersebut secara efektif.

Pengelompokan unit berdasarkan geograf


Perusahaan ABB ingin beroperasi secara global dengan
pembagian unit berdasarkan operasi lokal di berbagai bagian
Negara. Local manager yang memiliki tanggung jawab dalam
operasi local memiliki posisi yang lebih dekat ke konsumen sehingga
local manager yang melaksanakan strategi yang sudah dirancang
oleh atasan.
Untuk membuat perusahaan beroperasi secara global dan
memiliki unit-unit yang beroperasi secara local, Perusahaan ABB
mengelompokannya dengan geography. Tugas dari setiap bisnis unit
mengarah kepada bisnis regional dengan memasarkan dan menjual
produk perusahaan pada wilayah yang telah dibagi berdasarkan
geography. Peng-khususan ini membutuhkan pengertian dan respon
terhadap bahasa local.
Dalam menjalankan operasional perusahaannya, ABB Inc.
memiliki policy bible sebagai acuan seluruh unit bisnisnya dalam
menjalankan operasinya. Buku tersebut mendeskripsikan hubungan
organisasi yang baru, komitmen desentralisasi dan akuntabilitas
yang tegas, serta pendekatan perusahaan untuk berubah.
Perusahaan ABB menugaskan setiap manajernya untuk mengartikan
pesan dari buku panduan tersebut kedalam bahasa local dan
membuat forum serupa dimasing-masing wilayah agar peraturan
tersebut dapat dipahami oleh seluruh karyawan ABB diseluruh unit
kerja disetiap Negara.
ABB mempekerjakan banyak Sumber Daya Manusia yang
diorganisasikan didalam unit unit yang kecil dengan tanggung jawab
dan wewenang yang berarti. Unit-unit tersebut disebar kedalam 65
bisnis area. Setiap bisnis area tersebut tersebar diseluruh dunia dan
manajer bertanggung jawab untuk membuat strategi produk dan
teknologi yang mendunia. Manajer regional bertanggung jawab
untuk mengeksekusi strategi produk dan teknologi tersebut
berdasarkan kebutuhan yang unik dasar pasar local.
Bisnis area yang dikelola oleh manager memiliki dua focus,
yaitu focus utama dan focus kedua. Dimana:

1. Fokus utama

Fokus utama dilakukan dengan melakukan pengaturan top


down strategi. Pengaturan ini menempatkan local manager
pada posisi operasional yang berfungsi menjalankan strategi.

2. Fokus kedua

Fokus kedua ini merupakanactual operation. Dimana actual


operation tersebut harus dilakukan berdasarkan strategi yang
telah ditetapkan oleh perusahaan.

Hal ini menunjukan bahwa, perusahaan ABB tetap menjalankan


operasionalnya berbasis local. Sedangkan operasi berbasis
globalnya, ditunjukan dengan teknologi yang mendunia. Dimana
operasi yang dijalankan oleh perusahaan ABB tersebar di 34 negara
dengan 132 perusahaan. ABB memiliki tanggung jawab global untuk
menjalankan kekuatan transmisi yang berfokus pada strategi jangka
panjang untuk bisnis yang dijalankan, seperti:

1. Product planning ;
2. New Technology ;
3. Acquisition ;
4. Divestment.

Hierarchy accountability Perusahaan Asea Brown Boveri


Diketahui bahwa manajer harus mengelompokan aktivitas
bisnisnya berdasarkan fungsi, customer, geography. Untuk memilih
pengelompokan aktivitas tersebut manajer mengalami kesulitan
karena didalam suatu organisasi dalam level yang berbeda bisa
digunakan aktivitas bisnis yang berbeda. Sehingga dari tingkatan-
tingkatan tersebut dapat tercipta stand alone business.
Stand alone business adalah dimana didalam setiap organisasi
fungsi pengjualan dan pemasaran kemudian dibagi seperti
sebelumnya kedalam unit terpisah yang berfokus pada wilayah
geografi tertentu atau berbeda.Stand alone ini ditunjukkan oleh
perusahaan ABB dengan menekankan semua manager untuk dapat
mendefinisikan secara tepat akan tanggung jawabnya, akuntabilitas
yang jelas, dan tingkat kebebasan yang tinggi dalam pekerjaannya.
Dengan demikian masing-masing unit dari perusahaan ini
dapat beroperasi secara mandiri.

Accountability, Span of Control and Proft centre


accountability
Span of control mengindikasikan berapa banyak laporan
fungsi dan subordinates kepada setiap manager didalam suatu
organisasi. Span of control menggambarkan sumber daya, kesatuan
orang dan unit kerja, yang langsung berada dibawah control
manager. Span of control Perusahaan ABB termasuk Wide karena
banyak laporan yang harus diterima manager disebabkan oleh
bentuknya yang desentralisasi dimana membutuhkan banyak
karyawan, di gambarkan dengan adanya pertanggung jawaban yang
harus dilakukan oleh manager bagian produk tertentu kepada
manager wilayah dan akan disalurkan nantinya kepada vice
president. Hal ini akan bergulir disetiap unit produk yang dibuat
oleh perusahaan ABB.
Span accountability menggambarkan rentang pengukuran
perfoma yang digunakan untuk mengevaluasi management
achievement. Span of accountability yang dijalankan oleh
perusahaan ABB termasuk narrow span of accountabilitykarena
masing-masing manager dalam bisnis aera memiliki strategi yang
memang sudah diterapkan untuk mereka, sehingga mereka hanya
menjalankan dan berfokus pada strategi tersebut. Hal ini terlihat
ketika mereka menetapkan target demand yang harus dicapai
perusahaan di wilayah tertentu. Selain itu digambarkan juga dengan
diterapkannya individual accountability pada organizing principle.
Profit centre manager memiliki rentang yang lebih luas dari
akuntabilitas dari manajer pusat biaya.ABB merupakan perusahaan
yang besar dan termasuk profit centre karena operasionalnya dibagi
kedalam 1200 perusahaan dengan rata-rata 200 karyawan.
Perusahaan ABB dibagi kedalam 4500 profit centers dengan rata-
rata 50 karyawan.
SPAN OF ATTENTION
Perusahaan ABB memiliki unit yang beroperasi di berbagai
Negara sehingga sulit bagi perusahaan ABB untuk benar-benar
mengontrol segala tindakan dari masing-masing unit tersebut.
Setiap unit dihadapkan dengan permintaan pasar yang berbeda-
beda dan berfluktuasi sehingga menyebabkan tindakan masing-
masing unit tersebut berbeda-beda juga, hal ini dapat mempersulit
perusahaan ABB dalam hal melakukan control. Jadi perusahaan ABB
melakukan span of attention decentralization. Hal tersebut akhirnya
digunakan untuk menyesuaikan tindakan dari masing-masing unit
tersebut terhadap perubahan yang terjadi di pasar.