Anda di halaman 1dari 2

BAB V

PENUTUP
.
5.1 Kesimpulan
Alat pengering tenaga surya teknologi dual yang dirancang merupakan
konsep terbaru dari alat pengering sebelumnya yang hanya menggunakan single
technology berupa kolektor termal atau modul fotovoltaik saja sebagai sumber
energi suplai untuk proses pengeringan zat padat.
Berdasarkan perhitungan, nilai konsumsi energi spesifik terendah yang
diperoleh dari proses pengeringan kerupuk adalah pada saat menggunaan single
technology yaitu fotovoltaik sebagai sumber energi suplai, yaitu dengan nilai
2.842,105 kJ/kg sedangkan nilai tertinggi diperoleh dari proses pengeringan
dengan sumber energi suplai berupa kolektor termal yaitu dengan nilai 6.380,297
kJ/kg. Kemudian efisiensi pengeringan terbaik dicapai dengan penggunaan single
technology fotovoltaik yaitu dengan nilai 77,65%. Sedangkan dari segi waktu,
dual technology juga lebih unggul dengan waktu pengeringan tersingkat yaitu
selama 5 jam.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa,
prinsip pengeringan dengan dual technology lebih efektif dibandingkan single
technology. Hal ini dapat dilihat dari besarnya laju pengeringan, tingginya
temperatur yang dapat dicapai, efisiensi pengeringan yang tergolong tinggi dan
waktu pengeringan yang jauh lebih singkat.

5.2 Saran
Untuk meningkatkan kinerja alat dan memperbaiki kelemahan yang ada,
perlu dilakukan peninjauan kembali terhadap rugi panas yang dihasilkan dengan
menggunakan kolektor termal. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan,
diketahui bahwa rugi panas terbesar dihasilkan pada penggunaan kolektor termal
sebagai sumber energi suplai. Untuk itu perlu dipertimbangkan posisi penempatan
kolektor termal misalnya ditempatkan pada bagian atap agar energi yang diserap
kolektor dapat lebih tinggi.

42
DAFTAR PUSTAKA

Anton, Irawan. 2011. Modul Pengeringan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.


Banten
Barron, Eric. 2003. Management Energy. NASA. United State.
Brooker, D.B., F.W. Bakker-Arkema and C.W. Hall. 1974. Drying Cereal Grains.
The AVI Pub. Co. Inc. Westport. Connecticut.
Buckle, K.A., R.A. Edwards, E.H. Fleets and M. Wooton. 1987. Ilmu Pangan.
Penerjemah Purnomo, H dan Adiono. Universitas Indonesia. Jakarta.
Duffi, A. John. 2013. Solar Engineering of Thermal Processes. Fourth Edition.
United State.
Erlinawati, 2013. Modul Energi Konvensional dan Non Konvensional. Polsri.
Palembang.
ESDM. 2015. Rencana Strategis Kementerian ESDM. Jakarta
Geonkoplis, C.j. 1987. Transport Process and Unit Operation. Second Edition.
Alynan Bacon. Tokyo.
Handerson, S.M. dan R.L. Perry. 1976. Agricultural Process Engineering. The
AVI Publishing Company Incorporation, Westport, Connecticut, USA.
Imre, Laszlo. 2006. Solar Drying in Industrial Drying. Taylor & Francais Group
LLC. Perancis.
Hasan, Abu dkk. 2014. Modul Satuan Operasi. Polsri. Palembang
Hill, Mc Grawa. 1989. Perrys Chemical Engineering Handbook 6th Edition.
Holman, J.P. 1988. Heat Trasfer. Mc GrawHill Kogusha. LTD, Tokyo
Hougen. 1988. Chemical Process Principal. New York
Mc Cabe, Warren, dkk. 1993. Unit Operation of Chemical Engineering. Fifth
Edition. Singapore.
Suryanto, Ari dkk. 2012. Modifikasi plat penyerap kalor matahari. Universitas
Diponegoro. Semarang
Syahfitri, Indah. 2014. Rancang bangun alat pengering fotovoltaik. Polsri.
Palembang
Treyball. 1981. Mass Transfer 3rd Edition. McGrwa Hill. Singapore.
Zeman, Miro. 2011. Solar Cells. Delft University of Technology. Netherlands.

43