Anda di halaman 1dari 1

Hama dari jenis serangga dan penyakit merupakan kendala yang dihadapi

oleh setiap para petani yang selalu mengganggu perkembangan tanaman budidaya
dan hasil produksi pertanian. Hama dan penyakit tersebut merusak bagian suatu
tanaman, sehingga tanaman akan layu dan bahkan mati Dalam kegiatan
pengendalian hama, pengenalan terhadap jenis-jenis hama (nama umum, siklus
hidup, dan karakteristik), inang yang diserang, gejala serangan, mekanisme
penyerangan termasuk tipe alat makan serta gejala kerusakan tanaman menjadi
sangat penting agar tidak melakukan kesalahan dalam mengambil
langkah/tindakan pengendalian. Serangan hama pada suatu tanaman akan
menimbulkan gejala yang khas, hal ini terkait dengan alat mulut serta perilaku
yang dimiliki oleh masing-masing serangga yang juga memiliki ciri khas
tersendiri.
Akibat dari serangan hama akan terjadi susut kuantitatif, susut kualitatif
dan susut daya tumbuh. Susut kuantitatif adalah turunnya bobot atau volume
bahan karena sebagian atau seluruhnya dimakan oleh hama. Susut kualitatif
adalah turunnya mutu secara langsung akibat dari adanya serangan hama,
misalnya bahan yang tercampur oleh bangkai, kotoran serangga atau bulu tikus
dan peningkatan jumlah butir gabah yang rusak. Susut daya tumbuh adalah susut
yang terjadi karena bagian lembaga yang sangat kaya nutrisi dimakan oleh hama
yang menyebabkan biji tidak mampu berkecambah. Secara ekonomi, kerugian
akibat serangan hama adalah turunnya harga jual komoditas bahan pangan (biji-
bijian). Kerugian akibat serangan hama dari segi ekologi atau lingkungan adalah
adanya ledakan populasi serangga yang tidak terkontrol.
Pada umumnya keberhasilan petani dalam berusaha tani sayuran, antara
lain ditentukan oleh keberhasilan dalam melakukan usaha perlindungan tanaman.
Berdasarkan pengalaman sebelumnya dalam menyelamatkan infestasinya, petani
rela mengeluarkan biaya besar untuk melakukan usaha perlindungan tanaman.
Berdasar pada pengalamannya juga, petani mampu menduga timbulnya gejala
serangan patogen, yang dikaitkan dengan factor lingkungan terutama cuaca. Oleh
karena itu penggunaan pestisida khususnya insektisida sebagai upaya petani
menyelamatkan pertanamannya dari gangguan hama di daerah sentra produksi
sayuran sangat tinggi.