Anda di halaman 1dari 14

PERATURAN DESA

NOMOR 5 TAHUN 2017


TENTANG
KEAMANAN DAN KETERTIBAN UMUM

DESA PEMONGKONG
KECAMATAN JEROWARU KABUPATEN LOMBOK TIMUR
TAHUN 2017

Email: desa.pemongkong@gmail.com, website: www.desapemongkong.com


DESA PEMONGKONG
KECAMATAN JEROWARU
KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Jln. Bako tinggi, desa pemongkong, pos 83676, mobile 085205678919

PERATURAN DESA PEMONGKONG


KECAMATAN JEROWARU KABUPATEN LOMBOK TIMUR
NOMOR: 5 TAHUN 2017

Tentang

KEAMANAN DAN KETERTIBAN UMUM


DESA PEMONGKONG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA


KEPALA DESA PEMONGKONG
Menimbang : a. Bahwa kebutuhan akan rasa aman dan damai adalah
suatu keharusan bagi Hidup dan kehidupan demi
terciptanya kerukunan hidup bermasyarakat, Berbangsa
dan bernegara
b. Bahwa keamanan dalam wilayah Desa merupakan syarat
utama untuk mendukung terwujudnya masyarakat
madani yang adil, makmur, dan beradab berdsarkan
Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945
c. Bahwa sebuah Desa dan wilayahnya di pandang perlu
untuk menciptakan keamanan ketertiban demi hidup
yang serasi, selaras dan seimbang guna menunjang
terlaksananya pembangunan yang berkelanjutan
berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945
d. Bahwa untuk melaksanakan ketentuan pada huruf a, b,
dan c, perlu ditetapkan dalam sebuah peraturan Desa.
Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang
pembentukan Daerah-daerah Tingkat II dalam wilayah
Daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa
Tenggara Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1958 Nomor 122, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 1655;)
2. Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 Tentang
Kepolisian Negara Republik Indonesia
3. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang
Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat
dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4438;)
4. Undang-undang Nomor 12 Tahun 2009 Tentang
Pembentukan Peraturan Perundang-undangan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011
Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5234;)
5. Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014
Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5495;)
6. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang
Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587;)
Sebagaimana Telah di Ubah Dengan Peraturan
Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun
2014 Tentang Perubahan atas Undang undang Nomor
23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah; (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 246,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5589;)
7. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 Tentang
Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 6
Tahun 2014 Tentang Desa (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2014 Nomor 123, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5539)
8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 tahun 2007
tentang Pedoman Penataan Lembaga Kemasyarakatan
9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 tahun 2007
tentang kader Pemberdayaan Masayarakat.
10. Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Timur Nomor 2
Tahun 2008 Tentang Urusan Pemerintah Yang Menjadi
Kewenangan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur
(Lembaran Daerah Kabupaten Lombok Timur tahun
2008 Nomor 2, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten
Lombok Timur Nomor 1;)
11. Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Timur Nomor 4
Tahun 2008 Tentang Organisasi dan Tata Kerja
Perangkat Daerah Kabupaten Lombok Timur (Lembaran
Daerah Kabupaten Lombok Timur Tahun 2008 Nomor
4, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Lombok
Timur nomor 2;) Sebagaimana diubah Dengan
Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Timur Nomor 15
Tahun 2009 Tentang Perubahan Atas Perubahan
Daerah Kabupaten Lombok Timur Nomor 4 Tahun 2008
Tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah
Kabupaten Lombok Timur (Lembaran Daerah
Kabupaten Lombok Timur Tahun 2009 Nomor 15,
Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Lombok Timur
Nomor 10;).
12. Peraturan Bupati Kabupaten Lombok Timur nomor 27
tahun 2016 tentang kewenangan Desa Berdasarkan hak
asal-usul dan kewenangan local bersekala Desa
DENGAN PERSETUJUAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD)
DESA PEMONGKONG

MEMUTUSKAN
Menetapkan : PERATURAN DESA PEMONGKONG TENTANG KEAMANAN DAN
KETERTIBAN UMUM DESA PEMONGKONG

BAB I
KETENTUAN UMUM
Bagian ke Satu
Umum

Pasal 1
Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan:
1. Desa adalah Desa Pemongkong
2. Masyarakat adalah seluruh masyarakat Republik Indonesia
3. Masyarakat Desa Pemongkong adalah seluruh penduduk yang berdomisili
di dalam wilayah Desa Pemongkong Kecamatan Jerowaru Kabupaten
Lombok Timur
4. Kepala Desa adalah Kepala Desa Pemongkong
5. BPD adalah Badan Permusyawaratan Desa di Desa Pemongkong
6. Ketertiban Sosial adalah keadaan keteraturan sosial sesuai dengan norma-
norma, nilai-nilai agama, adat dan budaya yang berlaku, dimana
pemerintah dan rakyat dapat melakuan kegiatan secara tertib,
teratur,nyaman dan tentram
7. Asusila adalah perbuatan yang dapat menyinggung rasa kesusilaan dan
melanggar norma-norma yang berlaku serta tidak dapat diterima secara
umum baik hukum agama maupun hukum adat dan hukum Negara
8. Orang adalah individu atau pribadi baik berjenis kelamin laki-laki atau
perempuan
9. Warga adalah masyarakat yang bermukim di wilayah hukum Desa
Pemongkong Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur
10. Badan atau organisasi adalah setiap perkumpulan yang berbadan hukum
maupun yang tidak berbadan hukum
11. RW atau Rukun Warga adalah Rukun Warga di wilayah hukum Desa
Pemongkong
12. RT atau Rukun Tetangga adalah Rukun Tetangga di Wilayah hukum Desa
Pemongkong
13. Jalur hijau adalah, Taman atau Tempat-tempat Umum lainnya.
14. BKD adalah Badan Keaman Desa Pemongkong Kecamatan Jerowaru
Kabupaten Lombok Timur

Bagian Ke Dua
Maksud dan Tujuan

Pasal 2
1. Maksud dari Peraturan Desa ini adalah untuk mengatur segala hal yang
berkaitan dengan Ketertiban dan Keamanan Desa
2. Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum dimkasudkan untuk
mewujudkan kehidupan serta penghidupan Masyarakat menjadi aman,
nyaman, tentram, tertib dan teratur
3. Tujuan dari Peraturan Desa ini adalah agar terciptanya keamanan,
kenyamanan, dan Ketertiban dalam Kehidupan bermasyarakat khususnya
di Desa Pemongkong Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur
sehingga Masyarakat bisa dengan tenang menjalankan aktivitas kehidupan
sehari-hari
4. Mencegah dan menanggulangi adanya gangguan terhadap Ketentraman
dan Ketertiban

Bagian Ke Tiga
Ruang Lingkup

Pasal 3
Ruang Lingkup dari Perturan Desa ini adalah:
1. Mengatur segala hal yang berkaitan dengan Ketertiban dan Keamanan
Masyarakat Desa Pemongkong Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok
Timur
2. Mengatur tentang Ketertiban Sosial, Umum dan Susila Masyarakat dan
kewenangan perangkat Desa dalam menjalankan Peraturan Desa ini
3. Memberikan rasa aman dan damai bagi Masyarakat dalam menjalankan
aktivitas sehari-hari
B A B II
KETERTIBAN UMUM

Pasal 4
1. Setiap orang atau Warga yang akan mengadakan keramaian dan atau
pertunjukan didalam Wilayah Desa Pemongkong yang melibatkan orang
banyak harus mendapatkan izin dari Muspika Kecamatan Jerowaru
melalui Pemerintah Desa Pemongkong
2. Setiap orang atau Masyarakat yang akan mengadakan keramaian
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus mengajukan permohonan izin
paling lambat 5 (lima) hari sebelum hari H.

Pasal 5
Dalam kegiatan keramaian atau perayaan didalamnya dilarang mengadakan
kegiatan yang mengarah pada perjudian, minuman keras, lebih-lebih
Narkoba dan sejenisnya

Pasal 6
1. Setiap orang atau Warga dilarang menggunakan petasan atau sejenisnya
yang dapat menimbulkan kebisingan atau kegaduhan
2. Setiap orang atau Warga dilarang membunyikan alat-alat tertentu yang
dapat menimbulkan kebisingan dan kegaduhan bagi masyarakat umum.
3. Larangan sebagaimana dimaksudkan pada pasal 6 ayat (1 dan 2 )
termasuk pada acara perayaan tertentu atau hari-hari besar Nasional
maupun hari-hari besar Keagamaan
4. Pelanggaran pada ketentuan pasal 6 ayat 1 dan 2, akan dikenakan sanksi
sesuai Perundang-undangan yang berlaku setelah melalui proses mediasi
ditingkat Desa Pemongkong

Pasal 7
1. Setiap warga diwajibkan untuk menjaga Ketentraman dan Ketertiban
Ligkungannya;
2. Penjagaan Ketentraman dan Ketertiban Lingkungan Dusun/Wilayah
RT/RW dipimpin oleh Kepala Dusun dan atau RT setempat;
3. Di lingkungan Wilayah Dusun / RT / RW dapat dibentuk Unit Ketentraman
dan Ketertiban yang disebut SISKAMLING
4. Pembentukan unit ketentraman dan ketertiban sebagaimana dimaksud
pasal 7 ayat (3) di tetapkan dengan keputusan Kepala Desa ;
5. Disamping pembentukan unit ketentraman di masing-masing
Dusun/wilayah RT, Pemerintah Desa membentuk sebuah Badan yang
diberi nama Badan Keamanan Desa (BKD) dan dibentuk berdasarkan
Keputusan Kepala Desa Pemongkong Kecamatan Jerowaru Kabupaten
Lombok Timur
6. Pengurus dan anggota Badan Keamanan Desa (BKD) Desa Pemongkong
akan diatur dalam keputusan Kepala Desa Pemongkong Kecamatan
Jerowaru Kabupaten Lombok Timur
7. Pengurus dan anggota Badan Keamanan Desa diberikan honor setiap bulan
sesuai Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APEBDes)
8. Struktur Jabatan, Tugas dan Kewajiban Badan Keamanan Desa (BKD)
diatur dalam Keputusan Kepala Desa pemongkong.

Pasal 8
1. Setiap warga atau orang dilarang membuat keributan atau kegaduhan yang
bisa menimbulkan keresahan bagi warga masyarakat
2. Jika ada orang atau warga yang membuat keributan atau bermasalah
sebagaimana yang dimaksudkan pada pasal 8 ayat (1) setelah dilakukan
mediasi yang dalam hal ini ditangani oleh BKD selanjutnya diserahkan
kepada pihak yang berwajib apabila upaya mediasi dimaksudkan tidak
menghasilkan perdamaian antar pihak dan atau yang bersangkutan

Pasal 9
1. Setiap orang atau warga yang baru akan bertempat tinggal di Desa
Pemongkong wajib melapor kepada ketua RT setempat dan diteruskan ke
Pemerintah Desa Pemongkong melalui Kepala Dusun setempat
2. Setiap warga yang akan pindah sebgaimana yang dimaksud pada pasal 9
ayat (1) wajib menunjukkan surat keterangan pindah dan atau keterangan
lainnya dari Desa asal
3. Setiap orang yang bermukim di Desa Pemongkong lebih dari satu kali dua
puluh empat jam (1 x 24 jam) wajib melapor kepada ketua RT/Kepala
Dusun yang selanjutnya dilaporkan kepada pihak pemerintah Desa
Pemongkong
4. Pelanggaran pada ketentuan pasal 9 ayat (1,2 dan 3) akan dikenakan
sanksi berdasarkan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku
setelah melalui penanganan prosesnya oleh BKD Desa pemongkong

BAB III
TERTIB SOSIAL

Pasal 10
1. Setiap orang yang mengidap penyakit tertentu dan dapat mengganggu
pandangan umum dan atau meresahkan masyarakat, dilarang berada di
jalan, jalur hijau, taman, dan tempat-tempat umum lainnya
2. Para pengidap penyakit tersebut dalam pasal 10 ayat (1) menjadi tanggung
jawab orang tua atau keluarganya, kecuali para pengidap penyakit yang
keluarganya dalam keadaan miskin atau terlantar, maka tanggungjawab
penanganannya diambil alih oleh Pemerintah Desa
3. Setiap pengidap penyakit tersebut dalam pasal 10 ayat (1) yang bukan
warga Desa Pemongkong akan diatur dalam keputusan Kepala Desa baik
secara tertulis maupun tidak tertulis

Pasal 11
1. Setiap orang yang perbuatan dan tingkah lakunya dapat menimbulkan
keresahan masyarakat, dilarang berada dijalur hijau, taman dan atau
tempat-tempat umum lainnya didalam wilayah Desa Pemongkong
2. Setiap orang yang kedapatan atau terbukti melakukan perbuatan
sebagaimana yang dimaksud pada pasal 11 ayat (1) akan ikenakan sanksi
berupa peringatan, dan jika tetap mengulangi perbuatan yang sama akan
diserahkan kepada pihak yang berwajib setelah melalui upaya tindakan
pengamanan oleh BKD Desa Pemongkong

Pasal 12
Setiap orang atau Badan yang akan meminta sumbangan kepada warga untuk
kepentingan umum harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Desa

Pasal 13
1. Setiap orang atau warga dilarang menyebarkan issue atau gossip yang bisa
menyebabkan keresahan ditengah Masyarakat
2. Isu atau gosip seperti dalam ketentuan pasal 13 ayat (1) adalah sesuatu
berita atau kabar yang tidak jelas dan tidak mempunyai dasar yang bisa
dipertanggung jawabkan

Pasal 14
1. Usaha dagang atau sejenisnya yang berbahaya dan atau berpotensi
mengganggu ketertiban warga Masyarakat tidak diperbolehkan beroperasi
di dalam Wilayah hukum Desa Pemongkong.
2. Kegiatan Usaha dagang seperti dimaksud pada pasal 14 ayat (1) yang
bersifat urgen harus mendapat persetujuan dari Pemerintah Desa
Pemongkong

Pasal 15
1. Setiap orang atau badan yang berada atau berdomisili di Desa Pemongkong
dilarang:
a. Menyediakan atau menggunakan bangunan atau tempat untuk
melakukan perbuatan judi dan asusila atau sejenisnya.
b. Melakukan perbuatan pemikatan untuk perbuatan asusila
c. Melakukan perbuatan yang dapat meresahkan Masyarakat
2. Setiap atau badan yang melanggar ketentuan pada pasal 15 ayat (1) akan
diserahkan pada pihak yang berwajib setelah melalui upaya tindakan
pengamanan oleh BKD Desa Pemongkong

B A B. IV
TERTIB SUSILA

Pasal 16
1. Setiap orang dilarang bertingkah laku Asusila dijalan, jalur hijau, Taman,
dan atau tempat-tempat Umum lainya
2. Setiap orang dilarang berpakaian yang tidak sesuai dan/atau bertentangan
dengan norma-norma Agama dan Budaya ditempat-tempat Umum
Pasal 17
1. Setiap orang berlainan jenis kelamin dilarang tinggal dan/ atau hidup satu
atap layaknya suami istri tanpa diikat oleh perkawinan yang syah
berdasarkan Hukum Agama dan Undang-undang yang berlaku
2. Setiap orang berhak melaporkan kepada pihak yang berwajib atas orang-
orang yang tinggal dan atau hidup satu atap layaknya suami istri tanpa
diikat oleh perkawinan yang syah berdasarkan Hukum Agama dan
perundang-undangan yang berlaku
3. Setiap orang atau warga yang melanggar ketentuan pada pasal 17 ayat (1)
akan dikenakan sanksi sesuai peraturan dan Perundang-undangan yang
berlaku setelah melalui upaya tindakan preventif yang dilakukan oleh BKD
Desa Pemongkong

Pasal 18
1. Setiap orang berlainan jenis kelamin dan/ atau yang bukan suami istri
yang syah dilarang berdua-dua an ditempat gelap
2. Pelanggaran pada ketentuan pasal 18 ayat (1) akan dikenakan sanksi
berupa peringatan atau teguran langsung kepada yang bersangkutan, dan
apabila tidak mengindahkan peringatan atau teguran dimaksudkan serta
mengulangi perbuatanya maka, oleh BKD Desa Pemongkong dapat
melakukan upaya berupa tindakan pengamanan untuk kemudian diproses
sesuai ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku
3. Pelanggaran pada ketentuan pasal 18 ayat (1) apabila menimbulakan
akibat kerugian baik moril maupun materil disalah satu pihak akan
diselesaikan secara kekeluargaan dan akan dimediasi oleh Pemerintah
Desa Pemongkong setelah BKD Desa Pemongkong melakukan upaya
tindakan pengamanan

Pasal 19
Setiap orang atau badan dilarang membentuk dan/atau mengadakan
perkumpulan yang mengarah kepada perbuatan asusila, kekerasan dan
secara normative tidak bisa diterima oleh budaya Masyarakat.
B A B. V
KEWENANGAN

Pasal 20
1. Pengawasan dan/atau dengan sebutan lain adalah Koordinasi terhadap
pelaksanaan Peraturan Desa ini dilakukan oleh perangkat Desa dalam hal
ini yang menangani Urusan Ketentraman dan Ketertiban, selanjutnya
disebut Koordinator.
2. Koordinator sebagaimana dimaksud pada pasal 20 ayat (1) diangkat
berdasarkan Keputusan Kepala Desa

Pasal 21
1. Koordinator sebagaimana dimaksudkan pada pasal 20 ayat ( 1 dan 2 )
berwenang untuk mengawasi, memonitoring dan memberikan arahan
kepada BKD Desa Pemongkong dalam melaksanakan tugasnya sebagai
Badan Keamanan Desa sesuai dengan yang telah diatur dan ditetapkan
dalam Peraturan Desa ini.
2. Koordinator sebagaimana disebutkan pada pasal 21 ayat (1) dalam
menjalankan tugasnya harus melalui petunjuk atau mengetahui Kepala
Desa pemongkong

B A B. VI
KEWAJIBAN

Pasal 22
1. Peraturan Desa ini wajib dipatuhi oleh semua pihak tanpa terkecuali
2. Bagi setiap orang yang melanggar Peraturan Desa ini akan dikenakan
sanksi sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku
3. Setiap orang atau warga berkewajiban untuk menjaga ketertiban dan
keamanan secara bersama-sama

B A B. VII
KETENTUAN TAMBAHAN

Pasal 23
1. Pelanggaran adalah segala bentuk kegiatan yang melanggar ketentuan
sebagaimana termaktub pada Bab II, III, dan IV dalam peraturan Desa ini
2. Segala tindakan atau perbuatan yang mengarah pada pelanggaran
ketentuan yang diatur dalam peraturan Desa ini dapat diberikan sanksi
sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku.
3. Pengaturan tentang sanksi sebagaimana dimaksudkan pada pasal 23 ayat
(2) adalah sebagaimana menurut perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 24
Peraturan Desa ini dapat dilakukan perubahan dikemudian hari jika
terdapat kekeliruan di dalamnya.

B A B. VIII
PENUTUP

Pasal 25
Hal-hal yang belum diatur mengenai tehnis pelaksanaan Peraturan Desa ini
akan diatur lebih lanjut dengan Keputusan Kepala Desa

Pasal 26
Peraturan Desa ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,agar setiap orang
dapat mengetahui, memerintahkan pengundangan peraturan Desa ini dalam
Lembaran Desa.

Ditetapkan di : PEMONGKONG
Pada Tanggal : 29 Maret 2017

KEPALA DESA PEMONGKONG

LALU MASKAN MAWALLI,S.Sos

Di Undangkan di : Pemongkong
Pada Tanggal : 1 April 2017
SEKRETARIS DESA PEMONGKONG
PLH

MUHALLI

Lembaran Berita Desa Pemongkong Nomor 5 Tahun 2017


LAMPIRAN : KEPUTUSAN KEPALA DESA PEMONGKONG
NOMOR : 141/7/ TRANTIB/III/2017
TANGGAL : 18 Maret 2017
TENTANG :PEMBENTUKAN DAN PENGANGKATAN PENGURUS BADAN
KEAMANAN DESA (BKD)

TUGAS DAN KEWAJIBAN


BADAN KEAMANAN DESA (BKD)
1. Membantu Kepala Desa menjaga dan melindungi seluruh lapisan warga
masyarakat Desa Pemongkong Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok
Timur dari segala bentuk ancaman atau gangguan keamanan, ketertiban,
serta kenyamanan hidup masyarakat;
2. Berlandaskan Perdes Nomor 4 Tahun 2017 tentang Keamanan dan
Ketertiban Umum Desa Pemongkong, serta berpedoman pada Peraturan
dan Perundang-undangan Negara Republik Indonesia, BKD berkewajiban
ikut serta membantu Aparatur keamanan dalam rangka memberi
Pengayoman, Perlindungan keamanan dan ketertiban kepada masyarakat
secara umum di dalam wilayah Desa Pemongkong;
3. Bersama-sama aparatur keamanan yang ada, seperti BHABINKAMTIBMAS,
BABINSA, dan PAMSWAKARSA yang ada di wilayah Desa Pemongkong
secara bersama-sama melaksanakan Patroli dalam rangka meninjau,
mengawasi, menjaga serta melayani warga masyarakat agar tidak terjadi
segala bentuk gangguan keamanan dan ketertiban terhadap seluruh warga
masyarakat Desa Pemongkong;
4. Berkewajiban melaksanakan tindakan-tindakan yang bersifat preventif jika
diperlukan terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan keamanan dan
ketertiban, dengan tetap memperhatikan seluruh yang diamanahkan oleh
Perdes Nomor 4 tahun 2017 serta Peraturan dan Perundang-undangan
Negara Republik Indonesia yang berlaku;
5. Dalam melaksanakan tugas dan kewajiban, BKD wajib tetap menjaga nama
baik Pemerintah Desa Pemongkong terhadap siapapun baik warga
masyarakat Desa Pemongkong maupun di luar wilayah Desa Pemongkong;
6. Melaksanakan tugas dan kewajiban lainnya yang berkaitan dengan
keamanan dan ketertiban umum Desa Pemongkong sesuai dengan yang
telah diundangkan dalam Perdes Nomor 4 tahun 2017 serta Peratruran
Perundang-undangan Negara Republik Indonesia dan Keputusan Kepala
Desa Pemongkong baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis.