Anda di halaman 1dari 3

POKJA 55 LPSE JATIM DIDUGA

TERLIBAT KOLUSI
Posted by prorakyat 12 November 2016
Dipakai Bersama

Hasil uji laboratorium tepung ikan, bungkil kedelai, bekatul yang telah direkomendasi oleh Unit
Pengujian Universitas Airlangga

Surabaya, Pro Rakyat

Kelompok kerja (Pokja) 55 LPSE Jawa Timur diduga kuat terlibat Kolusi dengan salah satu
peserta lelang pada paket pengadaan bahan baku formulasi pakan ikan fasilitas program pakan
mandiri untuk pembudidayaan pemula di 26 Kabupaten Jawa Timur satuan kerja Dinas
Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur. Indikasi Kolusi ini, dengan modus memenangkan
salah satu peserta lelang titipan. Sehingga, Pokja yang dikomandoi Anshory ini, dengan alasan
yang terkesan dibuat-buat mengalahkan peserta lelang yang melakukan penawaran terendah.
Akibat dari tindakan Anshory ini, menimbulkan kerugian keuangan negara.

Kecurangan ini disampaikan Ketua Tim Indentifikasi Tindak Pidana Korupsi Komunitas Rakyat
Anti Korupsi (KORAK) Aji Widyasmoro,ST kepada Pro Rakyat, Jumat (11/11/2016) saat
ditemui dikantornya Jl.Pandegiling No.246 Surabaya. Kepada kru media ini, Asmoro
menerangkan, semestinya sesuai jadwal yang tertera pada Portal LPSE Jatim, nilai penawaran
masing-masing peserta lelang sudah harus diumumkan pada tanggal 10 Nopember 2016. Namun,
hingga tanggal 11 Nopember 2016 tidak terdapat pengumuman nilai penawaran masing-masing
peserta lelang.

Inikan aneh..!? Nilai penawaran masing-masing peserta lelang aja belum diumumkan. Kok, bisa
langsung klarifikasi. Ada apa dengan Pokja 55..??, kata Ketua Tim Indentifikasi Tindak Pidana
Korupsi KORAK Aji Widyasmoro,ST.

Menurut Asmoro, indikasi adanya dugaan persekongkolan Ketua Pokja 55 Anshory dengan
CV.Agus Karya, peserta lelang dengan penawaran nomor urut 3 terlihat dari alasan yang terkesan
dibuat-buat untuk menggugurkan peserta yang bukan titipan. Pada Portal LPSE Jatim CV. Rizka
Anugrah yang merupakan peserta lelang dengan penawaran terendah dengan nomor urut 1
digugurkan dengan alasan hasil uji laboratorium tepung ikan, bungkil kedelai, bekatul tidak
direkomendasi oleh Unit Pengujian Universitas Airlangga.

Faktanya, kepada Pro Rakyat CV. Rizka Anugrah dapat menunjukkan hasil uji laboratorium
tepung ikan, bungkil kedelai, bekatul telah direkomendasi oleh Unit Pengujian Universitas
Airlangga. Dengan nomor: 089/ULPLKP/UA.FKH/10/2016 Unit Layanan Pemeriksaan
Laboratoris, Konsultasi dan Pelatihan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga
tertanggal 20 Oktober 2016. Bahkan surat hasil analisis sampel tersebut ditanda-tangani oleh
Manejer Teknis Laboratorium Pakan Ternak Tri Nuhajati, dth, M.S dan distempel. Surat tersebut
juga ditanda-tangani oleh Penyelia Dr.Widya Paramita L.drh.MP.

Sangat jelas terlihat, modus yang digunakan, Pokja 55 telah menerima titipan peserta lelang,
tandasnya.

Dari penelusuran dan penelitian Ormas KORAK, masih kata Asmoro, Pokja 55 yang diketuai
Anshory kerap menerima peserta lelang titipan. Kami akan pantau terus kinerja Pokja 55,
karena kerap menerima peserta lelang titipan. Kami akan surati Gubernur dan DPDR Jatim, agar
Anshory dipindahkan dari LPSE Jawa Timur, tegas Asmoro. Bisa jelek nama LPSE Jatim,
hanya karena seorang oknum, tambahnya.

Terpisah, Kepala UPT P2BJ Jatim Yuswanto, berjanji akan melakukan pengecekan terhadap
tudingan ini. Pak Yus panggilan akrab Kepala UPT P2BJ Jatim ini menyarankan untuk
melakukan sanggahan. Peserta bisa melakukan sanggahan. Bila sanggahan betul, bisa batal,
kata Kepala UPT P2BJ Jatim Yuswanto.

Hingga berita ini diturunkan, Ketua Pokja 55 Anshory belum dapat dikonfrimasi terkait tudingan
ini. Untuk diketahui CV.Agus Karya mengajukan penawaran sebesar Rp. 2.059.200.000,
sementara CV. Rizka Anugrah dengan nilai penawaran sebesar Rp.1.931.930.000. Akibat dari
perbuatan Anshory ini negara dirugikan senilai Rp127.270.000. (tim investigasi)

Ralat Berita : Sebelumnya ditulis Pokja 59 namun yang dimaksud adalah Pokja 55