Anda di halaman 1dari 13

UJIAN TENGAH SEMESTER

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Ujian Tengah Semester Pada Mata Kuliah Ventilasi Industri

Disusun Oleh :

Hayatul Nisya

11141010000079

PEMINATAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)

PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

2017
1. Mengapa perlu mengelola lingkungan udara ditempat kerja ditinjau dari aspek
keselamatan dan kesehatan kerja, bahaya yang dihadapinya serta aturan- aturan yang
mengatur tentang Nilai Ambang Batas Lingkungan Kerja (TLV dan TWA)

Jawab :

Karena, lingkungan kerja dapat dirasakan nyaman manakala ditunjang oleh


beberapa faktor, salah satu faktor yang memberikan andil adalah udara. Udara menjadi
salah satu hal penting yang harus dikelola di lingkungan tempat kerja dikarenakan dengan
udara yang bebas kontaminan akan menciptakan kenyamanan thermal yang diharapkan
oleh pekerja pada umumnya begitu juga sebaliknya, udara dapat menjadi salah satu
potensi bahaya yang dapat mengakibatkan dampak negative bagi kesehatan dan
keselamatan kerja apabila udara tersebut tidak bebas dari kontaminan atau sudah
tercemar.

Kontaminan tersebut berasal dari bahaya kimia seperti seperti bahan kimia yang
bersifat bersifat toksik dan beracun dan lainnya serta bahaya biologi seperti bakteri dan
virus yang berasal dari jenis pekerjaan dan lingkungan pekerjaan yang mengakibatkan
kontaminan tersebut muncul dan bertebaran dilingkungan kerja yang dapat masuk
melalui inhalasi atau terhirup, kontaminan tersebut memiliki kemampuan untuk
mengakibatkan gangguan apabila pajanan atau exposure yang diterima seseorang itu
berlebihan. Efek atau bahaya yang ditimbulkan dari berbagai bahan pencemar itu
bervariasi tergantung dengan dosis, lama paparan, usia, jenis kelamin, status gizi, dll.
Paparan yang terjadi terus- menerus dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek yang
jauh lebih besar terhadap pekerja. Untuk itu pengelolaan udara sangat penting dalam
melindungi pekerja dari dampak yang buruk baik bagi kesehatan dan keselamatan
kerjanya.

Selain itu ada juga bahaya fisik seperti iklim kerja yang erat kaitannya dengan
udara pada lingkungan kerja, dimana untuk mempertahankan suhu dan kelembaban
ditempat kerja sangat penting dan besar pengaruhnya terhadap efisiensi dan produktivitas
kerja. Sirkulasi udara yang bersih diruang tempat kerja membantu untuk memastikan
lingkungan kerja yang sehat dan mengurangi pajanan bahan berbahaya.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan pengelolaan udara ditempat kerja
dapat melindungi pekerja, menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, bebas dari
kontaminan berbahaya dan pekerja dapat menggunakan kemampuan yang optimal demi
meningkatkan produktivitas. Ada banyak Peraturan Undang- Undang yang mengatur
dalam pengaturan dan pengelolaan udara ditempat kerja diantaranya Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/Menkes/Sk/Xi/2002 Tentang Persyaratan
Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran Dan Industri.

Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER.13/MEN/X/2001


tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika dan Faktor Kimia di Tempat Kerja. Peraturan
tersebut mengatur tentang TWA/ NAB dan TLV pada tiap- tiap kontaminan,perlu
mengetahui mengenai nilai batas paparan agar dapat dikendalikan dan tidak
menimbulkan efek terhadap pekerja. TLV-TWA(Threshold Limit Value- Time Weighted
Average) merupakan konsentrasi waktu-tertimbang rata-rata untuk hari kerja 8-jam
normal atau 40-h minggu kerja yang hampir semua pekerja mungkin terpapar berulang
kali, hari demi hari, tanpa efek samping.

2. Pengertian, fungsi serta kegunaan dua bagian prinsip pengelolaan ventilasi industry yaitu
supply system dan exhaust system
Jawab :
a. Supply System
Mencatur atau memasukan udara segar ke dalam ruangan dengan bukaan
jendela,pintu atau bantuan kipas(Utomo, 2007). Biasanya dipergunakan untuk ruangan
yang membutuhkan udara segar atau ruangan yang memerlukan kenaikan tekanan udara
untuk mencegah infiltrasi udara panas atau kotor dari ruangan yang lain dengan cara
mengatur tekanan udara ruangan tersebut sedemikian rupa sehingga lebih besar dari
tekanan udara ruangan lain yang mengandung udara panas atau kotor (Utomo, 2007).
Tujuan dari supply system adalah menciptakan lingkungan yang nyaman dan
mengganti udara yang dikeluarkan dari ruangan pabrik/industri.

b. Exhaust System
Mengeluarkan Udara panas atau adanya kontaminan dari ruangan dengan
menggunakan kipas (Utomo, 2007). Biasanya digunakan untuk ruangan yang mempunyai
sumber yang menimbulkan dan mengakibatkan udara kotor (contamination) (Utomo,
2007). Tujuan dari exhaust system adalah menghilangkan dengan memindahkan
kontaminan dengan efektif sehingga menciptakan keamanan bagi pekerja

3. Fungsi, jenis dan cara kerja bagian bagian yang membangun system supply
Jawab :
air inlet section : merupakan bagian yang berfungsi sebagai bukaan/jalan masuk
udara ke dari luar ke dalam lingkungan kerja. menyaring kotoran dan debu yang
Dan terbawa di dalam udara sebelum masuk ke kompresor. Adapun bagian dari
air inlet section yaitu :
Air Inlet Housing, merupakan tempat udara
masuk dimana di dalamnya terdapat peralatan pembersih udara.
Inertia Separator, berfungsi untuk
membersihkan debu-debu atau partikel yang terbawa bersama udara masuk.

Pre-Filter, merupakan penyaringan udara


awal yang dipasang pada inlet house.

Main Filter, merupakan penyaring utama


yang terdapat pada bagian dalam inlet house, udara yang telah melewati
penyaring ini masuk ke dalam kompresor aksial.

Inlet Bellmouth, berfungsi untuk membagi


udara agar merata pada saat memasuki ruang kompresor.

Inlet Guide Vane, merupakan blade yang


berfungsi sebagai pengatur jumlah udara yang masuk agar sesuai dengan
yang diperlukan

filters : berfungsi Menyaring udara yang masuk ke dalam ruangan . Jenis filter
diantaranya
Gravity Settling Chamber: berfungsi dimana udara yang berisikan
kontaminan akan tersaring dan mengikuti gaya grafitasi akan terjatuh
kebawah untuk ditampung, sehingga udara yang di alirkan menjadi bersih
Cyclone:berfungsi dimana penyisihan particular memanfaatkan gaya
sentrifugal sehingga udara tersebut dipaksa untuk berputar seperti siklon
sehingga menghasilkan udara bersih
Electrostatic precipitator: berfungsi dimana pengumpulan debu secara
elektrostatis
Heating and/or Cooling equipment: berfungsi untuk memberikan lingkungan yang
aman bagi penghuninya dngan mengatur suhu, kelembapan, kecepatan aliran
udara dan kebersihan udara. Jenisnya ada system pending, pada system ini mesin
chiller akan menghasilkan air dingin yang didistribusikan oleh pompa ke AHU
dan udaaranya mejadi lebih rendah dan disalurkan keruangan. Sistem pemanas,
pada system ini bekerja dengan furnance/boiler, dimana bahan bakar yang dibakar
menggunakan miyak, bensin atau lainnya akan menghasilkan udara panas dan di
alirkan oleh heating coil.
Fan: merupakan alat penggerak udara yang menyediakan energi untuk menarik
udara kedalam supply system dengan meninduksikan tekanan negative atau
hisapan didalam saluran udara. Jenisnya :
Centrifugal, dengan mengalirkan udara dan meghasilkan tekanan yang
tinggi
Axial, aliran udara secara aksial kedalam dan keluar
Special design, udara ditarik secara radial melalui saluran dan kemudian
diteruskan secara aksial melalui baling- baling
Duct : Menyalurkan udara yang sudah disaring ke dalam ruangan,dengan prinsip
kerja mengalirkan udara dari sumber yang nantiya udara yang telah terbebas dari
kontaminan akan dialirkan melalui grilles menuju ruangan. Jenisnya
diklasifikasikan dalam beberapa tipe, diantaranya dalam
bentuk :rectangular, round, oval dan fleksibel.
Material metal:carbon, aluminium, copper
Material nin metal;polyvinyl steel, polyvinyl chloride,dll
Register/grilles: Berfungsi mengarahkan penyebaran udara baik secara vertical
maupun horizontal. Jenisnya:
Supply grilles, bertfungsi untuk mensuplai udara dan membawa udara
masuk kedalam ruangan
Transfer grilles, yang biasanya dipasang pada dinding berfungsi untuk
mengalirkan udara dari ruangan yang tertutup ke ruangan terbuka
Return grilles, berfungsi menarik udara kembali keluar dan biasanya
menggunakan pengatur volume dan aliran udara.

4. Pengertian serta perbedaan masing- masing jenis system exhaust system General
Exhaust dan Local Exhaust
Jawab:
General Exhaust

Pengenceran terhadap udara yang terkontaminasi di dalam bangunan atau


ruangan, dengan meniup udara bersih (tidak tercemar), dengan tujuan untuk
mengendalikan bahaya di tempat kerja. Tidak cocok untuk mengendalikan paparan
substansi toksik dikarenakan sistem menyebarkan kontaminan diseluruh tempat kerja
sebelum mengeluarkannya. Biasanya digunakan untuk mengendalikan temperatur dan
kelembapan, menghilangkan bau, dan terkadang menghilangkan bekas atau sedikit
substansi toksik dan mikroorganisme yang berada pada bahan pembersih lantai, furniture,
dan manusia.

Local Exhaust
Gambar:
Proses pengisapan dan pengeluaran terkontaminasi secara serentak dari sumber
pencemaran sebelum udara terkontaminasi berada pada ketinggian zona pernapasan
dan menyebar ke seluruh ruang kerja. Umumnya ventilasi jenis ini ditempatkan
sangat dekat dengan sumber emisi. Tujuan dari sistem ini adalah mengeluarkan
udara kontaminan bahan kimia dari sumber tanpa memberikan kesempatan
kontaminan mengalami difusi dengan udara di tempat kerja.

5. Pengertian, fungsi, jenis- jenis serta cara kerja masing- masing ventilasi
a. Ventilasi Umum
Jawab:
Merupakan salah satu ventilasi yang menyuplai udara bersih ke tempat
kerja. Selain itu, ventilasi ini juga untuk mengurangi konsenterasi kontaminan di
udara tempat kerja. Cara kerja General ventilation dengan mengencerkan udara
yang terkontaminasi dengan mengalirkan udara bersih ke dalam tempat kerja dan
mengeluarkan kembali lewat saluran buang, sehingga kontaminan akan
dihilangkan atau dikurangi dengan udara segar dari luar ruangan. General
ventilation terbagi menjadi dua, yaitu
o Ventilasi Alami
Ventilasi alami terjadi karena adanya perbedaan tekanan di luar
suatu bangunan gedung yang disebabkan oleh angin dan karena
adanya perbedaan temperatur, sehingga terdapat gas-gas panas yang
naik di dalam saluran ventilasi.
o Ventilasi Mekanik

udara dari luar masuk dan disaring oleh filter untuk memastikan
udara yang disuplai bersih. Fan akan mengatur kecepatan aliran udara
yang masuk ke dalam ruangan. Setelah udara disaring, udara bersih akan
disalurkan ke dalam ruangan melalui duct. Udara di dalam duct akan
didorong keluar agar masuk ke dalam ruangan dengan diffuser.

b. Ventilasi tertutup
Jawab:
Kontaminan yang beracun yang dipancarkan dari suatu sumber dengan
kecepatan yang tinggi harus dikendalikan dengan isolasi sempurna, atau menutup
proses (kususnya pada pekerjaan blasting). Merupakan sistem yang tidak terbuka
ke atmosfer. Ventilasi ini terdiri dari pipa sambungan dan alat pemicu-alur yang
membawa gas atau vapor dari setiap bagian peralatan ke alat pengontrol. Cara
Kerjanya adalah udara masuk melalui opening ke front air intake lalu diteruskan
ke plenum (yang terletak dibawah work space). Dari plenum dibawa oleh blower
ke HEPA filter. 30%udara yang melewati filter dihisap dan 70%sisanya di recycle
dan dibawa kembali ke work surface. udara yang masuk ke work surafce
berfungsi sebagai tirai pelindung agarpekerja tidak terpapar udara yang
terkontaminasi di work surface.
Jenis dari ventilasi tertutup adalah:
o Biological Safety Cabinet Class I

Merupakan dilengkapi dengan turbulensi atau perputaran udara yang


sama seperti tudung asap kimia, tetapi memiliki filter HEPA untuk
memberikan perlindungan lingkungan Clas I ini memberikan perlindungan
personil dan perlindungan lingkungan, tetapi tidak ada perlindungan produk

o Biological Safety Cabinet Class II


Dilengkapi dengan grille yang yang memberikan perlindungan
personil, udara yang telah disaring telah melewati saringan HEPA sehingga
bebas kontaminan, memberikan perlindungan lingkungan, dan dapat
diresirkulasi kembali ke laboratorium (Kelas II Tipe A) atau menyalurkan
keluar dari gedung (Kelas II Tipe B)
o Biolgical Safety Cabinet Class III

Clas III ini paling cocok untuk pekerjaan untuk bahaya biolgi tinggi
(biohazardous). Alat ini benar-benar tertutup, lemari HEPA filter-berventilasi
dilengkapi dengan port sarung tangan dan kemampuan dekontaminasi untuk
masuk dan keluar dari bahan. Hal ini menjamin keselamatan personil dan
perlindungan lingkungan dari aerosol dan bahan berbahaya lainnya

c. Ventilasi Local
Jawab:
Proses pengisapan dan pengeluaran udara terkontaminasi secara
serentak dari sumber pencemaran sebelum udara terkontaminasi berada pada
ketinggian zona pernapasan dan menyebar ke seluruh ruang kerja, Umumnya
ventilasi jenis ini ditempatkan sangat dekat dengan sumber emisi. Tujuan
dari sistem ini adalah mengeluarkan udara kontaminan bahan kimia dari
sumber tanpa memberikan kesempatan kontaminan mengalami difusi dengan
udara di tempat kerja.
Cara kerja LEV ini awalnya kontaminan ditangkap langsung dari sumber
emisi oleh hood. Kontaminan yang telah tertangkap akan dialirkan ke saluran duct
untuk selanjutnya dibawa ke air cleaning device lalu disaring dan kontaminannya
dibuang ke tempat penampungan (bag). Udara yang telah bersih didorong oleh
fan ke luar ruangan melalui stack/cerobong.

d. Ventilasi Kenyamanan
Jawab:
Mengkondisikan udara pada ruangan untuk memberikan kenyamanan
kerja bagi orang yang melakukan kegiatan tertentu. Pertukaran udara didalam
industri merupakan bagian dari Air Conditiong/AC, sering digunakan bersama
sama degan alat pemanas atau alat pendingin dan alat pengatur kelembaban udara.
Dengan tujuan memberikan sebuah lingkungan yang nyaman untuk penghuninya
dengan mengkondisikan variabel dalam udara ruangan.
HVAC memiliki 4 komponen, yaitu yang pertama Air Handling Unit
terdiri dari heating coil, cooling coil, fan, dan filter. Yang kedua Duct yang akan
menghubungkan AHU dengan ruangan yang akan dikondisikan udaranya. Yang
ketiga yaitu Furnace yang bekerja dengan mengalirkan udara panas. Dan yang
terakhir Air Conditioning Unit yang rdiri dari cooling tower/refrigerant,
condenser, dan compressor.
Cara kerja dari HVAC ialah udara yang tersirkulasi diserap panasnya
melalui heat exchanger oleh liquid chiller di AHU.Sedangkan panas dari liquid
chiller diserap oleh refrigerant melalui heat exchanger yang lainnya.Udara yang
sudah didinginkan dan difilter dari kontaminan masuk ke dalam tiap ruangan
melalui saluran-saluran duct. Setelah udara masuk tiap ruangan maka selain akan
mendinginkan ruangan juga akan membawa kontaminan yang dihasilkan
dalamruangan keluar dari ruangan. Karena udara tersebut masih dingin maka
sebagian dari udara tersebut dikembalikan ke sistem HVAC untuk kemudian
disirkulasikan kembali

6. Jenis zat pencemar yang sering ditemukan di industry

NO ZAT PENCEMAR SUMBER/ INDUSTRI DAMPAK BAGI INDIVIDU/


MASYARAKAT
1 Nitrogen Oksida Berbagai jenis Menggangu sistem pernapasan.
(N2O) pembakaran. Melemahkan sistem pernapasan
Nitrogen Monoksida Gas buang kendaran paru dan saluran nafas sehingga
(NO) bermotor. paru mudah terserang infeksi.
Nitrogen Dioksida Peledak, pabrik pupuk.
(NO2)

2 Timbal (Pb) POM bensin Timbal (Pb) dapat masuk ke dalam


Indusri Baterai
tubuh melalui pernapasan,
Indsutri Cat
makanan, dan minuman.
Menurut Darmono (1995), Pb dapat
mempengaruhi sistem saraf,
inteligensia, dan pertumbuhan. Pb
di dalam tubuh terikat pada gugus
SH dalam molekul protein dan hal
ini menyebabkan hambatan pada
aktivitas kerja sistem enzim. Efek
logam Pb pada kesehatan manusia
adalah menimbulkan kerusakan
otak, kejang-kejang, gangguan
tingkah laku, dan bahkan
kematian.
3 Karbon Dioksida Dari semua hasil Menimbulkan efek sistematik,
(CO2)Karbon pembakaran. karena meracuni tubuh dengan cara
Proses Industri
Monoksida pengikatan hemoglobin yang amat
(CO)Hidrokarbon vital bagi oksigenasi jaringan tubuh
akaibatnya apabila otak kekurangan
oksigen dapat menimbulkan
kematian.
4 Penggunaan bahan Industri Tekstil dan Kulit Sangat berbahaya dan sangat reaktif
pewarna Cr dan serta bersifat toksik
H2SO4

5 Zn dan Cr Industri Perakitan Zn dalam pemanasan tinggiakan


Kendaraan Bemotor menimbulkan endapan seperti
Untuk pelapisan baja dan
pasir.Zn diperlukan tubuh untuk
besi, industry baterai dan
proses metabolisme, tetapi dalam
pelapisan cat
kadartinggi dapat bersifat menjadi
racun, gangguan system kekebalan
tubuh dan menghambat
perkembangan tubuh.
6 Merkuri (Hg) Produk kecantikan Pengaruh buruk merkuri di dalam
tubuh adalah melalui
penghambatan kerja enzim dan
kemampuannya untuk berikatan
dengan grup yang mengandung
sulfur di dalam molekul enzim dan
dinding sel.
5. Kerusakan tubuh yang
disebabkan merkuri biasanya
bersifat permanen, dan sampai saat
ini belum dapat disembuhkan.
7 Tembaga (Cu) Industri Logam Beberapa gejala keracunan Cu
adalah sakit perut, mual, muntah,
diare, dan beberapa kasus yang
parah dapat menyebabkan gagal
ginjal dan kematian (Darmono,
1995).
8 Kadmium (Cd) Industri Baja Dapat mengakibatkan Kanker
Pewarna
paru, Osteomalacia,
Alat elektronik
Industri Baterai Osteoporosis, dan meningkatkan
tekanan darah

Daftar Pustaka

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 48 tahun 2016 tentang Standar Keselamatan dan Kesehatan
Kerja di Perkantoran

Health And Safety Executive. 2000. General Ventilation In The Workplace

Industrial Accident Prevention Association. 2006. Ventilation.

Arief, L. M., 2012. Lokal Exhaust Ventilation/Ventilasi Pengeluaran Setempat. Jakarta: FKM
Universitas Esa Unggul.

Industrial Accident Prevention Association, 2006. Ventilation, United States: Industrial Accident
Prevention Association.

Anonim, 2010.Menanggulangi Pencemaran Logam Berat. http://www.ychi.org-ychi.org. Diakses


tanggal 04Mei 2017.
Widowati, Wahyuet al. 2008. Efek Toksik Logam: Pencegahan dan Penanggulangan
Pencemaran. Penerbit Andi. Yogyakarta.