Anda di halaman 1dari 6

FIELD NOTE

Minggu 4 September 2016

Setelah sampai di Ciboleger, kita semua peserta Praktikum Profesi


Mahasiswa (PPM) menuju ke rumah jaro Saija untuk meminta izin, setelah
mendapatkan izin dibacakan aturan- aturan yang harus di taati selama
ada di Baduy. Kediaman jaro Saija terletak di dekat terminal Ciboleger
hanya berjarak sekitar 100 meter.

Setelah semua persiapan dirasa cukup kita semua memulai


perjalannan dari Ciboleger menuju ke kampung Gajebo pada jam 14:00
kita langsung disambut dengan jalan setapak yang naik turun begitu terjal
dan curam, kita makan gula merah untuk menambah tenaga.

Pada jam 16:00 kita sudah sampai di kampung Gajebo, lalu panitia segera
mengurusi untuk tempat singgah kita selama satu malam.

Ketika sampai kita istirahat sebentar dan segera mandi sambil


wudhu persiapan sholat asar. Saya, Tamam, Nabhani, Algin, Eko, Habibi,
Aldi mandi di sungai Gajebo. Tamam tidak bisa berenang terus minta
diajarin sama Nabhani dan akhirnya tetap saja tidak bisa berenang.

Ketika mandi turun hujan, kita semua lari ke tempat singgah dengan baju
dan celana yang masih basah.

Pada malam harinya setelah makan, kita ngobrol- ngobrol dengan


Musung, salah seorang masyarakat di kampung Gajebo. Saya
menanyakan apakah ada obat- obatan tradisional orang baduy ?,
Musung menjawab ada, saya bertanya lagi apakah ada orang baduy
yang pakai kacamata minus ? jawaban Musung sepertinya tidak ,
bagaimana cara mengobati mata minus, Musung menjawab sepertinya
susah kalau sudah kena minus

Pertanyaan- pertanyaan dari teman- teman yang lain muncul dan


tak terasa obrolan kita sampai larut malam.
Senin 5 September 2016

Pada jam 04:00 saya dibangunkan Kholiyi, lalu mandi dan sholat
subuh, selanjutnya kita ngobrol- ngobrol sampai sarapan siap lalu kita
makan, setelah makan kita foto- foto dikampung Gajebo, mumpung masih
boleh ambil foto, jadi kita foto- foto di jembatan kampung Gajebo.

Tak lama kemudian, kita persiapan untuk perjalanan yang cukup


jauh ke kampung Cibeo, pada jam 08:30 kita berangkat

Perjalanannya awalnya datar- datar saja tetapi selanjutnya ternyata


curamnya lebih parah dari pada jalan sebelumnya.

Perjalanan dari Gajebo menuju Cibeo diiringi oleh tanaman-


tanaman di lereng gunung, seperti tanaman bambu, tanaman albasiah
dan masih banyak pohon- pohon lain.

Yang paling membuat saya teringat ketika melewati jembatan perbatasan


antara baduy luar dan baduy dalam, kita disambut tanjakan yang
tingginya kurang lebih 600 M, kemiringannnya sekitar 75 o kata orang-
orang itu namanya tanjakan cinta tapi menurut saya itu tanjakan ngos
ngosan, soalnya bikin nafas hampir habis.

Setelah memasuki baduy dalam kita melihat banyak leuwit- leuwit,


leuwit adalah tempat penyimpanan padi orang- orang baduy, lebih
gampangnya lumbung padi orang baduy, leuwit ini dibuat diluar
perkampungan supaya ketika terjadi kebakaran di kampung persediaan
pangan aman.

Perjalanan menuju Cibeo begitu melelahkan banyak teman- taman


yang sakit bahkan pingsan saat di rute menuju Cibeo, kita saling
membantu teman- taman yang sakit.

Perjalanan kita terlalu lambat, karena banyak yang sakit dan


membutuhkan pertolongan kita baru sampai di Cibeo pada jam 14:30, tapi
Alhamdulillah semuanya sampai dalam keadaan selamat.

Kita singgah di ruamhnya ayah Anas, kita berkenalan dan ngobrol-


ngobrol, setelah istirahat dirasa cukup, kita menyebar ke masyarakat
Cibeo dan bertanya- tanya seputar tema yang di tugaskan di masing-
masing kelompok.

Selanjutnya kita mandi di sungai Cibeo dan persiapan makan pada


sore hari. Selanjutnya pada pukul 17:00 Ayah Mursid menyampaikan
materi, kita semua menyimak saya mengajukan pertanyaan akar bahasa
sunda baduy berasal dari bahasa sunda mana atau kerajaan apa? lalu
jampi- jampi yang ada atau doa orang baduy menggunakan bahasa
apa?, adakah unsur seni dalam bahasa sunda baduy seperti pepatah dan
nyanyian dan sebagainya?. Ayah Mursid menjawab bahasa baduy dari
dulunya seperti ini dan berdiri sendiri bukan dari kerajaan manapun,
jampi- jampi itu menggunakan bahasa sunda dan itu ada yang khusus
bisa melakukannya ada pepatah seperti, lojor teu meunang di potong,
pondok teu menang di sambung dan masih banyak lagi, ada juga
nyanyian- nyanyian adat sesuai alat musik dan ritual yang dilakukan.
Setelah itu silih berganti pertanyaan uncul dari kelompok- kelomopok lain,
sampai hari gelap dan kira- kira pukul 19:30 tapi mahasiswa belum puas
bertanya.

Selanjutnya kita sholat lalu makan, setelah makan kita ngobrol-


ngobrol dan evaluasi, selanjutnya kita istirahat.

Saat saya tidur saa terbangun beberapa kali karena suara


mendengkur teman- taman sahut menyahut sampai subuh tiba, kita pergi
ke sungai dan siap- siap sholat subuh.

Pada pagi hari kita ngobrol- ngobrol dengan pak maftuh, dari
obrolan- obrolan itu munculah banyak pertanyaan- pertanyaan baru.

Lalu setelah agak siang kira- kira jam 07:00 kita mandi, saya,
kholiyi, nabhani, eko, algin, aldi, asep, riva, yaumi mandi berlama- lama,
kita adu panco di sungai Cibeo, dan panco tersebut dimenangkan oleh
eko. Setelah puas mandi kita siap- siap ke Cikartawana, perjalanan dari
Cibeo ke Cikartawana sangat dekat hanya sekitar 15 menit.

Lalu kita sampai di Cikartawana dan melihat- lihat, kita wawancara


sangat sedikit di cikartawana karena hanya ada satu orang yang keluar
dari rumah dan yang lainnya sedang di ladang, selain itu juga masyarakat
Campaka sepertinya lebih tertutup jika dibandingkan dengan masyarakat
Cibeo. Kita kembali lagi ke Cibeo.

Selasa 6 September 2016

Pada jam 10:00 kita berangkat dari Cibeo ke kampung Campaka,


perjalanannya hampir sama jauhnya. Pada perjalanan kali ini kita lebih
banyak istirahat karena medan perjalanannya curam dan terjal, hampir
setiap 300 meter kita istirahat.

Untuk meringankan beban bawaan, kita memakan snack yang ada


di tas, itu cara yang paling efektif untuk meringankan beban perjalanan,
yaitu dengan menyimpan makanan di dalam perut.

Perjalanannya lebih jauh dan terasa lebih lama karena banyak


istirahat, kita istirahat di kampung kadu keter selama satu jam lebih.
Setelah melanjutkan perjalanan pada jam 14:00 kita sampai di Danau
Ageng, disana kita istirahat, kita istirahat di Danau selama satu jam lebih.
Dan melanjutkan perjalanan selama 30 menit dan akhirnya sampai ke
kampung Campaka pada pukul 16:00.

Setelah mandi kita makan dan perisapan sholat magrib, sebelum


solat magrib kita evaluasi lagi. Setelah evaluasi kita solat dan
membicarakan pengalaman dan materi sampai larut malam dan tidur.

Rabu 7 September 2016

Pagi hari cerah, setelah sholat, mandi lalu sarapan. Kampung


Campaka ini termasuk wilayah baduy luar, kita melakukan dokumentasi
dan selebihnya foto- foto dengan teman- teman, kita mendokumentasi
foto bersama dengan ayah mursid dan ayah indra.

Setelah packing kita berangkat menuju ke rumah singgah di


Ciboleger, perjalanan kali ini lebih dekat jadi kita memperlambat
perjalanan sambil menikmati pemandangan alam yang indah dan
mengambil foto. Melanjutkan perjalanan kita samapi ke rumah singgah
pada jam 10:00 dan istirahat.

Peserta PPM putra berbincang- bincang dengan Ayah Mursid dan


mendapatkan banyak informasi- informasi baru.

Kita jalan- jalan ke sekeliling Ciboleger, melihat- lihat dan


mengamati. Saya dan teman- teman kelompok satu sempat wawancara
dengan wakil kepala sekolah SDN Bojong Menteng 2 di Ciboleger. Tahun
ini ada 6 orang anak baduy luar yang bersekolah di SDN Bojong Menteng
2, pada awalnya mereka bersekolah secara sembunyi- sembunyi sampai
jaro mereka tahu dan jaro nya tidak melarang dan juga tidak menyuruh
untuk sekolah. Setelah hari sudah malam kita istirahat.

Kamis 8 September 2016

Kamis pagi kita terbangun dari tidur dan sholat subuh, lalu jalan-
jalan sambil olah raga, sampai hari agak siang ada mahasiswi SKI A yang
sakit dan dirawat di puskesmas, pada siang menjelang sore banyak yang
kesurupan, kita semua sibuk mengurusi orang yang kesurupan, padahal
agenda kesurupan tidak ada di dalam jadwal.

Sampai jam 20:00 dan setelah selesai makan barualah keadaan


kondusif, dan dilanjutkan dengan materi dari jaro Dainah, mantan jaro
pamarentah suku baduy. Dan setelah materi kita istirahat.

Jumat 9 September 2016

Jumat pagi kita bangun dan sholat juga sarapan, dan


mempersiapkan diri untuk materi dengan jaro saija yaitu jaro yang
sekarang menjabat. Dan selanjutnya pada siang jam 13:00 setelah sholat
jumat ada materi dari pak sarpin, pak sarpin adalah salah satu tokoh ada
masyarakat baduy luar, selanjutnya kita beres- beres dan pada malam
hari kita berbincang- bincang tentang pengalaman dan pengetahuan-
pengetahuan baru yang di dapat, dan selanjutnya istirahat.
Sabtu 10 September 2016

Sabtu pagi kita berjalan- jalan sambil olah raga, kita berbincang-
bincang antara satu dengan yang lainnya untuk melengkapi informasi
yang kurang dan untuk mengevaluasi kegiatan- kegiatan yang telah
dilalui, sambil merencanakan untuk pelaporan,

Sore hari kita berkemas dan pergi meninggalkan baduy, mudah-


mudahan ada kesempatan untuk kembali lagi ke baduy.