Anda di halaman 1dari 3

1. Mengapa Moh.

Hatta berpendapat bahwa demokrasi merupakan perubahan dari


kedaulatan raja menjadi kedaulatan rakyat?
Jawab:
Moh. Hatta mengemukakan bahea demokrasi adalah perubahan dari kedaulatan raja
menjadi kedaulatan rakyat karena pengertian demokrasi yaitu dari, untuk, dan oleh
rakyat. Rakyat mempunyai hak untuk memilih wakilnya di pemerintahan.

2. Jelaskan tentang paham pluralis?


Jawab:
Pluralisme tidak hanya dimaknai sebagai sikap atau perilaku menerima dan mengakui
kemajemukan masyarakat, akan tetapi juga mengerti bahwa pluralisme merupakan
anugerah Tuhan YME.

3. Berikan salah satu contoh perilaku atau sikap yang memeprlihatkan budaya demokrasi!
Jawab:
Contoh perilaku yang memperlihatkan budaya demokrasi ditandai dengan menjaga
keseimbangan antara hak dan kewajiban, membiasakan musyawarah, menjunjung tingi
persamaan, membudayakan sikap bijak dan adil, dan menjaga persatuan dan
kesatuan. Contoh perilakunya yaitu ketika ketua karang taruna mengumpulkan para
anggotanya untuk membahas rencana kegiatan Baksos di daerah mereka.

4. Apakah pelaksanaan demokrasi di era reformasi sudah lebih baik apabila dibandingkan
dengan masa sebelumnya? Jelaskan!
Jawab:
Ya pada masa reformasi pelaksanaan demokrasi sudah lebih baik, misalnya pemilu
sudah dipilih oleh rakyat. Lalu kebebebasan pers sudah dijamin dan rakyat bisa
mengutarakan pendapatnya secara bertanggungjawab.

5. Jelaksn sistem gabungan dalam Pemilu?


Jawab:
Sistem gabungan adalah sistem yang menggabungkan sistem proporsional dan distrik.
Sistem ini membagi wilayah negara menjadi beberapa daerah pemilihan. Sisa suara
pemilih tidak hilang, akan tetapu diperhitungkan dengan jumlah kursi yang belum
dibagi.
SOAL MAYARAKAT MADANI
1. Apakah yang pengertian dari Masyarakat Madani?
2. Kata Madani berasal dari bahasa Arab madinatun dan madariyun, apakah yang
dimaksud dengan madinatun dan madariyun?
3. Apakah pengertian masyarakat madani atau civil society menurut Zbigniew Rau
dengan latar belakang kajiannya pada kawasan Eropa Timur dan Uni Soviet?
4. Apakah pengertian masyarakat madani atau civil society menurut Han Sung-joo
latar belakang kasus Korea Selatan?
5. Apakah konsep dari Mayarakat Madani?
6. Apakah dua visi kemasyarakatan yang dapat ditarik dari surah Ali Imran: 103?
7. Masyarakat Madani mempunyai karakteristik apakah karakteristik tersebut?
8. Jelaskan peran posisi umat Islam dalam mewujudkan masyarakat madani di
Indonesia!
9. Apa kendala dalam mewujudkan masyarakat madani ?
10. Bagaimana peran masyarakat madani dalam mewujudkan kesejahteraan umat?
bisakah masyarakat madani terwujud?

JAWABAN MAYARAKAT MADANI


1. Masyarakat Madani (dalam bahasa Inggris: civil society) dapat diartikan sebagai suatu
masyarakat yang beradab dalam membangun, menjalani, dan mamaknai kehidupannya. Kata
madani sendiri berasal dari bahasa Inggris yang artinya civil atau civilized (beradab). Istilah
masyarakat madani adalah terjemahan dari civil atau civilized society, yang berarti masyarakat
yang berperadaban.
2. Kata Madani berasal dari bahasa Arab madinatun dan madariyun.
Madinatun yang berarti kota atau berhubungan dengan perkotaan yang menjujung tinggi
nilai, norma, dan hukum yang ditopanh oleh penguasaan iman, ilmu, dan teknologi yang
berperadaban.
Madariyun dapat juga diartikan peradaban atau hadharah.
3. Menurut Zbigniew Rau dengan latar belakang kajiannya pada kawasan Eropa Timur dan Uni
Soviet. Masyarakat Madani merupakan suatu masyarakat yang berkembang dari sejarah yang
mengandalkan ruang yang individu dan perkumpulan guna mencapai nilai yang mereka yakini.
4. pengertian masyarakat madani atau civil society menurut Han Sung-joo latar belakang kasus
Korea Selatan adalah sebuah kerangka hukum yang melindungi dan menjamin hak-hak individu
yang mampu mengendalikan diri dan independen yang secara bersama mengakui norma dan
budaya.
5. Konsep Masyarakat Madani ditelaah dari penafsiran Al quran:
Khairah ummah (umat yang terbaik) sebuah penamaan yang diperuntukan bagi umat
Islam. Kata Khairu Ummah tersebut terdapat dalam surat Ali Imran [3]: 110
Ummatan wasathan (masyarakat yang seimbang) umat yang bersikap, berpikiran, dan
berperilaku moderasi, adil, dan proporsional antara kepentingan material dan spiritual, ketuhanan
dan kemanusiaan, masa lalu dan masa depan, akal dan wahyu, individu dan kelompok, realisme
dan idealisme, dan orientasi duniawi dan ukhrawi. Ada dalam surat Al-Baqarah [2]: 143
Ummah muqtashidah (masyarakat moderat) masyarakat yang hemat dan tidak berlebih-
lebihan ada dalah surat Al-Maidah [5]: 66
6. Dua visi kemasyarakatan yang dapat ditarik dari surah Ali Imran: 103
Pertama, kesatuan umat yang menghindarkan diri dari perpecahan. Dalam konteks sejarah
Indonesia, visi ini diterjemahkan menjadi sila ketiga pancasila, yaitu persatuan Indonesia.
Kedua, adanya hukum yang disepekati sebagai pegangan.
7. Karakteristik Masyarakat Madani, sebagai berikut.
Diakuinya semangat pluralisme
Tingginya sikap toleransi
Tegaknya prinsip demokrasi
8. Peran posisi umat Islam dalam mewujudkan masyarakat madani di Indonesia
SDM umat Islam saat ini belum mampu menunjukkan kualitas yang unggul. Karena itu
dalam percaturan global, baik dalam bidang politik, ekonomi, militer, dan ilmu
pengetahuan dan teknologi, belum mampu menunjukkan perannya yang signifikan. Di
Indonesia, jumlah umat Islam lebih dari 85%, tetapi karena kualitas SDM nya masih
rendah, juga belum mampu memberikan peran yang proporsional. Hukum positif
yang berlaku di negeri ini bukan hukum Islam. Sistem sosial politik dan ekonomi juga
belum dijiwai oleh nilai-nilai Islam, bahkan tokoh-tokoh Islam belum mencerminkan
akhlak Islam.
9. Kendala dalam mewujudkan masyarakat madani di Indonesia:
Kualitas SDM yang belum memadai karena pendidikan yang belum merata
Masih rendahnya pendidikan politik masyarakat
Kondisi ekonomi nasional yang belum stabil pasca krisis moneter
Tingginya angkatan kerja yang belum terserap karena lapangan kerja yang terbatas
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak dalam jumlah yang besar
Kondisi sosial politik yang belum pulih pasca reformasi
10. Sebutan masyarakat madani merujuk pada Madinah, sebuah kota yang sebelumnya
bemama Yastrib di wilayah Arab. Di mana masyarakat Muslim di bawah kepemimpinan Nabi
Muhammad SAW masa itu pernah membangun peradaban tinggi.
Masyarakat madani adalah sebuah masyarakat demokratis dimana para anggotanya
menyadari akan hak-hak dan kewajibannya dalam menyuarakan pendapat dan mewujudkan
kepentingan-kepentingannya; dimana pemerintahannya memberikan peluang yang seluas-
luasnya bagi kreatifitas warga negara untuk mewujudkan program-program pembangunan di
wilayahnya.
Peran masyarakat madani dlm mewujudkan kesejahteraan umat dapat terwujud apabila
masyarakat tersebut memiliki kepedulian yg tinggi terhadap sesama, masyarakat madani dapat
terwujud ketika di dukung oleh pemerintah dan masyarakat itu sendiri.