Anda di halaman 1dari 6

PENGARUH MENGUNYAH BUAH STROBERI

(Fragaria chiloensis L.)


TERHADAP HAMBATAN PEMBENTUKAN PLAK GIGI

Dwi Mukti Kusumastuti,Dr. drg. Masniari Novita, M.Kes., Sp.OF


kusumastutidwimukti@gmail.com

PENDAHULUAN

Karies gigi dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat yang


utama secara global karena prevalensi karies yang tinggi dan memiliki
dampak sosial yang signifikan. World Health Organization (WHO)
melaporkan 60-90% anak sekolah dan hampir 100% orang dewasa di
seluruh dunia telah mengalami karies. Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar
(RISKESDAS) Kementerian Kesehatan RI tahun 2013 menyatakan bahwa
prevalensi nasional masalah gigi dan mulut adalah 25,9% (Mukti,2014).
Buah stroberi (Fragaria vesca L.), yang berasal dari benua Amerika,
pertama kali ditemukan di Chili dengan jenis Fragaria chiloensis L., namun
yang persebarannya sangat pesat hingga masuk ke Indonesia adalah jenis
Fragaria vesca L2. Buah stroberi mengandung bahan-bahan aktif seperti
salicilic acid,ellagic acid,katekin ,dan antosianin. Telah dilaporkan pada
penelitian terdahulu bahwa pemberian jus stroberi menunjukkan
peningkatan kemampuan dalam mengurangi pembentukan plak gigi yang
terutama disebabkan oleh Streptococcus mutans (Erycesar,2007).
PEMBAHASAN

1. Plak

Plak gigi adalah suatu lapisan tipis terdiri dari berbagai jasad renik
yang terbentuk pada permukaan gigi beberapa saat setelah gigi berkontak
dengan saliva (Rezki,Pawarti,2013) . Umumnya plak tidak berwarna atau
transparan. Plak bukanlah suatu penyakit gigi tapi bisa menjadi penyebab
terjadinya penyakit gigi seperti karies/ lubang gigi dan penyakit jaringan
periodontal serta penyakit gigi dan mulut lainnya (Rezki,Pawarti,2013).
Plak disebabkan oleh aktivitas dari mikroorganisme yang terkandung dalam
plak (Rezki,Pawarti,2013). Asam yang dihasilkan dari fermentasi gula oleh
kokus akan menyebabkan terjadinya demineralisasi lapisan email gigi
sehingga struktur gigi menjadi rapuh dan mudah berlubang
(Rezki,Pawarti,2013) .Jenis bakteri yang dominan pada plak gigi adalah
jenis streptokokus yang memfermentasi berbagai jenis karbohidrat menjadi
asam sehingga mengakibatkan penurunan pH (Rezki,Pawarti,2013). Faktor
substrat atau diet dapat mempengaruhi pembentukan plak karena membantu
perkembangbiakan dan kolonisasi mikroorganisme yang ada pada
permukaan email (Rezki,Pawarti,2013). Substrat adalah campuran makanan
halus dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari yang menempel pada gigi
(Rezki,Pawarti,2013).

2. Stroberi

Buah stroberi mengandung flavonoid yang merupakan sekelompok


besar antioksidan bernama polifenol yang terdiri atas antosianin, asam
ellagic, katekin, flavanon, flavon, dan flavanol. Polifenol yang terkandung
dalam stroberi adalah asam ellagic, katekin, dan antosianin. Katekin
merupakan bioflavonoid yang terdapat pada teh hijau, apel, pir, beberapa
jenis anggur, stroberi dan alpukat. Katekin berfungsi sebagai anti oksidan
dan antibakteri, antivirus, menguntungkan flora normal usus, menurunkan
kadar LDL, melindungi dari pertumbuhan sel yang tidak normal,
melindungi dari radikal bebas, dan mencegah terjadinya karies gigi
(Erycesar,2007).

3. Pengunyahan sebagai penghambat pembentukan plak

Mengunyah adalah suatu proses penghancuran makanan secara mekanik


yang terjadi di dalam rongga mulut. Proses mengunyah terjadi secara
alamiah yang melibatkan organ-organ didalam rongga mulut seperti, gigi-
geligi, rahang, lidah, palatum, dan otot-otot pengunyahan. Mengunyah dapat
merangsang kerja gigi geligi untuk menggerus dan menghancurkan
makanan sebelum masuk ke saluran pencernaan selanjutnya, sehingga
mempunyai keuntungan baik secara mekanis, kimiawi dan secarafisiologi
dalam membersihkan gigi dari sisa-sisa makanan (Mukti,2014 ).

Saliva yang dihasilkan oleh kelenjar saliva terdiri dari air, elektrolit,
mukus dan enzim. Besarnya kecepatan aliran saliva sangat dipengaruhi oleh
stimulus yang diterima oleh kelenjar saliva. Saliva merupakan salah satu
cairan yang dapat menyingkirkan partikel-partikel makanan sehingga
memperkecil angka karies. Hubungan mengunyah dengan aliran saliva
dipengaruhi oleh kerja otot terutama otot masseter yang berada didekat
kelejar saliva yaitu kelenjar parotis19. Besar dan kecil gerakan pada suatu
proses mengunyah sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ; kosistensi
makanan, kontak gigi-geligi, otot pengunyahan, persyarafan, rahang, usia
(Mukti,2014 ).

Mengunyah makanan dilakukan gigi geligi dengan bantuan otot-otot


pengunyahan. Susunan gigi-geligi yang lengkap merupakan salah satu
faktor yang sangat penting, dimana dengan pengunyahan makanan yang
baik oleh gigi-geligi sebelum penelanan membantu pemeliharaan kesehatan
rongga mulut dan aktivitas otot-otot sangat bertanggung jawab selama
proses pengunyahan untuk membantu gigi-geligi berkontak pada saat oklusi
yang normal (Mukti,2014 ).

4. Pengaruh mengunyah buah stroberi terhadap pembentukan plak gigi


Plak merupakan deposit lunak yang melekat erat pada permukaan gigi,
terdiri atas mikroorganisme yang berkembang biak dalam suatu matrik
interseluler jika seseorang melalaikan kebersihan gigi dan mulutnya.
Berdasarkan posisinya pada permukaan gigi, plak diklasifikasikan menjadi
plak supragingiva,dapat dijumpai setelah 1 jam pembersihan gigi dan plak
subgingiva, dapat dijumpai antara tiga sampai 12 minggu setelah awal
pembentukan plak supragingiva.

Mengunyah adalah suatu proses penghancuran makanan secara mekanik


yang terjadi di dalam rongga mulut. Mengunyah dapat merangsang kerja
gigi geligi untuk menggerus dan menghancurkan makanan sebelum masuk
ke saluran pencernaan selanjutnya, sehingga mempunyai keuntungan baik
secara mekanis, kimiawi dan secara fisiologi dalam membersihkan gigi dari
sisa-sisa makanan.

Mengunyah buah stroberi dapat menghambat pertumbuhan


mikroorganisme menyebab plak karena mengandung zat-zat aktif flavonoid
yang merupakan sekelompok besar antioksidan bernama polifenol. Polifenol
yang terkandung dalam stroberi adalah asam elagik, antosianin dan katekin.
Katekin dapat menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans yang
merupakan bakteri penyebab terjadinya plak melalui dua cara yaitu sebagai
bakterisidal dan menghambat proses glikosilasi. Kemampuan katekin
sebagai bakterisidal adalah mendenaturasi protein dalam sel bakteri
sehingga protein tidak mampu menjalankan fungsinya. Katekin juga
menghambat proses glikosilasi dengan bekerja secara kompetitif terhadap
glukosiltransferase (GTFs) dalam mereduksi sakarida yang merupakan
bahan dasar proses glikosilasi sehingga pembentukan polisakarida
ekstraselular pada bakteri terhambat. Buah stroberi juga mengandung pektin
(serat alami) yang bersifat self cleansing terhadap gigi.

Mengunyah buah stroberi mempunyai banyak keuntungan diantaranya,


pertama secara mekanis, pada saat mengunyah buah stroberi terjadi gesekan
antara permukaan gigi dengan serat yang terdapat dalam buah stroberi
sehingga dapat menghilangkan plak pada permukaan gigi. Kedua secara
kimiawi, kandungan zat aktif (katekin) berfungsi dalam menghambat
pertumbuhan bakteri dalam rongga mulut sehingga dapat menghambat
pembentukan plak gigi. Ketiga secara fisiologis, aktifitas gigi dalam
mengunyah makanan akan merangsang sekresi saliva sehingga dapat
membersihkan gigi dari sisa-sisa makanan secara alami . Saliva membantu
membilas gigi dari partikel-partikel makanan yang melekat pada gigi dan
melarutkan komponen gula dari sisa makanan yang terperangkap dalam
sela-sela pit dan fisur permukaan gigi.

Buah stroberi terbukti mempunyai banyak kelebihan dibandingkan


makanan berserat lainnya, terbukti memiliki aktivitas antioksidan dua kali
lipat lebih tinggi dibandingkan anggur merah, dua kali lipat dari apel dan
pisang, sepuluh kali lipat dari semangka. Kandungan vitamin C yang lebih
banyak dibandingkan buah jeruk mampu mengurangi resiko terjadinya
kanker. Kandungan asam malat dalam stroberi mampu memutihkan gigi,
penyegar dan menghilangkan bau mulut

KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa


mengunyah buah stroberi (Fragaria chiloensis L) dapat menghambat
pembentukan plak gigi . Pada saat mengunyah buah stroberi terjadi gesekan
antara permukaan gigi dengan serat yang terdapat dalam buah stroberi
sehingga dapat menghilangkan plak pada permukaan gigi. Kedua secara
kimiawi, kandungan zat aktif (katekin) berfungsi dalam menghambat
pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dalam rongga mulut sehingga
dapat menghambat pembentukan plak gigi. Ketiga secara fisiologis, aktifitas
gigi dalam mengunyah makanan akan merangsang sekresi saliva sehingga
dapat membersihkan gigi dari sisa-sisa makanan secara alami
DAFTAR PUSTAKA

1. Erycesar,G.2007. Perbandingan Efek Antibakteri Jus Stroberi


(Fragaria vesca l.) Pada Berbagai Konsentrasi terhadap
streptococcus mutan. Semarang : Universitas Diponegoro
2. Kusumaningsih,R.2011. Pengaruh Pasta Gigi dengan Kandungan
Buah Stroberi ( Fragaria Chiloensis l.) terhadap Pembentukan Plak
Gigi. Semarang : Universitas Diponegoro
3. Mukti,N. 2014. Pengaruh Mengunyah Buah Stroberi (Fragaria
Chiloensis l.)terhadap Hambatan Pembentukan Plak Gigi pada
Remaja Usia 12- 18 Tahun di Panti Asuhan Yayasan Nur Hidayah
Kota Surakarta (skripsi ). Solo : Universitas Muhammadiyah
Surakarta.
4. Rezky,Pawarti.2013. Pengaruh ph plak terhadap angka kebersihan
gigi dan Angka karies gigi anak di klinik pelayanan asuhan
poltekkes Pontianak tahun 2013.Pontianak