Anda di halaman 1dari 36

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pelaksanaan PLK

Program Pengalaman Lapangan Kependidikan (PPLK) bagi

mahasiswa Universitas Negeri Padang merupakan kegiatan akademik yang

dilakukan secara khusus bersama Dinas Pendidikan dan sekolah latihan.

Program ini dirancang untuk melatih mahasiswa menguasai kemampuan yang

terdapat pada APKG (Alat Penilaian Keterampilan Guru) sehingga dapat

menjadi calon guru yang professional. Program Pengalaman Lapangan

Kependidikan (PPLK) ini juga dilakukan agar mahasiswa dapat menerapkan

dan meningkatkan kompetensi pedagogi, professional, kepribadian, dan sosial

yang mencakup pengetahuan, keterampilan, sikap dan prilaku keguruan

dengan segala aspeknya (kependidikan) yang dialami secara nyata di sekolah.

Selain itu, Program Pengalaman Lapangan Kependidikan (PPLK)

bertujuan agar mahasiswa/calon guru yang nanti akan menjadi guru,

mengetahui kondisi lapangan yang sebenarnya. Diharapkan pelatihan para

calon guru di sekolah ini akan memperoleh bimbingan/pamongan yang

dilakukan oleh dosen pembimbing, pamongan dilakukan oleh guru pamong

serta pimpinan/wakil pimpinan pamong dari sekolah latihan sehingga seorang

calon guru dapat memiliki pengalaman untuk meniti karir ketika telah menjadi

guru yang sebenarnya.

1
2

Dalam pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan Kependidikan

(PPLK) kegiatannya berkaitan dengan proses belajar mengajar yang tersusun

dalam program tahunan, program semester rincian minggu efektif, silabus dan

rencana pembelajaan. Dengan adanya program pembelajaran ini, maka guru

dalam membimbing siswa belajar lebih terarah. Program pengajaran ini dibuat

sesuai dengan waktu, metode, alat/sarana, materi serta langkah-langkah

pengajaran yang sesuai. Sehingga tujuan pembelajaran yang tercakup dalam

GBPP dapat tercapai.

Agar dapat mengajar efektif, seorang guru harus meningkatkan

kesempatan belajar bagi siswa. Kesempatan belajar siswa dapat ditingkatkan

dengan cara melibatkan siswa secara efektif dalam belajar. Oleh karena itu,

dalam penyusunan rencana pembelajaran, metode, media serta pengolahan

kelas yang baik dalam proses belajar-mengajar yang dipelajari untuk mencapai

tujuan pembelajaran. Karena bila tujuan telah tercapai bagi calon guru sendiri

keberhasilan tersebut akan menimbulkan kepuasan rasa percaya diri serta

semangat mengajar yang tinggi.

Pengalaman Lapangan Kependidikan (PLK) merupakan salah satu

mata kuliah wajib yang harus diambil oleh setiap mahasiswa S1/Akta IV,

setelah menyelesaikan mata kuliah dasar keahlian baik tingkat Universitas

maupun tingkat Fakultas dan telah menyelesaikan 110 SKS. Pengalaman

Lapangan Kependidikan (PLK) ini dilaksanakan lebih kurang empat bulan

dengan bobot 6 SKS dan dilaksanakan di sekolah latihan.


3

B. Tujuan PLK

1. Tujuan Umum

Secara umum tujuan Pengalaman Lapangan Kependidikan (PLK)

ini adalah agar mahasiswa dapat menerapkan dan meningkatkan

kompetensi pedagogi, professional, kepribadian, dan sosial yang

mencakup pengetahuan, keterampilan, sikap dan prilaku keguruan dengan

segala aspeknya (kependidikan) yang dialami secara nyata di sekolah,

serta untuk menyelesaikan kuliah di Universitas Negeri Padang.

2. Tujuan Khusus

Secara khusus Program Pengalaman Lapangan Kependidikan

(PPLK) bertujuan untuk melatih mahasisa agar memiliki kemampuan

menggunakan ilmu yang dipelajarinya dibangku perkuliahan dan

mempraktekanya dalam situasi nyata, baik kegiatan mengajar mapun di

luar tugas mengajar (non-teaching).

C. Waktu dan Tempat PPLK

1. Waktu Pelaksanaan PPLK

Adapun waktu pelaksanaan PPLK (Program Pengalaman Lapangan

Kependidikan) dilaksanakan dalam 1 Semester, yang dimulai dari tanggal

26 Agustus 2013 sampai degan tanggal 14 Desember 2013.

No Kegiatan Tanggal Kegiatan Tempat


26 Agust s.d 14 Des Sekolah
1 Pelaksanaan PPLK
2013 Mitra
Serah Terima Mahasiswa di 26 Agust s.d 27 Agust Sekolah
2
Sekolah 2013 Mitra
3 Observasi Sekolah 26 Agust s.d 31 Agust Sekolah
4

2013 Mitra
Konsultasi dengan dosen

Pembimbing di Kampus dan Kampus


4 2 Sept s.d 7 Sept 2013
Penyerahan Dokumen UNP

Pamong ke UPPL
Masa pembimbingan I di Sekolah
5 9 Sept s.d 14 Sept 2013
Sekolah Mitra
Masa Latihan Mengajar Sekolah
6 9 Sept s.d 12 Okt 2013
Terbimbing (LMT) Mitra
Masa Latihan Mengajar Sekolah
7 14 Okt s.d 7 Des 2013
Mandiri (LMM) Mitra
Sekolah
8 Ujian PPLK 9 Des s.d 14 Des 2013
Mitra

2. Tempat Pelaksanaan PLK

Adapun tempat pelaksanaan PPLK (Program Pengalaman

Lapangan Kependidikan ) yang penulis ikuti adalah di SMK N 1

Batipuh, jalan raya Padang Panjang-Solok Km 6,5 Kec. Batipuh Kab.

Tanah Datar.

BAB II

PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH

A. Sejarah Ringkas Sekolah

SMK N 1 Batipuh didirikan pada tahun 1999 dibawah naungan

pemerintahan kabupaten tanah datar, SMK N 1 Batipuh pada awal berdirinya


5

hanya mempunyai jurusan Teknik Bangunan, Teknik Listrik (Elektro) dan

awal berdirinya SMK N 1 Batipuh baru mempunyai tenaga pengajar sebanyak

6 orang dan sampai saat sekarang sudah memiliki tenaga pengajar sebanyak

80 orang dan Tata Usaha,SMK N 1 Batipuh sudah 3 kali berganti

kepemimpinan sampai sekarang sedangkan untuk jurusan TKR (Teknik

Kendaraan Ringan) baru mulai dibuka pada tahun 2004, dan seiring dengan

semakin berkembangnya SMK N 1 Batipuh juga telah membuka jurusan TSM

( Teknik Sepeda Motor) pada tahun 2013

B. Profil SMK N 1 Batipuh

a. Nomor Statistik sekolah (NSS) : 321080702500


b. Nomor Pokok Standar Nasional : 10302406
c. ID.UN : 08/14/004
d. Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Batipuh
e. Alamat Sekolah : Jalan Raya Padang Panjang-Solok
KM. 6,5 Batipuh, Kec. Batipuh
Kab. Tanah Datar
f. Kelompok SMK : Teknologi dan Rekayasa
Teknik Informasi dan Komunikasi
g. Status Sekolah : Negeri
SK Pendirian : 291/0/1999 Tgl. 20 Oktober 1999
Oleh Kanwil DEPDIKNAS
h. Penyelenggara 5 : Pagi (Satu Sheff)
i. Sertifikat ISO : 9001:2008
j. Sertifikasi ISO 9001:2008 : 824 100 11080
k. Kode POS : 27265
l. Telepon : 0752 7490076
m. Website : www.smkbatipuh.org
n. E-Mail : smkn1batipuh@yahoo.com
6

o. Kepala Sekolah : Drs. Syamsul Bahri


p. Jumlah Guru : 68 orang
q. Jumlah Pegawai` : 10 orang
r. Luas Tanah : 17.774 m2
s. Luas Bangunan : 2.808 m2
t. Surat Bukti : No. 03.10.1004.4.00006

1. Visi SMK N 1 Batipuh

Mendidik manusia menjadi teknokrat, cakap dan terampil serta

mampu membangun bangsa dan negara yang dilandasi iman dan taqwa

kepada Allah SWT

2. Misi SMK N 1 Batipuh


1. Mempersiapkan SDM yang berakhlak, berdisiplin dan

berilmu
2. Mengubah peserta didik menjadi aset pembangunan yang

produktif dan mandiri


3. Menghasilkan SDM yang dapat diunggulkan dalam

berbagai sektor pembangunan


4. Mempersiapkan peserta didik sebagai tenaga kerja

tingkat menengah yang terampil dan profesional dibidangnya.


3. Tujuan SMK N 1 Batipuh

Tujuan utama dari SMK N 1 Batipuh adalah untuk menciptakan

lulusan yang siap atau dibutuhkan di lapangan pada saat sekarang ini.

C. Keadaan sekolah
1) Keadaan Fisik Sekolah

Keadaan tanah tempat didirikannya SMK Negeri 1 Batipuh yaitu di

Jorong Lubuk Bauk adalah sebagai berikut.


7

Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Batipuh

Luas tanah : 17.774 M2

Luas bangunan sekolah : 2.808 M2

Jumlah bangunan yang terdapat di gedung sekolah SMK Negeri 1 Batipuh

dapat pada tabel berikut:

BERTINGKAT
BANGUNAN
NAMA RUANGAN / LANTAI
(B,KB,RB ) TIDAK ( M2 )
RUANG KEPALA

1 SEKOLAH BAIK BERTINGKAT 27 M2

2 RUANG GURU BAIK TIDAK 80 M2

3 RUANG TATA USAHA BAIK TIDAK 42 M2


RUANG WAKIL KEPALA
4
SEKOLAH BAIK TIDAK 27 M2

5 RUANG RAPAT BAIK TIDAK 36 M2

6 RUANG KOMITE BAIK TIDAK 27 M2

7 RUANG TEORI BAIK TIDAK 1.008 M2

8 RUANG PRAKTEK BAIK TIDAK 3.024 M2

9 RUANG LABOR FISIKA BAIK TIDAK 27 M2

10 RUANG LABOR KIMIA BAIK TIDAK 27 M2


RUANG LABOR

11 BAHASA BAIK TIDAK 54 M2


RUANG LABOR

12 KOMPUTER BAIK TIDAK 63 M2


RUANG
120 M2
13 PERPUSTAKAAN BAIK TIDAK

14 RUANG PRODUKSI BAIK TIDAK 63 M2

15 RUANG PRAMUKA BAIK TIDAK 24 M2

16 RUANG TOILET BAIK TIDAK 45 M2

17 RUANG GUDANG BAIK TIDAK 36 M2

18 RUANG POS JAGA BAIK TIDAK 4 M2


2
500
19 RUANG PARKIR BAIK TIDAK
8

2) Keadaan Lingkungan Sekolah

SMK Negeri 1 Batipuh saat ini berlokasi di Jalan Raya Padang

Panjang Solok KM 6,5 Lubuk Bauk Batipuh Kabupaten Tanah Datar.

Jenis bangunan yang mengelilingi sekolah diantaranya perumahan

penduduk, ladang dan semak belukar. Kondisi lingkungan sekolah nyaman

dan asri.

3) Keadaan Guru dan Siswa

Berikut adalah jumlah guru dan siswa SMK Negeri 1 Batipuh:

Jumlah guru total

Total : 68 orang

PNS : 64 orang

Non PNS : 4 orang

Jumlah Siswa per kelas : 30 orang

Jumlah Siswa Seluruhnya : 668 orang

Untuk lengkapnya jumlah siswa yang terdaftar pada semester Juli-

Desember 2013 adalah sebagai berikut:

Jumlah siswa seluruhnya 698 orang siswa, yang terdiri dari:

Siswa kelas X : 296 orang

Siswa kelas XI : 204 orang

Siswa kelas XII : 198 orang

4) Interaksi Sosial
9

Interaksi sosial secara umum di SMK Negeri 1 Batipuh

berlangsung secara harmonis, hal tersebut dapat dirincikan dalam

hubungan berikut.

1) Hubungan Guru-guru

Hubugan guru dengan guru di sekolah ini cukup baik. Hal ini

terlihat dengan adanya keakraban dan kerjasama antara guru yang

baik. Hubungan ini dapat dilihat dalam hal pelajaran ataupun masalah

yang menyangkut siswa-siswa mereka.

2) Hubungan Guru-Siswa

Antar guru dan siswa terjalin hubungan yang cukup baik dan

harmonis. Hal itu dapat terlihat dari kesantunan siswa terhadap guru.

Selain itu, hubungan guru dengan siswa tidak hanya di lingkungan

sekolah tetapi juga di luar sekolah.

3) Hubungan Siswa-Siswa

Hubungan antar siswa terjalin dengan baik, hal ini terlihat dari

tidak adanya terjadi perkelahian sesama mereka. Mereka saling tolong-

menolong satu sama lain. Jika ada salah satu dari teman-teman mereka

yang kesusahan, maka mereka akan sama-sama membantunya.

4) Hubungan Guru-Pegawai Tata Usaha

Hubungan antara guru dan pegawai tata usaha terjalin dengan

baik dan harmonis. Hal itu dapat dilihat dari adanya kerja sama antara

guru dan pegawai tata usaha dalam menangani permasalahan siswa dan

segala urusan adminitrasi.


10

5) Hubungan pihak sekolah dengan komite

Hubungan pihak sekolah dengan komite terjalin dengan baik.

Hal itu dapat dilihat dari kerja sama keduanya dalam mencari dana

untuk kemajuan sekolah dan segala urusan yang berkaitan dengan

pihak luar.

6) Hubungan Sosial Secara Keseluruhan

Secara keseluruhan hubungan setiap perangkat sekolah mulai

dari kepala sekolah, guru, pegawai tata usaha, siswa dan pengurus

yayasan terjalin dengan baik dan harmonis. Hal ini terjadi karena

semua perangkat sekolah saling dan yayasan membutuhkan satu sama

lain. Mereka juga ingin mewujudkan tujuan pendidikan nasional

seperti yang terdapat dalam UU.

D. Tata Tertib Sekolah

SMK Negeri 1 Batipuh selalu berusaha menegakkan tata tertib dan

disiplin di sekolah. Seperti disiplin waktu, disiplin berpakaian dan disiplin

lainnya yang berhubungan dengan tata tertib yang telah ditetapkan. Hal ini

terlihat dengan diadakannya penegakan disiplin siswa dengan berkala,

misalnya dengan mengadakan razia. Hal ini dipertegas dengan memberikan

sanksi kepada siswa yang melanggar tata tertib. Tata tertib tidak hanya berlaku

kepada siswa tetapi juga kepada guru dan staf sekolah.

1) Tata Tertib guru


1. Kehadiran Guru
11

a) Guru yang mengajar sesuai dengan aturan yang berlaku ( tepat

waktu ) dan telah berada di dalam kelas jam 07.15. 07.15 07.30

membaca Al Quran Jam pertama (PBM dimulai 07.30).


b) Guru yang berhalangan hadir harus memberi berita / kabar/ surat

kepada Kepala Sekolah / Wakil Kepala Sekolah / Ketua Bidang

Keahlian/ Koordinator Adaptif Normatif.


c) Jika terjadi hal yang mendadak seperti sakit / kemalangan boleh

melalui telepon kepada Kepala Sekolah / Wakil Kepala Sekolah /

Ketua Bidang Keahlian / Koordinator Adaptif Normatif, disusul

dengan surat hari berikutnya.


d) Jika sakit lebih dari 2 hari harus melampirkan / meminta surat

keterangan dokter dan diserahkan kepada kepala sekolah Piket

Bagian Kepegawaian.
e) Guru wajib hadir 6 hari.
f) Guru menandatangani daftar hadir di ruang piket.
g) Seluruh guru / pegawai wajib mengikuti upacara bendera setiap

hari Senin dan Upacara hari hari Besar Nasional.


h) Guru yang mengajar jam pertama sampai seterusnya harus sudah

hadir 07.05 setiap harinya.


i) Guru yang sudah selesai mengajar, sebelum pulang agar

Mengambil Absen pulang diruang piket.


j) Tugas dan tanggungjawab guru tidak dapat dialihkan kepada guru

lain kecuali ada rekomendasi dari Kepala Sekolah apabila keadaan

yang tidak memungkinkan


k) Guru dalam pelaksanaan PBM didalam kelas sesuai dengan jadwal

pada Roster, tidak dibenarkan meninggalkan siswa dalam belajar

yang dibimbing Guru bersangkutan, kecuali sangat prinsipil dan

telah memberitahukan pada piket, jika masih berada dalam


12

lingkungan sekolah dan jika keluar dari lingkungan sekolah harus

izin Kepala Sekolah.


l) Jika tugas dan tanggungjawab tidak dilaksanakan oleh Guru dan

Pegawai dengan semestinya, maka Kepala Sekolah dan Kepala

Tata Usaha memanggil dan membina guru dan Pegawai yang

bersangkutan secara rutinitas dan berkala sehingga mendapat suatu

kesimpulan atas Guru dan Pegawai tersebut.


m) Guru dilarang merokok di lingkungan Sekolah kecuali diruang

khusus.
2) Tata Tertib Siswa
1. Kegiatan Belajar
a) Sekolah dimulai tanggal 9 Juli 2013
b) Masa Orientasi siswa tanggal 9-12 Juli 2013
a) Orientasi sekolah
b) Latihan PBB dari kapolsek/ koramil
c) Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Tertib Berlalulintas
d) Goro Bakti Sekolah
c) KBM dimulai pukul 07.15 WIB
d) Siswa yang terlambat hanya diizinkan masuk setelah mendapat izin

dari guru piket atau tim Piket POKJA KEDISIPLINAN DAN K7


e) Selama KBM berlangsung siswa tidak dibenarkan keluar dari

lingkungan sekolah tanpa izin guru piket / tim piket POKJA

KEDISIPLINAN DAN K7 dan disetujui oleh guru yang sedang

mengajar
f) Izin keluar dalam KBM dibolehkan paling lama 10 menit.
2. Pakaian
1) KBM teori Senin s/d Kamis pakai baju putih, Celana/ rok abu-abu,

lengkap dengan atribut jurusan, OSIS serta nama yang

dijahitkan/disablonkan.
2) KBM praktek memakai baju praktek lengkap dengan papan nama

dijahitkan
3) Hari Jumat putri berpakaian seragam batik. Celana/rok pramuka
13

4) Hari Sabtu berpakaian Pramuka lengkap (celana coklat dan baju

Rapi) dengan lambang dan papan nama yang

dijahitkan/disablonkan
5) Ukuran Pakaian :
a) Celana : diameter kaki celana 20 Cm, paha 30 Cm
b) Baju siswa : longgar serta panjangnya 25 Cm dibawah Pusat
c) Rok siswi : kedalamannya menutupi Mata Kaki
d) Baju Kurung : Longgar dan menutupi Pinggul
6) Khusus siswa putra tidak dibenarkan memakai accessories selain

jam tangan, tidak bertato, celana Pensil, Pakai Tindik (siswa).

Berkuku panjang, dan memakai topi selain topi sekolah.


7) Khusus Siswi tidak dibenarkan memakai pakaian yang mencolok

dan rambut keluar dari jilbab. Dan Jilbab yang dipakai Putih Polos

untuk senin s/d Jumat dan coklat Polos Hari sabtu dengan ukuran

115 x 115 CM
8) Pakaian Tidak boleh dirubah diluar ketentuan/ baju harus masuk

kedalam celana bagi putra, pakai ikat pinggang hitam dengan

kepala polos. Dan tidak boleh memakai baju lepis (kaos oblong)

didalam pakaian seragam sekolah yang sedang dipakai.


9) Sepatu berwarna hitam dengan kaos kaki Putih
10) Parkir kendaraan siswa harus pada lapangan parkir yang disediakan

sekolah
11) Berpakaian Bebas, pantas dan sopan saat Ekstra Kurikuler (sabtu)

(wacana)
3. Kehadiran
1) Sudah Hadir disekolah jam 07.15 WIB
2) Siswa yang tidak hadir disebabkan:
a) Berhalangan penting harus memberi kabar dengan surat

kesekolah oleh Orang tua/ wali, tidak dibenarkan

menggunakan telepon / Handphone


14

b) Siswa yang sakit wajib melampirkan surat keterangan dokter

atas keterangan sakitnya. Atau pemberitahuan langsung dari

Orang tua /wali siswa kesekolah


3) Siswa tidak diizinkan mengikuti ujian semester apabila kehadiran

siswa kurang 80% tanpa Izin


Masing-masing siswa harus mengikuti pengembangan diri minimal

satu bidang minat dan bakat

4. Kewajiban
a) Iuran komite harus dilunasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan

tiap tanggal 10 bulan berikutnya, iuran tahunan sesuai jadwal yang

ditetapkan
b) Mengikuri upacara bendera setiap Senin pagi dan peringatan hari

besar lainnya.
c) Memelihara sarana sekolah, gedung, local, taman dan perabot

lainnya serta (Ketertiban, Keamanan, Kebersihan, Keindahan dan

Kerapian/K5)
d) Menyampaikan surat panggilan dari wali kelas, kepala bidang,

BP/BK, Wakil kepala sekolah dan kepala sekolah kepada orang tua

/wali sesuai dengan alamat surat


e) Siswa diwajibkan sebagai peserta asuransi jiwa
f) Siswa diwajibkan melaksanakan shalat zuhur berjamaah di masjid

ULA Lubuk Bauk.


g) Bagi siswi diwajibkan mengikuti kegiatan Forum Annisa
5. Ketentuan
a) Ketentuan pelanggaran tata tertip lihat poin sangsi terhadap siswa

yang melanggar tata tertip.


b) Tidak diperkenankan memakai pakaian sekolah diluar kegiatan

sekolah.
c) Tidak dibenarkan mempergunakan HP saat pembelajaran

berlangsung.
15

d) Tidak dibenarkan membawa benda tajam dan benda-benda

berbahaya lainnya selain waktu yang ditentukan dalam praktikum

disekolah.
e) Siswa dan Orang tua wajib mematuhi Keputusan Kepala Dinas

Pendidikan Kabupaten Tanah Datar N0:800/1162/ Disdik-2011

pasal VI poin 8 dan 9 dan ditegaskan dengan Keputusan Kepala

Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Datar N0:800/1386.A/ Disdik-

2012 pasal VI poin 6 :poin 8:Dalam Penerimaan Siswa Baru,

Kepala Sekolah berkewajiban mendata kemampuan baca tulis Al-

Quran setiap siswa bagi yang beragama Islam. Poin 7: Seluruh

siswa SMP/SMA/SMK yang beragama Islam, diwajibkan

berpakain muslim/ Muslimah. Poin 9: Setiap sekolah harus

membuat perjanjian dengan orang tua siswa yang isinya meliputi 6

point a sampai f berikut ini:


a) Siswa dengan penuh Ikhlas Mau Membaca Al Quran secara

rutin setiap Hari dirumah


b) Siswa Harus meningkatkan kemampuannya dalam baca tulis Al

Quran
c) Siswa Wajib berpakaian Muslim/muslimah ( Khusus

SMP/SMA/SMK)
d) Siswa tidak dibenarkan merokok.
e) Siswa bebas dari Narkoba dan sejenisnya
f) Siswa sanggup melaksanakan budaya belajar yang berkarakter.
f) Siswa yang minta izin keluar dalam setiap proses pembelajaran

hanya diizinkan 1 (satu) orang setiap proses minta izin pada guru

mata diklat.
6. Sangsi

Bagi siswa yang melanggar tata tertib akan mendapat sangsi berupa
16

a) Penindakan langsung
b) Bobot Kesalahan tercatat
c) Bakti kampus
d) Denda
e) Dikembalikan pada Orang tua/ dikeluarkan
7. Sistem penilaian pelanggaran
a) Sistem Penilaian Pelanggaran/Alur Prosedur Penanganan tata tertip

siswa adalah sebagai berikut:


1) Jika bobot pelanggaran mencapai:
a. 5 point. Maka diberi nasehat oleh tim Pokja Kedisiplinan dan

K7 dan diikuti pilihan sangsi sbb:


Membersihkan pekarangan sekolah 15 Menit
Mencangkul pekarangan sekolah 1 M2
b. 20 point. Diberi peringatan 1 oleh tim Pokja Kedisiplinan dan

K7 diikuti pilihan sangsi sbb:


Membersihkan pekarangan sekolah 1 Jam Pelajaran
Celana pensil ,di potong langsung oleh tim pokja

kedisiplinan dan K7
Accessories yang dipakai siswa diambil dan tidak

dikembalikan
Rambut Gondrong /berwarna, rambut dibotakin
Membersihkan WC luar dalam 1 jam pelajaran
Mencangkul pekarangan sekolah 2 M2
Tidak ikut Upacara Bendera, Hormat Bendera 15 Menit
c. 30 point. Diberi peringatan 2, diikuti pilihan sangsi poin (b)

serta didenda dengan 10 buah Batu Bata.


d. 40 point. Maka dilakukan pemanggilan Orang tua untuk

panggilan I oleh wali kelas, serta didenda dengan 20 buah

Batu Bata
e. 75 point. Maka dipanggil Orang tua untuk panggilan II oleh

wali kelas dengan perjanjian pakai materai 3000 , didenda

dengan 1 zak semen


f. 150 point. Maka dipanggil Orang tua untuk panggilan terakhir

untuk mengembalikan siswa pada orang tua / dikeluarkan


17

dilengkapi dengan pernyataan dengan materai 6000, apabila

orang tua tidak hadir surat pengunduran diri dikirim wali

kelas melalui perantaraan teman siswa yang bersangkutan atau

kunjungan rumah oleh wali kelas.


g. Siswa dikembalikan kepada Orang Tua/ Wali, apabila:
a. Membuat Onar
b. Melakukan Tindakan Asusila
c. Merusak Nama Baik Sekolah
2) Persentase kehadiran
a. Bagi siswa kelas X dan XI tidak berhak mengikuti ujian

apabila kehadiran kurang dari 80% (semester ganjil =80% x 18

pertemuan= 14 pertemuan , semester ganjil= 80% x 16

pertemuan= 13 kali pertemuan)


b. Bagi siswa kelas XII tidak berhak menjadi peserta Ujian Akhir

Nasional apabila kehadiran kurang dari 80% (semester ganjil

=80% x 18 pertemuan= 14 pertemuan , semester ganjil= 80% x

16 pertemuan= 13 kali pertemuan)


3) siswa yang melakukan pelanggaran diproses menurut alur

sebagai berikut:
a. Bobot 5 S/d 20 dilakukan pembinaan oleh piket jurusan dan

pokja kedisiplinan dan K7 disposisi kepada Walas ( Walas

Membina).
b. Bobot 20 S/d 30 dilakukan pembinaan oleh piket jurusan dan

pokja kedisiplinan dan K7 beserta wali kelas


c. Bobot 30 S/d 40 perekapan bobot dilakukan oleh piket jurusan

dan pokja kedisiplinan dan K7,pembinaan dan pemprosesan

panggilan 1 dilakukan oleh wali kelas dengan rekomendasil

hasil analisis I (pertama) dari pembinaan Tim Bimbingan

Konseling ( BK).
18

d. Bobot 40 S/d 75 perekapan bobot dilakukan oleh piket jurusan

dan pokja kedisiplinan K7, pembinaan, serta pemprosesan

panggilan 2 dilakukan oleh wali kelas dengan rekomendasi

hasil analisis II ( kedua) dari pembinaan Tim Bimbingan

Konseling ( BK ) diketahui oleh Waka kesiswaan.


e. Bobot 75 S/d 149 perekapan bobot dilakukan oleh piket jurusan

dan pokja kedisiplinan dan K7 (finishing proses) dilakukan

pembinaan akhir oleh wali kelas, Tim Bimbingan Konseling

( BK ), waka kesiswaaan dan kepala sekolah.


f. Bobot 150 (proses pengembalian siswa pada Orang tua/wali

murid), pemprosesan pengembalian pada orang tua/wali siswa

diambil dari hasil kesimpulan rapat piket jurusan , pokja

kedisiplinan dan K7 , wali kelas,Tim Bimbingan Konseling

( BK ), waka kesiswaaan dan kepala sekolah dan akhirnya

diterbitkan surat pengunduran diri siswa yang diketahui oleh

orang tua/wali yang ditegaskan dengan pembubuhan materai.


4) Bagi Bapak/ ibu guru yang menemukan dan menjumpai siswa

yang melakukan pelanggaran agar melaporkan kepada pokja

kedisiplinan dan K7 yang akan direkomendasikan pada walas,

Tim Bimbingan Konseling (BK), Ketua Bidang Keahlian( KBK)

Waka kesiswaan / Kepala Sekolah

E. Administrasi Sekolah
1) Struktur Organisasi Sekolah
(Terlampir)
19

2) Struktur Organisasi Administrasi Sekolah


a. Struktur Organisasi Tata Usaha (TU)
(Terlampir)
3) Kalender Akademik dan Jadwal Kegiatan Pelajaran
a. Kalender Pendidikan
(Terlampir)
b. Jadwal Kegiatan Pembelajaran
(Terlampir)
4) Alat Bantu PBM
Dalam proses belajar mengajar guru menggunakan alat

bantu dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa.

Akan tetapi, banyak guru yang belum bisa memanfaatkan alat bantu

mengajar yang efektif dan efisien.


Alat bantu dalam PBM antara lain meliputi: buku mata pelajaran,

papan tulis, kapur dan penghapus. Sedangkan alat bantu

PBM yang lain seperti alat praktikum, media komputer, LCD,

mesin ketik manual dan lain- lain belum digunakan secara maksimal.

a. Alat Bantu PBM untuk Mata Pelajaran Gambar Teknik Bangunan

Untuk mata pelajaran Gambar Teknik alat bantu PBM yang

tersedia cukup lengkap, untuk mata pelajaran ini disediakan alat

Bantu PBM seperti papan tulis, meja gambar, penggaris, alat tulis,

Komputer untuk gambar Auto Cad, dan Modul belajar.

b. Alat Bantu PBM untuk Mata Pelajaran Konstruksi Bangunan

Untuk mata pelajaran Konstruksi bangunan alat bantu PBM yang

tersedia cukup lengkap, untuk mata pelajaran ini disediakan

alat Bantu PBM seperti papan tulis, alat tulis, alat gambar, dan

modul belajar.

c. Alat Bantu PBM untuk Mata Pelajaran Audio Visual


20

Untuk mata pelajaran Audio Visual alat bantu PBM yang tersedia

cukup lengkap, untuk mata pelajaran ini disediakan alat

Bantu PBM. seperti alat papan tulis, alat tulis, modul

belajar, dan perangkat praktek audio visual.

d. Alat Bantu PBM untuk Mata Pelajaran Mekanik dan Kendali

Untuk mata pelajaran Mekanik dan Kendali alat bantu PBM yang

tersedia cukup lengkap, untuk mata pelajaran ini disediakan

alat bantu PBM seperti alat papan tulis, alat tulis, modul

belajar, dan instrument praktek Mekanik dan Kendali.

e. Alat Bantu PBM untuk Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani

dan Kesehatan Untuk mata pelajaran Pendidikan Jasmani

dan Kesehatan alat bantu PBM yang tersedia cukup

lengkap, untuk mata pelajaran ini disediakan alat Bantu

PBM seperti alat papan tulis, alat tulis, modul belajar, dan

sarana dan alat olah raga yang cukup lengkap.

5) Komite Sekolah dan Peranannya

Peran komite sekolah adalah membantu pembiayaan sekolah

F. Proses Belajar Mengajar

Dalam kegiatan ini penulis berusaha memadukan ilmu yang

didapat sewaktu perkuliahan dengan cara pamong mengajar di kelas pada

saat orientasi. Kegiatan-kegiatan yang berlangsung dalam PMB yaitu

dalah sebagai berikut:


21

1. Membuka Pelajaran

Kegiatan yang dilakukan oleh guru ketika memasuki kelas adalah

sebagai berikut:

a. Mengucapkan salam

b. Melihat dan mempersiapkan ruangan kelas

c. Mengatur ketertiban dan posisi siswa

d. Melakukan pengambilan absensi siswa

e. Mempersiapakan materi yang akan disampaikan.

f. Membuka pelajaran dengan cara mengulas materi pelajaran yang

telah lalu (apersepsi), sekaligus menjelaskan keterkaitan materi

pelajaran selanjutnya.

g. Memberikan motivasi kepada siswa tentang materi yang akan

diajarkan.

2. Kegiatan Inti Pembelajaran

Guru memberikan materi pelajaran sambil memantau siswa

dalam mengikuti pelajaran. Dalam memberikan materi pelajaran guru

menggunakan metode ceramah, demonstrasi dan tanya jawab dan

kemudian guru memberikan tugas kepada siswa sebagai latihan kepada

siswa-siswanya. Selama proses belajar-mengajar berlangsung guru

memperhatikan dan membimbing siswanya dalam mengerjakan tugas

yang telah diberikan.

Guru memberikan materi pelajaran sesuai dengan materi yang

ada pada kurikulum dan program pengajaran yang telah di susun, yaitu
22

menjelaskan poin-poin yang terdapat pada satuan pengajaran tersebut

yang telah sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran (KTSP)

Tahun 2004. Kemudian guru memberikan beberapa pertanyaan kepada

siswa sebagai umpan balik apakah siswa tersebut memahami materi

yang telah diberikan.

Selama proses belajar mengajar berlangsung, ada beberapa

permasalaan yang timbul, diantaranya:

a. Kurangnya keaktifan siswa sewaktu guru memberikan materi.

b. Dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru, siswa

sering mengalami kesulitan kerena mereka tidak mengikuti

pelajaran dengan baik.

c. Adanya siswa yang membuat keributan dengan mengobrol sama

temannya.

d. Masih ada siswa yang bermalas-malasan mengerjakan tugas yang

diberikan oleh gurunya, sedangkan temannya yang lain telah

konsentrasi mengerjakan soal.

e. Masih terdapat siswa yang tidak membawa peralatan belajar

sehingga mengganggu PMB di kelas.

f. Ketika PBM berlangsung, masih terdapat siswa yang sering keluar-

masuk kelas dengan banyak alasan.

3. Penutup

Kegiatan yang dilakukan oleh guru ketika menutup pelajaran

adalah sebagai berikut:


23

a. Memberikan kesempatan bertanya kepada siswa apabila siswa

tersebut kurang mengeti tentang materi pelajara.

b. Menyimpulkan materi yang telah diajarkan.

c. Memberikan beberapa tugas kepada siswa dan mengumpulkannya

pada pertemuan selanjutnya.

d. Membaca doa bersama untuk mengakhiri setiap pelajaran.

Pada bagian akhir pembelajaran guru juga mengambil absen siswa

dan evaluasi atau menilai hasil belajar siswa. Cara guru menilai hasil

belajar siswa adalah dengan cara melihat keaktifan siswa selama proses

belajar-mengajar berlangsung, melakukan ujian kecil (quis) atau post-test

setelah selesai sub kompetensi atau setelah selesai perkompetensi dan juga

dapat dilihat dari keberhasilan siswa dalam menjawab pertanyaan yang

diberikan oleh guru dan tugas-tugas yang diberikan kepada siswa.

Selanjutnya guru menekankan kepada siswa agar dapar memenuhi

kehadirannya, dan guru juga memberikan tugas untuk dikerjakan di rumah

agar mereka lebih terampil dalam mengajar.

Untuk melaksanakan Proses Belajar-Mengajar seorang guru harus

memiliki persiapan dalam mengajar yang berupa Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran. Oleh karena itu, penulis melampirkan Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran (RPP).
24

BAB III

PELAKSANAAN PPLK

A. Pelaksanaan Latihan Mengajar

Di sekolah latihan penulis mendapat tugas untuk mengajar pada kelas

XI TKR 2 (Teknik Kendaraan Ringan) dan XII TKR (Teknik Kendaraan

Ringan), Berikut ini adalah jam mengajar selama pelaksanaan Program

Pengalaman Lapangan Kependidikan (PPLK) di sekolah SMK N 1 Batipuh :

a. Senin pagi jam 07.30 s/d 13.20 mengajar di kelas XI TKR 1.


b. Selasa pagi jam 07.15 s/d 12.00 mengajar di kelas XI TKR 2.
c. Rabu Pagi 07.15 s/d 10.00 mengajar dikelas X TSM.

1. Latihan Mengajar Terbimbing (LMT)

Latihan mengajar terbimbing secara penuh berlangsung selama

satu minggu (yang semestinya berlangsung minimal selama 4 kali

pertemuan). Dalam kegiatan ini mahasiswa mengamati proses

berlangsungnya kegiatan PBM dan hanya membantu siswa yang

mengalami kesulitan dalam kegiatan belajar. Pada pertemuan-pertemuan

selanjutnya penulis dipercaya oleh guru pamong untuk mengajar secara


25

mandiri di kelas. Namun demikian, guru pamong tetap memantau dan

memberikan bimbingan dalam PBM.

2. Latihan Mengajar Mandiri (LMM)

Dalam kegiatan latihan mengajar mandiri (LMM), penulis diberi

kewenangan penuh untuk mengajar di kelas dan menyelenggarakan

kegiatan-kegiatan lainnya, seperti penilaian belajar siswa dan sebagainya.

28 tahap latihan mengajar mandiri, penulis


Walaupun penulis telah memasuki

tetap melakukan diskusi dan konsultasi dengan guru pamong yang

berkaitan dengan proses belajar mengajar. Sehingga dalam latihan

mengajar mandiri penulis tidak mengalami kesulitan yang berarti.

B. Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan Lainnya (non-teaching)

Selain dari kegiatan PMB, mahasiswa PPLK diwajibkan melakukan

kegiatan non-teaching yang mendukung kegiatan-kegiatan pendidikan secara

utuh dan program pengajaran khususnya.

Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama Program Pengalaman

Lapangan Kependidikan yang dilaksanakan di sekolah latihan adalah sebagai

berikut:

1. Melibatkan diri dalam administrasi kelas dan sekolah yaitu membuat dan

menyelenggarakan daftar nilai, daftar hadir, serta penyusunan soal-soal

ujian.

2. Melaksanakan bimbingan terhadap siswa.

3. Melaksanakan piket di Jurusan Teknik Kendaraan Ringan selain jam

mengajar.
26

4. Melakukan pembuatan lemari buku

5. Pembuatan tiang internet untuk sekolah

C. Kasus dan Penyelesaiannya

Judul : Siswa mengalami kesulitan dalam belajar sehingga

mengalami penurunan hasil belajar secara drastis dalam pelajaran

yang semakin hari semakin menurun

1. Latar Belakang Masalah


Proses belajar mengajar (PBM) yang dilakukan oleh penulis

berlangsung dalam 3 kelas diantaranya kelas XI TKR 1 dan XI TKR 2, dan

X TSM dan ketika melakukan kegiatan pembelajaran penulis melihat

terjadinya suatu kesenjangan atau yang berbeda dari salah seorang murid

yang belajar/ mengikuti pembelajaran di kelas X TSM dimana siswa

tersebut terlihat pendiam dan tidak mau bertanya dalam proses

pembelajarannya di bandingkan dengan siswa lainnya, dan begitu juga

ketika jam istirahat penulis juga memperhatikan bahwa siswa tersebut

lebih suka menyendiri di bandingkan berkumpul dengan teman temannya.


Setelah di teliti lebih lanjuti penulis juga memperhatikan bahwa

siswa tersebut susah dalam memahami pelajaran yang di ajarkan oleh

penulis dan guru lainya yang dapat dilihat dari hasil ulangan yang

didapatkan oleh siswa tersebut, siswa tersebut cenderung mendapatkan

nilai yang rendah di bandingkan teman sekelasnya bahkan penurunan nilai


27

siswa tersebut terus berlangsung, seperti yang diketahui oleh penulis

beberapa masalah siswa yang bermasalah nilainya disebabkan oleh

susasana tempat belajar yang tidak kondusif


Sebagaimana yang dikatakan Anita E, Wool Folk ( 1995 : 196 ).

Belajar adalah proses perubahan pengetahuan atau perilaku sebagai hasil

dari pengalaman. Pengalaman ini terjadi melalui interaksi antara individu

dengan lingkungannya. maka dari itu penulis mengangkat masalah tersebut

dalam studi kasus yang akan di buat oleh penulis.


2. Pengertian Studi Kasus
WS. Winkel (1995) Mengatakan : studi kasus adalah suatu metode

untuk mempelajari keadaan dan perkembangan seseorang murid secara

mendalam dengan tujuan membantu murid untuk mencapai penyesuaian

diri yang lebih baik.


Sedangkan Dewa Ktut Sukardi (1983) Mengatakan :
Studi kasus merupakan metode pengumpulan data yang
bersifat integratif dan komprehensif. Integratif artinya
menggunakan berbagai teknik pendekatan dan bersifat
komprehensift artinya data yang dikumpulkan meliputi
seluruh aspek pribadi individu secara lengkap.

Berdasarkan kutipan diatas dapat penulis simpulakan bahaw

studi kasus merupak suatu metode yang digunakan untuk membantu

seseorang siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar dan

membantu menyelesaikan masalahnya

3. Tujuan Pencarian Kasus

Adapun tujuan dari studi kasus ini yaitu :

a. Mengenal kepribadian siswa yang dianggap mempunyai masalah


b. Mamahami dan menetapkan faktor-faktor penyebab permasalahan

yang dihadapi siswa serta mencari penyelesaiannya.


28

c. Membantu siswa yang bermasalah dalam pemecahan masalahnya agar

masalah tersebut bisa berkelanjutan.


d. Agar praktikan bisa memperoleh tambahan pengetahuan dan

ketrampilan dalam menangani masalah yang dihadapi oleh siswa

secara lebih dalam. Dan menjadi pembelajaran untuk kedepannya


4. Gejala Pemilihan Kasus

Berdasarkan informasi yang didapat oleh praktikan dengan melihat

hasil identifikasi kasus dapat disimpulkan bahwa siswa sedang mengalami

kesulitan dalam belajar. Hal ini bisa dibuktikan dari gejala yang dialami

oleh siswa. Gejala yang dimunculkan adalah sebagai berikut:

a. Siswa mengalami kesulitan/ penurunan hasil belajar secara drastis

dalam pelajaran yang semakin hari semakin menurun.


5. Manfaat Studi Kasus

Layanan bimbingan siswa ini sangat bermanfaat sebagai salah satu

usaha dalam meningkatkan pencapain hasil belajar baik secara akademik

maupun non akademik untuk dijadikan referensi. Manfaat tersebut antara

lain :

a. Bagi Siswa
1) Siswa dapat memahami karakteristik keribadiannya sendiri
2) Siswa mendapatkan bantuan dalam permasalahan dan jalan

pemecahannya

b. Bagi Calon Guru

Pengalaman ini memberikan masukan dan bekal dalam usaha

mengatasi masalah yang dialami siswa yang juga merupakan


29

pengalaman praktis untuk menunjang profesionalisme sebagai guru di

masa yang akan datang.

6. Penyebab Timbulnya Kasus

Menurut Jeannes (2008) mengatakan :

1) Siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar biasanya


disebabkan oleh kurangnya pemahaman akan diri dan
motivasi yang rendah dalam menyelesaikan tugas tugas
akademik (khususnya apabila mereka tidak menerima bantuan
khusus dalam bidang bidang yang menjadi kesulitas mereka)
2) Siswa yang mengalami kesulitan belajar cenderung
memperlihatkan atensi dan keterampilan motorik yang buruk,
serta sering kali mengalami kesulitan dalammenguasai
keterampilan dasar.

Berikut adalah biodata siswa yang di angkat kasusnya

Nama Siswa : Dodi Irwandi


Tempat / tgl lahir : Duo Koto 6 Juli 1995
Jenis Kelamin : Laki Laki
Alamat : Duo Koto Malalo
Agama : Islam
Suku : Jambak
Sekolah : SMK N 1 Batipuh
Nis : 02707
Kelas : X TSM
Umur : 18 Tahun
Tinggi Badan : 165 cm
Hobi : Sepak Bola
Cita cita : Pengusaha Sepeda Motor
a. Identitas Orang tua
Ayah : Nasrudin
Ibu : Talipuk
Agama : Islam
Suku Ayah : Pauh
Suku Ibu : Jambak
30

Alamat : Duo Koto Malalo


Pekerjaan Ayah : Tani
Ibu : Rumah Tangga
b. Kondisi Kesehatan Siswa
Penglihatan : Normal
Pembicaraan : Normal
Pendengaran : Normal
Penyakit yang pernah diderita : Magh Lambung

7. Langkah Penyelesaian Kasus

Gus (2011) mengatakan : secara garis besar langkah-langkah yang

perlu dilakukan agar peserta didik yang mengalami kesulitan belajar dapat

ditangani adalah.

a. Analisis
Analisis adalah pengumpulan informasi mengenai siswa yang

mencakup segala aspek kehidupan siswa. Data tersebut meliputi

tentang diri pribadi siswa, lingkungan siswa, keluarga siswa, hubungan

sosial siswa, dan data tersebut bisa di dapat dari wali kelas, Kepala

sekolah, Tata Usaha dan orang orang yang berada di sekitar siswa

(siswa).

b. Diagnosis
Diagnosa merupakan kegiatan yang diambil untuk menentukan

letak masalah, jenis masalah serta latar belakang masalah yang sedang

dihadapi siswa, dan dari hasil identifikasi yang melatar belakangi

kurang semangatnya siswa dalam pembelajaran adalah.

Sedangkan Slameto (2010) mengatakan :

Faktor faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah


a. Faktor intern (faktor dari dalam diri siswa tersebut)
diantaranya :
(1) Faktor Jasmaniah
31

Faktor jasmani juga bisa berpengaruh tehadap hasil


belajar siswa tersebut diantarannya : faktor kesehatan dan
faktor cacat tubuh.
(2) Faktor Psikologis
Faktor psikologis yang dapat mempengaruhi hasil
belajar siswa diantaranya : faktor intelegensi, perhatian,
minat, bakat, motif, kematangan dan kelelahan.
b. Faktor extern (faktor dari luar diri siswa ) diantaranya :
(1) Faktor Keluarga
Siswa yang belajar akan menerima pengaruh dari
keluarga berupa : cara orang tua mendidik, relasi antara
anggota keluarga, suasana rumah tangga dan keadaan
ekonomi keluarga.
(2) Faktor Sekolah
Faktor sekolah yang mempengaruhi hasil belajar
siswa berupa : metode mengajar, kurikulum, relasi guru
dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah,
pelajaran dan waktu sekolah, standar pelajaran, keadaan
gedung, metode belajar dan tugas rumah.

c. Prognosis
Prognosis adalah langkah yang ditempuh untuk menetapkan

jenis atau teknik bantuan yang di berikan kepada siswa serta

memprediksi kemungkinan yang akan terjadi atau yang sedang dialami

siswa sehubungan dengan masalah yang sedanng dihadapinya.


Kemungkinan yang bisa terjadi jika siswa tersebut tidak diberi

bantuan ialah
1. Nilai siswa tersebut akan terus menurun
2. Jika tidak segera diatasi kemungkinan siswa tersebut tidak

naik kelas
3. Siswa tersebut akan terus mengalami kesulitan dalam belajar
d. Treatmen
Pemberian bantuan adalah suatu langkah pelaksanaan bantuan

untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi siswa. Dalam

langkah ini hendaknya ditentukan pihak-pihak yang terlibat dalam

menangani masalah siswa. Pihak-pihak yang perlu diikutsertakan,


32

misalnya: guru, orang tua, saudara, teman-teman, kepala sekolah, guru

kelas yang paling dekat dengan siswa. Seluruh pihak tersebut

hendaknya memberikan partisipasi yang besar dalam memberikan

bimbingan.
Menurut Jeanne (2008) : siswa yang mengalami kesulitan

belajar dapat dibantu dengan cara menyesuaikan kelebihan dan

kekurangan mereka diantarannya


1. Minimalkan stimulus yang potensial mengganggu siswa tersebut
2. Gunakan berbagai modalitas untuk menyajikan informasi
3. Analisis kesalahan siswa serta menangkap petunjuk mengenai cara

memproses berbagai kesulitan.


4. Ajarkan keterampilan dan strategi belajar.
Sedangkan Slameto (2010) didalam bukunya mengatakan cara

belajar yang efektif untuk membantu siswa diantaranya adalah


1. Perlu adanya bimbingan dari guru.
2. Kondisi dan strategi Belajar
3. Metode Belajar
e. Follow Up
Follow up merupakan langkah terakhir dalam layanan kesulitan

belajar siswa. Follow up mempunyai tujuan untuk mengetahui

keberhasilan siswa setelah mendapat bantuan (Sudrajat, 2008). Follow

up adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk menilai menyeluruh

terhadap hasil bimbingan setelah masing-masing pihak yang terlibat

melaksanakan kewajibannya. Tindak lanjut atau follow up ini

dibutuhkan untuk mengetahui sejauh mana bantuan yang sudah

diberikan mampu berpengaruh dengan optimal terhadap diri siswa

dalam mengatasi permasalahan permasalahan yang sedang dihadapi


33

Abin Syamsuddin Makmun (2003) mengemukakan beberapa

kriteria dari keberhasilan dan efektivitas layanan yang telah diberikan,

yaitu apabila:
1) Siswa telah menyadari (to be aware of) atas adanya masalah yang

dihadapi.
2) Siswa telah memahami (self insight) permasalahan yang dihadapi.
3) Siswa telah mulai menunjukkan kesediaan untuk menerima

kenyataan diri dan masalahnya secara obyektif (self acceptance).


4) Siswa telah menurun ketegangan emosinya (emotion stress

release).
5) Siswa telah menurun penentangan terhadap lingkungannya
6) Siswa mulai menunjukkan kemampuannya dalam

mempertimbangkan, mengadakan pilihan dan mengambil

keputusan secara sehat dan rasional.


7) Siswa telah menunjukkan kemampuan melakukan usaha usaha

perbaikan dan penyesuaian diri terhadap lingkungannya, sesuai

dengan dasar pertimbangan dan keputusan yang telah diambilnya

BAB IV

PENUTUP
34

A. Kesimpulan

Berdasarkan Pengalaman Lapangan Kependidikan yang penulis alami

di sekolah latihan, maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Program Pengalaman Lapangan Kependidikan (PPLK) merupakan suatu

program yang sangat bagus bagi mahasiswa yang berlatar belakang

kependidikan, karena pada saat melaksanakan program PPLK mahasiswa

dapat mengetahui rasanya menjadi pendidik

2. Dengan Program Pengalaman Lapangan Kependidikan (PPLK)

Mahasiswa mengetahui masalah yang sering terjadi pada peserta didik

dalam kegiatan pembelajarannya, serta membantu siswa untuk

menyelesaikan masalahnya dalam pembelajaranya.

B. Saran

Saran penulis setelah melaksanakan Program Pengalaman Lapangan

Kependidikan (PPLK) di SMK Negeri 1 Batipuh yaitu:

1. Mahasiswa yang akan melaksanakan program ini agar terlebih dahulu

mematangkan mata kuliah yang terkait dengan program praktek mengajar

supaya dapat mempermudah dalam menjalani kegiatan tersebut dan tidak

kebingungan dalam pemberian materi kepada siswanya.

2. Buatlah suasana yang baik dengan berkomunikasi dengan baik dengan

pihak sekolah, agar dalam melaksanakan PLK mahasiswa tidak canggung

dan dapat berbuat sesuai dengan cara dan kinerja yang dibutuhkan oleh

sekolah.
35

3. Dalam memberikan penilaian guru harus demokratif, obyektif dan

transparan kepada siswa, sehingga tidak ada siswa yang merasa dirugikan.

DAFTAR PUSTAKA
36

Abin Syamsuddin, (2003), Psikologi Pendidikan, Bandung : PT Remaja


Rosda Karya

Ormrod, Jeanne Ellis 2008. Psikologi pendidikan membantu siswa tumbuh


dan berkembang : Erlangga

Slameto. 2010. Buku belajar dan faktor faktor yang mempengaruhinya :


Rineka Cipta

Tim Penyusun. 2011. Buku Panduan Penulisan Tugas Akhir/Skripsi


Universitas Negeri Padang. Padang: Depdiknas UNP

UPPL-UNP. 2008. Buku: Pedoman pelaksanaan program pengalaman


lapangan kependidikan mahasiswa.

Gus, 2011, 6 Langkah Usaha Mengatasi Kesulitan Belajar, [online]. Tersedia:


http://oieb.wordpress.com/2011/05/18/6-langkah-usaha-mengatasi-
kesulitan-belajar/.