Anda di halaman 1dari 3

PENGEMBANGAN KINERJA PERENCANAAN PEMBANGUNAN

DAERAH DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD

(Studi Pada BAPPEDA Provinsi Nusa Tenggara Timur)

1. Pendahuluan

Balanced Scorecard, yang pertama kali diperkenalakan oleh Kaplan


dan Norton (1992), semula merupakan pendekatan dalam pengukuran
kinerja manajemen perusahaan. Dalam perkembangan berikutnya ternyata
pendekatan ini dapat diterapkan sebagai suatu sistem manajemen stratejik
karena Balanced Scorecard dapat menuntut manajemen dan anggota
organisasi dalam mengejawantahkan visi,misi dan strategi organisasi ke
dalam tindakan-tindakan nyata. Untuk dapat mencapai tujuan stratejik
suatu organisasi (Kaplan & Norton,1996). Selanjutnya pendekatan
Balanced Scorecard dapat pula diterapkan pada organisasi sektor
pemerintahan (Wahyudi, 2000).

Tulisan ini mencoba membahas konsep perencanaan stratejik dengan


menggunakan pendekatan Balanced Scorecard dan mencoba
mengimplementasikannya pada organisasi publik. Pembahasan meliputi
konsep dan arti pentingnya strategic planning, sistematika perencanaan
stratejik, pengendaliannya melalui penguuran dan penilaian kinerja, dan
pendekatan pengukuran kinerja stratejik instansi pemerintah yang diadopsi
dari Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Trio Hnadoko, 2013:1).

2. Rumusan Masalah
a. Pokok Permasalahan
Semula Balanced Scorecard dikembangkan sebagai sistem
pengukuran kinerja pada organisasi bisnis, sekarang telah berkembang
menjadi sistem manajemen strategi. Pendekatan ini dapat diadopsi untuk
manajemen publik. Balanced Scorecard dapat membuka wawasan dalam
pengembangan pola berpikir strategik yang diperlukan dalam
perencanaan dan pengelolaan pemerintahan.
b. Pertanyaan Penelitian
Bagaimanakah komponen strategi dari Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2016 dengan pendekatan
Balanced Scorecard?
3. Kajian Teori
a. Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN)
b. Balanced Scorecard
c. Analisis SWOT

4. Metode Penelitian
Jenis penelitian yang akan dipakai adalah penelitian deskriptif, yaitu
penelitian terhadap fenomena atau populasi tertentu yang diperoleh dari
subjek berupa individu, organisasi serta aspek lain, serta menjelaskan
karakteristik subjek yang diteliti dan dikaji berbagai aspek dalam fenomena
tertentu kemudian menawarkan ide masalah untuk pengujian atau penelitian
selanjutnya (Indriantoro dan Supomo, 199:88)
Dalam penelitian ini, yang menjadi populasi adalah pegawai Dinas
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi NTT.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa data primer dan
data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan pihak
perusahaan dan data sekunder diperoleh dari data yang dimiliki oleh
perusahaan. Data sekunder juga diperoleh dari buku-buku yang dijadikan
referensi dalam penelitian, artikel, jurnal yang relevan.

5. Referensi

a. Buku Berbahasa Indonesia

No Pengarang Judul Penerbit dan tahun


1 Robert S. Kaplan, Balanced scorecard Erlangga, 2000
David P. Northon
2 Hansen R. Don and Akuntansi Manajerial Salemba Empat,
Mowen M Maryane 2004
3 Mulyadi Balanced scorecard Salemba Empat,
2007

6. Jurnal Pendukung

N
Penulis Judul Tahun Sumber
o
1 Yohanes Demu Penilaian Kinerja 2015 Jurnal Akuntansi
PDAM Kabupaten FEB UNDANA
Kupang Dengan
Pendekatan Balanced
Scorecard
2 Stenly J. Pengembangan Kinerja 2014 Jurnal Akuntansi
Ferdinandus Sesuai Penerapan FEB UNDANA
Prinsip-prinsip GOOD
CORPORATE
GOVERNANCE
Dengan Pendekatan
Banced Scorecard
3 Dhini Arista Analisis Penerapan 2014 https://www.goog
Putri Kinerja Pada le.com/url?
BAPPEDA Kota Bekasi sa=t&rct=j&q=&
dengan BSC esrc=s&source=
web&cd=1&cad=
rja&uact=8&ved
=0ahUKEwiBydz
5zcDSAhWmsF
QKHXIHB3QQF
ggcMAA&url=ht
tp%3A%2F
%2Fetd.repositor
y.ugm.ac.id
%2Fdownloadfile
%2F80745%2Fp
otongan%2FS2-
2014-311030-
chapter1.pdf&usg
=AFQjCNEjaz1l
YNVZL7L8xIdC
l76HFiYwPg
4 Trio Hnadoko Aplikasi 2013 http://download.p
Balanced Scorecard ortalgaruda.org/ar
Untuk ticle.php?
Organisasi Publik article=111415&
val=5159