Anda di halaman 1dari 6

TUGAS PENULISAN KARYA ILMIAH

PERANCANGAN MESIN SORTIR IKAN

Oleh:
ALVIN SYAHRUL HUDIYA
(161903101006)
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Perkembangan teknologi di dunia industri sangatlah pesat. Hal


tersebut tidak lepas dari meningkatnya permintaan konsumen terhadap
barang - barang produksi dari suatu industri. Untuk mempercepat
produksinya, pihak industri memerlukan suatu sistem yang dapat bekerja
secara efisien. Proses penyortiran ikan pada industri yang bergerak di
bidang perikanan, diperlukan koordinasi baik dari kinerja dan efisiensi
produksinya, sehingga diperoleh hasil kerja yang maksimal.
Ikan merupakan bahan makanan yang banyak dikonsumsi oleh
masyarakat Indonesia dalam berbagai bentuk olahan. Berbagai jenis ikan
yang banyak terdapat di Indonesia adalah ikan lemuru,tongkol dll.
Kabupaten Banyuwangi Propinsi Jawa Timur juga menjadikan sektor
perikanan laut sebagai andalan pendapatannya. Berdasarkan data Dinas
Kelautan dan Perikanan Banyuwangi, pelabuhan ini mengalami
peningkatan pendapatan secara berangsur angsur.
Pendapatan nelayan tidak akan mengalami peningkatan jika ikan
dalam jumlah yang melimpah dan jumlah industri yang beroperasi
banyak. Namun hasil tangkapan nelayan tidak dapat terserap pasar dengan
maksimal karena masalah teknis pengolahanya. Seperti kebanyakan
industri yang masih mengunakan peralatan manual berupa gunting dan
semuanya dikerjakan manual oleh para pekerja. Sehingga proses
penyortiran hanya dapat menghasilkan jumlah produk yang masih jauh
dari kapasitas permintaan pasar.

1.2 Rumusan masalah


Permasalahan yang diangkat untuk penyelesaian tugas ini adalah :

1. Bagaimana merancang sistem pengendalian mesin sortir ikan dengan


metode sensor.

2. Bagaimana pembuatan prototype untuk penyortir ikan.

3. Bagaimana mengontrol konveyor untuk pengaturan posisi ikan pada


mesin sortir ikan.

1.3 Tujuan

Tujuan dari pengerjaan tugas akhir ini adalah :

1. Dapat merancang sistem pengendalian mesin sortir ikan dengan metode


sensor.

2. Dapat membuatan prototype untuk penyortir ikan.

3. Dapat mengontrol konveyor untuk pengaturan posisi ikan pada mesin


pemotong ikan sarden

1.4 Manfaat

Manfaat dari pengerjaan tugas akhir ini adalah :

1. Menghasilkan volume produk yang lebih banyak dengan kualitas


produk hasil penyortiran yang lebih baik.
2. Menghasilkan alat penyortir ikan yang terjangkau bagi usaha kecil.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Roller Conveyor


Roller conveyor merupakan suatu sistem conveyor yang penumpu utama
barang yang ditransportasikan adalah roller. Roller pada sistem ini sedikit berbeda
dengan roller pada conveyor jenis yang lain. Roller pada sistem roller conveyor
didesain khusus agar cocok dengan kondisi barang yang ditransportasikan, misal
roller diberi lapisan karet, lapisan anti karat, dan lain sebagainya. Sedangkan
roller pada sistem jenis yang lain didesain cocok untuk sabuk yang ditumpunya.
2.1.1 Fungsi Dan Spesifikasi Roller Conveyor
Roller conveyor hanya bisa memindahkan barang yang berupa unit dan
tidak bisa memindahkan barang yang berbentuk bulk atau butiran. Unit yang bisa
dipindahkan menggunakan roller conveyor juga harus mempunyai dimensi
tertentu dan berat tertentu agar bisa ditransportasikan. Untuk memindahkan
barang dalam bentuk bulk, bulk tersebut harus dikemas terlebih dahulu dalam unit
agar bisa ditransportasikan menggunakan sistem ini.
Spesifikasi roller conveyor juga harus disesuaikan dengan dimensi dan
beban unit yang akan ditransportasikan. Rancangan sistem roller conveyor harus
mempu menerima beban maksimum yang mungkin terjadi pada sistem conveyor.
Selain itu, desain dimensi sistem juga harus dipertimbangkan agar sesuai dengan
dimensi unit yang akan ditransportasikan. Dalam beberapa kasus dimensi unit
yang lebih lebar dari dimensi lebar roller masih diperbolehkan.
Jarak antar roller disesuaikan dengan dimensi unit yang akan
ditransportasikan. Diusahakan jarak antar roller dibuat sedekat mungkin agar
tumpuan beban semakin banyak. Selain itu, dimensi unit yang ditranportasikan
minimal harus ditumpu oleh 3 roller. Jika kurang dari 3 roller, maka unit tersebut
akan tersendat bahkan bisa jatuh keluar sistem tranportasi roller conveyor.
Kelebihan roller conveyor adalah bisa mentransformasikan pada kemiringan
tertentu sehingga conveyor bisa mentranportasikan barang dari satu tingkat ke
tingkat yang lain. Selain itu, roller conveyor juga bisa membelokkan jalur unit
yang belokkannya sangat tajam. Hal tersebut bermanfaat untuk daerah yang
ruanganya terbatas.
Selain itu, roller conveyor memmpunyai kemampuan untuk
menggabungkan 2 jalur yang terpisah. Penggabungan 2 jalur tersebut dapat
dilakukan dengan berbagai metode seperti Y-Line dan accumulating roller
conveyor.

2.2 Pengertian sensor berat


Sensor berat adalah suatu alat yang dapat mendeteksi berat dan kemudian
diubah menjadi sinyal-sinyal listrik. Sensor berat ini termasuk bagian dari sensor
mekanis. Jenis jenis sensor berat :
1 Load cell
Sel Load, komponen sensor berat yang digunakan dalam skala, menimbang
industri, tank berat, konveyor berat, kontrol mesin.
a. cara kerja mirip dengan sensor tekanan yaitu mengubah gaya menjadi
perpindahan
b. menggunakan rangkaian jembatan untuk pembacaan, kalibrasi dan
kompensasi temperatur
c. alternatif lain menggunakan kristal piezoelektrik untuk mengukur perubahan
gaya.
d. konfigurasi load cell

Gambar 3.34. Beberapa Contoh Konfigurasi Load Cell