Anda di halaman 1dari 8

BAB IV

MIx DESIGN (PERENCANAAN CAMPURAN BETON)

5.1 Tujuan Percobaan.


Tujuan percobaan dari proporsi campuran adalah menentukan komposisi
komponen atau unsur beton dengan ketentuan tekan karakteristik.

5.2 Dasar Teori.


Perancangan cara Inggris atau dikenal dengan metode Departemen Pekerjaan
Umum yang tertuang dalam SK.SNI.T-15-1990-03 tentang Tata Cara Pembuatan
Rencana Campuran Beton Normal merupakan adopsi dari cara Department of
Environment (ACI),American Concrete Institute
Syarat Perancangan.
1. Kuat Tekan Rencana (MPa).
Beton yang dirancang harus memehui persyaratan kuat tekan rata
rata, yang memenuhi syarat berdasarkan data deviasi standar hasil uji tekan
yang lalu (umur 28 hari) untuk kondisi dan jenis konstruksi yang sama.
Persyaratan kuat tekan didasarkan hasil uji kubus berisi 150 mm, maka
hasilnya harus dikonversi menggunakan persamaan :
fc = {0,76 + 0,2 log (f ck / 15)] fck
Keterangan :
fc = Kuat tekan beton yang disyaratkan, MPa.
fck = Kuat tekan beton, MPa, dari uji kubus beton berisi 150
mm.
Data kuat tekan sebagai dasar perancangan, dapat menggunakan hasil
uji kurang dari 28 hari berdasarkan data yang lalu untuk kondisi yang sama.
Jika menggunakan hal ini maka dalam perancangan harus disebutkan
(dalam gambar atau dalam uraian lainnya), dan hasilnya dikonversi untuk
umur 28 hari berdasarkan tabel 1 (PC, 1989 : 6).
Perkembangan Kuat Tekan Untuk Semen Portland Tipe I
Umur Beton (hari) Semen Portland Tipe I
3 0,46
7 0,70
14 0,88
21 0,96
28 1,00

2. Pemilihan Proporsi Campuran.


Rencana kekuatan beton didasarkan pada hubungan antara kuat tekan
dengan faktor air semen. Pemilihan proporsi campuran beton harus
memenuhi syarat atau ketentuan - ketentuan sebagai berikut :
1. Untuk beton dengan kuat tekan f c > 20 MPa, proporsi campuran
percobaan harus didasarkan pada campuran berat atau weight
batching, (PBI 1989 : 17).
2. Untuk beton dengan kuat tekan f c hingga 20 MPa, proporsi campuran
percobaan boleh didasarkan pada campuran volume atau volume
batching (ASTM C685). Penakaran vulome harus didasarkan pada
campuran dalam berat yang dikonversikan ke dalam volume
berdasarkan berat satuan volume atau bulk masing masing bahan
(PBI 1989 : 17).
3. Khusus untuk beton yang direncanakan mempunyai kekuatan sebesar
10 MPa, bila pertimbangan praktis dan kondisi setempat tidak
memungkinkan pelaksanaan beton dengan mengikuti prosedur
perancangan proporsi campuran (PBI 1989 :17), dapat digunakan
perbandingan 1pc : 2ps : 3kr dengan nilai slump beton tidak boleh
melebihi 100 mm. Jika beton tersebut digunakan untuk struktur yang
kedap air, dapat digunakan perbandingan 1pc : 1,5ps : 2,5kr.
3. Bahan Campuran.
Bahan yang digunakan dalam campuran harus memenuhi syarat
standar, yaitu :
1. Air, harus memenuhi syarat yang berlaku, dalam hal ini tertuang
dalam SK SNI S-04-1989-F tentang spesifikasi air sebagai bahan
bangunan. Air yang dapat diminum dapat langsung digunakan, namun
jika tidak memenuhi syarat atau tidak dapat diminum, air yang
digunakan harus memenuhi syarat uji perbandingan kekukatan tekan
dengan menggunkan bahan air standar, minimal memenuhi syarat
90% kuat tekannya. Perbandingan campuran dibuat dan diuji
berdasarkan syarat uji ASTM C109, Test Methods for Compressive
Strength of Hydraulic Cement Mortars (using 50 mm cube
specimens).
2. Semen, harus memenuhi syarat SII-0013-81, tentang Mutu dan Cara
Uji Semen Portland atau SK SNI S-04-1989-F, Spesifikasi Bahan
Perekat Hidrolis sebagai Bahan Bangunan.
3. Agregat, harus memenuhi syarat SII-0052-80, tentang Mutu dan
Cara Uji Agregat Beton atau SK SNI S-04-1989-F, Spesifikasi
Agregat sebagai Bahan Bangunan.

4. Perhitungan Proporsi Campuran.


Faktor air semen untuk mencapai kuat tekan yang ditargetkan
berdasarkan :
1. Hubungan kuat tekan dan faktor air semen yang diperoleh dari hasil
penelitian lapangan sesuai dengan bahan dan kondisi pekerjaan yang
diusulkan. Bila tidak tersedia data hasil penelitian sebagai pedoman,
dapat digunakan tabel 7.2 dan grafik 7.1 (SNI, 1990 : 6-8).
2. Untuk lingkungan khusus, faktor air semen maksimum harus
memenuhi ketentuan SK SNI untuk beton tahan sulfat dan beton
kedap air (PBI 1989 : 21-23).

Perkiraan Kuat Tekan Beton Dengan FAS 0,5 Dan Jenis Semen Serta Agregat Kasar
Yang Biasa Dipakai Di Indonesia
Jenis Agregat Kuat Tekan pada Umur Bentuk
Jenis Semen
Kasar 3 7 28 91 Benda Uji
Batu tak pecah 17 23 33 40
(alami)
Silinder
Semen Portland
Tipe I atau Batu pecah 19 27 37 45
Semen Tahan Batu tak pecah 20 28 40 48
Sulfat Tipe II, V (alami)
Kubus
Batu pecah 23 32 45 54
Semen Portland Batu tak pecah 21 28 38 44 Silinder
Tipe III (alami)

Batu pecah 25 33 45 48
Batu tak pecah 25 31 46 53
(alami)
Kubus
Batu pecah 30 40 53 60

5.3 Peralatan dan Bahan.


Peralatan.
a. Timbangan.
b. Sekop atau sendok semen.
c. Wadah.

Bahan.
a. Air = 6 liter
b. Semen = 9,4 kg
c. Agregat halus (pasir) = 26 kg
d. Agregat kasar (kerikil) = 31 kg

5.4 Cara Kerja.


1. Persiapkan bahan campuran sesuai dengan rencana berat pada wadah yang
terpisah.
2. Persiapkan wadah yang cukup untuk menampung volume beton basah rencana.
3. Masukkan agregat halus dan agregat kasar ke dalam wadah.
4. Dengan menggunakan skop, lakukan pencampuran agregat.
5. Tambahkan semen pada agregat campuran dan ulangi proses pencampuran
sehingga diperoleh adukan kering agregat dan semen yang merata.
6. Tuangkan 1/3 jumlah air total ke dalam wadah dan lakukan pencampuran sampai
telihat konsistensi adukan yang merata.
7. Tambahkan lagi 1/3 jumlah air ke dalam wadah dan ulangi proses untuk
mendapatkan konsistensi adukan.

5.5 Data yang Diperoleh.


Agregat Halus (Pasir).
Setelah melakukan penyaringan untuk agregat halus (pasir), diperoleh data-
data berikut tabel dari hasil penyaringan agregat halus (pasir) :
Data Hasil Penyaringan Agregat Halus (pasir)
Laboratorium Teknologi Bahan Konstruksi
Fakultas Teknik Jurusan Sipil
Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA)
Semarang
Berat Ember Berat Ember + Berat Pasir Total Berat Pasir Berat
(kg) Pasir (kg) (kg) (kg) Semen (kg)

0,485 13,485 13 26 9,4

Agregat Kasar (Kerikil).


Setelah melakukan penyaringan untuk agregat kasar (kerikil), diperoleh
data-data berikut tabel dari hasil penyaringan agregat kasar (kerikil) :

Data Hasil Penyaringan Agregat Kasar (kerikil)


Laboratorium Teknologi Bahan Konstruksi
Fakultas Teknik Jurusan Sipil
Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA)
Semarang

Berat Ember Berat Ember + Berat kerikil Total Berat Berat Semen
(kg) kerikil (kg) (kg) kerikil (kg) (kg)

0,485 15,985 15,5 31 9,4

5.6 Penyelesaian Data.


Data-data Campuran Beton.
Data-data untuk perencanaan campuran beton :
Jenis Agregat Halus (pasir) : kasar
Jenis Agregat Kasar (Kerikil) : batu pecah
Berat Jenis Agregat Halus : 1575 kg/m3
Berat Jenis Agregat Kasar : 1547 kg/m3
Ukuran Maksimal Agregat : 40 mm

Langkah-Langkah Perencanaan Campuran Beton (mix design).


1.
Kuat tekan beton yang disyaratkan = K-300
Fc = (300 kg/cm2 x 0,83) / 10
= 24,9 MPa
2.
Umur beton = 28 hari
3.
Hitung kuat tekan rata-rata, fcr
Karena dalam pembuatan belum pernah memiliki pengalaman maka nilai margin
langsung ditetapkan 12MPa
fcr = 24,9 + 12 = 36,9 Mpa
4.
Jenis semen portland (ditetapkan) = Tipe 1
5.
Jenis agregat :
Kasar = Batu Pecah
Halus = Pasir Kasar
6.
Faktor Air Semen, FAS = 0,44
7.
Faktor Air Semen = 0,52
8.
Faktor Air Semen yang digunakan = 0,44
9.
Nilai slump ditentukan = 52,5 mm
10.
Ukuran maksimum kerikil = 40 mm
11.
Kadar air bebas = 155 Kg/m3

12.
Kadar semen =

= 352,272 Kg/m3
13.
Kadar semen minimum = 275 Kg/m3
14.
Susunan agregat halus = Gol 1
15.
Dipakai semen yang terbesar : 352,272 = 353 kg

16.
Persen agregat halus = 37%
17.
Berat jenis agregat gabungan = 1712,06 Kg/m3

DENGAN :
BJ campuran = BERAT JEBIS AG. CAMPURAN
BJ Ag. Halus = BERAT JEBIS AG. HALUS
BJ Ag. Kasar = BERAT JEBIS AG. KASAR
P = Presentase Ag. Halus Terhadap Ag. Campuran
K = Presentase Ag. Kasar Terhadap Ag. Campuran

18.
Berat jenis beton = 2325 Kg/m3

Grafik Hubungan Kandungan Air, BJ campuran, dan Berat Beton

19.
Kadar agregat gabungan = Berat jenis beton (Kadar semen
+ Kadar air bebas)
= 2325 (353 + 155) = 1817 Kg/m3
20.
Kadar agregat halus = 37 % x 1817
= 672,29 Kg/m3
21.
Kadar agregat kasar = 1817 672,29
= 1144,71 Kg/m3

5.7 Kesimpulan
Untuk tiap 1 m3 beton dibutuhkan :
Air = 155 L
Semen = 353 Kg
Pasir = 672,29 Kg
Kerikil = 1144,71 Kg
Perbandingan :

Semen Pasir Kerikil Air


353 kg 672,29 kg 1144,71 kg 155 L
Semen : Pasir : kerikil : Air
1 : 1,904 : 3,243 : 0,44