Anda di halaman 1dari 5

Bedside monitor

Hari/tanggal : Minggu, 23 April 2017

Ruangan : NICU RSD Idaman Banjarbaru

Tindakan Keperawatan / prosedur : Bedside monitor

A. Latar Belakang
Bayi Ny. S dengan jenis kelamin perempuan lahir tanggal 23 April 2017 jam 07.10
wita dengan cara lahir spontan belakang kepala dengan berat badan 1260 gram, panjang
badan 38 cm, lingkar kepala 26 cm, lingkar dada 23 dan apgar score 1-3-5 dengan usia
kehamilan 23-24 minggu dan riwayat kehamilan (G 2 P1 A0) serta riwayat pernah operasi SC 9
1
/2 tahun yang lalu. Dari hasil rekam medis saat lahir bayi tidak menangis hanya merintih,
sesak napas dan cyanosis pada wajah dan ekstermitas dan terdapat retraksi dinding dan serta
bayi BAB (meconium) dan dilakukan tindakan resusitasi, suction dan pemberian oksigen
nasal.
B. Definisi
Pasien monitor/ beside monitor adalah suatu alat yang digunakan untuk memonitor
fisiologis pasien. Alat ini biasanya digunakan untuk memonitor secara continue 4 parameter,
yaitu: ECG, tekanan darah, saturasi oksigen dan respiratori rate.
C. Indikasi
1. Pasien dengan krisis atau kegagalan pada beberapa sistem, yaitu:
a. sistem pernapasan
b. sistem hemodinamik
c. sistem syaraf pusat
d. sistem endokrin dan metabolic
e. overdosis obat, reaksi obat dan keracunan
f. sistem pembekuan darah, dan infeksi berat (sepsis).
D. Deskripsi tindakan
1. Identitas klien : Bayi Ny. S
2. Diagnosa Medis : Asfiksia Berat + BBLR
3. Tindakan keperawatan dan rasional : Pemberian terapi oksigen.
4. Diagnosa Keperawatan : Ketidakefektifan bersihan jalan napas berhubungan dengan
asfiksia (akumulasi secret)
E. Data :
Saat pengkajian didapatkan data yaitu bayi dilahirkan dengan spontan belakang kepala
dengan berat badan 1260 gram dan apgar scor 1-3-5 asfiksia berat dan BBLR. Bayi
tampak sesak dan ada secret di sekitar mulut, mulut tampak kering, sianosis, masih
terdapat retraksi dinding dada, muka bayi tampak lebam, aktivitas bayi lemah, dan bayi
dapat menangis lemah, terpasang infus pada tali pusat dengan cairan D10 lewat infuse
Bedside monitor

pump 5 meq, dilakukan perawatan incubator, terpasang OGT dan bayi dipuasakan,
dengan dengan TTV nadi 123 x/menit, respirasi 34 x/menit, suhu 35,6 0C dan saturasi 98
%.
F. Analisa sintesa (pathway) asfiksia

Persalinan lama, Lilitan tali pusat

Paralisis pusat pernapasan Janin < O2 danNapas


CO2 cepat
Asfiksia Apnea Djj & TD

G. Tujuan tindakan
1. lain
Factor Memantau keadaan
: anestesi, umum meliputi
obat2an :
Ketidakefektifan Pola Napas
a. ECG : pemeriksaan aktivitas kelistrikan jantung yang digambarka dengan gelombang
ECG dan menghasilkan heart rate atau detak jantung pasien dalam satu menit.
b. Respirasi adalah pemeriksaan irama dan frekuaensi nafas dalam sat menit
c. Saturasi darah adalah kadar oksigen yang ada didalam darah
d. Tensi/NiBP (Non Invasive Blood Pressure) adalah pemeriksaan tekanan darah tanpa
tindakan invasive
2. Pelaksanaan
1. Tahap tindakan
a. Persiapan alat :
1) Bed Side Monitor (BSM)
2) Elektroda
3) Kapas Alkohol
4) Jelly
5) Kassa
a. Persiapan pasien
1 Jelaskan tujuan dan langkah prosedur kepada pasien/keluarga.
2 Posisi kan pasien supinasi.

2. Tahap Tindakan :

a Cuci tangan.
b Jelaskan pada keluarga dan pasien tentang prosedur yang akan dilakukan serta
guna dari dilaksanakannya prosedur ini.
c Hidupkan BSM, tekan On/Off (tunggu beberapa menit sampai alat siap
digunakan) non aktifkan alarm.
d Pilih tempat untuk pemasangan elektroda BSM yang terdiri atas 3 sadapan.
e Bersihkan daerah yang akan dipasang elektroda, cukur bila perlu untuk
memudahkan konduksi.
Bedside monitor

f Hubungkan elektroda dengan kabel parameter BSM.


g Lepaskan kertas pada bagian belakang elektroda dan letakkan pada posisi yang
telah ditentukan.
h Periksa Ecta, gelombang R harus lebih panjang dari gelombang lainya.
i Aktifkan menu RR atur sensitivitasnya.
j Periksa gelombang pernafasan, sesuai tidak dengan pola pernafasan pasien.
k Aktifkan menu SpO2 pada layar monitor.
l Pasang fenger SpO2 pada jari pasien (telunjuk dan ibu jari) dengan posisi lampu
infra red menghadap keatas.
m Aktifkan menu NEP pada layar monitor.
n Pasang manset pada lengan atas pasien, perhatikan pemasangan, sebaiknya pada
lengan yang tidak terpasang cairan infus, untuk menjaga agar infus tetap lancar
o Sambungkan ujung Korektor Nlop dengan Manset.
p Setting manual atau otomatis sesuai advis
q tekan Start pada menu dan tunggu hasil.
r Aktifkan menu Tump pada monitor.
s Pasang parameter suhu pada axila pasien.
t Setelah semua parameter terpasang, setting alarm sesuai dengan limit yang
ditentukan (sesuai advis).
Hal-hal yang diperhatikan :
1) Kaji irama jantung, pola pernafasan, suhu dan tekanan darah.
2) Lakukan monitoring secara berkelanjutan.
3) Pastikan semua parameter terpasang dengan baik dan benar.
4) Kaji integritas kulit lakukan parameter jika diperlukan
3. Evaluasi
a Evaluasi pasien

Jam Saturasi (SpO2) Nadi (HR) Suhu (T) Respirasi (RR)


08.00 97 % 136 x/M 35,8 0C 32 x/M
09.00 96 % 148 x/M 36,5 0C 25 x/M
10.00 97 % 145 x/M 36,0 0C 34 x/M
11.00 96 % 132 x/M 36,1 0C 30 x/M
12.00 96 % 167 x/M 36,3 0C 48 x/M
13.00 97 % 136 x/M 36,6 0C 51 x/M
14.00 95% 153 x/M 36,8 0C 50 x/M

b . Evaluasi tindakan
1) Pasien sudah dilakukan pemasangan bedside monitor
Bedside monitor

Mengetahui Banjarbaru, April 2017

Pembimbing Klinik Mahasiswa

.................................. Muhammad Suryani


Bedside monitor

Daftar Pustaka

RSU Kasih Bunda.___.Standar Operasional Prosedur Memasang Bed Side Monitor.


(Diakses dari : http://docshare04.docshare.tips/files/30806/308063781.pdf pada hari
Jumat, 28 April 2017 pukul 15.09 wita)

Zakki, H. & Pramitha G. A. P.2016. Resume Diagnostik Bedside Monitor.


(Diakses dari : https://www.scribd.com/doc/315249311/Bedside-Monitor pada hari Jumat,
28 April 2017 pukul 15.18 wita)