Anda di halaman 1dari 30

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Pangan merupakan kebutuhan utama bagi manusia. Diantara kebutuhan
lainnya, pangan merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi agar kelangsungan hidup
seseorang dapat terjamin. Indonsia merupakan salah satu negara berkembang yang
dulu hingga sekarrang masih terkenal dengan mata pencaharian pendudukna sebgai
petani atau bercocok tanam. Luas lahan pertanian pun tidak diragukan namun, dewasa
ini Indonesia justru menghadapi masalah serius dalam situasi pangan yang menjadi
kebutuhan pokok semua orang.

Masalah komoditi pangan utama masyrakat Indonesia adalah kelangkaan beras


atau nasi. Sebenarnya dulu kelangkaan ini tidak terjadi karena tiap semua daerah
diIndonesia tidak mengonsumsi beras. Makanan utama dibeberapa daerah diIndonesia
juga berbeda beda, tetepi seiringnya waktu hal tersebut berubah total setelah
pemerintahan orde baru swasembada berasnya secara tidak langsung memaksa orang
yang bisa mengonsumsi nonberas untuk mengonsumsi beras. Yang terjadi selanjutnya
adalah muncul lonjakan konsumsi atau kebutuhan beras nasional sampai sekarang
sehingga memaksa pemerintah untuk impor beras. Padahal jika tiap daerah bertahan
dengan makanan utama masing masing tidak akan muncul kelangkaan dan impor
bahan makanan pokok beras. Efek lainpun muncul akibat pola makan masyarakat
Indonesia sehingga Indonesia menjadi salah satu negara pengimpor terbesar didunia
dan salah satu daerah terpencil di Indonesia yang memiliki ketahan pangan terendah
yaitu daerah Provinsi NTT.

Keragaman komoditi pertanian yang menjadi unggulan setiap daerah di


Indonesia terlenyapkan demi program swasembada beras. Mungkin sulit untuk
mengeram laju penduduk yang terjadi di Indonesia dan juga menambah jumlah lahan
pertanian yang ada karena beberapa factor dan konversi besaran besaran yang terjadi.
Namun yang perlu diperhatikan dan ditindak lanjuti dari kondisi dan ketahanan
pangan di Indonesia antara lain adalah langkah strategi penerapan dalam
menyelesaikan ketahanan pangan pada total luas lahannya, upaya untuk
fertelizer/pemupukan dan bibit unggulnya.

Dari permasalahan tersebut, perlu dilakukan upaya untuk memperbaiki


ketahanan pangan di Indonesia khususnya Provinsi NTT yang merupakan salah satu

1
potensi ketahanan pangan terburuk karena berbagai factor diantaranya kurangnya
keragaman pangan lokal, ketersediaan air yang kurang untuk melestarikan pangan
lokal, kurangnya kesadaran pembudidayaan pangan lokal dan melestarikan pangan
lokal.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Apakah pengertian pangan lokal ?
2. Apa jenis jenis Pangan Lokal ?
3. Apa kelebihan dan keungulan Pangan Lokal ?
4. Apa faktor dan Upaya Pelestarian Pangan Lokal di NTT ?

1.3 TUJUAN
1. Mengetahui Arti dari Pangan Lokal
2. Mengetahui Jenis Jenis Pangan Lokal
3. Memahami kelebihan dan keunggulan pangan local
4. Memahami keunggulan pangan lokal

BAB II PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN PANGAN LOKAL

Dalam UU No.18 tahun 2012 tentang pangan menjelaskan bahwa pangan adalah
segala sesuatu yang berasal dari produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan,

2
peternakan, perairan dan air baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukan
sebagai makanan atau minuman bagi.

Sedangkan pengertian pangan lokal yang tercantum dalam UU No. 18 tahun 2002
tentang pangan menjelaskan bahwa Pangan Lokal adalah makanan yang dikonsumsi oleh
masyarakat setempat sesuai dengan potensi dan kearifan lokal. Definisi ini memang
sedikit melenceng dari definisi mengenai pangan yang menyebutkan pangan mencakup
segala sesuatu yang dikonsumsi, yang tentunya mencakup makanan dan minuman.
Sebagaimana halnya banyak UU di negeri ini, ketidakkonsistenan definisi memang
sudah merupakan sesuatu yang lumrah. Sesuai dengan definisi mengenai pangan, pangan
lokal tentu saja seharusnya didefinisikan cukup sebagai "pangan yang dikonsumsi oleh
masyarakat setempat sesuai dengan potensi dan kearifan lokal"

2.2 JENIS-JENIS PANGAN LOKAL

Beberapa ragam jenis pangan dan pemetaan potensi masing-masing daerah serta
manfaat dari jenis pangan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

1. Ketela Pohon

Ketelah pohon atau biasa dikenal dengan sebutan singkong merupakan


tanaman tahunan tropika dan subtropika dari keluarga Euphorbiaceae. Hasil dari
Ketela pohon yang berupa umbi dikenal luas sebagai salah satu makanan pokok
penghasil karbohidrat di samping beras dan jagung yang merupakan makanan pokok
khas masyarakat Indonesia. Ketela pohon menurut sejarah merupakan tanaman
Brazilia yang hari ini sudah menyebar ke berbagai negara di seluruh dunia. Ketela
pohon pada umumnya tumbuh dan beradaptasi secara luas di Indonesia. Tanaman ini
tumbuh dan berproduksi dari daerah dataran rendah hingga dataran tinggi. Adapun
pemanfaatan dari Ketela pohon yaitu dapat digunkan sebagai bahan baku industri
pembuatan tepung tapioka, tepung gaplek, serta bahan pembuatan etanol, gasohol, dan
lainnya.

2. Garut atau Arairut

Tanaman Garut atau Arairut adalah tanaman yang memberikan hasil utama
berupa umbi. Tanaman ini merupakan tanaman yang memrlukan iklim panas dan
kondisi yang basah yaitu pada ketinggian 0 m 900 m dpl, namun tanaman ini dapat
umbi yang optimal pada jenis tanah berpasir atau diantara ketinggian 60 m 90 m

3
dpl. Adapun prmanfaatan tanaman ini dapat digunakan sebagai bahan pembuatan
makanan bayi, bahan pembuatan kosmetika, lem, keripik, dan bahkan dalam sejumlah
penelitian tanaman garut atau Arairut ini dapat dimanfaatkan sebagai makanan bagi
anak-anak penderita kelainan pencernaan Sindrom Down dikarenakan kehalusan serat
makanan ini. Tanaman Garut atau Arairut menurut sejarahnya berasal dari Amerika
Selatan yang mana pada tanaman ini biasanya tumbuh di pekarangan tepatnya di
bawah pohon yang rindang. Suganda (2011:40) menyatakan bahwa sebenarnya
tanaman ini telah dikenal dan dikonsumsi di berbagai daerah dengan nama dan
penyebutan yang berbeda-beda, semisal di Sunda tanaman ini dinamakan patat sagu,
sedangkan di Madura dinamakan marus, di Ternate disebut huda sula dan di Melayu
dinamakan sagu betawi, sagu belanda atau airut.

3. Sukun

Sukun menurut sejarahnya merupakan tanaman yang berasal dari New Guinea,
Pasifik. Sukun merupakan tanaman yang dapat tumbuh baik pada lahan kering
(daratan), dengan tinggi pohon dapat mencapai 10 m atau lebih. Menurut Pustaka
Litbang Deptan, buah sukun telah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Di
daerah Fiji, Tahiti, Hawai, Samoa dan Kepulauan Sangir Talaud, buah sukun
dimanfaatkan sebagai makanan tradisional dan makanan ringan. Bahkan dalam
lingkup internasional buah sukun dikenal dengan sebutan bread fruit atau buah roti
dikarenakan kelezatannya sebagai buah, namun juga memiliki kandungan karbohidrat
yang tidak kalah dari beras, gandum dan jagung. Menurut Purba dalam Siregar
(2010:10-11) tanaman sukun memiliki beberapa pemanfaatan bagi kepentingan
pemenuhan pangan dan penghijauan. Beberapa manfaat tanaman sukun tersebut
antara lain sebgai berikut :

a. Sukun merupakan bahan pokok alternatif. Di daerah Sangir Taulud, sukun


dimanfaatkan sebagai pengganti beras. Di berbagai daerah lain di Indonesia
sukun dimanfaatkan sebagai makanan camilan. Potensi tanaman sukun sebagai
makanan pengganti padi memiliki keunggulan dibandingkan dengan tanaman
pendamping padi yang lain karena pemanenan buah sukun dapat dilakukan setiap
waktu tanpa mengenal musin. Meskipun demikian, tanaman sukun biasanya
berbuah dua kali. Panen pertama biasanya dilakukan pada bulan Januari Febuari
dan panen kedua dilakukan pada bulan Juli Agustus.

4
b. Tanaman sukun bermanfaat sebagai tanaman peneduh dan tanaman penghijauan.
Sosok tanaman sukun yang tinggi, dengan perakaran tanaman yang tidak terlalu
dalam tetapi kokoh, membuat tanaman sukun sangat cocok untuk digunakan
sebagai tanaman penghijauan. Tajuk tanaman yang besar mampu mengurangi
erosi tanah yang disebabkan oleh angin kencang.
c. Kayu batang tanaman sukun dapat dimanfaatkan untuk berbgai keperluan rumah
tangga, antara lain untuk membuat berbagai perabot (misalnya meja, kursi atau
rak), untuk membuat perahu dan dimanfaatkan sebagai kayu bakar.

4. Jagung

Tanaman jagung merupakan tanaman yang berasal dari Amerika. Tanaman ini
memiliki hasil utama berupa biji. Di indonesia jagung diberdayakan untuk memenuhi
berbagai keperluan baik pangan maupun non pangan. Sebagai bahan pangan beberapa
hasil olahannya meliputi: pati, tepung jagung, snack, berondong (pop corn), jenang,
nasi jagung, sirup jagung dan lain sebagainya. Sebagai bahan non pangan beberapa
manfaat dari jagung adalah sebagai berikut, misalnya digunakan sebagai bahan pakan
ternak, pupuk kompos, bahan pembuat kertas dan kayu bakar. Di Imdonesia beberapa
sentra penghasil utama tanaman jagung ialah Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara,
Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, D.I.

Yogyakarta, dan lain sebagainya. Penyebaran tanaman jagung yang dapat


tumbuh dan berproduksi secara merata di manapun, dikarenakan karakteristik
tanaman jagung yang merupakan tanaman yang dapat tumbuh di daerah sub-tropis
maupun tropis.

5. Sagu

Sagu amerupakan salah satu sumber pangan populer bagi sebagian masyarakat
Indonesia di Indonesia Timur dan sebagian daeah Pulau Sumatera. Di Indonesia
sendiri potensi mengenai sagu sebagai produk alteratif pangan nasional sangat

5
berpeluang dan menjanjikan.Hal tersebut mengingat areal penghasil sagu dunia yang
saat ini masih dipegang indonesia dengan besaran mencapai angka 60% dari total
areal sagu dunia. Selain berpotensi sebgai salah satu sumber karbohidrat yang
menjanjikan tanaman sagu juga dapat digunakan sebgai salah satu bahan pembuat
perekat, sirup dan bahan baku etanol. Sagu juga dapat digunakan untuk membuat
tepung, yang mana memiliki kandungan gizi yang tidak kalah dengan tepung tapioka
maupun aci garut.

6. Kentang

Kentang menurut sejarahnya merupakan tanaman yang berasal dari Amerika


Tengah. Hasil utama dari tanaman kentang ialah umbi. Tanaman kentang merupakan
tanaman yang hidup dan berproduksi di daerah subtropis atau daerah dataran tinggi
seperti pegunungan. Hasil olahan tanaman kentang selain sebagai bahan pokok berupa
umbi ialah sebagai bahan baku pembuat pati, sebagai salah satu bahan pembuat cat,
pembuat glukosa dan lain sebagainya. Penyebaran tanaman kentang di Indonesia
meliputi daera-daerah seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, Sumtera
Selatan, Tanah Karo dan lain sebagainya. Menurut Wattimena dalam Suwarno
(2008:1) kentang merupakan salah satu pangan utama dunia setelah padi, gandum,
dan jagung.

7. Ubi Jalar

Ubi jalar merupakan komoditas sumber karbohidrat utama, setelah padi,


jagung, dan ubi kayu, dan mempunyai peranan penting dalam penyediaan bahan
pangan, bahan baku industri maupun pakan ternak. Ubi jalar dikonsumsi sebagai
makanan tambahan atau samping-an, kecuali di Irian Jaya dan Maluku, ubi jalar
digunakan sebagai ma-kanan pokok. Ubi jalar di kawasan dataran tinggi Jayawijaya
merupakan sumber utama karbohidrat dan memenuhi hampir 90% kebutuhan kalori
penduduk. (Wanamarta, 1981).

8. Talas

Talas merupakan tanaman pangan berupa herba menahun. Talas termasuk


dalam suku talas-talasan (Araceae), berperawakan tegak, tingginya 1 cm atau lebih
dan merupakan tanaman semusim atau sepanjang tahun. Talas mempunyai beberapa

6
nama umum yaitu Taro, Old cocoyam, Dash(e)en dan Eddo (e). Di beberapa
negara dikenal dengan nama lain, seperti: Abalong (Philipina), Taioba (Brazil), Arvi
(India), Keladi (Malaya), Satoimo (Japan), Tayoba (Spanyol) dan Yu-tao (China). Asal
mula tanaman ini berasal dari daerah Asia Tenggara, menyebar ke China dalam abad
pertama, ke Jepang, ke daerah Asia Tenggara lainnya dan ke beberapa pulau di
Samudra Pasifik, terbawa oleh migrasi penduduk. Di Indonesia talas bisa di jumpai
hampir di seluruh kepulauan dan tersebar dari tepi pantai sampai pegunungan di atas
1000 meter dpl baik liar maupun ditanam. secara luas terutama di wilayah Asia dan
Oceania. Di Indonesia talas sebagai bahan makanan cukup populer dan produksinya
cukup tinggi terutama di daerah Papua dan Jawa (Bogor, Sumedang dan Malang).

2.3 KELEBIHAN DAN KEUNGGULAN PANGAN LOKAL

Melihat ketahanan pangan di Indonesia menurun dan tingginya inpor beras dalam
negeri semakin meningkat, hal tersebut sangat mengkuatirkan terhadap kebutuhan
pangan di Indonesia dan berbagai provinsi-provinsi yang rawan pangan contonya
provinsi NTT. Pangan merupakan kebutuhan utama manusia untuk keberlangsungan
hidupnya, oleh karna itu harus mencari solusi masalah tersebut dengan melestarikan
pangan lokal sebagai penggati beras sebagai makan pokok. Terutama di NTT sebagai
salah satu provisi rawan pangan, Seorang rekan penilitia panagan lokal di NTT asal
Amerika Serikat yang telah lama menetap di Kupang seringkali mengatakan bahwa
sesungguhnya masyarakat NTT "mempunyai lumbung di ladang". Dia mengatakan
demikian karena berbagai jenis tanaman umbi-umbian diambil dari ladang menjelang
diperlukan untuk memasak, berbeda dengan padi dan jagung yang harus dipanen
serentak dan kemudian disimpan di rumah sehingga berisiko dirusak oleh hama, hama
fufuk (Sitophilus spp). Oleh karena itu kita harus menguabah pola pikir karena pangan
lokal mempunyai banyak manfaat.

Secara umum pangan lokal mempunyai manfaat sebagai berikut:Makanan lokal dapat
mengantikan funsi beras sebagai makanan pokok.

1. Sebagai saving capacity, karena dapat mengurangi inpor beras.


2. Sebagai sumber karbohidrat dan sumber gizi yang tinggi.

7
3. Sebagai bahan baku industri pembuatan tepung tapioka, tepung geplek, sera sebagai
bahan pembuatan etannol dan gasohol (contohnya ketela pohon)
4. Sebagai bahan makan ternak, pupuk kompos, bahan pembuat kertas dan kayu bakar
serat memeliki zat-zat makanan yang lebih kompleks dari beras. (contohnya jagung,
ubi jalar).
5. Sebagai salah satu bahan pembuat cat dan pembuat glukosa (contohnya kentang
6. Sebagai sumber penghasilan dengan mengelola pangan lokal.

Selain maanfaat-manfaat pangan lokal, pangan lokal juga mempunyai


keunggulan tersendiri yaitu:

1. Rendah lemak

Makanan tradisional Indonesia itu lebih rendah lemak, hanya sekitar 20


persen. Berbeda dengan western food yang berkisar lebih dari 50 persen dari total
kalori. Misalnya makanan tradisonal seperti gado-gado, pecel atau makanan
tradisional lainnya yang sehat

2. Lebih alami / non kimiawi

Zat-zat kimia yang terkandung dalam makanan dan minuman yang berfungsi
sebagai pemanis sintetis, pengawet, pewarna, serta penyedap rasa lainnya, bila
dikonsumsi dalam jangka panjang bisa menyebabkan penyakit kanker dan penyakit
degeneratif lainnya.

Beberapa penelitian menyimpulkan faktor utama penyebab timbulnya masalah


kesehatan tersebut adalah terkontaminasinya sel di dalam tubuh oleh zat-zat yang
tidak seharusnya.

Dalam makanan tradisional, proses pengawetan, pewarnaan, maupun


penyedap rasa lebih ditekankan memakai bahan alamiah yang secara medis
risikonya lebih kecil terhadap munculnya masalah kesehatan. Dengan demikian, usia
produktif menjadi lebih lama dan berkualitas.

3. Banyak mengandung serat

Bahan makanan lokal merupakan salah satu kekayaan budaya kuliner


Indonesia. Umbi-umbian seperti ubi, talas, singkong, gadung dan bentoel banyak

8
ditanam oleh petani selain palawija dan padi-padian. Umbi-umbian tersebut mudah
diperoleh di pasar tradisional dengan harga yang lebih murah. Selama ini masyarakat
menganggap umbi-umbian ini ketinggalan jaman dan kurang bergizi. Padahal, umbi-
umbian tersebut mengandung gizi tinggi, seperti gadung misalnya, yang
mengandung vitamin C yang tinggi sehingga sangat bermanfaat untuk kekebalan
tubuh. Bahan makanan lokal mempunyai dua manfaat sekaligus.
Yaitu pertama, menjamin kelangsungan pemenuhan gizi keluarga
dan kedua, sekaligus memberdayakan petani lokal. Bisa dikatakan bahwa,
sebetulnya, masyarakat Indonesia secara turun temurun adalah pemakan makanan
berserat.

4. Harganya lebih murah. Makanan yang sehat dan bergizi tidak perlu mahal. Banyak
makanan tradisional yang baik dan sehat, seperti nasi uduk yang kaya dengan
kandungan protein karena ada ayam, telur, tempe, dan lain-lain. Demikian pula halnya
dengan sumber makanan hewani seperti ikan kembung, ikan sarden, ikan patin, ikan
lele, dan belut, memiliki kandungan Omega 3 yang sangat tinggi. Hampir sama dengan
yang terkandung dalam ikan Salmon yang harganya jauh lebih mahal

Selain manfaat secara umum dari pangan lokal diatas di NTT juga pangan
lokal mempunyai kelebihan tersendiri yaitu banyak pangan lokal yang tidak
dibudidayakan yang dihasilkan dari hutan contohnya ubi hutan (uwi atau iwi), dan masih
banyak lagi yang belum diketahui namanya tetapi sudah diolah oleh beberapa rumah
tangga. Kelebihan lain pangan lokal yang ada di NTT yaitu beberapa tanaman lokal yang
mempunyai penanaman tidak mengenal musim dibandingkan beras yaitu pada musim
hujan didaerah yang kekurangan daerah, bahkan di NTT sebagian besar petani mengarap
sawahnya di musim hujan, karena sawah-sawah akan mengalami kekeringan dimusim
kemarau.

2.4 KETAHANAN PANGAN DAERAH NTT

Hasil penelitian Badan Bimas Ketahanan Pangan (B2KP) provinsi NTT tentang resiko
panagan di NTT, keadaan sampai tangal 13 agustus 2008 terdapat tujuh kabupaten yang
mengalami tingkat resiko rawan pangan tinggi yaitu Belu, Lembata, Flores Timur,
Manggarai barat, Sumba Timur, Rote Ndao dan Suba Barat Daya. Sebanyak 101 desa
resiko rawan pangan, denagan 10.406 kepala keluarga (KK). Jumlah desa yang memeliki

9
tingkat resiko rawan pangan tinggi terbanyak adalah kabupaten Sumba Timur dengan 22
desa.

Tahun 2005 ada 190.626 KK atau 828.712 jiwa menderita ketiaadan pangan, tersebar
di 1.331 yang ada di 15 kabupaten/kota. Pada tahun 2006 dan 2007 juga terjadi hal yang
sama, dengan jumlah daerah dan penderita bevariasi.

Dari masalah rawan pangan diatas ternyata melahirkan masalah baru lain yang cukup
pelik yaitu gisi buruk. Hingga Maret 2008, terdata 83.068 balita di NTT yang bermasalah.
Jumlah balita yang bermasalah ini terdiri dari balita kurang gizi 70.305. balita gizi buruk
tanpa kelainan klinis 12.651 orang dan balita gizi buruk dengan kelainan klinis 106 orang.
Dan korbang yang telah meninggal akibat masalah ini hingga pertengahan tahun 2008
berjumlah 94 (PK 02/08/2008).

Sebenarnya hal ini terjadi bukan karena mereka benar-benar kekurangan pangan lokal
tetapi mereka telah mengabaikan pangan lokal yang ada. Data yang diperoleh dari B2KP
NTT diketahui, pada agustus 2008, beras yang masuk ke NTT sebanyak 15.631 ton. Beras

yang bersumber dari produksi lokal hanya 2.297 ton untuk stok panagan bulan ini. Data ini
menggambarkan bahwa tingkat konsumsi beras dalam sebulan oleh masyarakat NTT
tergolong tinggi.

Kita mengandalkan beras sebagai pangan pokok, sementara produksi beras lokal
sangat terbatas. Jadi sangat ironis jiak masyarakat tetap bertahan pada beras dengan

10
mengharapkan RASKIN dan suplai dari luar denagan keadaan ekonomi yang serba
kekurangan.

2.5 FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETAHANAN PANGAN PADA


DAERAH NTT

Seperti yang kita ketahui bahwa ketahanan pangan di NTT sangat buruk
karena berbagai faktor diantaranya sumber daya manusia (SDM), untuk memperbaiki
keburukan ketahanan pangan lokal di NTT yaitu denagn memproduksi pangan lokal tetapi
masalah lain adalah rendahnaya SDM masyarakat sumba timur untuk memproduksi
makanan lokal, selain faktor tersebut maslah lain adalah letak geografis NTT yaitu yang
hanya mengandalkan 4 bulan musim hujan, sehingga tidak diherankan daerah NTT
mengalami kekerigan yang menyebabkan pangan lokal yang tidak dibudidaya semakin
menurun, padahal NTT juga mempunyai jenis pangan lokal yang tidak perlu
dibudidayakan, berhubungan dengan masalah kekeringan di NTT menyebabkan produksi
beras semakin berkurang tetapi masyarakat NTT mengkonsumsi beras semakin meningkat,
namun banyak masyarakat NTT enggan menggkonsumsi makanan lokal NTT. Faktor-
faktor tersebut menyebabkan ketahana pangan di NTT semakin memburuk.

2.6 UPAYA MELESTARIAKAN KETAHANAN PANGAN

Upaya-upaya melestariakan ketahan pangan harus ditindak dengan serius karena


merupakan kebutuhan pokok manusia dan salah satu jalur untuk mensejahterakan rakyat.
Usaha ini tidak bisa diharapkan dari salah satu pihak yaitu pemerintah saja tetapi harus
didukung oleh masyarakat, bahkan masyarakat sendirilah yang lebih mempunyai peran
dan pemerintah sebagai katalisator saja. Beberapa upaya yang dilakukan pemerintah dan
masyarakat NTT meningkatkan ketahanan pokok:

1. Badan Bimas Ketahanan Pangan (B2KP) bekerja sama denagan Politeknik Kesehatan
Departemen Kesehatan (POLTEKKES DEPKES) kupang, mengelar pameran gizi dan
kesehatan di Aula Ei Tari pada 8 agustus 2009 dengan memamerkan pangan lokal
murni. Kegiatan tersebut merupakan salah satu cara pemerintah untuk
mensosialisasikan makanan lokal dan bagaimana cara mengolah serta menumbuhkan
semangat masyarakat untuk mengkonsumsi pangan lokal.

11
2. Salah satu bencana yang melanda NTT yaitu bencana kekeringan, mengatasi hal
tersebut pemerintah memberi pemerintah memberi prioritas khusus bagi
pembangunan infrastruktur di NTT. Pemerintah membangun 633 embung, terdiri dari
6 buah embung irigasi dan sisanya embung rakyat yang diserahkan pengolahannya
pada desa. Pemerintah NTT juga telah memeliki 1.289 sumur bor dari rencana
pemerintah sebanyak 7.891 sumur. Namun dalam hasil penelitian TAF (2014)
menunjukan kebanyakan prasarana tersebut dalam kondisi rusak dan rusak parah atau
tidak terpakai lagi.
3. Pemerintah menerapkan pendidikan tentang penting pangan dalam pendidikan formal
atau sekolah-sekoalah.
4. Presiden mengeluarkan UU tentang pangan
5. Pemerintah merayakan hari pangan Nasional dengan mengadakan lomba pengolahan
pangan lokal. Dan pada perayaan hari kemerdekaan sering pemerintah mengadakan
pengonsumsian panagn lokal.
6. Melakukan sosialisai kepada masyarakat tentang pentingnya panagan lokal
7. Bekerja sama denagan kesehatan unttuk memenuhi gizi belita dengan memberiakan
hasil olahan pangan lokal contohnya pemberian kolak pada anak posyandu.
8. Masyarakat NTT harus membiasakan diri untuk mengkonsumsi pangal lokal dan
mengembangkan kemampuan untuk mengolah pangan loakal.
9. Menjaga fasiltas negara seperti menjaga kualitas sumur bor yang menunjang
ketersediaan sumber air.
10. Membuat lahan untuk menanam panagan lokal.

12
BAB III PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Mengatasi masalah memburuknya ketahanan pangan, pangan lokal adalah salah satu
solusi untuk meningkatkan pangan lokal. Selain sebagai penganti beras sebagai
makakana pokok, panagan lokal juga mempunyai banyak manfaat. Oleh sebab itu perlu
mengubah kesadaran untuk mengolah dan membudidayakan pangan loakl untuk
mencapai kesejahteraan masyarakat terutama NTT sebagai salah satu provinsi yang
buruk ketahanan pangannya. Untuk mencapai tujuan tersebut maka perlu kerja sama
antara masyarakat dan pemerintah untuk meningkatkan ketahanan panagan.

3.2 SARAN

Saran dari kami yaitu adanya kerja sama antara pemerintah dam masyarakat
utuk melestarikan pangan lokal di NTT, denagan adanya kerja sama yang baik maka
akan tercipta denagan mudah untuk melestarikan pangan lokal. Kami juga
menyarankan beberapa solusi kepada pemerintah yaitu perlu adanya gerakan-gerakan
nyata untuk mewujudkan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal ini. Beberapa
langkah jangka pendek yang dapat dilakukan antara lain adalah sebagai berikut.
Dengan menghentikan kebijakan beras raskin. Beras raskin akan membuat masyarakat
cenderung selalu mengandalkan beras dan tidak mau beralih ke produk pangan yang
lain, jadi pengurangan jatah beras raskin ini kemudian diikuti dengan menghentikan
kebijakan beras raskin akan sangat membantu sebagai solusi jangka pendek.
Kemudian mengembangkan pasar produk-produk pangan lokal di kota-kota provinsi,
kabupaten, dan kecamatan juga menjadi salah satu solusi. Dengan berkembangnya
produk-produk pangan lokal di daerah-daerah, otomatis masyarakat akan melihat
peluang usaha dan cenderung akan tergerak untuk ikut mengembangkan produk lokal
yang ada di daerahnya. Sosialisasi produk lokal sebagai diversifikasi makanan pokok
dan keunggulannya di kota-kota secara berkelanjutan, sosialisasi sangatlah penting
dalam turut serta membentuk pola pikir masyarakat akan perlunya langkah
diversifikasi makanan pokok dengan makanan lokal dan keunggulan produk lokal
yang ada. Selanjutnya adalah membiasakan memanfaatkan makanan lokal dan
penganan lokal pada acara-acara kedinasan maupun acara dalam keluarga. Semua
solusi hanya akan menjadi wacana belaka apabila pelaksanaannya tidak ada, langkah
yang paling mudah dilakukan adalah dengan membiasakan memanfaatkan makanan

13
lokal pada acara-acara keluarga maupun kedinasan, dengan semua pihak
memanfaatkan produk lokal maka derajat produk lokal juga akan semakin meningkat
sehingga pengembangan selanjutnya akan semakin mudah.

14
3.3 DAFTAR PUSTAKA

Direktorat Jenderal Perkebunan. 2010. Cetak Biru Road Map Swasembada Gula
Nasional 2010-2014. Jakarta: Kementerian Pertanian.

Louhenapessy, J.E. dkk. 2010. Sagu: Harapan Dan Tantangan. Jakarta: Bumi Aksara.

Food Review Referensi Industri & Teknologi Pangan Indonesia Volume VI No. 10
Oktober 2011.

Sumber dari internet:

Cahyanto, Sugeng Setya. 2012. Penguatan Kearifan Lokal Sebagai Solusi Permasalahan
Ketahanan Pangan Nasional. Dalam
https://icssis.files.wordpress.com/2012/05/09102012-66.pdf diakses pada 10 Desember
2012 pukul 5.28 WIB

Anonim 1. 2012. Diversifikasi Pangan Berbasis Potensi Lokal. Dalam


http://www.bppt.go.id/index.php/component/content/article/56-bioteknologi-dan-
farmasi/1203-diversifikasi-pangan-berbasis-potensi-lokal diakses pada 3 Desember 2012
pukul 20:43 WIB

Anonim 2. 2012. Pakar IPB: Maksimalkan Potensi Pangan Lokal. Dalam


http://seafast.ipb.ac.id/latest-news/194-pakar-ipb-maksimalkan-potensi-pangan-lokal-/
diakses pada 4 Desember 2012 pukul 3:50 WIB

15
LAPORAN CARA MEMBUAT DAN RESEP MAKANAN PANGAN LOKAL

A. KUE CAKE KUKUS UBI KARAMEL


a. Bahan karamel:
50 gram gula pasir
100 ml air panas
b. Bahan cake :
30 gram margarin
50 gram susu kental manis
putih
100 gram ubi merah kukus,
dihaluskan (dari 115 gram ubi
mentah)
3 butir telur
100 gram gula pasir
125 gram tepung terigu protein
sedang
1/2 sendok teh baking powder
1/4 sendok teh garam
c. Cara membuat:
1. karamel : gosongkan gula, masukan air, aduk sampai gula larut.
2. Tambahkan margarin dan susu kental manis. Aduk rata. Masukkan ubi. Aduk
rata. Sisihkan.
3. Kocok telur dan gula sampai mengembang. Tambahkan tepung terigu, baking
powder, dan garam sambil diayak, dan diaduk rata. Tambahkan campuran
ubi. Aduk perlahan.
4. Tuang di cetakan sakura yang dioles sedikit minyak.
5. Kukus 10 menit di panci pengukus yang sudah dipanaskan lebih dahulu. Api
tidak boleh terlalu besar.

16
B. KUE TALAM UBI GULUNG
a. Bahan I:
ubi
tepung kanji
tepung sagu
garam

b. Bahan II:
25 gram tepung beras
40 ml air panas
40 gram tepung sagu tani
1/2 sendok teh garam
200 ml santan dari 1/2 butir kelapa
c. Cara membuat:
Bahan I: aduk ubi, tepung kanji,
tepung beras, gula, dan garam.
Tuang santan. Aduk sampai lembut.
Saring.
Tuang ke loyang 24 x 24 x 4 cm yang dioles minyak dan dialas plastik.
Kukus 10 menit
Bahan II: seduh tepung beras dengan air mendidih. Tambahkan tepung
sagu tani dan garam. Aduk rata. Tuang santan. Aduk rata
Tuang ke bahan I. Kukus lagi 10 menit sampai matang.
Panas-panas. Gulung dan padatkan. Biarkan dingin. Potong-potong.

17
C. KUE CAKE UBI SESIAL LAPIS KEJU
a) Bahan 1:
200 gram margarin
100 gram gula palem
75 gram gula pasir
150 gram ubi kukus, dihaluskan
(dari 170 gram ubi mentah)
5 butir telur
275 gram tepung terigu protein
sedang 50 ml santan dari
1/4 butir kelapa
1/4 sendok teh garam.
b) Bahan II:
50 gram margarin
2 kuning telur
50 gram keju parut
35 gram tepung terigu protein sedang

c) Cara membuat:
Panaskan oven 180 0C
Bahan I : kocok margarin.gula
palem,dan gula pasir sampai lembut.Masukkan ubi.Kocok rata.
Masukkan telur satu per satu sambil di kocok rata. Masukkan tepung
terigu sambil diayak dan diaduk rata. Tambahkan santan dan garam. Aduk
rata.
Bagi 2 adonan. Tuang satu bagian ke loyang 24 x 10 x 7 cm yang dioles
margarin dan dialas kertas roti.
Bahan II: kocok rata semua bahan II jadi satu. Tuang ke atas bahan I.
Tuang sisa adonan I lalu ratakan.

18
D. KUE TALAM UBI KELAPA MUDA
1. Bahan I :
125 ml santan dari 1/4 butir kelapa
1/2 sendok teh garam
250 gram ubi merah, dikukus,
dihaluskan
75 gram tepung sagu
75 gram gula pasir halus
50 gram kelapa muda, diiris panjang
2. Bahan II:
250 ml santan dari 1/2 butir kelapa
1/4 sendok teh garam
2 sendok makan tepung beras
50 ml air panas
50 gram tepung sagu
3. Cara membuat:

Bahan I: rebus santan dan garam sambil diaduk sampai mendidih. Biarkan
hangat. Ukur 100 ml santannya.

Campur ubi merah, tepung sagu, dan gula pasir halus. Aduk rata. Tuang
rebusan santan sedikit-sedikit sambil diaduk rata. Tambahkan kelapa
muda. Aduk rata.

Tuang adonan dengan kelapa muda setinggi 3/4 cetakan oval yang dioles
tipis minyak. Kukus 15 menit sampai matang.

Bahan II: rebus santan dan garam sambil diaduk sampai mendidih.
Biarkan dingin.

Aduk rata tepung beras dan air panas. Tambahkan tepung sagu. Aduk rata.
Tuang rebusan santan sedikit-sedikit sambil diaduk rata.

Tuang diatas bahan I. Kukus 10 menit sampai matang

19
E. KUE TALAM UBI DUA LAPIS
a. Bahan I:
250 gram ubi merah, dikukus, dihaluskan
50 gram tepung sagu
30 gram gula pasir
75 ml santan dari 1/2 butir kelapa
75 gram kelapa muda, dikeruk panjang
b. Bahan II:
3 sendok makan tepung beras
40 ml air mendidih
30 gram tepung sagu
375 ml santan dari 1 butir kelapa
1/4 sendok teh garam
40 gram gula pasir
1 1/2 sendok makan cokelat bubuk
c. Cara membuat:
Bahan I: aduk rata bahan I
Tuang sebagian bahan I di cucing plastik. Kukus 10 menit.
Bahan II: rebus santan, garam, dan gula pasir sampai gula larut. Angkat dan
dinginkan. Saring. Seduh tepung beras dengan air mendidih. Masukkan tepung
sagu, cokelat bubuk dan campuran santan sedikit-sedikit sambil diaduk rata.
Tuang sedikit ke atas bahan I. Tata kelapa muda. Kukus 10 menit.
Tuang bahan I. Kukus 10 menit. Tuang sisa bahan II. Kukus 15 menit sampai
matang.

F. KLEPON UBI UNGU


Bahan:

20
150 gram Tepung
Tapioka
150 gram Ubi Ungu
kukus
1/2 Butir Kelapa Parut
(sudah dikukus, lalu
beri garam sedikit)
Garam
Gula Merah (diiris tipis
kecil untuk isian
klepon)
Air

Cara membuat:

Campur tepung tapioka, beri sedikit garam, Uleni dengan Ubi Ungu yang
sudah dikukus hingga rata

Tambahkan air (sedikit demi sedikit) sampai adonan bisa dibentuk bulatan
bulatan

Didihkan air dalam panci

Bulatkan adonan klepon, masukkan gula merah yg sudah diiris kecil tipis tadi,
lalu segera masukkan ke air yang telah mendidih

Angkat klepon jika sudah mengapung, angkat dg saringan lalu balurkan diatas
parutan kelapa . KLEPON Ubi Ungu yg lezaat, siap disantap

21
G. KUE BOLU GULUNG JAGUMG MAYO
a. Bahan I:
4 butir telur
75 gram gula pasir
50 gram tepung terigu protein sedang
20 gram maizena
60 gram margarin, dilelehkan
50 gram jagung, diblender halus
1/2 sendok teh pasta vanila
b. bahan mayo:
250 ml susu cair
25 gram gula pasir
1/4 sendok teh garam
1 kuning telur
30 gram maizena dan dilarutkan 2
sendok makan air
75 gram jagung pipil
50 gram mayones
50 gram keju cheddar paru
c. Cara membuat:
Kocok telur dan gula sampai
mengembang. Masukkan tepung terigu, maizena, dan baking powder sambil
diayak dan diaduk rata. Tambahkan margarin, jagung, dan pasta vanila sambil
diaduk rata.
Tuang adonan di loyang 25x30x3 cm yang dioles margarin dan dialas kertas
roti.
Oven dengan api bawah suhu 190 derajat Celsius 25 menit hingga matang.
Mayo, aduk rata susu, gula, dan garam. Masak sampai kental. Tambahkan
kuning telur. Aduk cepat. Tambahkan jagung pipil. Aduk rata. Matikan api.
Tambahkan mayones. Aduk rata. Dinginkan.
Ambil kue. Oleskan bahan mayo. Tabur keju parut di satu sisi. Gulung.
Padatkan

22
H. KUE BOLU GULUNG VLA JAGUNG KEJU

Bahan cake:

7 kuning telur
2 putih telur
60 gram gula pasir
1 sendok teh emulsifier (sp/tbm)
60 gram tepung terigu protein sedang
60 gram margarin, dilelehkan
Bahan isi :
50 gram jagung manis pipil
200 ml susu cair
20 gram tepung maizena
2 sendok teh gula pasir
1/8 sendok teh garam
20 gram keju cheddar parut untuk taburan
Cara membuat:
Cake: kocok telur, gula pasir, dan emulsifier sampai mengembang. Tambahkan
tepung terigu sambil diayak dan diaduk rata.
Masukkan margarin leleh sedikit-sedikit sambil diaduk perlahan.
Tuang di loyang 24x24x3 cm yang dioles margarin dan dialas kertas roti
Oven 20 menit dengan suhu 180 derajat Celsius.
Isi: rebus susu cair, tepung maizena, gula pasir, jagung manis, dan garam
sambil diaduk sampai meletup-letup. Biarkan hangat.
Oles dengan bahan isi. Tabur salah satu sisinya dengan keju cheddar parut.
Gulung dan padatkan.
I. KUE BOLU JAGUNG KEJU
Bahan bolu:
225 gram tepung terigu protein sedang
1/2 sendok makan baking powder
1/4 sendok teh garam
25 gram gula pasir halus
50 gram margarin
1 butir telur, dikocok lepas
100 ml susu cair
50 gram jagung manis kaleng
30 gram keju cheddar parut
1 buah sosis ayam, dipotong kotak
Bahan toping:
25 gram keju cheddar parut

23
Cara membuat:

Ayak tepung terigu dan baking powder. Tambahkan garam dan gula pasir halus.
Aduk rata. Masukkan margarin. Aduk sampai berbutir.

Kocok lepas telur dan susu cair. Aduk rata.

Tuang sedikit-sedikit ke campuran tepung terigu sambil diaduk rata. Tambahkan


jagung manis. Aduk rata.

Tuang ke cetakan muffin pendek lebar yang dialas cup kertas. Tabur keju.

Oven 22 menit dengan suhu 190 derajat Celsius sampai matang

24
J. KUE PUKIS JAGUNG KEJU
Bahan:
1 sendok teh ragi instan
75 ml susu cair, dihangatkan
2 butir telur
50 gram gula pasir
100 gram tepung terigu protein sedang
100 gram jagung manis pipil, diblender
25 gram keju cheddar parut
15 gram margarin, dilelehkan
1/4 sendok teh garam
2 lembar keju lembaran, dipotong
panjang untuk taburan

Cara membuat:

Campur ragi instan, susu cair, dan 1 sendok teh gula pasir. Aduk rata. Diamkan
15 menit.
Kocok telur dan gula pasir sampai mengembang. Tambahkan tepung terigu
sambil diayak dan diaduk rata.
Masukkan campuran ragi instan, jagung manis, dan keju cheddar parut sedikit-
sedikit sambil diaduk rata. Diamkan 30 menit.
Tambahkan margarin leleh dan garam. Aduk rata.
Panaskan cetakan kue pukis. Tuang adonan. Biarkan sampai setengah matang.
Letakkan keju lembaran di atas adonan. Tutup dan biarkan sampai matang.

25
K. PUDING LABU KUNNG LAPIS GULA MERAH
Bahan :
1 bungkusagarr-agar plain
200 gr labu kuning dan haluskan
800 ml air
150 gr gula putih
75 gr gula merah
100 ml susu UHT plain/SKM
Cara membuat:

campur 1 sdt bubuk agar plain dengan


air 100ml masak hingga
mendidih,campur dengan UHT atau
SKM yang diseduh dgn air lalu saring
dan tuang pada cetakan.tunggu hingga setengah beku

setelah agar gula merah hampir beku. campur sisa agar2 dengan air 800ml
dan Gula putih,masak hingga mendidih, kecilkan api lalu campurkan labu
kuning sembari aduk2 hingga rata.matikan api

tuang sisa pudding pada lapisan pudding gula merah.setelah dingin masukkan
ke dalam kulkas.

L. PUDING LABU KUNING

Bahan :

26
100 gr labu kuing kukus

1 bungkus nutrijell plain

3 sdm gula pasir

500 ml air

Secukupnya gula kental manis

Cara membuat:

1. blender labu dengan separo dari air yg disediakan

2. panaskan air + nutrijel + gula, aduk sampai larut

3. kalo nutrijel sudah larut, masukkan hasil blender labu kuning sebelumnya, aduk
terus

4. kalau sudah mendidih, tuang dalam cetakan, tunggu sampe dingin baru
dimasukkan ke dalam kulkas

5. siram dengan susu kental manis ketika akan dihidangkan

M. DONAT LABU KUNING LLC

Bahan I :

27
600 gr tepung terigu
protein tinggi

50 gr susu bubk

100 gr gula halus

11 gr ragi instant

Bahan II:

4 butir kunin telur

300 gr labu kuning

100 ml air dingin

Bahan III:

75 gr mentega

sdt garam

Cara membuat:

Campur semua bahan A, aduk rata. Masukkan bahan B, uleni hingga


bergumpal-gumpal. Tambahkan bahn C, uleni terus hingga kalis. Bulatkan
dan diamkan selama 15 menit.

Bagi adonan masing-masing 40 gram, bulatkan hingga licin. Diamkan 20


menit hingga mengembang.

Lubangi tengahnya menjadi bentuk donat, kemudian goreng hingga kuning


kecoklatan. Angkat dan tiriskan. Beri toping sesuai selera. Siap disajikan

N. APEM LABU KUNING

28
Bahan :

500 gr tepung terigu

300 gr labu kuning

400 gr gula merah

450 ml air

10 gr ragi instant

Cara membuat:

Kukus labu hingga empuk dan haluskan. Masak gula merah dan air hingga
gula mencair dan dinginkan.

Campur tepung terigu, ragi instant dan labu kuning. Tambahkan air gula
sedikit demi sedikit sambil diaduk menggunakan tangan hingga tercampur
rata. Tutup adonan dgn serbet dan biarkan kurrleb 1 jam.

Olesi cetakan dgn minyak goreng dan tuang adonan hingga agak penuh.
Kemudian kukus kurleb 20 menit. Keluarkan dari cetakan dan siap disajikan.

O. KLEPON LABU KUNING

Bahan:

29
300 gram labu
kuning
150 gram tepung
tapioka
100 gram tepung
terigu
1/2 butir kelapa
parut
200 gram gula
merah
secukupnya garam
Cara membuat:

Kukus labu hingga


empuk dan haluskan,
dinginkan. Campur kelapa parut dan secuil garam, kukus kurleb 15 menit,
sisihkan. Campur terigu, tapioka, labu dan sedikit garam. Aduk rata hingga
adonan bisa dibentuk. Didihkan air dipanci, ambil adonan sebesar bola
pingpong dan pipihkan, taruh 1/2 sdm gula merah dan bulatkan adonan.
Masak diair mendidih hingga adonan mengapung. Angkat dan tiriskan,
gulingkan dikelapa parut dan siap disajikan.

30