Anda di halaman 1dari 4

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Pola Pengaliran

Pengertian pola pengaliran adalah kumpulan dari suatu jaringan pengaliran di suatu daerah
yang dipengaruhi atau tidak dipengaruhi oleh curah hujan, alur pengaliran tetap mengalir.
Pola pengaliran yang mudah dikenali dari peta topografi dan foto udara ini merupakan hasil
dari kegiatan erosi dan tektonik yang memiliki hubungan erat dengan jenis batuan, struktur
geologi, kondisi erosi dan sejarah bentuk bumi. Sistem pengaliran yang berkembang pada
permukaan bumi secara regional dikontrol oleh kemiringan lereng, jenis dan ketebalan
lapisan batuan, struktur geologi, jenis dan kerapatan vegetasi serta kondisi alam.

4.1.1 Pola Aliran sungai daerah penelitian

Pola aliran sungai daerah penelitian yaitu pola aliran Dendritik. Pola pengaliran
mempunyai luas penyebaran sekitar 95% dari daerah penelitian dan berkembang di bagian
barat barat laut hingga utara timur laut daerah penelitian. Pola ini memperlihatkan bentuk
sungai yang memiliki banyak percabangan anak sungai di karenakan daerah ini memiliki
kemiringan yang rendah, memiliki bentuk seperti ranting pohon, berkembang batuan
penyusun daerah penelitian yang memiliki kekerasan relatif sama, terdapat batuan sedimen
bberupa batupasir malihan, batugamping terumbu, endapan alluvium dan konglomerat.
Terdapat juga channel bar yang hadir pada kelokan di sungai denritik yang mencirikan
adanya proses pengendapan material sediemen yang lebih halus.

4.1.2 Tipe Genetik sungai

Terdapat dua jenis genetik sungai pada daerah penelitian yaitu konsekuen dan
obsekuen. Dimana diketahui dari hasil pengukuran arah sungai. Tipe Genetik sungai jenis
Konsekuen merupakan sungai yang arah alirannya sesuai dengan kemiringan batuan.
Sedangkan Tipe genetik sungai jenis Obsekuen merupakan sungai yang arah alirannya
berlawanan dengan kemiringa batuan.
4.1.4 Morfologi Sungai

Berdasarkan morfologinya sistem sungai pada daerah penelitian yaitu sistem sungai
Braided (Teranyam). Umumnya terdapat pada daerah datar dengan energi arus alirannya
lemah dan batuan disekitarnya lunak. Sungai tipe ini bercirikan debit air dan pengendapan
seddimen tinggi. Daerah yang rata menyebabkan aliran dengan mudah belok karna adanya
benda yang merintangi aliran sungai utama.

4.2 Satuan Bentang Alam

Bentang alam merupakan gabungan dari bentuk lahan (landform), bentuk lahan
merupakan kenampakan tunggal, seperti sebuah bukit atau lembah sungai. Kombinasi dari
kenampakan tersebut membentuk suatu bentang lahan, seperti daerah perbukitan yang baik
bentuk maupun ukuran bentuk yang bervariasi dengan aliran sungai disela-selanya. Satuan
bentang alam yang ditemui di daerah penelitian yaitu datar atau hampir datar dan perbukitan
bergelombang/ miring.

4.2.1 Morfometri

Kemiringan lereng adalah kenampkan permukaan alam disebabkan adanya beda


tinggi apabila beda tinggi dua tempat tersebut dibandingkan dengan jarak lurus mendatar
sehingga akan diperoleh besarnya kelerengan (slope). Morfometri merupakan penilaian
terhadap bentuk lahan, sebagai aspek pendukung morfografi dan morfogenetik, sehingga
klasifikasi semakintegas dengann angka-angka yang jelas. Pada daerah penelitian terdapat 4
pembagian kemiringan lereng berdasarkan klsifikasi Van Zuidam (1985) .
Kemiringan lereng Keterangan Warna
(%)

2-4 Lahan memiliki Hijau Muda

(2 7 %) kemiringan lereng landai, bila


terjal terjadi longsor bergerak
dengan

kecepatan rendah, pengikisan


dan erosi akan meninggalkan
bekas yang sangat dalam

4 8 Lahan memiliki Kunng Muda

(7 15%) kemiringan lereng landai


sampai curam, bila terjadi
longsor bergerak dengan
kecepatan rendah, sangat raan
terhadap erosi

8 16 Lahan memiliki kemiringan Kuning tua


lereng yang curam raan
(15-30 %)
terhadap bahaya longsor, erosi
permukaan dan erosi alur

16 35 Lahan memiliki kemiringan Merah Muda


lereng yang curam sampai
( 30-70%)
terjal, sering terjadi erosi dan
gerakan tanah dengan kecepatan
yang perlahan-lahan. Daerah
rawan erosi dan longsor

Tabel 4.2 Klsifikasi Kemiringan lereng daerah penelitian

4.2.2 Morfogenesa
Permukaan bumi terbentuk karna adanya proses alamiah yang berlangsung terus
menerus. Peristiwa alamiah tersebut digerakan oleh suatu tenaga alamiah yang berasal dari
dalam maupun luar bumi yang biasa disebut dengan istilah tenaga endogen dan eksogen.
Tenaga Endogen adalah tenaga-tenaga yang berasal dari dalam bumi dan bersifat membentuk
muka bumi. Tenaga endogen secara umum ada dua macam yaitu tektonisme dan vulkanisme.
Tektonisme adalahgejala alam berupa peristiwa pergerakan lempeng ang menyebabkan
perubahan bentuk bumi. Sedangkan Vulkanisme merupakan peristiwa keluarnya magma dari
perut bumi ke permukaan. Tenaga Eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi dan
bersifat mengubah/ merusak permukaan bumi. Tenaga eksogen biasanya membentuk
permukaan bumi dengan perusakan misalnya melalui pelapukan, erosi dan abrasi.