Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Manajemen operasi adalah serangkaian kegiatan yang digunakan perusahaan untuk


mengubah berbagai macam input (bahan baku, tenaga kerja, modal dan lain-lain) menjadi
produk dan jasa akhir. Manajemen operasi internasional menunjukkan pada aktivitas yang
berhubungan dengan proses transformasi dalam perusahaan internasional. Manajemen
operasi sangat berkaitan dengan kualitas, produktivitas dan teknologi informasi. Peran utama
manajemen operasi adalah menciptakan potensi untuk meraih nilai (value) yang maksimal
bagi perusahaan.
Manajemen operasi internasional menyajikan salah satu tugas yang paling kompleks
dan menantang yang dihadapi para manajer perusahaan internasional. Kompleksitas dasar
yang melekat pada manajemen operasi itu berasal dari masalah produksi itu, lokasi dan cara
memproduksi berbagai jenis barang dan jasa.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang akan kami angkat
adalah sebagai berikut :
1. Apa yang dimaksud dengan strategi produksi dan meliputi apa saja strategi
produksi tersebut ?
2. Bagaimanakah cara cara yang ditempuh untuk memperoleh sumber daya fisik ?
3. Apa saja yang meliputi key production concern ?
4. Bagaimana cara cara yang ditempuh untuk membiayai operasi bisnis ?

1.3 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui strategi produksi dan meliputi apa saja strategi produksi
tersebut.
2. Untuk mengetahui bagaimanakah cara cara yang ditempuh untuk memperoleh
sumber daya fisik.
3. Untuk mengetahui apa saja yang terdapat dalam key production concern.
4. Untuk mengetahui cara cara apa yang ditempuh untuk membiayai operasi
bisnis.

1.4 Manfaat Penulisan


Dalam makalah ini penulis berharap pembaca dapat mengambil manfaat yang
sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

1.5 Metode Penulisan


Dalam makalah ini penulis menggunakan metode studi literatur, dimana kami
menjadikan bacaan-bacaan dari beberapa media sebagai sumber informasi.

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Strategi Produksi

Strategi produksi penting untuk mencapai strategi perusahaan. Perencanaan yang


hati-hati terhadap semua aspek produksi dapat membantu perusahaan untuk menekan biaya
atau mendesain produk baru dan fitur produk yang berguna untuk strategi yang berbeda.
Diantara masalah strategi yang penting manajer harus memperhatikan perencanaan
kapasitas produk, perencanaan lokasi fasilitas, proses produksi yang akan digunakan dan tata
letak dari fasilitas

2.1.1 Perencanaan Kapasitas

Perencanaan kapasitas adalah proses menilai kemampuan perusahaan untuk


menghasilkan output yang cukup untuk memenuhi permintaan pasar. Perusahaan harus
memperkirakan permintaan global untuk produk mereka secara akurat. Apabila kapasitas
yang digunakan lebih besar dari permintaan pasar, suatu perusahaan mungkin harus
mepertimbangkan kembali produksi dengan cara, mengurangi jumlah karyawan atau jam
kerja di beberapa fasilitas. Masing-masing negara memiliki perbedaan hukum dalam hal
memperkejakan dan menghilangkan pekerjaan. Jadi tergantung pada kebijakan suatu Negara,
sebuah perusahaan mungkin atau mungkin tidak perlu memberikan pemberitahuan terlebih
dahulu saat PHK atau penutupan pabrik. Di sisi lain jika permintaan pasar berkembang,
manajer harus menentukan fasilitas mana yang perlu dikembangkan untuk memperluas
produksi atau tambahan fasilitas yang diperlukan untuk memperluas kapasitas. Daripada
kehilangan potensi penjualan, suatu perusahaan mungkin melakukan kontrak dengan
produsen lain untuk memenuhi permintaan berlebih sampai fasilitas baru dan berjalan.
Perencanaan kapasitas juga sangat penting bagi perusahaan jasa. Misalnya jaringan
hotel pindah ke wilayah baru harus memperkirakan jumlah kamar dalam fasilitasnya. Hal ini
juga harus menentukan apakah fasilitas akan digunakan untuk konvensi dan jumlah ruang
pertemuan yang harus dibangun. Fasilitas video conference mungkin ditambahkan jika
perusahaan local mengharuskan mereka untuk tetap berhubungan dengan operasi secara
geografis.

2.1.2 Perencanaan Lokasi Fasilitas

Memilih lokasi untuk produksi disebut perencanaan lokasi fasilitas. Perusahaan sering
memiliki banyak lokasi potensial di seluruh dunia untuk dipilih sebagai tempat untuk
produksi, penelitian dan pengembangan, atau kegiatan lainnya. Aspek lingkungan bisnis yang
penting bagi perencanaan fasilitas lokasi meliputi biaya dan ketersediaan tenaga kerja dan
manajemen bahan baku, komponen dan energi. Faktor kunci lainnya termasuk stabilitas
politik, banyaknya peraturan, birokrasi, pembangunan ekonomi, dan budaya lokal, termasuk
keyakinan tentang pekerjaan dan tradisi penting.
Mengurangi biaya produksi dengan mengambil keuntungan dari upah yang lebih
rendah di Negara lain penting untuk menjaga harga kompetitif produk perusahaan. Hal ini
penting terutama ketika biaya tenaga kerja memberikan kontribusi besar terhadap total biaya
produksi. Tapi upah lebih rendah dari tenaga kerja dari suatu Negara harus seimbang terhadap
kemungkinan produktifitas yang lebih rendah. Produksi yang dihasilkan tenaga kerja
cenderung lebih rendah di Negara-negara berkembang dan beberapa pasar Negara
berkembang dibandingkan dengan Negara-negara maju.
Meskipun sebagian besar perusahaan jasa harus berlokasi strategis dekat dengan
pelanggan mereka, mereka masih harus mepertimbanhkan berbagai varitas pelanggan saat
menempatkan fasilitas. Apakah kenyamanan terletak pada daerah lalu lintas tinggi penting
untuk pelanggan? Lokasi tersebut jelas penting bagi beberapa perusahaan, termasuk restoran,
bank, dan bioskop. Untuk bisnis layanan lain seperti perusahaan konsultasi atau utilitas
publik, sebuah lokasi yang nyaman kurang penting.
Masalah pasokan juga penting dalam perencanaan lokasi. Untuk setiap satu jenis
transportasi, semakin besar jarak antara fasilitas produksi dan target pasar, semakin lama
waktu yang dibutuhkan untuk pelanggan untuk menerima pengiriman. Sebagai gantinya,
perusahaan harus mengimbangi penundaan dengan mempertahankan persediaan dalam target
pasar, menambah penyimpanan dan biaya asuransi. Biaya pengiriman lebih besar ketika
produksi terjadi jauh dari target pasar.

Lokasi Ekonomi

Memilih lokasi yang sangat menguntungkan sering memungkinkan perusahaan untuk


mencapai manfaat lokasi ekonomi (keuntungan ekonomi yang berasal dari lokasi kegiatan
produksi di lokasi yang optimal). Lokasi ekonomi hasil dari campuran yang tepat dari jenis
elemen yang telah dijelaskan. Untuk mengambil keuntungan dari lokasi ekonomi, perusahaan
melakukan kegiatan usaha sendiri di lokasi tertentu atau memperoleh produk dan layanan dari
perusahaan lain yang terletak di sana. Lokasi ekonomi melibatkan hampir semua aktivitas
bisnis perusahaan di lokasi tertentu dengan sangat baik seperti penelitian, dan pengembangan.
Faktor kunci yang perlu diingat adalah setiap aktivitas produksi lebih bernilai di
lokasi tertentu dibandingkan saat menghasilkan ditempat lain. Produksi merupakan faktor
yang sangat penting (walaupun bukan satu-satunya) untuk menentukan suatu lokasi dimana
melakukan suatu akitivitas ekonomi. Dua sumber daya yaitu tenaga kerja dan modal
berpengaruh banyak terhadap produktifitas suatu lokasi.

Sentralisasi versus Desentralisasi

Satu pertimbangan penting bagi manajer produksi apakah untuk memusatkan atau
mendesentralisasi fasilitas produksi. Sentralisasi produksi lebih terfokus pada konsentrasi
fasilitas produksi di satu lokasi. Sementra desentralisasi, fasilitas produksi tersebar
dibeberapa lokasi yang berarti memiliki satu fasilitas di setiap negara bisnis dimana
perusahaan memasarkan produknya. Perusahaan sering memusatkan fasilitas produksi dalam
mengejar strategi biaya murah dan untuk mengambil keuntungan dari skala ekonomi dimana
itu merupakan kebijakan khas untuk perusahaan yang mengikuti strategi global. Dengan
memproduksi sejumlah besar produk yang identik di satu lokasi, perusahaan dapat memotong
biaya dengan mengurangi biaya per unit.

Biaya transportasi dan bentuk permukaan juga berefek pada keputusan sentralisasi
versus desentralisasi. Karena mereka pada umumnya menjual produk yang berbeda di semua
pasar mereka, kompetitor biaya rendah biasanya tidak perlu lokasi yang berada dekat dengan
pasar mereka untuk tetap berada di peringkat tinggi prefensi pembeli. Ini sebabnya mengapa
produsen dengan biaya rendah seringkali memilih lokasi dengan kombinasi antara biaya
produksi dan transportasi yang rendah. Tapi walaupun begitu perusahaan tetap harus
menyeimbangkan biaya untuk mendapatkan bahan baku untuk proses produksi dan biaya
untuk menepatkan produk di pasar. Faktor kunci yang berefek pada transportasi dari barang
adalah adanya pelabuhan,bandara atau transportasi lainnya.

Sebaliknya perusahaan yang menjual produk berbeda, mungkin menemukan produksi


desentralisasi adalah pilihan yang baik. Dengan menempatkan fasilitas terpisah di dekat
pasar yang berbeda, mereka tetap dekat konsumen dan dapat merespon lebih cepat saat terjadi
perubahan dalam prefensi pembeli. Dekat dengan konsumen juga membantu perusahaan
mengembangkan pemahaman yang lebih dalam perilaku pembeli dalam budaya local.
Kerjasama yang erat antara penelitian dan pengembangan dan manufaktur sangat
penting untuk diferensiasi yang efektif, kedua aktivitas ini biasanya dilakukan di tempat yang
sama. Namun teknologi baru memberikan perusahaan lebih banyak kebebasan untuk
memisahkan kegiatan ini. Kecepatan dari komunikasi saat ini memungkinkan anak
perusahaan dan kantor pusat berjarak jauh satu sama lain.

2.1.3 Proses Perencanaan

Menentukan proses yang perusahaan gunakan untuk membuat produk disebut proses
perencanaan. Proses tertentu yang akan digunakan biasanya ditentukan oleh strategi-tingkat
bisnis perusahaan misalnya, strategi dengan biaya rendah biasanya memerlukan produksi
skala besar karena produsen ingin penghematan biaya yang dihasilkan oleh skala ekonomi.
Sebuah perusahaan memproduksi snowboard untuk skies berkemampuan rata-rata biasanya
akan menggunakan produksi otomatis yang berintegerasi dengan teknologi komputer.
Sementara perusahaan yang mendesign papan seluncur untuk profesional tidak akan
bergantung pada produksi otomatis tetapi pada orang yang memiliki skill khusus. Perusahaan
itu akan mendesign dan memproduksi papan seluncur yang cocok dengan kebiasaan dan
kebutuhan setiap individu snowboarder. Untuk perusahaan seperti itu pelayanan adalah
komponen utama dalam proses produksinya.

Ketersediaan dan biaya tenaga kerja di pasar lokal sangat penting untuk proses
perencanaan. Apabila tenaga kerja di suatu negara relatif murah, perusahaan internasional
biasanya akan memilih menggunakan lebih sedikit teknologi dan menggunakan metode
tenaga kerja secara intensive untuk produksi (tergantung dari produk tertentu dan strategi),
tetapi juga ketersediaan tenaga kerja dan tingkat upah di pasar lokal harus seimbang dengan
produktifitas dari tenaga kerja local.

Standarisasi versus Adaptasi

Masalah lain yang penting dalam strategi produksi adalah memutuskan apakah proses
produksi akan dilakukan untuk semua pasar atau diadaptasi untuk pasar yang berbeda.
Misalnya kepemimpinan dengan biaya rendah otomatis mendikte, standar produksi dalam
jumlah besar. Jumlah produksi yang besar mengurangi biaya produksi setiap unit sehingga
mengimbangi investasi awal yang lebih tinggi dalam otomatisasi. Dan biaya produksi
berkurang seiring dengan meningkatnya kinerja karyawan dengan mengulangi kegiatan
mereka dan belajar prosedur baru misalnya membantu meminimalkan bantuan kesalahan dan
limbah.
Tapi diferensiasi sering menuntut desentralisasi fasilitas yang dirancang untuk
meningkatkan responsif lokal. Karena fasilitas produksi desentralisasi memproduksi untuk
satu pasar nasional atau untuk pasar regional, mereka cenderung lebih kecil. Hal ini
cenderung untuk menghilangkan potensi untuk mengambil keuntungan dari skala ekonomi
dan karenanya meningkatkan biaya produksi per unit. Demikian pula pangsa pasar yang lebih
kecil yang membedakan strategi target yang normalnya membutuhkan skala produksi yang
lebih kecil. Membedakan produk dengan memasukan fitur tertentu yang diinginkan oleh
pelanggan membutuhkan proses manufaktur yang lebih mahal. Biaya penelitian dan
pengembangan cenderung lebih tinggi untuk produk-produk dengan desain khusus produk,
gaya, dan fitur.

2.1.4 Perencanaan Tata Letak Fasilitas

Menentukan penataan ruang proses produksi dalam fasilitas produksi disebut


perencanaan tata letak fasilitas. Mempertimbangkan fakta bahwa di Jepang, Singapura dan
Hongkong pasokan lahan terbatas dan biaya tinggi. Perusahaan yang mencari lokasi harus
menggunakan ruang yang tersedia secara bijaksana dengan merancang fasilitas dengan padat.
Sebaliknya di Negara-negara seperti Kanada, Cina, dan Amerika Serikat kelebihan ruang
mengurangi biaya fasilitas bangunan di banyak lokasi. Karena tanah lebih murah, perusahaan
memiliki lebih banyak fleksibilitas dalam fasilitas merancang.
Lebih penting lagi, tata letak fasilitas tergantung pada jenis jenis proses produksi
yang digunakan perusahaan, dimana hal ini tergantung pada strategi bisnis tingkat
perusahaan. Misalnya daripada memproduksi jumlah massa komputer untuk disimpan dalam
persediaan, Compaq bersaing dengan memproduksi komputer seperti menerima pesanan dari
pelanggan individu. Untuk menerapkan strategi bisnis ini, eksekutif Compaq memutuskan
untuk mengganti jalur perakitan dengan mengganti massa lini berkaitan dengan tiga orang
dalam sel kerja. dalam uji coba produksi di pabrik Skotlandia, output naik 23 persen
dibandingkan dengan jalur perakitan terbaik. Selain itu, output per kaki persegi naik 16
persen peningkatan yang siginifikan dalam efisiensi dalam fasilitas.

2.2 Memperoleh Sumber Daya Fisik (Acquiring Physical Resources)

Sebelum sebuah perusahaan internasional beroperasi, perusahaan tersebut harus


memperoleh sumber daya fisik. Contohnya, seorang manajer harus menjawab pertanyaan,
meliputi : akankah perusahaan akan membuat atau membeli komponen komponen yang
dibutuhkan dalam proses produksi? Apakah yang menjadi sumber bahan baku yang
diperlukan? Apakah perusahaan memperoleh fasilitas dan peralatan produksi atau mereka
membangun sendiri? Pada bagian ini, kami akan menyajikan unsur unsur utama yang perlu
dipertimbangkan oleh manajer ketika menjawab pertanyaan sejenis ini.

2.2.1 Keputusan Membuat atau Membeli

Tipe perusahaan manufaktur membutuhkan berbagai input dalam proses produksinya.


Input ini biasanya masuk pada jalur produksi baik sebagai bahan baku yang membutuhkan
pengolahan atau sebagai komponen yang hanya membutuhkan perakitan. Ingatlah juga,
bahwa komponen juga mungkin memerlukan beberapa penyesuian kecil atau pengolahan
kecil lainnya sebelum masuk ke produksi. Memutuskan apakah akan membuat komponen
atau membelinya dari perusahan lain disebut keputusan membuat atau membeli (make-or-buy
decision). Masing masing dari pilihan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan
tersendiri.

Integrasi Vertikal merupakan pengembangan kemampuan memproduksi barang atau jasa


yang. Saat suatu perusahaan memutuskan untuk membuat suatu produk dibandingkan dengan
membelinya itu akan membuatnya terlibat dalam akitivitas upstream( aktivitas produksi yang
datang sebelum operasi bisnis saat ini):

Integrasi ke belakang (Backward Integration) berarti penguasaan kepada sumber daya,


misalnya Perusahaan Mobil mengakuisisi pabrik baja.

Integrasi kedepan (Forward Integration) berarti penguasaan kepada konsumennya,


misalnya Perusahaan Mobil mengakuisisi Dealer yang semula sebagai distributornya.

Biaya yang Rendah (Lower Costs)

Perusahaan membuat produk daripada membelinya dalam rangka untuk mengurangi


biaya total. Secara umum, keuntungan yang didapat oleh produsen adalah selisih antara harga
jual produk dan biaya produksi. Ketika sebuah perusahaan membeli produk, itu memberikan
penghargaan terhadap suatu pabrik tempat mereka membeli. Namun perusahaan sering
melakukan produksi di pabrik sendiri, karena jika tidak, perusahaan itu harus membayar
pebisnis lain untuk memproduksinya. Jadi didalam pabrik sendiri, memungkinkan perusahaan
untuk menurunkan biaya produksi. Sebagai contoh, motherboard komputer adalah dasar fisik
dari komputer pribadi yang mikroprosesor, chip memori, dan komponen lainnya yang
terpasang. Compaq (www.compaqcom) menemukan bahwa mereka dapat memproduksi
motherboard seharga $25 lebih sedikit dibanding dari supplier mereka di Asia dan dapat
menghemat waktu pengiriman selama 2 minggu.
Jika dibandingkan dengan perusahaan yang besar, perusahaan kecil kurang mampu
untuk membuat daripada membeli, terutama ketika produknya membutuhkan investasi
keuangan yang besar dalam peralatan dan fasilitas. Tapi aturan ini mungkin tidak selalu
berlaku jika perusahaan kecil tersebut memiliki teknologi eksklusif atau beberapa keunggulan
kompetitif lain yang tidak mudah disalin.

Kontrol yang lebih Baik (Greater Control)

Perusahaan yang bergantung pada perusahaan lain untuk bahan baku utama atau
komponen lainnya dapat dikatakan menyerahkan tingkat kontrol. Membuat daripada
membeli, dapat memberikan manajer kontrol yang lebih besar atas bahan baku, desain
produk, dan proses produksi itu sendiri yang semuanya merupakan faktor penting dalam
kualitas produk. Sebagai gantinya, kontrol kualitas sangat penting karena pelanggan sangat
sensitif terhadap sedikit penurunan dalam kualitas atau reputasi perusahaan.

Selain tambahan, membujuk pemasok luar untuk modifikasi yang signifikan terhadap
kualitas atau fitur baru bisa menjadi sulit. Hal ini terutama berlaku jika modifikasi
memerlukan investasi yang mahal atau memakan waktu yang lama. Jika satu pembeli
meminta adaptasi produk mahal atau jika ada alasan untuk menduga pembeli membawa
bisnisnya ke tempat lain, seorang supplier akan enggan melakukan investasi mahal. Kecuali
bahwa pembelian dalam volume besar.
Dalam kasus seperti itu, pembeli mungkin tidak akan mendapatkan produk yang
diinginkan. Dengan demikian perusahaan mempertahankan kontrol lebih besar atas desain
produk dan fitur produk jika mereka memproduksi komponennya sendiri.

Alasan untuk Membeli (Reasons to Buy)

Praktek membeli barang atau jasa dari perusahaan lain yang dapat menambah nilai
kegiatan perusahaan disebut outsourcing. Outsourcing merupakan hasil bagian spesialisasi
dari kemajuan berkelanjutan dan teknologi. Untuk setiap spesialisasi dari proses operasinya,
produsen membutuhkan keterampilan dan pengetahuan yang lebih besar daripada yang
sebelumnya. Ketika suatu perusahaan akan memutuskan untuk mendapatkan sumber-sumber
dari luar negeri, perusahaan juga dapat mengadakan fasilitas-fasilitas sendiri atau menyewa
sistem produksi ke perusahaan-perusahaan lain. Penggunaan sumber dari luar (outsourcing)
telah menjadi pilihan lazim bagi perusahaan ketika perusahaan mencoba memfokuskan
sumber-sumber langka pada kompetensi inti perusahaan dan menggunakan keahlian
perusahaan-perusahaan lain untuk mengurangi biaya dan investasi modal, meningkatkan
fleksibilitas dan kecepatan respon, meningkatkan kualitas, atau menyediakan keuntungan-
keuntungan strategis lainnya.
Outsourcing telah menjadi sangat populer dalam bisnis komputer. Komponen pasar
termasuk Intel (www.intel.com) di mikroprosesor, Seagate (www. Seagate.com) di hard drive,
US Robotics (www.usr.com) di modem, dan Mitsumi (www.mitsumi.com) di DvD drives-
mensuplai dari produsen besar dan kecil di seluruh dunia. Perusahaan komputer membeli
komponen komponen tersebut dari produsen ini, dikumpulkan di fasilitas mereka sendiri
dan lalu dijual dengan lengkap untuk konsumen. Sebuah praktik yang terkait dalam industri
computer dikenal sebagai "manufaktur siluman," yang menyerukan outsourcing perakitan
sebenarnya dari komputer itu sendiri, ditambah pekerjaan pengiriman mereka ke distributor
dan perantara lainnya.
Sebuah jenis baru dan menarik dari outsourcing tampak di industri farmasi. Online
forum.called InnoCentive (www.innocentive.com) menghubungkan perusahaan dan lembaga
mencari solusi untuk masalah-masalah sulit menggunakan jaringan global lebih dari 145.000
pemikir kreatif. Para insinyur, ilmuwan, penemu, dan pengusaha dengan keahlian dalam
ilmu kehidupan, teknik, kimia, matematika, ilmu komputer, dan kewirausahaan bersaing
untuk memecahkan beberapa masalah terberat di dunia dengan imbalan penghargaan
keuangan yang signifikan. InnoCentive terbuka bagi siapa saja, tersedia dalam tujuh bahasa,
dan membayar uang penghargaan rentang dari $ 2.000 sampai dengan $ 1 juta.

Risiko yang Rendah (Lower Risk)

Dalam bab-bab sebelumnya, dijelaskan berbagai jenis risiko yang dihadapi oleh
perusahaan yang membangun fasilitas staf di negara lain. Sebagai contoh, ingat bahwa risiko
politik cukup tinggi di pasar tertentu. Kerusuhan sosial atau konflik terbuka dapat
mengancam fasilitas fisik, peralatan, dan keselamatan karyawan
Salah satu cara perusahaan dapat menghilangkan paparan risiko politik di negara-
negara lain, hanya dengan menolak untuk berinvestasi dalam pabrik dan peralatan luar negeri,
sebagai gantinya perusahaan dapat membeli produk dari pemasok internasional. Kebijakan
ini juga menghilangkan kebutuhan untuk membeli ansuransi yang dibutuhkan saat
perusahaan menyanggupi produksi di negara yang tidak stabil. Namun kebijakan ini tidak
akan sepenuhnya melindungi pembeli dari seluruh potensi gangguan. Ketidakstabilan politik
dapat menyebabkan keterlambatan dalam penerimaan tepat waktu bagian yang diperlukan.
Walaupun dalam situasi yang normal apabila waktu pengiriman terlibat dalam outsourcing
internasional dapat meningkatkan resiko pembeli tidak akan memenuhi jadwal produksi
sendiri.

Fleksibilitas yang Baik (Greater Flexibility)

Mempertahankan fleksibilitas yang cukup untuk kondisi pasar semakin meningkat


penting bagi perusahaan. Membuat produk sendiri yang membutuhkan investasi yang besar
dalam peralatan dan bangunan sering mengurangi fleksibilitas. Sebaliknya, perusahaan yang
produknya bersumber dari satu atau lebih dari pemasok luar mendapatkan fleksibilitas.
Membeli dari beberapa pemasok, atau mendirikan fasilitas produksi di lebih dari satu
negara, memungkinkan perusahaan untuk melakukan outsourcing produk dari satu lokasi jika
ketidakstabilan meletus di negara lain.
Kesamaan ini benar selama periode volatilitas besar dalam nilai tukar. Nilai tukar
dapat menambahkan atau mengurangi biaya mengimpor suatu produk dari sebuah negara.
Dengan membeli dari beberapa pemasok, perusahaan dapat memperthankan fleksibilitas yang
diperlukan untuk perubahan sumber daya.
Perusahaan juga mempertahankan fleksibilitas dengan cara tidak berinvestasi dalam
fasilitas produksi. Tidak dibebani dalam investasi yang mahal terhadap fasilitas produksi dan
peralatan suatu perusahaan dapat mengubah lini produk mereka dengan cepat. Kemampuan
ini sangat penting untuk produk yang produksinya kecil atau yang potensinya sangat tidak
pasti. Selain itu, perusahaan dapat memperoleh fleksibilitas dalam keuangan jika modal tidak
hanya tertanam di pabrik dan peralatan. Modal berlebih ini dapat digunakan untuk mengejar
peluang domestik atau internasional lainnya. Outsourcing dapat juga dapat membebaskan
perusahaan dari keharusan untuk berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan, dan
kemudian memperoleh laba atas investasi

Kekuatan Pasar (Market Power)

Perusahaan dapat memperoleh banyak kekuasaan dalam hubungan mereka dengan


supplier hanya dengan menjadi pelanggan penting. Bahkan, kadang-kadang pemasok dapat
menjadi semacam jaminan untuk satu pelanggan tertentu. Situasi ini terjadi ketika pemasok
menjadi sangat tergantung pada perusahaan yang melayaninya dengan hampir semua
kapasitas produksinya. Jika pembeli utama tiba-tiba mulai melakukan outsourcing di tempat
lain, pemasok akan memiliki beberapa pelanggan lain. Situasi ini dapat memberikan control
kepada pembeli yang signifikan dalam menentukan kualitas , memaksa pengurangan biaya,
dan membuat modifikasi khusus.

Hambatan untuk Membeli (Barriers to Buying)

Untuk berbagai alasan, perusahaan kadang-kadang menghadapi kendala ketika


membeli produk dari supplier international. Pertama, pemerintah negara si pembeli mungkin
memaksakan tarif yang dirancang untuk meningkatkan keseimbangan perdagangan negara.
Tarif dapat ditambahkan sebesar 15-50% dari biaya kompenen yang dibutuhkan oleh
manufaktur untuk disebar.
Kedua, layanan yang diberikan oleh perantara meningkatkan biaya membeli di luar
negeri. Memperoleh surat kredit, mengatur transportasi fisik, dan memperoleh asuransi
semua menambah biaya final yang produsen bayar untuk produk yang dipasok dari luar
negeri. Meskipun biaya saat ini adalah biaya terendah dari selama ini, mereka dapat
meningkatkan secara signifikan total biaya produk. Apabila biayanya tinggi, mereka dapat
meniadakan keuntungan dari membeli dari pemasok internasional.

2.2.2 Bahan Baku (Raw Materials)


Keputusan tentang pemilihan dan akuisisi bahan baku yang penting dari banyak tipe
manufaktur. Pertama, beberapa industri mengandalkan kuantitas tersedianya bahan baku
secara lokal. Ini terjadi pada perusahaan yang terlibat pertambangan, kehutanan dan
perikanan. Kedua bahan baku mempunyai pengaruh yang besar terhadap kualitas akhir
produk suatu perusahaan contohnya perusahaan makanan proses harus memilih kualitas dari
buah ,sayur,biji dan banyak bahan lainnya.

2.2.3 Aktiva/AsetTetap (Fixed Assets)

Sebagian besar perusahaan harus memperoleh fasilitas aset tetap seperti produksi,
gudang persediaan, gerai ritel, pabrik produksi dan peralatan kantor. Banyak perusahaan
memiliki pilihan untuk 1) memperoleh atau memodifikasi pabrik yang ada atau fasilitas baru
(2) membangun fasiltas baru yang disebut investasi greenfield. Mengingat pilihan baik
melibatkan banyak individu dalam perusahaan.
Sebagai contoh, manajer produksi harus memverifikasi bahwa fasilitas yang ada yang
cukup besar untuk memenuhi kebutuhan layout fasilitas perusahaan . Para ahli akuisisi dan
staf hukum harusan menjamin aktivitas bisnis yang diusulkan untuk mematuhi undang-
undang. Public relations harus bekerja sama dengan tokoh masyarakat untuk memastikan
bahwa perusahaan tidak merusak populasi lokal. Akhirnya, manajer harus memastikan
bahwa infrastruktur lokal dapat mendukung operasi bisnis perusahaan. Peralatan pabrik dan
kantor mungkin akan tersedia secara lokal di kebanyakan industri baru dan pasar yang sudah
berkembang tetapi tidak di pasar yang sedang berkembang. Para manager itu harus
mengakses biaya dari kedua tarif apakah akan dikenakan dalam mengimport peralatan dan
usaha yang dibutuhkan untuk mengimpornya.

2.3 Key Production Concerns

Pada titik ini, ada beberapa masalah untuk didiskusikan terkait dengan operasi
manufaktur. Pertama kita akan meneliti bagaimana perusahaan memaksimalkan kualitas dan
meminimalkan biaya pengiriman dan persedian. Dan kita akan melihat pentingnya
reinvestasi versus divestasi.

2.3.1 Upaya Peningkatan Mutu

Perusahaan berusaha mencapai peningkatan kualitas karena dua alasan yaitu, biaya dan nilai
pelanggan. Pertama, produk berkualitas membantu menekan biaya produksi karena
mengurangi limbah di input ,mengurangi biaya untuk menerima barang cacat dari konsumen,
dan mengurangi biaya pembuangan yang dihasilkan dari produk cacat. Kedua beberapa
tingkat kualitas minuman yang dapat diterima adalah aspek hampir semua produk saat ini.
Bahkan perusahaan yang memproduksi produk berbiaya rendah mencoba atau memperbaiki
kualitas,asalkan tidak mengikis posisi mereka biasanya di segmen pasar. Perusahaan yang
berhasil menggabungkan posisi dengan biaya rendah dan produk yang berkualitas dapat
memperoleh keunggulan kompetitif yang luar biasa di pasarnya.
Meningkatkan kualitas juga penting bagi perusahaan jasa. Apakah sebagai produk
atau berhubungan dengan barang manufaktur dan pasar. Mengelola kualitas pelayanan jasa
dianggap sulit karena adanya fakta bahwa jasa diciptakan dan dikonsumsi pada saat yang
bersamaan. Untuk alasan itu, interaksi manusia antara pegawai yang mengirim jasa dan
konsumen merupakan hal yang penting dalam kualitas jasa. Menciptakan interaksi antara
karyawan yang memberikan layanan dan aktivitas layanan yang harus dilakukan sebelum
layanan pengiriman sebenarnya juga penting. Contohnya , penting bagi sebuah restaurant
untuk bersih dan memiliki bahan-bahan yang diperlukan dalam hidangannya di menu.
Dua gerakan yang mengilhami dorongan terhadap kualitas
Manajemen kualitas total merupakan komitmen perusahaan secara luas untuk
memnuhi atau melebihi harapan pelanggan melalui upaya peningkatan mutu
berkelanjutan dan proses.
Iso 9000 standar Internasional Organisasi(ISO) 9000 merupakan sertifikasi
internasional yang perusahaan dapatkan ketika memenuhi standar kualitas
tertinggidalam industri mereka.

2.3.2 Biaya Pengiriman dan Biaya Persediaan

Biaya pengiriman dan biaya persediaan dapat memiliki efek dramatis pada biaya
mendapatkan bahan dan komponen ke lokasi fasilitas produksi. Ketika biaya mendapatkan
input ke dalam proses produksi merupakan sebagian besar dari total biaya produk,produsen
cenderung menempatkan lokasi dekat dengan input tersebut. Biaya pengirimman
dipengaruhi oleh banyak unsur lingkungan bisnis suatu negara seperti tingkat umum
pembangunan ekonomi,kondisi pelabuhan laut,bandaara dan jaringan kereta api.
Dulu produsen akan membeli dalam jumlah besar bahan atau komponen dan disimpan
dalam gusang besar sampai mereka dibutuhkan dalam proses produksi. Menyimpan sejumlah
persediaan untuk produksi bagaimanapun memakan banyak biaya yang digunakan untuk
mengasuransikan dari kerusakan atau biaya yang digunakan untuk membeli gudang tempat
penyimpanannya.
Karena uang perusahaan bisa digunakan lebih baik, mereka mengembangkan teknik
manajemen persediaan yang lebih baik. Teknik ini yaitu persediaan seminimal mungkin dan
input untuk proses produksi sampai tepat waktu saat dibutuhkan yang disebut JIT( just in
Time ) manufacturing. Walaupun awalnya teknik ini berkembang di jepang,tetapi teknik ini
menyebar secara cepat ke seluruh penjuru dunia. JIT mengurangi secara dramatis biaya
penyimpanan dan juga membantu mengurangi biaya boros dan bahan dan komponen cacat
dapat terlihat lebih cepat

2.3.3 Reinvestasi versus Divestasi

Perusahaan mempertahankan tingkat operasi saat ini, ketika tidak ada kesempatan
baru yang terlihat sedangkan mengubah kondisi di persaingan pasar global yang seringkali
memaksa manager untuk memilih antara investasi atau divestment. Perusahaan sering
menginvestasikan kembali keuntunganpasar yang membutuhkan pembayaran kembali
asalkan prospek jangka panjangnya baik. Hal ini sering terjadi di negara-negara berkembang
and large emerging markets. Sebagai contoh di Cina terdapat korupsi, masalah distribusi dan
sistem hukum yang samar untuk perusahaan non-cina. Namun karena keuntungan jangka
panjang yang diharapkan perusahaan negara barat menginvestasikan banyak di china.
Kebanyakan dari perusahaan ini mengambil keuntungan dari fasilitas produksi berbiaya
rendah dan energi berbiaya rendah.
Perusahaan akan menimbang kembali operasi internasional saat terlihat jelas
keuntungan akan memakan waktu lebih lama daripada yang diharapkan. Sebagai contoh di
china. Beberapa perusahaan terpikat oleh cina dengan kemungkinan pertumbuhan yang
ditawarkan oleh 1.2 miliar konsumen . Namun beberapa harus mempertimbangkan kembali
ambisinya berdasarkan rencana marketing yang terlalu optimis.
Perusahaan biasanya memutuskan untuk menginvestasikan kembali ketika pasar
sedang mengalami pertumbuhan pesat. Investasi kembali dapat berarti memperluas di pasar
itu sendiri atau berkembang dilokasi yang melayani pasar yang berkembang. Investasi di
pasar berkembang seringkali pilihan menarik karena pelanggan baru belum menjadi loyal
terhadap produk suatu perusahaan, sehingga lebih mudah menarik konsumen dipasar
berkembang daripada mendapatkan bagian dari pasar yang stagnan.
Sementara masalah politik,sosial, atau ekonomi dapat memaksa suatu perusahaan
entah mengurangi atau mengeleminasi sekaligus operasi. Masalah seperti ini biasanya
berkaitan satu sama lain. Sebagai contoh beberapa perusahaan barat menarik perusahaanya
dari indonesia karena intensnya kerusuhan yang diakibatkan oleh masalah politik,kesulitan
ekonomi, dan penyerangan teroris.
Pada akhirnya, perusahaan berinvestasi di operasi yang menawarkan pengembalian
terbaik terhadap investasinya. Kebijakan itu berarti mengurangi atau melepaskan operasi di
beberapa pasar, walaupun mungkin mereka mendapatkan keuntungan, tetapi dalam rangka
berinve stasi ditempat lain yang lebih menguntungkan

2.4 Membiayai Operasi Bisnis


Perusahaan memerlukan sumber keuangan untuk membayar berbagai macam
pengeluaran operasional dan proyek baru. Mereka harus membeli bahan baku dan komponen
dari produk untuk manufaktur dan aktivitas pertemuan. Pada waktu tertentu, mereka
membutuhkan jumlah modal yang besar, entah untuk memperluas kapasitas produksi atau
masuk ke suatu wilayah pasar baru. Tetapi perusahaan juga membutuhkan pembiayaan untuk
membayar semua aktivitas yang berkaitan dengan produksi. Mereka harus membayar training
dan program pengembangan dan gaji karyawan serta manajer. Bisnis harus membayar agensi
periklanan atas jasanya mepromosikan barang dan jasa. Mereka harus membayar secara
periodik bunga kepada pemberi pinjaman dan juga dividen untuk stockholder.
Akan tetapi semua perusahaan memiliki keterbatasan atas sumber daya untuk
pembagian atas investasi operasi yang sedang berjalan atau usaha baru. Jadi darimana
perusahaan mendapatkan dana yang dibutuhkan ? Secara umum, sebuah organisasi
mendapatkan sumber keuangan melalui salah satu dari tiga sumber:
1. Meminjam (hutang)
2. Issuing equity( kepemilkan saham)
3. Pembiayaan Internal

2.4.1 Meminjam
Perusahaan internasional sama seperti perusahaan lokal berusaha mendapatkan bunga
serendah mungkin dari dana yang dipinjam. Bagaimanapun objek ini lebih rumit pada skala
global. Kesulitannya meliputi resiko nilai penukaran, peraturan dalam penukaran saat ini, dan
peraturan mengenai aliran modal internasional.
Meminjam secara lokal bisa jadi keuntungan, terutama saat penurunan nilai mata uang
lokal berkurang dengan nilai mata uang negara asal. Misalnya perusahaan dari jepang
meminjam dari bank USA untuk investasi di USA. Anggap saja setahun kemudian nilai mata
uangUSA jatuh oleh nilai uang yen, dengan kata lain lebih sedikit yen yang dibutuhkan untuk
membayar satu dollar. Dalam kasus itu perusahaan jepang dapat membayar pinjaman dengan
uang yen lebih sedikit dibandingkan yang seharusnya dibutuhkan apabila nilai mata uang
dollar tidak jatuh.
Akan tetapi perusahaan tidak selalu bisa meminjam uang secara lokal. Seringnya
mereka dipaksa untuk mencari sumber modal internasional. Kasus ini kadang saat cabang
baru memasuki pasar dan belum membangun reputasi dari pendana lokal. Pada kasus ini
perusahaan pusat dapat membantu cabang mendapatkan pembiayaan melalui back to back
(dimana perusahaan pusat mendepositokan uangnya di bank tuan rumah, yang nantinya akan
meminjamkan uangnya ke perusahaan cabang yang berada di negera tuan rumah tersebut)
Sebagai contoh, sebuah perusahaan Meksiko membuka cabang di Amerika akan tetapi
perusahaan cabang ini tidak dapat meminjam di bank Amerika. Perusahaan pusat Meksiko
ini bisa mendepositkan uang pesonya di cabang bank Amerika yang terdapat di Meksiko.
Lalu bank amerika meminjamkan dollar kepada cabang yang terdapat di amerika. Jumlah
uang dalam dollar akan sama jumlahnya dari peso yang didepositokan oleh bank amerika
cabang meksiko. Saat perusahaan cabang meksiko mengembalikan uang secara penuh ,
perusahan pusatnya akan mendapatkan depositonya(ditambah bunga yang diperoleh) dari
bank amerika cabang meksiko.

2.4.2 Issuing Equity ( kepemilikan saham)


Pada chapter 9 dijelaskan pasar saham internasional terdiri dari semua saham beli dan
jual diluar tuan rumah dari perusahaan penerbitan. Perusahaan meneribitkan saham utamanya
untuk mengakses kolam investor dengan dana yang tidak ada secara domestik. Tetapi
mendapatkan saham yang tercatat dari negara lain prosesnya bisa cukup sulit. Untuk satu
hal,mematuhi semua aturan dan regulasi operasi pemerintah dari saham tertentu
membutuhkan biaya dan waktu yang banyak. Hanya perusahaan besar yang biasanya
mencatat saha, di pertukaran multiple.

Issuing American Depository Receipts


Untuk memaksimalkan eksposur internasional (dan akses ke Ands), perusahaan non-
AS sering mendaftarkan diri mereka sendiri di saham bursa AS. Perusahaan non AS bisa
mendaftarkan saham secara langsung di Amerika dengan mengeluarkan perdagangan di
American Depository Receipts( sertifikat yang memperdagangkan saham di Amerika Serikat
dan mewakili sejumlah tertentu saham di non AS perusahaan) bank-bank besar AS, seperti
Citibank (www.citibank com) menerbitkan ADR yang kemudian diperdagangankan di Bursa
Efek New York (www.nyse.com), National tion komputerisasi Dealer Automated Quotation
sistem (www nasdaq com)
Perusahaan Internasional juga menggunakan Global Depository Receipts (GDR),
iniuenilat pada prinsipnya sama seperti ADRs tetapi terdaftar di London dan Lurembourg.
Perusahaan india secara agresif mengeluarkan GDR untuk menghindari persyaratan daftar
yang ketat di pasar rumah mereka.
Advantages of ADRs
Keuntungan dari ADR perusahaan memperoleh beberapa keuntungan penting ADRs
Pertama, investors yang membeli ADR tidak membayar biaya mata uang konversi.
Sebaliknya, jika investor AS untuk membeli saham non-AS perusahaan di bursa negara lain,
maka dia akan dikenakan biaya konversi untuk mata uang yang berlaku. Menghindari biaya
tersebut, dan biaya membayar dalam dollar mendorong investor AS untuk membeli ADR.
Kedua, tidak ada minimum pembayaran untuk ADR, karena kadang untuk saham
perusahaan.
Ketiga, perusahaan yang menawarkan ADR di Amerika Serikat untuk menarik reksa
dana. hukum saham di Amerika Serikat membatasi jumlah uang yang reksa dana yang dapat
diinvestasikan dalam menjual saham perusahaan yang tidak terdaftar di bursa AS. Manajer
investasi US dipaksa menjual saham Jerman SAP produsen software (www.sap.com) ketika
harga mereka dihargai. Amerika Serikat juga memungkinkan perusahaan untuk menghargai
karyawan dengan saham diskon saham perusahaan sesuatu yang tidak bisa dilakukan jika
tidak karena perusahaan dilarang memberi saham di perusahaan yang tidak terdaftar kepada
karyawan di Amerika Serikat.

Venture Capital
Sumber lain pembiayaan ekuitas untuk startups dan usaha kecil adalah pembiayaan
modal ventura yang diperoleh dari investor yang percaya bahwa peminjam akan mengalami
pertumbuhan yang cepat dan yang menerima ekuitas (bagian kepemilikan berupa imbalan)
Mereka yang memasok usaha dengan modal yang dibutuhkan disebut kapitalis ventura.
Meskipun sering ada risiko besar terkait dengan yang baru, perusahaan perkembangan pesat
pemodal ventura berinvestasi karena mereka juga dapat menghasilkan keuntungan investasi
yang besar. di Dalam beberapa tahun terakhir, industri modal ventura telah menjadi global.

Emerging Stock Markets


Biasanya perusahaan dari negara-negara dengan pasar saham menghadapi masalah-
masalah tertentu. Pertama, pasar saham negara berkembang umumnya mengalami volatilitas
ekstrim Sebuah faktor penting adalah bahwa investasi ke pasar saham negara berkembang
biasanya disebut-uang panas - uang yang dapat dengan cepat ditarik pada saat krisis.
Sebaliknya uang langsung diinvestasikan di pabrik-pabrik, peralatan, dan tanah tidak bisa
ditarik dengan mudah. Penjualan besar dan tiba-tiba dari ekuitas adalah tanda-tanda dari
volatilitas pasar yang muncul di pasar saham . penjualan saham secara tiba-tiba terjadi
berdasarkan perekonomian di masa depan suatu Negara.
Kedua, perusahaan yang menerbitkan saham di pasar saham negara mereka
seringnya terganggu oleh regulasi pasar yang buruk. Hal ini dapat memungkinkan perusahaan
lokal besar untuk memegang banyak pengaruh atas pasar saham domestik mereka. Selama
pemegang saham domestik mendominasi bursa. investor internasional kemungkinan akan
ragu-ragu untuk masuk. Akar masalah nate pertukaran seperti itu, sering terletak pada
regulasi yang mendukung orang dalam dibandingkan investor internasional.

2.4.3 Internal Funding


Pendanaan internal yang sedang berlangsung kegiatan bisnis internasional dan
investasi baru juga dapat dibiayai secara internal apakah dengan dana yang disediakan oleh
perusahaan induk atau anak perusahaan internasional.
Internal Ekuitas Utang dan Biaya spin-off perusahaan dan anak perusahaan baru biasanya
memerlukan waktu sebelum mereka menjadi mandiri secara finansial. Selama periode ini,
mereka sering mendapatkan pembiayaan internal dari perusahaan induk.
Banyak anak perusahaan internasional mendapatkan modal keuangan dengan menerbitkan
ekuitas, yang aturannya tidak diperdagangkan secara publik. Bahkan ekuitas sering dibeli
sendiri oleh perusahaan induk, yang jelas menikmati pengaruh besar atas keputusan anak
perusahaan. Jika anak perusahaan memutuskan membayar dividen baik induk mendapatkan
kembali dari harga saham yang menguat yang mencerminkan penilaian peningkatan
perusahaan. Jika anak perusahaan memutuskan untuk membayar dividen saham, perusahaan
induk juga bisa mendapatkan kembali dengan cara ini. Perusahaan induk biasanya
meminjamkan uang kepada anak perusahaan internasional selama fase startup dan ketika
anak perusahaan melakukan investasi baru yang besar. Sebaliknya anak perusahaan dengan
kelebihan uang tunai sering meminjamkan uang kepada anak perusahaan yang membutuhkan
modal.

Pendapatan dari operasi, uang yang diperoleh dari penjualan barang dan jasa disebut
pendapatan. Sumber modal ini adalah nyawa dari perusahaan-perusahaan internasional dan
anak mereka jika sebuah perusahaan ingin berhasil dalam jangka panjang, hal itu harus di
beberapa titik menghasilkan pendapatan internal yang cukup untuk mempertahankan operasi
sehari-hari. Pada saat itu pembiayaan luar diperlukan hanya untuk memperluas operasi atau
untuk bertahan pada periode buruk. katakanlah selama fluktuasi penjualan musiman.
Seperti yang kita lihat pada bab-bab sebelumnya perusahan-perusahaan internasional
dan anak mereka juga menghasilkan pendapatan secara internal melalui harga yang disebut
transfer price- harga pengalihan dikenakan untuk barang atau jasa yang ditransfer antar
perusahaan dan anak perusahaan. Perusahaan menetapkan anak perusahaan harga transfer
yang tinggi atau rendah, sesuai dengan tujuan mereka sendiri. Misalnya seperti mereka sering
mengejar transfer pricing agresif ketika mereka ingin memininimalisir pajak dalam harga
Negara pajak tinggi transfer. harga transfer dapat digunakan jika tidak ada pembatasan valuta
asing atau pada repratiasi keuntungan ke Negara asal.

2.4.4 Struktur Modal


Struktur modal perusahaan adalah campuran dari ekuitas, utang, dan dana internal
yang menggunakan untuk membiayai kegiatannya, perusahaan mencoba untuk mendapatkan
keseimbangan yang tepat antara metode pembiayaan untuk meminimalkan risiko dan biaya
modal.
Utang membutuhkan pembayaran bunga secara periodik kepada kreditur seperti bank
dan pemegang obligasi. Jika perusahaan gagal pada pembayaran bunga, kreditur dapat
membawa perusahaan ke pengadilan untuk memaksa untuk membayar bahkan memaksa
untuk bangkrut. Di sisi lain dalam kasus ekuitas hanya pemegang jenis tertentu saham
preferred ( perusahaan yang menerbitkan ) dapat memaksa kebangkrutan karena default.
Kemudian sebagai aturan perusahaan tidak ingin membawa terlalu banyak utang dalam
kaitannya dengan ekuitas yang dapat meningkatkan resiko kebangkrutan, utang masih
menarik bagi perusahaan di banyak Negara, namun karena pembayaran bunga dapat
dikurangkan dari pajak earnings sehingga menurunkan jumlah pajak yang harus dibayar
perusahaan.
Prinsip prinsip dasar dari struktur modal tidak bervariasi dari perusahaan domestik
dan perusahaan. Tapi penelitian menunjukan bahwa perusahaan multinasional memiliki rasio
yang lebih rendah dari utang terhadap ekuitas dari perusahaan domestic. Mengapa demikian?
Beberapa pengamat menyebut peningkatan risiko politik, risiko nilai tukar, dan jumlah
peluang yang tersedia untuk perusahaan multinasional sebagai penjelasan yang mungkin
untuk perbedaan. Saran lain menyarankan bahwa opsi utang-versus-ekuitas tergantung pada
budaya nasional perusahaan. Tapi saran ini mendapat kecaman karena perusahaan dari
seluruh budaya ingin mengurangi biaya modal mereka. Apalagi perusahaan internasional
yang besar menghasilkan pendapatan dari sejumlah besar Negara. Bagaimana cara
menentukan kebudayaan nasional perusahaan ini?
Pembatasan nasional dapat mempengaruhi pilihan struktur modal. Pembatasan ini
termasuk batasan pada arus modal, biaya pendanaan lokal versus biaya pendanaan
internasional, dan kontrol dikenakan pada pertukaran mata uang. Pilihan struktur modal
untuk masing-masing perusahaan internasional dan oleh karena itu struktur modal sendiri
adalah keputusan yang sangat kompleks.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Pada strategi produksi terdapat perencanaan kapasitas, dimana perusahaan harus
memperkirakan permintaan global untuk produk mereka secara akurat. Lalu
perencanaan lokasi fasilitas aspek lingkungan bisnis yang penting bagi perencanaan
fasilitas lokasi termasuk biaya dan ketersediaan tenaga kerja dan manajemen bahan
baku, komponen dan energi terdapat lokasi ekonomi dan sentralisasi versus.
Kemudian proses produksi yang akan digunakan ditentukan oleh strategi tingkat
bisnis perusahaan dan terdapat standarisasi versus adaptasi. Dan tata letak fasilitas
tergantung pada jenis proses produksi perusahaan menggunakannya yang pada
gilirannya tergantung pada strategi bisnis tingkat perusahaan.
2. Cara untuk memperoleh sumber daya fisik yaitu dengan memperhatikan aspek
aspek yang meliputi : Keputusan membuat atau membeli, Integrasi vertikal, Biaya
yang rendah, Greater Control, Alasan untuk membeli, Risiko yang rendah,
Fleksibilitas yang baik, Kekuatan pasar, dan Hambatan untuk membeli. Lalu ada
Bahan Baku yaitu keputusan tentang pemilihan dan akuisisi bahan baku yang penting
dari banyak tipe manufaktur dan yang terakhir yaitu Aktiva Tetap, dimana sebagian
besar perusahaan harus memperoleh fasilitas aset tetap seperti produksi, gudang
persediaan, gerai ritel, dn lain lain.
3. Pada bagian key production concerns terdapat upaya peningkatan mutu yaitu
perusahaan berusaha mencapai peningkatan kualitas karena dua alasan yaitu, karena
biaya dan nilai pelanggan. Kemudian terdapat Biaya Pengiriman dan Biaya
Persediaan serta Reinvestasi versus Divestment yang artinya perusahaan
mempertahankan tingkat operasi saat ini, ketika tidak ada kesempatan baru yang
terlihat sedangkan mengubah kondisi di persaingan pasar global seringkali memaksa
manager untuk memilih antara investasi atau divestment.
4. Ada 4 cara yang dilakukan dalam financing business operations yaitu peminjaman,
menerbitkan ekuitas, pendanaan internal dan struktur modal.

3.2 Saran
Penulis berharap dengan adanya makalah ini, pembaca akan terbantu dalam
mempelajari materi yang penulis paparkan yang mencakup tentang pengertian vocational
entrepreneurship serta intrapreneurship.
DAFTAR PUSTAKA
Wild, John J and Wild, Kenneth L. (2008). International Business: The Challenges of
Globalization (Sixth Edition) . Pearson Prentice Hall, Upper Saddle River, NJ.