Anda di halaman 1dari 40

PERBANDINGAN ANALISIS AKTIVITAS INVESTASI

APPLE INC. DAN HP INC.

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Analisis Bisnis Berbasis Laporan Keuangan
yang diberikan oleh Ibu Dr. Nanny Dewi Tanzil, SE, M.Comm., Ak., CA

Disusun Oleh:

Muhammad Ichsan Gaffar 120620160010

Rizal Nurjaman 120620160011

Taufik Rachman 120620160012

Rizal Fadillah 120620160015

Yogi Karigi 120620160524

PROGRAM STUDI MAGISTER AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS PADJADJARAN

2017
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Aktivitas investasi merupakan aktivitas yang dihadapkan pada berbagai macam resiko dan

ketidakpastian yang seringkali sulit diprediksikan oleh para investor. Untuk mengurangi

kemungkinan resiko dan ketidakpastian yang akan terjadi, investor memerlukan berbagai

macam informasi, baik informasi yang diperoleh dari kinerja perusahaan maupun informasi

lain yang relevan seperti kondisi ekonomi dan politik dalam suatu negara. Informasi yang

diperoleh dari perusahaan lazimnya didasarkan pada kinerja perusahaan yang tercermin

dalam laporan keuangan.

Tujuan perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan fungsi manajemen keuangan

dengan hati-hati dan tepat mengingat setiap keputusan keuangan yang diambil akan

mempengaruhi keputusan keuangan lainnya yang nantinya berdampak terhadap nilai

perusahaan. Keputusan keuangan yang harus dipertimbangkan dengan matang adalah

keputusan investasi, keputusan pendanaan dan kebijakan dividen.

Investor mempunyai tujuan utama dalam menanamkan dananya kedalam perusahaan

yaitu untuk mencari pendapatan atau tingkat kembalian investasi (return) baik berupa

pendapatan dividen (dividend yield) maupun pendapatan dari selisih harga jual saham

terhadap harga belinya (capital gain). Dalam hubungannya dengan pendapatan

dividen, para investor umumnya menginginkan pembagian dividen yang relatif stabil, karena

dengan stabilitas dividen dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap perusahaan

sehingga mengurangi ketidakpastian investor dalam menanamkan dananya kedalam

perusahaan. Di sisi lain, perusahaan yang akan membagikan dividen dihadapkan pada

berbagai macam pertimbangan antara lain: perlunya menahan sebagian laba untuk re-

investasi yang mungkin lebih menguntungkan, kebutuhan dana perusahaan, likuiditas


perusahaan, sifat pemegang saham, target tertentu yang berhubungan dengan rasio

pembayaran dividen dan faktor lain yang berhubungan dengan kebijakan deviden.

Investor mengharapkan untuk mendapatkan tingkat kembalian (return) baik

berupa dividen maupun capital gain tidak didasarkan pada kebijakan manajemen

(intern) perusahaan tetapi didasarkan pada hasil/kinerja yang telah dicapai oleh

perusahaan yang tercermin dalam laporan keuangan yang dipublikasikan. Kebijakan apapun

yang ditempuh oleh manajemen perusahaan, bagi investor tidak terlalu penting

dipertimbangkan, karena kebijakan manajemen hanya dapat diketahui oleh pihak intern

perusahaan. Lagi pula, bagi investor yang terpenting adalah melihat bagaimana

perkembangan perusahaan terutama dari kinerja keuangannya.

Berdasarkan penjelasan di atas maka makalah ini mengambil judul ANALISIS

AKTIVITAS INVESTASI APPLE INC DAN HP INC


BAB II

KAJIAN TEORI

A. ANALISIS AKTIVITAS INVESTASI


1. Pengenalan Aset Lancar

Asset lancar merupakan sumberdaya atau klaim atas sumberdaya yang langsung
dapat diubah menjadi kas. Asset lancar adalah adalah asset yang diharapkan akan dijual,
ditagih atau digunakan selama satu tahun atau satu siklus operasi, tergantung dari mana yang
akan menjadi lebih panjang.

Selisish antara asset lancar dengan kewajiban lancar disebut modal kerja. Perusahaan
memerlukan modal kerja untuk beroperasi dengan efektif, namun modal kerja mahal karena
akan menggunakan investasi yang paling mnguntungkan . banyak perusahaan berusaha
meningkatkan profitabilitas dan arus kasnya dengan mengurangi investasi pada asset lancar
melalui metode seperti pengelolaan penjaminan kredit dan penagihan yang efektif, serta
persediaan tepat waktu. Perusahaan lain berusaha untuk mendanai asset lancara mereka
dengan kewajiban lancar, seperti utang dagang, sebagai usaha mengurangi modal kerja.

1.1 Kas Dan Setara Kas

Kas merupakan asset yang paling liquid, mencangkup mata uang, deposito
dana, money orders dan cek. Sedangkan setara kas tergolong asset yang sangat lancar,
investasi jangka pendek yang siap dikonversi menjadi kas, dan hampir jatuh tempo sehingga
risiko perubahanj harga yang disebabakan pergerakan tingkat bunga minimal.

Kosep likuiditas penting dalam analisis laporan keuangan. Likuiditas berarti jumlah
kas atau setra kas yang dimiliki perusahaan dengan jumlah kas yang dapat diperoleh dalam
waktu singkat. Jumlah asset likuid yang dilaporkan perusahaan pada neraca sangat beragam.
Umumnya perusahaan dalam industry yang dinamis membutuhkan likuiditas yang lebih
tinggi untuk memanfaatkan kesempatan atau untuk bereaksi terhadap perubahan yang cepat
pada lingkungan yang kompetitif.
1.2 Piutang

Piutang merupakan nilai jatuh tempo yang berasal dari penjualan barang atau jasa atau
dari pemberian pinjaman uang. piutang usaha mengacu pada janji lisan untuk membayar yang
perasal dari penjualan produk dan jas asecara kredit. Wesel tagih mengacu pada janji tertulis
untuk membayar. Piutang diklasifikasikan ke dalam asset lancar jika diharapkan akan
direalisasi atau ditagih dalam waktu satu tahun atau satu siklus operasi, tergantung dari mana
yang lebih panjang.

1.3 Beban Dibayar Dimuka

Beban dibayar dimuka merupakan pembayaran dimuka atas barang atau jasa yang
belum diterima. Beban dibayar dimuka digolongkan ke dalam asset lancar karena
mencerminkan jasa yang diberikan jika tidak ada membutuhkan penggunaan asset lancar lain.

2. Persediaan
2.1 Akuntansi dan Penilaian Persediaan

Persediaan merupakan barang yang dijual dalam aktivitas operasi normal perusahaan.
Pentingnya metode akumulasi biaya dalam penilaian persediaan disebabakan oleh
dampaknya pada laba bersih dan penilaian asset. Metode persediaan digunakan untukm
mengalokasikan biaya barag tersedia untuk dijual pada harga pokok penjualan atau
persediaan akhir.

Persamaan persediaan dapat digunakan untuk memahami arus persediaan. Untuk


perusahaan: persediaan awal + pembelian bersih harga pokok penjualan = persediaan akhir.
Persamaan ini menekankan arus biaya dalam perusahaan. Arus ini secara alternative dapat
dinyatakan pada grafik sebelah kiri.

Biaya persediaan awalnya dicatat pada neraca. Saat persediaan terjual, biaya ini
dipindahkan dari neraca dan mengalir pada laporan laba rugi sebagai harga pokok penjualan.
Biaya tidak dapat berada pada dua tempat yang sama pada waktu bersamaan, melainkan
dapat dicatat pada neraca sebagai beban masa depan, atau diakui saat ini pada lapiran laba
rugi profitabilitas untuk dikaitkan dengan pendapatan penjualan.

Konsep penting akuntansi persediaa adalah arus biaya. Jika seluruh persediaan
diperoleh pada periede terjualnya, maka HPP akan sama dengan biaya pembelian barang.
Namun jika persediaan tersedia pada akhir periade akuntansi, penting untuk menentukan
persediaan mana yang telah terjual dan iaya mana yang tersdia pada neraca.

3. Pengenalan Aset Jangka Panjang

Aset jangka panjang metupakan aset yuang digunakan untuk menghasilkan


penghasilan operasi atau mengurangi biaya operasi untuk lebih dari satu periode. Asset
jangka panjang yang paling umum adalah asset tetap berwujudseperti bangunan, pabrik dan
peralatan. Aset jangka panjang juga mencakup aset tak berwujud seperti hak paten, merk
dagang, copyright, dan goodwill.

3.1 Akuntansi Aset Jangka Panjang


a) Kapitalisasi, Alokasi, dan Penurunan Nilai

Proses akuntansi aset jangka panjang mencakup tiga aktivitas terpisah, diantaranya
kapitalisasi, alokasi, dan penurunan nilai. Kapitalisasi (capitalization) merupakan proses
penangguhan biaya yang terjadi pada periode berjalan, tetapi manfaatnya diharapkan dapat
berlangsung selama beberapa periode di masa depan. Kapitalisasi ini yang menciptakan akun
asset.
Alokasi (allocation) merupakan proses pembebanan biaya tangguhan (aset) secara
periodik sepanjang satu atau lebih periode amnfaat yang diharapkan. Proses alokasi ini
dinamakna penyusutan untuk asset berwujud, amortisasi untuk asset tak berwujud, dan
deplesi untuk sumber daya alam. Penurunan nilai (impairment) merupakan proses penurunan
nilai buku asset saat arus kas yang diharapkan tidak lagi cukup untuk menutupi biaya tersisa
yan masih tercatat pada neraca.
Kapitalisasi Aset jangka panjang diciptakan melalui proses kapitalisasi. Kapitalisasi
berarti menempatkan aset di neraca, bukan membebankan biayanya dilaporan laba rugi.
Untuk aset berwujud (hard asset) seperti Plant Property and Equiptment (PPE), aset dicatat
sesuai nilai perolehan. Sedangkan untuk aset tak berwujud (soft asset) seperti litbang, iklan,
biaya upah, kapitalisasi lebih bermasalah. Semua aset ini tidak menghasilkan keuntugan di
masa depan, meskipun dapat ditempakan sebagai aset. Konsekuensinya, biaya aset tidak
berwujud segera dibiayakan dan tidak dicatat pada neraca.
Alokasi merupakan pembebanan biaya aset secara periodik sepanjang periode
manfaat yang diharapkan. Alokasi biaya disebut penyusutan (depreciation) jika terkait
dengan aset tetap, amortisasi (amortization) jika digunakan untuk aset tak berwujud, dan
deplesi (depletion) untuk sumber daya alam, ketiga istilah tersebut mengacu pada alokasi.
Alokasi biaya meruoakan proses untuk mengaitkan biaya aset dengan manfaatnya dan bukan
merupakan proses valuasi. Nilai tercatat aset (niali kapitalisasi dikurangi alokasi biaya
kumulatif) tidak perlu mencerminkan nilai wajar. Tiga faktor ayng menentukan nilai alokasi
biaya, yaitu periode manfaat, nilai sisa, dan metode alokasi.
Penurunan Nilai (Impairment) Jika arus kas yang diharapkan (tidak didiskonto)
lebih kecil disbanding dengan nilai tercatat aset (biaya dikurangi akumulasi penyusutan), aset
perlu diturunkan nilainya dan dinyatakan sebesar nilai pasar wajar (jumlah diskonto taksiran
arus kas). Dampaknya adalah untuk mengurangi nilai tercatat aset pada neraca dan
mengurangi profitabilitas sebesar jumlah yang sama.

3.2 Kapitalisasi Versus Pembebanan

a) Dampak terhadap Laporan Keuangan dan Rasio


Kapitalisasi merupakan bagian penting dari akuntansi modern. Kapitalisasi
mempengaruhi baik laporan keuangan maupun rasionya. Kapitalisasi juga membuat
laba menjadi lebih unggul dibandingkan arus kas sebagai pengukuran kinerja
keuangan.
b) Dampak Kapitalisai terhadap Laba
Kapitalisasi memiliki dua dampak terhadap laba. Pertama, kapitalisasi menangguhkan
pengakuan biaya. Sehingga menghasilkan laba yang lebih tinggi selama periode
akuisisi namun laba yang rendah pada periode berikutnya jika dibandingkan dengan
pembebanan biaya. Kedua, kapitalisasi menghasilkan serial perataan laba.
c) Dampak kapitalisasi terhadap Tingkat Pengembalian Investasi
Kapitalisasi mempengaruhi laba maupun basis investasi dari rasio tingkat
pengembalian investasi. Sebaliknya, membebankan biaya aset menghasilkan basis
investasi yang lebih rendah dan meningkatkan fliuktuasi laba. Peningkatan fliktuasi
laba diperbesar dengan digunakannya basis investasi, ayng mengarah pada rasio
tingkat pemgembalian yang lebih berfliktuasi dan kurang bermanfaat. Pembebanan
juga menghasilkan bias terhadap pengukuran laba, karena laba dinyatakan terlalu
rendah pada tahun akuisisi dan terlalu tinggi pada tahun-tahun berikutnya.
d) Dampak Kapitalisasi terhadap Rasio Solvabilitas
Biaya aset secara langsung, rasio solvabilitas, seperti rasio utang terhadap ekuitas
mencerminkan kondisi perusahaan yang lebih buruk dari kondisi sebenarnya. Hal ini
terjadi karena pembebanan biaya langsung menyebabkan ekuitas dinyatakan terlalu
rendah untuk perusahaan yang memiliki aset produktif.
e) Dampak Kapitalisasi terhadap arus Kas Operasi
Ketika biaya aset dibebankan langsung, biaya ini dilaporkan sebagai arus kas keluar
aktivitas operasi. Sebaliknya, jika aset dikapitalisasi, biaya ini dilaporkan sebagai arus
kas keluar aktivitas investasi. Hal ini berarti pembebanan langsung biaya aset akan
menyatakan arus kas keluar operasi yang terlalu tinggi dan arus kas keluar investasi
terlalu rendah pada tahun akuisisi dibandingkan degngan kapitalisasui biaya.

4. Aset Tetap dan Sumber Daya Alam

Properti, pabrik, dan peralatan (atau aset tetap) merupakan aset berwujud tak lancar
yang digunakan dalam proses menafkur, penjualan, atau jasa untuk menhasilkan pendapat
dan arus kas selama lebih dari satu periode. Oleh karena itu, aset ini memiliki periode
manfaat yang diharapkan (masa manfaat) yang meliputi lebih dari satu periode. Aset ini
diperoleh untuk digunakan dalam aktivitas operasi dan bukan untuk dijual pada aktivitas
usaha biasa. Nilai atau potensi jasa yang dimiliki akan berkurang karena digunakan, dan aset
ini biasanya merupakan aset operasi yang terbesar. Properti terkait dengan biaya real estat:
pabrik mengacu pada bangunan dan struktur operasi: dan peralatan mengacu pada mesin yang
digunakan dalam operasi. Properti, pabrik, dan peralatan disebut juga aset produktif, aset
model, dan aset tetap.

4.1 Menilai Aset Tetap dan Sumber Daya Alam

Bagian ini mendiskripsikan penilaian aset dan sumber daya alam.


a) Menilai Properti, Pabrik, dan Peraalatan
Biaya ini mencakup beban apapun yang diperlukan agar aset tersebut berada dalam
lokasi dan kondisi siap digunakan atau siap memberikan jasa seperti baiya angkut,
instalasi, pajak, dan biaya pemasangan (set up). Seluruh biaya akuisisi dan persiapan
dikapitalisasi pada saldo akun aset. Alasan digunakan biaya historis terutama
sehubungan dengan objektivitasnya. Penilaian aset tetap dengan biaya historis, jika
diterapkan secara konsisten, biasanya tidak menghasilkan distorsi yang serius. Bagian
ini akan mempertimbangkan beberapa masalah khisus yang akan terjadi saat menilai
aset.
b) Menilai Sumber Daya Alam
Sumber daya alam yang digunakan disebut aset yang dihabiskan (wasting asset),
merupakan hak untuk mengambil atau mengonsumsi sumber daya alam.Juga sering
kali terdapat biaya cukup tinggi untuk menemukan sumber daya yang dikapitalisasi
dalam neraca, dan biaya ini langsung dibebankan saat sumber daya tersebut kemudian
dipindahkan, dikonsumsi, atau dijual. Perusahaan biasanya mengalikasikan biaya
sumber daya alam pada jumlah estimasi unit cadang yang tersedia.
c) Penyusutan

Prinsip dasar penyusutan laba adalah , laba yang mendapatkan manfaat dari
penggunaan aset jangka panjang, harus menanggung bagian proporsional dan biaya
aset tersebut. Penyusutan merupakan alikasi biaya bangunan dan peralatan (tanah
tidak disusutkan) sepanjang masa manfaatnya.
Meskipun penambahan kembali dalam laporan arus kas atau nenan non kas,
penyusutan tidak menghasilkan dana bagi penggantian aset. Hal ini merupakan kesalahan
konseo yang umum terjadi. Pendanaan dari biaya modal dicapai melalui kegiatan arus kas
operasi maupun pendanaan.

5. Aset Tak Berwujud

Asset tidak berwujud merupakan hak, istimewa, dan manfaat kepemilikan atau
pengendalian.. Dengan karakteristik umum tingginya ketidak pastian masa manfaat dan tidak
adanya wujud fisik. Asset tidak berwujud sering kali tidak dapat dipisahkan dari suatu
perusahaan atau segmennya, masa manfaat yang tidak terhingga, dan mengalami perubahan
penilaian yang besar karena kondisi yang kompetitif.
Terdapat berbedaan penting antar akuntansi asset berwujid dan tak berwujud. Jika
perusahaan menggunakan bahan baku dan tenaga kerja untuk menciptakan asset berwujud,
perusahaan akan mengkapitalisasi biaya dan menyusutkannya sepanjang masa manfaat.
Sebaliknya jika perusahaan menghabisankan uang untuk mengiklankan suatu produk atau
melatih agen penjualan perusahaan tidak dapat menkapitalisasi biaya ini meskipun terdapat
manfaat masa depan.

5.1 Akuntansi Aset Tak Berwujud


a) Asset tak berwujud yang dapat diidentifiksikan merupaka asset tak berwujud yang
dapat diindenifikasi terpisah dan dikaitkan dengan hak tertentu atau keistimewaaan
selama periode manfaat yang terbatas.
b) Asset tidak berwujud yang tidak dapat diidentifikasikan merupakan asset yang
dapat dikembangkan secara internal atau dibeli namun tidak dapat diidentifikasikan
dan sering kali memiliki masa manfaat yang tak terhingga.
Misalnya goodwill, perusahaan harus membebankan biaya pengembangan,
pemeliharaan dan pemulihan asset tak berwujud saat terjadnya, kecuali goodwill.

B. ANALISIS INVESTASI: ANTAR PERUSAHAAN

1.1 Sekuritas Investasi


Perusahaan menginvestasikan aset dalam sekuritas investasi (disebut juga dengan
marketable securities). Sekuritas investasi sangat bervariasi dalam hal jenis surat berharga
yang diinvestasikan dan tujuan dari investasi. Beberapa investasi merupakan penyimpanan
sementara kelebihan kas dalam bentuk sekuritas yang diperdagangkan (marketable
securities). Investasi ini juga dapat mencakup dana yang akan digunakan untuk investasi pada
pabrik, peralatan, dan aset operasi lain, atau dapat digunakan sebagai dana pembayaran
kewajiban. Tujuan penyimpanan sementara ini adalah untuk menggunakan kas yang
mengganggur secara produktif. Investasi lain, misalnya partisipasi ekuitas pada afiliasi luar
negeri, sering kali merupakan bagian utama dari aktivitas inti perusahaan.

Sekuritas investasi dapat berupa utang atau ekuitas. Sekuritas utang (debt securities)
adalah sekuritas yang mewakili hubungan sebagai kreditor terhadap pihak lain. Misalnya
obligasi perusahaan lain, obligasi pemerintah, surat utang, dan sekuritas pemerintah kota.
Sekuritas ekuitas (equity securities) merupakan sekuritas yang mewakili kepemilikan pada
entitas lain. Contohnya adalah saham biasa dan saham preferen yang tidak dapat ditarik
kembali. Perusahaan dapat menggolongkan sekuritas investasi menjadi aset lancar atau tidak
lancar, tergantung dari jangka waktu investasi untuk sekuritas tersebut.

Pada sebagian besar perusahaan, sekuritas investasi hanya merupakan bagian yang
relatif kecil pada total aset dan dengan mengecualikan investasi ekuitas pada anak perusahaan
atau afiliasi, investasi ini lebih merupakan aset keuangan dbandingkan dengan aset operasi.
Artinya investasi biasanya bukan merupakan bagian yang yang terintegrasi dengan aktivitas
operasi perusahaan. Namun, bagi institusi keuangan dan perusahaan asuransi, sekuritas
investasi merupakan aset operasi utama.

1.2 Akuntansi untuk Sekuritas Investasi


Akuntansi untuk sekuritas investasi diatur oleh SFAS 115. Standar ini berbeda dengan
prinsip lower-of-cost-or-market dengan menyatakan bahwa investasi dapat dilaporkan pada
neraca berdasarkan biaya perolehan atau nilai wajar (nilai pasar), tergantung dari jenis
sekuritas dan tingkat pengaruh (kendali) yang dimiliki perusahaan terhadap perusahaan yang
diinvestasikan (investee company). Hal ini berarti bahwa tidak seperti aset lainnya, sekuritas
investasi dapat dinilai dengan nilai pasar meskipun nilai pasar ini melebihi biaya perolehan.

Nilai wajar (fair value) aset merupakan harga tukar aset dalam suatu transaksi normal
saat ini antara pihak yang bersedia. Jika suatu aset bisa diperdagangkan, nilai wajarnya dapat
langsung ditetapkan dari publikasi harga pasarnya. Jika tidak ada publikasi harga pasar untuk
suatu aset, nilai wajar ditentukan berdasarkan biaya historis.

Akuntansi untuk sekuritas investasi ditentukan berdasarkan klasifikasinya. Tampilan


2.1 menyajikan berbagai kemungkinan klasifikasi sekuritas investasi. Sekuritas dalam
kelompok besar terbagi atas sekuritas utang dan sekuritas ekuitas. Sekuritas utang selanjutnya
diklasifikasikan berdasarkan tujuan investasinya. Sebaliknya, sekuritas ekuitas
diklasifikasikan berdasarkan jumlah kepemilikan, yaitu jumlah kepemilikan investor dan
selanjutnya pengaruh atau kendali pada perusahaan yang diinvestasi (investee). Sekuritas
ekuitas yang tidak mencerminkan kepemilikan pada perusahaan yang diinvestasi yang cukup
signifikan kemudian dibedakan berdasarkan tujuan investasi. Oleh karena akuntansi investasi
pada sekuritas utang dan sekuritas ekuitas berbeda, masing-masing akan dijelaskan secara
terpisah.
Tampilan 2.1
Klasifikasi Sekuritas Investasi
2.1

Sekuritas Investasi

Sekuritas Utang Sekuritas Ekuitas

Dimiliki Hingga Jatuh Tidak memilik


Tempo (kepemilikan d

Memiliki Peng
Diperdagangkan (Kepemilikan
50%)

Memiliki Hak
Tersedia Untuk
DIjual (kepemilikan d

Sekuritas Utang
Sekuritas utang mencerminkan hubungan kreditor dengan entitas lain. Misalnya
obligasi pemerintah dan swasta, obligasi perusahaan dan wesel bayar, dan utang yang
dapat dikonversi. Sekuritas utang dikelompokkan dalam kelompok diperdagangkan,
dimiliki hingga jatuh tempo, atau tersedia untuk dijual. Panduan akuntansi sekuritas
utang berbeda, tergantung dari jenis sekuritas. Tampilan 2.2 mendeskripsikan
kriteria klasifikasi dan akuntansi untuk tiap kelompok sekuritas utang.

Sekuritas yang Dimiliki hingga Jatuh Tempo


Sekuritas yang dimiliki hingga jatuh tempo (held-to-maturity
securities) - HTM Securities, merupakan sekuritas utang yang ingin dan
mampu dimiliki manajemen hingga jatuh tempo. Sekuritas ini dapat jatuh
tempo dalam jangka waktu pendek (di mana mereka diklasifikasikan
sebagai aset lancar) atau jangka panjang (di mana mereka diklasifikasikan
sebagai aset tidak lancar). Perusahaan melaporkan sekuritas dimiliki hingga
jatuh tempo jangka pendek (jangka panjang) di neraca pada biaya perolehan
(biaya perolehan setelah amortasi). Tidak ada keuntungan atau kerugian
belum direalisasi dari sekuritas ini yang diakui sebagai pendapatan.
Pendapatan bunga serta keuntungan dan kerugian yang telah direalisasi,
termasuk amortasi premium atau diskon untuk sekuritas jangka panjang,
diakui sebagai pendapatan. Klasifikasi sekuritas yang dimiliki hingga jatuh
tempo ini digunakan hanya untuk sekuritas utang.

Sekuritas yang Diperdagangkan


Sekuritas yang diperdagangkan (trading securities) merupakan utang
(atau ekuitas yang tidak memiliki pengaruh) yang dibeli dengan tujuan akan
dikelola secara aktif dan dijual untuk mendapat keuntungan pada jangka
waktu dekat. Sekuritas yang diperdagangkan adalah aset lancar. Perusahaan
melaporkan sekuritas ini pada nilai pasar total pada tiap tanggal neraca.
Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi (perubahan nilai wajar
sekuritas yang dimiliki) dan keuntungan atau
Tampilan 2.2
Klasifikasi dan Akuntansi Sekuritas Utang

AKUNTANSI
LAPORAN LABA RUGI
Kelompok Deskripsi

Neraca Keuntungan/Kerugian belum direalisasi Lainnya


Dimiliki hingga jatuh Sekuritas yang diperoleh dengan Tidak diakui sebagai komponen laba bersih Mengakui realisasi keuntungan/kerugian dan
Harga setelah
tempo niat dan kemampuan untuk maupun laba komprehensif pendapatan bunga dalam laba bersih
amortasi
dimiliki hingga jatuh tempo
Diperdagangkan Sekuritas yang dibeli untuk Diakui sebagai komponen laba bersih Mengakui realisasi keuntungan/kerugian serta
jangka pendek atau memperoleh pendapatan bunga dalam laba bersih
Nilai wajar
keuntungan perdagangan
(biasanya di bawah 3 bulan)
Tersedia untuk dijual Sekuritas yang bukan dimiliki Tidak diakui sebagai komponen laba bersih Mengakui realisasi keuntungan/kerugian dan
untuk diperdagangkan maupun namun diakui sebagai pendapatan pendapatan bunga dalam laba bersih
dimiliki hingga jatuh tempo komprehensif
Nilai wajar
kerugian yang telah direalisasi (keuntungan atau kerugian pada saat
penjualan) termasuk pada penghitungan laba bersih. Pendapatan bunga
dari sekuritas diperdagangkan dalam bentuk utang ini dicatat saat
terjadinya. (Pendapatan dividen dari sekuritas ekuitas diperdagangkan
diakui saat terjadinya.) Klasifikasi perdagangan digunakan untuk
sekuritas utang maupun ekuitas.

Sekuritas Tersedia untuk Dijual


Sekuritas yang tersedia untuk dijual (available-for-sell securities)
merupakan sekuritas utang (atau ekuitas yang tidak memiliki pengaruh)
yang tidak tergolong sekuritas diperdagangkan atau dimiliki hingga jatuh
tempo. Sekuritas ini dapat dikelompokkan sebagai aset lancar atau tidak
lancar, tergantung dari jangka waktu atau kapan manajemen berniat
menjual sekuritas tersebut. Sekuritas ini dilaporkan berdasarkan nilai
wajar pada neraca. Namun, perubahan pada nilai wajar tidak dimasukkan
sebagai komponen laba melainkan dimasukkan sebagai komponen
pendapatan komprehensif. Pada sekuritas tersedia untuk dijual,
pendapatan bunga, termasuk amortasi premium atau diskon sekuritas
jangka panjang, dicatat saat terjadinya, (Pada sekuritas ekuitas tersedia
untuk dijual, dividen dicatat sebagai penghasilan saat terjadinya).
Keuntungan dan kerugian yang telah direalisasi dicatat sebagai bagian
laba bersih. Klasifikasi sekuritas-tersedia-untuk-dijual digunakan untuk
sekuritas utang maupun ekuitas.

Perubahan Kelompok Investasi


Saat niat atau kemampuan manajemen untuk meneruskan tujuan
memiliki sekuritas investasi berubah secara signifikan, sekuritas tersebut
harus direklasifikasi (dipindahkan pada kelompok lain). Umumnya,
sekuritas utang yang dikelompokkan sebagai dimiliki hingga jatuh
tempo tidak dapat dipindahkan menjadi kelompok lain kecuali pada
keadaan luar biasa seperti merger, akuisisi, divestasi, penurunan tajam
peringkat kredit, atau kejadian luar biasa lainnya. Pemindahan dari
kelompok tersedia untuk dijual menjadi diperdagangkan biasanya
juga tidak diperbolehkan. Namun, ketika pemindahan antar kelompok ini
terjadi, sekuritas harus disesuaikan pada nilai wajarnya. Nilai wajar ini
memastikan bahwa perusahaan yang mengubah kelompok sekuritas
secara langsung mengakui nilai wajar (pada laporan laba ruginya). Hal
ini juga mengurangi kesempatan perusahaan untuk menyembunyikan
perubahan nilai wajar dengan mengubah sekuritas menjadi kelompok lain
yang tidak mengakui perubahan nilai wajar sebagai bagian laba bersih.
Tampilan 2.3 memberikan ringkasan akuntansi perubahan kelompok
investasi.

3 Sekuritas Ekuitas
Sekuritas ekuitas (equtiy securities) mencerminkan bagian kepemilikan
pada entitas lain. Contohnya meliputi saham biasa dan saham preferen serta hak
untuk memperoleh atau menjual bagian kepemilikan, seperti waran, stock right,
serta opsi beli (call option) dan opsi jual (put option). Saham preferen yang dapat
ditarik kembali serta sekuritas utang yang dapat dikonversi tidak dapat
dimasukkan sebagai sekuritas ekuitas (sekuritas tersebut diklasifikasi sebagai
sekuritas utang). Dua motivasi utama perusahaan membeli sekuritas ekuitas
adalah: (1) untuk memaksakan pengaruh pada direksi dan manajemen entitas lain
(seperti pemasok, pelanggan, anak perusahaan) atau (2) untuk mendapatkan
dividen dan penghasilan dari kenaikan harga saham. Perusahaan melaporkan
investasi dalam sekuritas ekuitas berdasarkan kemampuan mereka untuk
memengaruhi atau mengendalikan aktivitas perusahaan yang diinvestasi. Bukti
kemampuan ini dicerminkan oleh presentase sekuritas dengan hak suara yang
dimiliki oleh perusahaan investor. Presentase ini merupakan panduan dan dapat
digantikan oleh faktor lain. Contohnya, pengaruh yang signifikan dapat
dirundingkan melalui komunikasi walaupun tanpa presentase kepemilikan yang
signifikan. Tampilan 2.4 memberikan ringkasan klasifikasi dan akuntansi
sekuritas ekuitas.
Tampilan 2.3
Akuntansi untuk Perubahan Kelompok Investasi Sekuritas

PERUBAHAN
Dari Menjadi Dampak terhadap Penilaian Aset di Neraca Dampak terhadap Laporan Laba Rugi
Dimiliki hingga jatuh tempo Tersedia untuk dijual Aset dilaporkan berdasarkan nilai wajar, bukan Keuntungan atau kerugian belum direalisasi
amortasi pada tanggal perubahan diakui dalam laba
komprehensif
Diperdagangkan Tersedia untuk dijual Tidak ada pengaruh Keuntungan atau kerugian belum direalisasi
pada tanggal perubahan diakui dalam laba
bersih
Tersedia untuk dijual Diperdagangkan serius Tidak ada pengaruh Keuntungan atau kerugian belum direalisasi
pada tanggal perubahan diakui dalam laba
bersih

Tersedia untuk dijual Dimiliki hingga jatuh Tidak ada pengaruh saat perubahan; namun, pada Keuntungan atau kerugian belum direalisasi
tempo masa depan aset dinilai pada biaya perolehan pada tanggal perubahan, dan dimasukkan
setelah amortasi, bukan berdasarkan nilai wajar dalam laba komprehensif
Tampilan 2.4
Klasifikasi dan Akuntansi Sekuritas Ekuitas

TIDAK PENGARUH

Ciri Tersedia untuk Dijual Diperdagangkan Pengaruh Signifikan Pihak yang mengendalikan
Kepemilikan Kurang dari 20% Kurang dari 20% Antara 20%-50% Di atas 50%
Tujuan Investasi jangka panjang atau Investasi jangka pendek atau Besar pengendalian terhadap perusahaan Pengendalian usaha seluruhnya
menengah diperdagangkan
Dasar penilaian Nilai wajar Nilai wajar Metode ekuitas Konsolidasi

Neraca: nilai aset Nilai wajar Nilai wajar Biaya akuisisi disesuaikan dengan bagian Neraca konsolidasi
proporsional dari saldo laba investee dan
amortasi yang sesuai
Laporan Laba Rugi: Pada laba komprehensif Pada laba bersih Tidak diakui Tidak diakui
Keuntungan belum
direalisasi
Laporan Laba Rugi: Dampak Mengakui dividen dan realisasi Mengakui dividen dan realisasi Mengakui bagian proporsional laba bersih Laporan laba rugi konsolidasi
pendapatan lain-lain keuntungan/kerugian pada laba bersih keuntungan/kerugian pada laba bersih investee dikurangi amortasi pada laba bersih
Tidak Memiliki Pengaruh - Kepemilikan Kurang dari 20%
Sekuritas ekuitas berbentuk saham preferen tanpa hak suara atau kurang dari 20%
dari seluruh saham hak suara perusahaan yang diinvestasi, sekuritas ini dianggap tidak
berpengaruh. Pada kasus ini, investor diasumsikan memiliki pengaruh minimal pada
aktivitas perusahaan yang diinvestasi. Investasi ini dapat dikelompokkan sebagai
sekuritas diperdagangkan atau tersedia untuk dijual berdasarkan niat dan kemampuan
manajemen. Akuntansi untuk sekuritas ini telah dijelaskan pada penjelasan sekuritas
sekuritas utang dalam kelompok yang sama.

Pengaruh Signifikan - Kepemilikan antara 20%-50%


Kepemilikan saham, meskipun kurang dari 50% saham dengan hak suara, dapat
memberikan investor kemampuan untuk memengaruhi secara signifikan aktivitas usaha
perusahaan yang diinvestasi. Pembuktian atas kemampuan investor untuk memaksakan
pengaruh signifikan terhadap aktivitas usaha perusahaan yang diinvestasi diperlihatkan
dalam berbagai cara seperti, perwakilan dan partisipasi manajemen atau perundingan
yang berpengaruh sebagai hasil dari hubungan berdasarkan berdasarkan perjanjian. Jika
tidak terdapat bukti yang berlawanan, investasi (langsung atau tidak langsung) sebesar
20% atau lebih (tetap kurang dari 50%) atas saham dengan hak suara perusahaan yang
diinvestasi diasumsikan memiliki pengaruh signifikan. Investor memperlakukan
investasi ini dengan metode ekuitas.

Metode ekuitas (equity method) mengharuskan investor untuk mencatat investasi


awal sebesar biaya perolehan dan kemudian menyesuaikan akun investasi dengan
bagian proporsi investor pada laba (atau rugi) perusahaan yang diinvestasi sejak akuisisi
dan mengurangi akun investasi sebesar jumlah dividen yang diterima dari dari
perusahaan yang diinvestasi.

Pihak yang Mengendalikan - Kepemilikan Lebih dari 50%


Kepemilikan lebih dari 50% disebut sebagai pihak yang mengendalikan
(controlling investment) - di mana investor disebut sebagai induk perusahaan (holding
company) dan perusahaan yang diinvestasi sebagai anak perusahaan (subsidiary).
Untuk kepemilikan lebih dari 50%, perusahaan harus menyiapkan laporan keuangan
konsolidasi.

4 Pilihan Nilai Wajar


Selama lebih dari 400 tahun, akuntansi keuangan sangat bergantung pada model biaya
historis. Dengan model biaya historis ini, aset dan kewajiban dinilai berdasarkan harga yang
diperoleh pada saat transaksi aktual di masa lalu. Contohnya, nilai tanah yang dilaporkan dalam
neraca didasarkan atas harga ketika tanah tersebut pada awalnya dibeli; nilai persediaan barang
jadi yang dilaporkan hanya ditentukan oleh biaya produksi berdasarkan harga input yang
dibayarkan. Laba terutama ditentukan dengan mengakui pendapatan yang diperoleh dan
direalisasi selama periode dan mengaitkan biaya dengan pendapatan yang diakui. Beberapa
deviasi dari harga perolehan dapat dilakukan apabila dengan dasar konservatif. Contohnya,
persediaan dapat dinilai dengan aturan harga perolehan atau harga pasar, dari harga mana yang
lebih rendah (lower-of-cost-or-market-value LORCOM).

Alternatif model biaya historis ini adalah akuntansi penilaian wajar (fair value
accounting). Dengan model akuntansi penilaian wajar, nilai aset dan kewajiban ditentukan oleh
nilai wajar (biasanya harga pasar) pada saat tanggal pengukuran (kira-kira tanggal laporan
keuangan). Sebagai contoh dengan model ini, nilai tananh yang dilaporkan dalam neraca akan
mempresentasikan harga pasar pada tanggal neraca; dan nilai persediaan barang jadi yang
dilaporkan akan merefleksikan perkiraan harga pasar pada saat tanggal neraca dikurangi oleh
biaya langsung penjualan. Laba dengan model ini cukup merefleksikan perubahan bersih dalam
nilai wajar aset dan kewajiban selama periode.

Akuntansi secara perlahan, tetapi pasti akan bergerak menuju model akuntansi penilaian
wajar. Meskipun model akuntansi penilaian wajar ini hanya diaplikasikan secara terbatas sejak
20 tahun terakhir, terdapat kemajuan yang signifikan menuju adopsi yang lebih luas. SFAS 157
menyediakan pedoman dasar dalam mengadopsi model akuntansi penilaian wajar dan SFAS 159
merekomendasikan adopsi sukarela bagi kelas aset dan kewajiban yang lebih luas. Meskipun
penggunaan akuntansi penilaian wajar masih terbatas pada aset dan kewjiban keuangan - seperti
surat berharga atau instrumen utang - terdapat indikasi bahwa adopsi yang komprehensif dari
akuntansi penilaian wajar untuk semua aset dan kewajiban - termasuk aset dan kewajiban operasi
- mungkin dilakukan di masa depan.

Standar terbaru (SFAS 159) mengharuskan perusahaan untuk melaporkan secara selektif
sekuritas-yang-dimiliki-hingga-jatuh-tempo dan sekuritas-tersedia-untuk-dijual pada nilai wajar.
Jika sebuah perusahaan memilihi pilihan lain, akuntansi untuk sekuritas-tersedia-untuk-dijual
dan sekuritas-yang-dimiliki-hingga-jatuh-tempo akan sama dengan dicatat dalam sekuritas yang
diperdagangkan dibawah peraturan SFAS 115. Terutama, untuk semua saham investasi
(diperdagangkan, tersedia-untuk-dijual, dimiliki-hingga-jatuh-tempo), (1) nilai tercatat pada
neraca merupakan nilai wajar, dan (2) semua keuntungan dan kerugian yang tidak diakui akan
dimasukkan dalam laba bersih. Pilihan nilai wajar dapat diaplikasikan secara selektif dan
sukarela pada kelompok sekuritas manapun yang dipilih perusahaan, tapi sekali nilai wajar telah
dipilih untuk suatu kelompok tertentu, perusahaan tidak dapat mengubah pilihan tersebut.

Pilihan nilai wajar tidak tersedia untuk investasi ekuitas yang perlu dikonsolidasi. Selain
itu, juga tidak diperbolehkan sekuritas tersebut untuk mengaplikasikan akuntansi metode ekuitas.
BAB III
PEMBAHASAN

1. Analisis Aktivitas Investasi Apple Inc.

1.1 Capital Expendicture


Total Penambahan asset tetap selama tahun 2016 adalah $ 12.8 bilion. Untuk tahun 2017
Perusahaan mempunyai ekspektasi memanfaatkan sekitar $ 16.0 bilion untuk penambahan asset
tetap, yang mencakup perkakas produk dan proses manufaktur peralatan; pusat data; fasilitas
perusahaan dan prasarana, termasuk sistem informasi hardware, software dan perangkat
tambahan; dan fasilitas toko ritel apple, dari tahun ketahun penambahan asset tetap apple selalu
meningkat

Jumlah Penambahan asset tetap yang dari tahun ke tahun selalu meningkat ini
menunjukan bahwa apple berkomitmen untuk menciptakan suatu produk yang unik inovatif yang
menjadi nilai tambah bagi produk apple dibandingkan produk pesaing,

Kepala Divisi Desain Apple memberi contoh Produk tahun ini iPhone 7 Jet Black
memerlukan proses manufaktur terbaru dan teknik manufaktur terbaru karena itulah dibutuhkan
alat atau mesin manufaktur yang dapat menunjang hal ini, selain Iphone 7 Jet Black produk apple
yang lain Apple Watch series 2 harus membeli peralatan untuk menguji dan menstimulasi Apple
watch series 2 untuk dapat digunakan pada saat berenang. Untuk penambahan asset tetap
biasanya aktual pembelian asset lebih rendah dibandingkan dengan budget yang disediakan,

1.2 Net Assets from Aquisition


Di tahun 2016 apple mengakuisisi beberapa perusahaan untuk mendukung
pengembangan produk baru apple di masa datang sebesar $ 297 Juta dollar.

Berikut perusahaan yang diakusisi oleh apple pada tahun 2016

1. Emotient
Emotient adalah perusahaan Starup yang menggunakan teknologi artificial-intelegence
untuk menguraikan emosi seseorang dengan menganalisa ekspresi wajah mereka.
2. LearnSprout
LearnSprout adalah perusahaan starup yang berbasi di san fransisco yang berfokus untuk
mempermudah guru memantau kehadiran siswa, nilai dan aktifitas sekolah lainnya
melalui akses yang lebih mudah
3. Flyby Media
Flyby Media adalah perusahaan yang mengembangkan teknologi yang memungkiinkan
handphone dapat melihat dan memindai melalui kamera
4. Legba Core
Legba Core adalah perusahaan keamanan firmware yang mengkhususkan dalam hal
Voodo digital atau kemanan di tingkat terdalam dari system computer
5. Carpool Karaoke
Apple membeli lisensi acara carpool karaoke sebanyak 16 episode yang akan diproduseri
oleh James corden, Acara carpool karaoke special apple dimulai pada bulan September
6. Turi
Turi adalah artificial intelegence starup yang berfokus untuk membantu pengguna untuk
memahami data yang lebih baik
7. Gliimpse
Glimpse adalah perusahaan yang berbasis di silico valley yang membangun sebuah
platform data kesehatan, yang memungkinkan pengguna untuk berbagi data mengenai
kesehatan mereka. Focus utamanya pada pasien kanker dan diabetes
8. Tuplejump
Tuplejump perusahaan india yang khusus untuk memproses dan menganalisa data yang
besar dengan cepat

9. Indoor.io
Indoor.io adalah perusahaan finlandia yang berfokus pada pemetaan

Jika dilihat dari jenis akuisisi perusahaan di atas terkecuali Carpool Karaoke, fokus
produk di masa depan Apple yaitu pada penggunaan artificial intelegence, augmented reality,
perusahaan, dan pendidikan

1.3 Purchase/Sale of Investment

Di tahun 2016 pembelian surat-surat berharga oleh apple sebesar $142,428 Bilion dollar
dalam klasifikasi jangka waktu jatuh tempo surat berharga dibagi dua jangka pendek dan jangka
panjang surat-surat berharga dengan jangka waktu 12 bulan atau kurang diklasifikasikan short
term marketable securities dan surat-surat berharga dengan jangka waktu lebih dari 12 bulan
diklasifikasikan sebagai long-term marketable securities
Jenis surat berharga yang apple beli adalah:
1. Money Market Funds
2. Mutual Funds
3. U.S Treasury Securities
4. U.S Agency Securities
5. Non U.S government securities
6. Certificates of deposits and time deposits
7. Commercial paper
8. Corporate securities
9. Municipal securities
10. Mortagage and asset backed securities
Perusahaan dapat menjual surat berharga yang belum jatuh tempo sebagai sebuah alasan
strategis, namun tidak terbatas pada bagaimana mengantisipasi jika kondisi kredit memburuk.
Jatuh tempo dari surat berharga jangka panjang perusahaan umumnya berkisar dari satu sampai
lima tahun.
Perusahaan menganggap penurunan nilai wajar surat berharga bersifat sementara.
Perusahaan biasanya berinvestasi di surat berharga dengan kategori "high-rate", dan kebijakan
investasi umumnya membatasi jumlah kredit kepada salah satu penerbit surat berharga.
Kebijakan ini umumnya menjadikan investasi dalam beberapa tingkatan, dengan tujuan utama
untuk meminimalkan potensi risiko kerugian. Nilai wajar ditentukan untuk setiap surat berharga
dalam portofolio investasi.
Ketika mengevaluasi investasi untuk impairment, perusahaan mereviu fakto-faktor
seperti the lenght of time untuk setiap nilai wajar berdasarkan biaya, kondisi keuangan penerbit
saham dan semua perubahan, perubahan pada tingkat bunga pasar dan perusahaan ingin menjual
atau tidak. Pada tanggal 24 September, 2016, tidak ada investasi yang dimpairment oleh
perusahaan.

1.4 Other Uses

Penggunaan lainnya dalam aktivitas investasi Apple berupa perubahan nilai wajar dari
surat berharga tersebut. Berdasarkan tabel di atas jumlah perubahan nilai wajar tersebut $1.5
Miliar.
Beberapa kebijakan Akuntansi terkait dengan akun-akun dalam neraca antara lain:

a) Cash Equivalents and Marketable Securities

Seluruh investasi yang bersifat likuid, dengan jatuh tempo maksimum 3 bulan dari
tanggal pembelian diklasifikasikan sebagai setara kas. Sekuritas modal dan hutang yang
diperdagangkan diklasifikasikan sebagai available-for-sale. Manajemen menentukan klasifikasi
investasi pada tanggal pembelian, dan melakukan evaluasi ulang setiap tanggal neraca.

Apple mengklasifikasikan sekuritas hutang yang diperdagangkan sebagai jangka pendek


maupun jangka panjang berdasarkan tanggal jatuh tempo kontraktual masing-masing sekuritas.
Untuk sekuritas dengan tanggal jatuh tempo kurang dari 12 bulan diklasifikasikan sebagai jangka
pendek dan yang memiliki tanggal jatuh tempo lebih dari 12 bulan sebagai jangka panjang.
Sekuritas modal yang diperdagangkan, diklasifikasikan sebagai jangka pendek maupun jangka
panjang berdasarkan karakteristik setiap sekuritas dan ketersediaannya untuk dipergunakan pada
operasional terkini.

Sekuritas yang diperdagangkan, diukur dalam nilai wajar, dengan unrealized gain or
losses netto pajak, dilaporkan sebagai komponen dalam Accumulated Other Comprehensive
Income. Terkecuali dalam hal ini unrealized losses yang diyakini tidak secara temporer. Kerugian
ini, dilaporkan dalam laba/rugi tahun fiskal berjalan. Biaya dari sekuritas yang diperdagangkan
didasarkan pada metode identifikasi yang spesifik.
b) Derivative Financial Instruments

Apple mencatat instrument derivatif sebagai aset maupun kewajiban pada nilai wajar.
Untuk instrument derivatif yang tergolong sebagai cash flow hedges, maka porsi efektif dari
keuntungan maupun kerugian atas instrumen derivatif tersebut dilaporkan sebagai Accumulated
Other Comprehensive Income dan kemudian diklasifikasikan ulang pada periode tersebut
maupun periode mendatang manakala transaksi yang melibatkan hedges tersebut mempengaruhi
pendapatan. Sementara untuk instrumen derivatif yang dikategorikan sebagai fair value hedges,
masing-masing keuntungan dan kerugian atas instrumen derivatif tersebut maupun
atas offsetting item yang melibatkan hedges diakui dalam earning pada periode terkini. Dan
untuk instrumen derivatif yang tergolong sebagai net investment hedge, keuntungan maupun
kerugian bersih pada porsi efektif dari instrument derivatif dilaporkan dengan cara yang sama
sebagaimana penyesuaian atas translasi mata uang asing. Selain itu, untuk instrument derivatif
yang tidak tergolong sebagai hedges, maka dilakukan penyesuaian atas nilai wajar
melalui earning di periode terkini.

c) Allowance for Doubtful Accounts

Perusahaan merekam penyisihan piutang tak tertagih berdasarkan penilaian atas beragam
faktor, termasuk juga pengalaman historis, umur saldo piutang, kualitas kredit perusahaan
pelanggan, kondisi ekonomi terkini, dan faktor lain yang dapat mempengaruhi kemampuan
pelanggan dalam melakukan pembayaran.

d) Inventories

Persediaan dinyatakan pada nilai yang lebih rendah antara biaya yang diukur dengan
metode FIFO dengan Net Realizable Value. Penyesuaian apapun yang mengurangi biaya
persediaan atas net realizable value ini diakui pada periode terkini.

e) Property, Plant and Equipment

Properti, pabrik dan peralatan dinyatakan menurut biaya historis. Depresiasi dihitung
menggunakan metode garis lurus sepanjang umur manfaat aset tersebut. Yang untuk bangunan
pada umumnya kurang dari 30 tahun, antara 1-5 tahun untuk mesin dan peralatan, serta jangka
waktu yang lebih rendah antara masa sewa dengan 10 tahun untuk aset yang disewa
melalui leasing. Perusahaan mengkapitalisasi biaya yang pantas untuk memperoleh atau
mengembangkan perangkat lunak untuk penggunaan internal yang terjadi sebelum tahap awal
proyek. Biaya yag dikapitalisasi terkait dengan perangkat lunak yang digunakan internal
menggunakan metode garis lurus sepanjang masa manfaat aset, yakni antara 3-5 tahun.

f) Long-Lived Assets Including Goodwill and Other Acquired Intangible Assets

Apple menyebut aset jangka panjang sebagai long-lived assets. Aset jangka panjang
direiviu atas impairment setiap kali dijumpai kejadian maupun perubahan keadaan yang
mengindikasikan nilai buku (carrying amount) atas aset tersebut mungkin tidak dapat diperoleh
kembali (may not be recoverable). Recoverability atas aset-aset tersebut diukur berdasarkan
perbandingan antara nilai buku dengan arus kas masa depan tidak terdiskonto yang diharapkan
akan dhasilkan dari aset tersebut. Jka properti, pabrik dan peralatan serta beberapa aset tidak
berwujud yang dapat diidentifikasi diketahui mengalami impairment, maka impairment tersebut
diakui sebesar jumlah kelebihan nilai buku tersebut atas nilai wajarnya.

Perusahaan tidak mengamortisasi goodwill dan aset tidak berwujud yang umur
manfaatnya tidak dapat diidentifikasi, namun aset-aset tersebut harus menjalani
uji impairment setidaknya setiap tahun maupun lebih awal ketika kejadian maupun perubahan
keadaan mengindikasikan bahwa aset tersebut mengalami impairment. Pengujian ini dilakukan
Apple pada kuartal keempat di setiap tahun fiskalnya.

Perusahaan mengamortisasi aset tidak berwujud yang umur manfaatnya diketahui


sepanjang perkiraan masa manfaat aset-aset tersebut. Selain itu, reviu impairment atas aset-aset
tersebut juga dilakukan. Apple, rata-rata mengamortisasi aset tidak berwujudnya dalam jangka
waktu tiga hingga tujuh tahun fiskal.

Selain itu, berdasarkan pada keterangan dalam Catatan atas Laporan Keuangan,
perusahaan mengaplikasikan akuntansi nilai wajar atas seluruh aset dan kewajiban finansial,
berikut pula aset dan kewajiban non finansial yang diakui maupun diungkapkan pada nilai wajar
dalam laporan keuangan secara rutin. Apple mendefinisikan nilai wajar sebagai harga yang akan
diterima dari penjualan aset, maupun yang akan dibayarkan untuk mentransfer kewajiban dalam
transaksi wajar antara pelaku pasar di tanggal pengukuran. Dalam menentukan pengukuran atas
nilai wajar aset dan kewajiban, perusahaan mempertimbangkan pasar utama maupun yang paling
memberikan keuntungan untuk perusahaan melakukan transaksi, serta pengukuran risiko
berbasis pasar maupun asumsi bahwa pelaku pasar akan menggunakan misalnya, risiko inheren
dalam teknik penilaian, restriksi transfer maupun risiko kredit, dalam menilai aset dan
kewajiban.

Apple mengestimasi nilai wajar dengan mengaplikasikan suatu hirarki. Hirarki tersebut
menjadi dasar bagi penentuan prioritas atas input yang digunakan untuk menilai nilai wajar.
Dengan prioritas utama adalah input dengan level terrendah. Hirarki tersebut adalah sebagai
berikut:

Level 1 Kutipan harga di pasar yang aktif untuk aset dan kewajiban yang identik.

Level 2 Observable inputs selain daripada kutipan harga di pasar yang aktif untuk aset dan
kewajiban identik, kutipan harga atas aset dan kewajiban yang identik maupun mirip di pasar
yang tidak aktif, atau masukan lain yang dapat diamati maupun dapat dikuatkan dengan data
pasar yang dapat diamati atas aset dan kewajiban.

Level 3 Masukan yang secara umum tidak dapat diamati dan merefkelsikan estimasi manajemen
atas asumsi bahwa pelaku pasar akan menggunakannya dalam menilai aset maupun kewajban.
2. Analisis Aktivitas Investasi pada HP Inc.

Semuainvestasiyangsangatlikuiddenganjangkawaktujatuhtempotigabulanatau

kurangpadatanggalakuisisidianggapsetarakas.Padatanggal31Oktober,2016dan2015,nilai
tercatatsetarakasmemperkirakannilaiwajarkarenaperiodewaktuyangsingkathinggajatuh
tempo.Pendapatanbungayangterkaitdengankas,setarakasdansuratutangadalahsekitar$
24.000.000padatahunfiskal2016,$75jutapadatahunfiskal2015,dan$72.000.000pada
tahunfiskal2014.DepositoberjangkayangterutamadikeluarkanolehlembagadiluarAmerika
Serikatpadatanggal31Oktober,nilai2016dan2015.estimasiwajardariinvestasitersedia
untuk dijual mungkin tidak mewakili nilainilai yang akan diwujudkan di masa depan.

Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi mengalami penurunan sebesar
$5,6M untuk tahun fiskal 2016 dibandingkan dengan tahun fiskal 2015, digunakan untuk belanja
modal dan pembayaran yang dilakukan sehubungan dengan akuisisi bisnis, kas bersih yang
diperoleh, dari kegiatan operasi yang dihentikan pada tahun fiskal 2015. Kas bersih yang
digunakan untuk aktivitas investasi meningkat sekitar $2,7M untuk tahun fiskal 2015 investasi
dibandingkan dengan fiskal tahun 2014, terutama disebabkan adanya akuisisi Aruba Networks,
Inc., yang dipindahkan ke HP Enterprise sebagai bagian dari Pemisahan. Secara terperinci,
berikut adalah penjelasan dari aktivitas investasi pada HP Inc.:

1. Pada tahun 2016 HP Inc. membeli asset tetap senilai $433 juta yang terdiri dari pembelian
tanah dan bangunan senilai $231 juta dan pembelian mesin dan peralatan senilai $202
juta.

2. HP mengeluarkan tambahan penyusutan dan amortisasi selama masa manfaat dari aset
tetap yang diperoleh sehubungan dengan penggabungan usaha dan investasi transaksi,
dan, nilai goodwill atau aset tidak berwujud yang diperoleh. Sehubungan terganggunya
kombinasi bisnis dan investasi transaksi, diperlukan biaya material tambahan yang
berkaitan dengan penurunan nilai aset tersebut. Jika ada penurunan saham di masa depan
atau ada perubahan signifikan dalam iklim usaha atau hasil usaha dari unit pelaporan ,
mungkin akan menimbulkan biaya tambahan, yang mungkin termasuk penurunan nilai
goodwill atau biaya aset tidak berwujud.

Pada tahun 2016 HP melakukan akuisisi pada sebuah perusahaan dengan nilai akusisi
sebesar $7.000.000, hal ini dapat terlihat di catatan atas laporan keuangan, berikut adalah
yang tercantum pada catatan tersebut
3. Pada bulan Juni 2016, FASB menerbitkan panduan yang mengharuskan kerugian kredit
atas aset keuangan yang diukur berdasarkan pada amortisasi biaya yang akan disajikan
pada jumlah bersih diharapkan akan diperoleh, tidak berdasarkan kerugian yang terjadi.
Selanjutnya, kerugian kredit pada efek hutang tersedia untuk dijual harus dicatat melalui
penyisihan kerugian kredit terbatas pada jumlah dimana nilai wajar di bawah biaya
perolehan diamortisasi. HP diwajibkan untuk mengadopsi pedoman pada kuartal pertama
tahun fiskal 2021. Penerapan lebih dini diperkenankan. HP sedang mengevaluasi dampak
dari panduan ini pada Laporan Keuangan Konsolidasian nya.

4. Investasi dengan menjual sekuritas publik senilai $133 juta yang diperdagangkan dinilai
dengan menggunakan harga penutupan pada tanggal pengukuran seperti yang dilaporkan
di bursa saham di mana sekuritas individual diperdagangkan.
5. Investasi atas dana pensiun sebesar $126 juta atas seluruh karyawan HP baik dari US
maupun non-US

6. Selama tahun fiskal 2016, HP Inc. mengadakan perjanjian untuk melepaskan aset
teknologi tertentu, termasuk hak perizinan dan hak distribusi untuk software tertentu
kepada Open Text Corp., sebuah perusahaan manajemen informasi senilai $475 juta.
Pelepasan tersebut secara substansial selesai pada kuartal keempat tahun fiskal 2016.
Teknologi Aset yang dijual adalah teknologi yang berada dalam unit bisnis perangkat
keras dalam segmen printer. Total keuntungan yang diakui dari pelepasan adalah sebesar
$401 juta. Keuntungan yang terkait dari pelepasan tersebut termasuk dalam penjualan,
beban umum dan administrasi dalam laporan laba rugi.

2.1 Kebijakan Akuntansi HP Inc.

Laporan Keuangan Konsolidasi HP disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku
umum (GAAP) di US, dimana manajemen dibutuhkan untuk membuat estimasi, pertimbangan
dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva, kewajiban, pendapatan bersih dan biaya, dan
pengungkapan kewajiban kontinjensi. Estimasi tersebut didasari oleh pengalaman historis dan
berbagai asumsi lain yang dipercayai menjadi wajar dalam beberapa keadan, hasil yang
membentuk dasar untuk membuat penilaian tentang jumlah tercatat aset. Manajemen pun
mendiskusikan pengembangan, pemilihan dan pengungkapan estimasi bersama dengan Komite
Audit dari HP Dewan Direksi. Manajemen berpendapat bahwa estimasi akuntansi yang
digunakan dan jumlah yang dihasilkan itu wajar. Namun, hasil aktual mungkin berbeda dari
estimasi tersebut. Membuat estimasi dan penilaian tentang peristiwa masa depan secara inheren
itu tidak tidak bisa diprediksi dan penuh ketidakpastian yang mungkin signifikan, beberapa di
antaranya bisa jadi berada di luar kendali kita. Jika ada estimasi dan asumsi mengubah atau
terbukti telah salah, bisa berdampak material pada hasil operasi, posisi keuangan dan arus kas.

2.2 Analisis aktivitas investasi

Sebagai bagian dari strategi manajemen risiko, HP menggunakan instrumen derivatif,


terutama untuk kontrak berjangka, pertukaran suku bunga, pertukaran jumlah imbal hasil dan
terkadang, kontrak opsi untuk melindungi nilai mata uang asing tertentu, suku bunga dan, pada
tingkat lebih rendah yaitu exposure ekuitas. HP menggunakan derivatif untuk mengimbangi
keterbukaan bisnis dalam mata uang asing, suku bunga atas arus kas yang diharapkan di masa
depan dan atas aset dan kewajiban yang ada. Kontrak derivatif itu bertujuan untuk menjaga nilai
wajar atau melindungi arus kas. Selain itu, untuk derivatif yang tidak ditujukan sebagai
instrumen pembatas, HP mengkategorikan pembatas nilai ekonomi tersebut sebagai derivatif
lainnya. HP mengakui semua instrumen derivatif pada nilai wajar dalam Neraca Konsolidasi. HP
mengklasifikasikan arus kas dari program turunannya dengan kegiatan yang sesuai dengan item
pokok yang dibatasi di dalam Laporan Arus Kas.
Sebagai hasil dari penggunaan instrumen derivatif, HP mempunyai risiko bahwa pihak-
pihak penting akan gagal memenuhi kewajiban kontrak mereka. Selanjutnya, HP memiliki
perjanjian keamanan agunan yang memungkinkan HP untuk memegang jaminan dari, atau
memerlukan HP untuk mengirimkan jaminan kepada pihak yang berkepentingan ketika agregat
nilai wajar derivatif melebihi batas kontrak yang dibuat yang umumnya didasarkan pada
peringkat kredit dari HP dan pihak-pihak terkait. Jika HP atau peringkat kredit pihak terkaitnya
turun di bawah peringkat kredit yang ditentukan, salah satu pihak memiliki hak untuk meminta
penjaminan penuh atas kewajiban bersih derivatif. Nilai wajar derivatif

dengan fitur tambahan kredit dalam posisi kewajiban bersih adalah $2 juta dan $138 juta pada
tanggal 31 Oktober 2016 dan 2015 yang sepenuhnya dijamin dalam waktu dua hari kerja.

1 Fair value hedges


fair value hedges, atau perlindungan nilai wajar, adalah penggunaan instrumen
derivatif atau instrumen keuangan lainnya untuk melindungi perusahaan dari
risiko terkait perubahan nilai wajar (fair value) asset atau kewajiban yang
diperkirakan akan mempengaruhi laba yang dilaporkan oleh perusahaan yang
bersangkutan. Baik item-item asset/kewajiban yang dilindungi maupun derivatif
yang digunakan sebagai instrumen hedging atas asset/kewajiban itu harus
dinyatakan kembali dengan nilai wajar yang berlaku pada akhir periode. Untung
(gains) atau rugi (losses) atas item-item itu harus segera diakui dalam
laba/rugi periode, tidak ditangguhkan.

HP menerapkan perlindungan nilai atas nilai wajar, seperti swap suku bunga,
untuk mengurangi eksposur utang atas perubahan-perubahan yang dihasilkan nilai
wajar dalam pergantian tingkat suku bunga dengan mencapai tingkat suku bunga
mengambang London Interbank Offered Rate (LIBOR) dalam US dollar. Untuk
instrumen derivatif yang ditujukan dan memenuhi kualifikasi sebagai
perlindungan nilai atas nilai wajar, HP mengakui perubahan nilai wajar dari
instrumen derivatif, serta kerugian atas perubahan nilai wajar dari item yang
dilindungi. Hp tidak menggunakan instrumen derivatif untuk tujuan atau hal-hal
yang bersifat spekulasi. Pada tanggal 31 Oktober, 2016, nilai kotor portofolio
derivatif kami adalah $ 17,9 miliar. Aktiva dan kewajiban yang terkait dengan
instrumen derivatif diukur pada nilai wajar, dan $ 325 juta dan $ 97 juta, masing-
masing pada tanggal 31 Oktober 2016.

Porsi utang HP yang dilindungi tercermin dalam Neraca Konsolidasi sebagai


jumlah yang sama dengan nilai tercatat utang dan penyesuaian nilai wajar sebesar
perubahan kewajiban utang nilai wajar yang dilindungi yang muncul dari
pergerakan suku bunga acuan. Estimasi nilai wajar dari HP pendek dan utang
jangka panjang adalah $ 7,1 miliar pada 31 Oktober 2016 Dibandingkan dengan
nilai tercatat dari $ 6,8 miliar pada tanggal tersebut. Estimasi nilai wajar dari HP
untuk utang jangka pendek dan panjang diperkirakan nilai tercatatnya sebesar $
8,9 miliar di 31 Oktober 2015. Jika diukur pada nilai wajar dalam Neraca
Konsolidasi, utang jangka pendek dan panjang akan diklasifikasikan dalam Level
2 dari hirarki nilai wajar.

2 Cash flow hedges


cash flow hedges adalah perlindungan, dengan menggunakan instrumen
derivatif atau instrumen keuangan lainnya, dari risiko variabilitas arus kas terkait
dengan diakuinya asset/kewajiban (misalnya, pembayaran bunga atas pinjaman
dengan suku bunga variabel) atau ramalan akan terjadinya suatu transaksi
(misalnya, penjualan atau pembelian yang akan dilakukan) di masa mendatang, di
mana variabilitas arus kas itu diperkirakan akan mempengaruhi laba atau rugi
yang dilaporkan.

HP menggunakan kontrak opsi yang ditujukan sebagai pelindung nilai arus kas
yang melindungi dari risiko nilai tukar mata uang asing yang melekat dalam
pendapatan bersih yang sudah diperkirakan dan pada tingkat lebih rendah, beban
pokok pendapatan, biaya operasi, dan pinjaman antar perusahaan dalam mata
uang selain dolar. Perlindungan arus kas HP atas nilai mata uang asing umumnya
jatuh tempo dalam waktu dua belas bulan; Namun, perlindungan nilai terkait
dengan pengaturan pengadaan jangka panjang dapat menambah masa
perlindungan selama beberapa tahun dan kontrak berkelanjutan terkait dengan
pinjaman antar perusahaan diperpanjang selama sewa atau pinjaman berjangka,
yang biasanya berkisar dari dua sampai lima tahun.

Pada tanggal 31 Oktober, 2016, 2015 dan 2014, tidak ada bagian intsrumen yang
dilindungi dari keuntungan atau kerugian instrumen dari penilaian efektivitas
untuk nilai wajar, arus kas atau net investment hedges. Ketidakefektifan hedge
atas nilai wajar, arus kas dan lindung nilai investasi bersih tidak material untuk
tahun pajak 2016, 2015 dan 2014. Pada tanggal 31 Oktober, 2016, HP berharap
untuk mereklasifikasi, dan telah diperkirakan laba comprehensif dari Akumulasi
lainnya sekitar $ 139 juta, setelah dikurangi pajak, untuk penghasilan dalam dua
belas bulan ke depan bersama dengan efek pendapatan transaksi yang
diperkirakan akan terkait terkait dengan cash flow hedges
3 Net investment hedges
HP menggunakan kontrak berkelanjutan yang ditujukan sebagai pelindung nilai
investasi bersih untuk melindungi nilai investasi bersih pada anak perusahaan
asing tertentu yang menggunakan mata uang lokal. Sebagai bagian dari
Pemisahan, HP melepas semua anak perusahaan asing ini dan tidak lagi
menggunakan perlindungan nilai investasi bersih. HP mencatat bagian efektif dari
instrumen derivatif bersama dengan perubahan nilai wajar item yang dilindungi
dalam penjabaran penyesuaian kumulatif sebagai komponen terpisah dari laporan
perubahan ekuitas.