Anda di halaman 1dari 12

UJI KORELASIONAL

Saripudin

Salfund@ ya hoo.co m

http://statistikapendidikan.com/

Lisensi Dokumen:

Copyright 2013 StatistikaPendidikan.Com

Seluruh dokumen di StatistikaPendidikan.Com dapat digunakan,


dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan
komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau
merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang
disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan
melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih
dahulu dari StatistikaPendidikan.Com.

Abstrak/Ringkasan

Korelasi adalah istilah statistik yang menyatakan derajat hubungan


linier antara dua variabel atau lebih, yang ditemukan oleh Karl Pearson pada wal
1900, oleh sebab itu terkenal dengan sebutan korelasi Pearson Product Moment
(PPM). korelasi adalah salah satu teknik analisis statistik yang paling banyak
digunakan oleh para peneliti. karena para peneliti umumnya tertarik terhadap
peristiwa- peristiwa yang terjadi dan mencoba untuk menghubungkannya.

http://statistikapendidikan.com
Copyright 2013 StatistikaPendidikan.Com 1
Korelasi merupakan teknik analisis yang termasuk dalam salah satu teknik
pengukuran asosiasi/hubungan (measures of association). Pengukuran asosiasi
merupakan istilah umum yang mengacu pada sekelompok teknik dalam statistik
bivariat yang digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel.
Diantara sekian banyak teknik-teknik pengukuran asosiasi, terdapat dua teknik
korelasi yang sangat populer sampai sekarang, yaitu Korelasi Pearson Product
Moment dan Korelasi Rank Spearman. Pengukuran asosiasi mengenakan nilai
numerik untuk mengetahui tingkatan asosiasi atau kekuatan hubungan antara
variabel. Dua variabel dikatakan berasosiasi jika perilaku variabel yang satu
mempengaruhi variabel yang lain. Jika tidak terjadi pengaruh, maka kedua
variabel tersebut disebut independen.

Pendahuluan

Kata korelasi memiliki arti hubungan atau hubungan timbal balik.


Dalam ilmu statistik istilah korelasi diberi pengertian sebagai hubungan antardua
variabel atau lebih. Uji Korelasi merupakan salah satu teknik statistik yang
digunakan untuk mecari hubungan antara dua variable atau lebih yang sifatnya
bukan kualitatif melainkan kuantitatif. Sebagai contoh variable X dan Y, yang
ingin kita uji apakah hubungan berbanding lurus ataukah terbalik atau bahkan
sama sekali diantara kedua variable tidak memiliki hubungan.

Isi

1. Pengertian korelasi
Korelasi adalah teknik analisis yang termasuk dalam salah satu
teknik pengukuran asosiasi/hubung. Pengukuran asosiasi umumnya
mengacu pada sekelompok teknik dalam statistik bivariat yang digunakan
untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel. Diantara
sekian
banyak teknik-teknik pengukuran asosiasi, terdapat dua teknik korelasi
yang sangat populer sampai saat ini, yaitu Korelasi Pearson Product
Moment dan Korelasi Rank Spearman. Pengukuran asosiasi mengenakan
nilai numerik untuk mengetahui tingkatan asosiasi atau kekuatan
hubungan antara variabel. Dua variabel dikatakan berasosiasi jika perilaku
variabel yang satu mempengaruhi variabel yang lain. Jika tidak terjadi
pengaruh, maka kedua variabel tersebut disebut independen.

2. Arah korelasi
Hubungan antar variabel jika dilihat dari arahnya dapat dibedakan
menjadi dua macam, yaitu hubungan yang sifatnya satu arah, dan
hubungan yang sifatnya berlainan arah.
Hubungan yang bersifat searah diberi nama korelasi positif, sedangkan
hubungan yang sifatnya berlawanan dinamakan korelasi negative.
Berikut penjelasan korelasi positif dan negative:

Korelasi Positif yaitu hubungan yang sifatnya satu arah. Jika variabel X
naik/semakin besar akan diikuti naik/semakin besarnya variabel Y dan
sebaliknya jika variabel X turun akan diikuti turunnya variabel Y.

Korelasi negatif adalah korelasi atau hubungan jika kenaikan variabel X diikuti dengan
penuru penurunan variabel X diikuti dengan kenaikan variabel Y.

3.Teknik analisis korelasional

a. Koefisien relasi sederhana menunjukkan seberapa besar hubungan yang


terjadi antara dua variabel. Rumus korelasi sederhana yang dikenal juga
dengan korelasi produk momen, adalah sebagai berikut:
Keterangan : r = Koefisien Korelasi

N = Jumlah sampel

Koefisien korelasi sederhana dilambangkan (r) merupakan suatu ukuran


arah dan kekuatan hubungan linier antara dua variabel bebas (X) dan variabel
terikat (Y), dengan ketentuan nilai r berkisar dari harga (-1 r +1). Apabila
nilai r = -1 artinya korelasinya negatif sempurna (menyatakan arah hubungan
antara X dan Y adalah negatif dan sangat kuat), r = 0 artinya tidak ada
korelasi, r = 1 berarti korelasinya sangat kuat dengan arah yang positif.
Sedangkan arti harga r akan dikonsultasikan dengan tabel. Pedoman tabel untuk
memberikan interpretasi koefisien korelasi adalah sebagai berikut (Sugyono :
2007) :

b. Uji signifikansi (Uji keberartian)


c. Koefisien Determinasi
d. Contoh Soal

Diketahui data dari variable X (Motivasi Belajar) dan variable Y (Hasil


Belajar) sebagai berikut, tentukan koefisien korelasi, uji signifikan, dan
koefisiensi determinasinya!

Column X Y X Y XY
11 37 48 1369 2304 1776
2 45 58 2025 3364 2610
3 48 60 2304 3600 2880
4 49 51 2401 2601 2499
5 52 62 2704 3844 3224
6 47 48 2209 2304 2256
7 38 48 1444 2304 1824
8 39 47 1521 2209 1833
9 48 52 2304 2704 2496
10 50 55 2500 3025 2750
TOTAL 453 529 20781 28259 24148

Dari data diatas kita memperoleh:

x = 453 y = 529 x =
20781
y = 28259 xy = 24148 n = 10

1. Menentukan koefisien korelasi


= 0,68

Diperoleh rhitung/rxy sebesar 0,68, untuk mengetahui korelasi antara variable X


(motivasi belajar) dan Y (hasil belajar). Jika dikonsultasikan dengan tabel angka
kritik r Product Moment pada = 0,05 dan N = 10 diperoleh rtabel sebesar 0,632.
Dengan demikian rhitung lebih besar dari rtabel (0,68 > 0,632). Hal ini berarti
terdapat hubungan positif yang berarti (signifikan) antara motivasi belajar dan
hasil belajar.

2. Uji Signifikansi

t = 2,59

t = 2,59, jika dikonsultasikan dengan ttabel dengan dk (n-2) = 8, pada = 0,05


diperoleh ttabel = 2,306 maka thitung lebih besar dari ttabel (2,59 > 2,306). Jadi,
ini menunjukkan ada pengaruh antara motivasi belajar terhadap hasil belajar yang
signifikan atau berarti.
3. Koefisien Determinasi

KD = r2 x 100%

KD = 46,24

Dari hasil perhitungan nilai Koefisien Determinasi, diperoleh nilai


kontribusi variabel X terhadap variabel Y adalah sebesar 46,24%. Nilai 46,24%
menunjukkan bahwa motivasi belajar memberikan nilai kontribusi kurang besar
terhadap hasil belajar, dan sisa sebesar 53,76% menunjukkan bahwa ada variabel
lain yang mempengaruhi.

Penutup

Korelasi adalah istilah yang digunakan untuk mengukur kekuatan


hubungan antara variabel. Analisis korelasional merupakan cara untuk
mengetahui ada tidaknya hubungan antar 2 variabel. Jika terjadi hubungan antar
variabel maka perubahan yang terjadi pada satu variabel akan menyebabkan
terjadinya perubahan pada variabel yang lainnya.

Referensi

Bandung: Alfabeta Sugiyono. Statistika untuk Penelitian.


Bandung: Alfabeta. 2010.

Sudijono, Anas.Pengantar Statistika Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo. 2012.


Biografi Penulis

Nama : Saripudin
NIM : 4115122282
Mahasiswa semester empat PPKN di Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu
Sosial, Universitas Negeri Jakarta. Aktif di Laboratorium Sosial Politik
.
Lampiran