Anda di halaman 1dari 2

8. Winarno, F. G dan Rahayu. Titi Sulistyowati. 1994.

Bahan Tambahan
Untuk Makanan dan Kontaminan. Jakarta: Gramedia.

7. Trenggono, dkk. 1990. Buku dan monogram bahan tambahan pangan (food aditif). Pusat
antar universitas pangan dan gizi. Yogyakarta: Ugm

2. Cahyadi,W.(2006). Analisis dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan


Pangan.
Jakarta: Bumi Aksara. Hal 4-7, 9-15.

3. Cahyadi, W. (2008). Analisis dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan


Pangan. Edisi 2. Cetakan I. Jakarta: Bumi Aksara. Hal 6-12, 393.

3.1 Depkes RI. 1999. Rencana Pembangunan Kesehatan Menuju Indonesia


Sehat
2010. Depkes RI. Jakarta .

1. Awang.Rahmat, 2003.Kesan Pengawet Dalam Makanan, diambil dari


www.prn2.usm.my. [ Tanggal 26 April 2017]

4. Gritter , R.J, Bobbic, J.N., dan Schwarting, A.E., 1991, Pengantar


Kromatografi ,diterjemahkan oleh Kosasih Padmawinata, Edisi II, hal
107, ITB Press Bandung.

Sudjadi, 1988, Metode Pemisahan, hal 167-177, Fakultas Farmasi,


Universitas Gadjah Mada.

5. Hardjono Sastrohamidjojo. (1991). Kromatografi. Yogyakarta : Liberty

6. Ibekwe ; S. Eberechukwu ; Uwakwe ; A. Amadikwa & Monanu, M.


Okechukwu. (2007). Effect Of Oral Intake Of Sodium Benzoate On Some
Haematological Parameters Of Wistar Albino Rats. Journal Scientific
Research And Essay. Vol. 2.(1). Pp. 006-009.