Anda di halaman 1dari 39

MODUL KIMIA

HIDROLISIS
GARAM
HIDROLISIS
Standar Kompetensi :

Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran dan terapannya.

Kompetensi Dasar :

4.6 Memprediksi terbentuknya endapan dari suatu reaksi berdasarkan prinsip kelarutan dan
hasil kali kelarutan.

Indikator :

Menjelaskan kesetimbangan dalam larutan jenuh garam atau basa yang sukar larut.

Menuliskan ungkapan berbagai Ksp elektrolit yang sukar larut dalam air.

Menghitung kelarutan suatu elektrolit yang sukar larut berdasarkan data harga Ksp atau
sebaliknya.

Menjelaskan pengaruh penambahan ion senama dalam larutan.

Nilai Karakter Bangsa:

Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu,
Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, Menghargai Prestasi, Bersahabat/Komunikatif, Cinta
Damai, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, Peduli Sosial,Tanggung Jawab
PETA KONSEP
APERSEPSI

Hidrolisis garam dalam kehidupan sehari-hari mempunyai banyak manfaat. Misalnya


penggunaan sabun cuci atau garam natrium stearat (C17H35COONa). Garam ini akan
mengalami hidrolisis jika dilarutkan dalam air, menghasilkan asam stearat dan basanya NaOH.
Buih yang dihasilkan berfungsi untuk memperluas permukaan kotoran agar mudah larut dalam
air. Hidrolisis garam adalah reaksi penguraian garam dalam air. Untuk lebih memahami materi
hidrolisis garam dan manfaatnya, simak materi berikut dengan seksama.
PENGERTIAN, MANFAAT, DAN MACAM-MACAM HIDROLISIS
1. PENGERTIAN HIDROLISIS
Jika suatu molekul asam direaksikan dengan molekul basa maka akan membentuk
garam dan air. Reaksi ini disebut sebagai reaksi penetralan. Namun, pada dasarnya larutan
garam tersebut tidak selalu bersifat netral, tetapi dapat juga bersifat asam maupun basa.
Untuk menjelaskan sifat larutan garam tersebut digunakanlah konsep hidrolisis. Berikut ini
tabel beberapa jenis asam kuat, basa kuat, serta garam dengan komponen asam basa
pembentuknya.
1) Asam Kuat (Kiri), Basa Kuat (Kanan)

2) Ga
ra
m

Reaksi
kimia yang terjadi antara molekul air dan garam, dimana komponen garam (kation atau
anion) yang terdiri dari asam lemah atau basa lemah akan membentuk ion H3O+=(H+)
sebagai ion positif dan ion (OH-) sebagai ion negatif. Apabila reksi hidrolisis menghasilkan
ion H3O+ maka artinya larutan bersifat asam, tetapi jika reaksi hidrolisis menghasilkan ion
OH- maka larutan bersifat basa.
Secara matematis, rumus kimianya dapat ditulis dalam reaksi berikut ini.

M+ + H2O MOH + H+

Sedangkan anion bereaksi menjadi:


X-+ H2O HX+ OH-

Jadi, dapat disimpulkan bahwa hidrolisis adalah penguraian garam oleh air yang
menghasilkan asam dan basanya. Reaksi hidrolisis terjadi ketika beberapa senyawa-
senyawa ionik, seperti garam, asam, dan basa tertentu larut dalam air.
2. MACAM-MACAM HIDROLISIS
Jika ditinjau dari komponen pembentuk garam serta banyak tidaknya garam tersebut
dapat diuraikan ketika direaksikan dengan air, maka reaksi hidrolisis dapat dibedakan
sebagai berikut ini.
1. Hidrolisis parsial
Hidrolisis parsial ialah ketika garam direaksikan dengan air hanya salah
satu/sebagian ion saja yang mengalami reaksi hidrolisis, sedangkan yang lainnya tidak.
Komponen penyusun garam yang mengalami reaksi hidrolisi parsial ini ialah asam
lemah dan basa kuat atau sebaliknya.
2. Hidrolisis total
Hidrolisis total merupakan reaksi penguraian seluruh garam oleh air, yang
mana komponen garam terdiri dari asam lemah dan basa lemah.
Berdasarkan jenis ion-ion yang dihasilkan ketika garam terlarut dalam air, proses
hidrolisis dapat dibedakan menjadi beberapa macam berikut ini.
3. Hidrolisis Anion
Apabila garam yang terdiri dari komponen molekul asam lemah dan basa kuat
direaksikan dengan molekul air, maka garam-garam ini hanya akan terhidrolisis
sebagian/parsial didalam air dan akan menghasilkan ion yang bersifat basa (OH -).
Dengan kata lain, yang terhidrolisis adalah anion dari asam lemah sedangkan kation
dari basa kuat tidak terhidrolisis.
Misal:
CH3COONa(aq) CH3COO(aq) + Na+ (aq)
CH3COO + H2O CH3COOH + OH
Na+ + H2O tidak terjadi reaksi

Dari contoh diatas, menjelaskan bahwa CH3COO yang bertindak sebagai anion
asam lemah terhidrolisis membentuk OH ketika direaksikan dengan molekul air (H2O)
sedangakn Na+ yang bertindak sebagai kation dari basa kuat tidak terhidrolisis ketika
direkasikan dengan molekul air. Kesimpulannya garam dengan komponen pembentuk
asam lemah dan basa kuat, jika direaksikan dengan air akan terhidrolisis sebagian dan
menghasilkan ion yang bersifat basa.
4. Hidrolisis Kation
Serupa halnya dengan reaksi hidrolisis antara garam dengan komponen molekul
asam lemah dan basa kuat direaksikan dengan molekul air, jika garam dengan
komponen penyusun asam kuat dan basa lemah dilarutkan ke dalam molekul air juga
akan mengalami hidrolisis parsial dan menghasilkan ion yang bersifat asam (H+). Hal ini
terjadi karena hanya kation dari basa lemah terhidrolisis, sedangkan anion dari asam
kuat tidak mengalami hidrolisis.
Misal:
NH4Cl NH4+ + Cl
NH4+ + H2O NH4OH + H+
Cl + H2O tidak terjadi reaksi
Berdasarkan contoh diatas, dapat dijelaskan bahwa NH 4+ yang
bertindaksebagai basa lemah terhidrolisis menghasilkan ion yang bersifat asam, yakni
H+. Sedangkan Cl- yang sebagai anion asam kuat tidak terhidrolisis.
5. Kation dan Anion Terhidrolisis
Apabila garam dengan komponen asam lemah dan basa lemah direaksikan
dengan molekul air akan mengalami hidrolisis total. Hal tersebut dapat terjadi
dikarenakan kation dari basa lemah maupun anion dari asam lemah dapat terhidrolisis
secara sempurna. Reaksi hidrolisis ini menghasilkan ion H+ atau OH- Misal:
CH3COONH4 CH3COO + NH4+
CH3COO + H2O CH3COOH + OH
NH4+ + H2O NH4OH + H+
Contoh diatas, menjelaskan bahwa kedua komponen penyusun garam CH3COO
(anion dari asam lemah) dan NH4+ (kation dari basa lemah) dapat terhidrolsis secara
sempurna yang masing-masing berurutan menghasilkan ion yang bersifat basa (OH)
dan ion yang bersifat asam (H+).
Perlu untuk diketahui, bahwasanya garam dengan komponen asam kuat dan basa
kuat yang direaksikan dengan molekul air tidak akan mengalami hidrolisis, dalam arti
lain reaksi tersebut bersifat netral. Peristiwa ini dapat terjadi ketika garam yang
mengandung ion logam alkali atau ion logam alkali tanah (kecuali Be 2+) dan basa
konjugat suatu asamkuat (misalnya, Cl-, Br-, dan NO3-) direaksikan dengan molekul air
akan menghasilkan larutan yang bersifat netral.
3. PEMANFAATAN HIDROLISIS
Reaksi hidrolisis merupakan suatu reaksi kimia yang digunakan untuk
menetralkan suatu campuran asam dan basa yang menghasilkan air dan garam. Proses
hidrolisis tersebut memiliki andil yang besar dalam terlaksananya berbagai macam
proses penting dan kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut ini uraian lebih lanjut terkait beberapa pemanfaatan proses hidrolisis.
Reaksi hidrolisis antara molekul asam dan basa yang direaksikan dengan air akan
membentuk garam dengan rumus kimia NaCl. NaCl ini merupakan garam yang
digunakan di dabur ibu rumah tangga sebagai pemberi rasa asin dalam makanan.
Di bidang pertanian, reaksi hidrolisis dimanfaatkan dalam penyesuaian pH tanah
dengan tanaman yang ditanam. Melalui reaksi hidrolisis akan didapatkan jenis
pupuk yang tidak terlalu asam maupun basa. Adapun molekul kimia yang sering
digunakan untuk menurunkan pH pupuk ialah pelet padat (NH4)2SO4. Apabila garam
tersebut direaksikan dalam air, maka ion NH 4+ akan terhidrolisis di dalam tanah
membentuk NH3 dan H+ yang bersifat asam.
Reaksi hidrolisis antara garam yang terbentuk dari HOCl yang merupakan asam
lemah dengan NaOH yang merupakan basa kuat dengan air akan terjadinya
hidrolisis HOCl sehingga menghasilkan ion OH- yang bersifat basa. Sedangkan
NaOH sebagai basa kuat tidak terhidrolisis. Garam yang terbentuk melalui
penggabungan kedua asam basa terdebut ialah NaOCl. Garam ini merupakan salah
satu material yang dimanfaatkan dalam pembuatan bayclin atau sunklin untuk
memutihkan pakaian kita.
Reaksi hidrolisis memiliki peran penting dalam pemecahan makanan menjadi nutrisi
yang mudah diserap. Sebagian besar senyawa organik dalam makanan tidak
mudah bereaksi dengan air, sehingga dibutuhkan katalis untuk memungkinkan
keberlangsungan proses ini. Katalis organik yang membantu dengan reaksi dalam
organisme hidup dikenal sebagai enzim. Enzim ini bekerja dengan menerapkan
konsep hidrolisis.
Reaksi hidrolisis berperan penting dalam proses pelapukan batuan. Proses ini
penting dalam pembentukan tanah, dan membuat mineral penting tersedia bagi
tanaman. Berbagai mineral silikat, seperti feldspar, mengalami reaksi hidrolisis
lambat dengan air, membentuk tanah liat dan lumpur, bersama dengan senyawa
larut.
Reaksi hidrolisis memiliki andil dalam penjernihan air. Penjernihan air minum oleh
PAM menerapkan prinsip hidrolisis, yaitu menggunakan senyawa aluminium fosfat
yang mengalami hidrolisis total.
Contoh Soal

1. Apakah semua garam dapat mengalami hidrolisasi? Jelaskan dan berikan contohnya!
Pembahasan :
tidak semua garam dapat mengalami hidrolisasi, Beberapa jenis diantaranya adalah :
- Garam dari asam kuat dan basa kuat, contoh: NaCl tidak mengalami hidrolisis
- Garam dari asam lemah dan basa kuat atau asam kuat dan basa lemah mengalami
hidrolisis parsial/sebagian. Contohnya : KCN atau AgCl
- Garam dari asam lemah dan basa lemah, mengalami hidrolisis sempurna atau total,
contohnya : CH3COOCN
2. Tuliskan reaksi hidrolisis garam berikut ini :
A. Na3PO4
B. K2CO3

Pembahasan :

a. Na3PO4 3Na+ + PO43-


yang mengalami hidrolisis adalah PO43-(Asam Lemah) (Hidrolisis sebagian /
parsial)
Reaksi Hidrolisis :
PO43- + 3H2O H3PO4 + 3OH-
b. K2CO3 2K+ + CO32-
yang mengalami hidrolisis adalah CO32-(Asam Lemah) (Hidrolisis Persial)
Reaksi hidrolisisnya :
CO32- + 2H2O H2CO2 + 2OH-
3. Manakah di antara NaCl, MgCl2, dan AlCl3 yang jika dilarutkan dalam air akan
terhidrolisis?
Pembahasan :
Ion Cl berasal dari asam kuat atau basa konjugat yang lebih lemah dari air. Oleh
karena itu, ion Cl tidak bereaksi dengan air. Kation Na+ dan Mg2+ berasal dari basa
kuat dan merupakan kation berukuran relative besar dengan muatan rendah sehingga
tidak terhidrolisis. Ion Al3+ memiliki ukuran relatif sama dengan Mg2+, tetapi muatannya
tinggi sehingga dapat bereaksi dengan air. Oleh karena itu, ion Al3+ terhidrolisis
membentuk Al(OH)3.
SIFAT LARUTAN GARAM DAN REAKSI HIDROLISIS

1. SIFAT LARUTAN GARAM

Sebagaimana Anda ketahui, garam merupakan senyawa ion, yang terdiri dari kation
logam dan anion sisa asam. Kation garam dapat dianggap berasal dari suatu basa,
sedangkan anionnya berasal dari suatu asam. Jadi, setiap garam mempunyai komponen
basa (kation) & asam (anion). Perhatikanlah contoh berikut :

Contoh:

Natrium klorida (NaCI) terdiri dari kation Na + yang dapat dianggap berasal dari NaOH dan
Cl- yang berasal dari HCl Di dalam air, NaCl terdapat sebagai ion-ion yang terpisah.

NaCI(aq) Na+(aq) + Cl- (aq)

Contoh:

Amonium sulfat [(NH4)2SO4] terdiri dari kation NH4+dan anion SO42-. IonNH4+ dapat
dianggap berasal dari basa NH3 sedangkan ion SO42- berasal dari asam sulfat (H2SO4) di
dalam larutannya, (NH4)2SO4 terdapat sebagai ion-ion yang terpisah.

(NH4)2SO4 (aq) 2NH4 (aq) + SO42- (aq)

Sebagian asam dan basa tergolong elektrolit kuat sedangkan sebagian lainnya
tergolong elektrolit lemah. Di antara asam dan basa yang biasa kita temukan, yang
tergolong elektrolit kuat adalah:

Asam kuat :H2SO4, HCI, HNO3 (juga HI, HBr, dan HClO4) dan lain lain.

Basa kuat :NaOH, KOH(sernua basa logam alkali) dan Ca(OH) 2, Ba(OH)2
(semua basa logam alkali tanah, kecuali Be(OH)) dan lain lain.

Dari hasil percobaan diketahui bahwa sifat larutan garam bergantung pada kekuatan
relatif asam basa penyusunnya.

Garam dari asam kuat dan basa kuat bersifat netral

Garam dari asam kuat dan basa lemah bersifat asam

Garam dari asam lemah dan basa kuat bersifat basa

Garam dari asam lemah dan basa lemah bergantung pada harga tetapan ionisasi
asam dan tetapan ionisasi basanya (Ka dan Kb).

Ka > Kb bersifat asam

Ka < Kb bersifat basa

Ka = Kb bersifat netral

2. REAKSI HIDROLISIS

Kita telah melihat bahwa larutan garam ada yang bersifat asam, bersifat basa atau
bersifat netral Sebagai contoh, larutan NH4Cl ternyata bersifat asam. sifat asam atau basa
suatu larutan bergantung pada perbandingan konsentrasi ion H+ dengan konsentrasi ion
OH-. Mungkin Anda akan bertanya, mengapa larutan NH4Cl bersifat asam([H+]>[0H-])?
Bukankah NH4Cl dalam air hanya menghasilkan ion NH4 dan ion Cl-.Sifat larutan garam
dapat dijelaskan dengan konsep hidrolisis. Hidrolisis merupakan istilah yang umum
digunakan untuk reaksi zat dengan air (hidrolisis berasal dari kata hydro yang berarti air
dan lysis yang berarti peruraian). Menurut konsep ini, komponen garam (kation atau anion)
yang berasal dari asam lemah atau basa lemah bereaksi dengan air (terhidrolisis).
Hidrolisis kation menghasilkan ion H30+ (H+), sedangkan hidrolisis anion menghasilkan ion
hidroksida (OH-)

Contoh :

Warna merah muda dari fenoltalein dalam larutan Naf menunjukkan larutan itu
bersifat basa

Warna kuning dari bromkresol-hijau dalam larutan NaHSO4 menunjukkan larutan ini
bersifat asam.

Hidrolisis garam merupakan reaksi asam-basa Bronsted-Lowry. Sebagaimana telah


kita ketahui, bahwa semakin kuat suatu asam, semakin lemah basa konjugasinya, dan
sebaliknya. Jadi, komponen garam yang berasal dari asam lemah atau basa lemah
merupakan basa atau asam konjugasi yang relative kuat, dapat bereaksi dengan air.
Sedangkan komponen garam yang berasal dari asam kuat atau basa kuat merupakan basa
atau asam konjugasi yang sangat lemah, tidak dapat bereaksi dengan air. Dalam hubungan
ini, air dapat berlaku baik sebagai asam maupun sebagai basa. Marilah kita bahas empat
jenis garam seperti telah disimpulkan sebelumnya.

A. Garam dari Asam Kuat dan Basa Kuat

Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat tidak terhidrolisis. Dengan
demikian, larutannya bersifat netral.

Contoh :

Natrium klorida (NaCI) terdiri dari kation Na + dan anion Cl-. Baik ion Na+ maupun ion Cl-
berasal dari elektrolit kuat. Jadi, keduanya merupakan asam atau basa yang sangat
lemah, sehingga keduanya tidak bereaksi dengan air.

NaCI(aq) Na+(aq) + Cl-(aq)

Na+(aq) + H2O(I) (tidak ada reaksi)

Cl-(aq) + H2O(l) (tidak ada reaksi)

Jadi NaCI tidak mengubah perbandingan konsentrasi ion H+ dan OH- dalam air, dengan
kata lain, larutan NaCI bersifat netral.

B. Garam dari Basa Kuat dan Asam Lemah

Garam yang terbentuk dari basa kuat dan basa lemah akan mengalami hidrolisis
sebagian (parsial), yaitu hidrolisis anionnya yang berasal dari asam lemah. Hidrolisis
anion ini akan menghasilkan ion OH-, sehingga larutan akan bersifat basa (pH > 7).

Contoh :
Natrium asetat terdiri dari kation Na + dan anion CH3COO-. Ion Na+ berasal dari basa
kuat (NaOH), sehingga tidak bereaksi dengan air (tidak terhidrolisis).

Ion CH3COO- merupakan basa konjugasi dari asam lemah CH3COOH, sehingga
bereaksi dengan air (mengalami hidrolisis). Jadi, NaCH 3COO terhidrolisis sebagian
(parsial).

NaCH3COO(aq) Na+(aq) + CH3COO-(aq)

CH3COO- (aq) + H2O (l) CH3COOH (aq) + OH- (aq)

Na+ (aq) + H2O (l) (tidak ada reaksi)

Hidrolisis menghasilkan ion OH-, maka larutan bersifat basa (pH > 7).

C. Garam dari Asam Kuat dan Basa Lemah

Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah akan mengalami hidrolisis
parsial,yaitu hidrolisis kationnya yang berasal dari basa lemah. Hidrolisis parsial ini
akan menghasilkan ion H3O+, sehingga larutan akan bersifat asam (pH < 7).

Contoh 1 :

Amonium klorida (NH4CI) terdiri dari kation NH4+ dan anion Cl- . Ion NH4+ yang
merupakan asam konjugasi dari basa lemah NH3 mengalami hidrolisis, sedangkan ion
Cl- yang merupakan basa konjugasi dari asam kuat HCI, tidak terhidrolisis.

NH4CI (aq) NH4+ (aq) + Cl- (aq)

NH4+ (aq) + H2O (l) NH3 (aq) + H3O+ (aq)

Cl- (aq) + H2O( l) (tidak ada reaksi)

Hidrolisis parsial ini akan menghasilkan ion H3O+, sehingga larutan bersifat asam.

Contoh 2 :

Aluminium sulfat [Al2(SO4)3] terdiri dari kation Al3+ dan anion SO42- dalam larutan ion Al3+
mengikat beberapa molekul air membentuk kation terhidrasi Al(H2O)63+. Kation
terhidrasi ini bersifat sebagai asam, dapat memberi proton kepada air, sedangkan
SO42- yang merupakan basa konjugasi dari asam kuat H2SO4 tidak cukup kuat menarik
proton. Oleh karena itu, Al2(SO4)3 terhidrolisis parsial dan larutan bersifat asam.

Al2(SO4)3 (aq) 2Al3+ (aq) + 3SO42- (aq)

Al3+ (aq) + 6H2O (l) AI(H2O)63+ (aq)

AI(H2O)63+ (aq) + H2O (l) AI(H2O)5(OH)2+ (aq) + H3O+ (aq)

SO42- (aq) + H2O (l) (tidak ada reaksi)

D. Garam dari Asam Lemah dan Basa Lemah


Baik kation maupun anion dari garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa.
terhidrolisis dalam air, sehingga disebut hidrolisis total.

Contoh :

Amoniumasetat (NH4CH3COO) terdiri dari kation NH4+ dan anion CH3OO- ion NH4+
maupun ion CH3COO- berasal dari elektrolit lemah, keduanya terhidrolisis

NH4CH3COO (aq) NH4+ (aq) + CH3COO- (aq)

NH4+ (aq) + H2O (l) NH3(aq) + H3O+ (aq)

CH3COO- (aq) + H2O (l) CH3COOH (aq) + OH- (aq)

Sifat larutan bergantung pada kekuatan relatif asam dan basa yang
bersangkutan jika asam lebih lemah daripada basa (Ka<Kb), maka anion akan
terhidrolisis lebih banyak dan larutan akan bersifat basa. Jika basa lebih lemah dari
asam (Kb<Ka), maka kation yang terhidrolisis lebih banyak dan larutan akan bersifat
asam. Sedangkan jika asam sama lemahnya dengan basa (Ka=Kb), larutan akan
bersifat netral.

Menghitung pH larutan garam

Reaksi hidrolisis adalah reaksi kesetimbangan. Tetapan kesetimbangan dari


reaksi hidrolisis disebut tetapan hidrolisis ( Kh)

a. Garam dari asam kuat dan basa kuat

Garam dari asam kuat dan basa kuat tidak mengalami hidrolisis, sehingga larutannya
bersifat netral ( pH = 7 Garam dari basa kuat dan asam lemah

b. Garam dari basa kuat dan asam lemah

Garam ini akan mengalami hidrolisis parsial, yaitu hidrolisis anion

A (aq) + H2O (l) HA (aq) + OH (aq)

dimana [ HA ] = [OH],dimana [A] dianggap sama dengan [A] yang berasal dari
garam, dimisalkan M . ( jmlh ion [A] yg mengalami hidrolisis diabaikan ), maka

atau

[OH]2 = Kh x M maka

Kemudian perhatikan persamaan reaksi berikut :


Menurut prinsip kesetimbangan , reaksi-reaksi kesetimbangan berlaku :

Dari dua persamaan di atas maka :

dimana

Kw = tetapan kesetimbangan air

Ka = Tetapan kesetimbangan asam

M = Konsentrasi anion yang terhidrolisis

E. Garam dari asam kuat dan basa lemah


Garam ini akan mengalami hidrolisis parsial, yaitu hidrolisis kation

BH+ + H2O B + H3O+

dimana [ B ] = [H3O+] dan [BH+] dianggap sama dengan ion [BH+] yang berasal dari
garam, dimisalkan M . ( jumlah ion [BH+] yg mengalami hidrolisis diabaikan), maka

atau

Kemudian perhatikan persamaan reaksi berikut :

Menurut prinsip kesetimbangan , reaksi-reaksi kesetimbangan berlaku :


dimana

Kw = tetapan kesetimbangan air

Kb = Tetapan kesetimbangan basa

M = Konsentrasi anion yang terhidrolisis

F. Garam dari asam lemah dan basa lemah


Garam ini akan mengalami hidrolisis total, karena baik kation maupun anionnya
akan mengalami hidrolisis. pH larutan secara kuantitatif sukar dikaitkan dengan harga
maupun dengan konsentrasi garam. pH yang tepat hanya dapat diperoleh melalui
pengukuran. Tetapi pH dapat diperkirakan dengan persamaan :

Sifat larutan tergantung pada harga Ka dan harga Kb. Jika

Ka > Kb : bersifat asam

Ka < Kb : bersifat basa

Ka = Kb : bersifat netral

Contoh Soal

1. Bagaimana warna kertas lakmus merah dan biru jika dimasukkan kedalam larutan
berikut :
A. AlCl3
B. Ba(NO3)2
C. KCN

2. Pembahasan :

A. AlCl3 bersifat asam karena berasal dari asam kuat HCl dan basa lemah Al(OH) 3 ,
jika dimasukkan lakmus merah akan berwarna merah dan jika dimasukkan lakmus
biru akan berwarna merah.
B. Ba(NO3)2 bersifat netral karena berasal dari asam kuat HNO 3 dan basa kuat Ba
(OH)2, maka warna lakmus merah jadi merah dan lakmus biru jadi biru (tetap).
C. KCN bersifta basa karena berasal dari asam lemah HCN dan basa kuat KOH, jika
dimasukkan lakmus merah jadi biru, dan lakmus biru jadi biru.

3. Konsentrasi dari NH4Cl 0,4 M, jika kb NH3 = 10-5 adalah


4. Pembahasan
5.
6.
7.

8.

9.
10. pH dari NH4Cl 0,4 M adalah (kb NH3 = 10-5)?
11. Pembahasan

12.
13. Berapakah massa garam NaCN yang harus dilarutkan untuk membentuk 250 mL
larutan dengan pH sebesar 10? (Ka HCN = 10-10 dan Mr NaCN = 49)

14. Pembahasan :

15. Larutan natrium sianida terbentuk dari campuran basa kuat (NaOH) dengan
asam lemah (HCN). Dengan demikian, larutan garam tersebut mengalami hidrolisis
parsial dan bersifat basa.

16. NaCN(aq) Na+(aq) + CN(aq)

17. pH = 10, berarti pOH = 4

18. Dengan demikian, [OH] = 10-4 M

19. Perhitungan pH larutan garam dapat diperoleh melalui persamaan berikut :

20.
[OH] = {(Kw/Ka)([ion yang terhidrolisis])}1/2

21.
10-4 = {(10-14 / 10-10)[ion yang terhidrolisis]}1/2

22. [ion yang terhidrolisis] = 10-4 M

23. Konsentrasi garam NaCN yang diperlukan sebesar 10-4 M. Volume larutan
sebanyak 250 mL = 0,25 L. Dengan demikian, mol garam NaCN yang dibutuhkan
adalah :

24. Mol = Volume x Molar

25. Mol = 0,25 x 10-4 = 2,5 x 10-5 mol

Jadi, massa garam NaCN yang dibutuhkan sebanyak 2,5 x 10 -5 x 49 = 1,225 x 10-
3
gram = 1,225 mg.

26. Hitunglah pH larutan NH4CN 2,00 M! (Ka HCN = 4,9.10-10 dan Kb NH4OH = 1,8.10-5)

27. Penyelesaian :

28. Larutan amonium sianida terbentuk dari campuran basa lemah (NH4OH) dengan
asam lemah (HCN). Dengan demikian, larutan garam tersebut mengalami hidrolisis
total.

29. NH4Cl(aq) NH4+(aq) + CN(aq)

30. Ion yang terhidrolisis adalah ion NH 4+ dan ion CN. Dengan demikian, pH larutan
garam dapat diperoleh melalui persamaan berikut :

31.
[H+] = {Kw (Ka/Kb)}1/2
32.
[H+] = {10-14 (4,9.10-10 / 1,8.10-5)}1/2

33. [H+] = 5,22.10-10 M

Dengan demikian, pH larutan garam tersebut adalah 9,28.

34.
35. SOAL HIDROLISIS

1. Garam berikut yang jika dilarutkan 10. (UN 2010)


dalam air akan mempunyai pH lebih
11. Senyawa yang mengalami hidrolisis
besar daripada tujuh adalah .
A. Na2SO4 total dalam air adalah
B. KCN A. NH4Cl
C. NH4Cl B. CH3COONa
D. KNO3 C. Na2SO4
E. NH4NO3 D. Al2S3
2. (UN 2011) E. BaCl2
3. Untuk Garam berikut yang tidak 12. (UN 2012)
13. Perhatikan persamaan reaksi
mengalami hidrolisis adalah .
A. CH3COONa berikut!
B. NH4Cl
C. Na2SO4
1. CH3COO + H2O CH3COOH +
D. CH3COONH4
E. Na2CO3 OH
4. (UN 2013) 2. CN + H2O HCN + OH
5. Jika diketahui harga Kb NHOH = 3. Al3+ + 3H2O Al(OH)3 + 3H+
4. NH4+ + H2O NH4OH + H+
10 dan Ka HCN = 10, maka
5. S2 + 2H2O H2S + 2OH
larutan 1liter NHCN 0,01 M 14. Pasangan reaksi hidrolisis
mempunyai pH sebesar. untuk garam yang bersifat asam
A. 4
adalah .
B. 5
15. A. 1 dan 2
C. 6
D. 8 B. 1 dan 3
E. 9
C. 2 dan 3
6. (UN 2011)
7. Diantara garma berikut ini yang D. 3 dan 4
akan mengalami hidrolisis E. 4 dan 5
16. (UN 2011)
sempurna jika dilarutkan dalam air
17. Larutan 25 mL HCl 0,2 M
adalah
A. NaCN direaksikan dengan 25 mL NH3 0,2
B. NH4CN
M sesuai reaksi:
C. ( NH 4)2 S 04
18. NH3 (aq) + HCl (aq) NH4Cl
D. BaSO 4
(aq)
19. Harga pH larutan yang terjadi
8. (UN 2012) adalah . (Kb NH3 = 105)
20. A. 5 log 1
9. Diantara garam berikut yang dapat B. 7 + log 1
membentuk garam yang C. 9 + log 1
terhidrolisis, kecuali. D. 13 log 2
A. 100 mL larutan CHCOOH 0,
E. 13 + log 2
1M + 100 mL larutan NaOH 0, 21. (UN 2014)
1M 22. Sebanyak 50 mL larutan HNO2 0,1 M
B. 100 mL larutan HF 0,1 M + 100
direaksikan dengan 50 mL KOH yanG
mL larutan KOH 0, 1 M
C. 100 mL larutan HCl 0,1 M + molaritasnya 0,1 M. Reaksi yang

100 mL larutan NaOH 0, 1 M terjadi:


D. 100 mL larutan HCl 0,1 M + 23. KOH (aq) + HNO2 (aq)

100 mL larutan NHOH 0, 1 M KNO2 (aq) + H2O (l)


E. 100 mL larutan HCOOH 0,1 M 24. Jika Kw air = 1014 dan Ka

+ 100 mL larutan KOH 0, 1 M HNO2 = 5 104


25. maka besar pH campuran 38. Dari beberapa larutan berikut ini yang
tersebut adalah . terhidrolisis sempurna adalah....
A. NH4Cl
A. 1
B. CH3COONa
B. 5
C. K2SO4
C. 6
D. NH4CH3COO
D. 7
E. NaCl
E. 8
39. (UN 2009)
26. (UN 2013)
40. Dari beberapa larutan berikut ini yang
27. Sebanyak 100 ml larutan CH3COOH
mengalami hidrolisis parsial adalah...
0,2 M dicampur dengan 100 ml
A. K2SO4
larutan NaOH 0,2 M. Jika Ka B. CH3COONa
C. NaCl
CH3COOH = 105 maka pH larutan
D. NH4CN
setelah dicampur adalah . E. MgSO4
A. 2 41. (UN 2013)
B. 4 42. Jika dua larutan masing-masing
C. 5
mengandung 25 mL NaOH 0,2 M dan
D. 6
E. 9 25 mL CH3COOH 0,2 M dengan Ka
28. (UNAS 2010) CH3COOH = 105 dicampurkan, maka
29.
pH-nya adalah...
30. Ion berikut mengalami hidrolisis dalam A. 3
B. 4
air, kecuali....
C. 5
A. Na+
D. 9
B. CN-
E. 10
C. CO32-
43. (UN 2009)
D. Al3+
44. Sebanyak 250 mL CH3COOH 0,256 M
E. S2-
31. (UN 2010) dicampur dengan 250 mL NaOH 0,256
32. Dari garam berikut yang mengalami
M. Jika Ka CH3COOH = 1 105, maka
hidrolisis total adalah....
pH larutan setelah dicampur adalah....
A. NH4Br
A. 6 + log 82
B. K2CO3
B. 6 log 82
C. BaCO3
C. 7
D. AlCl3
D. 8 + log 82
E. Al2(CO3)2
E. 8 log 82
33. (UN 2009)
45. (UN 2014)
34. Dari campuran larutan di bawah ini,
46. Berikut adalah beberapa larutan:
yang menghasilkan garam terhidrolisis (1) KNO3
(2) NH4Cl
sebagian dan bersifat basa adalah....
(3) Na2SO4
A. 50 mL 0,5 M HCl + 50 mL 0,5 M
(4) Na2CO3
NaOH (5) CH3COOK
B. 50 mL 0,5 M HCl + 50 mL 0,5 M
47. Pasangan garam yang
NH3
bersifat netral ditunjukkan oleh
C. 50 mL 0,5 M HCl + 100 mL 0,5 M
nomor....
NaOH
D. 50 mL 0,5 M CH3COOH + 50 mL A. (1) dan (3)
B. (2) dan (3)
0,5 M NH3
C. (2) dan (4)
E. 50 mL 0,5 M CH3COOH + 50 mL
D. (3) dan (4)
0,5 M NaOH E. (4) dan (5)
35. (UN 2013) 48. (UN 2010)
36. Dari beberapa larutan berikut ini yang 49. Berikut adalah beberapa larutan:
(1) (NH4)2SO4;
tidak mengalami hidrolisis adalah...
(2) Na2CO3;
A. NH4Cl
(3) KCN;
B. CH3COONa
(4) CH3COONa; dan
C. K2SO4
(5) K2SO4.
D. CH3COONa
E. CH3COOK
37. (UN 2013)
50. Pasangan garam yang pH-
nya lebih besar dari 7 adalah pasangan
nomor....
A. (1) dan (2)
B. (1) dan (3)
C. (1) dan (4)
D. (2) dan (3)
E. (3) dan (5) C. 2,16 gram
51. (UN 2014) D. 4,32 gram
52. Jika 200 mL NH4OH 0,8 M direaksikan E. 8,64 gram
57. (UN 2014)
dengan 200 mL larutan HCl 0,8 M, Kb
58. Jika Ka CH3COOH = 10-3, maka pH
NH4OH = 105, pH campuran setelah
larutan 100 mL CH3COONa 0,9 M
bereaksi adalah....
adalah...
A. 5 log 2
A. 5
B. 5 log 3
B. 9
C. 5 log 4
C. 6 log 2
D. 5 log 5
D. 9 + log 3
E. 5 log 6
E. 12 + log 6
53. (UN 2012)
59. (UN 2010)
54. 250 mL larutan NH3 0,8 M dicampur
60. Berikut ini adalah hasil uji sifat
dengan 250 mL larutan HCl 0,8 M (Kb =
asam/basa dari beberapa garam:
105). Tentukan pOH larutan yang 61. Garam yang mengalami
terjadi! hidrolisis dan sesuai dengan hasil uji
A. 9 + log 2
lakmusnya adalah
B. 9 + log 3
A. 1, 2 dan 3
C. 9 + log 4
B. B. 1, 2 dan 4
D. 9 - log 5
C. 2, 3 dan 4
E. 9 log 6
D. 2, 3 dan 5
55. (UN 2010)
E. 3, 4 dan 5
56. Untuk mendapatkan larutan garam
62. (UN 2012)
yang pH-nya 9, maka banyaknya
garam natrium benzoat C6H5OONa 63. \
yang harus dilarutkan dalam 100 mL
air adalah...(Ka C6H5OONa = 6 10 F. C. 2, 3 dan 4D. 2, 3 dan 5E. 3, 4
5
m dan Mr C6H5OOH = 144)
A. 0,54 gram 64.
B. 1,08 gram

65. SOAL URAIAN

1. Jika diketahui larutan CH3COONa 0,1 M dan Ka CH3COOH = 105.


66. Tentukan :
a. reaksi hidrolisis garam tersebut
b. pH larutan garam tersebut
67. (Ebtanas 2003)
2. Hitunglah pH larutan (NH4)2CO3 0,1 M, jika Ka H2CO3 = 104 dan Kb NH4OH = 106.
3. Hitunglah pH larutan NH4Cl 0,01 M (Kb NH4OH = 2 105).
4. Larutan NaX 0,1 M terhidrolisis 10%. Hitunglah tetapan hidrolisis garam tersebut dan pH
larutannya!
5. 500 mL larutan (NH4)2SO4 0,4 M dan Kb NH3 = 2 105.
68. Tentukan:
a. Tetapan hidrolisis
b. pH larutan

69.
70. SOAL DAN PEMBAHASAN

1. Garam berikut yang jika dilarutkan dalam air akan mempunyai pH lebih besar daripada
tujuh adalah .
A. Na2SO4
B. KCN
C. NH4Cl
D. KNO3
E. NH4NO3
71. (UN 2011)

72. Jawaban : B

73. Pembahasan no. 1

A. Na2SO4 (berasal dari NaOH dan H2SO4) sama-sama berasal dari kuat maka gram
bersifat netral pH=7
B. KCN (berasal dari KOH dan HCN) berasal dari basa pembentuk kuat maka garam
bersifat basa pH >7
C. NH4Cl (berasal dari NH4OH dan HCl) berasal dari asam pembentuk kuat maka
garam bersifat asam pH< 7
D. KNO3 (berasal dari KOH dan HNO3) sama-sama berasal dari kuat maka garam
bersifat netral pH=7
E. NH4NO3 (berasal dari NH4OH dan HNO3) berasal dari asam pembentuk kuat
maka garam bersifat asam pH< 7
74.
2. Garam berikut yang tidak mengalami hidrolisis adalah .
A. CH3COONa
B. NH4Cl
C. Na2SO4
D. CH3COONH4
E. Na2CO3
75. (UN 2013)
76. Jawaban : C
77. Pembahasan no.2
A. CH3COONa (berasal dari NaOH dan H3COOH) berasal dari basa pembentuk kuat
maka garam terhidrolisis sebagian
B. NH4Cl (berasal dari NH4OH dan HCl) berasal dari asam pembentuk kuat maka
garam terhidrolisis sebagian
C. Na2SO4 (berasal dari NaOH dan H2SO4) sama-sama berasal dari kuat maka gram
tidak mengalami hidrolisis

78.

D. CH3COONH4 (berasal dari NH4OH dan CH3COOH) sama-sama berasal dari


lemah maka gram mengalami hidrolisis total
E. Na2CO3 (berasal dari NaOH dan H2CO3) berasal dari basa pembentuk kuat maka
garam terhidrolisis sebagian
79.
3. Jika diketahui harga Kb NHOH = 10 dan Ka HCN = 10, maka larutan 1liter NHCN
0,01 M mempunyai pH sebesar.
A. 4
B. 5
C. 6
D. 8
E. 9
80. (UN 2011)
81. Jawaban : B

82. Pembahasan no.3

83. Ka > Kb

4 x 105
84. [H] = Kw x Ka
Kb = 10 10 = 10 M

pH larutan = 5
85.
4. Diantara garam berikut ini yang akan mengalami hidrolisis sempurna jika dilarutkan
dalam air adalah
A. NaCN
B. NH4CN
C. ( NH 4 )2 S 0 4

D. BaSO 4

E. KCl
86. (UN 2012)

87. Jawaban: B

88. Pembahasan no.4

89. Yang mengalami hidrolisis sempurna adalah garam dari asam lemah dan basa
lemah.

- NaCN : hidrolisis sebagian karena merupaka garam dari basa kuat dan asam
lemah.
- NH4CN : hidrolisis sempurna karena merupakan garam dari basa lemah dan asam
lemah.
- ( NH 4)2 S 04 : hidrolisis sebagian karena merupakan garam dari basa lemah

dan asam kuat.


- BaSO 4 : tidak terrhidrolisis karena merupakan garam dari basa kuat dan asam

kuat.
- KCl : tidak terhidrolisis karena merupakan garam dari basa kuat dan asam

kuat.
90.
5. Diantara garam berikut yang dapat membentuk garam yang terhidrolisis, kecuali.
A. 100 mL larutan CHCOOH 0, 1M + 100 mL larutan NaOH 0, 1M
B. 100 mL larutan HF 0,1 M + 100 mL larutan KOH 0, 1 M
C. 100 mL larutan HCl 0,1 M + 100 mL larutan NaOH 0, 1 M
D. 100 mL larutan HCl 0,1 M + 100 mL larutan NHOH 0, 1 M
E. 100 mL larutan HCOOH 0,1 M + 100 mL larutan KOH 0, 1 M
91. (UN 2010)
92. Jawaban : C

93. Pembahasan no.5

94. Garam dari asam kuat dan basa kuat tidak terhidrolisis

6. Senyawa yang mengalami hidrolisis total dalam air adalah....


A. NH4Cl
B. CH3COONa
C. Na2SO4
D. Al2S3
E. BaCl2
95. (UN 2012)

96. Jawaban : D
97. Pembahasan no.6
98. Al2S3 merupakan garam dari asam lemah (H2S) dan basa lemah (Al(OH)3)
sehingga dalam air akan mengalami hidrolisis total
99.
7. Perhatikan persamaan reaksi berikut!
a. CH3COO + H2O CH3COOH + OH
b. CN + H2O HCN + OH
c. Al3+ + 3H2O Al(OH)3 + 3H+
d. NH4+ + H2O NH4OH + H+
e. S2 + 2H2O H2S + 2OH

100. Pasangan reaksi hidrolisis untuk garam yang bersifat asam adalah .

A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 3 dan 4
E. 4 dan 5
101. (UN 2011)

102.
103. Jawaban : D
104. Pembahasan no.7
105. Reaksi hidrolisis yang bersifat asam pada reaksi di atas ditandai dengan
dihasilkannya ion H+. Sedangkan reaksi hidrolisis yang bersifat basa ditandai dengan
dihasilkannya ion OH.
Dengan demikian, reaksi nomor 1, 2, dan 4 adalah reaksi hidrolisis untuk garam yang
bersifat basa. Sedangkan reaksi nomor 3 dan 4 merupakan reaksi hidrolisis yang
garamnya bersifat asam.
Jadi, reaksi hidrolisis untuk garam yang bersifat asam adalah reaksi nomor 3 dan 4
(D).
8. Larutan 25 mL HCl 0,2 M direaksikan dengan 25 mL NH3 0,2 M sesuai reaksi:
106. NH3 (aq) + HCl (aq) NH4Cl (aq)
107. Harga pH larutan yang terjadi adalah . (Kb NH3 = 105)
A. 5 log 1
B. 7 + log 1
C. 9 + log 1
D. 13 log 2
E. 13 + log 2

108. (UN 2014)


109. Jawaban : A
110. Pembahasan no.8
111. Ciri utama bahwa soal ini harus dikerjakan dengan rumus hidrolisis adalah
karena jumlah mol pereaksinya (asam dan basa) adalah sama.

Pada reaksi tersebut, koefisien asam, basa, dan garam adalah sama sehingga jumlah
mol garam sama dengan jumlah asam atau basa.
112. mol NH4Cl = mol HCl
= 25 mL 0,2 M
= 5 mmol
113. Sedangkan volume garam merupakan campuran volume asam dan basa
sehingga
114. molaritas NH4Cl : [g] = 5 mmol / (25 mL + 25 mL)
= 0,1 M
115. Karena garam yang terbentuk berasal dari basa lemah dan asam kuat maka
garam tersebut bersifat asam yang nilai pH-nya dapat dicari melalui rumus berikut ini.
116.

117.
118. = 1 105
= pH = 5 log 1
Jadi, pH larutan yang terjadi pada reaksi hidrolisis garam tersebut adalah 5 - log 1
(A).
9. Sebanyak 50 mL larutan HNO2 0,1 M direaksikan dengan 50 mL KOH yang molaritasnya
0,1 M. Reaksi yang terjadi:
119. KOH (aq) + HNO2 (aq) KNO2 (aq) + H2O (l)
120. Jika Kw air = 1014 dan Ka HNO2 = 5 104 maka besar pH campuran tersebut
adalah .
A. 1
B. 5
C. 6
D. 7
E. 8
121. (UN 2013)

122. Jawaban : E

123. Pembahasan no.9

124. Karena semua koefisien sama, maka

125. mol KNO2 = 50 mL 0,1 M


= 5 mmol

126. molaritas KNO2 : [g] = 5 mmol / (50 mL + 50 mL)


= 5 102 M

127. Garam yang terbentuk bersifat basa sehingga menggunakan rumus


128.

129.
130.
131. = 106
132. pOH = 6
133. pH = 14 6
134. =8
Jadi, besar pH pada campuran tersebut adalah 8 (E).
10. Sebanyak 100 ml larutan CH3COOH 0,2 M dicampur dengan 100 ml larutan NaOH 0,2
M. Jika Ka CH3COOH = 105 maka pH larutan setelah dicampur adalah .
A. 2
B. 4
C. 5
D. 6.
E. 9
135. (UNAS 2010)

136. Jawaban : E

137. Pembahasan no.10

138. Persamaan reaksinya adalah:

139. CH3COOH + NaOH CH3COONa + H2O

140. Semua koefisien pada reaksi adalah sama sehingga:

141. mol garam = 100 mL 0,2 M

142. = 20 mmol

143. molaritas garam : [g] = 20 mmol / (100 mL + 100 mL)


= 101 M

144. Garam yang terbentuk bersifat basa sehingga menggunakan rumus

145.

146.
147. = 105
148. pOH = 5
149. pH = 14 5
=9
Jadi, pH larutan setelah dicampur adalah 9 (E).
11. Ion berikut mengalami hidrolisis dalam air, kecuali....
A. Na+
B. CN-
C. CO32-
D. Al3+
E. S2-
150. (UN 2010)
151. Jawaban: A
152. Pembahasan no.11
153. Karena merupakan elektrolit kuat sehingga tidak terhidrolisis dalam air
12. Dari garam berikut yang mengalami hidrolisis total adalah....
A. NH4Br
B. K2CO3
C. BaCO3
D. AlCl3
E. Al2(CO3)2
154. (UN 2009)
155. Jawaban : E
156. Pembahasan no.12
157. Karena garam tersebut terbentuk dari asam lemah dan basa lemah
13. Dari campuran larutan di bawah ini, yang menghasilkan garam terhidrolisis sebagian
dan bersifat basa adalah....
A. 50 mL 0,5 M HCl + 50 mL 0,5 M NaOH
B. 50 mL 0,5 M HCl + 50 mL 0,5 M NH3
C. 50 mL 0,5 M HCl + 100 mL 0,5 M NaOH
D. 50 mL 0,5 M CH3COOH + 50 mL 0,5 M NH3
E. 50 mL 0,5 M CH3COOH + 50 mL 0,5 M NaOH
158.
159. (UN 2013)
160. Jawaban : E
161. Pembahasan no.13
162. Garam terhidrolisis sebagian jika terbentuk dari lemah dan kuat, bersifat basa,
maka
163. yang kuat harus basa.
14. Dari beberapa larutan berikut ini yang tidak mengalami hidrolisis adalah...
A. NH4Cl
B. CH3COONa
C. K2SO4
D. CH3COONa
E. CH3COOK
164. (UN 2010)
165. Jawaban : C
166. Pembahasan no.14
167. Yang tidak mengalami peristiwa hidrolisis adalah garam yang berasal dari asam
kuat dan basa kuat. K2SO4 berasal dari KOH dan H2SO4 yang masing-masing berturut-
turut merupakan basa kuat dan asam kuat.
15. Dari beberapa larutan berikut ini yang terhidrolisis sempurna adalah....
A. NH4Cl
B. CH3COONa
C. K2SO4
D. NH4CH3COO
E. NaCl
168. (UN 2009)

169. Jawaban : D
170. Pembahasan no.15
Hidrolisis sempurna terjadi pada garam yang berasal dari asam lemah dan basa
lemah. NH4CH3COO berasal dari asam lemah dan basa lemah.
16. Dari beberapa larutan berikut ini yang mengalami hidrolisis parsial adalah...
A. K2SO4
B. CH3COONa
C. NaCl
D. NH4CN
E. MgSO4
171. (UN 2013)

172. Jawaban : B
173. Pembahasan no.16
Hidrolisis parsial terjadi pada garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah atau
terbentuk dari basa kuat dan asam lemah. CH3COONa terbentuk dari asam lemah dan
basa kuat jadi terhidrolisis parsial.

17. Jika dua larutan masing-masing mengandung 25 mL NaOH 0,2 M dan 25 mL CH3COOH
0,2 M dengan Ka CH3COOH = 105 dicampurkan, maka pH nya adalah...
A. 3
B. 4
C. 5
D. 9
E. 10
174. (UN 2009)

175. Jawaban : D
176. Pembahasan no.17
177. mol NaOH = 25 mL 0,2 M = 5 mmol
178. mol CH3COOH = 25 mL 0,2 M = 5 mmol
179. Reaksi yang terjadi dan mol yang terbentuk adalah sebagai berikut:
180.

Tentukan konsentrasi anion yang terhidrolisis terlebih dahulu melalui konsentrasi


CH3COONa yang terbentuk:

[CH3COO]

[OH] dan pH dengan demikian adalah


18. Sebanyak 250 mL CH3COOH 0,256 M dicampur dengan 250 mL NaOH 0,256 M. Jika Ka
CH3COOH = 1 105, maka pH larutan setelah dicampur adalah....
A. 6 + log 82
B. 6 log 82
C. 7
D. 8 + log 82
E. 8 log 82

181. (UN 2014)


182. Jawaban : D
Pembahasan no. 18
250 mL CH3COOH 0,256 M (asam lemah) 64 mmol
250 mL NaOH 0,256 M (basa kuat) 64 mmol
183. Reaksi yang terjadi:

Terbentuk CH3COONa yang asalnya tadi dari basa kuat dan asam lemah hingga
terhidrolisis sebagian dengan [OH-]

dan [CH3COONa]
diperoleh

pOH dan pH larutan dengan demikian adalah

19. Berikut adalah beberapa larutan:


(1) KNO3
(2) NH4Cl
(3) Na2SO4
(4) Na2CO3
(5) CH3COOK

184. Pasangan garam yang bersifat netral ditunjukkan oleh nomor....

A. (1) dan (3)


B. (2) dan (3)
C. (2) dan (4)
D. (3) dan (4)
E. (4) dan (5)
185. (UN 2010)

186. Jawaban : A
187. Pembahasan no.19
188. Garam yang bersifat netral (pH = 7), terbentuk dari pasangan asam kuat + basa
kuat.
189. Dari soal yang termasuk asam dan basa kuat:

1. Asam kuat 2. Basa kuat

3. HNO3
4. KOH
HCl
NaOH
H2SO4
191.
192.
193.
194. Asam dan basa lemah

195. Asam lemah 196. Basa lemah

197. H2CO3
198. NH4OH
CH3COOH

199. Terlihat KNO3 dan Na2SO4 terbentuk dari asam kuat dan basa kuat sehingga
bersifat netral.

20. Berikut adalah beberapa larutan:


(1) (NH4)2SO4;
(2) Na2CO3;
(3) KCN;
(4) CH3COONa; dan
(5) K2SO4.

200. Pasangan garam yang pH-nya lebih besar dari 7 adalah pasangan nomor....

A. (1) dan (2)


B. (1) dan (3)
C. (1) dan (4)
D. (2) dan (3)
E. (3) dan (5)

201. (UN 2014)


202. Jawaban : D
203. Pembahasan no.20
Garam yang pH-nya lebih besar dari 7 adalah garam yang terbentuk dari basa kuat dan
asam lemah. Data selengkapnya seperti berikut:
Dari tabel di atas garam yang berasal dari basa kuat dan asam lemah adalah Na2CO3, KCN
dan CH3COONa.

21. Jika 200 mL NH4OH 0,8 M direaksikan dengan 200 mL larutan HCl 0,8 M, Kb NH4OH =
105, pH campuran setelah bereaksi adalah....
A. 5 log 2
B. 5 log 3
C. 5 log 4
D. 5 log 5
E. 5 log6

204. (UN 2012)


205. Jawaban : A
206. Pembahasan no.21
200 mL NH4OH 0,8 M 160 mmol
200 mL larutan HCl 0,8 M 160 mmol

Reaksi yang terjadi:

Dengan rumus hidrolisis garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah:

Diperoleh pH

22. 250 mL larutan NH3 0,8 M dicampur dengan 250 mL larutan HCl 0,8 M (Kb = 105).
207. Tentukan pOH larutan yang terjadi!
A. 9 + log 2
B. 9 + log 3
C. 9 + log 4
D. 9 - log 5
E. 9 log 6

208. (UN 2010)


209. Jawaban : A
210. Pembahasan no.22
250 mL NH3 0,8 M 200 mmol
200 mL larutan HCl 0,8 M 200 mmol

Reaksi yang terjadi:

Dengan rumus hidrolisis garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah:

Diperoleh pH dan pOH larutan


23. Untuk mendapatkan larutan garam yang pH-nya 9, maka banyaknya garam natrium
benzoat C6H5OONa yang harus dilarutkan dalam 100 mL air adalah...(Ka C6H5OONa = 6
10 5m dan Mr C6H5OOH = 144)
A. 0,54 gram
B. 1,08 gram
C. 2,16 gram
D. 4,32 gram
E. 8,64 gram

211.(UN 2014)
212. Jawaban : E
213. Pembahasan no.23
C6H5OONa dalam 100 mL pH = 9 pOH = 5
[OH ] = 105

Dari rumus hidrolisis garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat, diperoleh
molaritasnya:

Volume = 100 mL = 0,1 Liter:


Berikutnya menentukan mol dan massanya: mol = M V = 0,6 0,1 = 0,06 mol
massa = mol Mr = 0,06 144 = 8,64 gram.

24. Jika Ka CH3COOH = 10-3, maka pH larutan 100 mL CH3COONa 0,9 M adalah...
A. 5
B. 9
C. 6 log 2
D. 9 + log 3
E. 12 + log 6
214. (UN 2010)
215. Jawaban : D
216. Pembahasan no.24
CH3COONa adalah garam bersifat basa
217.
Jumlah anion (n) 1 dan M = 9 x 10-1

218. {OH-} = Kw
Ka
xMx n

219.
220.

221.
-
{OH } =

pOH = 5 log 3
1014
10
5
x 9 x 101 x 1 =3 x 10-5M

222. pH = 14- ( 5- log 3)


223. pH=9 + log 3
224.
25. Berikut ini adalah hasil uji sifat asam/basa dari beberapa garam:
225. Garam yang mengalami hidrolisis dan sesuai dengan hasil uji lakmusnya adalah

226.
227.
228.
229.
230.
231.
A. 1, 2 dan 3
B. 1, 2 dan 4
C. 2, 3 dan 4
D. 2, 3 dan 5
E. 3, 4 dan 5
232. (UN 2012)

233. Jawaban : D
234. Pembahasan no.25
235. Garam-garam yang mengalami hidrolisis berasal dari:

- asam lemah + basa kuat


- asam kuat + basa lemah
- asam lemah + basa lemah

236.

Maka pernyataan yang benar adalah nomor 2, 3, dan 5.

237.
238. SOAL URAIAN DAN PEMBAHASAN

1. Jika diketahui larutan CH3COONa 0,1 M dan Ka CH3COOH = 105.


239. Tentukan :
a. reaksi hidrolisis garam tersebut
b. pH larutan garam tersebut
240. (Ebtanas 2003)

241. Pembahasan
242. Diketahui :
243. CH3COONa 0,1 M
244. Ka CH3COOH = 105
245. CH3COONa termasuk garam yang berasal dari basa kuat dan asam lemah.
Mengalami hidrolisis anion
Larutan bersifat basa
246. Jawab

a. reaksi hidrolisis garam


247. reaksi hidrolisis yang terjadi seperti berikut

b. pH larutan garam tersebut


248. Menentukan konsentrasi anion yang terhidrolisis terlebih dahulu

Konsentrasi OH nya gunakan

dimana
Kw = tetapan kesetimbangan air
Ka = tetapan ionisasi asam lemah
M = konsentrasi anion yang terhidrolisis
Sehingga

2. Hitunglah pH larutan (NH4)2CO3 0,1 M, jika Ka H2CO3 = 104 dan Kb NH4OH = 106.
249. Pembahasan :
250. pKa = 4
251. pKb = 6
252. pH = (14 + 4 6)
253. pH = 5
254.
3. Hitunglah pH larutan NH4Cl 0,01 M (Kb NH4OH = 2 105).
255. Pembahasan :
256. pKb = log Kb = log 2 105 = 5 log 2 = 4,7
257. pH = (14 pKb log 102) = (14 4,7 + 2) = 5,65
258.
4. Larutan NaX 0,1 M terhidrolisis 10%. Hitunglah tetapan hidrolisis garam tersebut dan pH
larutannya!
259. Pembahasan :
260.
261.
262.
263.
264.
265.
266.
267.
268.
269.
270.
271.
272.
5. 500 mL larutan (NH4)2SO4 0,4 M dan Kb NH3 = 2 105.
273. Tentukan:
a. tetapan hidrolisis
b. pH larutan

274. Pembahasan

a. tetapan hidrolisis, rumus tetapan hidrolisis:

sehingga

275.
b. pH larutan
276. Diketahui :
277. 500 mL larutan (NH4)2SO4 0,4 M
278. Reaksi hidrolisisnya

(Menjadi 0,8 M karena koefisien NH4+ nya 2)


279. [H+] dan pH yang terjadi
280.
281. DAFTAR PUSTAKA

282. http://annesniwa.blogspot.co.id/

283. http://nurtrian-ramadan.blogspot.co.id/

284. http://googleweblight.com/

285. http://bahanbelajarsekolah.blogspot.co.id/

286. http://annesniwa.blogspot.co.id/

287. http://www.softilmu.com/

288. http://jejaringkimia.blogspot.com/

289. https://id.wikipedia.org/wiki/Hidrolisis

290. https://bisakimia.com/2014/04/14/apa-itu-hidrolisis/

291. http://kimiastudycenter.com/kimia-xi/32-hidrolisis-larutan-garam-dan-ph

292. http://ilmualam.net/pengertian-hidrolisis-dan-penggunaannya.html

293. https://www.plengdut.com/hidrolisis-reaksi-pengertian-dan-contoh-

hidrolisis/7537/

294. http://ghiefarmasi.blogspot.co.id/2011/06/reaksi-hidrolisis.html

295. http://www.materibelajar.id/2016/04/hidrolisis-garam-pengertian-

definisi.html

296. https://yanuarkimangela.wordpress.com/modul-kelas-xi/hidrolisis/materi-

hidrolisis/

297. https://emmynonovyanti.wordpress.com/materi-ajar/materi-kelas-xi-

ipa/hidrolisis/

298. https://cucunkimiapasca.wordpress.com/daftar-isi/konsep-hidrolisis/

299. https://qairasavitri.wordpress.com/kimia-kelas-xi/semester-ii/hidrolisis-

garam/

300. http://www.slideshare.net/ditanovia/power-point-materi-hidrolisis-garam

301. https://prezi.com/ocykvp1j8x-b/hidrolisis-garam/

302. http://www.smapgii1.sch.id/images/K1/hidrolisis_parsial_asam.htm

303. https://fauzanagazali.wordpress.com/kelas-xi/semester-ii/7-hidrolisis-

garam/macam-macam-hidrolisis/
304.
305.

306.