Anda di halaman 1dari 47

Contents

Standar Kompetensi:...................................................................................................... 3
Kompetensi Dasar......................................................................................................... 3
Indikator....................................................................................................................... 3
Nilai Pendidikan Karakter................................................................................................ 3
Alokasi Waktu............................................................................................................... 3
Peta Konsep:................................................................................................................ 3
Ilustrasi........................................................................................................................ 4
Materi.......................................................................................................................... 5
Soal........................................................................................................................... 15
Pembahasan............................................................................................................. 21
Standar Kompetensi:
Memahami sifat sifat larutan asam basa, metode pengukuran dan terapannya

Kompetensi Dasar:
Mendeskripsikan sifat larutan penyangga dan peranan larutan penyangga dalam tubuh makhluk
hidup

Indikator:
1. Menjelaskan pengertian larutan penyangga.
2. Menjelaskan jenis-jenis larutan penyangga
3. Menentukan pH larutan penyangga
4. Mengukur pH larutan penyangga dan bukan penyangga setelah ditambahkan sedikit asam,
sedikit basa, atau setelah diencerkan melalui percobaan

Nilai Pendidikan Karakter:


Jujur, mandiri, disiplin, kerja keras, toleransi, rasa ingin tahu, bersahabat/komunikasi,
menghargai prestasi, gemar membaca, kreatif, dan tanggung jawab

Alokasi Waktu:
18 x 45 Menit

Peta Konsep:
Ilustrasi

Transfusi Darah
Sumber: http://health.detik.com/

Banyak reaksi kimia dalam tubuh yang berlangsung dalam lingkungan pH yang terkontrol.
Misalnya, reaksi pengikatan oksigen oleh darah dapat berlangsung dengan baik jika pH darah
berada pada rentang pH 7,35 7,45. Apakah yang menyebabkan pH darah tetap terkontrol?
Tahukah Anda tentang larutan penyangga? Larutan penyangga atau disebut juga larutan buffer
adalah larutan yang dapat mempertahankan harga pH. Jadi, harga pH larutan penyangga tidak
akan berubah meskipun ada penambahan sedikit asam, basa, atau pengenceran.
Materi
A. LARUTAN PENYANGGA (LARUTAN BUFFER)
Larutan penyangga atau larutan Bueffer adalah larutan yang dapat
mempertahankan harga pH tertentu terhadap usaha mengubah pH seperti penambahan
asam, basa atau pengenceran. Artinya, pH larutan penyangga praktis tidak berubah
walaupun padanya ditambah sedikit asam kuat atau basa kuat atau bila larutan
diencerkan. Vontoh larutan penyangga adalah air laut. Apabila 0,1 mL larutan HCl 1 M
ditambahkan dalam 1liter air suling, pH nya akan berubah dari 7 menjadi 4. Bila HCl
yang sama banyak ditambahkan dalam satu liter air laut, perubahan pH nya jauh lebih
kecil, yaitu dari 8,2 menjadi 7,6.
1. Komponen Larutan Penyangga

Larutan penyangga mengandung campuran asam lemah dan basa konjugaasinya atau basa
lemah dan asam konjugasinya. Larutan penyangga dapat dibedakan atas larutan penyangga
asam dan larutan penyangga basa. Larutan penyangga asam mempertahankan pH pada
daerah asam (pH < 7), sedangkan larutan penyangga basa mempertahankan pH pada daerah
basa (pH>7).

a. Larutan Penyangga Asam

Larutan penyangga asam mengandung suatu asam lemah (HA) dan basa konjugasinya
(A- ).

Larutan seperti ini dapat dibuat dengan berbagai cara misalnya:

1. Mencampurkan asam lemah (HA) dengan garamnya (LA, garam LA menghasilkan ion
A- yang merupakan basa konjugasi dari asam HA)

contoh:

CH3COOH + NaCH3COO
Komponen buffernya CH3COOH dan CH3COO-
H2CO3 + NaHCO3
Komponen buffernya H2CO3 dan HCO3-
NaH2PO4 + Na2HPO4
Komponen buffernya H2PO4- dan HPO4 2-

2. Mencampurkan suatu asam lemah dengan basa kuat dimana asam lemah dicampurkan
dalam jumlah berlebih. Campuran akan menghasilkan garam yang mengandung basa
konjugasi dari asam lemah yang bersangkutan.

Contoh:
a. 100 mL larutan CH3COOH 0,1 M + 50 mL larutan NaOH 0,1 M
Jumlah mol CH3COOH = 100 mL x 0,1 mmol/mL = 10 mmol
Jumlah mol NaOH = 50 mL x 0,1 mmol/mL = 5 mmol

Campuran akan bereaksi menghasilkan 5 mmol NaCHCOO, sedangkan CH3COOH


bersisa 5 mmol, dengan rincian sebagai berikut:
CH3COOH (aq) + NaOH (aq) NaCH3COO(aq) + H2O (l)
atau reaksi ion

CH3COOH (aq) + OH- CH3COO- (aq) + H2O (l)


mula-mula 10 mmol 5 mmol - -
reaksi -5 mmol - 5 mmol 5 mmol -
akhir 5 mmol - 5 mmol -

Campuran merupakan buffer karena mengandung CH3COOH (asam lemah) dan


CH3COO- (basa konjugasi dari CH3COOH)

b. Larutan penyangga Basa


Larutan penyangga basa mengandung suatu basa lemah (B) dan asam
konjugasinya (H+). Larutan penyangga basa dapat dibuat dengan cara yang serupa
dengan pembuatan larutan penyangga. asam.

a) Mencampur suatu basa lemah dengan garamnya.


Contoh:
a. Larutan NH3 + NH4Cl ( komponen buffernya : NH3 dan NH4+ )

b) Mencampurkan suatu basa lemah dengan suatu asam kuat di mana basa
lemahnya dicampurkan berlebih.
Contoh:
a. 50 mL NH3 0,2 M (= 10 mmol) dicampur dengan 50 mL HCl 0,1 M (= 5
mmol). Campuran akan bereaksi menghasilkan 5 mmol NH 4Cl (NH4+)
sedangkan NH3 bersisa 5 mmol dengan rincian sebagai berikut:
NH3 (aq) + HCl (aq) NH4Cl (aq)
Atau dengan reaksi ion :
NH3 (aq) + HCl (aq) NH4+ (aq)
Mula-mula 10 mmol 5 mmol
Reaksi - 5 mmol - 5 mmol + 5 mmol
Akhir 5 mmol - 5 mmol

Jadi, campuran merupakan buffer karena mengandung NH3 (basa lemah) dan
NH4+ (asam konjugasi NH3)
2. Cara Kerja Larutan Penyangga.
Adapun cara kerja larutan penyangga dapat dipahami dari dua contoh berikut :

a. Larutan Penyangga Asam


Contoh : Larutan penyangga yang mengandung CH3COOH dan CH3COO-
Dalam larutan kesetimbangan :
CH3COOH CH3COO- + H+

Penambahan asam (H+) akan menggeser kesetimbangan ke kiri, ion H+ yang


-
ditambahkan akan bereaksi dengan ion CH3COO membentuk molekul CH3COOH. Jika yang
ditambahkan adalah basa, maka ion H+ dari basa akan bereaksi dengan ion H+ membentuk air.
Hal ini akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke kanan sehingga konsentrasi ion H+
dapat dipertahankan.

b. Larutan penyangga basa.


Contoh : Larutan penyangga yang mengandung NH3 dan NH4+ .

NH3 (aq) + H2O (l) NH4+ (aq) + OH-

Jika ke dalam larutan ditambahkan suatu asam, maka ion dari asam akan mengikat ion
OH . Hal ini menyebabkan kesetimbangan bergeser ke kanan sehingga konsentrasi ion OH -
-

dapat dipertahankan.

3. Sifat Larutan Penyangga

Penambahan sedikit asam atau basa ke dalam larutan penyangga atau pengenceran
tidak mengubah pH larutan. Untuk mengetahui sifat larutan penyangga dilakukan suatu
kegiatan yang bertujuan mempelajari pengaruh penambahan asam kuat, basa kuat dan
pengenceran terhadap pH larutan penyangga dan larutan bukan penyangga. Sebagai larutan
penyangga digunakan larutan yang mengandung 0,1 M CH3COOH dan 0,1 M NaCH3COO,
sedangkan larutan bukan penyangga digunakan NaCl 0,1 M. Sebanyak 9 gelas kimia ukuran
100 mL diisi dengan larutan penyangga masing-masing 10 mL, kemudian ke dalam gelas:

1. Ditambahkan 1 mL larutan HCl 3. Ditambahkan 10 mL larutan HCl


0,1 M 0,1 M
2. Ditambahkan 5 mL larutan HCl 4. Ditambahkan 11 mL larutan HCl
0,1 M 01 M
5. Ditambahkan 1 mL larutan 8. Ditambahkan 11 mL larutan
NaOH 0,1 M NaOH 0,1 M
6. Ditambahkan 5 mL latutan NaOH 9. Ditambahkan 20 mL air suling
0,1 M
7. Ditambahkan 10 mL larutan 10.

NaOH 0,1 M 11.

12. Setelah itu pH larutan pada setiap gelas diukur dengan indikator universal. Hal ini
sama dilakukan pula terhadap larutan bukan penyangga. Secara teori, pH larutan
pada setiap gelas diukur dengan indikator universal. Hal ini sama dilakukan pula
terhadap larutan bukan penyangga.
Secara teori, percobaan tersebut adalah sebagai berikut:
pH awal:

13. Larutan penyangga: 4,75


Larutan bukan penyangga: 7

Data pH setelah penambahan larutan HCl dan NaOH dan setelah pengenceran :

14. Jenis 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23.
larutan 1 2 3 4 5 6 7 8 9
24. Larutan 27. 30. 33. 36. 39. 42. 45. 48.
51.
penyang 4, 5, 3,7 4, 4, 4, 4, 4,
4,7
ga
25. 28. 31. 34. 37. 40. 43. 46. 49.
52.
26. Larutan
bukan 29. 32. 35. 38. 41. 44. 47. 50.
53.
penyang 2, 1, 1,4 1, 1 1 1 1
7
ga
54.
55. Perubahan pH larutan penyangga dan bukan penyangga di atas dapat digambarkan
dengan grafik sebagai berikut:
56.

57.
Gambar grafik perubahan pH larutan penyangga (a) dan larutan bukan penyangga (b)
pada penambahan asam dan basa kuat.

58.
Dari keterangan di atas dapatlah disimpulkan sifat-sifat larutan penyangga sebagai berikut :

a. pH larutan penyangga praktis tidak berubah pada penambahan sedikit asam kuat atau
sedikit basa kuat atau pengenceran.
b. pH larutan penyangga berubah pada penambahan asam kuat atau basa kuat yang
relatif banyak, yaitu apabila asam kuat atau basa kuat yang ditambahkan menghabiskan
komponen larutan penyangga itu, maka pH larutan akan berubah drastis.
c. Daya penahan suatu larutan penyangga tergantung pada jumlah mol komponenya, yaitu
jumlah mol asam lemah dan basa konjugasinya, jumlah mol basa lemah dan asam
konjugasinya.
59.
4. Fungsi Larutan Penyangga dalam Tubuh Makhluk Hidup dan Dalam Kehidupan Sehari-
Hari
60. Larutan penyangga digunakan secara luas dalam kimia analitis, biokimia
dan bakteriologi juga dalam fotografi, industri kulit dan zat warna. Dalam tiap bidang
tersebut terutama dalam biokimia dan bakteriologi diperlukan rentang pH tertentu yang
sempit untuk mencapai hasil optimum. Kerja suatu enzim tumbuhnya kultur bakteri
dalam proses biokimia lainnya sangan sensitif terhadap perubahan pH.
61. Cairan tubuh, baik cairan intra sel maupun cairan luar sel, merupakan
larutan penyangga. Sistem penyangga utama dalam cairan intra sel adalah pasangan
-
asam basa konjugasi dihidrogenphosphat- monohidrogenphosphat (H2PO4 - HPO4 2- ).
Sistem ini bereaksi dengan asam dan basa sebagai berikut:

62. HPO4 2- (aq) + H+ (aq) H2PO4 (aq)

63.
64. H2PO4 (aq) + OH - (aq) HPO4 2- (aq) + H2O (l)
65. adapun sistem penahan utama dalam cairan luar sel (darah) adalah
pasangan asam basa konjugasi asam karbonat dan bikarbonat (H 2CO3 HCO3- ).
Sistem ini bereaksi dengan asam dan basa sebagai berikut:

66. H2CO3 (aq) + OH - (aq) HCO3- (aq) + H2O (l)

67.
68. HCO3- (aq) + H+ (aq) H2CO3 (aq)
69. Sistem Penyangga diatas membantu menjaga pH darah hampir konstan,
yaitu sekitar 7,4.

70. Perbandingan konsentrasi HCO3- terhadap H2CO3 yang diperlukan untuk


menjadikan pH = 7,4 adalah 20 : 1. Jumlah HCO3- yang relatif jauh lebih banyak itu
dapat dimengerti karena hasil-hasil metabolisme yang diterima darah lebih banyak yang
bersifat asam. Proses metabolisme dalam jaringan terus menerus membebaskan asam-
asam seperti asam laktat, asam fosfat dan asam sulfat. Ketika asam-asam masuk ke
pembuluh darah maka ion HCO 3- akan berubah menjadi H2CO3, kemudian H2CO3 akan
terurai menjadi CO2. Pernapasan akan meningkat untuk mengeluarkan kelebihan CO2
melalui paru-paru. Apabila darah harus menerima zat yang bersifat basa maka H 2CO3
akan berubah menjadi HCO3- . untuk mempertahankan perbandingan HCO 3- : H2CO3
tetap 20 : 1, maka sebagian CO 2 yang terdapat dalam paru-paru akan larut ke dalam
darah membentuk H2CO3.

71.

72.

73.
74. Apabila mekanisme pengaturan pH dalam tubuh gagal, seperti dapat
terjadi selama sakit, sehingga pH darah turun ke bawah 7,0 atau naik ke atas 7,8 dapat
menyebabkan kerusakan permanen pada organ tubuh bahkan kematian. Faktor-faktor
yang dapat menyebabkan keadaan asidosis (penurunan pH) adalah penyakit jantung,
penyakit ginjal, diabetes millitus ( penyakit gula), diare yang terus menerus, atau
makanan berkadar protein tinggi selama jangka wakru yang lama. Keadaan asidosis
sementara dapat terjadi karena olahraga intensif yang dilakukan terlalu lama.

75. Alkalosis (peningkatan pH darah) dapat terjadi sebagai akibat muntah


yang hebat, hiperventilasi (bernapas terlalu berlebihan, kadang-kadang karena cemas
atau histeris atau berada di ketinggian). Suatu penelitian yng dilakukan terhadap para
pendaki gunung yang mencapai puncak Everest (8848 m) tanpa oksigen tambahan
menunjukkan pH darah mereka berada di antara 7,7 - 7,8. Hiperventilasi diperlukan
untuk mengatasi tekanan oksigen yang amat rendah (kira-kira 43 mmHg) di tempat
setinggi itu.

5. Menghitung pH Larutan penyangga

76. pH larutan penyangga tergantung pada Ka asam lemah atau Ka basa lemah
serta perbandingan konsentrasi asam dengan konsentrasi basa konjugasi atau konsentrasi
basa dengan konsentrasi asam konjugasi dalam larutan tersebut

a. Larutan Penyangga Asam


77. Pada larutan penyangga yng terdiri atas CH3COOH dengan NaCH3COO,
asam asetat mengion sebagian menurut reaksi kesetimbangan, sedangkan natrium
asetat mengion sempurna. Misalnya jumlah CH 3COOH yang dilarutkan = a mol dan
jumlah yang mengion = x mol, maka susunan kesetimbangan dapat dirinci sebagai
berikut:

78. CH3COOH (aq) CH3COO- (aq) + H+ (aq)


79. mula-mula a mol - -
80. reaksi - x mol + x mol + x mol
81. setimbang a - x mol x mol x mol
82.
83.
84.
85.
86. Misalkan jumlah mol NaCH3COO yang dilarutkan = g mol. Dalam larutan,
garam ini mengion sempurna membentuk g mol ion Na+ dan g mol ion CH3COO-

87. NaCH3COO (aq) CH3COO - (aq) + Na+ (aq)


88. mula-mula g mol - -
89. reaksi - g mol + g mol + g mol
90. setimbang - g mol g mol
91.
92. Tetapan ionisasi asam asetat sesuai dengan persamaan pertama :
93. Ka = [CH3COO-] [H+]
94. [CH3COOH]
95. Maka konsentrasi ion H+ dalam larutan akan ditentukan oleh persamaan berikut :
96. [H+] = Ka x [CH3COOH]
97. = [CH3COO-]
98. Jumlah ion CH3COO- dalam larutan = (x + g), sedangkan jumlah
CH3COOH = ( a-x) mmol. Oleh karena dalam larutan terdapat banyak ion CH 3COO-,
yaitu yang berasal dari NaCH3COO, maka kesetimbangan akan terdesak ke kiri,
sehingga jumlah mol CH3COOH dalam larutan dianggap tetap a mol (a - x) = a; jumlah
CH3COOH yang mengion diabaikan. Dengan alasan yang sama, jumlah ion CH 3COO-
dalam larutan dapat dianggap = g mol (g + x = g)

99. [H+] = Ka x (a/V) / (g/V) (V = volume larutan)


100. atau
101. [H+] = Ka x a/g
102. pH = - log (Ka x a/g)
103. = - log Ka - log a/g
104. atau

105. pH = pKa - log a/g

106. dengan :

107. Ka = asam lemah 108. a = jumlah


tetapan ionisasi mol asam
lemah 109. g =
jumlah mol
basa konjugasi
110.
Contoh soal :

1. Tentukan pH larutan penyangga yang dibuat dengan mencampurkan 50 mL


larutan CH3COOH 0,1 M dengan 50 mL larutan NaCH3COO 0,1 M, Ka CH3COOH
= 1,8 x 10-5
jawab :
Mol CH3COOH = 50 mL x 0,1 mmol/mL
= 5 mmol
Mol NaCH3COO = 50 x 0,1 mmol/mL
= 5 mmol
mol asam = mol basa konjugasi, maka pH = pKa = - log 1,8 x 10-5 = 4,75
111.
b. Larutan Penyangga dari Basa Lemah dan Asam Konjugasinya

112. Perhatikan larutan penyangga yang mengandung NH3 dan NH4Cl.


Dalam larutan, NH3 mengion menurut reaksi kesetimbangan sedangkan NH4Cl
mengion sempurna.

113. NH3 (aq) + H2O (l) NH4 + (aq) + OH- (aq)


114.
115. NH4Cl (aq) NH4+ (aq) + Cl- (aq)
116. Sama halnya dengan penurunan larutan penyangga dari basa lemah dan
asam konjugasinya
117. [OH-] = Kb x b/g
dan

118. pOH = pKa - log b/g


119.
120. dengan
Kb = tetapan ionisasi basa lemah
b = jumlah mol basa lemah
g = jumlah mol asam konjugasi

121.

122. http://fiskadiana.blogspot.co.id/2014/12/larutan-penyangga.html

123.
124. Soal
1 Perhatikan senyawa/ion berikut: 10 Sebanyak 200 mL larutan HCOOH 0,1
1 NH4+
M direaksikan dengan 50 mL larutan
2 NH3
3 CO32 NaOH 0,2 M. Bila Ka HCOOH = 2
4 HCO3
104 dan log 2 = 0,3, harga pH larutan
5 H2CO3
setelah reaksi adalah.... (UAN 2002)
2 Senyawa/ion yang berfungsi sebagai
A 2,7
penyangga pada cairan luar sel B 3,7
C 4,3
adalah (UN 2015)
D 4,7
E 5,3
A (1) dan (2) 11 Suatu larutan buffer dibuat dengan
B (1) dan (3)
C (2) dan (3) cara mencampurkan 0,6 mol asam
D (3) dan (4) asetat dan 0,2 mol NaOH dalam 500
E (4) dan (5)
mL larutan (Ka CH3COOH = 5 105).
3
pH larutan tersebut adalah...
4 Terdapat larutan sebagai berikut: (SBMPTN 2015 Kode Naskah 512)
1 25 mL CH3COOH 0,1 M A 2
2 25 mL NaOH 0,1 M B 3
3 25 mL KOH 0,1 M C 4
4 25 mL NH4OH 0,3 M D 5
5 25 mL HCl 0,2 M E 6
5 Pasangan yang dapat membentuk 12
larutan penyangga adalah (UN
13
2012)
14
A 1 dan 2
B 1 dan 3
15
C 2 dan 4
D 3 dan 4
E 4 dan 5 16
6
7 1 gram NaOH (Mr = 40) dimasukkan 17

ke dalam 500 ml CH3COOH 0,1M (Ka 20 Perubahan


18 L
10-5) akan menghasilkan larutan... (UM pH setelah
a
UGM 2010) ditambah
8 r 19 pH
A buffer dengan pH 5 sedikit
u aw
B buffer dengan pH 6 24 A 25 B
C buffer dengan pH 9 t al
s a
D garam terhidrolisis dengan pH 5 23 Air
a
E basa dengn pH 9 a s
n
9 m a
26 1 27 2,0 28 2, 29 1 30 3
0 50 , ,
7 5 A (1)
5 0 B (2)
31 2 32 4,7 33 4, 34 4 35 4 C (3)
5 75 , , D (4)
7 7 E (5)
4 6 56
36 3 37 2,2 38 2, 39 1 40 4
5 35 , , 57
5 2
58 Sejumlah 200 mL larutan HCN 0,30 M
0 5
41 4 42 8,0 43 9, 44 6 45 1 (Ka = 5 1010) dicampurkan 100 mL

0 26 , 1 larutan KOH 0,30 M. Ke dalam

0 , campuran tersebut ditambahkan 0,8 g

0 0 NaOH padat (Mr = 40). Pada 25 C,

0 pH larutan yang terbentuk adalah .


46 5 47 4,0 48 4, 49 3 50 6 (SBMPTN 2015/ Kode 502)
A 2
0 75 , ,
B 4
2 2 C 10 log 5
5 5 D 10
E 12
51
59
52 Larutan penyangga ditunjukkan oleh
60 pH larutan yang mengandung 6 gram
nomor ... (UN 2013)
A 1 CH3COOH (Mr = 60) dan 0,1 mol
B 2
CH3COONa adalah... (UNAS 2008)
C 3
D 4 61 (Ka = 1,0 105)
E 5
53 A 1
B 5
C 7
54 Berikut ini merupakan senyawa/ion
D 9
yang dapat bersifat sebagai E 12
penyangga: 62
1 CH3COOH dan CH3COO
63 Suatu larutan penyangga terdiri dari
2 NH3 dan NH4+
campuran CH3COOH 0,01 M (Ka = 10-
3 HCOOH dan HCOO
5) dan CH3COONa 0,1 M mempunyai
4 H2CO3 dan HCO3
pH sebesar 6. Perbandingan volume
5 H2PO4 dan HPO42
CH3COOH : CH3COONa adalah ...
55 Larutan penyangga yang terdapat A 1:1
dalam cairan intrasel darah adalah B 1 : 10
C 10 : 1
(UN 2014) D 1 : 100
E 100 : 1 B (2)
C (3)
64
D (4)
E (5)
65 Data percobaan pH beberapa larutan:
70

71 Perhatikan data uji pH beberapa


larutan!

74 pH setelah
penambahan
73 pH
72 Lar
Aw
utan 77 sediki 78 sediki
Larutan yang mempunyai sifat al
t t
penyangga adalah (UN 2011)
asam basa
A. I dan II
B. II dan III 80 3,0
79 P 81 1,0 82 4,0
C. III dan IV 5,0
Q 4,9 5,1
D. III dan V 8,0
R 7,9 8,1
E. IV dan V 9,0
S 8,5 10,5
10,
66 pH larutan yang mnegandung 6 gram T 8,5 11,5
0
CH3COOH (Mr = 60) dan 0,1 mol
CH3COONa (Ka = 1,0 x 10-5) 83
adalah ... (UN 2008)
A 1 84 Larutan yang merupakan larutan
B 5 penyangga adalah . (UN 2013)
C 7
D 9 A P dan Q
E 12 B Q dan R
67 C R dan S
68 Berikut ini merupakan senyawa/ion D R dan T
yang dapat bersifat larutan E S dan T

penyangga. 85
1 CH3COOH dan CH3COO
2 NH3 dan NH4+ 86
3 HCOOH dan HCOO
4 H2CO3 dan HCO3 87 Berikut ini merupakan senyawa/ion
5 C5H7O4CO2H dan C5H7O4CO2
yang dapat bersifat sebagai
69 Larutan penyangga yang terdapat
penyangga:
dalam cairan ekstrasel makhluk hidup
adalah nomor .... UN 2014 1 CH3COOH dan CH3COO
2 NH3 dan NH4+
A (1) 3 HCOOH dan HCOO
4 H2CO3 dan HCO3 ditambahkan menyebabkan
5 H2PO4 dan HPO42
perubahan pH. Grafik yang dapat
88 Larutan penyangga yang terdapat
dibuat adalah...
dalam cairan intrasel darah adalah .
(UN 2014) 93

A (1)
B (2)
C (3)
D (4)
E (5)
89 Perhatikan data percobaan
berikut.

94

Dari data tersebut yang


termasuk larutan penyangga
adalah... (UN 2010).
A I
B II
C III
D IV
E V
90
91 pH larutan dari campuran 100
mL larutan NH4OH 0,1 M
dengan 100 ml larutan NH4Cl
0,1 M (Kb NH4OH = 105)
adalah.... (UNAS 2004)
A. 5
95
B. 6
C. 7
96 Berdasarkan pengujian sampel air
D. 8
limbah diperoleh data sebagai berikut:
E. 9
92 Seseorang siswa melakukan tirasi 25
mL larutan CH3COOH 0,1 M dengan
larutan NaOH 0,1 M. Perubahan
volume larutan NaOH yang
larutan NH4Cl 0,5M ( Kb NH4OH =
1,810-5)
A 9 log 7,2
B 8 + log 7,2
C 9 + log 7,2
D 8 log 7,2
E 5 log 7,2
103 Dicampurkan sejumlah
HNO2 dengan larutan NaOH
membentuk larutan penyangga.
97
98 Harga pH untuk sampel A dan B Setelah reaksi terdapat 0,02 mol
berturut-turut adalah... NaNO2, dan 0,47 gram HNO2. pH
A pH 6,3 dan 7,6 pH 8,3 larutan penyangga tersebut adalah .
B 7,6 pH 8,3 dan pH 10
C 7,6 pH 6 8,3 dan pH 10 (Ka HNO2 = 4 10-4 Mr HNO2 = 47)
D pH 10 dan 7,6 pH 8,3 A 4 log 2
E pH 10 dan 7,6 pH 8,3 B 4 log 4
99 Massa NaOH yang harus dimasukkan C 4 log 8
D 8 + log 2
kedalam 200 mL HCOOH 0,2 M untuk E 8 + log 2
membuat larutan penyangga yang 104 100 ml larutan NH3 0,2 M (Kb = 10-
5
mempunyai pH = 4 jika Ka HCOOH ) dicampur dengan 50 ml larutan
= 10-4 adalah... NH4Cl 0,2 M, pH campuran tersebut
A 0,2 gram adalah
B 0,4 gram A 8,3
C 0,8 gram B 9,3
D 10 gram C 10,3
E 16 gram D 11,3
100 pH larutan dari campuran 200 mL E 12,3
HCN 0,2 M dan 100 mL NaCN 0,2 M
105
jika Ka HCN = 10-5 adalah..
A 5 - log 2
B 4 - log 2 106 Essay
C 3 - log 2
D 2 - log 2 1 Berapa banyak larutan
E 1 - log 2 CH3COOHNa 0,5 M yang harus
101 pH larutan jika 800 ml larutan
ditambahkan untuk membuat
CH3COOH 0,1M dicampur dengan
larutan penyangga yang
400ml larutan CH3COONa 0,1M (Ka
mempunyai pH = 4 di dalam
CH3COOH = 1,810-5)
A 4 log 3,2 CH3COOH 0,5 M (Ka = 10-5) ?
B 4 log 4,2 (SBMPTN Kimia)
C 5 log 3,2
D 5 log 4,2
E 6 log 3,2 2 Berapa mL gas NH3 (pada
102 pH larutan apabila 400 ml larutan keadaan STP) yang harus
NH4OH 0,5M dicampur dengan 100 ml dialirkan ke dalam 150 mL
larutan NH4Cl 0,5 M (Kb = 105) diketahui Ka H2CO3 dalam darah
agar diperoleh larutan dengan 8 107?
pH = 8,5?
(log 2 = 0,3 dan log 3 = 0,5) 4 Sebutkan gangguan kesetabilan
3 Berapakah perbandingan pH darah beserta factor yang

[HCO3 ] : [H2CO3] yang mengakibatkan gangguan
diperlukan untuk tersebut !
mempertahankan pH sebesar 5 Jika ke dalam larutan penyangga

7,4 dalam aliran darah, bila yang berisi campuran asam


lemah dimasukkan sedikit asam
kuat, maka?
107
108
109 Pembahasan
1. Perhatikan senyawa/ion berikut:
(1) NH4+
(2) NH3
(3) CO32
(4) HCO3
(5) H2CO3
110Senyawa/ion yang berfungsi sebagai penyangga pada cairan luar sel adalah UN 2015

A. (1) dan (2)


B. (1) dan (3)
C. (2) dan (3)
D. (3) dan (4)
E. (4) dan (5)
111

112Pembahasan:

113Cairan luar sel atau ekstrasel adalah cairan dalam darah. pH dalam darah berkisar 7,4.
pH sebesar ini akan tetap stabil karena adanya sistem buffer karbonat dalam darah.
Penyangga karbonat tersebut adalah HCO3 dan H2CO3.

114Jadi, senyawa atau ion yang berfungsi sebagai larutan dapar pada cairan ekstrasel
adalah buffer karbonat, yaitu larutan nomor 4 dan 5 (E).

115

2. Terdapat larutan sebagai berikut:


1. 25 mL CH3COOH 0,1 M
2. 25 mL NaOH 0,1 M
3. 25 mL KOH 0,1 M
4. 25 mL NH4OH 0,3 M
5. 25 mL HCl 0,2 M
116 Pasangan yang dapat membentuk larutan penyangga adalah UN 2012

A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 4
D. 3 dan 4
E. 4 dan 5
117

118Pembahasan:

119Larutan penyangga terbentuk dari reaksi antara asam lemah dengan basa kuat atau
basa lemah dengan asam kuat di mana jumlah mol dari asam lemah atau basa lemah
lebih besar. Mari kita periksa satu-satu.
1. CH3COOH : asam lemah, n = 25 0,1 = 2,5
2. NaOH : basa kuat, n = 25 0,1 = 2,5
3. KOH : basa kuat, n = 25 0,1 = 2,5
4. NH4OH : basa lemah, n = 25 0,3 = 7,5
5. HCl : asam kuat, n = 25 0,2 = 0,5
120 CH3COOH yang bersifat asam lemah dapat membentuk larutan penyangga dengan
NaOH maupun KOH yang bersifat basa kuat, tetapi karena jumlah mol-nya, reaksi
tersebut akan mengalami hidrolisis.

121

122 NH4OH yang bersifat basa lemah dapat membentuk larutan buffer dengan asam
kuat HCl, apalagi jumlah mol NH4OH lebih besar. Kelebihan mol tersebut akan
membentuk larutan penyangga dengan garam yang terbentuk dari reaksi tersebut.

123 Jadi, pasangan yang dapat membentuk larutan dapar adalah larutan nomor 4 dan 5
(E).

124

3. 1 gram NaOH (Mr = 40) dimasukkan ke dalam 500 ml CH3COOH 0,1M (Ka 10-5) akan
menghasilkan larutan... UM UGM 2010
A. buffer dengan pH 5
B. buffer dengan pH 6
C. buffer dengan pH 9
D. garam terhidrolisis dengan pH 5
E. basa dengn pH 9
125

126 Pembahasan:

127 Jika kita menghitung langsung maka langkahnya adalah sebagai berikut:

128 (1) hitung jumlah mol awal masing-masing reaktan

129

130 (2) tulis reaksi yang terjadi beserta jumlah mol masing-masing

131
132

133 Sisa asam lemah dan garamnya penyangga asam

134

135 pH = - log [H+]

136 pH = - log 10-5

137 pH = 5

138 Jadi, jawabannya adalah buffer dengan pH 5 (A).

139

140 (UNAS 2008 PAKET A)

4. Sebanyak 200 mL larutan HCOOH 0,1 M direaksikan dengan 50 mL larutan NaOH 0,2
M. Bila Ka HCOOH = 2 104 dan log 2 = 0,3, harga pH larutan setelah reaksi adalah....
(UAN 2002)
A. 2,7
B. 3,7
C. 4,3
D. 4,7
E. 5,3
141

142 Pembahasan:
Data:
200 mL larutan HCOOH 0,1 M 20 mmol
50 mL larutan NaOH 0,2 M 10 mmol
Reaksi yang terjadi sebagai berikut:

Tersisa 10 mmol HCOOH dan 10 mmol HCOONa

Sehingga [H+] nya


143 [H+] = 2 x 10-4 x 10 mmol / 10 mmol

144 [H+] = 2 x 10-4

145 pH larutan adalah:


pH = log [H+] = log (2 10 4)
= 4 log 2 = 4 0,3
= 3,7

5. Suatu larutan buffer dibuat dengan cara mencampurkan 0,6 mol asam asetat dan 0,2
mol NaOH dalam 500 mL larutan (Ka CH3COOH = 5 105). pH larutan tersebut adalah...
SBMPTN 2015 Kode Naskah 512
A. 2
B. 3
C. 4
D. 5
E. 6
146 Pembahasan

147 Larutan penyangga pada soal di atas terbentuk dari campuran asam lemah berlebih
dan basa kuat. Reaksinya adalah sebagai berikut:

148

149

150

151 152 CH3COO 153 154 Na 155 156 157 158 H2


H + OH CH3COONa + O
159 160 0,6 mol 161 162 0,2 163 164 - 165 166 -
m mol
167 168 0,2 mol 169 170 0,2 171 172 0,2 mol 173 174 0,2
r mol mol
175 176 0,4 mol 177 178 - 179 180 0,2 mol 181 182 0,2
s mol
183
Sisa asam lemah pada reaksi tersebut (0,4 mol) akan membentuk larutan penyangga
dengan garam CH3COONa 0,2 mol. Larutan penyangga yang terbentuk adalah buffer
asam sehingga perumusannya adalah:

184
185

186 = 104
pH = log 104
=4

187 Jadi, pH larutan penyangga tersebut adalah 4 (C).

188

189 191 Perubahan pH


190
Lar setelah ditambah
H
u sedikit
a
t 195 196
w 194 A
a Asa Bas
al ir
n m a
197 198 199 2 200 201
1 , , 1,75 3,5
0 5 0
0 0
202 203 204 4 205 206
2 , , 4,74 4,7
7 7 6
5 5
207 208 209 2 210 2114
3 , , 1,50 ,
2 3 2
5 5 5
212 213 214 9 215 216
4 , , 6,00 11,
0 2 0
0 6 0
217 218 219 4 220 221
5 , , 3,25 6,2
0 7 5
0 5
222

6. Larutan penyangga ditunjukkan oleh nomor ... (UN 2013)


A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5
223

224 Pembahasan

225 Larutan penyangga akan mempunyai pH yang stabil pada penambahan sedikit
asam, sedikit basa, dan sedikit air. (B)

226

7. Berikut ini merupakan senyawa/ion yang dapat bersifat sebagai penyangga:


(1) CH3COOH dan CH3COO
(2) NH3 dan NH4+
(3) HCOOH dan HCOO
(4) H2CO3 dan HCO3
(5) H2PO4 dan HPO42
227 Larutan penyangga yang terdapat dalam cairan intrasel darah adalah(UN
2014)
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (5)
228 Pembahasan
229 Dalam cairan intrasel tubuh selalu dihasilkan zat-zat yang bersifat asam
maupun basa. Kestabilan pH dalam larutan ini harus tetap dijaga agar metabolisme
tubuh tetap ber- langsung dengan lancar. Sistem penyangga yang terdapat
pada cairan intrasel tersebut adalah buffer fosfat, yaitu H2PO4 dan HPO42.
230 Jadi, larutan penyangga yang terdapat dalam cairan intrasel adalah
penyangga fosfat (E)
231 http://kakajaz.blogspot.co.id/2016/03/pembahasan-kimia-un-larutan-penyangga.html
232

8. Sejumlah 200 mL larutan HCN 0,30 M (Ka = 5 1010) dicampurkan 100 mL larutan
KOH 0,30 M. Ke dalam campuran tersebut ditambahkan 0,8 g NaOH padat (Mr = 40).
Pada 25 C, pH larutan yang terbentuk adalah . SBMPTN 2015/ Kode 502
A. 2
B. 4
C. 10 log 5
D. 10
E. 12
233 Pembahasan

234 Nilai mol untuk masing-masing pereaksi adalah:

235 mol HCN = 200 mL 0,3 M

236 = 60 mmol

237 mol KOH = 100 mL 0,3 M

238 = 30 mmol

239

240

241 Persamaan reaksi untuk campuran tersebut adalah:

242 HCN + KOH KCN + H2O

243 awal : 60 30 - -

244 reaksi : 30 30 30 30

245 sisa : 30 - 30 30

246

247 Jika persoalan berhenti sampai di sini maka sisa asam lemah HCN dan hasil
reaksi garam KCN akan membentuk larutan penyangga. Tetapi karena ke dalam
campuran masih ditambahkan NaOH maka sisa asam lemah tersebut akan bereaksi
dengan NaOH.

248 mol NaOH = (0,8 g) / 40

249 = 0,02 mol

250 = 20 mmol

251 Pada reaksi yang kedua ini, keadaan awal sudah terdapat ion CN sebanyak
30 mmol sehingga persamaan reaksi antara HCN dan NaOH adalah:

252 HCN + NaOH NaCN + H2O

253 awal : 30 20 30 30
254 reaksi : 20 20 20 20

255 sisa : 10 - 50 50

256

257 Sisa HCN pada reaksi yang kedua ini akan membentuk larutan penyangga dengan
garam NaCN yang terbentuk. pH yang terbentuk adalah:

258 Rumus larutan penyangga

259 pH = log [H+]

260 = log 1010

261 = 10

262 Jadi, pH larutan yang terbentuk adalah 10 (D).

263

9. pH larutan yang mengandung 6 gram CH3COOH (Mr = 60) dan 0,1 mol CH3COONa
adalah... UNAS 2008
264 (Ka = 1,0 105)

A. 1
B. 5
C. 7
D. 9
E. 12
265

266 Pembahasan

267 Larutan tersebut adalah larutan penyangga yang terbentuk dari asam lemah
(CH3COOH) dan garamnya (CH3COONa). Perumusan untuk larutan penyangga tersebut
adalah:

268 dengan:

269 na = mol asam lemah CH3COOH

270 = gr/Mr

271 = 6/60

272 = 0,1

273 ng = mol garam CH3COONa


274 = 0,1

275

276

277 Dengan demikian, diperoleh:

278
= 105

279 pH = log [H+]

280 = log 105

281 =5

282 Jadi, pH larutan penyangga tersebut adalah 5 (B).

283

10. Suatu larutan penyangga terdiri dari campuran CH3COOH 0,01 M (Ka = 10-5) dan
CH3COONa 0,1 M mempunyai pH sebesar 6. Perbandingan volume CH3COOH :
CH3COONa adalah ...
A. 1 : 1
B. 1 : 10
C. 10 : 1
D. 1 : 100
E. 100 : 1
284

285 Pembahasan:

286 Karena pH larutan adalah 6 maka konsentrasi H+ adalah :

287 pH = -log [H+]

288 6 = -log [H+]

289 -log [H-6] = -log [H+]

290 [H+] = 10-6

291 Berdasarkan rumus menghitung konsentrasi [H+] diperoleh:

mol CH 3COOH
292 [H+] = Ka mol CH 3 COOHNa

0,01 V CH 3 COOH
293 10-6 = 10-5 0,1V CH 3 COOHNa
V CH 3 COOH 107
294 V CH 3 COOHNa = 107

V CH 3 COOH 1
295 V CH 3 COOHNa = 1

296 Jadi, Perbandingan volume CH3COOH : CH3COONa adalah 1 : 1. (A)

297

11. Data percobaan pH beberapa larutan:

Larutan yang mempunyai sifat penyangga adalah. UN 2011


A. I dan II
B. II dan III
C. III dan IV
D. III dan V
E. IV dan V
Pembahasan
Ciri larutan penyangga pH relatif kecil perubahannya saat ditambah sedikit asam atau
sedikit basa.
II dan III bersifat larutan penyangga. (B)
298

12. pH larutan yang mnegandung 6 gram CH3COOH (Mr = 60) dan 0,1 mol CH3COONa
(Ka = 1,0 x 10-5) adalah ... (UN Tahun 2008)
A. 1
B. 5
C. 7
D. 9
E. 12

299 Pembahasan:
300 Diketahui :
6
- mol CH3COOH = 60 = 0,1 mol

- 0,1 mol CH3COONa


- Larutan CH3COOH dan CH3COONa merupakan larutan penyangga yang dalam
larutannya bersifat asam, sehingga pH larutan :
+
H
301

+
H
302

+
H
303

304 pH= log 105


305 pH = 5 (B)

306

13. Berikut ini merupakan senyawa/ion yang dapat bersifat larutan penyangga.
307 (1) CH3COOH dan CH3COO

308 (2) NH3 dan NH4+

309 (3) HCOOH dan HCOO

310 (4) H2CO3 dan HCO3

311(5) C5H7O4CO2H dan C5H7O4CO2

312 Larutan penyangga yang terdapat dalam cairan ekstrasel makhluk hidup adalah
nomor .... UN 2014

313 A. (1)

314 B. (2)

315 C. (3)

316 D. (4)

317 E. (5)

318 Pembahasan:
319 Larutan penyangga alami yang terdapat dalam cairan ekstrasel makhluk hidup
adalah H2 CO3 dan HCO3-. Larutan penyangga ini berfungsi untuk mempertahankan pH
darah sekitar 7,4. pH darah tidak boleh turun di bawah 7,0 atau naik di atas 7,8. Jadi
opsi jawaban yang benar adalah (D).

14. Perhatikan data uji pH beberapa larutan!

322 pH setelah penambahan


320 Larutan 321 pH Awal
325 sedikit asam 326 sedikit basa

327 P 328 3,0 329 1,0 330 4,0


Q 5,0 4,9 5,1
R 8,0 7,9 8,1
S 9,0 8,5 10,5
T 10,0 8,5 11,5

331 Larutan yang merupakan larutan penyangga adalah . (UN 2013)

A. P dan Q
B. Q dan R
C. R dan S
D. R dan T
E. S dan T
332

333 Pembahasan:

334 Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan pH dari


penambahan sedikit asam, sedikit basa, atau pengenceran. Berdasarkan keterangan
tersebut, larutan Q dan R termasuk larutan penyangga. Coba perhatikan, pH awal
larutan Q = 5,0, setelah penambahan sedikit asam pH-nya menjadi 4,9 dan setelah
penambahan sedikit basa pH-nya menjadi 5,1. Bisa dikatakan, pH larutan Q cenderung
stabil terhadap penambahan sedikit asam dan basa. Demikian juga dengan larutan R.
Sementara itu, larutan yang lain (P, S, dan T) cenderung mengalami lonjakan pH
terhadap penambahan sedikit asam dan basa.
Jadi, larutan yang merupakan larutan penyangga adalah larutan Q dan R (B).

335

15. Berikut ini merupakan senyawa/ion yang dapat bersifat sebagai penyangga:

1) CH3COOH dan CH3COO


2) NH3 dan NH4+

3) HCOOH dan HCOO

4) H2CO3 dan HCO3

5) H2PO4 dan HPO42

336 Larutan penyangga yang terdapat dalam cairan intrasel darah adalah . UN
2014

A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (5)
337 Pembahasan:

338 Dalam cairan intrasel tubuh selalu dihasilkan zat-zat yang bersifat asam maupun
basa. Kestabilan pH dalam larutan ini harus tetap dijaga agar metabolisme tubuh tetap
berlangsung dengan lancar. Sistem penyangga yang terdapat pada cairan intrasel
tersebut adalah buffer fosfat, yaitu H2PO4 dan HPO42. Jadi, larutan penyangga yang
terdapat dalam cairan intrasel adalah penyangga fosfat (E).

339

16. Perhatikan data percobaan berikut.

Dari data tersebut yang termasuk larutan penyangga adalah... (UN 2010).
A. I
B. II
C. III
D. IV
E. V

Pembahasan
Perubahan pH yang relatif kecil terjadi pada larutan IV, sehingga yang termasuk
larutan penyangga adalah IV. (D)
340
17. pH larutan dari campuran 100 mL larutan NH4OH 0,1 M dengan 100 ml larutan
NH4Cl 0,1 M (Kb NH4OH = 105) adalah.... (UNAS 2004
A. 5
B. 6
C. 7
D. 8
E. 9
Pembahasan
Data:
100 mL NH4OH 0,1 M 10 mmol
100 mL NH4Cl 0,1 M 10 mmol

341 [OH] dan pOH nya:

pH larutan = 14 5
=9

18. Seseorang siswa melakukan tirasi 25 mL larutan CH3COOH 0,1 M dengan larutan
NaOH 0,1 M. Perubahan volume larutan NaOH yang ditambahkan menyebabkan
perubahan pH. Grafik yang dapat dibuat adalah...

342
343

344 Jawaban :
E

345 Pembahasan:

346 Titrasi asam lemah oleh basa kuat (NaOH) adalah:

Titik ekuivalen berada pada pH antara 8-9


Lonjakan perubahan pH sekitar titik ekuivalen lebih sempit hanya sekitar 3 satuan,
yaitu pH 7 sampai pH 10

347 Maka jawabannya adalah (E)

348

19. Berdasarkan pengujian sampel air limbah diperoleh data sebagai berikut:

349
350 Harga pH untuk sampel A dan B berturut-turut adalah...
A. pH 6,3 dan 7,6 pH 8,3
B. 7,6 pH 8,3 dan pH 10
C. 7,6 pH 6 8,3 dan pH 10
D. pH 10 dan 7,6 pH 8,3
E. pH 10 dan 7,6 pH 8,3

351 Jawaban : B
352 Pembahasan:

353 Berdasarkan data, maka:

354 Sampel A

355 Metil merah : pH 6,3

356 Bromtimol biru : pH 7,6

357 Phenolftalein : pH 10

358

359 Sampel B

360 Metil merah : pH 6,3

361 Bromtimol biru : pH 7,6

362 Phenolftalein : pH 10

363 Maka harga pH sampel A dan B pH 10 dan 7,6 pH 10 (B)

364

20. Massa NaOH yang harus dimasukkan kedalam 200 mL HCOOH 0,2 M untuk membuat
larutan penyangga yang mempunyai pH = 4 jika Ka HCOOH = 10-4 adalah...
A. 0,2 gram
B. 0,4 gram
C. 0,8 gram
D. 10 gram
E. 16 gram

Jawaban: C
Hitung terlebih dahulu mol HCOOH = 0,2 M x 200 mL = 40 mmol
Hitung [H+]:
pH = - log [H+]
4 = - log [H+]
365 [H+] = 10-4

Persamaan reaksi:
NaOH (aq) + HCOOH (aq) HCOONa (aq) + H2O (aq)
M x 40
R x x x
________________________________________________
S 0 40 - x x

Jadi sisa HCOOH = (40 - x) mmol dan HCOONa = x mmol


Menentukan nilai x:
[H+] = Ka x (nasam / nbasa kunjugasi)
366 10-4 = 10-4 x (40 - x / x)
x = 40 - x
2x = 40
x = 40 / 2 = 20 mmol = 0,02 mol

367

368

369 Jadi massa NaOH yang diperlukan:


massa NaOH = mol x Mr = 0,02 x 40 = 0,8 gram

21. pH larutan dari campuran 200 mL HCN 0,2 M dan 100 mL NaCN 0,2 M jika Ka HCN
= 10-5 adalah..
A. 5 - log 2
B. 4 - log 2
C. 3 - log 2
D. 2 - log 2
E. 1 - log 2

Jawaban: A
mol HCN = 200 mL x 0,2 M = 40 mmol
mol NaCN = 100 mL x 0,2 M = 20 mmol
mol basa konjugat CN- = 20 mmol
Menghitung [H+]
[H+] = Ka x (nasam / nbasa kunjugasi)
[H+] = 10-5 x (40 / 20)
[H+] = 10-5 x 2
pH = - log 10-5 x 2 = 5 - log 2
22. pH larutan jika 800 ml larutan CH3COOH 0,1M dicampur dengan 400ml larutan
CH3COONa 0,1M (Ka CH3COOH = 1,810-5)
A. 4 log 3,2
B. 4 log 4,2
C. 5 log 3,2
D. 5 log 4,2
E. 6 log 3,2
370
Jawaban : D
mol CH3COOH = 800 x 0,1 = 80 mmol
mol CH3COONa = 400 x 0,1 = 40 mmol
[ H+ ] = Ka .na/nbk
= 1,8 x 10-5 x( 80/40)
= 3,6 x 10 -5
pH = -log 3,6 x 10 -5
= 5 log 3,2

371
23. pH larutan apabila 400 ml larutan NH4OH 0,5M dicampur dengan 100 ml larutan NH4Cl
0,5M ( Kb NH4OH = 1,810-5)
A. 9 log 7,2
B. 8 + log 7,2
C. 9 + log 7,2
D. 8 log 7,2
E. 5 log 7,2
372

373 Jawaban : B
mol NH3 = 400 x 0,5 = 200 mmol
mol NH4Cl = 100 x 0,5 = 50 mmol
[OH] = 1,8 x10 -5 x(200/50)
= 7,2 x 10 -5
pOH = log 7,2 x 10 -5
= 5 log 7,2
pH = 14 (5-log 7,2)
= 9 + log 7,2

24. Dicampurkan sejumlah HNO2 dengan larutan NaOH membentuk larutan penyangga.
Setelah reaksi terdapat 0,02 mol NaNO 2, dan 0,47 gram HNO2. pH larutan penyangga
tersebut adalah . (Ka HNO2 = 4 10-4 Mr HNO2 = 47)
A. 4 log 2
B. 4 log 4
C. 4 log 8
D. 8 + log 2
E. 8 + log 2
374 Jawaban: A
375 HNO2 + NaOH NaNO2 + H2O
376 M p mol q mol
377 R x mol x mol x mol x mol
378 S 0,47 gram q x mol 0,02 mol x mol
379
380 Mol HNO2 = 0,47 g / 47 g/mol
381 = 0,01 mol
382 x = 0,02 mol
383 pH = - log Ka log (Asam lemah / garam)
384 pH = - log 4 x 10-4 log (0,01 / 0,02)
385
pH = - log 4 x 10-4 . 5 x 10-1
386 pH = - log (20 x 10-5)
387 pH = - log 2 x 10-4
388 pH = 4 log 2 (A)
25. 100 ml larutan NH3 0,2 M (Kb = 10-5) dicampur dengan 50 ml larutan NH4Cl 0,2 M, pH
campuran tersebut adalah
A. 8,3
B. 9,3
C. 10,3
D. 11,3
E. 12,3

389 Jawaban: B

390 pOH = - log 10-5 x 2

391 = 5 log 2

392 = 4,7

393 pH = 14 pOH

394 = 14 4,7

395 = 9,3 (B)

396

397 Essay

398

1. Berapa banyak larutan CH3COOHNa 0,5 M yang harus ditambahkan untuk


membuat larutan penyangga yang mempunyai pH = 4 di dalam CH 3COOH 0,5 M
(Ka = 10-5) ? (SBMPTN Kimia)

399 Pembahasan:

400 Karena pH larutan adalah 4, maka konsentrasi H+ adalah :


401 pH = -log [H+]

402 4 = - log [H+]

403 - log [H-4] = - log [H+]

404
[H+] = 10-4

405 Berdasarkan rumus menghitung konsentrasi [H+] diperoleh:

mol CH 3COOH
406 [H+] = Ka mol CH 3 COOHNa

100(0,5)
407 10-4 = 10-5 V CH 3 COOHNa

50
408 10 = 0,5V CH 3 COOHNa

409 5 V CH3COOHNa = 50

410 V CH3COOHNa = 10 mL

411

412

413

414

415

416

417

418

419

2. Berapa mL gas NH3 (pada keadaan STP) yang harus dialirkan ke dalam 150 mL
larutan NH4Cl 0,5 M (Kb = 105) agar diperoleh larutan dengan pH = 8,5?
(log 2 = 0,3 dan log 3 = 0,5)

420 Pembahasan:
421 Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:

422 pH = 8,5 pOH = 14 8,5 = 5,5 ; pKb = log 105 = 5;


jumlah mol garam (g) = 150 mL x 0,5 M = 75 mmol

423 Meskipun konsentrasi NH3 tidak diketahui pada soal tersebut, kita dapat
memanfaatkan pernyataan pada keadaan STP di mana setiap 1 mol gas
volumenya adalah 22,4 L. Jadi kita akan menentukan jumlah mol NH 3 (b) kemudian
mengonversinya menjadi volum sesuai keadaan STP tadi. Karena kedua zat berada
dalam wadah dengan volum yang sama maka kita dapat menggunakan
424

425 Jadi NH3 yang harus ditambahkan adalah sebanyak 25 mmol atau setara
dengan (0,025 mol x 22,4 L) 0,56 L atau 560 mL.

3. Berapakah perbandingan [HCO3] : [H2CO3] yang diperlukan untuk


mempertahankan pH sebesar 7,4 dalam aliran darah, bila diketahui Ka H 2CO3
dalam darah 8 107?

426 g = jumlah mol garam (HCO 3) yang merepresentasikan [HCO3]; a = jumlah


mol asam yang merepresentasikan [H2CO3]

427
428 Pembahasan:

429 Jadi perbandingan jumlah mol garam dengan jumlah mol asam atau
perbandingan [HCO3] : [H2CO3] adalah 20 : 1.

4. Sebutkan gangguan kesetabilan pH darah beserta factor yang mengakibatkan


gangguan tersebut !
430 Pembahasan:
a. Asidosis yaitu penurunan pH darah karena turunya kadar basa dalam darah.
Gangguan ini terjadi saat pengangkutan CO2. Factor yang mengakibatkan
asidosis yaitu penyakit jantung, ginjal, diabetes mellitus, diare, olahraga
berlebihan, serta mengkonsumsi yang mengandung protein tinggi dalam
jangka waktu lama.
b. Alkalosis yaitu peningkatan pH darah karena adanya akumulasi garam basa
dalam darah. Faktor yang mengakibatkan alkolisis yaitu rasa cemas, ditempat
dengan kadar oksigen rendah, muntah-muntah, hiperventilasi karena cemas,
histeris, atau berada di ketinggian.
431

5. Jika ke dalam larutan penyangga yang berisi campuran asam lemah dimasukkan
sedikit asam kuat, maka?
Pembahasan:
432 asam kuat akan bereaksi dengan garamnya sehingga asam kuat akan diubah
menjadi garam (bersifat netral) dan asam lemah.

433

434
435 Daftar Pustaka

436

437 Kakajaz. Februari 2016. Pembahasan Kimia UN Larutan Penyangga


http://kakajaz.blogspot.co.id/2016/03/pembahasan-kimia-un-larutan-penyangga.html?
m=1

438 Center, Kimia Study. Larutan Penyangga dan pH


http://kimiastudycenter.com/kimia-xi/34-larutan-penyangga-dan-ph#ixzz4TGNAUYTT

439 Wignyowinarko, dkk.2013.DARURAT UN SMA/MA IPA.Yogyakarta:Cabe Rawit

440 http://kakajaz.blogspot.co.id/2016/03/pembahasan-kimia-un-larutan-penyangga.html
441 http://kimiastudycenter.com/un-kimia-sma/86-soal-pembahasan-un-kimia-sma-2011-
no-11

442 15#ixzz4TIBwkhkd

443 Anang. 18 Desember 2012. Kumpulan Arsip Soal UN Kimia SMA 2008.
http://pak-anang.blogspot.com/2012/12/kumpulan-arsip-soal-un-kimia-sma-2008.html

444 http://kimiastudycenter.com/kimia-xi/34-larutan-penyangga-dan-ph#ixzz4StuG8Tbx

445 Anonim. Mei 2016. Pembahasan Soal SBMPTN Kimia Larutan Penyangga.
http://bahanbelajarsekolah.blogspot.co.id/2016/05/pembahasan-soal-sbmptn-kimia-
larutan-penyangga.html

446
447

448