Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN

IAS 8
KEBIJAKAN AKUNTANSI, PERUBAHAN DALAM ESTIMASI AKUNTANSI

OLEH

LOLY SEPSIODARMA
1511060068

FAKULTAS EKONOMI
PERBANAS INSTITUTE
2017
I. PENDAHULUAN

Kebijakan akuntansi adalah prinsip khusus, dasar, konvensi, peraturan dan praktik
yang diterapkan oleh entitas dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan.
Perubahan estimasi akuntansi merupakan penyesuaian nilai tercatat aset atau
kewajiban, atau biaya terkait, hasil dari menilai kembali manfaar masa depan yang
diharapkan dan kewajiban yang tekait dengan aset atau kewajiban. Kelalaian atau
salah saji dari item dengan ukuran atau sifat, secara individu atau kolektif,
mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna yang diambil atas dasar laporan
keuangan. Kesalahan periode sebelumnya adalah kelalaian, salah saji dalam laporan
keuangan suatu entitaas untuk satu atau lebih periode sebelumnya yang timbul dari
kegagalan untuk digunakan, atau penyalahgunaan. Informasi yang dapat dipercaya
yang tersedia dan cukup dapat diharapkan telah diperoleh dan diperhitungkan dalam
mempersiapkan laporan keuangan tersebut. Kesalahan tersebut disebabkan oleh
kesalahan matematis, kesalahan dalam menerapkan kebijakan akuntansi, kelalaian
atau salah tafsir fakta, dan penipuan.

Ketika standar yang secara khusus berlaku untuk transaksi, peristiwa lain atau
kondisi, kebijakan akuntansi atau kebijakan diterapkan pada item harus ditentukan
dengan menerapkan Standar atau Interpretasi dan mempertimbangkan setiap Pedoman
Pelaksanaan relevan yang dikeluarkan oleh IASB untuk Standar atau Interpretasi.
Dengan tidak adanya standar atau interpretasi yang secara khusus berlaku untuk
transaksi, peristiwa atau kondisi lain, manajemen harus menggunakan penilaiannya
dalam mengembangkan dan menerapkan suatu kebijakan akuntansi yang
menghasilkan informasi yang releva dan dapat diandalkan. Dalam membuat
keputusan bahwa manajemen harus mengacu dan mempertimbangkan penerapan,
sumber-sumber tertentu.

Manajemen juga dapat mempertimbangkan pernyataan terbaru dari penetapan


standar badan yang menggunakan kerangka kerja konseptual yang sama untuk
mengembangkan standar akuntansi.

IAS 8 menguraikan dasar untuk pemilihan kebijakan akuntansi dan perubahannya.


IAS 8 menjabarkan ketentuan dan pengungkapan perubahan yang dibuat di dalam
estimasi akuntansi dan koreksi kesalahan periode yang lalu. Tujuan standar ini adalah
untuk memperkuat relevansi dan keandalan laporan keuangan entitas dan dapat
diperbandingkan sepanjang waktu, dan juga dengan laporan keuangan entitas lainnya.

II. PEMILIHAN DAN PENERPAN KEBIJAKAN AKUNTANSI

Saat pemilihan dan penerapan suatu kebijakan akuntansi, standar atau interpretasi
yang diterapkan pada transaksi yang relevan, peristiwa lainnya, atau kondisi yang
harus diterapkan.

Dalam hal standar atau interpretasi tidak menyebut transaksi tertentu, peristiwa
lain, atau kondisi maka manajemen harus mengembangkan dan menggunakan suatu
kebijakan akuntansi dimana informasi yang diberikan relevan dengan kebutuhan
pengambilan keputusan pengguna. Laporan keuangan harus :

- Mewakili posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas sepenuhnya

- Mencerminkan substansi transaksi ekonomis, peristiwa lain, atau kondisi

- Menjadi netral, waspada, lengkap di dalam semua aspek yang bersifat material

Jika menentukan suatu pertimbangan tersebut tadi, maka manajemen harus


menerapkan sumber-sumber berikut dalam urutan dimulai yang terendah :

- Ketentuan di dalam standar dan interpretasi yang berhubungan dengan isu yang
sejenis dan terkait

- Definisi, kriteria pengakuan dan konsep pengukuran untuk aset, liabilitas,


pendapatan, dan beban sebagaimana yang dirincikan di dalam kerangka IASB

- Pernyataan yang terbaru mengenai badan penentu standar lainnya yang


menggunakan kerangka kerja konseptual yang sejenis untuk mengembangkan
standar, literatur akuntansi lain, dan menerima praktik industri, hingga sebatas
tidak menimbulkan konflik dengan sumber tertentu.

III. KONSISTENSI KEBIJAKAN AKUNTANSI

Kebijakan akuntansi, sekali dipilih, harus diterapkan secara konsisten untuk


transaksi sejenis, peristiwa lain, dan kondisi kecuali suatu standar atau interpretasi
secara khusus membutuhkan atau mengijinkan kategorisasi dari pos pos untuk
kebijakan yang berbeda itu layak. Jika suatu standar atau interpretasi mensyaratkan
atau mengizinkan kategorisasi tersebut, maka suatu kebijakan akuntansi yang
memadai harus dipilih dan diterapkan secara konsisten terhadap suatu kategori.

- PERUBAHAN PRINSIP AKUNTANSI

IASB telah menetapkan kerangka kerja pelaporan yang mencakup tiga jenis
perubahan akuntansi. Tiga jenis perubahan akuntansi adalah :

1. Perubahan Prinsip Akuntansi. Prubahan dari satu prinsip akuntansi yang berlaku
umum ke prinsip akuntansi yang berlaku umum lainnya. Sebagai contoh,
perunahan metode penilaian persediaan dari LIFO menjadi biaya rata-rata.

2. Perubahan Estimasi Akuntansi. Perubahan yang terjadi sebagai akibat dari


informasi baru atau diperolehnya pengalaman tambahan. Contohnya adalah
perubahan estimasi umur manfaat aktiva yang dapat disusutkan

3. Perubahan Entistas Pelaporan. Perubahan dari pelaporan sebagai satu jenis entitas
ke jenis entitas lainnya. Sebagai contoh, perubahan anak perusahaan spesifik
dalam satu kelompok perusahaan di mana laporan keuangan konsolidasi disusun.

Kategori keempat membutuhkan perubahan akuntansi, walaupun hal ini tidak


diklasifikasikan sebagai perubahan akuntansi :

4. Kesalahan-Kesalahan dalam Laporan Keuangan. Kesalahan yang terjadi sebagai


akibat dari kesalahan matematis, keslahaan penerapan prinsip akuntansi, atau
kelalaian atau penyalahgunaan fakta yang ada pada saat laporan keuangan
disusun. Contohnya adalah penerapan metode persediaan eceran yang tidak tepat
dalam menentukan persediaan akhir

Suatu entitas harus mengubah kebijakan akuntansi hanya apabila perubahan,

1. Diharuskan oleh suatu standar atau interpretasi

2. Menghasilkan informasi yang andal dan lebih relevan yang diberikan oleh
laporan keuangan dalam hal efek transaksi, peristiwa lain, atau kondisi atas
posisi keuangan entitas, kinerja keuangan, atau arus kas.

Hal berikut bukan merupakan perubahan kebijakan akuntansi :

- Penerapan suatu kebijakan akuntansi atas transaksi, peristiwa lain, atau kondisi
yang membedakan substansi dari hal hal yang terjadi sebelumnya
- Penerapan suatu kebijakan akuntansi yang baru untuk transaksi, peristiwa lain,
atau kondisi yang tidak terjadi sebelumnya atau tidak material

Perubahan prinsip akuntansi adalah penggunaan suatu prinsip akuntansi yang


lazim yang berbeda dengan prinsip akuntansi yang lazim yang digunakan dalam
periode sebelumnya.Istilah prinsip akuntansi di sini mencakup juga metode-metode
yang digunakan.Perubahan dalam prinsip akuntansi ini dapat terjadi karena
perusahaan mempunyai beberapa alternatif metode untuk penerapan suatu prinsip.

Istilah perubahan dalam prinsip akuntansi ini tidak termasuk :

a. Pemakaian pertama suatu prinsip akuntansi untuk mencatat transaksi yang baru
pertama kali terjadi dalam perusahaan.

b. Penggunaan atau perubahan suatu prinsip akuntansi yang perlu dilakukan karena
adanya perubahan sifat transaksi.

c. Perubahan dari prinsip akumulasi yang tidak lazim ke prinsip yang lazim.

Beberapa contoh dari perubahan prinsip akuntansi adalah sebagai berikut :

a) Perubahan dalam metode pembebanan harga pokok persediaan, seperti dari


LIFO ke FIFO atau ke rata-rata tertimbang.

b) Perubahan dalam metode depresiasi aktiva tetap, seperti dari double declining
balance method ke straight line method.

c) Perubahan dalam metode akuntansi untuk kontrak jangka panjang, seperti dari
metode kontrak selesai ke metode persentase penyelesaian.

d) Perubahan dalam perhitungan biaya produksi, seperti dari full costing ke direct
costing.

Perubahan prinsip akuntansi yang mempunyai akibat kumulatif.Akibat


kumulatif dari perubahan prinsip akuntansi diperlakukan sebagai berikut:

1. Jumlah akibat kumulatif dari perubahan prinsip dilaporkan dalam laporan laba
rugi di antara elemen-elemen luar biasa dan laba bersih. Pelaporan- nya dengan
jumlah sesudah dikurangi pajak penghasilan.
2. Laporan keuangan periode-periode sebelumnya tidak perlu dikoreksi.

3. Laba sebelum elemen luar biasa dan laba bersih periode-periode sebelumnya
ditunjukkan dalam laporan laba rugi tahun sekarang (di bagian bawah halaman
pertama) dengan jumlah yang sudah dikoreksi.

Perubahan prinsip akuntansi yang mempunyai akibat retroaktif, dimana laporan


keuangan periode-periode sebelumnya yang dilaporkan disusun kembali sesuai
dengan prinsip yang baru. Jika masih terdapat sisa akibat kumulatif sesudah laporan
keuangan periode-periode sebelumnya yang dilaporkan, direvisi maka sisa tersebut
dikoreksikan ke saldo awal rekening laba tidak dibagi dari periode terawal yang
dikoreksi. Perubahan prinsip akuntansi yang memerlukan retroaktif adjustment
adalah:

a. Perubahan metode penentuan harga pokok persediaan dari LIFO ke metode yang
lain.

b. Perubahan dalam metode akuntansi untuk kontrak jangka panjang, dan

c. Perubahan dari atau ke full cost method yang digunakan dalam industri extractive.

- .MENERAPKAN PERUBAHAN DALAM KEBIJAKAN AKUNTANSI

Jika suatu entitas mengubah kebijakan akuntansi atas dasar suatu standar atau
interpretasi yang baru atau yang sudah diubah, maka provisi peralihan tertentu
harus diikuti dalam mengadopsi perubahan. Namun, jia tidak ada provisi peralihan
ditetapkan, atau apabila entitas mengubah kebijakan akuntansinya secara sukarela,
maka perubahan tersebut hanya diterapkan berlaku surut (seolah-olah kebijakan
tersebut telah selalu diterapkan)
Jika perubahan yang diterapkan berlaku surut, maka angka-angka komparatif
(periode pelaporan sebelumnya) yang disajikan di dalam laporan keuangan harus
dinyatakan kembali seolah-olah kebijakan baru telah selalu diterapkan. Dampak
dari kebijakan baru atau saldo laba (retained earnings) sebelum periode terawal
disajikan harus disesuaikan terhadap saldo awal dari saldo laba. Jika tidak
dipraktekkan untuk menentukan efek periode spesifik atau efek kumulatif dari
perubahan, maka entitas harus menerapkan perubahan secara prospektif dan mulai
periode terawal yang praktis memungkinkan.
CONTOH 1
Tahun 2008, Advanced Lighting Limited mengubah kebijakan akuntansinya yang
terkait dengan penilaian persediaan. Sebelum tahun 2008, persediaan dinilai menurut
metode biaya perolehan rata-rata tertimbang. Ditahun 2008, metode tersebut diubah
menjadi metode FIFO, karena dianggap lebih akurat mencerminkan pemakaian dan
arus persediaan di dalam siklus ekonomis. Dampak atas penilaian persediaan
ditentukan menjadi :
31 Des 2006 suatu kenaikan sebesar $10.000
31 Des 2007 suatu kenaikan sebesar $15.000
31 Des 2008 suatu kenaikan sebesar $20.000
Laporan laba-rugi sebelum penyesuaian adalah
2008 2007
Pendapatan $250.000 $200.000
Beban Pokok Penjualan 100.000 80.000
Laba Kotor 150.000 120.000
Biaya Administrasi 60.000 50.000
By Penjualan & distribusi 25.000 15.000
Laba Bersih $ 65.000 $ 55.000

Perubahan kebijakan akuntansi di dalam laporan laba rugi dan laporan perubahan
ekuitas, sesuai dengan ketentuan dari IAS 8 akan muncul sebagai berikut :

ADVANCED LIGHTING LIMITED


LAPORAN LABA RUGI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2008
2007
2008 (dinyatakan kembali)
Pendapatan $250.000 $200.000
Beban Pokok Penjualan 95.000 75.000
Laba Kotor 155.000 125.000
Biaya Administrasi 60.000 50.000
Biaya Penjualan dan distribusi 25.000 15.000
Laba Bersih $ 70.000 $ 60.000

Dikarenakan perubahan kebijakan akuntansi, maka harga pokok penjualan akan


dikurangkan dengan $5.000 setiap tahunnya. Dampak pada saldo laba (retained
earnings) termasuk di dalam laporan perubahan ekuitas menjadi sebagai berikut
(mewakili situasi apabila tidak ada perubahan kebijakan akuntansi)

ADVANCED LIGHTING LIMITED


LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS (HANYA KOLOM SALDO LABA)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2008
Saldo Laba Saldo Laba
Pada awal 1 Jan 2006 seperti $300.000 $300.000
dinyatakan aslinya
Perubahan kebijakan akuntansi 10.000
utk penilaian persediaan
Pada 1 Jan 2007, dinyatakan kembali 310.000
Laba bersih utk th yang bersangkutan 60.000 55.000
Pada 31 Desember 2007 370.000 355.000
Laba bersih utk th yang bersangkutan 70.000 65.000
Pada 31 Des 2008 $440.000 $420.000
Dampak kumulatif pada tanggal 31 Desember 2007 adalah suatu kenaikan pada saldo
laba (retained earnings) sebesar $15.000 dan pada tgl 31 Desember 2008 sebesar
$20.000

Tiga pendekatan berikut telah disarankan untuk melaporkan perubahan prinsip akuntansi :
1. Pelaporan Perubahan pada Periode Berjalan.
Pengaruh kumulatif adalah perbedaan laba tahun sebelumnya antara metide baru
dan metode lama. Penyesuaian ini kemudian dilaporkan hanya dalam laporan laba
rugi tahun berjalan. Perusahan tidak mengubah laporan keuangan tahun sebelumnya.
2. Pelaporan Perubahan Secara Retrospektif. Penyesuaian Retrospektif atas laporan
keuangan akan menyusun kembali laporan keuangan tahun sebelumnya atas dasar
yang konsisten dengan prinsip yang baru ditetapkan. Perusahaan menyajikan
pengaruh kumulatif dari perubahan sebagai penyesuaian atas laba ditahan awal tahun
paling awal yang disajikan dalam laporannya.
3. Pelaporan Perubahan secara Prospektif (di masa depan). Pada pendekatan ini, hasil
yang telah dilaporkan sebelumnya biasanya tidak diubah. Saldo awal tidak perlu
disesuaikan. Pendukung pendekatan ini berargumen bahwa seteah manajemen
menyajikan laporan keuangan berdasarkan prinsip akuntansi yang dapat diterima,
maka laporan tersebut sudah final, manajemen tidak dapat mengubah peirode
sebelumnya dengan menerapkan prinsip baru.

Pendekatan Perubahan Akuntansi Retrospektif


Ketika perusahaan merubah satu prinsip akuntansi, perubahan tersebut sebaiknya
dilaporkan dengan aplikasi retrospektif. Secara umum, perusahaan tersebut harus
melakukan hal-hal berikut ini :
a. Perusahaan mengoreksi laporan keuangannya pada setiap periode yang tercakup.
Maka, informasi laporan keuangan terkait periode terdahulu akan berdasar pada
prinsip akuntansi yang baru
b. Perusahaan mengoreksi nilai pindah buku atas aktiva kewajiban terhitung awal
tahun petama yang menckup dalam laporan. Maka, akun-akun tersebut
mencerminkan pengaruh kumulaitf pada periode-periode terdahulu akibat
perubahan pada periode-periode yang lebih baru. Perusahan juga melakukan
koreksi pengimbang (offset) terhadap neraca pembukuan atas akun laba ditahan
atau kompnen relevan lainnya dalam ekuitas pemegang saham atau akiva bersih
terhitng awal tahun pertama yang tercantum dalam laporan.

Melaporkan Perubahan Prinsip Akuntansi


Pengungkapan perubahan akuntansi sangatlah penting. Para pemakai laporan
keuangan menginginkan informasi konsisten dari satu periode ke periode berikutnya.
Konsisten seperti ini menjamin manfaat laporan keuangan. Persyaratan pengungkapan
utama disajikan berikut ini :
a) Sifat dan alasan perubahan prinsip akuntansi tersebut. Bagian ini harus
menyerahkan penjelasan mengenai kelebihan prinsip akuntansi baru tersebut.
b) Metode penerapan perubahan tersebut, dan :
- Deskripsi, informasi periode terdahulu yang telah dikoreksi secara retrospektif
- Pengaruh perubahan tersebut terhadap laba operasi yang berlanjut, laba bersih
setiap item dalam satu bagian yang ikut berpengaruh dan setiap nlai per saham
yang terpengaruh dalam periode berajalan dan salam stiap periode terdahulu
yang terkoreksi secara retrospektif
- Pengaruh kumulatif perubahan terhadap laba ditahan atau komponen ekuitas
atau aktiva bersih dalam laporan posisi keuangan tehitung periode paling
terdahulu yang tercatat didalamnya.
Jika suatu standar atau interpretasi yang baru diterapkan, maka entitas harus
mengungkapkan perubahan bilamana mempunyai efek atas periode berjalan atau
periode sebelumnya atau mempunyai efek atas periode masa datang, tapi tidak dapat
dipraktikkan untuk menentukan jumlah penyesuaian yang diperlukan di dalam
periode berjalan atau periode sebelumnya atau mempunyai efek atas periode masa
datang, Entitas harus mengungkapkan :
Judul standar atau interpretasi
Jika dapa diterapkan , bahwa perubahan yang dilakukan sesuai dengan
persyaratan peralihan
Sifat perubahan kebijakan akuntansi
Jika dapat diterapkan, suatu keterangan mengenai persyaratan peralihan
Jika dapat diterapkan, persyaratan peralihan harus mempunyai dampak atas
periode masa datang
Untuk periode berjalan dan setiap periode sebelumnya yang disajikan hingga
sebatas yang dapat dipraktikkan, maka jumlah penyesuaian untuk setiap pos
lini laporan keuangan
Jika dapat diterapkan, pendapatan per saham dasar dan dilusian untuk periode
berjalan dan setiap periode sebelumnya yang disajikan sebatas yang dapat
dipraktikkan
Jika penerapan retrospektif tidak dapat dipraktikkan, maka keadaanlah yang
menyebabkan penerapan tidak dapat dipraktekkan dan tanggal dari mana
kebijakan akuntansi telah diterapkan
Perubahan Kebijakan Akuntansi Secara Sukarela
Terjadi jika perubahan sebelumnya mempunyai dampak pada periode berjalan atau
periode sebelumnya atau mempunyai dampak pada periode masa datang, akan tetapi
tidak dapat dipraktikkan guna menentukan jumlah penyesuaian yang dipersyaratkan
di dalam periode berjalan atau periode sebelumnya atau yang dipersyaratkan di dalam
periode masa datang, maka entitas tersebut harus membuat pengungkapan :
- Sifat dari perubahan kebijakan akuntansi
- Alasan atas kebijakan baru yang memberikan informasi yang andal dan yang lebih
relevan
- Untuk periode berjalan dan setiap periode sebelumnya disajikan, hingga sebatas
yang dapat dipraktekkan, maka jumlah penyesuaian untuk setiap pos lini laporan
keuangan
- Jika dapat diterapkan, pendapatan persaham dasar dan dilusian untuk periode
berjalan dan setiap periode sebelumnya yang disajikan sebatas yang dapat
dipraktekkan
- Jumlah penyesuaian yang terkait dengan periode sebelum hal tersebut disajikan
hingga sebatas yang dapat dipraktekan
- Jika penerapan berlaku surut tidak dapat dipraktikkan, maka keadaanlah yang
menyebabkan penerapan tidak dapat dipraktekkan dan tanggal darimana kebijakan
akuntansi telah diterapkan.

Penyesuaian Laba Ditahan


Salah satu syarat pengungkapan adalah penyajian pengaruh kumulatif dari perubahan
akuntansi terhadap nilai laba ditahan terhitung awal periode paling terdahulu yang
termasuk dalam laporan.

Pengaruh Langsung
IASB berketetapan bahwa perusahaan harus menetapkan pengaruh langsung
perubahan prinsip akuntansi secara retrospektif. Contohnya, pengaruh langsung
berupa koreksi neraca persediaan akibat perubahan metode penilaian persediaan.

Pengaruh Tidak Langsung


Selain pengaruh langsung, perusahaan juga dapat mengakami pengaruh tidak
langsung terkait perubaha prinsip akuntansi. Pengaruh tidak langsung adalah semua
perubahan atas arus kas erusahaan pada periode berjalan atau masa depan yang
disebabkan oleh perubehan prinsip akuntansi yang diterapkan secara retrospektif.
Contohnya, pengaruh tidak langsung berupa perubahan pembagian laba atau
pembayaran royalty yang bergantung pada nilai dalam laporan seperti pendapatan
atau laba bersih. Pengaruh tidak langsung tidak mengubah nilai-nilai dalam laporan
pada periode terdahulu.

Ketidakpraktisan
Penerapan retrospektif dianggap tidak praktis jika perusahaan tidak dapat menentukan
pengarub periode terdahulu bahkan setelah mengusahakan semua cara yang masuk
akal. Perusahan tidak boleh memakai penerapan retrospektif bila memenuhi salah satu
kondisi berikut ini :
1. Perusahaan tidak dapat menentukan pengaruh penerapan retrospektif
2. Penerapan retrospektif memerlukan penetapan asumsi-asumsi mengenai rencana
kerja pihak manajemen pada perode terdahulu
3. Penerapan retrospektif memerlukan estimasi-estimasi signifikan terkait periode
terdahulu dan perusahaan tidak dapat secara objektif mengesahkan informasi yang
diperlukan dalam menetapkan estimasi-estimasi tersebut

IV. PERUBAHAN ESTIMASI AKUNTANSI

Penyusunan laporan keuangan memerlukan estimasi dampak dari kondisi-kondisi


dan peristiwa di masa dtang. Berikut ini adalah contoh pos-pos yang memerlukan
estimasi

- Piutang tak tertagih

- Keusangan Persediaan

- Umur manfaat dan nilai sisa aktiva

- Periode yang menerima manfaat dari biaya yang ditangguhkan

- Kewajiban untuk biaya garansi dan pajak penghasilan

- Cadangan mineral yang dapat dipulihkan kembali

- Perubahan metode penyusutan

Perubahan estimasi harus ditangani secara propektif. Yaitu, tidak ada perubahan
yang harus dibuat dalam hasil yang dilaporkan sebelumnya. Jadi, pengaruh dari
semua perubahan estimasi diperhitungkan pada (1) periode perubahan jka perubahan
itu hanya mempengaruhi periode bersangkutan atau (2) perubahan periode dan
periode di masa datang jika perubahan tersebut mempengaruhi keduanya. Akibatnya
perubahan estimasi dipandang sebagai koreksi atau penyesuaian normal yang
berulang, hasil alami dari proses akuntansi dan perlakuan retrospektif dilarang.

Contoh terkait perubahan estimasi yang dipengaruhi oleh perubahan prinsip


akuntansi berupa perubahan metode penyusutan (berikut amortisasi dan deplesi).
Karena perusahaan mengubah metode penyusutan berdasarkan perubahan estimasi
laba masa depan aktiva berumur panjang, tidaklah mungkin memisahkan pengaruh
perubahan prinsip akuntansi dari perubahan estimasi tersebut. Kesimpulannya
perusahaan memperhitungkan perubahan metode penyusutan sebagai perubahan
estimasi yang dipengaruhi oleh perubahan prinsip akuntasi.

PELAPORAN PERUBAHAN DALAM ENTITAS


Suatu perubahan akuntansi yang terjadi pada laporan keuangan yang sebenarnya
merupakan laporan dari entitas berbeda harus dilaporkan dengan menyatakan kembali
laporan keuangan yang disajikan selama periode sebelumnya, guna menunjukkan informasi
keuangan bagi entitas pelaporan yang baru selama semua periode.

Contoh perubahan dalam entitas pelaporan :

a) Menyajikan laporan konsolidasi untuk menggantikan laporan dari kelompok perusahaan


individu

b) Mengubah anak perusahaan tertentu yang terdiri dari kelompok perusahaan di mana
laporan keuangan konsolidasi disajikan

c) Mengubah perusahaan yang termasuk dalam laporan keuangan gabungan

d) Perubahan metode akuntansi biaya, ekuitas atau konsolidasi untuk anak perusahaan dan
investasi. Perubahan dalam entitas pelapran bukan berasal dari penciptaan, pemutusan,
pembelian, disposisi anak perusahaan atau unti bisnis lainnya.

PELAPORAN KOREKSI KESALAHAN

Kesalahan tertentu, misalnya mengkasifikasikan neraca dalam laporan keuangan tidak


sesignifikan bagi investor dibanding kesalahan lain. Kesalahan signifikan akan menyebabkan
lebih saji atas aktiva atau laba. Namun para investor perlu mengetahui potensi pengaruh dari
semua kesalahan. Bahkan mengklasifikasikan yang tidak berbahaya dapat berpengaruh
rasio yang penting. Dan juga kesalahan tertentu dapat menandakan kelemahan dalam kendali
internal yang dapat memicu kesalahan lain yang lebih signifikan.

Berikut ini adalah contoh-contoh dari kesalahan akuntansi :

1. Perubahan dari prinsip akuntansi yang tidaka berlaku umum ke prinsip akuntansi yang
berlaku umum. Dasar pemikiran dari hal ini adalah bahwa periode sebelumnya telah
disajikan secara tidak benar. Contoh, perubahan dari akuntansi dasar kas atau pajak ke
penghasilan dasar akrual
2. Kesalahan matematis yang diakibatkan oleh penjumlahan, pengurangan, dan
sebagainya. Contoh, penjumlahan kartu perhitungan persediaan yang salah dalam
menentukan nilai persediaan

3. Perubahan estimasi yang terjadi karena estimasi-estimasi itu tidak dibuat dengan jujur.
Contoh, penggunaan tariff penyusutan yang secara jelas tidak realistis

4. Kelalaian, seperti kegagalan untuk megakrualkan atau menangguhkan beban atau


pendapatanntertentu di akhir periode

5. Penggunaan fakta yang tidak benar, seperti kegagalan untuk menggunakan nilai sisa
dalam menghitung dasar penyusutan untuk pendekatan garis lurus

6. Klasifikasi biaya yang tidak tepat sebagai beban dan bukan sebagai aktiva serta
sebaliknya.

Laporan Periode Tunggal

Neraca tahun bersangkutan atau tahun berjalan tidak akan menyatakan kewajiban
pajak yang ditangguhkan terkait bangunan dan akun Akumulasi Penyusutan, Bangunan kini
dilaporkan ulang dengan nilai yang lebih besar. Laporan Laba Rugi tidak akan terpengaruh.

Laporan Komparatif

Jika laporan keuangan komparatif dibuat, maka penyesuaian harus dilakukan guna
mengkoreksi jumlah semua akun yang terpengaruh yang dilaporkan dalam laporan keuangan
untuk semua periode pelaporan. Data dari setiap tahun yang telah disajikan harus dinyatakan
kembali sampai benar dan setiap penyesuaian susulan harus ditampilkan sebagai penyesuaian
periode sebelumnya atau laba ditahan selema periode terdahulu dilaporkan.

IKHTISAR PERUBAHAN AKUNTANSI DAN KOREKSI KESALAHAN

Perkembangan pedoman untuk pelaporan perubahan akutansi dan koreksi kesalahan


telah membantu memecahkan beberapa masalah akuntansi yang signifikan dan sudah lama.

Perubahan prinsip akuntansi akan dianggap tepat hanya apabila perusahaan menunjukkan
bahwa prinsip akuntansi alternative yang berlaku umum yang telah diadopsi lebih disukai
daripada prinsip sebelumnya. Dalam menerapkan pedoman profesi akuntansi, preferensi di
antara prinsip akuntansi harus ditentukan atas dasar apakah prinsip yang baru dapat
memperbaiki pelaporan keuangan bukan atas dasar dampak pajak penghasila semata.

ANALISIS KESALAHAN

Dalam kenyataannya, mendefinisikan materialitas adalah sulit, dan pengalaman serta


pertimbangan harus digunakan untuk menentukan apakah perlu melakukan penyesuaian atas
kesalahan tertentu. Semua kesalahan yang dibahas dalam bagian ini diasumsikan material dan
membutuhkan penyesuaian.

KESALAHAN-KESALAHAN DALAM NERACA

Kesalahan-kesalahan ini hanya akan mempengaruhi penyjian akun aktiva, kewajiba


atau ekuitas pemegang saham. Contohnya adalah klasifikasi piutang jangka pendek sebagai
bagian dari investasi, klasifikasi wesel bayar sebagai hutang usaha dan klasifikasi aktiva
pabrik sebagai persediaan.

Reklasifikasi atas pos-pos tersebut ke posisi yang benar diperlukan apabila kesalahan
ditemukan. Jika laporan komparatif yang mencakup tahun kesalahan telah dibuat, maka
neraca untuk tahun kesalahan tersebut akan dinyatakan kembali secara benar.

KESALAHAN-KESALAHAN DALAM LAPORAN LABA-RUGI

Kesalahan-kesalahan ini hanya akan mempengaruhi penyajian akun-akun nominal


dalam laporan laba rugi. Kesalahan-kesalahan yang melibatkan klasifikasi yang tidak benar
atas pendapatan atau beban, seperti mencatat pendpatan bunga sebagai bagian dari penjualan,
pembelian sebagai beban piutang ragu-ragu dan beban penyusutan sebagai beban bunga.
Kesalahan klasifikasi dalam laporan laba rugi tidak memiliki pengaru terhadap neraca dan
laba bersih.

KESALAHAN DALAM NERACA DAN LAPORAN LABA RUGI

Kesalahan yang saling menyeimbangkan adalah kesalahan yang akan dioffset atau
dikoreksi selama dua periode. Yang kedua ada Kesalahan yang tidak saling menyeimbangkan
yaitu kesalahan yang tidak dioffset dalam periode akuntansi berikutnya. Misalnya, tidak
megkapitalisasi peralatan yang memiliki unur manfaat 5 tahub. Jika kita langsung
membebankan aktiva ini maka beban akan dinyatakan terlalu tinggi dalam periode pertama,
tetapi dinyatakan terlalu rendah pada empat periode berikutnya. Pada akhir periode kedua,
dampak kesalahan itu tidak sepenuhnya dioffset. Laba bersih dinyatakan dengan benar hanya
secara agregat pada akhir tahun ke 5, karena aktiva telah disusutkan sepenuhnya. Jadi,
kesalahan yang tidak saling menyeimbangkan adalah kesalahan yanh memerlukan lebih dari
2 periode untuk mngoreksinya.

PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN DENGAN KOREKSI KESALAHAN

Sampai saat ini, pembahasan tentang analisis kesalahan lebih ditujukan pada identifikasi jenis
kesalahan yang terlibat dan akuntansi untuk mengoreksinya dalam catatan akuntansi. Koreksi
kesalahan harus disajikan pada laporan keuangan komparatif..

ANALISIS KESALAHAN

Kesalahan diperlakukan sebagai penyesuaian periode sebelumnya, kesalahan diperlakukan


sebagai penyesuaian periode sebelumnya dan dilaporkan dalam tahun berjalan sebagai
penyesuaian saldo awal Laba Ditahan. Jika laporan komparatif disajikan, maka laporan
periode sebelumnya yang terpengaruh haruslah dinyatakan kembali untuk mengkoreksi
kesalahan.

Ada tiga jenis kesalahan :

Kesalahan Dalam Neraca

Hanya akan mempengaruhi penyajian akun aktiva, kewajiba atau ekuitas pemegang
saham. Contoh :

1. klasifikasi piutang jangka pendek sebagai bagian dari investasi

2. klasifikasi wesel bayar sebagai hutamg usaha

3. klasifikasi aktiva pabrik sebagai persediaan.

Jika ditemukan kesalahan, maka akan dilakukan reklasifikasi atas pos-pos tersebut ke
posisi yang benar.

Kesalahan Dalam Laporan Laba-Rugi

Hanya akan mempengaruhi penyajian akun-akun nominal dalam laporan laba-rugi.


Contoh :
- mencatat pendapatan bunga sebagai bagian dari penjualan

- mencatat pembelian sebagai beban piutang ragu-ragu

- beban penyusutan sebagai beban bunga

Tidak berpengaruh terhadap neraca dan laba bersih. Ayat jurnal reklasifikasi
diperlukan jika kesalahan ditemukan pada tahun laporan itu dibuat.

Pengaruh Neraca dan Laporan Laba-Rugi

Mempengaruhi penyajian neraca maupun laba-rugi. Diklasifikasikan menjadi 2, yaitu :

1). Kesalahan yang saling menyeimbangkan

Apakah dalam kondisi pembukuan sudah ditutup atau belum..?

Jika pembukuan sudah ditutup :

1) Jika kesalahan telah saling diseimbangkan, maka tidak ada ayat jurnal yang

diperlukan.

2) Jika kesalahan belum saling diseimbangkan, maka diperlukan ayat jurnal untuk

menyesuaikan penyajian saldo laba ditahan.

Jika pembukuan belum ditutup :

1) Jika kesalahan sudah saling diseimbangkan dan perusahaan telah memasuki tahun

kedua, maka ayat jurnal akan diperlukan untuk mengkoreksi periode berjalan dan

menyesuaikan saldo awal Laba Ditahan

2) Jika kesalahan belum saling diseimbangkan, maka ayat jurnal akan diperlukan

untuk menyesuaikan saldo awal Laba Ditahan dan mengkoreksi saldo periode

berjalan.

Berikut ini kesalahan-kesalahan dalam pelaporan keuangan :

- Kelalaian untuk mencatat upah Akrual

Pada tanggal 31 Desember 2006, Hurley Enterprises tidak mengakrualkan upah


sebesar $ 1.500. Ayat jurnal pada tahun 2007 untuk mengkoreksi kesalahan ini,
dengan mengasumsikan bahwa pembukuan untuk tahun 2007 belum ditutup, adalah :
Dr. Laba Ditahan $ 1.500

Cr. Beban Upah $ 1.500

Jika pembukuan telah ditutup untuk tahun 2007, maka tidak ada ayat jurnal yang
dibuat karena kesalahannya telah saling diseimbangkan.

- Kelalaian untuk Mencatat Beban Dibayar Dimuka

Pada Bulan Januari 2006 Hurley Enterprises membeli polis asuransi berjangka
waktu 2 tahun dengan biaya $ 1.000. Beban asuransi telah didebet dan Kas telah
dikredit. Tidak ada ayat jurnal penyesuaian yang dibuat pada akhir tahun 2006.

Ayat jurnal pada tanggal 31 Desember 2007 untuk mengkoreksi kesalahan ini, dengan
mengasumsikan bahwa pembukuan belum ditutup untuk tahun 2007, adalah :

Dr. Beban Asuransi $ 500

Cr. Laba Ditahan $ 500

Jika pembukuan telah ditutup untuk tahun 2007, maka tidak ada ayat jurnal yang
dibuat karena kesalahannya telah saling diseimbangkan

- Pembelian yang Dinyatakan Terlalu Tinggi

Hurley Enterprises mencatat pembelian barang dagangan sebesar $ 9.000


untuk tahun 2006 yang merupakan bagian dari tahun 2007. Persediaan fisik tahun
2006 telah dinyatakan dengan benar. Perusahaan ini menggunakan metode periodical.
Ayat jurnal per 31 Desember 2007, untuk mengkoreksi kesalahan ini dengan
mengasumsikan bahwa pembukuan belum ditutup untuk tahun 2007 adalah :

Dr. Pembelian $ 9.000

Cr. Laba Ditahan $ 9.000

Kesalahan yang tidak saling menyeimbangkan

Karena suatu kesalahan tidak saling menyeimbangkan setelah lebih dari periode 2
tahun, maka ayat jurnal untuk kesalahan yang tidak saling menyeimbangkan ini akan menjadi
lebih kompleks dan ayat jurnal koreksi akan diperlukan, meskipun pembukuan telah ditutup.

- Kelalaian untuk mencatat Penyusutan


Asumsikan bahwa pada tanggal 1 Januari 2001, Hurley Enterprises membeli
mesin seharga $10.000 yang memiliki estimasi umur manfaat selama 5 tahun.
Akuntan secara tidak benar membebankan mesin ini pada tahun 2001. Kesalahan ini
baru ditemukan pada tahun 2002. Jika kita mengasumsikan bahwa perusahaan ini
menggunakan penyusutan garis lurus atas aktiva ini, maka ayat jurnal per 31
Desember 2002, untuk mengoreksi kesalahan ini, apabila pembukuan belum ditutup,
adalah :

Dr. Mesin $ 10.000

Dr. Beban Penyusutan $ 2.000

Cr. Laba Ditahan $ 8.000

Cr. Akumulasi Penyusutan $ 4.000

Jika pembukuan telah ditutup untuk tahun 2002, maka ayat jurnalnya adalah :

Dr. Mesin $ 10.000

Cr. Laba Ditahan $ 6.000

Cr. Akumulasi Penyusutan $ 4.000

Anda mungkin juga menyukai