Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA 2

HUMIDIFIKASI DAN DEHUMIDIFIKASI

Oleh :

EVI SETIA WULANDARI

06 / 2D

(1531410023)

JURUSAN TEKNIK KIMIA

POLITEKNIK NEGERI MALANG

2016/2017
LAPORAN RESMI
I. Judul Praktikum : Batch Distillation

II. Hari, Tanggal Pelaksanaan : Kamis, 16 Maret 2017

III. Tujuan Praktikum :

Humidifikasi
a. Menentukan harga kelembaban (Y) dan Entalphi (H)
b. Menentukan jumlah H2O yang terserap
c. Mengetahui pengaruh laju alir air terhadap jumlah H2O yang terserap

Dehumidifikasi
a. Menentukan harga kelembaban (Y) dan Entalphi (H)
b. Menentukan jumlah H2O yang menguap
c. Mengetahui pengaruh beda tekan laju alir udara terhadap jumlah H2O yang menguap

IV. Dasar Teori


Humidifikasi adalah proses perpindahan air dari fase cair (A) ke dalam campuran gas
yang terdiri dari udara (B) dan uap air (A). Dehumidifikasi adalah proses perpindahan uap air
dari campuran uap air (A) dan udara (B) ke dalam air pada fase cair (A) dengan syarat B tidak
melarut pada A.
Proses Humidifikasi dengan proses Dehumidifikasi mempunyi perbedaan dalam arah
alirannya. Semua itu tergantung dari cara mengatur valve yang ada. Gas yang masuk mengalir
pada pipa orifice mempunyai beda tekan tertentu.

Proses humidifikasi, merupakan suatu proses yang dapat menambah kadar air dalam gas.
Dalam prosesnya ada dua cara yaitu dengan pemanasan dan tanpa pemanasan. Arah aliran kedua
proses tersebut berbeda tergantung bagaimana kita dapat mengatur buka tutupnya valve. Pada
proses ini, gas dikontakan dengan air yang berada di dalam labu secara counter current dimana
air mengalir dari atas dan gas/udara menngalir ke atas dari bawah, dengan laju alir sirkulasi air
tertentu. Data yang diambil dari percobaan ini seperti, suhu air di dalam labu, suhu gas masuk
(Tdin dan Twin), suhu gas keluar ( Tdout dan Twout), dan beda tekanan di dalam labu.
Proses Dehumidifikasi, yang merupakan proses pengurangan kadar air dalam gas, sama
dengan proses humidifikasi mempunyai dua cara proses, yaitu dengan pemanasan dan tanpa
pemanasan. Kesemuanya itu tergantuk cara mengatur valve yang ada. Pada proses ini, gas
dilewatkan pada sebuah kolom yang yang didalamnya terdapat zat penyerap (absorbent) dan
juga dengan memperbesar tekanan. Data yang diambil pada percobaan ini seperti, suhu gas
masuk (Tdin dan Twin), suhu gas keluar (Tdout dan Twout), beda tekanan pada kolom (P), dan
suhu keluaran kolom bagian (A, B, C, dan D) yang menempel pada kolom.
Dalam pemrosesan bahan sering diperlukan untuk menentukan uap air dalam aliran gas.
Operasi ini dikenal sebagai proses humidifikasi. Sebaliknya, untuk mengurangi uap air dalam
aliran gas sering disebut proses dehumidifikasi. Dalam humidifikasi, kadar dapat ditngkatkan
dengan melewatkan aliran gas di atas cairan yang kemudian akan menguap ke dalam aliran gas.
Perpindahan ke aliran utama berlangsung dengan cara difusi dan pada perbatasan (interface)
perpindahan panas dan massa yang berlangsung terus menerus, sedangkan dalam dehumidifikasi
dilakukan pengembunan (kondensasi) parsial dan uap yang terkondensasi dibuang. Penggunaan
yang paling luas dari proses humidifikasi dan dehumidifikasi menyangkut system udara air.
Contoh paling sederhana adalah pengeringan padatan basah dengan pengurangan jumlah
kandungan air sebagai tujuan utama dan dehumidifikasi aliran gas sebagai efek sampingan.
Pemakaian AC dan pengeringan gas juga menggunakan proses humidifikasi dan dehumidifikasi.
Sebagai contoh kandungan uap air harus dihilangkan dari gas klor basah, sehingga gas ini bias
digunakan pada peralatan baja untuk menghindari korosi. Demikian juga pada proses pembuatan
asam sulfat, gas yang digunakan dikeringkan sebelum masuk ke konventor bertekanan yaitu
dengan jalan melewati pada bahan yang menyerap air (dehydrating agent) seperti silica gel, asam
sulfat pekat, dan lain - lain.
Contoh proses humidifikasi adalah pada menara pendingin, air panas dialirkan
berlawanan arah dengan media pendingin yaitu udara.

Suhu Bola Kering ( T )


Biasanya disebut sebagai suhu udara, merupakan istilah yang umum digunakan. Ketika
orang menyebut suhu udara, biasanya mereka mengacu pada temperatu bola kering. Disebut
suhu bola kering karena dalam mekanisme kerjanya tidak terpengaruh oleh kelembaban udara.
Suhu bola kering dapat diukur dengan menggunakan termometer normal yang terkena udara
bebas, tetapi terlindung dari radiasi dan kelembaban. Satuan suhu yang biasa digunakan adalah
derajat Celcius (C), derajat Fahrenheit (F) dan satuan Kelvin (K). titik Nol pada Kelvin setara
dengan 273C.
Suhu Bola Basah ( Tw )
Suhu bola basah adalah temperatur adiabatik yang jenuh. merupakan suhu yang
ditunjukkan oleh thermometer bola basah yang terkena aliran udara. Diukur menggunakan
thermometer yang terbungkus kain kasa basah. Penguapan adiabatik dari air pada thermometer
dan akibat pendinginan yang ditunjukkan untuk membaca bahwa suhu lebih basah dibanding dari
suhu kering di udara. Tingkat penguapan dari kain kasa yang basah pada thermometer dan
perbedaan antara suhu bola kering dan suhu bola basah tergantung pada kelembaban udara.
Penguapan berkurang ketika udara mengandung uap air lebih banyak. Suhu bola basah selalu
lebih rendah dibanding suhu bola kering, namun akan identik dengan kelembaban relatif 100 %
dimana suhu udara berada pada titik jenuh.
Kelembaban yaitu massa uap yang dibawa oleh satu satuan massa gas bebas uap, karena
itu humidity hanya bergantung pada tekanan bagian uap di dalam campuran bila tekanan total
tetap. Kelembaban (specific humidity) merupakan massa uap air (dalam lb atau kg) per unit
massa udara kering (dalam lb atau kg) (beberapa menggunakan mole uap air per mole udara
kering sebagai penjelasan dari kelembaban).
H = mw / ma
Dimana,
x = humidity (kgwater/kgair, lbwater/lbdry_air)
mw = massa ua air (kg atau lb)
ma = massa udara kering (kg atau lb)

V. Alat dan Bahan


Alat :
1. Seperangkat alat humidifikasi dan dehumidifikasi
2. Termometer ayunan
3. Termometer biasa
4. Kain basah
5. Kompressor
6. Stopwatch

Bahan :
1. Air
2. Udara Tekan
VI. Skema Kerja

a. Humidifikasi Tanpa Pemanasan

Putar tombol switch pada posisi


ON

Putar tombol switch air pressure


pada posisi ON

V1 buka, V2 tutup, V3 tutup,


Atur katupnya
V4 buka, V5 tutup, V6 tutup

Tekan P2 (kompresor) pada Atur V9, dengan perbedaan


posisi ON orifice 50 mbar

Tekan P1 (centrifugal pump)


Catat data
pada posisi On

b. kecepatan
Atur Dehumidifikasi Tanpa
alir 70, 80, 90, Pemanasan Catat data setelah 10 menit tiap
100, 110 L/menit kecepatan alir

V1 tutup, V2 buka, V3 tutup, V4


Atur katup-katupnya
buka, V5 tutup, V6 buka

Atur kecepatan alir 70, 80,


90, 100,
Tekan P2 110 L/menit
(kompresor)

Ubah
Atur perbedaan
perbedaan
Setelah
Catat tekanan
tekanan
10 setelah
data menit, 10 orifice
orifice
catat data
menit
menjadi
sebesar 40
60 mBar
mBar
tiap kecepatan alir
VII. Data Pengamatan :

Humidifikasi tanpa pemanasan

INPUT
H (kg
Cs
water Enthalpy VH
flowrate Td tw P Hp (kj/kg
vapor/ (kJ/kg Hs HR (%) (m3/kg
(L/Min) (oC) (oC) (kPa) (%) dry air
kg dry dry air) dry air)
K)
air)
3,31 0,02 87,3 87,770 0,9179 1,0444
70 0,0210 44 30 55,27152
6 40 57 57 56 8
3,62 0,02 95,6 95,830 0,9208 1,0482
80 0,0230 44 31 60,43976
05 40 77 99 47 4
3,23 0,02 85,2 85,747 0,9114 1,0435
90 0,0205 42 29 53,90238
95 40 77 61 46 4
2,85 0,02 74,8 75,585 0,9078 1,0388
100 0,0180 42 28 47,45148
56 40 77 29 55 4
3,00 0,02 79,0 79,659 0,9150 1,0407
110 0,0190 44 29 50,10328
95 40 37 75 65 2

OUTPUT
flowrate H (kg Td tw Enthalpy P Hs Hp HR (%) VH Cs (kj/kg
water
vapor/ (kJ/kg (m3/kg
(L/Min) (oC) (oC) (kPa) (%) dry air K)
kg dry dry air) dry air)
air)
3,62 0,02 95,6 95,830 0,8801 1,0482
70 30 30 59,8344
0,0230 05 40 77 99 79 4
3,63 0,02 96,0 96,232 0,8803 1,0484
80 30 31 60,09018
0,0231 57 40 92 69 17 28
4,22 0,02 112, 111,80 0,8857 1,0557
90 30 29 70,0656
0,0270 39 40 32 25 05 6
4,22 0,02 112, 111,80 0,8857 1,0557
100 30 28 70,0656
0,0270 39 40 32 25 05 6
4,14 0,02 110, 109,81 0,8850 1,0548
110 30 29 68,7867
0,0265 89 40 24 68 15 2

FLOWRATE VS HUMIDITY
0.0300

0.0250
INPUT
humidity (kg water/kg dry0.0200
air)
OUTPUT
0.0150
115
65

flowrate air (L/menit)

NERACA MASSA
H2o
Flowra H yang
H
te Air outpu terabso
Input
(kg/h) t rb
(kg/h)
0,021 8,3707
4200 0,0230
0 68
0,023 0,4783
4800 0,0231
0 3
0,020 34,977
5400 0,0270
5 85
0,018 53,812
6000 0,0270
0 08
0,019 49,327
6600 0,0265
0 74
FLOWRATE AIR VS ENTHALPY
80

70
INPUT
Enthalpy (kj/kg dry air) 60
OUTPUT
50

40
65 115

flowrate air (L/menit)


FLOWRATE AIR VS H2O TERABSORB
56
46
36
H2O terabsorb (kg/h) 26
16
6
-4
4000 5000 6000 7000

flowrate air (kg/h)

Dehumidifikasi tanpa pemanasan

H (kg
Enthalpy
water VH (m3/kg Cs (kj/kg
input td tw (kJ/kg dry P (kPa) Hs Hp (%) HR (%)
vapor/ kg dry air) dry air K)
air)
dry air)
3,9231 0,024 103,9 103,84 0,8858
40 0,0250 31 29 64,9970 31 04 96 15 56 1,052
30, 4,1488 0,024 110,2 109,81 0,8908 1,054
60 0,0265 32 5 68,8863 8 04 36 68 56 82

H (kg
Enthalpy
outpu water VH (m3/kg Cs (kj/kg
td tw (kJ/kg dry P (kPa) Hs Hp (%) HR (%)
t vapor/ kg dry air) dry air K)
air)
dry air)
4,2238 0,024 112,3 111,80 0,8886 1,055
40 0,027 31 30 70,1164 98 04 16 25 28 76
4,4482 0,024 118,5 117,74 0,8936 1,058
60 0,0285 32 31 74,0095 57 04 56 11 38 58
NERACA MASSA
H2o
Tekan
H yang
an H
outpu terabso
(mBar input
t rb
)
(kg/h)
4,7832
40 0,0250 0,027
96
7,1749
60 0,0265 0,0285
44
100
(Enthalpy)

0,021 (Humid)

44
PRESSURE VS DEHUMIDITY
0.0290
0.0280
0.0270
0.0260 input
dehumidity (kg water vapor/ kg dry air)0.0250
output
0.0240
0.0230
50
0 100

pressure (mBar)

PRESSURE VS ENTHALPY
75

70

65 input
Enthalpy (kJ/kg dry air)
output
60

55
35 40 45 50 55 60 65 70

pressure (mBar
PRESSURE VS H2O TERABSORB
8

6
pressure vs H2O
H2O terabsorb terabsorb
5

3
30 35 40 45 50 55 60 65

tekanan (mbar)

Contoh perhitungan

Diketahui :

Pada input Td = 44C dan Tw= 30C

P= 1 atm = 101,325 KPa

Suhu ruang : 28 C, Dari steam table didapat Pas= 3,778 KPa

1) Humidity (H) didapat dari psychometric chart, H= 0,021


18 Pa
H = 29 (PtotalPa)

18 Pa
0,021 = 29 (101,325 KPaPa)
(2938,425 29Pa) (0,021) = 18 Pa
61,7069 0,609 Pa = 18 Pa
18,609 Pa = 61,7069
Pa = 3,315 Pa
2) Saturasi Humidity (Hs)
18 Pa 18 X 3,778
Hs = 29 (PtotalPa) = 29 (101,3253,778)

= 0,0241 KgH2O / Kg dry air


3) Persen Humidity (Hp)
H
H = 100 x Hs
0,021
H = 100 x 0,0241
H = 87,5 %
4) Relative Humidity (HR)
Pa
H = 100 x Pas

3,315
H = 100 x 3,778
H = 87,74 %
5) Enthalpi (h) didapat dari Psychometric Chart = 100 Kj/Kg dry air
6) Humid Volume (VH)
VH = 2,8 x 10-3 x Td (K) + 4,56x 10-3x Td (K) x H
= (2,8 x 10-3 + 4,56x 10-3x H) x Td (K)
= (2,8 x 10-3 + 4,56x 10-3x (0,021)) x (44+273)
= 0,917 m3/Kg dry air
7) Humid Heat (Cs)
Cs = 1,005 + 1,88 H
= 1,005 + 1,88 (0,021)
= 1,04448 Kj/Kg dry air.K
8) Dew Point (DP) didapat dari Humidity Cart (Geankoplis hal 58) dengan
mengkorelasikan Hp (Percentage Humidity) pada 90% dengan Humidity (0,021 Kg
mol/ Kg dry air) didapatkan Dew Point (DP) = 27,4 C
9) Neraca Massa
H2O yang terserap = flowrate x air x (Humidity output Humidity input)
Liter Kg menit
= 70 menit x 996,52 1000 m3 x 60 hour x (0,0230

0,0210)
= 8,370 Kg/hr

VIII. Pembahasan

Proses humidifikasi, merupakan suatu proses yang dapat menambah kadar air dalam gas.
Dalam prosesnya ada dua cara yaitu dengan pemanasan dan tanpa pemanasan. Arah aliran kedua
proses tersebut berbeda tergantung bagaimana kita dapat mengatur buka tutupnya valve. Pada
proses ini, gas dikontakan dengan air yang berada di dalam labu secara counter current dimana
air mengalir dari atas dan gas/udara menngalir ke atas dari bawah, dengan laju alir sirkulasi air
tertentu sedangkan Proses Dehumidifikasi, yang merupakan proses pengurangan kadar air dalam
gas, sama dengan proses humidifikasi mempunyai dua cara proses, yaitu dengan pemanasan dan
tanpa pemanasan. Kesemuanya itu tergantuk cara mengatur valve yang ada. Pada proses ini, gas
dilewatkan pada sebuah kolom yang didalamnya terdapat zat penyerap (absorbent) dan juga
dengan memperbesar tekanan.
Praktikum yang pertama yaitu humidifikasi tanpa menggunakan pemanasan. Variabel
yang digunakan adalah laju alir 70-110 L/menit selama 10 menit. dengan bertambahnya jumlah
aliran air yang dikontakkan dengan udara proses maka akan meningkatkan kandungan air dalam
udara sampai mencapai kondisi jenuh. Diperoleh data nilai Tw dan Td yang telah diukur pada
sampel tiap variabel. Pada hasil percobaan memiliki nilai tw dan td yang sesuai dengan literatur
yanitu nilai tw selalu lebih kecil dibandingkan dengan nilai td. Setelah memperoleh data lalu
dapat dilakukan perhitungan nilai Humidity (H), saturated humidity (Hs) srta nilai H2O yang
terserap. Lalu dari data tersebut dibandingan dengan laju alirnya dan dibuatkan grafik.

Dari grafik pertama antara laju alir dengan humidity diperoleh grafik yang cenderung
naik dan turun. Meskipun memiliki nilai perbedaan humidity yang sangat kecil pada humidity
output memiliki memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan dengan input hal tersebut
dikarenakan semakin banyaknya kandungan air yang terserap pada udara. Pada grafik kedua
antara laju alir dan entalpi tidak ada perbedaan yang signifikan frafik menunjukkan nilai yang
naik turun .

Selanjutnya yaitu menghitung besar nya H 2O yang terserap. pada flow rate 80 L/min
nilai H2O yang terserap menurun kemudian pada flowrate selanjutnya terjadi peningkatkan
kembali. Menurut literatur dengan bertambahnya besar flowrate maka H2O yang terserap
semakin besar, namun singkat nya waktu kontak antara udara dan air pada kolom dan pembacaan
temperatur yang kurang akurat maka diperoleh nilai pada grafik yang naik turun . sehingga hal
ini tidak sesuai dengan literatur . pada percobaan dehumidifikasi menunjukkan nilai H2O yang
terabsops pun meningkat sesuai dengan meningkatnya nilai tekanan.

IX. kesimpulan

Nilai humidity yang didapatkan mengalami fluktuasi (naik turun) baik pada input
maupun output
Jumlah H2O yang terserap terjadi penurunan pada flowrate 80 L/min selanjutnya
mengalami peningkatan.
Semakin besar nilai flowrate air maka semakin besar pula jumlah H 2O yang terseap
udara.

X. Daftar Pustaka

Geankoplis . 2003. Transport Procces and Separation Procces Principle (Include Unit
Operation) fourth edition
Tim Lab OTK-2. 2016. Petunjuk Praktikum Operasi Teknik Kimia II. Politeknik Negeri
Malang: Malang
Oktari, Dept.2014. Humidifikasi [online] depisatir.blogspot.com/2014/ot/laporan-tetap-
humidifikasi,hmtl?m=1

Malang, 30 Maret 2017

Mengetahui
Dosen Pembimbing