Anda di halaman 1dari 9

EVALUASI LAHAN & KLASIFIKASI KEMAMPUAN LAHAN

PENDAHULUAN
3 makna tanah :
a. Sbg media alami bagi pertumbuhan tanaman
b. Sbg regolith/bahan hancuran iklim yg berasal dari batuan/bahan organik
c. Sbg ruang/tempat di permukaan bumi utk melakukan kegiatan

Penggunaan tanah (land use) : bentuk intervensi manusia thd lahan dlm
rangka pemenuhan
kebutuhan hidup (material/spiritual)

Kelompok penggunaan lahan :


A. Penggunaan lahan pertanian
B. Penggunaan lahan bukan pertanian

Tipe penggunaan lahan pertanian :


1. Ladang
2. Sawah gogo rancah
3. Sawah tadah hujan
4. Sawah beririgasi :
- Sekali setahun, tidak intensif
- Dua kali setahun, intensif
5. Perkebunan rakyat :
- Intensif
- Tidak intensif
6. Tanaman semusim campuran, lahan kering permanen :
- Intensif
- Tidak intensif
7. Perkebunan besar :
- Intensif
- Tidak intensif
8. Hutan produksi alami

EVALUASI LAHAN
Merupakan proses penilaian keragaan/kriteria lahan jika digunakan utk
tujuan tertentu

Meliputi :
- Pelaksanaan
- Interpretasi survey & studi bentuk lahan, tanah, vegetasi, iklim, dll.

Kerangka dasar : membandingkan persyaratan yg diperlukan dgn


sifat/kualitas lahan yg akan digunakan

Pendekatan evaluasi lahan sehubungan dgn parameter sosial ekonomi :


a. Evaluasi kualitatif
- Mengelompokkan lahan ke dlm kategori berdasarkan perbandingan
relatif kualitas lahan
- Tidak dilakukan perhitungan biaya & pendapatan secara rinci

b. Evaluasi kuantitatif
- Evaluasi dlm term ekonomi berupa : input, output, BCR, pendapatan
bersih
- Diperlukan utk studi kelayakan

Evaluasi kualitatif lahan :


A. Klasifikasi kemampuan lahan bersifat spesifik utk suatu
tanaman/penggunaan
- Kesesuaian lahan utk tanaman semusim, tahunan, padi
- Kesesuaian lahan utk irigasi
B. Klasifikasi kesesuaian lahan

Pendekatan evaluasi lahan menurut FAO :


A. Pendekatan 2 tahap
o Tahap 1 : evaluasi lahan secara kualitatif
Tahap 2 : analisis ekonomi & sosial (kadang tdk diperlukan)
o Digunakan utk inventarisasi sumber daya utk kepentingan
perencanaan yg luas

B. Pendekatan paralel
o Analisis ekonomi dilakukan bersamaan dgn analisis sifat fisik &
lingkungan dri lahan
o Hasil pendekatan memberi petunjuk ttg modifikasi penggunaan
lahan

o Utk pertanian modifikasi berupa :


- Pemilihan jenis tanaman
- Estimasi modal & tenaga kerja
- Penentuan besar lahan yg optimum

o Utk kehutanan modifikasi berupa :


- Pemilihan spesies
- Pemilihan waktu tanam
- Penjarangan/penebangan
- Usaha melindungi kerusakan & hasil hutan

Konsep dasar dlm evaluasi lahan :


A. Penggunaan lahan
o Penggunaan secara umum :
- Pertanian tadah hujan
- Pertanian beririgasi
- Padang rumput
- Kehutanan
- Wisata alam

o Tipe penggunaan lahan : penggunaan lahan yg diuraikan terperinci


sesuai syarat
teknis menyangkut masukan yg diperlukan &
keluaran yg diharapkan

o Tipe penggunaan lahan :


Lahan ganda
Terdiri atas lebih dari satu jenis penggunaan yg diusahakan
serentak pd areal yg sama
Contoh : perkebunan apel yg juga berfungsi sbg daerah
rekreasi

Lahan majemuk
Terdiri atas lebih dari satu jenis penggunaan (ditanam
rotasi/serentak) yg diusahakan di areal yg berbeda & dikelola
pihak yg sama
Contoh : perusahaan besar mengelola sebagian blok utk
tanaman karet dan blok lain utk kelapa sawit

B. Kualitas lahan, karakteristik lahan, & kriteria penciri


i. Kualitas lahan
o Adalah sifat yg kompleks dari suatu bidang lahan
o Menurut Beek, kualitas lahan (KL) terdiri dari :
Ekologi : sifatnya mempengaruhi pertumbuhan
tanaman/hewan
Pengelolaan : sifatnya mempengaruhi pengelolaan
usaha pertanian
Konservasi : sifatnya mempengaruhi degradasi lahan
Perbaikan : sifatnya memungkinkan merubah kondisi

ii. Karakteristik lahan


o Merupakan sifat lahan yg dpt diukur/diduga
o Menurut FAO, terdiri dari :
Karakteristik tunggal :
- Total curah hujan
- Kedalaman tanah
- Lereng
Karakteristik majemuk
- Permeabilitas tanah
- Drainase
- Kapasitas tanah menahan air

iii. Kriteria penciri


o Variabel yg telah diketahui mempunyai pengaruh nyata thd
masukan-keluaran yg diperlukan utk penggunaan tertentu
o Digunakan sbg dasar utk menafsirkan kesesuaian lahan utk jenis
penggunaan tertentu
o Contoh :
Kualitas ketersediaan oksigen di daerah perakaran tanaman
diestimasi dari sering/tidaknya tergenang air yg dicerminkan
oleh kelas drainase
Kualitas lahan ketersediaan air dihitung dri curah hujan,
evapotranspirasi, ketersediaan air irigasi, dsb.

iv. Syarat penggunaan lahan & sifat pembatas


o Syarat penggunaan lahan : pengelompokan kualitas lahan yg
menentukan
produksi & pengelolaan suatu jenis
penggunaan lahan
o Sifat pembatas : kualitas lahan yg punya pengaruh merugikan
bagi suatu jenis
penggunaan lahan

v. Perbaikan lahan
o Merupakan kegiatan yg dapat mengakibatkan perubahan yg
menguntungkan thd kualitas lahan
o Terdiri atas :
Perbaikan besar permanen, perlu investasi tinggi
Contoh :
- Pembuatan jaringan irigasi
- Pembuatan saluran drainase di daerah rawa

Perbaikan kecil pengaruhnya kecil/tidak permanen &


dilakukan petani
Contoh :
- Perbaikan pematang sawah
- Pemindahan batu-batuan di permukaan
- Pemberantasan gulma

C. Persyaratan penggunaan lahan/tumbuh tanaman


o Persyaratan penggunaan lahan : perangkat kualitas lahan yg
dibutuhkan agar tipe
penggunaan lahan yg spesifik dpt
berfungsi baik
o Persyaratan penggunaan lahan dpt berupa :
- Ekologis
- Pengelolaan
- Konservasi
- Perbaikan

o Persyaratan tumbuh tanaman : persyaratan agar jenis komoditas


dapat hidup &
berproduksi
o Persyaratan tumbuh tanaman dpt berupa :
- Energi radiasi - Drainase
- Suhu - Tekstur
- Lengas - Struktur & konsistensi tanah
- Oksigen - Kedalaman efektif tanah
- Hara
KLASIFIKASI KESESUAIAN LAHAN
Kesesuaian lahan : kecocokan lahan utk penggunaan tertentu/komoditas
spesifik
Ditinjau dari sifat fisik lingkungan yg terdiri atas :
- Iklim
- Tanah
- Topografi
- Hidrologi
- Drainase

A. Struktur klasifikasi kesesuaian lahan FAO


o Menyangkut perbandingan antara kualitas lahan dgn persyaratan
penggunaan lahan
o 4 kategori struktur klasifikasi :
i. Ordo kesesuaian secara umum
ii. Kelas kesesuaian dlm ordo
iii. Subkelas tingkatan dlm kelas didasarkan pada jenis
pembatas/macam perbaikan
iv. Satuan tingkatan dlm subkelas didasarkan pada perbedaan kecil
yg berpengaruh pada pengelolaan

o ORDO :
Sesuai (S)
Dapat digunakan utk penggunaan tertentu secara lestari
Tanpa/sedikit resiko kerusakan thd sumber daya lahannya
Keuntungan > masukan yg diberikan

Tidak sesuai (N)


Ada pembatas sehingga mencegah penggunaan secara lestari
Bisa karena secara teknis tdk bisa dilaksanakan

o KELAS :
Sangat sesuai (S1)
Lahan tdk punya pembatas yg berat utk penggunaan secara
lestari
Pembatas tidak berpengaruh nyata thd produksi & tidak
menyebabkan kenaikan masukan yg diberikan

Cukup sesuai (S2)


Lahan punya pembatas agak berat utk mempertahankan tingkat
pengelolaan
Pembatas mengurangi produktivitas & keuntungan serta
meningkatkan masukan yg diberikan

Sesuai marginal (S3)


Lahan punya pembatas sangat berat
Pembatas mengurangi produktivitas & keuntungan
Perlu ditingkatkan masukan yg diberikan

Tidak sesuai saat ini (N1)


Lahan punya pembatas lebih berat
Masih mungkin diatasi tetapi tdk dapat diperbaiki saat ini dgn
biaya yg rasional
Pembatas menghalangi penggunaan lahan yg lestari utk jangka
panjang

Tidak sesuai selamanya/permanen (N2)


Lahan punya pembatas sangat berat
Tidak mungkin digunakan bagi penggunaan yg lestari

o SUBKELAS :
S1 : tidak ada pembatas
S2 : subkelas diletakkan setelah kelas
Contoh :
- S2n lahan cukup sesuai dengan pembatas n (ketersediaan hara)
- S2tn jika pembatas lebih dari satu, yaitu t (lereng) & n
(ketersediaan hara)

o SATUAN :
Didasarkan atas besar faktor pembatas
Jumlah satuan dlm subkelas tdk dibatasi
Contoh : S2n-1, S2n-2

o Kesesuaian bersyarat :
Dilakukan pada hal tertentu utk menyingkat/menyederhanakan
penyajian
Merupakan fase dari ordo Sesuai
Contoh : Sc-2

B. Prosedur evaluasi lahan


o Suatu daerah yg dievaluasi harus dibagi ke beberapa satuan peta lahan
(SPL) dgn karakteristik tertentu
o Jenis SPL :
1. SPL Tunggal berisi hanya 1 jenis lahan
2. SPL Majemuk berisi lebih dari 1 jenis lahan
o Satuan evaluasi lahan (SEL) : satuan yg menawarkan kemungkinan yg
sama utk tipe
penggunaan lahan yg spesifik
o SEL dilakukan setelah SPL

C. Ragam klasifikasi kesesuaian lahan FAO


o 4 macam klasifikasi kesesuaian lahan :
i. Kesesuaian lahan yg bersifat kualitatif
Dilakukan tanpa perhitungan biaya & pendapatan yg teliti
Utk survey skala 1:250.000 penilaian umum dri suatu daerah
yg luas

ii. Kesesuaian lahan yg bersifat kuantitatif


Utk penggunaan tertentu yg didasarkan atas faktor fisik &
pertimbangan ekonomi

iii. Kesesuaian lahan aktual


Kesesuaian lahan saat ini/alami
iv. Kesesuaian lahan potensial
Kesesuaian thd penggunaan lahan yg ditentukan dari satuan
lahan dlm keadaan yg akan dicapai
Dilakukan setelah diadakan usaha perbaikan tertentu thd
faktor pembatas
KEGIATAN EVALUASI LAHAN

1. Konsulasi pendahuluan
- Tujuan
- Data & asumsi
- Perencanaan evaluasi
2. Macam penggunaan lahan
- Penggunaan lahan utama persyaratan penggunaan lahan &
- Tipe penggunaan lahan kendala
3. Satuan peta lahan kualitas lahan
4. Perbandingan
- Matching
- Analisis ekonomi & sosial
- Analisis dampak lingkungan
5. Klasifikasi kesesuaian lahan
6. Penyajian hasil