Anda di halaman 1dari 29

LAPORAN PRAKTIKUM

PINDAH PANAS

PENGENALAN ALAT UKUR TERMAL

Oleh :
Arief Bayu Murti
NIM : A1C015056

KEMENTERIAN RISET, TEKNOOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2016
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pindah panas adalah salah satu dari disiplin ilmu teknik termal yang

mempelajari cara menghasilkan panas, menggunakan panas, mengubah panas dan

menukarkan panas diantara sistem fisik. Perpindahan panas diklasifikasikan

menjadi konduktivitas termal, konveksi termal, radiasi termal, dan perpindahan

panas melalui perubahan fase.

Konduksi termal adalah pertukaran mikroskopis langsung dari nergi kinetik

partikel melalui batas antara dua sistem. Ketika suatu objek memilki temperatur

yang berbeda dari benda atau lingkungan di sekitarnya, panas mengalir sehingga

keduanya memiliki temperatur yang sama pada suatu titik kesetimbagan termal.

Perpindahan panas secara spontan terjadi dari tempat bertemperatur tinggi ke

tempat bertemperatur rendah, seperti yang djelaskan oleh hukum kedua

termodinamika.

Konveksi terjadi ketika aliran bahan curah atau fluida (gas atau cairan)

membawa panas bersama dengan aliran materi. Aliran fluida dapat terjadi karena

proses eksternal, seperti gravitasi atau gaya apung akibat energi panas

mengembangkan volume fluida. Konveksi pakas terjadi ketika fluida dipakasa

mengalir menggunakan pompa, kipas, atau cara mekanis lainnya.

Guna mengetahui besaran pindah panas yang terjadi, diperlukan alat ukur

terma yang utama yaitu termometer. Termometer adalah alat yang digunakan

untuk mengukur suhu (temperatur), ataupun perubahan suhu. Istilah termometer


berasal dari bahasa latin thermo yang berarti panas dan meter yang berarti untuk

mengukur. Termometer yang paling umum digunakan adalah thermometer air

raksa.

Macam macam thermometer menurut cara kerjanya :

a. Termometer Raksa
b. Termometer Alkohol
c. Teromokopel
d. Termometer Inframerah
e. Termometer Galileo
f. Termisor
g. Thermometer Bimetal Mekanik

B. Tujuan

Tujuan dari praktikum ini diantaranya adalah :

1. Mengetahui jenis-jenis alat ukur suhu (termometer)

2. Mengetahui cara kerja jenis-jenis termometer

3. Mengetahui hasil pengukuran masing-masing termometer


II. TINJAUAN PUSTAKA

Perpindahan panas adalah salah satu dari disiplin ilmu teknik termal yang

mempelajari cara menghasilkan panas, menggunakan panas, mengubah panas,

dan menukarkan panas di antarasistem fisik. Perpindahan panas diklasifikasikan

menjadi konduktivitas termal, konveksi termal, radiasi termal, dan perpindahan

panas melalui perubahan fasa.

Konduksi termal adalah pertukaran mikroskopis langsung dari nergi kinetik

partikel melalui batas antara dua sistem. Ketika suatu objek memilki temperatur

yang berbeda dari benda atau lingkungan di sekitarnya, panas mengalir sehingga

keduanya memiliki temperatur yang sama pada suatu titik kesetimbagan termal.

Perpindahan panas secara spontan terjadi dari tempat bertemperatur tinggi ke

tempat bertemperatur rendah, seperti yang djelaskan oleh hukum kedua

termodinamika.

Konveksi terjadi ketika aliran bahan curah atau fluida (gas atau cairan)

membawa panas bersama dengan aliran materi. Aliran fluida dapat terjadi karena

proses eksternal, seperti gravitasi atau gaya apung akibat energi panas

mengembangkan volume fluida. Konveksi pakas terjadi ketika fluida dipakasa

mengalir menggunakan pompa, kipas, atau cara mekanis lainnya.

Radiasi termal terjadi melalui ruang vakum atau medium transparan. Energi

ditransfer melalui foton dalam gelombang elektromagnetik.

Guna untuk mengetahui besaran pindah panas yang terjadi, diperlakukan

alat ukur termal yang utama yaitu: termometer adalah alat yang digunakan untuk
mengukur suhu (tempertaur), ataupun perubahan suhu. Istilah thermometer berasl

dari bahasa Latin thermos yang berarti panas dan meter yang berarti untuk

mengukur. Prinsip kerja termometer ada bermacam-macam, yang paling umum

digunakan adalah thermometer air raksa.

Termometer adalah alat untuk mengukur panas atau suhu. Pada umumnya,

termometer terbuat dari tabung kaca yang diisi zat cair termometrik. Termometer

berasal dari bahasa Latin thermo, yang artinya panas, dan meter, yang artinya

untuk mengukur. Zat cair termometrik adalah zat cair yang mudah mengalami

perubahan fisis jika dipanaskan atau didinginkan, misalnya air raksa dan alkohol.

Perbedaan antara Termometer Alkohol dan Termometer raksa

a. Raksa memiliki raksa dalam bola sebagai cairan sensitif temperatur, dan

termometer alkohol, itu adalah alkohol.

b. Karena alkohol tidak beracun, termometer alkohol jauh lebih aman untuk

digunakan daripada termometer raksa.

c. Termometer Alkohol dapat digunakan untuk mengukur suhu yang sangat

rendah. Karena raksa memiliki titik didih lebih tinggi dari alkohol,

termometer raksa dapat digunakan untuk mengukur suhu tinggi.

Jenis thermometer

Ada bermacam-macam thermometer menurut cara kerjanya :

1. Termometer raksa

2. Termometer alcohol

3. Termokopel

4. Termometer inframerah
5. Termometer Galileo

6. Termistor

7. Termometer Bimetal Mekanik

8. Sensor suhu badgap silicon

Termokopel merupakan salah satu jenis termometer yang banyak digunakan

dalam laboratorium teknik. Dimana termokopel berupa sambungan ( junction )

dua jenis logam atau logam campuran, yang salah satu sambungan logam tadi

diberi perlakuan suhu yang berbeda dengan sambungan lainnya.

Sambungan logam pada termokopel terdiri dari dua sambungan, yaitu:

a. Reference Junction ( Cold Junction ) ,merupakan sambungan acuan yang

suhunya dijaga konstan dan biasanya diberi suhu yang dingin ( 0oC ).

b. Measuring Junction ( Hot Junction ), merupakan sambungan yang dipakai

untuk mengukur suhu atau disebut juga sambungan panas.

Suhu menunjukkan derajat panas benda. Mudahnya, semakin tinggi suhu

suatu benda, semakin panas benda tersebut. Secara mikroskopis, suhu

menunjukkan energi yang dimiliki oleh suatu benda. Setiap atom dalam suatu

benda masing-masing bergerak, baik itu dalam bentuk perpindahan maupun

gerakan di tempat berupa getaran. Makin tingginya energi atom-atom penyusun

benda, makin tinggi suhu benda tersebut.

Termokopel (Thermocouple) adalah jenis sensor suhu yang digunakan

untuk mendeteksi atau mengukur suhu melalui dua jenis logam konduktor berbeda

yang digabung pada ujungnya sehingga menimbulkan efek Thermo-electric.

Efek Thermo-electric pada Termokopel ini ditemukan oleh seorang fisikawan


Estonia bernama Thomas Johann Seebeck pada Tahun 1821, dimana sebuah

logam konduktor yang diberi perbedaan panas secara gradient akan menghasilkan

tegangan listrik. Perbedaan Tegangan listrik diantara dua persimpangan (junction)

ini dinamakan dengan Efek Seeback.

Termokopel merupakan salah satu jenis sensor suhu yang paling populer dan

sering digunakan dalam berbagai rangkaian ataupun peralatan listrik dan

Elektronika yang berkaitan dengan Suhu (Temperature). Beberapa kelebihan

Termokopel yang membuatnya menjadi populer adalah responnya yang cepat

terhadap perubahaan suhu dan juga rentang suhu operasionalnya yang luas yaitu

berkisar diantara -200C hingga 2000C. Selain respon yang cepat dan rentang

suhu yang luas, Termokopel juga tahan terhadap goncangan/getaran dan mudah

digunakan.

Prinsip kerja Termokopel cukup mudah dan sederhana. Pada dasarnya

Termokopel hanya terdiri dari dua kawat logam konduktor yang berbeda jenis dan

digabungkan ujungnya. Satu jenis logam konduktor yang terdapat pada

Termokopel akan berfungsi sebagai referensi dengan suhu konstan (tetap)

sedangkan yang satunya lagi sebagai logam konduktor yang mendeteksi suhu

panas.

Untuk lebih jelas mengenai Prinsip Kerja Termokopel, mari kita melihat

gambar dibawah ini


Gambar 1. Termokopel

www.teknikelektronika.com

Berdasarkan Gambar diatas, ketika kedua persimpangan atau Junction

memiliki suhu yang sama, maka beda potensial atau tegangan listrik yang melalui

dua persimpangan tersebut adalah NOL atau V1 = V2. Akan tetapi, ketika

persimpangan yang terhubung dalam rangkaian diberikan suhu panas atau

dihubungkan ke obyek pengukuran, maka akan terjadi perbedaan suhu diantara

dua persimpangan tersebut yang kemudian menghasilkan tegangan listrik yang

nilainya sebanding dengan suhu panas yang diterimanya atau V1 V2. Tegangan

Listrik yang ditimbulkan ini pada umumnya sekitar 1 V 70V pada tiap derajat

Celcius.

Konduksi adalah perpindahan kalor melalui zat penghantar tanpa disertai

perpindahan bagian-bagian zat itu. Perpindahan kalor dengan cara konduksi pada

umumnya terjadi pada zat padat. Suatu zat dapat menghantar kalor disebut

konduktor, seperti berbagai jenis logam. Sedangkan zat penghantar kalor yang

buruk disebut isolator, pada umumnya benda-benda non logam. Contoh konduksi

adalah memanaskan batang besi di atas nyala api. Apabila salah satu ujung besi
dipanaskan, kemudian ujung yang lain dipegang, maka semakin lama ujung yang

dipegang semakin panas. Hal ini menunjukkan bahwa kalor atau panas berpindah

dari ujung besi yang dipanaskan ke ujung besi yang dipegang.

Konduksi
Gambar 2. Konduksi

www.teknikelektronika.com
konveksi adalah perpindahan kalor melalui zat penghantar yang disertai

dengan perpindahan bagian-bagian zat itu. Pada umumnya zat penghantar yang

dipakai berupa zat cair dan gas. Kalor berpindah karena adanya aliran zat yang

dipanaskan akibat adanya perbedaan massa jenis (berat jenis). Massa jenis bagian

yang dipanaskan lebih kecil daripada massa jenis bagian zat yang tidak

dipanaskan. Contoh konveksi adalah memanaskan air dalam panci hingga

mendidih. Peristiwa sehari-hari yang berhubungan dengan konveksi kalor adalah

terjadinya angin darat dan angin kalor.

Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa memerlukan zat perantara. Pancaran

kalor hanya terjadi dalam gas atau ruang hampa, misalnya penghantaran panas

matahari ke bumi melalui ruang hampa udara. Alat yang digunakan untuk

mengetahui adanya pancaran kalor yang dinamakan termoskop. Termoskop

diferensial dipakai untuk menyelidiki sifat pancaran berbagai permukaan. Contoh

radiasi adalah perpindahan panas dari cahaya matahari ke bumi. Radiasi kalor
juga dapat terjadi pada lampu pijar listrik yang sedang menyala dan api unggun

yang sedang menyala. Pada saat kita berada di sekitar api unggun yang sedang

menyala, tubuh kita terasa hangat karena adanya radiasi kalor yang dipancarkan

oleh api unggun. (Anonim, 2015)

Radiasi adalah perpindahan kalor melalui gelombang dari suatu zat ke zat

yang lain. Semua benda memancarkan kalor. Keadaan ini baru terbukti setelah

suhu meningkat. Pada hakekatnya proses perpindahan kalor radiasi terjadi dengan

perantaraan foton dan juga gelombang elektromagnet. Terdapat dua teori yang

berbeda untuk menerangkan bagaimana proses radiasi itu terjadi. Semua bahan

pada suhu mutlak tertentu akan menyinari sejumlah energi kalor tertentu. Semakin

tinggi suhu bahan tadi maka semakin tinggi pula energy kalor yang disinarkan

(Masyithah dan Haryanto, 2006).

Suatu material bahan yang mempunyai gradient, maka kalor akan mengalir

tanpa disertai oleh suatu gerakan zat. Aliran kalor seperti ini disebut konduksi atau

hantaran. Konduksi thermal pada logam - logam padat terjadi akibat gerakan

elektron yang terikat dan konduksi thermal mempunyai hubungan dengan

konduktivitas listrik. Pemanasan pada logam berarti pengaktifan gerakan molekul,

sedangkan pendinginan berarti pengurangan gerakan molekul Laju perpindahan

panas secara konduksi pada silinder mempunyai perbedaan dengan laju

perpindahan panas secara konduksi pada plat /balok, karena beda persamaan luas

bidang permukaan (Hartono, 2008).


III. METODOLOGI
A. Alat dan Bahan
1. Termometer Air Raksa
2. Termometer Alkohol
3. Termokopel
4. Termometer Inframerah

5. Hibrid Recorder

B. Prosedur Kerja
1. Siapkan alat dan bahan untuk praktikum ( termometer alkohol,

panci, kompor dan air ).


2. Letakkan panci yang sudah diisi air diatas kompor.
3. Nyalakan kompor dan atur api menjadi sedang.
4. Masukkan termometer alkohol kedalam panci tersebut hingga

mengenai air namun jangan sampai mengenai panci.


5. Amati setiap 3 menit sampai 15 menit kemudian menulis suhu per

setiap 3 menit kedalam tabel.

No Waktu (menit) Suhu (C) Termometer B Suhu (C) Termometer B)

6
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

waktu Suhu (oC) Suhu (oC)


No
(menit) Temperatur A Temperatur B
1 0 32 26

2 3 66 25

3 6 92 25

4 9 98 25

5 12 98 25

6 15 98 25

Data Kelompok 5 dan 6


150

100
Suhu Termometer A
Suhu (oC)
Suhu Termometer B
50

0
0 2 4 6 8 10 12 14 16
Waktu (menit)

Grafik 1. Data Kelompok 5 dan 6

Tabel 2. Data Kelompok 7 dan 8


waktu Suhu (oC) Suhu (oC)
No
(menit) Temperatur A Temperatur B
1 0 25 27

2 3 70 26

3 6 88 25,5

4 9 90 25,5

5 12 92 25,5

6 15 92 25,5

Data Kelompok 7 dan 8


100
80
60 Suhu Termometer A
Suhu (oC) 40 Suhu Termometer B

20
0
0 2 4 6 8 10 12 14 16
Waktu (menit)

Grafik 2. Data Kelompok 7 dan 8

1. Termokopel dan Hybrid Recorder


Gambar1. Termokopel dan Hybrid Recorder

Prinsip Kerja : Jika sebuah batang logam dipanaskan pada salah

satu ujungnya maka pada ujung tersebut electron-elektron dalam

logam akan bergerak semakin aktif dan akan menempati ruang

yang semakin luas.

2. Pyranometer

Untuk mengukur radiasi matahari yang jatuh pada permukaan horizontal.

Cara Kerja : dipasang pada suatu permukaan bidang kemudian dengan adanya

hantaman cahaya tepat pada piranometer sensor, maka akan diteruskan pada

tampilan computer dalam bentuk simpangan besarnya fluks yang diberikan

cahaya tersebut.
Gambar2. Pyranometer

3. Termometer

Untuk mengukur suhu.


Cara Kerja : Termometer diletakkan di luar ruangan dan bisa

diletakkan pad tubuh yang akan diukur suhunya. Maka

thermometer akan menukur suhu tersebut.


Gambar3. Termometer

B. Pembahasan

Macam-macam thermometer banyak sekali, diantaranya adalah :

1. Termometer Inframerah

Termometer Inframerah menawarkan kemampuan untuk mendeteksi

temperatur secara optik selama objek diamati, radiasi energi sinar infra merah

diukur, dan disajikan sebagai suhu.

Termometer inframerah mengukur suhu menggunakan radiasi kotak

hitam (biasanya infra merah) yang dipancarkan objek. Kadang disebut

termometer laser jika menggunakan laser untuk membantu pekerjaan


pengukuran, atau termometer tanpa sentuhan untuk menggambarkan

kemampuan alat mengukur suhu dari jarak jauh. Dengan mengetahui jumlah

energi infra merah yang dipancarkan oleh objek dan emisinya temperatur objek

dapat dibedakan.

Termometer Inframerah mengukur suhu menggunakan radiasi kotak hitam

(biasanya infra merah) yang dipancarkan objek. Kadang disebut termometer

laser jika menggunakan laser untuk membantu pekerjaan pengukuran, atau

termometer tanpa sentuhan untuk menggambarkan kemampuan alat mengukur

suhu dari jarak jauh. Dengan mengetahui jumlah energi infra merah yang

dipancarkan oleh objek dan emisi nya, Temperatur objek dapat dibedakan.

Desain utama terdiri dari lensa pemfokus energi infra merah pada detektor,

yang mengubah energi menjadi sinyal elektrik yang bisa ditunjukkan dalam

unit temperatur setelah disesuaikan dengan variasi temperatur lingkungan.

Konfigurasi fasilitas pengukur suhu ini bekerja dari jarak jauh tanpa menyentuh

objek. Dengan demikian, termometer infra merah berguna mengukur suhu pada

keadaan dimana termokopel atau sensor tipe lainnya tidak dapat digunakan atau

tidak menghasilkan suhu yang akurat untuk beberapa keperluan.


Gambar4. Termometer Inframerah

2. Termokopel

Termokopel merupakan temometer yang menggunakan bahan bimetal

sebagai alat pokoknya. Ketika terkena panas maka bimetal akan bengkok ke

arah yang koefesienya lebih kecil. Pemuaian ini kemudian dihubungkan

dengan jarum dan menunjukkan angka tertentu.

Gambar5. Termokopel
Prinsip kerja dari termokopel adalah, adanya perbedaan panas secara

gradien akan menghasilkan tegangan listrik, hal ini disebut sebagai efek

termoelektrik. Untuk mengukur perubahan panas ini gabungan dua macam

konduktor sekaligus sering dipakai pada ujung benda panas yang diukur.

Konduktor tambahan ini kemudian akan mengalami gradiasi suhu, dan

mengalami perubahan tegangan secara berkebalikan dengan perbedaan

temperatur benda.

Menggunakan logam yang berbeda untuk melengkapi sirkuit akan

menghasilkan tegangan yang berbeda, meninggalkan perbedaan kecil tegangan

memungkinkan kita melakukan pengukuran, yang bertambah sesuai

temperatur. Perbedaan ini umumnya berkisar antara 1 hingga 70 microvolt tiap

derajad celcius untuk kisaran yang dihasilkan kombinasi logam modern.

Beberapa kombinasi menjadi populer sebagai standar industri, dilihat dari

biaya, ketersediaanya, kemudahan, titik lebur, kemampuan kimia, stabilitas,

dan hasil. Sangat penting diingat bahwa termokopel mengukur perbedaan

temperatur di antara 2 titik, bukan temperatur absolut.

3. Termometer Alkohol

Termometer alkohol adalah termometer cairan yang menggunakan alkohol

sebagai pengisinya. Alkohol lebih peka daripada air raksa sehingga ketika

memuai, perubahan volumenya lebih terlihat jelas. Termometer alkohol disebut


juga termometer minimum karena mampu mengukur suhu yang sangat rendah.

Untuk menghindari gaya gravitasi bumi, termometer minimum diletakkan

mendatar. Apabila suhu dingin, cairan alkohol akan bergerak ke kiri dan

membawa indeks penunjuk berwarna. Sebaliknya, apabila suhu naik, indeks

penunjuk berwarna akan tetap berada di posisinya walaupun cairan alkohol

mengembang dan bergerak ke kanan.

Gambar6. Termometer Alkohol

4. Termometer Galileo

Termometer galileo (Galilean Thermometer) atau thermoscope

merupakan termometer yang ditemukan oleh Galileo Galilei pada awal abad

ke-16 . Termometer terbuat dari tabung gelas tertutup berisikan cairan. Di

dalam cairan tersebut ada beberapa gelembung-gelembung kaca. Pada

gelembung tersebut digantungkan logam yang massanya sedikit berbeda satu

sama lain berbentuk seperti koin dengan ada angka-angka tempratur yang
berbeda pada setiap koin. Pada gelembung itu juga diisi dengan cairan yang

bermacam-macam sehingga massa jenis rata-rata dari tiap beban berbeda-beda.

Gambar7. Termometer galileo

Prinsip cara kerjanya adalah dengan perubahan massa jenis larutan yang

diakibatkan oleh adanya perbedaan suhu. Misalnya air jika suhunya meningkat

dari tempratur 4oC maka akan menurunkan massa jenis air tersebut.

Misalnya pada suhu tertentu air mempunyai massa jenis 1 kg/L dan beban

dimasukkan pada air dengan massa jenis rata-rata beban sama dengan massa

jenis air maka beban tersebut akan melayang . Tatapi apabila suhu air ini

meningkat sedikit saja akan berakibat pada perubahan massa jenis misalkan

1.001kg/L maka beban dengan otomatis akan mengapung . Begitu juga


sebaliknya, apabila massa jenis larutan turun sedikit saja beban akan tenggelam

dengan sendirinya.

Untuk membacanya, kita perhatikan gelembungnya, apabila ada

gelembung yang melayang sehingga terpisah dari gelembung yang lain, maka

gelembung itulah yang menunjukkan suhu yang sedang diuukur. Contohnya

seperti gambar paling kiri, ada gelembung yang melayang terpisah dari

gelembung lain yaitu gelembung 76oF, maka suhu yang diuukur adalah 76oF.

Tetapi bila hanya terdapat gelembung yang mengapung dan tenggelam

tidak ada gelembung yang melayang seperti gambar di sebelahnya, maka suhu

yang diukur berada dalam kisaran 68oF-72oF atau dapat kita ambil rata-ratanya

yaitu 70oF.

5. Termometer Bimetal Mekanik

Termometer bimetal mekanik adalah sebuah termometer yang terbuat dari

dau buah kepingan logam yang memiliki koefisien muai berbeda yang dikeling

(dipelat) menjadi satu. Kata bimetal sendiri memiliki arti yaitu be berarti dua

sedangkan kata metal berarti logam, sehingga bimetal berarti dua logam.
Gambar8. Termometer Bimetal Mekanik

Termometer bimetal mekanik adalah sebuah termometer yang terbuat dari

dua buah kepingan logam yang memiliki koefisien muai berbeda yang dikeling

(dipelat) menjadi satu. Kata bimetal sendiri memiliki arti yaitu bi berarti dua

sedangkan kata metal berarti logam, sehingga bimetal berarti dua logam.

Keping Bimetal sengaja dibuat memiliki dua buah keping logam karena

kepingan ini dapat melengkung jika terjadi perubahan suhu.

Prinsipnya, apabila suhu berubah menjadi tinggi, keping bimetal akan

melengkung ke arah logam yang keoefisien muainya lebih rendah, sedangkan

jika suhu menjadi rendah, keping bimetal akan melengkung ke arah logam

yang keofisien muainya lebih tinggi. Logam dengan koefisien muai lebih besar

(tinggi) akan lebih cepat memanjang sehingga kepingan akan membengkok

(melengkung) sebab logam yang satunya lagi tidak ikut memanjang. Biasanya
keping bimetal ini terbuat dari logam yang koefisien muainya jauh berbeda,

seperti besi dan tembaga. Pada termometer, keping bimetal dapat difungsikan

sebagai penunjuk arah karena jika kepingan menerima rangsangan berupa suhu,

maka keping akan langsung melengkung karena pemuaian panjang pada logam.

Hasil Pengukuran suhu temperatur B menggunakan termometer ruangan

oleh kelompok 5 dan 6 diperoleh 26, 25, 25, 25, 25, dan 25 dalam C. Oleh

kelompok 7 dan 8 diperoleh 27, 26, 25,5, 25,5, 25,5, dan 25,5 dalam C.

Tabel 1. Data Kelompok 5 dan 6

waktu Suhu (oC) Suhu (oC)


No
(menit) Temperatur A Temperatur B
1 0 32 26

2 3 66 25

3 6 92 25

4 9 98 25

5 12 98 25

6 15 98 25

Data Kelompok 5 dan 6


150

100
Suhu Termometer A
Suhu (oC)
Suhu Termometer B
50

0
0 2 4 6 8 10 12 14 16
Waktu (menit)
Grafik 1. Data Kelompok 5 dan 6

Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai pengukuran suhu air dan suhu

lingkungan yang diperoleh pada praktikum adalah besar kalor yang dihasilkan,

tingkat keakurasian termometer yang digunakan, kondisi atau keadaan air dan

lingkungan pada saat pengukuran dan luas daerah yang dihitung.

Kendala yang dialami pada saat praktikum :

1. Saat pengukuran suhu di luar ruangan, banyak praktikan yang berkerumun

didekat alat pengukuran sehingga menyebabkan hasil pengukuran suhu

kurang akurat.

2. Saat pengukuran suhu di luar ruangan, penerangan menggunakan senter

handphone, sehingga menyebabkan pengukuran suhu tidak akurat.

3. Saat praktikum di dalam ruangan, suasana tidak kondusif karena praktikan

kurang disiplin.
V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. Perpindahan panas adalah salah satu dari disiplin ilmu teknik termal yang

mempelajari cara menghasilkan panas, menggunakan panas, mengubah

panas, dan menukarkan panas di antarasistem fisik.


2. Perpindahan panas diklasifikasikan menjadi konduktivitas termal,

konveksi termal, radiasi termal, dan perpindahan panas melalui perubahan

fasa.

B. Saran

Sebaiknya asisten mengecek terlebih dahulu alat-alat yang akan digunakan.

Sehingga praktikum lancar dan untuk praktikum kedepannya alat lebih

ditingkatkan agar lebih mengefisienkan waktu.

DAFTAR PUSTAKA.

Hartono, Rudi. 2008. Penukar Panas. Cilegon, Banten: Penerbit Camelia.

Masyithah, Z dan Haryanto, B. 2006. Perpindahan Panas. Medan: USU

Tim Asisten 2016. Panduan Praktikum Pindah panas. Program Studi Teknik

Pertanian Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Unsoed :

Purwokerto.