Anda di halaman 1dari 9

PROPOSAL TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK SOSIALISASI

DI RUANG KENANGA RSJ Dr. RADJIMAN WEDIODININGRAT


LAWANG MALANG

Oleh:
Kelompok 3
1. Nurohaini Yulianingtyas (1401460012)
2. Nuning Hastuti W (1401460029)
3. Lutfiatul Rohmah (1401460043)
4. Rezky Alvian M (1401460041)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG


JURUSAN KEPERAWATAN
DIV KEPERAWATAN MALANG
MARET 2017

A. DESKRIPSI
Manusia adalah makhluk sosial yang terus menerus membutuhkan orang lain
disekitarnya. Salah satu kebutuhannya adalah kebutuhan sosial untuk melakukan interaksi
sesama manusia. Kebutuhan sosial manusia meliputi rasa dimiliki oleh orang lain,
pengakuan dari orang lain, penghargaan orang lain, serta pernyataan diri. Interaksi yang
dilakukan tidak selamanya memberikan hasil yang sesuai dengan apa yang diharapkan
oleh individu sehingga mungkin terjadi suatu gangguan terhadap kemampuan individu
untuk berinteraksi dengan orang (Stuart & Sundeen, 2005).
Untuk mengatasi gangguan interaksi pada klien jiwa, terapi aktifitas kelompok sering
diperlukan dalam praktik keperawatan kesehatan jiwa karena merupakan keterampilan
terapeutik. Terapi aktivitas kelompok merupakan bagian dari terapi modalitas yang
berupaya meningkatkan psikotherapi dengan sejumlah klien dalam waktu yang
bersamaan (Keliat, 2004).
(Keliat, 2004) menyatakan ada dua tujuan umum dari terapi aktifitas kelompok ini
yaitu tujuan terapeutik dan tujuan rehabilitatif.
Tujuan terapeutik meliputi:
1. Menggunakan kegiatan untuk memfasilitasi interaksi
2. Mendorong sosialisasi dengan lingkungan (hubungan dengan luar diri klien)
3. Meningkatkan stimulus realitas dan respon individu
4. Memotivasi dan mendorong fungsi kognitif dan afektif
5. Meningkatkan rasa yang dimiliki
6. Meningkatkan rasa percaya diri
7. Belajar cara baru dalam menyelesaikan masalah
Tujuan rehabilitatif meliputi:
1. Meningkatkan kemampuan untuk ekpresi diri,
2. Meningkatkan kemampuan empati
3. Meningkatkan keterampilan sosial,
4. Meningkatkan pola penyelesaian masalah.
Menurut Stuart & Sundeen, (2005).Beberapa aspek dari klien yang haru diperhatikan
dalam penjaringan klien yang akan diberikan aktivitas kelompok adalah :
1. Aspek emosi
Gelisah, curiga, merasa tidak berguna, tidak dicintai, tidak dihargai, tidak
diperhatikan, merasa disisihkan, merasa terpencil, klien merasakan takut dan cemas,
menyendiri, menghindar dari orang lain
2. Aspek intelektual
Klien tidak ada inisiatif untuk memulai pembicaraan, jika ditanya klien menjawab
seperlunya, jawaban klien sesuai dengan pertanyaan perawat
3. Aspek sosial
Klien sudah dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat, klien
mengatakan bersedia mengikuti therapi aktivitas, klien mau berinteraksi minimal
dengan satu perawat lain ke satu klien lain
Terapi aktivitas kelompok sosialisasi merupakan sebagian dari terapi aktifitas
kelompok yang bisa dilaksanakan dalam praktek keperawatan jiwa.Terapi ini
diharapkan dapat memacu klien untuk melakukan hubungan interpersonal yang
adekuat dan mengidentifikasi secara benar stimulus persepsi eksternal (Keliat, 2004).

B. MASALAH KEPERAWATAN
Menurut (Keliat, 2004)Therapi aktivitas kelompok sosialisasi ditujukan pada klien
dengan masalah keperawatan :
1. Isolasi sosial : Menarik diri
2. Harga diri rendah

C. TUJUAN
Stuart & Sundeen, (2005), menyatakan bahwa tujuan dilakukannya terapi aktifitas
kelompok sosialisasi adalah sebagai berikut:
1. Tujuan Umum
Klien mampu meningkatkan hubungan interpersonal antar anggota kelompok dan
memotivasi proses pikir dan afektif
2. Tujuan Khusus
Klien mampu bercakap-cakap dengan anggota kelompok
Klien mampu memperkenalkan diri kepada anggota kelompok
Klien mampu menjawab pertanyaan tentang identitas pribadi
Klien mampu berespon terhadap klien lain dengan mendengarkan klien lain yang
sedang berbicara
Klien mampu memberikan tanggapan pada pertanyaan yang diajukan
Klien mampu menterjemahkan perintah sesuai dengan permainan
Klien mampu mengikuti aturan main yang telah ditetapkan
Klien mampu mengemukakan pendapat mengenai therapi aktivitas kelompok yang
dilakukan

D. PERSIAPAN
Menurut Keliat, (2004), hal-hal yang harus disiapkan dalam melakukan terapi aktitas
kelompok adalah sebagai berikut:
1. Analisa situasi meliputi : waktu pelaksanaan, jumlah perawat, pembagian tugas
perawat, alat bantu yang dipakai dan persiapan ruangan
2. Uraian tugas perawat (therapist)
a. Leader dan Co-Leader bertugas menganalisa dan mengobservasi pola-pola
komunikasi dalam kelompok, membantu anggota kelompok untuk menyadari
dinamisasi kelompok, menjadi motivator, membantu kelompok untuk menetapkan
tujuan dan membuat peraturan. Pemimpin dan anggota kelompok mendiskusikan
apa yang harus dilakukan selanjutnya, memotivasi kesatuan kelompok dan
membantu kelompok untuk berkembang dan bergerak secara dinamis
b. Fasilitator bertugas memberikan stimulus kepada anggota kelompok lain agar
dapat mengikuti jalannya kegiatan dalam kelompok
c. Observer bertugas mencatat serta mengamati respon klien, jalannya aktivitas
therapi, peserta yang aktif dan pasif dalam kelompok serta yang drop out (tidak
dapat mengikuti kegiatan sampai selesai)
3. Proses Seleksi
a. Berdasarkan observasi prilaku sehari-hari klien yang dikelola oleh perawat
b. Berdasarkan informasi dan diskusi mengenai prilaku klien sehari-hari serta
kemungkinan dilakukan therapi kelompok pada klien tersebut dengan perawat
ruangan
c. Melakukan kontak pada klien untuk mengikuti aktivitas yang akan dilakukan
4. Program antisipasi masalah
Suatu intervensi keperawatan yang dilakukan dalam mengantisipasi keadaan
yang bersifat darurat atau emergensi yang dapat mempengaruhi proses pelaksanaan
kegiatan therapi aktivitas kelompok.

E. KEGIATAN
Azizah (2011), mengemukakan bahwa tahapan kegiatan TAK sebagai berikut:
1. Perkenalan
Kelompok perawat memperkenalkan identitas diri masing-masing dipimpin oleh
leader.Leader menjelaskan peraturan kegiatan dalam kelompok.
2. Kegiatan
Kelompok akan melakukan permainan dengan mengedarkan bola sambil
menghidupkan musik, saat musik berhenti maka yang memegang bola akan
melakukan perintah permainan yaitu bertanya kepada temannya tentang masalah
pribadi
3. Evaluasi
Setelah mengikuti kegiatan klien dipersilahkan untuk mengemukakan perasaan dan
pendapatnya tentang kegiatan
4. Terminasi/Penutup
Leader menjelaskan kembali tujuan dan manfaat kegiatan, klien menyebutkan
kembali tujuan dan manfaat kegiatan.

F. KRITERIA EVALUASI
Menurut Azizah (2011), presentasi jumlah klien yang mengikuti kegiatan sesuai dengan
yang direncanakan sebagai berikut:
1. 70% dari jumlah klien mampu menyebutkan identitas dirinya (memperkenalkan diri)
2. 60% dari jumlah klien mampu berespon terhadap klien lain dengan mendengarkan
klien lain yang sedang berbicara.

G. RENCANA PELAKSANAAN
1. Kriteria klien yang mengikuti terapi TAK di Ruang Kenanga RS Jiwa Dr. Radjiman
Wediodiningrat
Klien isolasi sosial / menarik diri yang sudah mulai berinteraksi dengan beberapa
klien lain
2. Masalah Keperawatan
Isolasi Sosial
Harga diri rendah
3. Persiapan
a. Analisa Situasi
1) Waktu Pelaksanaan
Hari/Tanggal : Rabu, 22 Maret 2017
Waktu : 12.30- WIB
Alokasi Waktu : Perkenalan dan pengarahan (5 menit)
Permainan (15 menit)
Ekpress feeling (5 menit)
Penutup (5 menit)
2) Jumlah Perawat
Mahasiswa : 4 Orang
Jumlah klien : 12 Klien
3) Pembagian Tugas
Leader : Lutfiatul Rohmah
Co-Leader : Rezky Alfian M
Observer : Nurohaini Yulianingtyas
Fasilitator : Nuning Hastuti W
4) Alat Bantu : Pemutar Musik
Bola
5) Denah Lokasi
Setting :

Keterangan :

= Klien
= Leader
= Co-Leader
= Fasilitator
= Observer

H. LANGKAH KEGIATAN Sesi 1 dan sesi 2


1. Persiapan
Mengingatkan kontrak dengan anggota kelompok pada sesi 1 TAKS
Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
a. Salam terapeutik
Pada saai ini terapis melakukan : Memberi salam terapeutik
b. Evaluasi/ Validasi
Menanyakan perasaan klien pada saat ini
Menanyakan apakah klien sudah pernah melakukan berkenalan dengan orang
lain
c. Kontrak
1. Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu memperkenalkan diri.
2. Menjelaskan aturan main berikut:
Jika ada peserta yang meninggalkan kelompok, harus meminta ijin kepada
terapis
Lama kegiatan 45 menit
Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
3. Tahap Kerja
a. Putar musik dan edarkan bola
b. Pada saat musik berhenti, peserta yang memegang bola mendapat giliran
untuk memperkenalkan diri kepada anggota kelompok yang ada dengan
cara:
Memberi salam
Menyebutkan nama lengkap
Menyebutkan nama panggilan
Menyebutkan asal
Menyebutkan hobi
Dimulai oleh terapis
c. Ulangi a dan b sampai semua anggota kelompok mendapat giliran
d. Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan memberi
tepuk tangan
4. Tahap Terminasi
a. Evaluasi
Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
Memberi pujian atas keberhasilan kelompok
b. Rencana tindak lanjut
Menganjurkan tiap anggota kelompok berkenalan dengan orang lain.
Memasukkan kegiatan berkenalan pada jadwal kegiatan harian klien
c. Kontrak yang akan datang
Menyepakati kegiatan berikut, yaitu kemampuan berkenalan dengan
anggota kelompok (Sesi 2 TAK).
Menyepakati waktu dan tempat.

I. EVALUASI DAN DOKUMENTASI


Evaluasi dilakukan ketika proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap kerja.
Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan Tak. Untuk TAK
sesi 1 evaluasi kemampuan verbal dalam memperkenalkan diri dan kemampuan
nonverbal dengan menggunakan formulir evaluasi berikut :
SESI I
Kemampuan Memperkenalkan Diri
1. Kemampuan Verbal
No Aspek Yang dinilai Nama Klien

1 Menyebutkan nama
Lengkap
2 Menyebutkan nama
panggilan
3 Menyebutkan Asal
4 Menyebutkan Hobi
Jumlah

2. Kemampuan Non Verbal


No Aspek Yang dinilai Nama Klien

1 Kontak Mata
2 Duduk Tegak
3 Menggunakan bahasa
tubuh yang sesuai
4 Mengikuti kegiatan
dari awal sampai akhir
Jumlah

Petunjuk :
1. Dibawah judul nama klien, tulis nama panggilan klien
2. Untuk tiap klien semua aspek dinilai dengan memberi tanda jika ditemukan pada
klien dan tanda X jika tidak ditemukan
3. Jumlahkan kemampuan klien yang ditemukan . Jika ditemukan jumlah nilai 3-4
berarti klien mampu dan bila 1-2 dianggap klien belum mampu

DAFTAR PUSTAKA

Azizah Lilik Marifatul. 2011. Keperawatan Jiwa : Aplikasi Praktik Klinik.


Yogyakarta : Graha Ilmu.
Herawaty, Netty. 2003. Materi Kuliah Terapi Aktivitas Kelompok. Jakarta : FIK

Keliat, Budi Anna. 2005. Keperawatan Jiwa : Terapi Aktivitas Kelompok. Jakarta : EGC

Stuart and Sundeen. 2005. Buku Saku Keperawatan Jiwa, Edisi 3. Jakarta : EGC