Anda di halaman 1dari 10

A.

Merancang Prosedur Mix Method


Menurut John W Creswell (2009:840), ada beberapa aspek penting
yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu dalam merancang prosedur-
prosedur mixed methods research, yaitu sebagai berikut:
1. Timing (Waktu)
Data yang didapat dari penelitian Mix Method yaitu data kualitatif
dan data kuantitatif, dapat dikumpulkan secara bertahap (sekunsial) atau
dikumpulkan pada waktu yang sama (konkuren). Timing atau penentuan
waktu perlu dipertimbangkan dalam pengumpulan data kedua data ini.
Ketika kedua data tersebut dikumpulkan secara bertahap, berarti peneliti
haruslah menentukan, data mana yang akan dikumpulkan terlebih dahulu,
data kuantitatif atau kualitatif. Hal ini bergantung kepada tujuan awal
peneliti. Sedangkan ketika data dikumpulkan secara konkuren, berarti data
kualitatif dan kuantitatif tersebut dikumpulkan pada waktu yang sama
secara serempak. Metode konkuren ini dianggap lebih efektif karena tidak
membutuhkan waktu yang lama dalam proses pengumpulannya.
2. Weighting (Bobot)
Weighting atau bobot maksudnya adalah mana yang lebih
diprioritaskan antara metode kualitatif atau kuantitatif. Dalam suatu studi
atau penelitian tertentu, bobot dapat sama atau seimbang. Namun pada
beberapa penelitian juga ada yang cenderung kepada salah satu metode
(bobotnya lebih banyak). Hal ini bergantung kepada kepentingan peneliti,
keinginan pembaca, dan hal apa yang ingin diutamakan oleh peneliti.
Dalam kerangka yang lebih praktis, bobot dalam mixed methods bisa
dipertimbangkan melalui beberapa hal, antara lain apakah data kualitatif
atau kuantitatif yang akan diutamakan terlebih dahulu, sejauh mana
treatment terhadap masing-masing dari kedua data tersebut atau apakah
metode induktif (seperti, membangun tema-tema dalam kualitatif) atau
metode deduktif (seperti, menguji suatu teori) yang akan diprioritaskan.
3. Mixing (Pencampuran)
Mencampur (mixing) berarti bahwa data kualitatif dan kuantitatif
benar-benar dileburkan dalam satu end of continuum, dijaga
keterpisahannya dalam end of continuum yang lain atau dikombinasikan
dengan beberapa cara. Dua data bisa saja ditulis secara terpisah namun
keduanya tetap dihubungkan (connecting) satu sama lain selama tahap-
tahap penelitian. Peneliti mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif
secara konkuren dan menggabungkan (integrating) database keduanya
dengan mentransformasikan tema-tema kualitatif menjadi angka-angka
yang bisa dihitung (secara statistik) dan membandingkan hasil
penghitungan ini dengan data kuantitatif deskriptif.
Dalam hal ini, pencampuran menggabungkan dua database dengan
meleburkan secara utuh data kuantitatif dengan data kualitatif. Atau dalam
hal lain, peneliti tidak menggabungkan dua jenis metode penelitian yang
berbeda tetapi sebaliknya peneliti justru tengah menancapkan (embedding)
jenis data sekunder (kualitatif) ke dalam jenis data primer (kuantitatif)
dalam satu penelitian. Database sekunder memeinkan peran pendukung
dalam penelitian ini.
4. Teorizing (Teorisasi)
Teorizing maksudnya adalah perspektif teori apa yang akan menjadi
landasan bagi keseluruhan proses/tahap penelitian. Teori yang diambil atau
digunakan dapat berupa teori ilmu-ilmu sosial ataupun perspektif teori lain
yang lebih luas. Dalam mixed methods research, teori biasanya muncul
dibagian awal penelitian untuk membentuk rumusan masalah yang
diajukan, siapa yang berpartisipasi dalam penelitian, bagaimana data
dikumpulkan dan implikasi-implikasi apa yang diharapkan dari penelitian.
John W Creswell (2009: 928) juga menjelaskan tentang cara bagaimana
memilih mixed method strategies yaitu sebagai berikut :
1. Gunakan informasi untuk mengevaluasi prosedur-prosedur yang ingin
ditetapkan, lalu identifikasilah salah satu dari enam strategi tersebut sebagai
salah satu strategi utama yang akan digunakan peneliti
2. Pertimbangkan batas waktu yang dimiliki peneliti dalam mengumpulkan
data
3. Ingatlah bahwa pengumpulan dan analisis data kuantitatif dan kualitatif
merupakan proses rigorus yang benar-benar memakan waktu.
4. Cobalah untuk menggunakan strategi sekuensial ekspanatoris karena
merupakan strategi favorit peneliti khususnya mereka yang kurang
berpengalaman dengan kualitatif, namun memiliki potensi besar dalam
penelitian kuantitatif.
5. Bacalah artikel-artikel jurnal yang menggunakan strategi-strategi yang
berbeda dan tentukan artikel mana yang paling berkesan bagi anda.
6. Carilah artikel jurnal mixed method yang menerapkan strategi yang dipilih
lalu tunjukkan pada pembimbing agar mereka memiliki model nyata
tentang strategi penelitian yang ingin diteliti.
Mixed method strategies dideskripsikan dengan notasi berupa label-
label dan simbol-simbol singkatan yang mencerminkan aspek-aspek penting
untuk mengkomunikasikan prosedur-prosedur mixed method agar lebih mudah
dipahami. Berikut ini adalah notasi mixed method tersebut:
1. Simbol + mengindikasikan strategi pengumpulan data secara konkuren
dan simultan, dengan data kualitatif dan kuantitatif yang dikumpulkan
sekaligus dalam waktu bersamaan
2. Simbol mengindikasikan strategi pengumpulan data sekuensial, dengan
satu jenis data (misalnya data kualitatif) yang mendukung jenis data yang
lain (misalnya data kuantitatif).
3. Pengkapitalan (KUAN atau KUAL) mengindikasikan suatu bobot atau
prioritas yang diberikan pada data, analisis dan interprestasi kuantitatif dan
kualitatif.
4. Kuan dan Kual merupakan kependekan dari kuantitatif dan kualitatif.
5. Notasi KUAN/kual mengindikasikan bahwa metode kualitatif ditancapkan
kedalam rancangan kuantitatif.
6. Kotak-kotak mengindikasikan analisis dan pengumpulan data kuantitatif dan
kualitatif.
B. Analisis Data dan Prosedur Validasi Mix Method
Prosedur analisis data mengikuti proses yang harus dilakukan oleh
peneliti sebagaimana pada jenis penelitian yang lain yang secara umum adalah
mempersiapkan jenis data yang akan dianalisis, mengeksplorasi data,
menganalisis data untuk menjawab pertanyaan penelitian atau menguji
hipotesis penelitian, menampilkan dan memvalidasi data. John W Creswell
(2009:933) menyebutkan beberapa prosedur analisis data mixed method yaitu:
1. Transformasi data.
Dalam strategi-strategi konkuren, peneliti bisa saja menghitung data
kuantitatif atau sebaliknya peneliti juga dapat mengalifikasi data kuantitatif.
2. Mengeksplorasi outlier-outlier.
Dalam strategi-strategi sekuensial, analisis data kuantitatif pada tahap
pertama dapat menghasilkan kasus-kasus ekstrim dan outlier. Setelah
analisis penliti dapat menindaklanjuti dengan wawancara kualitatif tentang
kasus-kasus outlier tersebut untuk memperoleh penegtahuan tentang
mengapa kasus ini berbeda/menyimpang dari sampel kuantitatif.
3. Membuat instrument.
Dengan menerapkan salah satu strategi sekuensial sebelumnya, kumpulkan
tema-tema atau statemen tertentu tertentu dari partisipan pada tahap
pertama, selanjutnya gunakan statemen tersebut sebagai item-item spesifik
dan temanya sebagai skala-skla untuk membuat instrument survey
kuantitatif. Pada tahap ketiga, cobalah menvalidasi instrument tersebut
dengan sampel yang representative dari populasi.
4. Menguji level-level ganda.
Dengan menerapkan strategi embedded konkuren, lalkukan survey
(misalnya, pada kelompok-kelompok) untuk mengumpulkan hasil-hasil
kuantitatif tentang sampel. Pada waktu bersamaan, lakukan wawancara
kualitatif (seperti, pada individu-individu) untuk mengeksplorasi suatu
fenomena berdasarkan pandangan individu-individu dalam kelompok-
kelompok tersebut.
5. Membuat matriks/tabel.
Dengan menerapkan salah satu strategi konkuren yang sudah dijelaskan
sebelumnya, kombinasikan informasi-informasi yang diperoleh dari
pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif kedalam bentuk matriks atau
tabel.
Aspek lain dari analisis data yang harus dideskripsikan dalam proposal
proposal mixed method adalah serangkaian langkah yang diambil untuk
memerikasa validitas data kuantitatif dan akurasi hasil kualitatif.
Menurut John W Creswell (2009:936), susunan laporan penelitian dan
analisis data perlu disesuaikan dengan jenis strategi yang dipilih. Karena mixed
methods research mungkin terkesan asing bagi pembaca maka peneliti dalam
menulis proposal perlu memberikan beberapa petunjuk tentang bagaimana
menyusun laporan akhir, yaitu sebagai berikut:
1. Dalam peneltian sekuensial, peneliti mixed method biasanya menyusun
laporannya mengenai prosedur-prosedur kedalam bagian pengumpulan
data kuantitatif dan analisis data kuantitatif yang dilanjutkan dengan
bagian data kualitatif, pengumpulan data kualitatif dan analisis data
kualitatif. Setelah itu, dalam bagian kesimpulan dan interprestasi, peneliti
memberikan komentar tentang bagimana hasil-hasil kualitatif membantu
atau memperluas hasil-hasil kuantitatif.
2. Dalam penelitian konkuren, laporan tentang pengumpulan data kuantitatif
dan kualitatif dapat disajikan dibagian terpisah, tetapi analisis dan
interprestasinya harus dikombinasikan untuk mencari konvergensi dan
kesamaan antara hasil-hasil yang diperolehnya.
3. Dalam penelitian transformatif, susunannya biasanya meliputi pembahasan
mengenai isu advokasi di awal proposal sedangkan untuk penyusunan
proposal, penelitian transformatif bisa menggunakan sususnan sekuensial
ataupun konkuren. Di akhir proposal ada bagian tersendiri yang membahas
mengenai agenda perubahan atau reformasi yang akan dilakukan setelah
penelitian berlangsung.
C. Kelebihan Mix Method
1. Kelebihan Mix Method
a. Mixed method research menghasilkan fakta yang lebih komprehensif
dalam meneliti masalah penelitian, karena peneliti memiliki kebebasan
untuk menggunakan semua alat pengumpul data sesuai dengan jenis
data yang dibutuhkan. Sedangkan kuantitatif atau kualitatif hanya
terbatas pada jenis alat pengumpul data tertentu saja.
b. Mixed method research dapat menjawab pertanyaan penelitian yang
tidak dapat dijawab oleh penelitian kuantitatif atau kualitatif.
c. Mixed method research mendorong peneliti untuk melakukan
kolaborasi, yang tidak banyak dilakukan oleh penelitian kuantitatif
maupun kualitatif. Kolaborasi dimaksud adalah kolaborasi social,
behavioral, dan kolaborasi humanistic.
d. Mixed method research mendorong untuk menggunakan berbagai
pandangan atau paradigma.
e. Mixed method research itu praktis karena peneliti memiliki
keleluasaaan menggunakan metoda untuk meneliti masalah.
RANGKUMAN

Aspek-aspek penting yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu dalam


merancang prosedur-prosedur mixed methods research adalah timing,
weighting, mixing, teorizing.
Prosedur analisis data mix method yaitu transformasi data, mengeksplorasi
outlier-outlier, membuat instrumen, menguji level-level ganda, dan
membuat matrix/tabel.
Kelebihan mix method adalah sebagai berikut :
1) Menghasilkan fakta yang lebih komprehensif
2) Dapat menjawab pertanyaan penelitian yang tidak dapat dijawab oleh
penelitian kuantitatif atau kualitatif
3) Mendorong peneliti untuk melakukan kolaborasi
4) Mendorong untuk menggunakan berbagai pandangan atau paradigma.
5) Praktis karena peneliti memiliki keleluasaaan menggunakan metoda
untuk meneliti masalah.

REFERENSI

Creswell, John. 2009. Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan


Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
LATIHAN SOAL

1. John W Creswell mengemukakan aspek-aspek penting yang harus


dipertimbangkan terlebih dahulu dalam merancang prosedur-prosedur mixed
methods research yaitu sebagai berikut, kecuali ...
A. Timing,
B. Weighting
C. Colaborating
D. Mixing
E. Teorizing.
2. Perhatikan langkah-langkah analisis data mix method sebagai berikut :
1) Transformasi data.
2) Mengeksplorasi outlier-outlier.
3) Menguji level-level ganda.
4) Membuat matrix/tabel.
5) Membuat instrumen.
Urutan langkah yang tepat adalah ...
A. 1-3-2-5-4
B. 1-2-5-3-4
C. 1-2-3-4-5
D. 1-2-4-3-5
E. 1-5-2-3-4
3. Berikut adalah kelebihan mix method, kecuali ...
A. Menghasilkan fakta yang lebih komprehensif
B. Dapat menjawab pertanyaan penelitian yang tidak dapat dijawab oleh
penelitian kuantitatif atau kualitatif
C. Mendorong peneliti untuk melakukan kolaborasi
D. Menggunakan satu paradigma
E. Peneliti leluasa untuk memilih metode
Uraian

1. Jelaskan aspek-aspek yang harus dipertimbangkan dalam merancang prosedur-


prosedur mixed methods research!
Jawaban:
1. Timing (Waktu).
Timing atau penentuan waktu perlu dipertimbangkan dalam pengumpulan
data kedua data dalam penelitian mix method yaitu data kualitatif dan data
kuantitatif.
2. Weighting (Bobot)
Weighting atau bobot maksudnya adalah mana yang lebih diprioritaskan
antara metode kualitatif atau kuantitatif.
3. Mixing (Pencampuran)
Mencampur (mixing) berarti bahwa data kualitatif dan kuantitatif benar-
benar dileburkan dalam satu end of continuum, dijaga keterpisahannya
dalam end of continuum yang lain atau dikombinasikan dengan beberapa
cara.
4. Teorizing (Teorisasi)
Teorizing maksudnya adalah perspektif teori apa yang akan menjadi
landasan bagi keseluruhan proses/tahap penelitian.

2. Jelaskan kelebihan-kelebihan dari penggunaan mix method dalam penelitian!


Jawaban :
a. Mixed method research menghasilkan fakta yang lebih komprehensif dalam
meneliti masalah penelitian, karena peneliti memiliki kebebasan untuk
menggunakan semua alat pengumpul data sesuai dengan jenis data yang
dibutuhkan. Sedangkan kuantitatif atau kualitatif hanya terbatas pada jenis
alat pengumpul data tertentu saja.
b. Mixed method research dapat menjawab pertanyaan penelitian yang tidak
dapat dijawab oleh penelitian kuantitatif atau kualitatif.
c. Mixed method research mendorong peneliti untuk melakukan kolaborasi,
yang tidak banyak dilakukan oleh penelitian kuantitatif maupun kualitatif.
Kolaborasi dimaksud adalah kolaborasi social, behavioral, dan kolaborasi
humanistic.
d. Mixed method research mendorong untuk menggunakan berbagai
pandangan atau paradigma.
e. Mixed method research itu praktis karena peneliti memiliki keleluasaaan
menggunakan metoda untuk meneliti masalah.