Anda di halaman 1dari 8

Penggunaan Metode Analytic Network Process (ANP)

dalam Pemilihan Supplier Bahan Baku Kertas pada PT


Mangle Panglipur

Alfian1 , Ignatius A. Sandy2 , Hanif Fathurahman3


1,2,3) Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Industri,
Universitas Katolik Parahyangan
Jl. Ciumbuleuit 94, Bandung 40141
email:1) alfian.tan@unpar.ac.id, 2) sandy@unpar.ac.id, 3) hanif@hotmail.co.id

Abstrak
PT Mangle Panglipur adalah perusahaan yang menerbitkan majalah berbahasa Sunda dimulai
21 November 1957. Dalam menerbitkan majalah, dibutuhkan bahan baku yaitu kertas untuk bagian
dalam majalah. Dalam memilih supplier yang memasok kertas, perusahaan tersebut menerapkan
cara yang konvensional. Proses pemilihan supplier yang tidak tepat akan berdampak pada
penjualan dari perusahaan karena berhubungan dengan proses produksi dan juga produk yang
akan dijual nantinya. Banyak hal yang harus diperhatikan dalam memilih supplier. Dalam proses
pengambilan keputusan untuk memilih supplier, harus diperhatikan faktor-faktor (kriteria) yang
satu sama lainnya mungkin saling terkait. Metode Analytic Network Process (ANP) merupakan
metode pengambilan keputusan dengan banyak kriteria yang saling terkait. Permasalahan ini
direpresentasikan dalam sebuah sistem dengan ketergantungan (dependence) dan feedback.
Keterkaitan yang terdapat pada metode ANP adalah keterkaitan dalam satu set elemen (node com-
parison) dan keterkaitan terhadap elemen yang berbeda (cluster comparison). Penggunaan metode
ANP akan menghasilkan bobot nilai prioritas pada seluruh elemen yang terdapat dalam sistem
pengambilan keputusan. Dari penelitian yang telah dilakukan di PT. Mangle Panglipur terdapat 4
kriteria pertimbangan yang terdiri dari 12 sub-kriteria, dan 3 alternatif pilihan. Berdasarkan dari
hasil pengolahan data, alternatif supplier CV Karya Jaya terpilih sebagai alternatif supplier terbaik
dengan nilai bobot tertinggi sebesar 0,158 kemudian CV Makmur Jaya dengan 0,145 dan CV Sinar
Jaya sebesar 0,134. Maka dari itu, alternatif supplier Karya Jaya merupakan alternatif supplier
terbaik bagi pihak perusahaan.

Kata Kunci: Pengambilan Keputusan, Pemilihan Supplier Bahan Baku, Banyak Kriteria, Keterkaitan
Kriteria, ANP (Analytic Network Process).

1 Pendahuluan pun menjadi sangat ketat. Untuk dapat berta-


han dalam mengatasi persaingan ini maka pe-
PT. Mangle Panglipur adalah perusahaan yang rusahaan harus berusaha memperoleh keunggu-
bergerak di bidang informasi dengan menya- lan kompetitif. Oleh karena itu PT Mangle perlu
jikan konten-kontennya berupa majalah berba- meningkatkan dan memperbaiki produk yang
hasa Sunda. Perusahaan ini merupakan bagian ditawarkan, sehingga dapat berkompetisi den-
dari sektor industri menengah (mid-stream) gan perusahaan lain.
dalam dunia industri grafika secara keselu-
ruhan. Tak dapat dipungkiri pada kenyataan- Masalah bahan baku adalah masalah utama
nya bahwa keberadaan majalah Mangl turut ter- yang dialami oleh perusahaan, karena bahan
ancam dengan berkembangnya zaman, persain- baku sangat berpengaruh dalam meningkatkan
gan antara media sejenis maupun media lain dan memperbaiki produk yang ditawarkan. Ba-
han baku yang dapat digunakan perusahaan
Korespondensi Penulis adalah kertas yang dapat diperoleh dari berba-

32
Penggunaan Metode Analytic Network Process (ANP) dalam Pemilihan Supplier Bahan Baku
Kertas pada PT Mangle Panglipur

gai supplier. Setiap supplier memiliki karak-


teristik sendiri terkait dengan kriteria pemili-
han perusahaan. Keputusan seleksi supplier
yang rumit adalah fakta bahwa berbagai macam
kriteria harus dipertimbangkan dalam proses
pengambilan keputusan. Dengan kata lain
proses seleksi supplier tidak hanya mempertim-
bangkan harga bahan baku, tetapi juga berba-
gai faktor seperti kualitas produk, waktu pada
pengiriman, sejarah kinerja supplier, dan ke-
bijakan garansi yang digunakan oleh supplier
(Dickson1966).
Banyak sekali kriteria yang berkaitan den-
gan pengambilan keputusan dengan memper-
timbangkan kemampuan supplier secara ke-
seluruhan. Untuk dapat memilih supplier den-
gan baik, diperlukan solusi yang tepat un-
tuk menyelesaikan masalah yang ada. Salah
satu cara adalah dengan menggunakan model
pengambilan keputusan yang dapat melibatkan
berbagai kriteria/faktor pemilihan supplier be-
serta keterkaitan yang ada di dalamnya, dengan
demikian proses pengambilan keputusan dapat
dilakukan dengan jelas dan lebih sistematis.

Gambar 1: Metodologi Pemilihan Supplier Ker-


2 Metodologi Penelitian tas PT Mangle Panglipur

Untuk bisa memilih supplier kertas terbaik


bagi PT Mangle Panglipur, diperlukan langkah-
langkah yang jelas yang sekaligus menjadi
metodologi dalam penelitian ini. Langkah-
langkah tersebut dimulai dari identifikasi pihak
pengambil keputusan di PT Mangle Panglipur.
Pihak pengambil keputusan merupakan pihak
yang mengetahui karakteristik setiap supplier
secara mendalam dan juga mengetahui krite- mungkin terjadi ketika memilih supplier. Sete-
ria produk seperti apa yang memenuhi syarat lah kriteria/subkriteria dan hubungannya dida-
bagi perusahaan. Pihak pengambil keputu- patkan, dapat dibangun sebuah model pengam-
san yang dimaksudkan di sini adalah mana- bilan keputusan. Berdasarkan model ini, di-
jer pembelian. Setelah diketahui dengan je- lakukan penilaian kepentingan terhadap krite-
las siapa pihak pengambil keputusan yang di- ria/subkriteria. Nilai diberikan oleh pihak man-
maksud, tahap selanjutnya adalah identifikasi ajer pembelian sebagai pihak yang memang
kriteria dan subkriteria yang dijadikan per- kompeten dalam menilai supplier-supplier yang
timbangan dalam pemilihan supplier kertas ada. Hasil penilaian ini akan diolah menggu-
di PT Mangle Panglipur. Proses identifikasi nakan konsep ANP dimana di dalamnya meli-
ini dilakukan dengan mewawancarai manajer batkan pengecekan konsistensi penilaian, pem-
pembelian. Tidak hanya melalui wawancara, buatan matriks penilaian, hingga akhirnya di-
sebagai referensi pendukung mengenai krite- dapatkan suatu nilai bobot yang dapat mem-
ria/subkriteria pemilihan supplier, dilakukan bantu pengambilan keputusan supplier ker-
juga studi literatur. tas terbaik. Pengolahan data hasil penila-
Dari kriteria dan subkriteria yang telah dida- ian dilakukan dengan menggunakan sebuah
patkan, akan diidentifikasi bagaimana hubun- perangkat lunak yang memang dapat mengako-
gan yang terjadi di antara kriteria dan subkrite- modasi model-model pengambilan keputusan
ria tersebut. Hal ini dilakukan dengan wawan- termasuk ANP. Secara lebih jelas, alur peneli-
cara terhadap pengambil keputusan menge- tian yang dilakukan dapat dilihat pada Gambar
nai keterkaitan antarkriteria/subkriteria yang 1 berikut.

33
Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol. 2, No.1, 2013

3 Identifikasi Kriteria dan hasil cetak tembus di bagian belakang kertas.


Tinta cetak yang tembus di bagian belakang
Subkriteria kertas tentunya akan membuat tulisan menjadi
tidak jelas sehingga dihasilkan produk cacat.
Dalam mengambil keputusan mengenai sup- Selain subkriteria pada kriteria kualitas ker-
plier kertas terbaik bagi PT Mangle Panglipur, tas, didapatkan juga 3 subkriteria dari krite-
diperlukan kriteria-kriteria yang memang men- ria harga kertas, yaitu tingkat harga kertas,
dukung pengambilan keputusan ini. Ada- diskon yang diberikan, dan cara pembayaran.
pun pengambilan keputusan yang dilakukan Tingkat harga kertas berkaitan dengan harga
saat ini masih menggunakan intuisi sehingga dasar yang diberikan supplier terhadap perusa-
belum ada kriteria-kriteria yang jelas sebagai haan. Tentunya perusahaan menginginkan sup-
bahan pertimbangan dalam pemilihan supplier. plier yang dapat memberikan harga kertas se-
Pada dasarnya pengambilan keputusan dengan murah mungkin. Selain itu, besar diskon yang
intuisi ini pastilah melibatkan kriteria-kriteria diberikan supplier turut menjadi pertimbangan.
tertentu, namun belum adanya cara sistema- Adanya diskon terhadap harga kertas serta se-
tis dalam mengambil keputusan menyebabkan makin besarnya diskon yang diberikan akan
pertimbangan setiap kriteria yang ada menjadi mengurangi biaya pembelian bahan baku yang
tidak jelas sehingga bisa berakibat pada keputu- harus dikeluarkan sehingga diharapkan dapat
san yang salah. Metode ANP diusulkan sebagai meningkatkan keuntungan perusahaan. Subkri-
alternatif metode pengambilan keputusan yang teria ketiga dalam kriteria harga kertas berkai-
lebih terstruktur. Kriteria-kriteria pengambilan tan dengan kemudahan cara pembayaran yang
keputusan yang jelas diperlukan dalam metode diberikan oleh supplier. Kebijakan supplier
ini. Oleh sebab itu dilakukan wawancara ter- yang lebih fleksibel terhadap cara pembayaran
hadap pengambil keputusan di PT Mangle Pan- bahan baku pesanan tentunya menjadi pilihan
glipur mengenai kriteria apa yang menjadi per- perusahaan.
timbangan dalam pemilihan supplier selama ini. Kriteria ketiga adalah kriteria pelayanan sup-
Berdasarkan wawancara yang dilakukan den- plier. Terdapat 4 subkriteria yang dipertim-
gan pihak pengambil keputusan di perusa- bangkan dalam kategori ini, yaitu kemampuan
haan didapatkan beberapa kriteria yang me- berkomunikasi, kemudahan dihubungi, ke-
mang diperhatikan dalam pemilihan supplier. cepatan tanggap, dan intensitas menyampaikan
Kriteria-kriteria tersebut adalah kualitas ker- informasi. Kemampuan berkomunikasi tidak
tas, harga kertas, kriteria pelayanan supplier, hanya mengenai kecepatan supplier mengerti
dan kriteria pengiriman. Kualitas bahan baku apa yang disampaikan, tetapi juga sikap serta
kertas merupakan kriteria penting yang perlu cara bicara supplier yang santun sehingga tidak
dipertimbangkan karena penerimaan terhadap menyebabkan salah paham. Subkriteria kedua
kualitas kertas tertentu yang dipasok supplier adalah kemudahan dihubungi. Semakin mudah
akan mempengaruhi kualitas majalah yang di- supplier untuk dihubungi maka akan semakin
hasilkan. Kriteria kualitas kertas bisa dibagi mudah perusahaan dalam memenuhi bahan
menjadi 3 subkriteria yang lebih spesifik, yaitu baku kertas yang diinginkan. Kecepatan tang-
ketebalan kertas, warna kertas, dan pori-pori gap merupakan subkriteria yang juga diper-
kertas. Subkriteria ketebalan kertas berkaitan lukan untuk memastikan pesanan bahan baku
dengan kemudahan proses produksi. Kertas- yang kita inginkan dipenuhi tepat waktu. Tidak
kertas yang terlalu tipis seringkali terlipat saat hanya itu, subkriteria ini pun diperlukan dalam
proses pencetakan sehingga mesin cetak ter- menanggapi adanya keluhan-keluhan dari pe-
paksa dihentikan terlebih dahulu untuk di- rusahaan yang salah satunya mengenai produk
lakukan perbaikan kondisi bahan baku kertas. cacat yang ditemukan pada bahan baku yang
Subkriteria kedua adalah warna kertas. Pe- dikirim. Subkriteria keempat dalam kriteria
rusahaan menginginkan warna kertas yang pelayanan supplier adalah intensitas penyam-
putih. Namun kondisi tempat penyimpanan paian informasi. Dilihat dari sisi perusahaan,
kertas di pihak supplier berbeda-beda dan ser- supplier yang baik seharusnya selalu mem-
ingkali menyebabkan warna kertas berubah berikan informasi-informasi terbaru mengenai
menjadi kekuningan. Oleh sebab itu perlu dip- bahan baku yang memang terkait dengan kon-
ilih supplier yang dapat memberikan pasokan sumennya. Dengan demikian, perusahaan da-
kertas dengan warna terbaik. Subkriteria ketiga pat menyusun strategi penyediaan bahan baku
adalah pori-pori kertas. Kertas dengan pori-pori dengan lebih baik
yang baik seharusnya dapat menyerap warna Kriteria keempat yang teridentifikasi dari
dengan baik dan tidak menyebabkan tulisan hasil wawancara adalah kriteria pengiriman

34
Penggunaan Metode Analytic Network Process (ANP) dalam Pemilihan Supplier Bahan Baku
Kertas pada PT Mangle Panglipur

produk. Kriteria ini dapat dibagi lagi menjadi cara pembayaran dengan subkriteria diskon.
2 subkriteria, yaitu ketepatan waktu pengiri- Diskon diberikan oleh supplier apabila kon-
man dan ketersediaan barang. Setiap konsumen disi/syarat tertentu dipenuhi perusahaan. Salah
tentunya mengharapkan pemenuhan pesanan satu contohnya adalah dilakukannya pemba-
yang tepat waktu. Keterlambatan pemenuhan yaran tunai terhadap total biaya barang pesanan
pesanan tentunya akan mengakibatkan keru- dibandingkan mencicil pembayaran barang. Se-
gian, salah satunya adalah keterlambatan proses cara umum semakin fleksibel sistem pemba-
produksi yang pada akhirnya mengakibatkan yaran yang diinginkan oleh konsumen maka
keterlambatan pemenuhan kebutuhan majalah harga bahan baku akan semakin ketat atau
yang dihasilkan PT Mangle Panglipur. Subkri- dengan kata lain semakin kecil kemungkinan
teria kedua adalah ketersediaan barang. Sub- diberikannya diskon.
kriteria ini berkaitan dengan ada tidaknya ba- Keterkaitan selanjutnya adalah antara ke-
han baku yang dipesan. Tidak tersedianya mampuan berkomunikasi dengan kecepatan
barang pada supplier tentunya mengharuskan tanggap. Seperti telah dibahas sebelumnya,
supplier memesan bahan baku tersebut ke pi- kemampuan berkomunikasi ini berkaitan den-
hak ketiga. Hal ini akan menambah waktu gan kemampuan supplier mengerti apa yang
yang diperlukan oleh perusahaan untuk menda- diinginkan oleh konsumen. Semakin tinggi
patkan barang pesanannya sementara mungkin kemampuan supplier mengerti informasi yang
saja bahan baku tersebut diperlukan dengan disampaikan konsumen maka seharusnya se-
segera. Tentunya hal ini sangat merugikan makin cepat tanggapan yang diberikan. Sub-
perusahaan sehingga perusahaan akan lebih kriteria kemudahan dihubungi pun tentu akan
memilih supplier yang memiliki persediaan ba- mempengaruhi kecepatan tanggap supplier.
han baku yang lebih banyak dan cukup untuk Apabila supplier dapat dengan mudah di-
memenuhi pesanan. hubungi, maka informasi dari konsumen pun
akan sampai dengan cepat sehingga dihara-
pkan supplier dapat menanggapinya dengan
cepat pula. Subkriteria kemudahan dihubungi
4 Identifikasi Keterkaitan An- akan mempengaruhi intensitas penyampaian in-
tarkriteria dan Subkriteria formasi. Semakin mudah pihak supplier di-
hubungi maka akan semakin banyak informasi-
Salah satu keuntungan penggunaan model ANP informasi yang didapatkan pihak perusahaan
dalam proses pengambilan keputusan adalah terutama mengenai harga bahan baku kertas
dapat diakomodasinya keterkaitan antarkriteria saat ini. Keterkaitan terakhir yang termasuk
dan subkriteria pengambilan keputusan dalam ke dalam kategori inner dependence terjadi an-
masalah yang dihadapi. Berdasarkan sub- tara subkriteria ketersediaan bahan baku den-
kriteria yang telah diidentifikasi, ditemukan gan ketepatan pengiriman. Tersedianya bahan
keterkaitan pada beberapa subkriteria terse- baku pesanan tentunya akan mempermudah
but. Keterkaitan ini dapat dibagi menjadi supplier untuk dapat mengirimkan barang pe-
2, yaitu inner dependence dan outer depen- sanan perusahaan tepat waktu. Sebaliknya kon-
dence. Inner dependence adalah keterkaitan disi kekosongan atau kekurangan bahan baku
yang terjadi antarsubkriteria dalam sebuah kri- pada pihak supplier akan menyebabkan sup-
teria yang sama sedangkan outer dependence plier harus menunggu terpenuhinya jumlah pe-
merupakan keterkaitan yang terjadi antarsub- sanan yang dipasok oleh pihak ketiga hingga
kriteria di kriteria-kriteria yang berbeda. In- akhirnya dapat melakukan pengiriman kepada
formasi keterkaitan antara subkriteria yang ter- konsumen.
dapat dalam penelitian ini didapatkan dari Keterkaitan yang terjadi antarsubkriteria lain-
hasil wawancara terhadap pengambil keputu- nya termasuk ke dalam jenis outer dependence.
san. Adapun salah satu keterkaitan tersebut Outer dependence antarsubkriteria sekaligus
terjadi antara subkriteria diskon dengan sub- menunjukan keterkaitan antarkriteria tempat
kriteria tingkat harga kertas. Besar diskon subkriteria tersebut berada. Keterkaitan yang
yang diberikan supplier tentunya akan mem- pertama dalam kategori ini terjadi antara kete-
pengaruhi harga akhir kertas yang harus diba- balan kertas dengan tingkat harga kertas. Se-
yarkan perusahaan ke supplier. Perusahaan makin tebal kertas maka harga kertas akan se-
tentunya lebih menyukai supplier yang mem- makin tinggi. Kedua subkriteria lainnya pada
berikan harga akhir kertas termurah. Keterkai- kriteria kualitas, yaitu warna dan pori-pori ker-
tan ini termasuk dalam jenis inner dependence. tas pun memiliki hubungan yang sama den-
Keterkaitan lainnya terjadi antara subkriteria gan ketebalan kertas terhadap tingkat harga

35
Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol. 2, No.1, 2013

kertas. Subkriteria selanjutnya adalah kemu-


dahan dihubungi yang memberikan pengaruh Tabel 1: Penilaian Goal-Kriteria
A B C D Nilai Eigen
pada ketepatan waktu pengiriman kertas. Se-
A 1 1 4 3 0,351
makin mudah seorang supplier dihubungi maka
B 1 1 6 6 0,467
akan semakin cepat informasi pesanan sampai
C 1/4 1/6 1 1/2 0,072
di tangan supplier sehingga prioritas pengiri-
D 1/3 1/6 2 1 0,110
man barang pesanan pun akan semakin tinggi.
Inconsistency Index : 0,030
Tidak hanya subkriteria kemudahan dihubungi,
subkriteria kecepatan tanggap pun akan mem-
pengaruhi ketepatan waktu pengiriman. Apa-
bila informasi pesanan sudah sampai ke tangan nilaian pada Tabel 1 adalah contoh penila-
supplier namun pihak supplier tidak dengan ian tingkat kepentingan setiap kriteria dalam
cepat mempersiapkan barang pesanan tersebut hubungannya dengan tujuan yang ingin dica-
dan menjadwalkan pengiriman barang, maka pai. Hasil penilaian ini ditunjukan dalam ben-
proses pengiriman barang pun akan terganggu tuk matriks perbandingan berpasangan den-
sehingga dapat mengakibatkan keterlambatan gan huruf A sampai D berturut-turut mewak-
pengiriman. Berdasarkan setiap kriteria, sub- ili kriteria harga, kualitas, pelayanan, dan pen-
kriteria, serta hubungannya, dapat dibangun giriman. Berdasarkan Saaty (1991) aturan in-
model pengambilan keputusan yang melibatkan deks nilai yang dapat diberikan dimulai dari
setiap hal-hal tersebut. Gambar 2 dalam Lam- angka 1 yang menunjukan bahwa kedua ele-
piran menunjukan model yang akan digunakan men yang dibandingan sama pentingnya hingga
dalam pengambilan keputusan supplier bahan angka 9 yang menunjukan bahwa elemen yang
baku kertas terbaik bagi PT Mangle Panglipur. satu mutlak lebih penting dibandingkan elemen
Pada Gambar 2 terlihat adanya Goal dan kri- lainnya. Berdasarkan Tabel 1 dapat diketahui
teria supplier. Goal merupakan tujuan yang in- bahwa perbandingan kriteria A (pada baris) dan
gin dicapai oleh PT Mangle Panglipur melalui kriteria D (pada kolom) menghasilkan nilai 3
penggunaan model pengambilan keputusan ini. yang menunjukan bahwa kriteria harga agak
Tujuan ini menjadi kriteria kontrol bagi kriteria- lebih penting dari kriteria pengiriman dalam
kriteria yang dibawahinya atau dengan kata mempertimbangkan supplier kertas yang harus
lain, kriteria maupun subkriteria yang ada akan dipilih, sedangkan kriteria harga pada baris A
dinilai berdasarkan seberapa penting kriteria dan kualitas pada kolom B sama pentingnya
atau subkriteria tersebut mempengaruhi pen- dalam mendukung proses pengambilan keputu-
capaian tujuan yang diinginkan oleh PT Man- san di PT Mangle Panglipur.
gle Panglipur. Selain itu, terdapat juga hubun- Penilaian tingkat kepentingan setiap kriteria
gan antara kriteria supplier dengan kriteria dan berdasarkan kriteria kontrol tertentu dilakukan
subkriteria lainnya. Hubungan yang terjadi di- oleh pihak pengambil keputusan. Hasil pe-
tandai dengan hubungan 2 arah. Hal ini me- nilaian ini akan diolah dengan menggunakan
nunjukan bahwa proses pengambilan keputu- perangkat lunak yang dapat mengakomodasi
san akan melibatkan proses perbandingan se- model ANP hingga dihasilkan bobot penila-
tiap alternatif supplier berdasarkan kriteria atau ian yang menunjukan supplier kertas terbaik
subkriteria yang ada serta perbandingan beber- bagi PT Mangle Panglipur. Contoh penila-
apa subkriteria dengan secara spesifik mengacu ian kepentingan lainnya yang didasarkan pada
pada alternatif supplier tertentu. model di Gambar 2 adalah perbandingan an-
tara kriteria supplier dengan subkriteria kon-
trol warna kertas. Contoh kedua ini dapat dil-
5 Hasil dan Pembahasan ihat pada Tabel 2 dimana angka romawi I sam-
pai III berturut-turut mewakili CV Karya Jaya,
Model pengambilan keputusan pada Gambar CV Makmur Jaya, dan CV Sinar Jaya. Interpre-
2 akan menjadi landasan pengambilan kepu- tasi penilaian pada Tabel 2 agak berbeda den-
tusan supplier kertas terbaik bagi PT Mangle gan penilaian pada Tabel 1. Sebagai contoh per-
Panglipur. Untuk menghasilkan keputusan ini bandingan antara baris II kolom I menunjukan
maka diperlukan pengumpulan data mengenai angka 3. Hal ini menunjukan bahwa CV Mak-
tingkat kepentingan setiap kriteria dan subkri- mur Jaya agak lebih unggul dibandingkan CV
teria berdasarkan hubungan yang terjadi an- Karya Jaya dalam hal warna bahan baku ker-
tarkriteria dan subkriteria tersebut. Berdasarkan tas yang dimiliki. Hubungan dua arah antara
Gambar 2, dapat dicontohkan beberapa cara kriteria supplier dengan kriteria lainnya men-
penilaian yang harus dilakukan. Hasil pe- ciptakan penilaian berkebalikan dimana krite-

36
Penggunaan Metode Analytic Network Process (ANP) dalam Pemilihan Supplier Bahan Baku
Kertas pada PT Mangle Panglipur

Gambar 2: Model Pengambilan Keputusan Supplier Kertas PT Mangle Panglipur

ria supplier-lah yang dijadikan sebagai kriteria value seperti pada Tabel 3.
kontrol bagi penilaian kriteria-kriteria lainnya. Eigen value yang dihasilkan dari setiap ma-
Setelah semua proses penilaian dilakukan, perlu triks perbandingan berpasangan akan menjadi
dilanjutkan dengan pengujian konsistensi peni- input dalam pembuatan cluster weight matrix
laian dimana nilai inkonsistensi yang dihasilkan dan unweighted supermatrix. Kedua matrix ini
tidak boleh lebih dari 0,1, jika tidak penilaian akan menjadi input bagi weighted supermatrix.
harus dilakukan ulang. Semua hasil penilaian Dari weighted supermatrix lalu akan dihasilkan
pada penelitian ini menunjukan tingkat konsis- limiting matrix. Limiting matrix inilah yang
tensi yang memenuhi syarat. akan menunjukan solusi akhir bagi permasala-
Eigen value merupakan nilai hasil pengola- han yang dihadapi. Tabel 4 menunjukan bobot
han matriks perbandingan berpasangan yang akhir setiap subkriteria yang didapatkan dari
menunjukan tingkat kepentingan setiap krite- limiting matrix.
ria atau subkriteria berdasarkan kriteria kon- Berdasarkan bobot yang didapatkan, disim-
trol tertentu. Eigen value pada Tabel 1 menun- pulkan bahwa CV Karya Jaya merupakan sup-
jukan bahwa kriteria kualitas menjadi kriteria plier kertas terbaik bagi PT Mangle Panglipur.
terpenting dalam memilih supplier bahan baku Hal ini ditunjukan dari nilai bobot terbesar
kertas. Pendekatan yang dapat digunakan un- yang dimiliki oleh CV Karya Jaya dibandingkan
tuk menghitung eigen value dimulai dari nor- supplier-supplier lainnya. Berdasarkan bobot
malisasi penilaian di setiap kolom pada matriks pada Tabel 3 pun dapat diketahui bahwa pi-
perbandingan berpasangan kemudian merata- hak Mangle Panglipur sangat menitikberatkan
ratakan nilai hasil normalisasi masing-masing hal ketebalan kertas dalam memilih supplier.
baris kriteria/subkriteria (Winston 1994). Tabel Hal terpenting kedua yang diperhatikan ketika
3 menunjukan nilai hasil normalisasi penilaian memilih supplier adalah tingkat harga kertas
pada Tabel 2. Normalisasi dilakukan dengan yang diberikan. Urutan kepentingan setiap
membagi setiap komponen nilai di kolom ter- subkriteria ini bisa didapatkan dengan mengu-
tentu dengan nilai total kolom tersebut. Sete- rutkan bobot pada Tabel 4 dari yang terbesar
lah normalisasi dilakukan, pendekatan perhi- hingga terkecil. Dengan demikian diketahui
tungan eigen value dapat dilakukan dengan juga bahwa kriteria dengan prioritas terbawah
merata-ratakan nilai normalisasi setiap baris kri- dalam memilih supplier kertas adalah kemam-
teria/subkriteria sehingga didapatkanlah eigen puan komunikasi.

37
Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol. 2, No.1, 2013

Tabel 2: Penilaian Warna-Supplier


I II III Nilai Eigen
I 1 1/3 1/2 0,163
II 3 1 2 0,539
III 2 1/2 1 0,296
Inconsistency Index : 0,088 Tabel 4: Bobot Akhir Subkriteria
Subkriteria Bobot
CV Karya Jaya 0,158268
Tabel 3: Hasil Normalisasi Warna-Supplier CV Makmur Jaya 0,14526
I II III Eigen Value CV Sinar Jaya 0,13414
I 0,167 0,182 0,143 0,164 PT Mangle Panglipur 0
II 0,500 0,545 0,571 0,539 Cara Pembayaran 0,045718
III 0,333 0,273 0,286 0,297 Diskon 0,061293
Tingkat harga 0,081221
Ketebalan 0,087246
Berdasarkan proses penilaian yang telah di- Pori-pori 0,079005
lakukan, didapatkan juga informasi menge- Warna 0,055545
nai keunggulan yang dimiliki oleh masing- Intensitas penyampaian informasi 0,009724
masing supplier kertas di subkriteria tertentu. Kecepatan tanggap 0,022302
Tabel 5 menunjukan informasi yang dimaksud. Kemampuan komunikasi 0,009146
Berdasarkan tabel tersebut diketahui bahwa Kemudahan dihubungi 0,009318
sebenarnya CV Makmur Jaya-lah yang memi- Ketepatan waktu 0,074884
liki keunggulan di bidang ketebalan kertas yang Ketersediaan barang 0,02693
justru menjadi prioritas utama PT Mangle Pan-
glipur dalam memilih supplier. Namun pada
kenyataannya hasil pengolahan data menun-
jukan bahwa CV Karya Jaya yang terpilih se-
bagai supplier terbaik. Hal ini memang ma-
suk akal dilihat dari keunggulan-keunggulan
CV Karya Jaya yang didapatkan dari beberapa
subkriteria yang menduduki prioritas tinggi. Se-
bagian besar subkriteria ini dapat dipenuhi oleh
CV Karya Jaya dibandingkan oleh alternatif sup-
plier lainnya.

Tabel 5: Keunggulan Supplier


Subkriteria Supplier
6 Kesimpulan Cara Pembayaran CV Makmur Jaya
Diskon CV Karya Jaya
Metode ANP dapat digunakan untuk memilih Tingkat harga CV Karya Jaya
supplier pemasok kertas di PT Mangle Pan- Ketebalan CV Makmur Jaya
glipur dengan menggunakan kriteria-kriteria Pori-pori CV Sinar Jaya
kualitas, harga, pengiriman dan pelayanan. Warna CV Makmur Jaya
Intensitas penyampaian
Kriteria tersebut diuraikan menjadi 12 sub
informasi CV Sinar Jaya
kriteria yaitu cara pembayaran, diskon, tingkat
Kecepatan tanggap CV Karya Jaya
harga, ketebalan, pori-pori, warna, intensitas
Kemampuan komunikasi CV Makmur Jaya
penyampaian informasi, kecepatan tanggap, ke-
Kemudahan dihubungi CV Sinar Jaya
mampuan komunikasi, kemudahan dihubungi,
Ketepatan waktu CV Karya Jaya
ketepatan waktu, dan ketersediaan barang.
Ketersediaan barang CV Makmur Jaya
Supplier CV Karya Jaya terpilih sebagai sup-
plier terbaik dengan mendapatkan bobot paling
besar berdasar hasil pembobotan terhadap tiap
elemen dalam model keterkaitan yaitu 0,158,
disusul supplier CV Makmur Jaya dengan 0,145
dan supplier CV Sinar Jaya dengan 0,134.

38
Penggunaan Metode Analytic Network Process (ANP) dalam Pemilihan Supplier Bahan Baku
Kertas pada PT Mangle Panglipur

Daftar Pustaka
Dagdeviren, M. dan Yuksel, I. (2007). Personnel
Selection Using Analytic Network Process. Is-
tanbul Ticaret University.

Dempsey, W.A. (1978). Vendor selection and


the buying process, Industrial Marketing
Management 7, 257-267.
Dickson. (1966). An analysis of vendor selection :
systems and decisions, Journal of Purchasing,
Vol. 1, N. 2, pp: 5-17.
Ellram, Lisa M. 1995. Supplier Selection And
Evaluation in Small Versus Large Electronics
Firms. Journal of Small Business Management
Luecke, R. dan Rowe, A. J. (2006).Harvard Busi-
ness essentials : Decision Making : 5 Steps to
Better Results, Harvard Business School Pub-
lishing, Boston.
Lyes Benyoucef L., Hongwei Ding H., dan Xie X.
(2003). Supplier Selection Problem : Selection
Criteria and Methods, Inria-Lorraine, MACSI
Project.
Noorderhaven, N. (1995).Strategic Decision
Making, Addison-Wesley Publishers, Wok-
ingham, England.

Raharjo, J., Stok, R.E., Yustina, R., (2000). Pen-


erapan Multi-Criteria Decision Making Dalam
Pengambilan Keputusan Sistem Perawatan.
Jurusan Teknik Industri, U.K. Petra, Surabaya.
Saaty, T.L. (1991). Pengambilan Keputusan Bagi
Para Pemimpin. Jakarta : IPPM dan PT Pus-
taka Binaman Pressindo.
Saaty, TL, (1996). Decision Making with Depen-
dence And Feedback The Analytic Network
Process, RWS Publications, Pittsburgh.

Vanany I, (2003). Aplikasi Analytic Netwok Pro-


cess (ANP) pada Perancangan Sistem Pen-
gukuran Kinerja, Surabaya, vol. 5, no.1
Winston, W.L. (1994). Operation Research : Ap-
plication and Algorithms 3rd ed. USA : Inter-
national Thomson Publishing.

39