Anda di halaman 1dari 4

KINERJA GURU PEMBIMBING PROFESIONAL DI SEKOLAH

Layanan Bimbingan dan Konseling

Layanan Bimbingan dan Konseling sangat penting dilaksanakan dalam proses


pendidikan, karena merupakan suatu kegiatan yang membantu dan menunjang proses
pendidikan. Layanan Bimbingan dan Konseling juga merupakan bagian terpadu yang tak
dapat terpisahkan dari keseluruhan kegiatan pendidikan, sekolah sebagai lembaga
pendidikan, selain menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar juga melaksanakan
layanan Bimbingan dan Konseling.

Kegiatan layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah dilaksanakan oleh guru


pembimbing atau konselor. Guru pembimbing dalam melaksanakan layanan Bimbingan
dan Konseling akan melayani semua siswa dengan berbagai permasalahannya tanpa
membedakan pribadi siswa maupun jenis permasalahan yang dihadapi.

Meskipun kegiatan layanan Bimbingan dan Konseling telah banyak dilaksanakan di


sekolah-sekolah, namun pelaksanaannya masih jauh dari harapan yang sebenarnya, baik
teknis layanannya maupun cakupan materi layanan Bimbingan dan Konseling secara
menyeluruh.

Upaya pemahaman, preventif dan pengembangan sebagaimana tercakup dalam materi


layanan bimbingan dan konseling belum banyak dilaksanakan guru pembimbing. Selama
ini penanganan yang dilakukan guru pembimbing masih terfokus pada siswa yang
melanggar disiplin sekolah sehingga kesan secara umum terhadap guru pembimbing tak
ubahnya seperti polisi sekolah.

Agar pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling dapat membantu dan menunjang
proses pendidikan maka di sekolah-sekolah perlu tenaga pembimbing yang profesional
yang dapat memberikan bantuan kepada siswa dalam menemukan pribadi, mengenal
lingkungan dan merencanakan masa depannya.

Konselor
Guru Pembimbing atau konselor sekolah merupakan personil sekolah yang memiliki tugas
khusus yang lain dari pada tugas personil sekolah lainnya. Guru Pembimbing adalah guru
yang mempunyai tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh dalam kegiatan
bimbingan dan konseling terhadap sejumlah peserta didik.

Guru pembimbing di sekolah dalam memberikan bantuan kepada siswa dalam rangka
upaya menemukan pribadi yaitu membantu siswa agar memiliki kesadaran diri mengenai
kekhususan yang ada pada dirinya, dapat mengembangkan sikap positip, mampu
menghargai orang lain, memiliki rasa tanggung jawab, mengembangkan ketrampilan
hubungan antar pribadi dan dapat membuat keputusan secara efektif..

Guru pembimbing di sekolah harus dapat membantu siswa agar dapat melaksankan
perkembangan pendidikan yaitu dapat melaksanakan ketrampilan dan teknik belajar secara
efektif, mampu mempelajari untuk memperoleh sesuatu secara efeltif dan memiliki
kemampuan dalam menghadapi ujian.

Dalam tugas perkembangan karier, guru pembimbing harus dapat membantu siswa dalam
mengenali ciri-ciri pekerjaan diberbagai lingkungan kerja, mampu merencanakan masa
depan dan mampu mengenal jenis-jenis ketrampilan yang sesuai dengan arah karier yang
diminatinya.

Selain itu menurut Belkin, seperti yang dikemukakan oleh Mungin Eddy Wibowo (1997:2)
bahwa seorang konselor hendaknya berpedoman kepada lima hal antara lain :
1. Konselor harus memulai kariernya sejak hari-hari pertama menampilkan diri sebagai
konselor sekolah dengan program kerja yang jelas dan siap melaksanakan program
tersebut.
2. Konselor sekolah harus selalu mempertahankan sikap profesional tanpa mengganggu
hubungan antara konselor dengan personail sekolah lainnya dan dengan siswa.
3. Konselor bertanggung jawab melaksanakan perannya sebagai konselor profesional
dalam kegiatan nyata.
4. Konselor memahami tanggung jawabnya kepada semua siswa baik yang bermasalah
maupun siswa yang mempunyai bakat istimewa atau yang berpotensi rata-rata, yang
pemalu dan menarik diri dari hadapan khalayak ramai serta yang bersikap menarik
perhatian konselor.
5. Konselor harus memahami dan mengembangkan kompetensi untuk membantu siswa
yang mengalami masalah cukup parah dan siswa yang mengalami gangguan
emosional khusus.
Konselor adalah individu yang sangat istimewa dalam kehidupan klien, karena
konselor mengarahkan segala kemampuannya, tenaga dan pikirannya untuk membantu
mengupayakan pengubahan perilaku pada diri klien. Konselor merupakan petugas dari
suatu kegiatan profesional, oleh karena itu orang yang menjabat konselor harus
mempunyai dasar pengetahuan, ketrampilan dan sikap khusus tertentu agar pekerjaan
tersebut diakui oleh masyarakat sebagai suatu keahlian.
Menurut Rochman Natawidjaja ( 1991:2 ) bahwa kegiatan profesional harus
memenuhi beberapa kriteria antara lain :
1. Ada standar unjuk kerja yang baku dan jelas.
2. Ada lembaga pendidikan khusus yang menghasilkan pelakunya dengan program dan
jenjang pendidikan yang baku serta memiliki standar akademik yang memadai dan
bertanggung jawab tentang pengembangan ilmu pengetahuan yang dilandasi profesi
itu.
3. Ada organisasi profesi yang mewadahi para pelakunya untuk mempertahankan
kesejahteraannya.
4. Ada etika dan kode etik yang mengatur perilaku etik para pelakunya.
5. Ada sistem imbalan terhadap jasa layanannya.
6. Ada pengakuan masyarakat.
Sedangkan menurut Westby Gybson seperti yang dikemukakan oleh Sambas Soerjadi
( 2002:16 ) ciri-ciri profesional adalah :
1. Adanya pengakuan masyarakat mengenai bidang layanan tertentu yang hanya
dilakukan oleh sekelompok orang ahli
2. Dimilikinya sejumlah bidang ilmu yang menjadi landasan teknik dan prosedur
kerjanya.
3. Diperlukan persiapan yang sengaja dan sistematis.
4. Memiliki mekanisme untuk melakukan penyaringan secara efektif.
5. Memiliki organisasi profesi.
Konsekwensinya bagi seorang konselor adalah bahwa profesionalisasi itu menuntut
peningkatan kualitas keahlian dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling. Keahlian
tersebut menuntut dipenuhinya standar persiapan profesi melalui pendidikan khusus di
perguruan tinggi dan pengalaman kerja dalam bidang tersebut. Konselor hendaknya
memiliki integritas, vitalitas, gesit dan trampil, memiliki kemampuan menilai dan
memperkirakan secara tajam, standar personal yang tinggi, terlatih dan berpengalaman
luas.
Sebagai seorang profesional, konselor dituntut mengetahui pekerjaan yang
dilakukannya dan alasan mengapa pekerjaan itu dilakukan serta bagaimana sebaiknya
pekerjaan itu dilakukan, apakah secara rutin, berpola atau mekanik saja.
Sebagai seorang profesional, konselor juga dituntut dapat memenuhi harapan siswa,
guru, kepala sekolah, orang tua dan harapan pemerintah. Adapun harapan siswa di sekolah
terhadap layanan konseling adalah diperolehnya pemecahan masalah pribadi yang mereka
hadapi. Guru berharap konseling di sekolah dapat mengurangi atau mengeliminasi perilaku
murid yang menjadi penyebab keributan atau gangguan kelas. Guru juga berharap agar
konselor terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang dapat membuat pengajaran menjadi lebih
mudah dan efektif. Harapan kepala sekolah terhadap layanan konseling antara lain agar
siswa diberi tahu mata pelajaran yang harus diambil dan agar dapat memecahkan setiap
kesulitan pendidikan. Orang tua berharap dengan layanan konseling di sekolah dapat
membantu orang tua dan sebagai fasilitator belajar juga dapat membantu siswa dalam
memilih bidang studi yang sesuai dengan kerjanya kelak. Sedangkan harapan pemerintah
terhadap layanan konseling adalah bahwa dengan layanan konseling dapat
mengidentifikasikan orang-orang yang berbakat dan dapat menempatkan pemuda-pemuda
pada jabatan bila manpower kurang.
Dalam melaksanakan kegiatan layanan bimbingan dan konseling, seorang konselor
juga dituntut memahami fungsi layanan bimbingan. Setiap layanan dan kegiatan
bimbingan yang dilaksanakan harus secara langsung mengacu pada satu atau lebih fungsi-
fungsi tersebut agar hasil-hasil yang hendak dicapainya secara jelas dapat diidentifikasi
dan dievaluasi. Adapun fungsi-fungsi layanan bimbingan itu antara lain :
1. Fungsi pemahaman yaitu fungsi bimbingan yang akan menghasilkan pemahaman
tentang sesuatu oleh pihak tertentu sesuai dengan keperluan pengembangan siswa.
2. Fungsi pencegahan yaitu fungsi bimbingan yang akan menghasilkan terhindarnya
siswa dari berbagai permasalahan yang akan dapat menghambat dalam proses
perkembangannya.
3. Fungsi perbaikan yaitu fungsi bimbingan yang akan menghasilkan terpecahkannya
permasalahan yang dialami oleh siswa.
4. Fungsi pemeliharaan dan pengembangan yaitu fungsi bimbingan yang akan
menghasilkan terpeliharnya dan terkembangnya potensi siswa.
Kegiatan layanan bimbingan dan konseling akan terlaksana dengan baik dan efektif
bila diawali dengan perencanaan. Oleh karena itu konselor sebelum melaksanakan kegiatan
layanan bimbingan dan konseling harus membuat perencanaan yang sistematis, terarah dan
terpadu dengan melibatkan seluruh tenaga kependidikan di sekolah.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam tahapan perencanaan antara lain :
1. Pengumpulan berbagai informasi yang diperlukan.
2. Penyusunan program dengan menentukan permasalahan utama, tujuan dan sasaran
yang akan dicapai, bentuk kegiatan dan teknik pelaksanaan, petugas yang akan
melaksanakan, waktu/jadwal pelaksanaan, sarana yang yang diperlukan.
3. Koordinasi pelaksanaan dengan semua pihak yang terkait.
4. Penyediaan fasilitas yang diperlukan
Dengan perencanaan yang matang dan baik diharapkan akan menghasilkan
perwujudan profesional yang mencakup dimensi filosofis, konseptual, operasional dan
personal.
Secara filosofis layanan bimbingan dan konseling mempunyai landasan filsafat yang
jelas yaitu Pancasila sebagai landasan berfikir dan bekerja. Secara konseptual layanan
bimbingan dan konseling berlandaskan konsep-konsep keilmuan yang jelas. Secara
operasional layanan bimbingan dan konseling dilaksanakan atas dasar pola-pola kerja
operasional yang dipertanggung jawabkan. Dan secara personal, layanan bimbingan dan
konseling didukung pelaksanaannya oleh personel-personel yang memiliki kualifikasi
profesional sesuai dengan peranan dan tanggung jawabnya.
Hal lain yang perlu diperhatikan oleh seorang konselor guna menjamin kelancaran
kerjanya dan untuk menghindarkan kemungkinan tindakan konselor sendiri yang tidak
diinginkan dalam hubungannya dengan klien adalah kode etik. Kode etik diperuntukan
bagi konselor yang memberikan layanan bimbingan dan konseling agar memahami orang
lain dengan sebaik-baiknya, berusaha menguasai diri, mengerti kekurangan-kekurangan
pada dirinya. Dalam melaksanakan tugasnya konselor harus memperlihatkan sifat-sifat
sederhana, rendah hati, sabar, menepati janji, dapat dipercaya, bertanggung jawab terhadap
lembaga dan individu yang dilayani. Konselor bersifat terbukaterhadap saran dari rekan-
rekan seprofesi. Dan harus dapat mengusahakan mutu kerja yang tinggi dengan
menerapkan teknik dan prosedur-prosedur yang dikembangkan atas dasar ilmiah.

Kesimpulan
Mengingat pentingnya layanan bimbingan dan konseling di sekolah maka seorang
konselor seharusnya tidak terpaku pada cara lama yaitu menangani masalah-masalash yang
berkaitan dengan pelanggaran disiplin sekolah. Tetapi lebih dari itu, seorang konselor
dituntut dapat menggali potensi-potensi yang dimiliki oleh siswa di sekolah serta yang
lebih penting lagi adalah upaya pencegahan terjadinya masalah sedapat mungkin
dilaksanakan secara dini di sekolah.
Cara-cara yang profesional perlu dipahami dan sekaligus diterapkan oleh seorang
konselor. Perencanaan yang matang sampai melaksanakan kegiatan bimbingan dan
konseling dengan pemahaman diri tentang teknis, prosedur maupun cakupan materi
layanan akan sangat membantu konselor dalam meningkatkan mutu kerja.
Dengan kegiatan yang profesional oleh seorang konselor diharapkan dapat membantu
meningkatkan mutu pendidikan serta dapat memenuhi harapan siswa, guru, kepala sekolah,
orang tua dan pemerintah.
Dengan kerja yang profesional, diharapkan akan meningkatkan citra guru
pembimbing atau konselor dan dapat menghilangkan anggapan bahwa guru pembimbing
adalah guru yang kerjanya santai hanya duduk saja di ruangan dan bekerja bila ada anak
yang melanggar disiplin sekolah saja serta menghilangkan kesan bahwa guru prmbimbing
tak ubahnya seperti polisi sekolah yang ditakuti dan dijauhi oleh anak-anak sekolah. Tapi
justru guru pembimbing di sekolah adalah guru yang dicari dan dirindukan oleh anak-anak
untuk membantu dan membimbingnya sehingga guru pembimbing adalah guru yang sarat
dengan setumpuk pekerjaan yang perlu dibantu oleh semua personel sekolah dan tugas
guru pembimbing adalah menentukan masa depan anak-anak.